• Tidak ada hasil yang ditemukan

20170809 3.JUMAIN APPE MANAJEMEN INOVASI NASIONAL 09 08 17

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "20170809 3.JUMAIN APPE MANAJEMEN INOVASI NASIONAL 09 08 17"

Copied!
45
0
0

Teks penuh

(1)

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA

Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi

MANAJEMEN INOVASI

(2)

AGENDA PAPARAN

1. Latar Belakang

2. Manajemen Inovasi PT dan

Lembaga Litbang

(3)
(4)

Fungsi dan Tujuan Perguruan Tinggi

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2012

Fungsi (Pasal 4, ayat b)

Mengembangkan Sivitas Akademika yang inovatif, responsif, kreatif,

terampil, berdaya saing, dan kooperatif melalui pelaksanaan Tridharma;

Tujuan (Pasal 5, ayat b,c)

Dihasilkannya

lulusan yang menguasai cabang Ilmu Pengetahuan

dan/atau Teknologi

untuk memenuhi kepentingan nasional dan

peningkatan daya saing bangsa;

Dihasilkannya

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi melalui Penelitian

(5)

Strategi 10 :

Meningkatkan relevansi dan daya saing pendidikan tinggi, melalui strategi:

a.Pengembangan jurusan-jurusan

inovatif sesuai dengan kebutuhan

pembangunan dan industri

, disertai peningkatan

kompetensi lulusan

berdasarkan bidang ilmu yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja

;

b.Penguatan

kerjasama perguruan tinggi dan dunia industri

untuk kegiatan

riset dan pengembangan;

c.Pengembangan

pendidikan dan pelatihan kewirausahaan yang

terintegrasi di dalam mata kuliah

, dengan

menjalin kerjasama dengan

dunia usaha/dunia industri.

RPJMN 2015-2019

Buku 1 BAB 6 AGENDA PEMBANGUNAN NASIONAL

(6)

Peran Strategis

Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi

DAYA

SAING

LEMBAGA YANG

BERKUALITAS

INOVASI

SUMBERDAYA

BERKUALITAS

TENAGA KERJA

TERAMPIL DIKTI

PENELITIAN DAN

(7)

INOVASI ATAU HILIRISASI

1.

Hilirisasi Iptek ke dalam ekonomi dan masyarakat

meningkatnya peran

pengetahuan

(knowledge)

dalam

perekonomian

(

knowledge-based

economy

)

2.

meningkatnya cara pikir sistemik di kalangan pengambil kebijakan

menggantikan model linier ( supply push & market/demand pull

sistem

inovasi)

3.

Sedangkan RUU SINAS P3IPTEK memaknai inovasi sebagai

kegiatan

penelitian, pengembangan, pengkajian, penetapan dan/atau perekayasaan

yang menghasilkan kebaruan dan perubahan yang diterapkan dan

bermanfaat secara komersial, ekonomi dan atau sosial budaya

Menurut OECD :

(8)

Hilirisasi Hasil Litbangyasa

8

Kebut

Kemampuan inovasi Alih Teknologi

Lemba

Market size & position Technology competencies Risk appetite

Kebutuhan & daya serap inovasi

Perfect Competition vs Oligopoly Skala ekonomi

Gresham’s law

Kebutuhan Teknologi

Pasokan SDM Iptek

switching cost Network externality Technology lock-in

Struktur & persaingan pasar

Pasokan SDM Iptek

Kualitas Litbangyasa

Jasa Teknologi

Prototyping

Production technology Testing & certification Techno-economic

(9)

Proses INOVASI

What is not disseminated & used, is not an innovation

(World Bank 2010)

Membawa ke Pasar

Produk/ Proses Inovatif

Menumbuhkan Inovasi

Pasar

- R & D (SDM & Fasilitas)

- Pendanaan

-

Time to market

- Prototip laboratorium

- Optimasi 1,2 dst

- Prototip industri

- dll

-

Biz Model

-

Pakar & Mitra

-

Fasilitas produksi

-

Aspek legal

(10)

STRATEGI RISET DAN INOVASI:

Balanced Demand Driven dan Supply Push

Product Development

Tecnology Take to

Many years of R&D Research

grants

Technology grants

Innovation Support: sertifikasi, uji, standarisasi, pilot scale, trial productin, insentif, regulasi

Demand Driven

(11)

Banyak Inovasi ‘tersungkur’ di ‘

Valley of

Death’

(12)

Penelitian dan Pengembangan

Demonstrasi

(Uji Coba) Produksi

Skala

TRL : Kesiapan Teknologi (technology readiness level)

CRL

CRL : Kesiapan Komersial (commercial readiness level)

MRL : Kesiapan Manufaktur (manufacturing readiness level)

MRL

Area yang bersifat

KRITIKAL

Sumber : diolah dari materi presentasi AIPI

Me e uke ali LEMBAH KEMATIAN

(13)

“LEMBAH KEMATIAN”

SINERGI Consulting – N. Ananto 0816729727

Tantangan yang dihadapi :

1.TRL (tingkat kesiapan teknologi) = 7,8, 9

2.CRL (tingkat kesiapan komersial) = 1, 2, 3, 4 3.MRL (tingkat kesiapan manufaktur) = 7, 8, 9, 10

4.Peningkatan dari skala purwarupa (pilot) menjadi skala komersial :

Investasi dan biaya tinggi;

Risiko tinggi;

Me gejar o e tu ti e-to- arket ;

5.Belum terlalu menarik bagi investor;

Ta ta ga dala Me ghadapi LEMBAH KEMATIAN

(14)

Regional Pangan Energi Kesehatan dan obat

Transport

asi TIK HanKam

Material bencana dan pengurangan risiko

bencana

BALI, LOMBOK dan NUSA TENGGARA

(7 Perguruan Tinggi) 33 2 5 0 4 0 9 1 0 8 17 79

KALIMANTAN (3 Perguruan Tinggi) 7 4 11 4 11 0 3 0 3 1 4 48

SULAWESI, MALUKU dan PAPUA

(3 Perguruan Tinggi) 23 17 10 1 2 0 1 3 2 0 11 70

Total per Bidang 234 136 101 30 121 1 90 69 19 12 113 926

POTENSI INOVASI OLEH PERGURUAN TINGGI

11 Perguruan Tinggi

27 Perguruan Tinggi

3 Perguruan Tinggi

7 Perguruan Tinggi

(15)

INNOVATION

Innovation I

ITERATION

Business Model, Supply Chain, Manufacturing Market Need and

Application New and Old S&T

(16)
(17)

MANAJEMEN INOVASI

(Tujuan)

1. Transformasi mindset aktivitas R&D di perguruan tinggi

2. Meningkatkan sinergi sumberdaya R&D di perguruan

tinggi

3. Meningkatkan kapasitas dan kapabilitas perguruan tinggi

untuk hilirisasi produk litbang ke industri/dunia bisnis;

4. Meningkatkan keterlibatan akademisi untuk

berhubungan secara langsung dengan industri

5. Meningkatkan kerjasama perguruan tinggi dengan

Industri

(18)

Capacity

Building

Peningkatan

Pendanaan Inovasi

Penguatan

Unit

Intermediasi

Membangun kompetensi dan

budaya inovasi, penghargaan bagi inovator Pembentukan dan

penguatan peran unit-unit intermediasi

Pendanaan uji beta dan difusi, infrastuktur skala produksi, uji dan sertifikasi

(19)
(20)

Science and Techno Park (STP

Science Techno Park (STP) merupakan kawasan yang dikelola secara profesional dengan tujuan meningkatkan

kesejahteraan/perekonomian masyarakat sekitarnya dengan mempromosikan

budaya inovasi dan daya saing dari bisnis berbasis pengetahuan. STP merupakan penyedia pengetahuan terkini, penyedia solusi teknologi, serta merupakan pusat pengembangan aplikasi teknologi lanjut.

Technology Park (TP)

Technology Park atau Science Park adalah kawasan bangunan yang diperuntukan bagi penelitian dan pengembangan sains dan teknologi berdasarkan kepentingan bisnis. Berbeda dengan industrial park dan business park, kegiatan bisnis dan organisasi di Techno Park lebih fokus kepada pengembangan produk dan inovasi sedangkan industrial park focus kepada manufaktur dan business park focus kepada administrasi

Inkubator

Perusahaan/lembaga yang memberikan suatu program yang didesain untuk

membina dan mempercepat keberhasilan pengembangan bisnis melalui rangkaian

program permodalan yang diikuti oleh dukungan kemitraan / pembinaan elemen

bisnis lainnya dengan tujuan menjadikan usaha tersebut menjadi perusahaan

yang

profitable

, memiliki pengelolaan organisasi dan keuangan yang benar, serta

menjadi perusahaan yang

sustainable

, hingga akhirnya memiliki dampak positif

bagi masyarakat.

(21)

TECHNOLOGY TRANSFER OFFICE (TTO)

LEMBAGA ALIH TEKNOLOGI untuk mewujudkan percepatan proses alih teknologi agar hasil

penelitian dan pengembangan di LEMLITBANG dan PT dapat diaplikasikan oleh para pengguna teknologi/industri secara komersial untuk

meningkatkan perekonomian, daya saing, dan kesejahteraan bangsa.

 Perguruan tinggi sebagai lembaga pengajaran (teaching university)  Perguruan tinggi sebagai pusat riset

(research university)

 Perguruan tinggi sebagai wahana

penumbuhkembangan kewirausahaan (entrepreneurial university) berbasis teknologi.

(22)

TEACHING INDUSTRY

Pembelajaran Berorientasi Industri :

1. Strategi pembelajaran telah mencakup proses pendidikan dan proses litbang dan inovasi;

2. Litbang dan inovasi dilakukan integratif, baik dari aspek akademik maupun aspek praktis untuk memenuhi kebutuhan dunia bisnis;

3. Struktur, sumberdaya dan budaya berorientasi pada riset (research

uiversity) da e garah pada pada e trepre eurial u iversity ;

(23)

(*)Teaching Industry, dikembangkan sesuai target pembangunan bidang/sektor

Kerangka Kerja Pengembangan Teaching Industry

Teaching Industry

(*)

Pemerintah Republik Indonesia

(Kementerian Keuangan, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Ristek & Dikti)

Perguruan Tinggi

Lembaga Litbang Industri/Pabrik

Insentif pajak Pemenuhan

kebutuhan anggaran

market driven,

foresight technology., revenue

SDM ahli, teknologi, kebutuhan spesifik

order/load kapasitas

Peran PT/Litbang :

1.Memenuhi fixed cost 2.Teknologi dan SDM ahli

3.Kapasitas produksi/ 䇾fabrication lab䇿

Nilai Tambah Nasional

1. Pemenuhan kebutuhan dalam negeri

2. Peningkatan TKDN (daya saing dan kemandirian industri) 3. Pengembangan dan pemenuhan tenaga kerja trampil 4. Peningkatan ekspor produk DN

Peran Industri :

1.Pemberi order (load) 2.Quality control 3.䇾Bapak angkat䇿

4.Informasi dinamika pasar

Pengadaan pemerintah

(24)
(25)

Draft Arsitektur Pelatihan Manajemen

Inovasi Tingkat Lanjut

(26)

Peserta mampu memahami urgensi dan beragam inovasi, dapat

menerapkan prinsip-prinsip dasar pendekatan manajemen inovasi,

memiliki kompetensi atas penerapan strategi dan perangkat analitis agar

semakin mampu memberdayakan dirinya secara efektif dan efisien, baik

sebagai tenaga fungsional perekayasa, peneliti atau rumpun fungsional

sejenis lainnya, maupun sebagai tenaga profesional pengelola

”Pusat

Inovasi”

atau kelembagaan intermediasi

KELUARAN SPESIFIK :

"Manajemen Inovasi - Membangun Landasan Keunggulan Daya Saing"

(27)

NO TUJUAN KURIKULER

1. DINAMIKA ORGANISASI: Memahami dan menjelaskan landasan konsep

(termasuk terminologi teknis) dan implikasi dari dinamika inovasi untuk membantu pengambil keputusan

2. MERUMUSKAN STRATEGI INOVASI

memahami dan dapat mempraktikkan pengelolaan proses perencanaan arah strategi organisasi dan alternatif gagasan/rencana inovasi beserta pemilihan yang paling sesuai. Peserta juga dapat mendiskusikan perkembangan paradigma termasuk strategi kemitraan dan bagaimana melindungi atau mengamankan rencana inovasi

3 MENGIMPLEMENTASI STRATEGI INOVASI: memahami proses dan mampu

mengimplementasikan rencana inovasi, termasuk implikasinya terhadap

struktur organisasi atas inovasi, manajemen proses pengembangan produk baru beserta timnya, serta pengembangan strategi pemanfaatannya

GARIS BESAR MATERI AJAR # 1 :

(28)

Diklat "Manajemen Inovasi dan Teknologi - Membangun Landasan

Keunggulan Daya Saing", sangat disarankan untuk diikuti oleh :

1.

Para Peneliti, Perekayasa maupun Perencana dalam berbaga bidang

fokus;

2.

Dosen dan pengajar dari Pendidikan Tinggi, baik bagi pendidikan gelar,

non gelar;

3.

Manajemen/pengelola fungsi/unit kerja/lembaga Litbang Iptek dan

penguatan inovasi, baik pada K/L/D/Pendidikan Tinggi maupun

perusahaan (dunia usaha);

4.

Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menangani urusan yang berkaitan

dengan litbang Iptek, penguatan inovasi maupun komersialisasi

teknologi;

KEPESERTAAN :

(29)
(30)

PROGRAM INOVASI

1. Program Inovasi Teknologi Industri

2. Program Inovasi Teknologi PT

3. Program Perusahaan Pemula Berbasis

Teknologi (PPBT)

(31)

INOVASI TEKNOLOGI DI INDUSTRI

Tujuan

Mempercepat Hilirisasi hasil-hasil R & D

Focus

ICT; Hankam; Pangan; Kesehatan; Energi; Transportasi; Material

maju

Sinergi

Kerjasama ABG untuk

mengembangkan Produk Inovasi

Pendanaan Inovasi

Penyempurnaan Prototipe Industri, Pengujian,

Penyesuaian Standar, Sertifikasi, Audit Teknologi, Alih

Output/Outcome

(32)

RUBBER AIR BAG

SEPEDA MOTOR LISTRIK

(33)

Supply-Chain: Inovasi Teknologi Implan Tulang Stainless Steel

(PT. Zenith Almart dan PTM-BPPT)

PT. Zenith

PTM-BPPT

Riset trial production produksi ALKES

Pembangunan fasilitas produksi

PT. Zenith

BPPT

Trial produksi perdana implan

PT. Zenith PTM-BPPT Dinkes Jatim RS Orthopedi

Sampling produk untuk sertifikasi

Ijin produksi implan pasien bedah

tulang RS seluruh Indonesia

Penjualan produk untuk pasien BPJS UJI ALPHA (α)

1. Pengembangan purwarupa (prototype) 2. Replikasi

3. Uji laboratorium

UJI BETA (β)

1. Uji Lapangan (lingkungan pengguna/nyata) 2. Pengembangan

Lanjut

DIFUSI

(34)

INOVASI TEKNOLOGI DI PERGURUAN TINGGI

Tujuan

Membangun Industri berbasis teknologi yang berfungsi

sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan produk inovasi

Focus

ICT; Hankam; Pangan; Kesehatan; Energi; Transportasi; Material Maju

Teaching

Industry

Kriteria Seleksi

Kelayakan Pembelajaran; Kelayakan Bisnis (Industry); Kesiapan dan

Rekam Jejak Peneliti; Luaran, Resiko dan Dampak

Output/Outcome

Pembelajaran,

(35)

Peternakan di Padi IPB3S

Alkes: Ina Shunt, NPC Strip, Ceraspon, INA

Sent

(36)

Konsep Teaching Industry di ITB (Design Center Elektronika)

Design Center Eletronika (BTS & Smartphone 4G)

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI

Institut Teknologi Bandung

BTS :

PT. LEN (Produsen) Telkomsel (User)

SMARTPHONE :

PT. INDI (Marketing & Distribution) PT. TSM (Produsen)

Koperasi Digital (User)

Insentif pajak Pemenuhan

kebutuhan anggaran

market driven,

foresight technology., revenue

SDM ahli, teknologi, kebutuhan spesifik

order/load kapasitas

Peran PT/Litbang :

1.Memenuhi fixed cost 2.Teknologi dan SDM ahli

3.Kapasitas produksi/ 䇾fabrication lab䇿

Nilai Tambah Nasional

1. Pemenuhan kebutuhan dalam negeri

2. Peningkatan TKDN (daya saing dan kemandirian industri) 3. Pengembangan dan pemenuhan tenaga kerja trampil 4. Peningkatan ekspor produk DN

Peran Industri :

1.Pemberi order (load) 2.Quality control 3.䇾Bapak angkat䇿

4.Informasi dinamika pasar

(37)
(38)

Konsep Teaching Industry di UGM (Technomed Factory)

PT Swayasa

Prakarsa

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI

Direktorat Pengembangan Usaha dan Inkubasi

UGM

market driven,

foresight technology., revenue

SDM ahli, teknologi

order Kapasitas produksi

Peran UGM :

1.Memenuhi fixed cost 2.Teknologi dan SDM ahli

3.Kapasitas produksi/ 䇾fabrication lab䇿

Nilai Tambah Nasional

1. Pemenuhan kebutuhan alkes dalam negeri

2. Peningkatan daya saing dan kemandirian industri alkes

3. Pengembangan dan pemenuhan tenaga kerja trampil dibidang alkes 4. Ekspor alkes(future)

Peran PT Phapros, RS, JKN : 1. Pemberi order

2. Quality control

3. Informasi dinamika pasar

Pengadaan Sarana dan Prasarana

Pengadaan pemerintah

(JKN)

(39)

PRODUK INOVASI

ALAT KESEHATAN UNGGULAN UGM

Lembaga Pelaksana : UGM

Lembaga Mitra : PT. Gama Multi Usaha, Yayasan Hepatika, PT. Swayasa Prakarsa, PT. Phapros, PT. Indofarma, PT. Kimia Farma dan PT. Kalbe Farma

Output :

Tersedianya fasilitas pabrik TechnoMed Factory yang dapat memproduksi berbagai alat kesehatan hasil riset UGM,

Ijin Produksi Alat Kesehatan : semilunar flushing valve device (INA shunt), NPC G Strip, CeraSpon dari Kementerian Kesehatan RI,

Ijin Edar Alat Kesehatan : semilunar flushing valve device (INA Shunt), NPC G Strip, CeraSpon dari Kementerian Kesehatan RI,

Terlaksananya uji preklinis dan penguasaan teknologi manufacturing INA-Stent.

 Berfungsi sebagai blood

haemostatic pasca pencabutan atau operasi gigi

 Sponge pertama di Indonesia yang memiliki sertifikasi halal dan aman digunakan

Untuk mengetahui adanya sel kanker nasfaring dalam darah pasien

Berfungsi untuk

mengalirkan cairan otak dari rongga ventrikel menuju rongga perut (peritoneal) pada pasien hidrosefalus

(40)

PROSES PEMBENTUKAN PPBT DAN CPPBT

INVENTOR

INVESTOR

INOVATOR

INKUBATOR/LPPM/PUSAT

INOVASI

START UP (PPBT)

Peneliti/Dosen/Masyarakat

Peneliti/Dosen/ Enterpreneur

(41)

INKUBATOR

Negara

Jumlah

Inkubator

Uzbekistan

20+

Europe

900+

Sumber: National Incubation Network Association (NINA) Malaysia

Indonesia saat ini memiliki

±

80 Inkubator

Wirausaha

Perguruan Tinggi:

Trisakti, UI, IPB, SGU,

UMN,

BTP-Univ

Telkom,Universitas

STIKUBANK,

UGM,

UNY,UNS,

UPN

Veteran

Surayabaya,

Poltek

Banjarmasin, STMIK Primakara, Unud,

UMI

Unit Kerja Kementerian/LPNK:

BPPT,

LIPI, Kemkominfo, Kemenperin/Dinas

Perindustrian Jateng, Kemenristek

Unit Kerja Pemda:

Bappeda Jateng,

Pemda Sumsel

Swasta:

Gepi, Yayasan Inotek, Merah

Putih Co.Id, MITI, PT Realitas

BUMN:

Telkom, Indosat

(42)

Contoh Inkubasi Bisnis Teknologi 2016

Nama : Mahadyansahi Alhadi

No Telp : +62 823-4333-3332

Alamat : Bandung – Jawa Barat Email :

[email protected]

CV. ORMUND INDONESIA

E-TICKETING

Inkubator:

Inkubator Kreasi dan Inovasi Telematika Semarang (IKITAS)

Tenant:

Nama : Agung Trianto Nugroho No Telp :+62 878-5002-1121 Email : [email protected]

Alamat : Jl. Zebra dalam II No.12 Kel. Pedurungan Kota PT. Nusantara Global Inovasi

MAGIC RING

Tenant:

Nama : Sumiyanto

No Telp : +62 813-393-773-388

Alamat : Jl. Asrama Haji Donohudan KM1, Jetis, Gagaksipat - Boyolali

Email : [email protected]

CV. Sumi Inotech

Inkubator:

Balitbang Prov. Jawa

(43)

Contoh Produk Inovasi PPBT 2016

Dayasaing jeruk nasional dapat ditingkatkan melalui peningkatan kualitas dan produktivitas. Pada periode pasca panen, agar kualitas visual jeruk lokal dapat bersaing dengan jeruk luar, maka dapat ditingkatkan melalui penerapan teknologi pasca panen seperti degreening dan pelapisan (coating) sehingga penampilan buah jeruk lebih baik. Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT – IPB) telah berhasil mengembangkan teknologi degreening untuk menghasilkan jeruk tropika berwarna jingga.

Melalui Pusat Unggulan Rumput laut, LPPM – Universitas Halu Oleo (UHO). Inovasi ini telah dikembangkan Rakit Jaring Apung dan Jaring Kantung Apung di patenkan oleh Prof. Ma’ruf Kasim. Keunggulan RaJA dan JaKA adalah 1). Mudah di rakit. 2) Mudah dioperasikan, 3) Melindungi rumput laut dari hama. 4) Meminimalisasi serangan penyakit ice-ice. 5) Menjaga rumput laut dari perekatan epiphyte. 6) Menjaga rumput laut dari kotoran sampah lautan. 7) Menjaga penataan ruang penggunaan laut rapi dan bersih. 8) Menghindari perselisihan antar pengguna lahan. 9). Memacu pertumbuhan rumput laut. 10) Mudah dipindahkan kedaerah yang aman. 11) Mempunyai keuntungan ekonomi jangka panjang. 12) Dapat dioperasikan disemua topografi laut, 13) Dapat dioperasikan disemua musim (sepanjang Tahun).

Desain alat Dento-laser diode/LED dapat digunakan oleh dokter gigi untuk aplikasi fotoinaktivasi bakteri penyebab penyakit gigi dan mulut, pada prinsipnya terdiri dari (1) instrument fotodinamik dan (2) charging station. Cara kerja dari alat ini sebagai berikut, saat sistem mulai dihidupkan, maka user dapat mengatur besar intensitas laser dan lama waktu penyinaran. Selanjutnya laser akan menyala selama waktu yang telah ditentukan. Setelah batas waktu penyinaran terpenuhi, laser akan dinonaktifkan dan buzzer akan dinyalakan. Hasil penelitian menggunakan instrumen Dento laser diode 405 nm dosis 25 J/cm2 dengan eksogen fotosensitiser klorofil menghasilkan penurunan bakteri Streptococcus mutant sebesar 74%. Hasil penelitian juga menunjukkan efektivitas Dento LED dosis 21 J/cm2 yang mampu menurunkan viabilitas bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans sebesar 81%

PRODUKSI ALAT DENTO-LASER DIODE/LED

(44)

JOKOWI Paparkan Tiga Kunci

Keunggulan Daerah

…..setidaknya terdapat tiga hal penting yang harus ditanaman dan

dijalankan untuk menjadi yang terdepan dibandingkan lainnya. Tiga hal tersebut ialah

inovasi, kreativitas, dan jiwa

entrepreneur….

…Presiden Joko Widodo meminta tiap daerah untuk mulai

menyiapkan sebuah wadah untuk menumbuhkan

tiga kunci utama

tersebut….Daerah-daerah harus menyiapkan

inkubator-inkubator kecil

untuk menyongsong ini…..Daerah

juga diminta kesiapannya untuk melakukan

reformasi kebijakan

secara cepat, salah satunya dalam hal perizinan

dan investasi

…..

(45)

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA

Referensi

Dokumen terkait

Kompetensi Umum : Setelah selesai mengikuti matakuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan sistem manajemen kinerja sebagai suatu sistem, proses perancangan sistem

Standar Kompetensi : Setelah mengikuti kuliah Manajemen Strategi, mahasiswa akan mampu menjelaskan arti, ruang lingkup dan.. model Manajemen Strategi dalam mencapai

Menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam lima mata pelajaran SD/MI.. Memahami

Standar Kompetensi : Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu memahami dan menerapkan prinsip-prinsip wawancara dan wawancara dalam melakukan..

Tujuan proses pembelajaran Manajemen Rantai Pasokan (MRP) adalah mahasiswa mampu menerapkan prinsip-prinsip dasar Manajemen Rantai Pasokan untuk menilai apakah suatu perusahaan

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, inovasi pelayanan perpustakaan melalui penerapan aplikasi SLiMS (Senayan Library Management System) mampu meningkatkan

Memahami berbagai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik terkaitdengan mata pelajaran rekayasa perangkat lunak.. Menerapkan berbagai pendekatan,strategi,

Inovasi manajemen juga merupakan penerapan ataupun implementasi dari proses, struktur, praktik dan tehnik baru untuk keadaan seni yang dimaksud untuk dapat memajukan tujuan dari