LOMBA KARYA TULIS ILMIAH MAHASISWA
JUDUL KARYA TULIS
GERAKAN ROKOK TEPAT SASARAN (GO-PASAR) MELALUI MODIFIKASI STRATEGI 4P KOTLER'S MARKETING MIX MENUJU
SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGS) DI INDONESIA
Disusun oleh :
Dian Friantoro (12812141022/2012) Nurul Hikmah (13803241039/2013) Eryan Dwi Susanti (13804241011/2013)
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA YOGYAKARTA
iii Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga karya tulis yang berjudul "Gerakan Rokok Tepat Sasaran (GO-PASAR) melalui Modifikasi Strategi 4P Kotler's Marketing Mix menuju Sustainable Development Goals (SDGS) di
Indonesia” dapat terselesaikan dengan baik.
Banyak pihak yang telah mendukung terselesaikannya karya tulis ini. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih khususnya kepada:
1. Dr. Sugiharsono, M.Si, selaku Dekan Fakultas Ekonomi UNY. 2. Siswanto, M.Pd, selaku Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi UNY. 3. Adeng Pustikaningsih, M.Si selaku dosen pembimbing.
4. Pihak-pihak yang telah memberikan dorongan kepada penulis untuk menyelesaikan karya ini.
Dalam penyusunan karya tulis ini masih terdapat beberapa kekurangan, oleh karena itu saran dan kritik yang membangun bagi perbaikan kedepannya sangat penulis harapkan. Selain itu penulis juga ingin memohon maaf apabila terdapat banyak kekurangan. Terima kasih.
iv A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Rumusan Masalah ... 4
D. Sustainable Development Goals ... 11
E. Gerakan Rokok Tepat Sasaran ... 13
BAB III METODE PENULISAN A. Metode Penulisan... 14
B. Jenis data yang digunakan ... 14
C. Metode Penulisan ... 14
D. Teknik Interpretasi dan Analisis Data ... 14
BAB IV ANALISIS DAN SINTESIS A. Analisis Permasalahan ... 16
v DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Logo Gerakan Rokok Tepat Sasaran ... 17
Gambar 2. Kemasan Rokok Tampak Depan ... 20
Gambar 3. Kemasan Rokok Tampak Belakang ... 21
Gambar 4. Metode Top Down ... 23
Gambar 5. Metode Bottom Up ... 24
DAFTAR TABEL Tabel 1. Perbandingan Tarif Cukai ... 19
DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Pola Kemasan Rokok... 30
vi GERAKAN ROKOK TEPAT SASARAN (GO-PASAR) MELALUI MODIFIKASI STRATEGI 4P KOTLER'S MARKETING MIX MENUJU
SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGS) DI INDONESIA Oleh : Dian Friantoro, Nurul Hikmah, Eryan Dwi Susanti
Universitas Negeri Yogyakarta
ABSTRAK
Indonesia adalah negara dengan tingkat konsumsi rokok terbesar keempat didunia. Hal ini terlihat dalam total konsumsi rokok tahun 2013 sebesar 302 miliar rokok. Pertumbuhan konsumsi rokok di Indonesia terbilang tinggi sebesar 5% pertahun dan ternyata diikuti oleh peningkatan umur mulai merokok pada usia yang lebih muda. Perokok usia 10-14 tahun naik 2 kali lipat dalam 10 tahun terakhir dari 9,5% pada tahun 2001 menjadi 17,5% pada tahun 2010. Kondisi ini diperparah dengan lemahnya regulasi, penanaman nilai karakter yang belum optimal dan lingkungan yang belum kondusif. Padahal rokok sangat berbahaya bagi kesehatan karena mengandung nikotin, tar dan karbon monoksida yang dapat mengakibatkan kanker, penyakit jantung dan bahkan kematian. Data dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan tahun 2010 menyebutkan bahwa kematian yang disebabkan oleh penyakit terkait tembakau berjumlah 190.260 jiwa atau 12,7 persen dari seluruh kematian di tahun yang sama. Selain berdampak pada kesehatan, rokok juga menyulut persoalan ekonomi. Terbukti pada tahun 2009 sekitar 50% rumah tangga termiskin terjerat konsumsi rokok. Pengeluran rokok malah lebih besar dari pengeluaran untuk kebutuhan gizi, pendidikan dan bahan bakar.
Karya tulis ini ditulis secara deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang bersumber objek kajian penelitian berupa pustaka-pustaka seperti buku, artikel, jurnal maupun sumber dari internet. Adapun tujuan penulisan karya tulis ini yakni untuk mengetahui konsep dasar Gerakan Rokok Tepat Sasaran (GO-PASAR), modifikasi 4P Kotler's Marketing Mix, langkah strategis implementasi GO-PASAR dan mengetahui prediksi hasil GO-GO-PASAR.
Gerakan Rokok Tepat Sasaran (GO-PASAR) adalah sebuah upaya mengurangi konsumsi rokok dan jumlah perokok (terutama usia muda dan rumah tangga miskin) di Indonesia menuju Sustainable Development Goals (SDGs). GO-PASAR ini dalam pelaksanaannya menggunakan modifikasi 4P Kotler's Marketing Mix atau konsep bauran pemasaran yang terdiri dari Produk (Product), Harga (Price), Promosi (Promotion), Distribusi/ Tempat (Place). Dalam hal produk, kemasan produk rokok akan diterapkan secara seragam dengan kemasan bergambar penyakit secara penuh. Dalam hal harga, pajak produk rokok akan ditingkatkan sehingga harganya kurang terjangkau. Dalam promosi, produk rokok hanya dipromosikan pada media radio, koran atau majalah. Dalam distribusi, produk rokok hanya didistribusikan pada tempat-tempat tertentu seperti di pusat perbelanjaan, kafe dan outlet rokok khusus. Gerakan Rokok Tepat Sasaran ini diharapkan dapat mengurangi konsumsi rokok Indonesia dalam mencapai Sustainabable Development Goals (SDGs)
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Rokok menjadi dilematika antara kesehatan dan ekonomi. Indonesia adalah negara dengan tingkat konsumsi rokok terbesar keempat didunia. Total konsumsi rokok tahun 2013 sebesar 302 miliar rokok dengan jumlah perokok sebesar 27,6% atau sekitar 67 juta orang. Berarti bahwa setiap 4 orang Indonesia ada satu orang perokok dan diasumsikan setiap orang merokok 4507 batang rokok dalam waktu satu tahun. Sehingga tidak heran bila produsen rokok menentang dengan keras adanya pembubaran pabrik rokok karena omzet yang diterimanya sangat besar. Peningkatan penjualan rokok juga berpengaruh secara positif pada penerimaan negara dari sisi pajak dan bea cukai rokok. Namun di sisi lain, pertumbuhan konsumsi rokok sebesar 5% per tahun ternyata diikuti pula oleh peningkatan umur mulai merokok pada usia yang lebih muda. Perokok usia 10 – 14 tahun naik 2 kali lipat dalam 10 tahun terakhir dari 9,5% pada tahun 2001 menjadi 17,5% pada tahun 2010. Hal ini mengindikasikan bahwa bahaya rokok sudah merambah pada generasi muda Indonesia dan menjadi permasalahan serius karena menyangkut masa depan bangsa. Rokok menjadikan remaja kecanduan dan dipercaya menjadi pintu masuk bagi kalangan remaja untuk menikmati narkoba.Remaja yang merokok mempunyai kemungkinan 3 kali lebih banyak dibanding mereka yang tidak merokok untuk menggunakan alkohol, 8 kali lebih banyak beresiko menghisap ganja, dan 22 kali lebih banyak menggunakan kokain (dinkes.bengkuluprov.go.id, 2011). Sayangnya rokok yang memberikan kecanduan itu pun belum dimasukkan pada zat aditif yang pantas dilarang sehingga sangat sulit untuk menekan konsumsi rokok pada remaja.
mengakibatkan kanker, penyakit jantung, pneumonia, gangguan reproduksi, dan bahkan kematian. Data dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan tahun 2010 menyebutkan bahwa kematian yang disebabkan oleh penyakit terkait tembakau berjumlah 190.260 jiwa atau 12,7 persen dari seluruh kematian di tahun yang sama. Menurut Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia, Kartono Muhammad, sebanyak 660 orang meninggal dunia setiap hari akibat rokok dan setidaknya ada 27 warga Indonesia yang meninggal setiap jamnya karena rokok (sindotrijaya, 2015).
Kondisi ini diperparah dengan lemahnya regulasi, penanaman nilai karakter yang belum optimal, dan lingkungan yang belum kondusif. Regulasi yang diterapkan pemerintah masih sangat longgar bagi produsen rokok untuk memasarkan produknya. Pemberian gambar menyeramkan dalam kemasan rokok pun tidak mampu menekan penjualan rokok secara signifikan. Penelitian di berbagai negara yang telah menerapkan kebijakan gambar seram dalam kemasan rokok mengungkap bahwa pengaruh yang ditimbulkan dengan kebijakan ini baru dapat dirasakan dalam jangka menengah (liputan6.com, 2014). Apalagi di Indonesia gambar menyeramkan dalam kemasan rokok hanya 30% dari bagian kemasan. Undang-undang penyiaran sudah membatasi waktu dan cara penanyangan iklan rokok di televisi. Akan tetapi kebijakan ini tidak juga mampu menekan konsumsi rokok. Pasalnya iklan rokok di televisi selalu menampilkan sosok yang gagah dan berani sehingga remaja akan berfikir bahwa dengan merokok maka akan menimbulkan kesan gagah dan pemberani. Penelitian yang dilakukan di Universtas Hamka beserta Komnas anak tahun 2007 memperlihatkan bahwa sebanyak 99,7% anak melihat iklan rokok di televisi, dimana 68% mengatakan memiliki kesan positif terhadap iklan tersebut dan 50% mengatakan lebih percaya diri seperti pada iklan (dinkes.bengkuluprov.go.id, 2011).
dan gagah. Prevalensi merokok di atas usia 15 tahun terus meningkat bahkan prevalensi remaja perempuan naik 10 kali lipat sedangkan laki-laki naik dua kali lipat (antaranews.com, 2015). Hal ini mengindikasikan bahwa remaja menjadi target pemasaran yang menarik bagi produsen rokok untuk memperbesar pasaran. Produsen rokok dalam menarik perhatian remaja dengan beragam cara. Tidak hanya menayangkan iklan dengan model yang gagah dan pemberani, tetapi variasi aroma rokok yang semakin beragam dan disukai remaja ditambah dengan strategi pemasaran rokok sudah merasuk secara perlahan dalam dunia remaja seperti menjadi sponsorship utama dalam acara besar, musik, gaya hidup glamor, dan olahraga yang menarik remaja bahkan beasiswa pendidikan dan fasilitas kesehatan gratis. Strategi produsen rokok tersebut tidak lain adalah untuk memperluas pasaran dengan meningkatkan pencitraan rokok melalui pengabdian masyarakat yang justru semakin memperparah masa depan bangsa.
Selain berdampak pada kesehatan, rokok juga menyulut persoalan ekonomi. Terbukti pada tahun 2009 sekitar 50% rumah tangga termiskin terjerat konsumsi rokok. Berdasarkan studi Lembaga Demografi Universitas Indonesia, pengeluaran keluarga menengah miskin untuk konsumsi rokok melebihi pengeluaran makanan, pendidikan dan kesehatan, sehingga ada kesempatan yang hilang akibat merokok (Kementerian Keuangan, 2014).
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana konsep Gerakan Rokok Tepat Sasaran (GO-PASAR)? 2. Bagaimana modifikasi 4P Kotler’s Marketing Mix dalam GO-PASAR? 3. Bagaimana teknik implementasi GO-PASAR?
4. Bagaimana prediksi hasil dari penerapan GO-PASAR? C. Tujuan
1. Mengetahui konsep Gerakan Rokok Tepat Sasaran (GO-PASAR). 2. Mengetahui modifikasi 4P Kotler’s Marketing Mix dalam GO-PASAR. 3. Mengetahui teknik implementasi GO-PASAR.
4. Mengetahui prediksi hasil dari penerapan GO-PASAR. D. Manfaat
1. Pemerintah mendapat masukan bagaimana memfilter pemasaran rokok agar tepat sasaran dan sebagai penekan angka kematian akibat rokok. 2. Perusahaan mampu memetakan pemasaran secara tepat sasaran sehingga
pemasaran rokok sesuai jalur yang dibenarkan
3. Masyarakat mendapatkan pemasaran yang sesuai dengan sasaran sehingga tidak perlu resah dengan keterjangkauan anak-anak terhadap rokok.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Rokok
1. Pengertian Rokok
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) rokok adalah gulungan tembakau kira-kira sebesar kelingking yang dibungkus. Sedangkan menurut Heryani (2014) rokok adalah hasil olahan tembakau yang terbungkus, dihasilkan dari tanaman Nicotiana Tabacum, Nicotiana Rustica dan spesies lainnya atau sintetisnya yang mengandung nikotin dan tar dengan atau tanpa bahan tambahan. Menurut Bambang Trim (2006) rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang sekitar 120 milimeter dengan diameter sekitar 10 milimeter yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok adalah salah satu zat adiktif yang bila digunakan mengakibatkan bahaya bagi kesehatan individu dan masyarakat (Hans Tendra, 2003).
Dapat disimpulkan bahwa rokok adalah sebuah gulungan berbentuk silinder dari tembakau berdiameter 10 milimeter. Rokok yang sebelumnya dicacah digulung menggunakan kertas dan ditambahkan filter rokok untuk tempat menghisap. Rokok ini sangat berbahaya bagi kesehatan.
2. Kandungan Rokok
Menurut Muhibah (2011) racun rokok yang paling utama adalah sebagai berikut:
a. Nikotin
Nikotin dapat meningkatkan adrenalin yang membuat jantung berdebar lebih cepat dan bekerja lebih keras, frekuensi jantung meningkat dan kontraksi jantung meningkat sehingga menimbulkan tekanan darah meningkat
b. Tar
pada paru-paru, mengandung bahan-bahan karsinogen (Mardjun, 2012). c. Karbon monoksida (CO)
Merupakan gas berbahaya yang terkandung dalam asap pembuangan kendaraan. CO menggantikan 15% oksigen yang seharusnya dibawa oleh sel-sel darah merah. CO juga dapat merusak lapisan dalam pembuluh darah dan meninggikan endapan lemak pada dinding pembuluh darah, menyebabkan pembuluh darah tersumbat.
3. Jenis Rokok.
Menurut Mustikaningrum (2010) jenis rokok dibagi menjadi delapan, yaitu: a. Rokok
Merupakan sediaan tembakau yang banyak digunakan. b. Rokok Organik
Merupakan jenis rokok yang dianggap tidak mengandung bahan adiktif sehingga dinilai lebih aman dibanding rokok modern.
c. Rokok Gulungan atau “Lintingan”
Peningkatan penggunaan rokok dengan cara melinting sendiri ini sebagian besar disebabkan oleh budaya dan faktor finansial. d. Bidis
Bidis berasal dari India dan beberapa negara Asia Tenggara. Bidis dihisap lebih intensif dibandingkan rokok biasa, sehingga terjadi peningkatan pemasukan nikotin yang dapat menyebabkan efek kardiovaskuler.
e. Kretek
Mengandung 40% cengkeh dan 60% tembakau. Cengkeh menimbulkan aroma yang enak, sehingga kretek dihisap lebih dalam daripada rokok biasa.
f. Cerutu
g. Pipa
Asap yang dihasilkan pipa lebih basa jika dibandingkan asap rokok biasa, sehingga tidak perlu hisapan yang langsung untuk mendapatkan kadar nikotin yang tinggi dalam tubuh.
h. Pipa Air
Sediaan ini telah digunakan berabad-abad dengan persepsi bahwa cara ini sangat aman. Beberapa nama lokal yang sering digunakan adalah hookah, bhang, narghile, shisha.
4. Pembagian Rokok
Rokok dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:
a. Rokok berdasarkan bahan baku atau isinya, dibedakan menjadi: 1) Rokok Putih
Isi rokok ini hanya daun tembakau yang diberi saus untuk
mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu (Mardjun, 2012). Rokok putih mengandung 14 - 15 mg tar dan 5 mg nikotin
(Alamsyah, 2009). 2) Rokok Kretek
Bahan baku atau isinya berupa daun tembakau dan cengkeh yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu
(Mardjun, 2012). Rokok kretek mengandung sekitar 20 mg tar dan 44-45 mg nikotin (Alamsyah, 2009).
3) Rokok Klembak
Bahan baku atau isinya berupa daun tembakau, cengkeh, dan
kemenyan yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.
b. Rokok berdasarkan penggunaan filter menurut Mardjun (2012) dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:
1) Rokok Filter : rokok yang pada bagian pangkalnya terdapat gabus 2) Rokok Non Filter: rokok yang pada bagian pangkalnya tidak
5. Dampak Rokok Bagi Kesehatan
Menurut Riyadina W (1995) telah diketahui bahwa penyakit yang ditimbulkan oleh rokok diantaranya: 1) Kanker Paru-paru, 2) Penyakit yang berkaitan dengan pernapasan seperti asma, infeksi pernapasan, emfisema dan penyakit serius lainnya, 3) Panyakit kanker lainnya dimulut, tenggorokan, esophagus, system pencernaan, kandung kemih, ginjal, pancreas, usus besar dan pada wanita adalah kanker leher rahim, 4) Penyakit Jantung, 5) Stroke 6) Kardiovaskuler, 7) Gangguan kehamilan seperti bayi prermatur, keguguran, kematian janin,. Kemaitan bayi sesudah lahir, 8) gangguan kesehatan pada kulit seperti penuaaan dini.
Jadi dampak rokok bagi kesehatan sangat berbahaya. Rokok dapat menyebabkan penyakit yang sangat mengerikan seperti kanker. Oleh karena itu masyarakat harus memahami dampak rokok ini dan menghindari rokok jika ingin terbebas dari bahaya rokok.
B. Perilaku Merokok 1. Klasifikasi Perokok
Dari beberapa klasifikasi perokok, dapat disimpulkan bahwa seseorang yang mengonsumsi rokok 10 batang perhari masih termasuk dalam kategori perokok ringan, yang dimungkinkan untuk menjadi perokok tetap karena ia telah menjadikan kegiatan merokok sebagai salah satu kebiasaan.
2. Faktor yang Mempengaruhi Kebiasaan Merokok Pada Remaja
Menurut Alamsyah (2009) factor-faktor yang mempengaruhi kebiasaan merokok seseorang adalah sebagai berikut:
a. Pengetahuan Remaja
Pengetahuan remaja dapat mempengaruhi remaja dalam kebiasaan merokok. Pengetahuan remaja dapat terdiri atas 1) pengetahuan bahaya merokok terhadap kesehatan berupa jenis-jenis penyakit oleh rokok, 2) Bahaya merokok terhadap kesehatan gigi dan mulut, 3) Zat berbahaya yang terkandung dalam rokok.
b. Pengaruh Lingkungan Sosial
Situasi lingkungan sosial seseorang dapat mempengaruhi seseorang terbiasa dalam merokok. Terdiri atas; 1) Orangtuan yang merokok, 2) Saudara serumah yang merokok, 3) Teman yang merokok, 4) iklan rokok
c. Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana yang mendukung kebiasaan merokok adalah sumber dana untuk membeli rokok, temat merokok dan waktu merokok. d. Alasan Psikologis
C. Manajemen Pemasaran 1. Pemasaran
Pemasaran adalah menurut Kotler (2005:10) proses sosial yang dengan prose situ individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan secara bebas mempertukarkan produk dan jasa yang bernilau dengan pihak lain. Sedangkan menurut Stanton dkk Pemasaran adalah suatu system total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk mendistribusikan barang-barang yang dapat memuaskan keinginan dan mencapai sasaran serta tujuan organisasi.
Dapat disimpulkan bahwa pemasaran adalah kegiatan menawarkan barang ke individu atau kelompok setelah produksi dilakukan. Dengan itu mereka akan merasakan kepuasan karena keinginan atau kebutuhannya dapat tercapai.
2. Bauran Pemasaran (Marketing Mix)
Menurut Philip Kotler dan Kevin Keller dalam bukunya Marketing Management (2012 ; p.47), mendefinisikan bauran pemasaran sebagai
seperangkat alat pemasaran perusahaan menggunakan untuk mengejar
tujuan pemasarannya di pasar sasaran. Sedangkan menurut Dharmesta (2003:78) mendefinisikan bauran pemasaran adalah kombinasi dari empat variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari system pemasaran perusahaan meliputi produk, struktur harga, kegiatan promosi dan system distribusi. Lamb dkk (2001:55) juga mengatakan bahwa bauran pemasaran adalah paduan strategi produk, distribusi, promosi dan penentuan harga yang bersifat unik yang dirancang untuk menghasilkan pertukaran yang saling memuaskan dengan pasar yang dituju.
optimal. Menurut Kotler (2001:24) bagian-bagian dari bauran pemasaran sebagai berikut:
a. Produk (Product)
Suatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, agar produk yang dijual mau dibeli, digunakan atau dikonsumsi yang dapat memenuhi suatu keinginan atau kebutuhan dari konsumen. Produk merupakan segala sesuatu yang ditawarkan untuk memuaskan keinginan aau kebutuhan konsumen.
b. Harga (Price)
Sejumlah nilai yang ditukarkan konsumen dengan manfaat dari memiliki atau menggunakan produk atau jasa yang nilainya ditetapkan oleh pembeli dan penjual melalui tawar menawar, atau ditetapkan oleh penjual untuk satu harga yang sama terhadap semua pembeli. Harga juga diartikan sebagai sejumlah uang yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi produk atau lainnya.
c. Tempat (Place)
Tempat diasosiasikan sebagai saluran distribusi yang ditujukan untuk mencapai taget konsumen. Sistem distribusi ini mencakup lokasi, transportasi, pergudangan, dan sebagainya. Tempat auat lokasi erat kaitannya dengan pasa potensial sebuah perusahaan.
d. Promosi (Promotion)
Sebagai salah satu cara pemasaran untuk mengkomunikasikan dan menjual suatu produk kepada konsumen yang berpotensi. Promosi adalah kegiatan saat menawarkan produk ke konsumen sehingga mempengaruhi persepsi konsumen.
D. Sustainable Developments Goals (SDGs)
bersama untuk mewujudkan target pembangunan internasional. Draft Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) untuk tahun 2016-2030 sebagai berikut :
1) Mengakhiri kemiskinan dalam segala bentuknya di mana-mana
2) Mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan peningkatan gizi, dan mempromosikan pertanian berkelanjutan
3) Pastikan hidup sehat dan mempromosikan kesejahteraan bagi semua pada segala usia
4) Menjamin kualitas pendidikan inklusif dan adil dan mempromosikan kesempatan belajar seumur hidup untuk semua
5) Mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan semua perempuan dan anak perempuan
6) Memastikan ketersediaan dan pengelolaan yang berkelanjutan air dan sanitasi untuk semua
7) Menjamin akses ke energi yang terjangkau, dapat diandalkan,berkelanjutan, dan modern untuk semua
8) Mempromosikan pertumbuhan yang berkelanjutan, inklusif, dan berkelanjutan ekonomi, kesempatan kerja penuh dan produktif dan pekerjaan yang layak untuk semua
9) Membangun infrstruktur, mempromosikan industrialisasi yang inklusif dan berkesinambungan dan mendorong inovasi
10) Mengurangi kesenjangan dalam dan antara negara-negara
11) Membuat kota-kota dan pemukiman manusia inklusif, aman, ulet dan berkelanjutan
12) Pastikan pola konsumsi dan produksi berkelanjutan
13) Mengambil tindakan terhadap perubahan iklim dan dampaknya
14) Melestarikan dan berkelanjutan menggunakan lautan, laut, dan sumber daya laut untuk pembangunan berkelanjutan
lestari dan menghentikan dan membalikkan degradasi lahan dan menghentikan hilangnya keanekaragaman hayati
16)Mempromosikan masyarakat yang damai dan inklusif untuk pembangunan berkelanjutan, menyediakan akses bagi keadilan untuk semua dan membangun institusi yang efektif, akuntabel, dan inklusif di semua tingkatan
17)Memperkuat sarana pelaksanaan dan merevitalisasi kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan
E.Gerakan Rokok Tepat Sasaran
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, gerakan adalah perbuatan, pergerakan, usaha, atau kegiatan dalam lapangan sosial (politik dan sebagainya), tindakan terencana yang dilakukan oleh suatu kelompok masyarakat disertai program terencana dan ditujukan pada suatu perubahan atau sebagai gerakan perlawanan untuk melestarikan pola-pola dan lembaga lembaga masyarakat yang ada. Adapun tepat adalah betul atau lurus (arah, jurusan), kena benar (pada sasaran, tujuan, maksud, dan sebagainya). Selain itu, sasaran adalah rincian singkat dan tegas mengenai apa yang akan dicapai.
BAB III
METODE PENULISAN
A. Metode Penulisan
Karya tulis ilmiah yang berjudul “Gerakan Rokok Tepat Sasaran (GO-PASAR) melalui Modifikasi Strategi 4p Kotler's Marketing Mix menuju Sustainable Development Goals (SDGS) di Indonesia” ditulis menggunakan metode penulisan deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dalam penulisannya menggambarkan secara rinci tentang konsep, modifikasi bauran pemasaran, teknik implementasi, dan prediksi hasil yang diperoleh setelah dilaksanakannya Gerakan Rokok Tepat Sasaran. B. Jenis Data yang Digunakan
Jenis data yang digunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah ini yaitu data sekunder baik yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Data sekunder ini merupakan data yang penulis peroleh dari dokumentasi-dokumentasi tentang permasalahan rokok di Indonesia.
C. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah ini yaitu dokumentasi. Dokumentasi yang dilakukan yaitu menggunakan kajian dari pustaka-pustaka yang dapat mendukung dan mempertajam analisis dalam penulisan karya tulis ilmiah ini. Penulis mengumpulkan data melalui studi pustaka (library research), yakni menggunakan objek kajian penulisan berupa pustaka-pustaka seperti buku, artikel, jurnal maupun sumber dari internet yang memiliki substansi tentang pokok pembahasan masalah. Dari berbagai sumber data tersebut kemudian diolah menjadi suatu karya tulis.
D. Teknik Interpretasi dan Analisis Data
Proses pelaksanaan analisis tersebut dapat dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu:
a. Pengumpulan Data
Data yang berupa buku, artikel, jurnal, dan majalah ilmiah, internet dikumpulkan untuk kemudian diambil bagian-bagian yang paling relevan dengan topik yang dibahas.
b. Reduksi data
Reduksi data merupakan analisis yang berfungsi menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu, dan mengorganisasikan data sedemikian rupa sehingga diperoleh kesimpulan akhir dari data yang diperoleh.
c. Penyajian Data
Penyajian data dibatasi sebagai sekumpulan informasi tersusun yang memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Dalam penyajian data ini kecenderungan mengarah pada penyederhanaan data kompleks ke dalam kesatuan bentuk yang sederhana dan selektif sehingga mudah dipahami.
d. Penarikan kesimpulan
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Analisis Permasalahan
Permasalahan rokok di Indonesia sebenarnya merupakan hal yang dilematis. Di satu sisi rokok menjadi salah satu ladang mata pencaharian terbanyak masyarakat Indonesia dan menghasilkan pendapatan dari cukai untuk menambah pendapatan Indonesia. Namun disisi lain, rokok merupakan salah satu produk yang dijual namun berbahaya bila dikonsumsi dengan diberi label "Merokok Membunuhmu". Berawal dari premis tersebut, muncullah banyak permasalahan terkait rokok. Pro dan kontra rokok di Indonesia menambah kegundahan perokok, perusahaan rokok, pemerintah dan masyarakat tentunya.
Apabila dilihat dari total konsumsi rokok masyarakat Indonesia pada tahun 2013 sebesar 302 miliar rokok dengan jumlah perokok sekitar 67 juta orang. Bukan suatu hal yang mengagetkan bila Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki jumlah perokok terbanyak didunia. Padahal setiap orang cukup memahami bahwa rokok adalah produk yang dapat membahayakan kesehatan. Rokok dapat mengakibatkan kanker paru-paru, penyakit jantung, gangguan kehamilan dan bahkan dapat mengakibatkan kematian. Dapat dibayangkan bahwa dapat dimungkinkan sebanyak 660 orang meninggal dunia setiap hari akibat rokok dan setidaknya ada 27 warga Indonesia yang meninggal setiap jamnya karena rokok. Inilah fakta yang mengkhawatirkan.
Suatu permasalahan yang perlu disoroti secara mendalam adalah fakta bahwa pertumbuhan konsumsi rokok sebesar 5% per tahun ternyata diikuti pula oleh peningkatan umur mulai merokok pada usia yang lebih muda. Perokok usia 10 – 14 tahun naik 2 kali lipat dalam 10 tahun terakhir dari 9,5% pada tahun 2001 menjadi 17,5% pada tahun 2010. Bahkan menurut Alamsyah (2009) prevalensi remaja yang merokok adalah 30,14%.
dikaitkan dengan keputusan konsumen dalam membeli rokok maka bauran pemasaran ini dapat dimodifikasi sedemikian rupa sehingga dapat menuju segmentasi pasar akan produk rokok yang memang sesuai dengan yang diharapkan. Gerakan Rokok Tepat Sasaran (GO-PASAR) melalui modifikasi bauran pemasaran rokok merupakan solusi berdasarkan permasalahan yang telah dijelaskan.
B.Sintesis
1. Konsep Gerakan Rokok Tepat Sasaran (GO-PASAR)
Gerakan Rokok Tepat Sasaran (GO-PASAR) merupakan suatu gerakan melalui modifikasi bauran pemasaran yang terdiri dari modifikasi harga, produk, lokasi dan promosi. Tujuan gerakan ini adalah mengarahkan produk rokok kepada konsumen yang tepat berdasarkan kriteria-kriteria tertentu dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia. Tujuan tersebut diuraikan menjadi beberapa misi yakni pencegahan konsumsi rokok pada anak-anak dan remaja, pencegahan konsumsi rokok pada rumah tangga miskin, penurunan umur mulai merokok, pepenurunan konsumsi rokok nasional, penurunan jumlah kematian akibat rokok dengan tidak merugikan konsumen maupun produsen rokok.
Logo gerakan tepat sasaran digunakan untuk melabeli produk rokok yang telah terstandardisasi oleh pemerintah. Standardisasi tersebut meliputi standar harga, standar produk, standar lokasi pemasaran dan standar promosi.
Sasaran GO-PASAR adalah anak-anak, remaja dan rumah tangga miskin. Alasannya adalah anak-anak dan remaja adalah usia yang rentan yang dikhawatirkan terbawa oleh orang dewasa dengan perilaku merokoknya. Adapun rumah tangga miskin, karena pada umumnya pada rumah tangga miskin, belanja rokok mengalahkan belanja kebutuhan pokok seperti belanja pangan sehingga keadaan ekonomi rumah tangga miskin semakin carut marut bila perilaku merokok salah satu anggota keluarganya terus menerus menjadi kebiasaan.
Implementasi GO-PASAR akan melibatkan konsumen rokok, perusahaan rokok, pemerintah dan masyarakat. Selain itu, pembentukan komunitas GO-PASAR juga diperlukan sebagai bentuk implementasi bottom-up untuk menjawab permasalahan rokok dari bawah ke atas.
Diharapkan Gerakan Rokok Tepat Sasaran ini dapat menjawab permasalahan rokok yang selama ini terjadi di Indonesia sekaligus dalam mendukung ketercapaian Sustainable Development Goals di Indonesia. Cakupan SDGs yang dimaksud terdiri dari 6 dari 17 poin SDGs yakni: a. Berusaha meningkatkan pertumbuhan secara berkelanjutan melalui
pengembangan makroekonomi dan mikroekonomi terkait konsumsi rokok, kesempatan kerja dan pekerjaan yang layak untuk semua.
b. Mendukung pola hidup sehat tanpa rokok bagi masyarakat terutama anak-anak, remaja dan rumah tangga miskin.
c. Perbaikan ketahanan pangan dan peningkatan gizi terkait dampak negatif pola belanja rokok pada rumah tangga atau keluarga.
d. Mengurangi kemiskinan akibat pola belanja rokok yang berlebihan, khususnya pada rumah tangga miskin.
f. Mengurangi kesenjangan masyarakat terkait dampak negatif belanja rokok pada rumah tangga miskin.
2. Modifikasi 4P Kotler's Marketing Mix
Seperti yang sudah dijelaskan bahwa Gerakan Rokok Tepat Sasaran (GO-PASAR) adalah gerakan melalui modifikasi bauran pemasaran (Marketing Mix) sesuai teori dari Phillip Kotler yakni 4P (Price, Product, Place, Promotion). Berikut masing-masing akan dijelaskan:
a. Harga (Price)
Harga produk rokok dapat dinaikan dengan menaikkan pajak atau cukai rokok. Dasar dari pemilihan strategi harga ini adalah penelitian yang dilakukan Nanda (2015) menyatakan bahwa intensitas merokok dapat berkurang jika harga rokok dinaikkan. Dalam penelitian lain oleh Rudi (2013) menyatakan bahwa jika terjadi kenaikan harga rokok sebesar satu persen hanya akan mengurangi permintaan rokok sebanyak 0,33 %. Dengan demikian tarif cukai rokok tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap permintaan rokok. Berikut gambaran tarif cukai di Indonesia yang dibandingkan dengan tarif cukai luar negeri:
Tabel 1. Perbandingan Tarif Cukai
menggunakan analisis harga pokok produksi dan harga pokok penjualan untuk mengihitung satuan harga produk.
b. Produk (Product)
Dalam hal produk, kemasan produk rokok akan diterapkan secara seragam dengan kemasan bergambar penyakit secara penuh. Strategi produk ini berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Stephani (2015) bahwa tulisan "Merokok Membunuhmu" lebih berpengaruh dibandingkan tulisan lama. Selain itu gambar penyakit lebih berpengaruh dibandingkan gambar peringatan lain. Oleh karena itu ditetapkan gambar-gambar penyakit yang disebabkan oleh rokok seperti kanker leher, kanker mulut, episema, esophagus, penyakit jantung dan lain-lain. Berikut tampilan kemasan rokok tampak depan dan belakang:
.
Gambar 3. Kemasan Rokok Tampak Belakang
Pada kemasan rokok tampak depan, disajikan gambar penyakit secara penuh dan disisinya dituliskan peringatan "Merokok dapat Membunuhmu". Hal ini berfungsi agar konsumen lebih sadar dan
paham bahwa rokok dapat menyebabkan penyakit yang berbahaya. Diharapkan dengan adanya gambar ini, anak-anak dan remaja tidak ikut mengkonsumsi rokok seperti yang dilakukan orang dewasa.
Pada kemasan rokok tampak belakang, disajikan gambar-gambar penyakit lainnya (selain yang menjadi gambar penyakit di kemasan depan) yang disebabkan oleh rokok. Hal ini untuk meyakinkan konsumen bahwa mengonsumsi rokok dapat mengakibatkan penyakit yang fatal hingga mengakibatkan kematian. Selain itu, pada bagian bawah kemasan belakang ditulis peringatan etika merokok seperti "Jangan Merokok di Tempat Umum". Hal ini lebih mengajak perokok
c. Lokasi (Place)
Penetapan bauran pemasaran yang selanjutnya adalah lokasi atau tempat atau distribusi. Dalam hal ini produk rokok tidak diperbolehkan dijual secara luas. Distribusi produk rokok terbatas pada lokasi-lokasi tertentu yang tidak melibatkan anak-anak dan remaja. Perusahaan rokok harus mendistribusikan produknya dengan seizin kementerian perdagangan (Pemerintah). Produk rokok hanya boleh dijual di lokasi-lokasi tertentu seperti pusat perbelanjaan (dengan lokasi-lokasi outlet khusus), kafe dan outlet rokok khusus. Rokok tidak boleh dijual di took atau warung yang dapat dijangkau oleh anak-anak dan remaja.
d. Promosi (Promotion)
Promosi sangat mempengaruhi konsumen untuk membeli suatu produk tertentu. Dalam strategi promosi, produk rokok dilarang dipromosikan melalui baliho di jalan raya yang banyak diperhatikan orang banyak. Produk rokok boleh diiklankan di televisi dengan syarat ditayangkan pada jam-jam tertentu seperti Pukul 23.00 – 04.00 agar tidak ditonton oleh anak-anak dan remaja. Selain televisi produk rokok boleh diiklankan melalui radio, koran atau majalah. Dalam hal perusahaan rokok menjadi sponsor pada suatu kegiatan, perusahaan rokok hanya mensponsori kegiatan yang tidak melibatkan anak-anak dan remaja.
Dasar dari penetapan strategi promosi seperti ini adalah penelitian yang dilakukan oleh Alamsyah (2009) yang memaparkan bahwa iklan dapat mempengaruhi remaja agar terdorong untuk memutuskan merokok. maka untuk mencegah prealensi merokok pada remaja.
3. Teknik Implementasi
dari dua metode yakni metode Top down dan bottom up. Metode tersebut akan dijelaskan sebagai berikut:
a. Metode Top Down
Metode ini berpusat pada pemerintah yang merumuskan dan menetapkan kebijakan kepada seluruh elemen masyarakat. Hal yang pertama dilakukan adalah pemerintah merumuskan kebijakan dan menetapkan kebijakan terkait harga, produk, lokasi dan promosi produk rokok untuk mengimplementasikan Gerakan Rokok Tepat Sasaran. Selanjutnya setelah penetapan kebijakan, dilakukan standardisasi produk rokok. Sasaran utama standardisasi produk rokok adalah produsen rokok. Selain terhadap produsen rokok, pemerintah juga melakukan penetapan kebijakan sekaligus edukasi bagi tiga sasaran utama gerakan rokok tepat sasaran yakni masyarakat, konsumen dan pelajar sekolah.
Gambar 4 . Metode Top Down
b. Metode Bottom Up
Komunitas ini dibentuk dari masyarakat dan LSM, selanjutnya setelah komunitas terbentuk komunitas tersebut melakukan kampanye sosial, edukasi dan persuasi kepada tiga sasaran utama yakni Masyarakat, Konsumen dan Pelajar Sekolah. Selain itu komunitas juga akan secara tidak langsung melakukan persuasi kepada produsen rokok untuk menaati peraturan Gerakan Rokok Tepat Sasaran. Hal yang menjadi keunikan dalam metode ini adalah tiga sasaran utama yang terdiri dari Masyarakat konsumen dan pelajar sekolah dapat membentuk mendukung komunitas GO-PASAR kembali. Dapat disimpulkan bahwa metode bottom up ini nantinya dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dalam upaya implementasi Gerakan Rokok Tepat Sasaran menuju tercapainya Sustainable Development Goals di Indonesia.
4. Prediksi Hasil
Gerakan Rokok Tepat Sasaran merupakan gerakan yang tujuannya untuk mensegmentasi sasaran konsumen terhadap produk rokok. Diharapkan dengan implementasi GO-PASAR ini anak-anak dan remaja tidak ikut-ikutan untuk mengonsumsi rokok seperti orang dewasa sehingga usia mulai merokok di Indonesia juga menurun. Dengan modifikasi bauran pemasaran, diharapkan konsumsi rokok akan mengalami penurunan dan sekaligus penurunan jumlah kematian akibat produk rokok. Rumah tangga miskin yang pada umumnya membelanjakan uangnya untuk konsumsi rokok secara boros mengalahkan konsumsi kebutuhan pokok , keinginan konsumsi rokok juga berkurang, Dalam mencapai Sustainable Development Goals, Gerakan rokok tepat sasaran ini memiliki misi yang sesuai dengan SDGs sebagai berikut:
a. Berusaha meningkatkan pertumbuhan secara berkelanjutan melalui pengembangan makroekonomi dan mikroekonomi terkait konsumsi rokok, kesempatan kerja dan pekerjaan yang layak untuk semua. Dalam hal ini dengan modifikasi bauran pemasaran produk rokok konsumsi rokok setidaknya tidak mengalami kenaikan tapi malah penurunan dengan tidak disertai masalah lain seperti PHK besar-besaran yang berujung pada kemiskinan.
b. Mendukung pola hidup sehat tanpa rokok bagi masyarakat terutama anak-anak, remaja dan rumah tangga miskin. Pola hidup sehat tanpa rokok ini akan tercapai apabila masyarakat dapat memahami akan bahaya yang disebabkan oleh rokok. Dengan kemasan produk yang menyajikan gambar yang mengerikan dan edukasi dari komunitas GO-PASAR dan pemerintah niscaya pola hidup sehat masyarakat akan terjaga.
pada rumah tangga miskin dapat diturunkan sehingga mereka dapat mengelola ekonominya untuk kebutuhan gizi yang lebih baik.
d. Mengurangi kemiskinan akibat pola belanja rokok yang berlebihan, khususnya pada rumah tangga miskin. Dengan gerakan ini, niscaya rumah tangga miskin tidak lagi berpikir bahwa konsumsi rokok adalah yang utama.
e. Perbaikan pengelolaan pola konsumsi dan produksi rokok secara berkelanjutan. Pola konsumsi rokok akan tidak berlebihan karena pengelolaan bauran pemasaran dari Gerakan Rokok Tepat Sasaran. Adapun produksi rokok juga akan berkelanjutan, karena rokok sudah menjadi barang pokok terutama bagi perokok tetap.
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Gerakan Rokok Tepat Sasaran (GO-PASAR) merupakan suatu gerakan melalui modifikasi bauran pemasaran yang terdiri dari modifikasi harga, produk, lokasi dan promosi. Tujuan gerakan ini adalah mengarahkan produk rokok kepada konsumen yang tepat berdasarkan kriteria-kriteria tertentu dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.
Sasaran GO-PASAR adalah anak-anak, remaja dan rumah tangga miskin. Dalam implementasinya diperlukan sinergitas antara konsumen, produsen, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pemerintah dan masyarakat. Adapun teknik implementasinya terdiri dari dua metode yakni metode Top down dan bottom up. Diharapkan dengan implementasi GO-PASAR ini
anak-anak dan remaja tidak ikut-ikutan untuk mengonsumsi rokok seperti orang dewasa sehingga usia mulai merokok di Indonesia juga menurun. Dengan modifikasi bauran pemasaran, diharapkan konsumsi rokok akan mengalami penurunan dan sekaligus penurunan jumlah kematian akibat produk rokok. Rumah tangga miskin yang pada umumnya membelanjakan uangnya untuk konsumsi rokok secara boros mengalahkan konsumsi kebutuhan pokok , keinginan konsumsi rokok juga berkurang dalam mencapai Sustainable Development Goals di Indonesia.
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
Alamsyah, R. 2009. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebiasaan Merokok dan Hubungannya dengan Status Penyakit Periodontal Remaja di Kota Medan Tahun 2007. (Thesis). Universitas Sumatera Utara. Medan
Ariyanti, Fiki. 2014. Ada Gambar Seram, Penjualan Rokok Tetap 360 Miliar Batang. Berita. Website: http://bisnis.liputan6.com/read/2070856/ada-gambar-seram-penjualan-rokok-tetap-360-miliar-batang. Diakses pada tanggal 1 November 2015.
Bambang, Trim. 2006. Merokok Itu Konyol. Jakarta : Ganesha Exact
Basu Swastha Dharmesta dan Irawan (2003). Azas-azas Marketing. Yogyakarta: Liberty Yogyakarta http://www.kemenkeu.go.id/en/node/41865. Diakses pada tanggal 1 November 2015.
Heryani, R. 2014. Kumpulan Undang – Undang dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Khusus Kesehatan. Jakarta : CV. Trans Info Media Kamus Besar Bahasa Indonesia
Kotler, Phillip. (2012). Marketing Management 14th Edition.. London : Pearson Education
Kotler Philip dan Gary Amstrong. 2001. Prinsip-prinsip Pemasaran. Edisi Kedelapan, Jakarta: Penerbit Erlangga
Mardjun, Y. 2012. Perbandingan Keadaan Tulang Alveolar Antara Perokok dan Bukan Perokok. (Skripsi). Universitas Hasannudin. Makasar.
Muhibah, F.A.B. 2011. Tingkat Pengetahuan Pelajar Sekolah Menengah Sains Hulu Selangor Mengenaik Efek Rokok Terhadap Kesehatan. (KTI). Universitas Sumatera Utara. Medan
Mustikaningrum, S. 2010. Perbedaan Kadar Trigliserida Darah pada Perokok dan Bukan Perokok. (Skripsi). Universitas Sebelas Maret. Semarang.
FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta Tahun 2014/2015. Skripsi. Program Studi PGSD Universitas Muhamadiyah Surakarta
Nurcahyani, Ida. 2015. Masyarakat Desak Pemerintah Naikkan Cukai Rokok. Berita, Website: http://www.antaranews.com/berita/525648/masyarakat-desak-pemerintah-naikkan-cukai-rokok. Diakses pada tanggal 2 November 2015.
Riyadina,w. 1995. Pengaruh Paparan Rokok terhadap Kesehatan. Majalah kesehatan Masyarakat Indonesia . Volume 52 hlm. 33-34
Rudi.(2013)Analisis kebijakan dampak kenaikan tarif cukai terhadap konsumsi rokok diakses melalui http://lib.ui.ac.id/opac/themes/libri2 /detail.jsp?id=105153&lo kas i=lokal pada tanggal 7 November 2015 Sindotrijaya. 2015. Indonesia Darurat Rokok. Berita.
Website:http://www.sindotrijaya.com/news/detail/8667/indonesia-darurat-konsumsi-rokok#.VjcfdvqnrP8. Diakses pada tanggal 2 November 2015. Stephani.(2015).Pengaruh Peringatan Bahaya Rokok Bergambar Pada Intensi
Berhenti Merokok. Jurnal Mimbar Vol 31 No. 1 Hlm 241-250.
Lampiran
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
1. Ketua
Nama Lengkap : Dian Friantoro
NIM : 12812141022
TTL : Pandeglang, 20 April 1994
Jenis Kelamin : Laki-laki Jurusan : Akuntansi
Alamat : Kembangsari, Srimartani, Piyungan, Bantul. No Hp : 085743131493
4. Juara III Lomba Esai Nasional UNY 2014 5. Finalis LKTI ASPECT UB 2015
2. Anggota 1
Nama Lengkap : Nurul Hikmah
NIM : 13803241039
TTL : Bantul, 26 April 1996
Jenis Kelamin : Perempuan
Jurusan : Pendidikan Akuntansi
Alamat : Kembangsari, Srimartani, Piyungan, Bantul. No Hp : 087839921282
Nama Lengkap : Eryan Dwi Susanti
NIM : 13804241011
TTL : Magelang, 5 September 1995
Jenis Kelamin : Perempuan
Jurusan : Pendidikan Ekonomi