• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penetapan Kadar Posfor Pada Ceker Ayam Dengan Metode Spektrofotometri Chapter III V

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Penetapan Kadar Posfor Pada Ceker Ayam Dengan Metode Spektrofotometri Chapter III V"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

TINJAUAN PUSTAKA

2.1Klasifikasi Ayam

Berdasarkan klasifikasinya, ayam dapat dibedakan menurut asal usul dan bentuk

fisiknya.Klasifikasi berdasarkan asal usul dan bentuk ayam dalam istilah peternakan

disebut sebagai kelas, bangsa, varietas, dan strain.

Hirarki klasifikasi ayam menurut Rose (2001) adalah sebagai berikut:

Kingdom : Animalia

Subkingdom : Metazoa

Phylum : Chordata

Subphylum : Vertebrata

Kelas : Aves

Ordo : Galliformes

Famili : Phasianidae

Genus : Gallus

Spesies : Gallus gallus

2.1.1 Kelas

Istilah ini digunakan untuk membedakan tempat ayam ras tersebut mula-mula

diciptakan dan dikembangkan secara luas.

2.1.2 Bangsa

Istilah ini digunakan untuk kelompok ternak ayam dalam satu kelas yang

memiliki persamaan bentuk anatomi,morfologi, dan fisiologi serta bersifat turun-

temurun.Bentuk, morfologi dan fisiologi yang khas tersebut misalnya pada bentuk

tubuh dan kemampuan bertelur yang berlainan untuk bangsa ayam satu dengan

(2)

2.1.3 Varietas

Varietas adalah kelompok ayam yang terdapat dalam satu bangsa, memiliki salah

satu perbedaan yang khas, dan bersifat turun-temurun.

2.2Ceker ayam

Mutu gizi makanan seseorang dapat diperbaiki dengan mengkonsumsimakanan

beranekaragam yang dapat memberikan sumbangan zat gizi yang cukupbagi tubuh,

dengan adanya program penganekaragaman pangan merupakan cara yangpenting

untuk meningkatkan pengembangan gizi yang mencukupi pada tingkat

daerahpedesaan, regional dan nasional. Disamping itu produksi pangan yang

beranekaragamdapat dilakukan pengolahan dan distribusi pangan yang digunakan

untuk memberikan keragaman pangan yang lebih besar pada makanan.Untuk hidup

sehat, makanan yang kita konsumsi harus mengandung zat giziseperti karbohidrat,

protein, lemak, mineral dan vitamin.

Ceker ayam adalah suatu bagian dari tubuh ayam yang kurang diminati karena

hanya terdiri atas komponen kulit, otot dan tulang.Susunan utama pada ceker ayam

adalah asam amino yaitu komponen dasar pada protein dan ceker ayam juga

mengandung zat kapur dan mineral yang berfungsi untuk mencegah terjadinya

osteoporosis (Anisa, 2008).

Mineral merupakan bagian dari unsur pembentuk tubuh yang memegang peranan

penting dalam pemeliharaan fungsi tubuh, baik pada tingkat sel, jaringan, organ

maupun fungsi tubuh secara keseluruhan (Almatsier, 2004).

Disamping itu mineral berperan dalam berbagai tahap metabolisme, mineral

(3)

mineral yang dibutuhkan dalam jumlah lebih dari 100 mg sehari seperti natrium,

kalium, fosfor dan magnesium, sedangkan mineral mikro dibutuhkan kurang dari 100

mg sehari seperti yodium dan flor (Almatsier, 2004).

Mineral yang paling banyak terkandung dalam cekerayam adalah kalsium dan

fosfor.Kalsium sendiri merupakan komponen gizi yang sangat dibutuhkan pada ibu

hamil untuk pertumbuhan tulang dan gigi pada janin, dan kalsium yang dapat diserap

dari makanan hanya berkisar 20 - 30 % dan sisanya dikeluarkan melalui feses.

Kemudian angka kecukupan gizi rata-rata untuk kalsium bagi bayi adalah 300 - 400

mg/hari, anak-anak 500 mg/hari, remaja 600 - 700 mg/hari, sedangkan ibu hamil dan

menyusui adalah 1200 mg/hari. Manfaat kalsium sendiri bagi tubuh untuk

pertumbuhan tulang dan gigi, mencegah terjadinya osteoporosis pada tulang

(Almatsier, 2001).

2.2.1 Manfaat ceker ayam

Bagi sebagian orang ceker ayam dianggap kurang menarik untuk dikonsumsi

sebagai makanan.Hal ini disebabkan karena adanya anggapan bahwa ceker ayam

adalah anggota tubuh ayam yang berhubungan langsung dengan sampah dan

kotoran.Padahal banyak sekali manfaat serta kandungan gizi yang terdapat dalam

ceker ayam yang berguna bagi tubuh kita terutama bagi tulang (Titik, 2011 ).

Selama ini penyakit yang banyak berhubungan dengan tulang adalah

osteoporosis yaitu suatu penyakit dimana tulang menjadi rapuh dan menjadi mudah

retak serta patah akibat masa tulang yang rendah.Osteo artinya tulang, sedangkan

porosis artinya berpori atau berlubang.Padahal selama ini yang kita ketahui bahwa

untuk mencegah keropos tulang cukup dengan kalsium saja.Dan sebenarnya hal itu

(4)

menguatkan tulang bagian luar. Sedangkan bagian penting adalah bagian dalam

tulang yang akan menentukan kekuatan tulang bagian luar yang dibentuk oleh zat

yang bernama hydroxyapatite, yaitu zat yang komponennya sama dengan komponen

tulang dan lapisan keras mamalia. Hydroxyapatite adalah makanan untuk tulang yang

berasal dari tulang binatang.Secara logika, memang makanan yang tepat untuk tulang

adalah tulang.Salah satu makanan yang banyak mengandung hydroxyapatite adalah

ceker ayam (Titik, 2011).

2.1.2 Kandungan ceker ayam

Kandungan protein yang terdapat pada ceker ayam sebanyak 19,8 gram per

100 gram ceker. Kemudian protein yang cukup tinggi tersebut dapat memberikan zat

gizi yang sangat bagus untuk dikonsumsi oleh anak-anak yang sedang mengalami

proses tumbuh kembang, selain rasanya gurih ternyata ceker ayam sangat kaya

dengan kandungan omega 3 dan omega 6, masing-masing 187 mg dan 2,571 mg per

100 gram. Omega 3, vitamin D, mineral dan omega 6 merupakan asam lemak tak

jenuh yang sangat penting bagi kesehatan tubuh (Purwatiwidiastuti,2011).

Kandungan hydroxyapatiteyang merupakan salah satu makanan untuk

tulang.Karena itu, dengan mengonsumsi ceker ayam selain dapat memelihara

kekuatan tulang dan mencegah osteoporosis dapat pula untuk menjaga elastisitas

kulit.Kandungan protein kolagen yang terdapat dalam ceker ayam sangat bagusuntuk

pertumbuhan balita Karena protein kolagen pada ayam memiliki antigen yang bersifat

imunogenik yang mampu menghasilkan antibodi (Purnomo, 1992).

(5)

Sumber kalsium utama adalah susu dan hasil susu, seperti keju, ikan yang

dimakan dengan tulang, termasuk tulang kering merupakan sumber kalsium yang

baik. Serealia seperti kacang-kacangan dan hasil olahannya, tahu, tempe, dan sayuran

hijau merupakan kalsium yang baik juga, tetapi bahan makanan ini banyak

mengandung zat yang dapat menghambat penyerapan kalsium. Kebutuhan kalsium

akan terpenuhi bila memakan makanan dengan menu seimbang tiap hari

(Almatsier,2004).Kekurangan kalsium pada masa pertumbuhan dapat menyebabkan

gangguan pertumbuhan, tulang kurang kuat, mudah bengkok dan rapuh. Semua orang

dewasa, terutama sesudah usia 50 tahun kehilangan kalsium dari tulangnya, tulang

menjadi rapuh dan mudah patah. Hal ini dinamakan osteoporosis yang dapat

dipercepat oleh keadaan stres sehari-hari, disamping itu osteoporosis lebih banyak

terjadi pada perokok dan peminum alkohol dan kekurangan kalsium dapat pula

menyebabkan osteomalasia pada orang dewasa dan biasanya terjadi karena

kekurangan vitamin D dan ketidakseimbangan konsumsi kalsium terhadap fosfor,

konsumsi kalsium hendaknya tidak melebihi 2500 mg sehari (Almatsier, 2004).

2.3.1 Fungsi Kalsium Fungsi kalsium yaitu:

a. Unsur pembentuk tulang dan gigi.

b. Pengaturan fungsi saraf dan otot.

c. Membantu proses pembekuan darah.

d. Memelihara dan meningkatkan fungsi membran sel.

e. Membantu proses penggumpalan darah.

(6)

Fosfor merupakan satu mineral yang dibutuhkan dengan jumlah lebih kurang 22%

dari seluruh mineral yang terdapat dalam tubuh.Di dalam tubuh fosfor berada dalam

bentuk kalsium fosfat (Poedjiadi, 2006).

Fosfor mempunyai peranan penting dalam metabolisme karbohidrat, lemak dan

protein.Sebagai fosfolipid, fosfor merupakan komponen esensial bagi banyak sel dan

merupakan alat transport asam lemak.Fosfor berperan pula dalam mempertahankan

keseimbangan asam-basa (Pudjiadi, 2000).Fosfor juga memegang peranan penting

dalam reaksi yang berkaitan dengan penyimpanan atau pelepasan energi dalam

bentuk Adenin Trifosfat (ATP) (Almatsier, 2004).

Seluruh sel-sel mengandung fosfor.66% fosfor dalam tubuh terdapat pada

tulang-tulang sebagai ikatan dengan garam kapur, dan 33% terdapat dalam jaringan lunak

sebagai ikatan organik dan anorganik.Garam organik dari fosfor berguna untuk

membantu metabolisme energi.

Beberapa hal yang dapat mempengaruhi penyerapan dan penyimpanan garam

fosfor adalah sebagai berikut:

a. Jumlah garam kapur yang terdapat dalam makanan.

b. Jumlah garam besi, garam menghambat penyerapan yang terlalu banyak.

c. dapat menghambat penyerapan garam fosfor.

d. Gangguan-gangguan alat pencernaan yang bersifat kronis.

Pada umumnya, kekurangan garam fosfor jarang terjadi. Peran fosfor mirip

dengan kalsium yaitu untuk pembentukan tulang dan gigi, penyimpanan dan

pengeluaran energi berupa perubahan antara Adenin Trifosfat (ATP) dengan Adenin

(7)

sebanyak 0,7 g atau sekitar 10 - 20 % per hari untuk orang dewasa, kira-kira sama

dengan kalsium (Anonim, 2014).

Tabel 2.1 Nilai fosfor beberapa bahan makanan (mg/100 g) Bahan Makanan mg

Sumber : Daftar Komposisi Bahan Makanan, (Dirjen POM, 1979).

2.4.1 Fungsi Fosfor

a. Unsur pembentuk tulang dan gigi.

b. Unsur pembentuk Adenin Trifosfat (ATP).

c. Membentuk bagian-bagian penting dari plasma sel.

d. Untuk pembelahan intisel dan memindahkan sifat-sifat keturunan.

2.4.2 Akibat Kekurangan Fosfor

Karena fosfor banyak terdapat didalam makanan, jarang terjadi

kekurangan.Kekurangan fosfor terjadi bila menggunakan obat antasid untuk

menetralkan asam lambung seperti alumunium hidroksida untuk jangka

lama.Alumunium hidroksida mengikat fosfor sehingga tidak dapat

diabsorpsi.Kekurangan fosfor juga dapat terjadi pada penderita yang kehilangan

banyak cairan melalui urin.Kekurangan fosfor menyebabkan kerusakan dan keropos

tulang.Gejalanya adalah rasa lelah, kurang nafsu makan dan kerusakan pada

tulang.Bayi prematur juga dapat menderita kekurangan fosfor, karena cepatnya

pembentukan tulang sehingga kebutuhan fosfor tidak terpenuhi oleh Air Susu Ibu

(8)

2.4.3 Akibat Kelebihan Fosfor

Kelebihan fosfor karena makanan jarang terjadi. Bila kadar fosfor darah terlalu

tinggi, ion fosfat akan mengikat kalsium sehingga dapat menimbulkan kejang

(Almatsier, 2003).

2.5Spektrofotometri Visibel

Spektrofotometrivisibeladalahpengukur panjang gelombang dan intensitas sinar

ultraviolet dan cahaya tampak yang diabsorpsi oleh sampel. Sinar ultraviolet dan

cahaya tampak memiliki energi yan cukup yang mempromosikan elektron pada kulit

terluar ketingkat energi yang lebih tinggi. Spektroskopis ultraviolet biasanya

digunakan untuk molekul dan ion anorganik atau kompleks didalam larutan.

Spektrum ultraviolet mempunyai bentuk yang lebar dan hanya sedikit informasi

tentang struktur yang bisa didapatkan dari spektrum ini namun sangat berguna untuk

pengukuran secara kuantitatif (Dachriyanus, 2004).

Konsentrasi dari analit didalam larutan bisa ditentukan dengan mengukur

absorbansi pada panjang gelombang tertentu dengan menggunakan hukum

Lambert-Beer.Sinar ultraviolet berada pada panjang gelombang 200 – 400 nm, sedangkan pada

sinar tampak berada pada panjang gelombang 400 – 800 nm (Dachriyanus, 2004).

Spektrofotometri ultraviolet sinar tampak pada umumnya digunakan untuk :

a. Menentukan jenis kromofor, ikatan rangkap yang terkonyugasi dan ausokrom dari

suatu senyawa organik.

b. Menjelaskan informasi dari struktur berdasarkan panjang gelombang maksimum

(9)

c. Mampung menganalisis senyawa organik secara kuantitatif dengan menggunakan

hukum Lambert-Beer (Dachriyanus, 2004).

Kegunaan spektrofotometri ultraviolet dan sinar tampak dalam analisis kualitatif

sangat terbatas, karena rentang daerah radiasi yang relatif sempit (500 nm) hanya

dapat mengakomodasi sedikit sekali puncak absorbsi maksimum dan minimum,

karena itu diidentifikasi senyawa yang tidak diketahui, tidak memungkinkan

(Satiadarma, dkk., 2004).

Penggunaan utama spektroskopis ultraviolet dan sinar tampak adalah dalam

anlisis kuantitatif.Apa bila dalam alur radiasi spektrofotometer terdapat senyawa yang

mengabsorpsi radiasi, akan terjadi pengurangan kekuatan radiasi yang mencapai

detektor. Parameter kekuatan energi radiasi khas yang diabsorpsi oleh molekul

adalah absorban (A) yang dalam batas konsentrasi rendah nilainya sebanding dengan

banyaknya molekul yang mengabsorbsi radiasi dan merupakan dasar analisis

kuantitatif (Satiadarma, dkk., 2004)

Kurva absorbsi di daerah ultraviolet pada umumnya lebih sempit daripada kurva

absorpsi didaerah sinar tampak. Penentuan kadar dilakukan dengan mengukur

absorban tertinggi untuk setiap konsentrasi. Bila suatu senyawa mempunyai lebih dari

satu puncak absorpsi maksimum, lebih diutamakan panjang gelombang

absorptivitasnya terbesar dan memberikan kurva kalibrasi linear dalam rentang

konsentrasi yang relatif lebar (Satiadarma, dkk.,2004).

Menurut Khopar (1990), spektrofotometer terdiri dari :

a. Sumber

Lampu ultraviolet yang digunakan dalah lampu hidrogen atau lampu deuterium

(10)

lampu tungsten digunakan untuk daerah visibel pada panjang gelombang antar

350-900 nm.

b. Monokromator

Digunakan untuk memperoleh sumber sinar yang monokromatis.Alatnya berupa

prisma atau grating untuk mengarahkan sinar monokromatis yang diinginkan dari

hasil penguraian.

c. Sel Absorpsi (Kuvet)

Pada pengukuran didaerah tampak, kuvet kaca dapat digunakan tetapi untuk

pengukuan pada daerah ultraviolet kita harus menggunakan sel kuarsa karena

gelas tidak tembus cahaya pada daerah ini.Umumnya tebal kuvet nya adalah 10

mm, tetapi yang lebih kecil ataupun yang lebih besar dapat digunakan.

d. Detektor

Peranan detektor penerima adalah memberikan respon terhadap cahaya pada

berbagai panjang gelombang.

BAB III

(11)

3.1 Prinsip

Kadar P2O5

3.2 Tempat Pelaksanaan Pengujian

ditentukan dengan cara spektrofotometri. Ortofosfat yang terlarut

direaksikan dengan amonium molibdovanadat membentuk senyawa kompleks

molibdovanadat asam fosfat berwarna kuning, intensitas yang terbentuk diukur

dengan alat spektrofotometer pada panjang gelombang 400 nm.

Pengujian dilakukan di Laboratorium Industri Kimia dan Mineral, Balai Riset

dan StandarisasiIndustri (BARISTAND) Medan.

3.3 Alat dan Bahan

Alat-alat yang digunakan pada pengujian adalah alat-alat gelas seperti corong

kaca, erlenmeyer 250 ml dan 500 ml, gelas beaker (100 ml, 250 ml, 500 ml), labu

ukur 100 ml dan 500 ml, neraca analitis, pemanas listrik, pipet volum 5 ml dan 10 ml,

pipet ukur (5 ml, 10 ml, 15 ml), kertas Whatman No. 41, spektrofotometer.

Bahan-bahan yang digunakan pada pengujian yaitu, ceker ayam, pereaksi

HClO4p.a 70 %, pereaksi HNO3 p.a 70 %, pereaksi molibdovanadat, pereaksi standar

fosfat (P2O5

3.4Pereaksi

0,4 mg/mL ~ 1,0 mg/mL), aquades.

Pereaksi yang digunakan pada pengujian adalah sebagai berikut dan dibuat

berdasarkan prosedur yang diterapakan di Balai Riset Standarisasi (BARISTAND)

Industri Medan.

3.4.1 Asam nitrat (HNO3 3.4.2 Asam perklorat (HClO

(12)

3.4.3 Larutan Molibdovanadat

Larutkan 40 g amonium molibdate tetrahidrat (NH4)6 Mo7O24 4H2O dalam

400 ml air suling panas lalu dinginkan.Larutkan 2 g amonium metavanadat

(NH4VO3) dalam 250 ml air suling panas, lalu dinginkan, tambahkan dengan 450 ml

HClO4

3.4.4 Pembuatan Larutan standar fosfat (P

p.a 70 %.Tambahkan larutan amonium metavanadat sambil diaduk dan

encerkan hingga volume 2 Liter lalu homogenkan (SNI 2803-2012).

2O5

Keringkan KH

0,4 mg/mL ~ 1,0 mg/mL)

2PO4 murni (52,15 % P2O5) selama 2 jam pada oven 105oC.

siapkan larutan yang mengandung 0,4 mg P2O5/ml ~ 1,0 mg P2O5/ml dengan interval

0,1 mg dengan cara menimbang 0,0767 g, 0,0959 g, 0,1151 g, 0,1342 g, 0,1534 g,

0,1726 g, dan 0,1918 g KH2PO4 dan encerkan masing-masing hingga volume 100 ml

dengan air suling. Larutan dapat di awetkan dengan penambahan 2-3ml HNO3p.a 70

% untuk tiap 1liter larutan. Siapkan larutan yang baru yang mengandung 0,4 mg

P2O5/ml dan 0,7 mg P2O5

(SNI 2803-2012).

/ml setiap minggu

3.5 Prosedur Penetapan Kadar Fosfor Pada Sampel Ceker Ayam 3.5.1 Persiapan larutan sampel

Ditimbang teliti 1 g contoh halus , masukkan ke dalam gelas beaker 250 ml,

tambahkan dengan 20 - 30 ml HNO3 p.a 70 %. Didihkan perlahan-lahan selama 30 -

45 menit untuk mengoksidasi bahan yang muda teroksidasi, dinginkan, tambahkan 10

- 20 ml HClO4 p.a 70 %. Didihkan perlahan-lahan sampai larutan tidak berwarna dan

timbul asap putih pada gelas beaker, dinginkan. Tambahkan 50 ml air suling dan

(13)

ml, tepatkan dengan air suling hingga tanda tera, kocok sampai homogen.Saring

melalui kertas Whatman No. 41 ke dalam erlenmeyer yang kering (SNI 2803-2012).

3.5.2Pembuatan Kurva Kalibrasi Dipipet larutan standar fosfat (P2O5

3.5.3 Penetapan Kadar Fosfor Pada Sampel Ceker Ayam

0,4 mg/mL ~ 1,0 mg/mL) 500 ppm, dengan

konsentrasi masing-masing 5, 10, 15, 20, 25 ppm, dimasukkan ke dalam labu ukur

100 mL. Ditambahkan 20 mL pereaksi amonium molibdovanadat, kemudian

ditambahkan dengan air suling hingga tanda garis pada labu ukur, dikocok sampai

homogen.Lalu masing-masing konsentrasi larutan, dimasukkan ke dalam kuvet pada

alat spektrofotometer, dibaca serapan larutan standar pada panjang gelombang 400

nm (SNI 2803-2012).

Dipipet 5 ml larutan sampel, dimasukkan kedalam labu ukur 100 ml.

Dilakukan pengerjaan larutan blanko.Ditambahkan 20 ml pereaksi amonium

molibdovanadat, kemudian ditepatkan dengan aquades sampai garis tanda, dibaca

absorbansi larutan sampel dan larutan standar terhadap blanko menggunakan

spektrofotometer pada penajang gelombang 400 nm (SNI 2803-2012).

3.6 Interpretasi Hasil Kadar Fosfor sebagai P2O5

Keterangan : W = berat sampel

(%) = ����� 100

�� 1000 �

c = pembacaan spektrofotometri (ppm)

(14)

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penetapan Kadar Fosfor Sebagai P2O

Data penetapan kadar fosfor pada ceker ayam dapat dilihat pada Tabel 4.1

berikut :

5

Tabel 4.1Hasil penetapan kadar fosfor sebagai P2O

Sampel

Kadar Fosfor sebagai P2O5

Keterangan : W = berat sampel

(%) =����� 100

�� 1000 �

c = pembacaan spektrofotometri (ppm)

fp = faktor pengenceran

4.2 Pembahasan

Berdasarkan hasil penetapan, diperoleh kadar rata-rata fosfor sebagai P2O5

Dari hasil penetapan yang didapat, terlihat bahwa per 1 g ceker ayam dapat

memenuhi kebutuhan fosfor yang yang dianjurkan untuk dikonsumsi orang dewasa.

Sesuai pada literatur Anonim (2014), pada umumnya jumlah fosfor yang di anjurkan

untuk dikonsumsi sebanyak 0,7 g atau sekitar 10 - 20 % per hari untuk orang dewasa.

pada sampel ceker ayam 12,6 %. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kadar fosfor

yang diuji memenuhi persyaratan yang diterapkan di Balai Riset dan Standarisasi

(15)
(16)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Dari pengujian yang dilakukan pada penetapan kadar fosfor pada ceker ayam

secara spektrofotometri ultraviolet visibel, maka diperoleh hasil, kadar fosfor

sebagai P2O5

5.2 Saran

sebesar12,6 %.

a. Sebaiknya pada penelitian selanjutnya, digunakan penetapan kadar fosfor dengan

metode yang lain nya seperti titrasi asam basa ataupun kalorimetrik.

b. Sebaiknya pada penelitian selanjutnya, digunakan dua sampel atau lebih untuk

Gambar

Tabel 4.1Hasil penetapan kadar fosfor sebagai P2O5

Referensi

Dokumen terkait

PENETAPAN KADAR NATRIUM DIKLOFENAK DALAM SEDIAAN TABLET SECARA SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET..

PENETAPAN KADAR RIFAMPISIN DAN ISONIAZID DALAM SEDIAAN TABLET SECARA MULTIKOMPONEN DENGAN METODE.. SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET

Pada penetapan kadar Bahan Baku Kaptopril secara Spektrofotometri Ultraviolet pada panjang gelombang serapan maksimum 236 nm, diperoleh hasil sebagai berikut :.

Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa metode spektrofotometri visibel dengan pereaksi o-fenantrolina pada penetapan kadar hidrokuinon dalam krim simulasi telah memenuhi

Hasil optimasi yang diperoleh menunjukkan bahwa metode penetapan kadar vitamin C dalam sediaan injeksi secara spektrofotometri visibel dengan agen pengkompleks

Penetapan Kadar Tablet Amlodipin Besilat Menggunakan Metode Spektrofotometri Ultraviolet-Visibel Berdasarkan Brominasi dan Reaksinya dengan Kuning Metanil.. Dibawah

VALIDASI METODE PADA PENETAPAN KADAR PIROKSIKAM DALAM SEDIAAN KAPSUL DENGANNAMAGENERIK DAN NAMA DAGANG SECARA SPEKTROFOTOMETRI

Penetapan kadar ofloksasin dalam sediaan tablet dilakukan dengan metode spektrofotometri ultraviolet menggunakan pelarut metanol pada panjang gelombang 297,5 nm dan diuji