KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA
Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi
MANAJEMEN INOVASI
AGENDA PAPARAN
1. Latar Belakang
2. Manajemen Inovasi PT dan
Lembaga Litbang
Fungsi dan Tujuan Perguruan Tinggi
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2012
Fungsi (Pasal 4, ayat b)
Mengembangkan Sivitas Akademika yang inovatif, responsif, kreatif,
terampil, berdaya saing, dan kooperatif melalui pelaksanaan Tridharma;
Tujuan (Pasal 5, ayat b,c)
•
Dihasilkannya
lulusan yang menguasai cabang Ilmu Pengetahuan
dan/atau Teknologi
untuk memenuhi kepentingan nasional dan
peningkatan daya saing bangsa;
•
Dihasilkannya
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi melalui Penelitian
Strategi 10 :
Meningkatkan relevansi dan daya saing pendidikan tinggi, melalui strategi:
a.Pengembangan jurusan-jurusan
inovatif sesuai dengan kebutuhan
pembangunan dan industri
, disertai peningkatan
kompetensi lulusan
berdasarkan bidang ilmu yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja
;
b.Penguatan
kerjasama perguruan tinggi dan dunia industri
untuk kegiatan
riset dan pengembangan;
c.Pengembangan
pendidikan dan pelatihan kewirausahaan yang
terintegrasi di dalam mata kuliah
, dengan
menjalin kerjasama dengan
dunia usaha/dunia industri.
RPJMN 2015-2019
Buku 1 BAB 6 AGENDA PEMBANGUNAN NASIONAL
Peran Strategis
Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi
DAYA
SAING
LEMBAGA YANG
BERKUALITAS
INOVASI
SUMBERDAYA
BERKUALITAS
TENAGA KERJA
TERAMPIL DIKTI
PENELITIAN DAN
INOVASI ATAU HILIRISASI
1.
Hilirisasi Iptek ke dalam ekonomi dan masyarakat
meningkatnya peran
pengetahuan
(knowledge)
dalam
perekonomian
(
knowledge-based
economy
)
2.
meningkatnya cara pikir sistemik di kalangan pengambil kebijakan
menggantikan model linier ( supply push & market/demand pull
sistem
inovasi)
3.
Sedangkan RUU SINAS P3IPTEK memaknai inovasi sebagai
kegiatan
penelitian, pengembangan, pengkajian, penetapan dan/atau perekayasaan
yang menghasilkan kebaruan dan perubahan yang diterapkan dan
bermanfaat secara komersial, ekonomi dan atau sosial budaya
Menurut OECD :
Hilirisasi Hasil Litbangyasa
8
Kebut
Kemampuan inovasi Alih Teknologi
Lemba
Market size & position Technology competencies Risk appetite
Kebutuhan & daya serap inovasi
Perfect Competition vs Oligopoly Skala ekonomi
Gresham’s law
Kebutuhan Teknologi
Pasokan SDM Iptek
switching cost Network externality Technology lock-in
Struktur & persaingan pasar
Pasokan SDM Iptek
Kualitas Litbangyasa
Jasa Teknologi
Prototyping
Production technology Testing & certification Techno-economic
Proses INOVASI
What is not disseminated & used, is not an innovation
(World Bank 2010)
Membawa ke Pasar
Produk/ Proses Inovatif
Menumbuhkan Inovasi
Pasar- R & D (SDM & Fasilitas)
- Pendanaan
-
Time to market
- Prototip laboratorium
- Optimasi 1,2 dst
- Prototip industri
- dll
-
Biz Model
-
Pakar & Mitra
-
Fasilitas produksi
-
Aspek legal
STRATEGI RISET DAN INOVASI:
Balanced Demand Driven dan Supply Push
Product Development
Tecnology Take to
Many years of R&D Research
grants
Technology grants
Innovation Support: sertifikasi, uji, standarisasi, pilot scale, trial productin, insentif, regulasi
Demand Driven
Banyak Inovasi ‘tersungkur’ di ‘
Valley of
Death’
Penelitian dan Pengembangan
Demonstrasi
(Uji Coba) Produksi
Skala
TRL : Kesiapan Teknologi (technology readiness level)
CRL
CRL : Kesiapan Komersial (commercial readiness level)
MRL : Kesiapan Manufaktur (manufacturing readiness level)
MRL
Area yang bersifat
KRITIKAL
Sumber : diolah dari materi presentasi AIPI
Me e uke ali LEMBAH KEMATIAN
“LEMBAH KEMATIAN”
SINERGI Consulting – N. Ananto 0816729727
Tantangan yang dihadapi :
1.TRL (tingkat kesiapan teknologi) = 7,8, 9
2.CRL (tingkat kesiapan komersial) = 1, 2, 3, 4 3.MRL (tingkat kesiapan manufaktur) = 7, 8, 9, 10
4.Peningkatan dari skala purwarupa (pilot) menjadi skala komersial :
Investasi dan biaya tinggi;
Risiko tinggi;
Me gejar o e tu ti e-to- arket ;
5.Belum terlalu menarik bagi investor;
Ta ta ga dala Me ghadapi LEMBAH KEMATIAN
Regional Pangan Energi Kesehatan dan obat
Transport
asi TIK HanKam
Material bencana dan pengurangan risiko
bencana
BALI, LOMBOK dan NUSA TENGGARA
(7 Perguruan Tinggi) 33 2 5 0 4 0 9 1 0 8 17 79
KALIMANTAN (3 Perguruan Tinggi) 7 4 11 4 11 0 3 0 3 1 4 48
SULAWESI, MALUKU dan PAPUA
(3 Perguruan Tinggi) 23 17 10 1 2 0 1 3 2 0 11 70
Total per Bidang 234 136 101 30 121 1 90 69 19 12 113 926
POTENSI INOVASI OLEH PERGURUAN TINGGI
11 Perguruan Tinggi
27 Perguruan Tinggi
3 Perguruan Tinggi
7 Perguruan Tinggi
INNOVATION
Innovation I
ITERATION
Business Model, Supply Chain, Manufacturing Market Need and
Application New and Old S&T
MANAJEMEN INOVASI
(Tujuan)
1. Transformasi mindset aktivitas R&D di perguruan tinggi
2. Meningkatkan sinergi sumberdaya R&D di perguruan
tinggi
3. Meningkatkan kapasitas dan kapabilitas perguruan tinggi
untuk hilirisasi produk litbang ke industri/dunia bisnis;
4. Meningkatkan keterlibatan akademisi untuk
berhubungan secara langsung dengan industri
5. Meningkatkan kerjasama perguruan tinggi dengan
Industri
Capacity
Building
Peningkatan
Pendanaan Inovasi
Penguatan
Unit
Intermediasi
Membangun kompetensi dan
budaya inovasi, penghargaan bagi inovator Pembentukan dan
penguatan peran unit-unit intermediasi
Pendanaan uji beta dan difusi, infrastuktur skala produksi, uji dan sertifikasi
Science and Techno Park (STP
Science Techno Park (STP) merupakan kawasan yang dikelola secara profesional dengan tujuan meningkatkan
kesejahteraan/perekonomian masyarakat sekitarnya dengan mempromosikan
budaya inovasi dan daya saing dari bisnis berbasis pengetahuan. STP merupakan penyedia pengetahuan terkini, penyedia solusi teknologi, serta merupakan pusat pengembangan aplikasi teknologi lanjut.
Technology Park (TP)
Technology Park atau Science Park adalah kawasan bangunan yang diperuntukan bagi penelitian dan pengembangan sains dan teknologi berdasarkan kepentingan bisnis. Berbeda dengan industrial park dan business park, kegiatan bisnis dan organisasi di Techno Park lebih fokus kepada pengembangan produk dan inovasi sedangkan industrial park focus kepada manufaktur dan business park focus kepada administrasi
Inkubator
Perusahaan/lembaga yang memberikan suatu program yang didesain untuk
membina dan mempercepat keberhasilan pengembangan bisnis melalui rangkaian
program permodalan yang diikuti oleh dukungan kemitraan / pembinaan elemen
bisnis lainnya dengan tujuan menjadikan usaha tersebut menjadi perusahaan
yang
profitable
, memiliki pengelolaan organisasi dan keuangan yang benar, serta
menjadi perusahaan yang
sustainable
, hingga akhirnya memiliki dampak positif
bagi masyarakat.
TECHNOLOGY TRANSFER OFFICE (TTO)
LEMBAGA ALIH TEKNOLOGI untuk mewujudkan percepatan proses alih teknologi agar hasil
penelitian dan pengembangan di LEMLITBANG dan PT dapat diaplikasikan oleh para pengguna teknologi/industri secara komersial untuk
meningkatkan perekonomian, daya saing, dan kesejahteraan bangsa.
Perguruan tinggi sebagai lembaga pengajaran (teaching university) Perguruan tinggi sebagai pusat riset
(research university)
Perguruan tinggi sebagai wahana
penumbuhkembangan kewirausahaan (entrepreneurial university) berbasis teknologi.
TEACHING INDUSTRY
Pembelajaran Berorientasi Industri :
1. Strategi pembelajaran telah mencakup proses pendidikan dan proses litbang dan inovasi;
2. Litbang dan inovasi dilakukan integratif, baik dari aspek akademik maupun aspek praktis untuk memenuhi kebutuhan dunia bisnis;
3. Struktur, sumberdaya dan budaya berorientasi pada riset (research
uiversity) da e garah pada pada e trepre eurial u iversity ;
(*)Teaching Industry, dikembangkan sesuai target pembangunan bidang/sektor
Kerangka Kerja Pengembangan Teaching Industry
Teaching Industry
(*)
Pemerintah Republik Indonesia
(Kementerian Keuangan, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Ristek & Dikti)
Perguruan Tinggi
Lembaga Litbang Industri/Pabrik
Insentif pajak Pemenuhan
kebutuhan anggaran
market driven,
foresight technology., revenue
SDM ahli, teknologi, kebutuhan spesifik
order/load kapasitas
Peran PT/Litbang :
1.Memenuhi fixed cost 2.Teknologi dan SDM ahli
3.Kapasitas produksi/ 䇾fabrication lab䇿
Nilai Tambah Nasional
1. Pemenuhan kebutuhan dalam negeri
2. Peningkatan TKDN (daya saing dan kemandirian industri) 3. Pengembangan dan pemenuhan tenaga kerja trampil 4. Peningkatan ekspor produk DN
Peran Industri :
1.Pemberi order (load) 2.Quality control 3.䇾Bapak angkat䇿
4.Informasi dinamika pasar
Pengadaan pemerintah
Draft Arsitektur Pelatihan Manajemen
Inovasi Tingkat Lanjut
Peserta mampu memahami urgensi dan beragam inovasi, dapat
menerapkan prinsip-prinsip dasar pendekatan manajemen inovasi,
memiliki kompetensi atas penerapan strategi dan perangkat analitis agar
semakin mampu memberdayakan dirinya secara efektif dan efisien, baik
sebagai tenaga fungsional perekayasa, peneliti atau rumpun fungsional
sejenis lainnya, maupun sebagai tenaga profesional pengelola
”Pusat
Inovasi”
atau kelembagaan intermediasi
KELUARAN SPESIFIK :
"Manajemen Inovasi - Membangun Landasan Keunggulan Daya Saing"
NO TUJUAN KURIKULER
1. DINAMIKA ORGANISASI: Memahami dan menjelaskan landasan konsep
(termasuk terminologi teknis) dan implikasi dari dinamika inovasi untuk membantu pengambil keputusan
2. MERUMUSKAN STRATEGI INOVASI
memahami dan dapat mempraktikkan pengelolaan proses perencanaan arah strategi organisasi dan alternatif gagasan/rencana inovasi beserta pemilihan yang paling sesuai. Peserta juga dapat mendiskusikan perkembangan paradigma termasuk strategi kemitraan dan bagaimana melindungi atau mengamankan rencana inovasi
3 MENGIMPLEMENTASI STRATEGI INOVASI: memahami proses dan mampu
mengimplementasikan rencana inovasi, termasuk implikasinya terhadap
struktur organisasi atas inovasi, manajemen proses pengembangan produk baru beserta timnya, serta pengembangan strategi pemanfaatannya
GARIS BESAR MATERI AJAR # 1 :
Diklat "Manajemen Inovasi dan Teknologi - Membangun Landasan
Keunggulan Daya Saing", sangat disarankan untuk diikuti oleh :
1.
Para Peneliti, Perekayasa maupun Perencana dalam berbaga bidang
fokus;
2.
Dosen dan pengajar dari Pendidikan Tinggi, baik bagi pendidikan gelar,
non gelar;
3.
Manajemen/pengelola fungsi/unit kerja/lembaga Litbang Iptek dan
penguatan inovasi, baik pada K/L/D/Pendidikan Tinggi maupun
perusahaan (dunia usaha);
4.
Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menangani urusan yang berkaitan
dengan litbang Iptek, penguatan inovasi maupun komersialisasi
teknologi;
KEPESERTAAN :
PROGRAM INOVASI
1. Program Inovasi Teknologi Industri
2. Program Inovasi Teknologi PT
3. Program Perusahaan Pemula Berbasis
Teknologi (PPBT)
INOVASI TEKNOLOGI DI INDUSTRI
Tujuan
Mempercepat Hilirisasi hasil-hasil R & D
Focus
ICT; Hankam; Pangan; Kesehatan; Energi; Transportasi; Material
maju
Sinergi
Kerjasama ABG untuk
mengembangkan Produk Inovasi
Pendanaan Inovasi
Penyempurnaan Prototipe Industri, Pengujian,
Penyesuaian Standar, Sertifikasi, Audit Teknologi, Alih
Output/Outcome
RUBBER AIR BAG
SEPEDA MOTOR LISTRIK
Supply-Chain: Inovasi Teknologi Implan Tulang Stainless Steel
(PT. Zenith Almart dan PTM-BPPT)
PT. Zenith
PTM-BPPT
Riset trial production produksi ALKES
Pembangunan fasilitas produksi
PT. Zenith
BPPT
Trial produksi perdana implan
PT. Zenith PTM-BPPT Dinkes Jatim RS Orthopedi
Sampling produk untuk sertifikasi
Ijin produksi implan pasien bedah
tulang RS seluruh Indonesia
Penjualan produk untuk pasien BPJS UJI ALPHA (α)
1. Pengembangan purwarupa (prototype) 2. Replikasi
3. Uji laboratorium
UJI BETA (β)
1. Uji Lapangan (lingkungan pengguna/nyata) 2. Pengembangan
Lanjut
DIFUSI
INOVASI TEKNOLOGI DI PERGURUAN TINGGI
Tujuan
Membangun Industri berbasis teknologi yang berfungsi
sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan produk inovasi
Focus
ICT; Hankam; Pangan; Kesehatan; Energi; Transportasi; Material Maju
Teaching
Industry
Kriteria Seleksi
Kelayakan Pembelajaran; Kelayakan Bisnis (Industry); Kesiapan dan
Rekam Jejak Peneliti; Luaran, Resiko dan Dampak
Output/Outcome
Pembelajaran,
Peternakan di Padi IPB3S
Alkes: Ina Shunt, NPC Strip, Ceraspon, INA
Sent
Konsep Teaching Industry di ITB (Design Center Elektronika)
Design Center Eletronika (BTS & Smartphone 4G)
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
Institut Teknologi Bandung
BTS :
PT. LEN (Produsen) Telkomsel (User)
SMARTPHONE :
PT. INDI (Marketing & Distribution) PT. TSM (Produsen)
Koperasi Digital (User)
Insentif pajak Pemenuhan
kebutuhan anggaran
market driven,
foresight technology., revenue
SDM ahli, teknologi, kebutuhan spesifik
order/load kapasitas
Peran PT/Litbang :
1.Memenuhi fixed cost 2.Teknologi dan SDM ahli
3.Kapasitas produksi/ 䇾fabrication lab䇿
Nilai Tambah Nasional
1. Pemenuhan kebutuhan dalam negeri
2. Peningkatan TKDN (daya saing dan kemandirian industri) 3. Pengembangan dan pemenuhan tenaga kerja trampil 4. Peningkatan ekspor produk DN
Peran Industri :
1.Pemberi order (load) 2.Quality control 3.䇾Bapak angkat䇿
4.Informasi dinamika pasar
Konsep Teaching Industry di UGM (Technomed Factory)
PT Swayasa
Prakarsa
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
Direktorat Pengembangan Usaha dan Inkubasi
UGM
market driven,
foresight technology., revenue
SDM ahli, teknologi
order Kapasitas produksi
Peran UGM :
1.Memenuhi fixed cost 2.Teknologi dan SDM ahli
3.Kapasitas produksi/ 䇾fabrication lab䇿
Nilai Tambah Nasional
1. Pemenuhan kebutuhan alkes dalam negeri
2. Peningkatan daya saing dan kemandirian industri alkes
3. Pengembangan dan pemenuhan tenaga kerja trampil dibidang alkes 4. Ekspor alkes(future)
Peran PT Phapros, RS, JKN : 1. Pemberi order
2. Quality control
3. Informasi dinamika pasar
Pengadaan Sarana dan Prasarana
Pengadaan pemerintah
(JKN)
PRODUK INOVASI
ALAT KESEHATAN UNGGULAN UGM
Lembaga Pelaksana : UGM
Lembaga Mitra : PT. Gama Multi Usaha, Yayasan Hepatika, PT. Swayasa Prakarsa, PT. Phapros, PT. Indofarma, PT. Kimia Farma dan PT. Kalbe Farma
Output :
Tersedianya fasilitas pabrik TechnoMed Factory yang dapat memproduksi berbagai alat kesehatan hasil riset UGM,
Ijin Produksi Alat Kesehatan : semilunar flushing valve device (INA shunt), NPC G Strip, CeraSpon dari Kementerian Kesehatan RI,
Ijin Edar Alat Kesehatan : semilunar flushing valve device (INA Shunt), NPC G Strip, CeraSpon dari Kementerian Kesehatan RI,
Terlaksananya uji preklinis dan penguasaan teknologi manufacturing INA-Stent.
Berfungsi sebagai blood
haemostatic pasca pencabutan atau operasi gigi
Sponge pertama di Indonesia yang memiliki sertifikasi halal dan aman digunakan
Untuk mengetahui adanya sel kanker nasfaring dalam darah pasien
Berfungsi untuk
mengalirkan cairan otak dari rongga ventrikel menuju rongga perut (peritoneal) pada pasien hidrosefalus
PROSES PEMBENTUKAN PPBT DAN CPPBT
INVENTOR
INVESTOR
INOVATOR
INKUBATOR/LPPM/PUSAT
INOVASI
START UP (PPBT)
Peneliti/Dosen/Masyarakat
Peneliti/Dosen/ Enterpreneur
INKUBATOR
Negara
Jumlah
Inkubator
Uzbekistan
20+
Europe
900+
Sumber: National Incubation Network Association (NINA) Malaysia
Indonesia saat ini memiliki
±
80 Inkubator
Wirausaha
Perguruan Tinggi:
Trisakti, UI, IPB, SGU,
UMN,
BTP-Univ
Telkom,Universitas
STIKUBANK,
UGM,
UNY,UNS,
UPN
Veteran
Surayabaya,
Poltek
Banjarmasin, STMIK Primakara, Unud,
UMI
Unit Kerja Kementerian/LPNK:
BPPT,
LIPI, Kemkominfo, Kemenperin/Dinas
Perindustrian Jateng, Kemenristek
Unit Kerja Pemda:
Bappeda Jateng,
Pemda Sumsel
Swasta:
Gepi, Yayasan Inotek, Merah
Putih Co.Id, MITI, PT Realitas
BUMN:
Telkom, Indosat
Contoh Inkubasi Bisnis Teknologi 2016
Nama : Mahadyansahi Alhadi
No Telp : +62 823-4333-3332
Alamat : Bandung – Jawa Barat Email :
CV. ORMUND INDONESIA
E-TICKETING
Inkubator:
Inkubator Kreasi dan Inovasi Telematika Semarang (IKITAS)
Tenant:
Nama : Agung Trianto Nugroho No Telp :+62 878-5002-1121 Email : [email protected]
Alamat : Jl. Zebra dalam II No.12 Kel. Pedurungan Kota PT. Nusantara Global Inovasi
MAGIC RING
Tenant:
Nama : Sumiyanto
No Telp : +62 813-393-773-388
Alamat : Jl. Asrama Haji Donohudan KM1, Jetis, Gagaksipat - Boyolali
Email : [email protected]
CV. Sumi Inotech
Inkubator:
Balitbang Prov. Jawa
Contoh Produk Inovasi PPBT 2016
Dayasaing jeruk nasional dapat ditingkatkan melalui peningkatan kualitas dan produktivitas. Pada periode pasca panen, agar kualitas visual jeruk lokal dapat bersaing dengan jeruk luar, maka dapat ditingkatkan melalui penerapan teknologi pasca panen seperti degreening dan pelapisan (coating) sehingga penampilan buah jeruk lebih baik. Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT – IPB) telah berhasil mengembangkan teknologi degreening untuk menghasilkan jeruk tropika berwarna jingga.
Melalui Pusat Unggulan Rumput laut, LPPM – Universitas Halu Oleo (UHO). Inovasi ini telah dikembangkan Rakit Jaring Apung dan Jaring Kantung Apung di patenkan oleh Prof. Ma’ruf Kasim. Keunggulan RaJA dan JaKA adalah 1). Mudah di rakit. 2) Mudah dioperasikan, 3) Melindungi rumput laut dari hama. 4) Meminimalisasi serangan penyakit ice-ice. 5) Menjaga rumput laut dari perekatan epiphyte. 6) Menjaga rumput laut dari kotoran sampah lautan. 7) Menjaga penataan ruang penggunaan laut rapi dan bersih. 8) Menghindari perselisihan antar pengguna lahan. 9). Memacu pertumbuhan rumput laut. 10) Mudah dipindahkan kedaerah yang aman. 11) Mempunyai keuntungan ekonomi jangka panjang. 12) Dapat dioperasikan disemua topografi laut, 13) Dapat dioperasikan disemua musim (sepanjang Tahun).
Desain alat Dento-laser diode/LED dapat digunakan oleh dokter gigi untuk aplikasi fotoinaktivasi bakteri penyebab penyakit gigi dan mulut, pada prinsipnya terdiri dari (1) instrument fotodinamik dan (2) charging station. Cara kerja dari alat ini sebagai berikut, saat sistem mulai dihidupkan, maka user dapat mengatur besar intensitas laser dan lama waktu penyinaran. Selanjutnya laser akan menyala selama waktu yang telah ditentukan. Setelah batas waktu penyinaran terpenuhi, laser akan dinonaktifkan dan buzzer akan dinyalakan. Hasil penelitian menggunakan instrumen Dento laser diode 405 nm dosis 25 J/cm2 dengan eksogen fotosensitiser klorofil menghasilkan penurunan bakteri Streptococcus mutant sebesar 74%. Hasil penelitian juga menunjukkan efektivitas Dento LED dosis 21 J/cm2 yang mampu menurunkan viabilitas bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans sebesar 81%
PRODUKSI ALAT DENTO-LASER DIODE/LED
JOKOWI Paparkan Tiga Kunci
Keunggulan Daerah
…..setidaknya terdapat tiga hal penting yang harus ditanaman dan
dijalankan untuk menjadi yang terdepan dibandingkan lainnya. Tiga hal tersebut ialah
inovasi, kreativitas, dan jiwa
entrepreneur….
…Presiden Joko Widodo meminta tiap daerah untuk mulai
menyiapkan sebuah wadah untuk menumbuhkan
tiga kunci utama
tersebut….Daerah-daerah harus menyiapkaninkubator-inkubator kecil
untuk menyongsong ini…..Daerahjuga diminta kesiapannya untuk melakukan
reformasi kebijakan
secara cepat, salah satunya dalam hal perizinan
dan investasi
…..KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA