• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGGUNAAN MULTIMEDIA INTERAKTIF DALAM P

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGGUNAAN MULTIMEDIA INTERAKTIF DALAM P"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

Nama : Sandi Fajar R.

ABSTRAK

Judul penelitian : “Studi Komparasi Antara Hasil Pembelajaran Berbasis Komputer Menggunakan Metode Cooperative Learning Tipe Jigsaw dengan Metode Konvensional”. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode komparasi dengan pendekatan kuantitatif. Data penelitian dikumpulkan melalui instrumen tes yang berbentukvtes uraian dan pengujianvhipotesis dilakukan dengan menggunakan uji T. Hipotesis uji (H0) yaitu tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran TIK yang menggunakan metode cooperative learning tipe jigsaw berbasis komputer dengan metode pembelajaran konvensional berbasis komputer. Dan hipotesis alternatif (H1) yaitu terdapat perbedaan yang signifikan antara prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran TIK yang menggunakan metode cooperative learning tipe jigsaw berbasis komputer dengan metode pembelajaran konvensional berbasis komputer. Penelitian ini dilakukan pada sampel yang terdiri dari dua kelas yang masing-masing memiliki jumlah siswa sebanyak 39 orang. Selanjutnya kedua kelas tersebut diberikan pembelajaran TIK pada materi perangkat lunak pengolah angka dengan menggunakan metode konvensional di kelas X-B dan metode cooperative learning tipe jigsaw di kelas X-E. Adapun pengujian hipotesis dilakukan dengan mengkomparasikan nilai prestasi kedua kelas tersebut. Dari penelitian ini didapat data bahwa nilai rata-rata kelas konvensional sebesar 135,64 dan nilai rata-rata kelas jigsaw sebesar 164,41. Setelah dilakukan uji T dengan nilai Thitung sebesar 2,972 dan Ttabel pada α 0,01 adalah 2,625. Dengan demikian dapat dibuat keputusan bahwa hipotesis uji (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (H1) diterima. Artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran TIK yang menggunakan metode cooperative learning tipe jigsaw berbasis komputer dengan metode konvensional berbasis komputer.

(2)

Nama : Fredy

PENERAPAN ASESMEN PORTOFOLIO

UNTUK MENGETAHUI ASPEK AFEKTIF DAN KOGNITIF SISWA DALAM PEMBELAJARAN TIK DI SMAN 18 BANDUNG

ABSTRAK

Permasalah yang diteliti dalam skripsi ini berkaitan dengan adanya kesulitan dalam memilih jenis penilaian dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah: angket, observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Asesmen otentik yang akurat-objektif adalah dambaan semua pihak, termasuk guru dan siswa, yaitu sistem penilaian yang berkenaan dengan proses dan hasil belajar. Dengan asesmen otentik, hakikat penilaian sebagai penghargaan atas setiap usaha dan aktivitas siswa bisa terwujud, karena penilaian direncanakan dan dilaksanakan dengan berbagai cara dan meliputi berbagai aspek. Salah satu cara penilaian yang bisa meliput hal di atas adalah menggunakan asesmen portofolio. Asesmen portofolio adalah penilaian terhadap kumpulan berkas sebagai bukti fisik setiap aktivitas siswa selama dan sesudah pembelajaran, bisa berupa dokumen hasil tes, tugas-tugas, hasil karya, catatan tentang sikap-minat, ketrampilan, dan kompetensi siswa. Instrumen penilaian yang diujikan kepada siswa, terdapat hubungan antara aspek afektif dan kognitif. Pada instrumen penilaian afektif yang berupa penilaian skala sikap berkaitan dengan instrumen penilaian kognitif yang berupa tes baik pretest maupun posttest. Yaitu pernyataan yang diberikan kepada siswa berkaitan dengan soal-soal pada pretest atau posttest. Dengan didukung hubungan antara penilaian aspek afektif dan kognitif siswa yang didapat dalam pernyataan skala sikap yang berkaitan dengan soal pretest dan posttest, yang menghasilkan data bahwa rata-rata prosentase jumlah siswa yang menjawab benar (lihat tabel 4.1 pada BAB IV) relatif meningkat. Jumlah rata-rata prosentase siswa yang menjawab benar pada pretest adalah 53% dan pada posttest 69%. Sedangkan jumlah rata-rata skor pada pretest adalah 9,98, dan jumlah rata-rata skor pada posttest adalah 15,38. Dari pernyataan tersebut penulis dapat menyimpulkan bahwa adanya hubungan atau keterkaitan antara penilaian aspek afektif dan kognitif siswa yang dapat mempengaruhi peningkatan hasil belajar siswa pada pretest dan posttest.

(3)

PEMANFAATAN E-LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN

TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

(Penelitian Tindakan Kelas Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 29 Bandung)

ABSTRAK

Zesty Amelia (056709)

Program Studi Pendidikan Ilmu Komputer

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam pendidikan telah melahirkan konsep e-learning. Pembelajaran dengan e-learning lebih terfokus pada peserta didik. Peserta didik dapat belajar secara mandiri dengan menggunakan e-learning, dengan demikian pembelajaran dapat berjalan lebih efektif sesuai dengan kemampuan masing-masing peserta didik. E-learning juga memungkinkan peserta didik untuk mencari dan mengambil materi pembelajaran dari mana saja dan kapan saja sehingga peserta didik memiliki kekayaan informasi. Pemanfaatan e-learning dalam pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Penelitian dengan subyek siswa kelas VIIIc di SMP Negeri 29 Bandung ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui pendapat siswa tentang pemanfaatan e-learning dalam pembelajaran. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Instrumen penelitian yang digunakan terdiri dari tes hasil belajar, lembar jurnal siswa, lembar observasi, dan angket siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa setiap siklusnya. Hal ini dapat dilihat bardasarkan perolehan gain rata-rata. Perolehan gain rata-rata pada siklus pertama adalah 16,63, pada siklus kedua adalah 26,38, dan pada siklus ketiga adalah 67,39. Secara keseluruhan peningkatan hasil belajar siswa termasuk dalam kategori sedang, dengan perolehan indeks gain ternormalisasi 0,51. Tanggapan siswa mengenai pemanfaatan e-learning dalam pembelajaran menunjukkan respon yang positif. Siswa merasa senang dengan pembelajaran menggunakan e-learning.

(4)

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN

KOMUNIKASI

Deden Nugraha

056643

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penerapan Model Pembelajaran Creative Problem Solving. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen. Instrument penelitian berupa tes pilihan ganda sebanyak 60 soal yaitu 30 soal pretest dan 30 soal posttest yang diberikan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Populasi untuk penelitian adalah siswa kelas XII SMA Negeri 1Subang dan Kelas yang dijadikan sebagai sampel penelitian yaitu kelas XII IPA 3 sebagai kelas eksperimen dan XII IPA 4 sebagai kelas kontrol. Analisis data untuk pengujian hasil penelitian mengunakan normalized gain, uji normalitas, uji homogenitas dan uji t. Dalam penelitian ini ditemukan adanya peningkatan hasil belajar yang menggunakan Model Pembelajaran Creative Problem Solving. Peningkatan ini terlihat setelah dihitung persentase diketahui bahwa hasil pretest dan posttest kelas eksperimen 50,89% dan 82,56%. Dengan hasil ini terdapat peningkatan berpikir kreatif yang berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa.

(5)

Nama : Ikenandra Mirawati

ABSTRAK

(6)

ABSTRACT

Riyani Purwita Rachmawati (2009). THE APPLICATION OF DISCOVERY METHOD IN THE STUDY OF INFORMATION TECHNOLOGY AND COMMUNICATION TO RAISE STUDENT’S LEARNING SUCCESS AND MOTIVATION (Experiment Research toward VIII grade students of SMP Negeri 12 Bandung)

Learning motivation is urgently needed in education process, in order to reach the aim of determined study. It seems hard to get success without motivation because it is very important. Motivation can also influence every thing someone done. There are some learning methods that give student opportunity to study actively and independently so it is hoped to motivate students in learning process, one of them is Discovery method. This research is focus on the main problem, that is: (1) Does students who get TIK learning in Discovery method have a higher motivation than those who doenst?; (2) Does the use of Discovery method in TIK lesson can raise student’s learning success? The research is about quasi experiment with two class, one class is for control group, the other is for experiment group. The instrument of this research are success learning test, motivation questionnaire, and obsevaation sheet. Through the process of data analysis and trial hypotheses, it can infered that the students who got motivation and student’s learning success with the Discovery method is better than the students who got the conventional model of learning.

(7)

Nama : Asri Gustini

ABSTRAK

Penelitian ini difokuskan pada peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa dengan menerapkan pembelajaran TIK menggunakan metode IMPROVE. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) apakah kemampuan berpikir kreatif siswa yang mendapat pembelajaran TIK dengan menggunakan metode IMPROVE lebih tinggi daripada siswa yang mendapat pembelajaran TIK secara konvensional; 2) apakah peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa yang mendapat pembelajaran TIK dengan menggunakan metode IMPROVE lebih tinggi daripada siswa yang mendapat pembelajaran TIK secara konvensional; 3) bagaimana respon siswa terhadap pembelajaran TIK dengan menggunakan metode IMPROVE; 4) bagaimana tanggapan guru terhadap pembelajaran TIK dengan menggunakan metode IMPROVE. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 2 Cirebon. Pokok bahasan yang dijadikan materi bahan ajar adalah Menggunakan Perangkat Lunak Pengolah Kata, Pengolah Angka dan Manajemen File. Indikator kemampuan berpikir kreatif yang diukur dalam penelitian ini meliputi: 1) kelancaran; 2) keluwesan; 3) keaslian; 4) elaborasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan berpikir kreatif siswa, angket siswa, lembar observasi, dan jurnal. Sedangkan bahan ajar yang digunakan berupa Lembar Kerja Siswa (LKS). Berdasarkan analisis pada keseluruhan tahapan penelitian diperoleh bahwa: 1) kemampuan berpikir kreatif siswa yang mendapat pembelajaran TIK dengan menggunakan metode IMPROVE lebih tinggi daripada kemampuan berpikir kreatif siswa yang mendapat pembelajaran secara konvensional; 2) peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan metode IMPROVE lebih tinggi daripada kemampuan berpikir kreatif siswa yang mendapatkan pembelajaran TIK secara konvensional. Sikap siswa terhadap pembelajaran dengan metode IMPROVE sangat positif. Selain itu, pembelajaran ini membuat siswa lebih aktif dalam pembelajaran, menumbuhkan sikap kreatif siswa, dan membuat siswa lebih berani mengemukakan pendapat/sanggahan dalam proses diskusi..

(8)

PEMANFAATAN BAHAN AJAR UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) DALAM PEMBELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK)

Oleh

Desy Sukmawaty

Program Studi Pendidikan Ilmu Komputer FPMIPA, Universitas Pendidikan Indonesia

ABSTRAK

TGT adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menempatkan siswa dalam kelompok - kelompok belajar yang beranggotakan 5 sampai 6 orang siswa yang memiliki kemampuan, jenis kelamin dan suku atau ras yang berbeda. Guru menyajikan materi, dan siswa bekerja dalam kelompok mereka masing – masing, lalu games dengan bentuk pertanyaan rebutan yang diberikan oleh guru,selanjutnya adalah tournament dan yang memenangkan tournament akan mendapatkan sebuah hadiah berupa gambar berbentuk bintang. Sebagai salah satu upaya Pemanfaatan Bahan Ajar Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Dengan Menggunakan Team Games Tournament (TGT) Dalam Pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) , maka dilaksanakan penelitian untuk mengetahui perubahan pengaruh pembelajaran sebelum dan setelah Pemanfaatan Bahan Ajar Dengan Menggunakan Team Games Tournament (TGT) Dalam Pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang terangkum dalam skripsi ini sebagai bentuk laporannya. Penelitian ini mengambil sampel sebanyak 35 orang siswa kelas VIII Sekolah Menengah Pertama. Dari perhitungan statistik terhadap nilai yang dijadikan indikator prestasi belajar TIK, diperoleh thitung sebesar -4,1939 dan ttabel sebesar 2,6501. Ternyata thitung (-4,1939) terletak diluar interval t(0,99)(68) (2,6501) dan diperoleh 70,13 % dari jumlah responden (35) berpendapat bahwa Pemanfaatan Bahan Ajar Dengan Menggunakan Team Games Tournament (TGT) Dalam Pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menarik, menambah motivasi, lebih memahami materi pelajaran, menambah keberanian untuk mengemukakan pendapat, menambah wawasan, melatih untuk kerjasama dalam satu kelompok. Jadi kesimpulannya terdapat perbedaan yang signifikan antara prestasi belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan model Team Games Tournament (TGT) dalam pembelajaran TIK.

(9)

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION

UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) (Suatu Studi Kuasi Eksperimen Terhadap Siswa Kelas VIII MTsN Arjawinangun, Cirebon)

Ricca Safrotun NIM. 056818

Pembimbing I : Drs. Eka Fitrajaya R., M.T. Pembimbing II : Muhamad Nursalman, M.T. Jurusan Pendidikan Ilmu Komputer, FPMIPA-UPI

ABSTRAK

Penelitian yang berjudul Penerapan Metode Pembelajaran Group Investigation Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi . Bertujuan untuk mendepskripsikan (1.) Untuk mengetahui hasil belajar siswa sebelum diberikan metode pembelajaran group investigation (2) Untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah diberikan metode pembelajaran group investigation. (3) Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan setelah siswa diberikan metode pembelajaran group investigation (4) Untuk mengetahui respons siswa terhadap pembelajaran TIK dengan menggunakan metode pembelajaran group investigation. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTsN Arjawinangun Cirebon. Pokok bahasan yang dijadikan materi bahan ajar adalah Menggunakan Perangkat Lunak Pengolah Kata, Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain pretes dan postes dengan kelompok kontrol. Instrument penelitian berupa tes pilihan ganda sebanyak 20 soal.Populasi untuk penelitian adalah siswa kelas VIII dan Kelas yang dijadikan sebagai sampel penelitian yaitu kelas VIII A dan VIII B. Analisis data untuk pengujian hasil penelitian mengunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji t untuk mengetahui hasil belajar siswa ketika menggunakan group investigation dan metode konvensional dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat peningkatan hasil belajar dilihat dari nilai pretes, postest dan gain. Perbandingan antara nilai gain kelas eksperimen dan kontrol adalah 66,5% berbanding 44.5 %. Hal ini menunjukan bahwa kelas yang menggunakan group investigation dalam pembelajaran lebih memahami dan dapat dilihat dari peningkatan hasil belajar.

(10)

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN

TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK)

(Penelitian Kuasi Eksperimen Terhadap Siswa Kelas VIII MTsN Arjawinangun )

Tineka Handayani

Pandangan tradisional yang menganggap bahwa pengetahuan dapat dipindahkan secara utuh dari pikiran guru ke pikiran siswa perlu digeser menuju pandangan konstruktivisme yang berasumsi bahwa pengetahuan dibangun dalam diri siswa. Siswa harus aktif secara mental membangun struktur pengetahuannya berdasarkan kematangan kognitif yang dimilikinya. Model pembelajaran konstruktivisme merupakan suatu kegiatan yang memungkinkan siswa membangun sendiri pengetahuannya.Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui perbedaaan peningkatan asil belajar siswa menggunakan model pembelajaran konstruktivisme dengan model pembelajaran konvensional dan peningkatan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran konstruktivisme. Kajian teori dalam melandasi penelitian ini yaitu: konsep belajar dan pembelajaran, hasil belajar, konstruktivisme, Pembelajaran Teknologi Informasi (TIK). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen. Penelitian ini menggunakan dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, dan lembar observasi. Subyek yang diteliti sebanyak 80 orang, siswa kelas VIII D (40 siswa) sebagai kelas eksperimen dan VIII E (40 siswa) sebagai kelas kontrol di MTsN Arjawinangun. Temuan hasil penelitian menunjukkan: 1) Terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran konstruktivisme dengan model pembelajaran konvensional. 2) Terjadi peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran konstruktivisme. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran konstruktivisme dapat meningkatkan hasil belajar siswa; Dengan demikian, model pembelajaran konstruktivisme merupakan inovasi proses pembelajaran dalam upaya memperbaiki hasil belajar siswa yang selama ini masih belum optimal.

(11)

ABSTRAK

Penelitian ini berjudul “Pengembangan Blog Sebagai Media Pembelajaran Alternatif Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa” bertujuan untuk mengetahui tahapan-tahapan pengembangan blog sebagai media pembelajaran serta untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas XII SMA antara siswa yang diterapkan media pembelajaran blog dibandingkan dengan siswa yang pembelajaran konvensional berbasis komputer. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Research And Development dan metode quasi experiment (eksperimen semu) dengan desain penelitian kelompok kontrol pretest-posttest. Dalam penelitian ini didapat tahapan-tahapan blog yang terdiri dari analisis blog, pembuatan blog, penilaian blog dan implementasi blog. Dalam penelitian ini menghasilkan selisih gain antara kelas kontrol dan kelas eksperimen yaitu 10,63 dan 27,57. Hal ini menunjukan bahwaterdapat perbedaan hasil belajar siswa yang signifikan antara kelas yang menggunakan media pembelajaran blog dan kelas konvensional berbasis komputer dalam mata pelajaran TIK.

Kata Kunci: Pengembangan, Blog, Media Pembelajaran, TIK, SMA, Hasil Belajar

---

STUDI PEMBERDAYAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TIK PADA SEKOLAH MENENGAH ATAS

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah pemberdayaan media pembelajaran berbasis TIK yang ada di SMA Negeri di Wilayah Kabupaten Bandung bagian timur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan rancangan penelitian Proportionate Stratified Random Sampling. Langkah – langkah yang dilakukan untuk memperoleh data adalah dengan melakukan pengamatan langsung, wawancara dan memberikan angket kepada tenaga pengajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan media pembelajaran berbasis TIK yang ada di SMA Negri di Wilayah Kabupaten Bandung bagian timur termasuk kedalam kategori cukup, sehingga dapat dikatakan bahwa SMA Negeri di wilayah Kabupaten Bandung bagian timur cukup memberdayakan media pembelajaran berbasis TIK.

(12)

ABSTRAK

Aan Juanah. 056961. (2009). Penerapan Model Pembelajaran Cooperatif Script Dalam

Upaya Meningkatkan Kemampuan Strategi Kognitif Siswa Dalam Pelajaran Teknologi

Informasi Dan Komunikasi (Studi Eksperimen di Kelas VII SMP Muhammadiyah Tarogong

Garut)

Cooperatif Script merupakan metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan, bagian-bagian dari materi yang dipelajari. Komunikasi dua arah tersebut merupakan intisari dari metode pembelajaran Cooperatif Script. Disini kerja sama memegang peranan yang sangat penting dalam Cooperatif Script. Apabila dua orang belajar dengan bekerjasama, maka keinginan, peran dan pengetahuan mereka sebelumnya, terhadap informasi yang akan didiskusikan dapat meningkat, karena hanya dengan bekerja sama, maka informasi dapat tersimpan dalam ingatan. Selain itu, pengalaman bekerjasama pun punya potensi untuk memfasilitasi cara belajar individu selanjutnya. Siswa mendapatkan pengalaman cara belajar kelompok yang dapat mempengaruhi cara belajar individunya. Dua naskah belajar kooperatif diujicobakan untuk menguji pengaruhnya terhadap daya pemahaman awal siswa. Dengan berkelompok dua orang, siswa pertama membaca dan mempelajari paragrap naskah yang pertama, siswa kedua mempelajari paragrap naskah yang kedua. Ketika siswa mempelajari naskahnya, maka siswa akan mengerahkan konsep mengingat dan kemampuan daya nalar yang dimilikinya. Setelah itu, siswa pertama mengajarkan alinea naskah yang telah dipelajarinya kepada rekannya, begitu sebaliknya. Sehingga ada pertukaran peran disini, yaitu ketika siswa pertama menjadi pembicara, maka siswa kedua menjadi pendengar, begitu sebaliknya. Kedua siswa tersebut tidak diperkenankan membaca alinea yang dibaca rekannya, meskipun nantinya mereka diberi waktu untuk melakukannya. Metode Cooperatif Script ini dilakukan pada kelas VII SMP Muhammadiyah Tarogong Garut dengan mengetengahkan materi Peranan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).

(13)

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI DALAM

PEMBELAJARAN TIK

Agung Wicaksono (Nim. 056730)

Pembimbing I Drs. Heri Sutarno, M.T. , Pembimbing II Drs. Enjang Ali Nurdin M.Kom. Program Studi Pendidikan Ilmu Komputer

2009

ABSTRAK

Penelitian “Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI Dalam Pembelajaran TIK” ini ditujukan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar TIK siswa selama penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan untuk mengetahui tingkat efektifitas model pembelajaran inkuiri terbimbing yang dilaksanakan. Hasil belajar yang dimaksud mencakup hasil belajar pada ranah kognitif, ranah psikomotor, dan ranah afektif. Hasil belajar ranah kognitif dilihat dari rata-rata gain dari seri satu sampai tiga. Sedangkan hasil belajar pada ranah afektif dan psikomotor diperoleh dari rata-rata skor tiap aspek dari seri satu sampai seri tiga. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Laboratorium UPI Bandung dengan populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI tahun ajaran 2008/2009 dan sampel kelas XI IPA 2. Model pembelajaran inkuiri terbimbing adalah suatu model pembelajaran yang berpusat pada siswa (student-centered-strategy) dimana kelompok-kelompok siswa mencari jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan didalam suatu prosedur dan struktur kelompok yang digariskan secara jelas. Metode penelitian yang digunakan adalah Kuasi eksperimen yang dilakukan dalam tiga seri. Instrumen yang digunakan antara lain (1) Prestasi belajar siswa untuk aspek kognitif (2) Pedoman observasi aktivitas siswa (3) Pedoman observasi guru (4) Pedoman observasi aspek psikomotor dan afektif. Adapun hasil penelitian diperoleh bahwa persentase peningkatan aspek kognitif untuk tiap seri adalah 11%, 11% dan 13 % , aspek psikomotor siswa pada tiap seri dengan 54%, 75% dan 75% dan aspek afektif siswa pada tiap seri dengan 65%, 66%, dan 68% Berdasarkan pengolahan dan analisis data diperoleh informasi bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing mempengaruhi peningkatan hasil belajar siswa.

(14)

Nama : Ahmad Ardila

ABSTRAK

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam bidang pendidikan sudah sangat meningkat pesat. Buktinya kurikulum pendidikan Indonesia sudah menyertakan materi pelajaran TIK sejak dini dan menjadikannya mata pelajaran wajib di sekolah Indonesia. Beberapa institusi pendidikan telah membuat laboratorium komputer sebagai suatu upaya untuk memberikan pengetahuan komputer kepada siswa dalam belajar dan ini telah terbukti mampu mendatangkan sejumlah nilai dan manfaat bagi perkembangan pengetahuan siswa tentang TIK. Namun dalam pelaksanaannya sekarang masih banyak kendala yang dihadapi terutama penggunaan sistem jaringan komputer yang saat ini belum optimal, sehingga berdampak kurang baik dalam proses pelaksanaan belajar mengajar di laboratorium dan proses perawatan komputer ( kegiatan maintenance) oleh laboran. Dalam skripsi ini penulis telah membuat dan menerapkan sistem jaringan terpusat menggunakan Linux Terminal Server Project (LTSP) yang diarahkan untuk membuat sistem jaringan pada laboratorium sekolah yang lebih optimal. Sehingga membawa pengaruh positif terhadap kelancaran proses belajar mengajar serta kegiatan maintenance yang dilakukan oleh guru yang bertindak sebagai laboran. Dengan adanya penelitian ini akan membantu terhadap kelancaran belajar mengajar TIK dan kegiatan Maintenance di sekolah.

(15)

Nama : Dwi Ely Kurniawan

ABSTRAK

(16)

Penerapan Model Pembelajaran Probing untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa SMP Terhadap Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi ( TIK )

Oleh

HANDIE SETIAWAN

Program Studi Pendidikan Ilmu Komputer

FPMIPA, Universitas Pendidikan Indonesia

ABSTRAK

Penelitian ini berjudul “Penerapan Model Pembelajaran Probing untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa SMP Terhadap Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi ( TIK )”.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan pemahaman siswa SMP terhadap mata pelajaran TIK setelah menggunakan model pembelajaran probing. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Sampel penelitian yang digunakan adalah siswa kelas VIII SMPN 15 Bandung dengan desain penelitian One-Group Pretest-Postest Design. Instrumen yang digunakan adalah tes objektif pilihan ganda untuk pretest dan postest. Dalam penelitian ini ditemukan peningkatan pemahaman siswa setelah menggunakan model pembelajaran probing. Dari hasil uji perbandingan pretest dan postest yang dilakukan diperoleh peningkatan rata – rata skor sebesar 17% dan 15,56%.

(17)

Nama : Hasan

ABSTRAK

Penelitian ini berjudul “Penggunaan Model Pembelajaran Savi Dalam Mata Pelajaran Teknologi Informasi Dan Komunikasi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pada Kemampuan Kognitif Siswa” yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa kelas VIII SMP antara siswa yang mengikuti pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dengan model SAVI dan siswa yang mengikuti pembelajaran TIK dengan model konvensional. Untuk mengetahui respon siswa terhadap model pembelajaran SAVI. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan sampel penelitiannya adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 15 Bandung dengan desain kelompok kontrol pretes-postes. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa pretes dan postes, angket, lembar dan observasi. Dalam penelitian ini ditemukan beberapa kesimpulan, diantaranya adalah terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang mengikuti pembelajaran TIK melalui model pembelajaran SAVI dengan siswa yang mengikuti pembelajaran TIK secara konvensional, pada umumnya siswa memiliki respon positif terhadap pembelajaran model SAVI.

Kata Kunci: Model SAVI, Hasil Belajar Siswa, Pembelajaran TIK,

--- Nama : Henny Rosdiana

ABSTRAK

Judul : Penerapan Media Pembelajaran Berbasis Permainan Pada Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

(18)

Nama : Lies Monalisa

ABSTRAK

Penelitian ini difokuskan pada peningkatan aspek kognitif siswa dengan menerapkan penggunaan multimedia dalam evaluasi pembelajaran TIK. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) apakah kemampuan aspek kognitif siswa yang mendapat evaluasi pembelajaran TIK dengan menggunakan multimedia lebih tinggi daripada siswa yang mendapat evaluasi pembelajaran TIK dengan konvensional; 2) apakah peningkatan aspek kognitif siswa yang mendapat evaluasi pembelajaran TIK dengan menggunakan multimedia lebih tinggi daripada siswa yang mendapat evaluasi pembelajaran TIK dengan konvensional; 3) bagaimana respon siswa terhadap evaluasi pembelajaran TIK dengan menggunakan multimedia; 4) bagaimana tanggapan guru terhadap evaluasi pembelajaran TIK dengan menggunakan multimedia. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 5 Cirebon. Pokok bahasan yang dijadikan materi bahan ajar diambil dari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat pada silabus kelas VIII, yaitu SK 1 dan KD 1.4 yaitu membuat dokumen pengolah kata sederhana. Ranah kognitif yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: 1) Pengetahuan/ingatan (C1); 2) Pemahaman (C2); 3) penerapan (C3). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen. Instrumen yang digunakan adalah tes objektif pilihan ganda, angket siswa, dan lembar observasi. Berdasarkan analisis pada keseluruhan tahapan penelitian diperoleh bahwa: 1) kemampuan aspek kognitif siswa yang mendapat evaluasi pembelajaran TIK dengan menggunakan multimedia lebih tinggi daripada kemampuan aspek kognitif siswa yang mendapat evaluasi pembelajaran secara konvensional; 2) peningkatan kemampuan aspek kognitif siswa yang mendapat evaluasi pembelajaran TIK dengan menggunakan multimedia lebih tinggi daripada kemampuan aspek kognitif siswa yang mendapat evaluasi pembelajaran secara konvensional. Respon siswa terhadap evaluasi pembelajaran menggunakan multimedia sangat positif. Selain itu, evaluasi pembelajaran ini membuat siswa merasa senang dan menumbuhkan minat dan motivasi dalam belajar.

(19)

Nama : R.Adrian

ABSTRAK

PENERAPAN MODEL INDIVIDU KELLER PLAN

UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN TIK

DI SEKOLAH MENENGAH ATAS

Pengajaran model “Keller Plan” ini merupakan pengembangan dari pengajaran terprogram yang diciptakan oleh Skinner. Pada prinsipnya terdiri atas langkah-langkah yang tersusun menurut urutan yang membawa siswa dan apa yang telah diketahuinya sampai kepada apa yang harus diketahuinya, yaitu tujuan pembelajaran. Ciri khas model pembelajaran individu Keller Plan ialah: a) membuka kesempatan bagi siswa untuk belajar menurut kecepatan masing-masing; b) memungkinkan siswa belajar sendiri; c) memperhatikan perbedaan kecepatan belajar siswa; d) terdapat kejelasan tujuan yang harus dipahami; e) memungkinkan siswa berpartisipasi aktif; f) secara optimal menerapkan belajar tuntas. Dalam penelitian ini metode yang digunakan yaitu metode kuasi eksperimen. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group Design, dimana dalam desain ini terdapat dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil perhitungan dan analisis data hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh penggunaan keller Plan dalam pembelajaran. Hal ini terlihat dari tingginya peningkatan hasil belajar pada kelas eksperimen yaitu siswa kelas yang menggunakan metode Keller Plan dibandingkan dengan kelas kontrol yang menggunakan metode ceramah dalam pembelajaran TIK.

(20)

Nama : Reza F.

ABSTRAK

Penelitian ini berjudul “Penerapan Lembar Kerja Siswa Model Treffinger dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMP Kelas VIII pada Pembelajaran teknologi Informasi dan Komunikasi”. Bertujuan untuk mengetahui sejauh mana lembar kerja siswa Model Treffinger dapat meningkatkkan hasil belajar pada siswa SMP kelas VIII. Lembar Kerja siswa ini didasarkan pada suatu model kreatif 3 level milik Treffinger yaitu divergent functions, complex thingking and felling process dan involment in real challenges. Metode yang digunakan pada penelitian adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitian menggunakan time series design pada sampel siswa SMP kelas VIII SMP Pasundan 1 banjaran. Instrumen yang digunakan adalah pretest dan postest untuk mengukur penilaiankognitif dan lembar observasi untuk penilaian afektif dan penilaian praktikum untuk menilai aspek psikomotorik. Dari hasil penelitian pada Ranah kognitif Series 1 (standar menu dan menu bar) didapat gain ternormalisir sebesar 0,28 dengan kriteria kurang efektif, Series 2 (formatting menu) didapat gain ternormalisir sebesar 0,28 dengan kriteria kurang efektif, Series 3 (drawing menu) didapat gain ternormalisir sebesar 0,38 dengan kriteria efektif. Ranah afektif dengan penilaian postest dan pretest menggunakan perhitungan skala sikap Guttman Series 1 (standar menu dan menu bar) didapat presentase sebesar 83,3% dengan kriteria sangat kuat , Series 2 (formatting menu) didapat presentase sebesar 93 % dengan kriteria sangat kuat, Series 3 (drawing menu) didapat presentase sebesar 100% dengan kriteria sangat kuat. Ranah psikomotorik dengan penilaian praktikum menggunakan lembar penilaian praktikum dengan presentase ketercapaian nilai Series 1 (standar menu dan menu bar) didapat presentase ketercapaian 69,25%, Series 2 (formatting menu) didapat presentase ketercapaian 73,33%, Series 1 (drawing menu) didapat presentase ketercapaian 75,83%

(21)

Nama : Sani Wahid Asim

ABSTRAK

Penelitian yang berjudul “Studi Efektivitas Penggunaan Computer Based Instruction Model Tutorial Dalam Pembelajaran Keterampilan Komputer Dan Pengelolaan Informasi”. Bertujuan untuk mendepskripsikan bagaimana desain Computer Based Instruction model tutorial untuk pembelajaran Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi serta bagaimana Pemahaman siswa dalam pembelajaran Ketermpilan Komputer dan Pengelolaan Informasi pada konsep penggunaan perangkat lunak pengolah kata sebelum dan setelah dilaksanakan pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Instrument penelitian berupa tes pilihan ganda sebanyak 20 soal. Populasi untuk penelitian adalah siswa kelas X SMK Negeri 2 Baleendah dan Kelas yang dijadikan sebagai sampel penelitian yaitu kelas X kimia 1 dan X kimia 2. Analisis data untuk pengujian hasil penelitian mengunakan normalized gain, uji normalitas, uji homogenitas dan uji t untuk mengetahui hasil belajar siswa ketika menggunakan Computer Based Instruction model tutorial dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat peningkatan hasil belajar dilihat dari nilai pretest, posttest. Perbandingan antara nilai nolmalized gain kelas eksperimen dan kontrol adalah 0.71 berbanding 0.5, Hal ini menunjukan bahwa terdapat peningkatan efektivitas hasil belajar terhadap siswa kelas X jurusan Kimia Indrustri setelah pembelajaran dengan menggunakan Computer Based Instruction model tutorial.

Kata Kunci : Computer Based Instruction, Efektivitas, Pembelajaran, Keterampilan Komputer Dan Pengelolaan Informasi, SMK, Hasil Belajar, Modul,

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS

ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI

(22)

Oleh TAUPIK SALEH

Program Studi Pendidikan Ilmu Komputer FPMIPA, Universitas Pendidikan Indonesia

ABSTRAK

STAD (Student Teams Achievement Divisions) adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang paling sederhana. Guru yang menggunakan STAD, juga mengacu kepada belajar kelompok siswa, menyajikan informasi akademik baru kepada siswa setiap minggu menggunakan presentasi verbal dan teks. Siswa dalam suatu kelas tertentu dipecah menjadi kelompok dengan anggota 4-5 orang, setiap kelompok haruslah heterogen, terdiri dari laki-laki dan perempuan, berasal dari berbagai suku, memiliki kemampuan tinggi , sedang, dan rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pembelajaran kooperatif model STAD dapat meningkatkan prestasi belajar TIK siswa SMPN 1 Bungbulang. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen (eksperimen semu) dengan rancangan penelitian One Group Time Series Design, yaitu suatu perlakuan yang dilaksanakan beberapa tahap tanpa kelompok pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran STAD prestasi belajar siswa lebih baik dibandingkan dengan sebelum menggukan model pembelajaran STAD. Sehingga dapat dikatakan bahwa, penerapan pembelajaran kooperatif model STAD mampu meningkatkan kualitas belajar siswa kelas VII di SMPN 1 Bungbulang.

Kata Kunci: Kooperatif, STAD, Prestasi Belajar TIK.

Nama : Yadi Rosadi

(23)

Perkembangan handphone begitu pesat, handphone saat ini bukan merupakan kebutuhan sekunder lagi yang dulu dianggap mewah, melainkan sudah menjadi kebutuhan primer. Hal itu terbukti dengan semakin memasyarakatnya dikalangan remaja dan anak-anak.

Skripsi ini mencoba untuk mengimplementasikan aplikasi game pembelajaran berbasis handphone (M-learning) dengan metode pendekatan berorientasi objek. Aplikasi game pembelajaran ini dibuat menggunakan bahasa pemograman Java. Dengan tehnologi “write once run anywhere” aplikasi semacam mobile devices dapat dikembangkan dengan Java. Java 2 Micro Edition (J2ME) digunakan untuk menjalankandan mengembangkan aplikasi-aplikasi Java pada perangkat semacam handphone, PDA Personal Digital Assistance, Palm, dan poket PC. Karena adanya J2ME, yang memungkinkan bagi pengembang untuk bisa membuat aplikasi yang multi platform, yang dapat diimplementasikan pada berbagai merek handphone, yang mendukung aplikasi Java.

Skripsi ini diharapkan dapat berguna bagi dunia pendidikan khususnya pendidikan sekolah dasar terutama pada pelajaran matematika pokok bahasan operasi hitung bilangan sehingga bisa dimanfaatkan lebih oleh siswa sebagai media alternative pendukung pembelajaran yang efektif, murah dan efesien.

(24)
(25)

Nama : Yasep Azzery

ABSTRAK

Judul : Pengaruh Pendekatan Reciprocal Teaching dalam Pembelajaran Teknologi Informasi dan

Komunikasi untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Smp

Penelitian difokuskan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SMP melalui pendekatan Reciprocal Teaching, serta mengetahui respons siswa terhadap pendekatan Reciprocal Teaching. Penelitian bertujuan untuk Mengetahui: 1) Peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa setelah diterapkan pembelajaran TIK melalui pendekatan reciprocal teaching. 2) Mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa yang belajarnya dengan pendekatan Reciprocal Teaching dan pembelajaran TIK biasa. 3) Mengetahui respons siswa terhadap pembelajaran TIK dengan pendekatan reciprocal teaching. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pretes-postes dengan metode eksperimen yang terdiri dari kelas kontrol dan kelas eksperimen. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 15 Bandung dengan subjek penelitian kelas VIII. Berpikir kritis yang diteliti dalam penelitian ini adalah FRISCO yaitu fokus (Focus), nalar/alasan (Reason), penyimpulan (Inference), situasi (Situation), kejelasan (Clarity) dan tinjauan (Overview). Data yang dihasilkan dari penelitian ini merupakan data kuantitatif dan data kualitatif yang berupa angket, jurnal harian dan lembar observasi. Berdasarkan pengolahan data kuantitatif diperoleh kesimpulan bahwa pembelajaran TIK dengan pendekatan reciprocal teaching dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dan kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen lebih tinggi secara signifikan bila dibandingkan dengan kelas kontrol. Selain aspek kemampuan berpikir kritis, dalam penelitian ini diperoleh hasil bahwa siswa memberikan respons positif terhadap pendekatan Reciprocal Teaching. Selain itu, keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran terlihat antusias karena siswa dituntut untuk aktif berdiskusi dan menjelaskan hasil pengerjaannya. Dengan demikian pendekatan reciprocal teaching dapat dijadikan suatu alternatif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis.

(26)

Nama : Asep Sufyan Tsauri

ABSTRAK

Penelitian ini berjudul “Pengembangan Model Sistem Elearning Komunitas dengan Pendekatan Personal Learning Environments (PLEs”, bertujuan untuk mengembangkan model sistem elearning dengan pendekatan PLEs agar mampu mendukung pembelajaran di sebuah komunitas online. Pendekatan PLEs memiliki korelasi dengan teori pendidikan kontruktivisme, teori belajar mandiri dan teori penilaian portofolio. Selain itu, PLEs erat hubungannya dengan perkembangan teknologi web 2.0 seperti aplikasi social networking, sehingga alat utama yang digunakan adalah aplikasi social networking. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Research and Development (R & D) yang disesuaikan menjadi tiga langkah utama, yaitu studi pendahuluan, perencanaan dan pengembangan serta pelaksanaan. Hasil dari penelitian ini merupakan model sistem elearning yang berisi pola dan petunjuk pelaksanaan penyelenggaraan elerning dengan pendekatan PLEs dalam komunitas. Model sistem elearning dibantu dengan sebuah sistem yang bernama PLEs Network yang beralamat di http://plesnetwork.web.id. Melalui hasil uji coba terbatas, terdapat perbedaan kepuasan responden sebesar 21,44% antara sebelum uji coba model dengan sesudah uji coba model.

Kata Kunci: Elearning, Personal Learning Environments, PLEs, Pembelajaran Komunitas. --- Nama : Muhammad Fajar E.P

ABSTRAK

Penelitian ini berjudul “Penggunaan video pembelajaran dalam upaya meningkatkan efektivitas hasil belajar siswa kelas VIII pada mata pelajaran teknologi informasi dan

komunikasi” ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas peningkatan hasil belajar siswa kelas VIII SMP antar tiap seri pembelajaran dan bagaimana mengembangkan media video

pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Kuasi Eksperimen dengan sampel penelitiannya adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Palimanan dengan desain penelitian menggunakan the time series design. Instrumen yang digunakan adalah dengan menggunakan tes objektif pilihan ganda untuk pretest dan posttest. Dalam penelitian ini ditemukan peningkatan gain hasil belajar terkait dengan penerapan video pembelajaran antar tiap seri, seri I gain sebesar 0,47. Pada seri II gain sebesar 0,57. Pada seri III gain sebesar 0.58. terdapat peningkatan gain antara seri I dan seri II sebesar 0,1 , dan antara seri II dan seri III sebesar 0,01. Hal ini menunjukan bahwa terdapat peningkatan efektivitas hasil belajar terhadap siswa kelas VIII tekait dengan penggunaan Video Pembelajaran, oleh karena itu Video Vembelajaran layak digunakan sebagai bahan materi pembelajaran siswa.

(27)

PENGGUNAAN MULTIMEDIA INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN JARINGAN PADA MATA PELAJARAN TIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL

BELAJAR SISWA

Kresna sendy Ribaldy

Program Studi Pendidikan Ilmu Komputer

FPMIPA, Universitas Pendidikan Indonesia

ABSTRAK

Penelitian ini berjudul “Penggunaan Multimedia Interaktif dalam Pembelajaran Jaringan Pada Mata Pelajaran TIK dengan Multimedia Interakti Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa” ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan efektivitas peningkatan hasil belajar siswa kelas X SMA antara siswa yang diterapkan media pembelajaran berbentuk multimedia interaktif simulasi dibandingkan dengan siswa yang diterapkan media pembelajaran berbentuk modul dalam pembelajaran TIK. Metode penelitian yang digunakan adalah metode True Eksperimen dengan sampel penelitiannya adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Lembang dengan desain penelitian menggunakan Pretest-Posttest pretest-posstest control group design. Instrumen yang digunakan adalah dengan menggunakan tes objektif pilihan ganda untuk pretest dan posttest. Dalam penelitian ini ditemukan perbandingan peningkatan hasil belajar terkait dengan penerapan Multimedia Interaktif dibandingkan dengan penerapan modul. Hal ini menunjukan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar terhadap siswa kelas X tekait dengan penerapan Multimedia Interaktif dalam pembelajaran TIK.

(28)

Nama : Ravenilia

ABSTRAK

Penelitian ini berjudul “Penggunaan Media Pembelajaran Multimedia Model Tutorial Untuk meningkatkan metakognisi siswa sekolah menengah” Penelitian ini dilatarbelakangi pada permasalahan rendahnya hasil belajar TIK yang salah satu penyebabnya adalah kurangnya kemampuan metakognisi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan hasil belajar siswa kelas VIII SMP kelompok tinggi dan rendah dengan diterapkannya media pembelajaran berbentuk multimedia model tutorial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan penggunaan media pembelajaran multimedia model tutorial terhadap peningkatan kemampuan metakognisi siswa kelompok tinggi dan rendah pada mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), juga untuk mengetahui respon siswa kelompok tinggi dan rendah terhadap penggunaan media pembelajaran multimedia model tutorial. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Kuasi Eksperimen dengan sampel penelitiannya adalah siswa kelas VIII SMP Laboratorium Percontohan UPI dengan desain penelitian menggunakan the one group pretest-postest design. Instrumen yang digunakan adalah dengan menggunakan tes objektif pilihan ganda untuk pretest dan posttest. Namun, media pembelajaran Multimedia Model Tutorial hanya memenuhi tiga komponen tentang metakognisi yaitu yang pertama, kewaspadaan dari proses berpikir, yang kedua, bertanggung jawab untuk “mengidentifikasi dan mengaktifkan kemampuan, taktik, dan proses tertentu yang akan digunakan dalam “mencapai cita-cita”, dan yang ketiga adalah pemantauan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, ada perbedaan perbedaan penggunaan media pembelajaran multimedia model tutorial terhadap peningkatan kemampuan metakognisi siswa kelompok tinggi dan rendah, yang mana peningkatan kelompok siswa berkemampuan tinggi lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa berkemampuan rendah. Hal ini terlihat dari pengolahan data dengan menggunakan bantuan program komputer software SPSS versi 16.0 for windows terhadap data pretest, posttest, dan indeks gain pada kelompok siswa berkemampuan tinggi dan rendah. Kelompok siswa berkemampuan tinggi dan rendah memberikan respon positif terhadap penggunaan media pembelajaran multimedia model tutorial terhadap peningkatan kemampuan metakognisi siswa kelompok tinggi dan rendah. Respon positif siswa terlihat dari pendapat siswa dalam angket respon siswa yang menyatakan bahwa model pembelajaran yang digunakan membuat siswa lebih aktif dan termotivasi untuk mengemukakan ide-ide mereka dalam mengungkapkan pendapat, jawaban, dan pertanyaan sehingga memfasilitasi siswa untuk meningkatkan kemampuan metakognisi siswa.

(29)

Nama : Sinta Nurhayati

ABSTRAK

Pembelajaran berbasis proyek adalah model pembelajaran yang berfokus pada konsep-konsep dan prinsip-prinsip utama (central) dari suatu disiplin, melibatkan siswa dalam kegiatan pemecahan masalah dan tugas-tugas bermakna lainnya, memberi peluang siswa bekerja secara otonom mengkonstruk belajar mereka sendiri, dan puncaknya menghasilkan produk karya siswa bernilai, dan realistik. Sehingga penulis melakukan penelitian yang berjudul “Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Proyek Dalam Pembelajaran Microsoft Excel Terhadap Aktivitas dan Prestasi Belajar” yang bertujuan untuk mengetahui aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran Microsoft Excel dengan menggunakan model pembelajaran berbasis proyek dan perbedaan prestasi belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran berbasis proyek dan model pembelajaran konvensional. Metode penelitian ini menggunakan True Experimental Pretest-Posttes Group Design. Dalam penelitian ini ditemukan aktivitas belajar yang muncul adalah visual, oral, listening, mental, dan emotional activities dan terdapat perbedaan peningkatan prestasi belajar siswa antara yang menggunakan model pembelajaran berbasis proyek dan konvensional dalam pembelajaran Ms. Excel.

(30)

Nama : Ardelia Astriany Rizky

ABSTRAK

Penelitian difokuskan untuk meningkatkan kemampuan berfikir kreatif siswa SMP, serta untuk mengetahui respons siswa terhadap pendekatan Problem Based Learning. Karena banyak pemikiran yang dilakukan dalam pendidikan Ilmu Komputer formal hanya

menekankan pada keterampilan analisis, mengikuti suatu argumen logis, menggambarkan jawaban. Sedangkan kemampuan berpikir kreatif, yang terfokus pada penggalian ide-ide, memunculkan kemungkinan-kemungkinan, mencari banyak jawaban benar daripada satu jawaban masih kurang diperhatikan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kelompok Kontrol – Eksperimen dengan Metode Penelitian Kuasi Ekperimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa setelah menggunakan Pendekatan Problem Based Learning, dan untuk mengetahui perbedaan antara siswa yang pembelajaran TIK-nya menggunakan Pembelajaran Konvensional dengan siswa yang pembelajaran TIK-nya menggunakan Pendekatan Problem Based Learning. Berdasarkan pengolahan data kuantitatif diperoleh kesimpulan bahwa pembelajaran TIK menggunakan Pendekatan Problem Based learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa kemampuan berpikir kreatif siswa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Selain itu, dalam penelitian itu diperoleh hasil bahwa siswa memberikan respons positif terhadap pemdekatan Problem Based Learning.

(31)

Pengembangan Web-Based Collaborative Learning dengan Menggunakan Facebook

Sandi Andrian, S. Pd1, Yudi Wibisono, MT2 1

Program Studi Pendidikan Ilmu Komputer, Universitas Pendidikan Indonesia 2

Program Studi Pendidikan Ilmu Komputer, Universitas Pendidikan Indonesia Email: [email protected], [email protected]

Abstrak

Menurut data dari Alexa.com, situs jejaring sosial Facebook merupakan salah situs yang sering diakses oleh pengguna Indonesia dengan jumlah populasi sebesar 3,8% dari jumlah keseluruhan pengguna Facebook di dunia. Penggunaan situs jejaring sosial Facebook meningkat seiring berkembangnya aplikasi pihak ketiga dengan menggunakan Facebook Platform. Web-based Collaborative Learning merupakan elearning dengan menggunakan teori pembelajaran Collaborative Learning. Pengembangan web-based collaborative learning menggunakan Facebook Platform dan berada dalam lingkungan situs jejaring sosial

Facebook. Hasil pengujian menunjukan bahwa web-based collaborative learning dengan menggunakan Facebook layak untuk digunakan dan dapat menjadi salah satu prototipe pengembangan web-based collaborative learning.

Kata kunci: web-based collaborative learning, collaborative learning, pengembangan, Facebook, Facebook Platform

--- Nama : M.Ade Erik

ABSTRAK

Penelitian ini berjudul “Efektivitas Peningkatan Hasil Belajar Dengan Menggunakan Multimedia Interaktif Model Drill and Practice Dalam Pembelajaran TIK” yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas peningkatan hasil belajar siswa kelas VII SMP antara siswa yang diterapkan media pembelajaran berbentuk multimedia interaktif model Drill And Practice dibandingkan dengan siswa yang diterapkan media pembelajaran berbentuk modul dalam pembelajaran TIK. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Kuasi Eksperimen dengan sampel penelitiannya adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Cirebon dengan desain penelitian menggunakan Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group Design. Instrumen yang digunakan adalah dengan menggunakan tes objektif pilihan ganda untuk pretest dan posttest. Dalam penelitian ini ditemukan perbandingan efektivitas peningkatan hasil belajar terkait dengan penerapan Multimedia Interaktif Drill And Practice dibandingkan dengan penerapan modul adalah sebesar 47% berbanding 29% atau sama dengan 1:1,62. Hal ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan peningkatan efektivitas hasil belajar pada siswa kelas VII terkait dengan penerapan Multimedia Interaktif Model Drill and Practice.

(32)

Nama : Mohammad Riza Nazaruddin

ABSTRAK

Penelitian tentang “Penggunaan Asesmen Kinerja Dalam Praktikum TIK Pada Kompetensi Perangkat Lunak Pengolah Angka” telah dilaksanakan pada kelas (X-1) di SMA Negeri 15 Bandung. Tujuan utama dari penelitian ini adalah

untuk mendeskripsikan penggunaan, tanggapan siswa dan guru mengenai asesmen kinerja dalam praktikum perangkat lunak pengolah angka. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Hasil penelitian dijaring melalui sejumlah instrumen, diantaranya berupa rubrik asesmen kinerja, angket siswa, dan format wawancara guru. Penggunaan asesmen kinerja ini dilaksanakan pada saat praktikum perangkat lunak pengolah angka. Dari hasil penelitian menunjukkan untuk aspek proses 20% siswa kinerjanya baik, 65% kinerjanya sedang dan 15% kinerjanya kurang. Sedangkan untuk aspek produk 20% siswa hasilnya baik, 55% siswa hasilnya sedang, 25% hasilnya kurang. Pelaksanaan praktikum pengolah angka dan asesmen kinerja mendapat respon positif dari siswa yang menyatakan bahwa dengan diterapkannya asesmen kinerja memacu siswa untuk bekerja lebih sungguh-sungguh. Dari hasil wawancara dengan guru, guru memberikan tanggapan yang positif terhadap penggunaan asesmen kinerja. Guru merasa senang terhadap penggunaan asesmen kinerja karena guru dapat melihat kinerja siswa yang sebenarnya dan dirasakan manfaatnya sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Kata Kunci : Asesmen Kinerja, Praktikum, Aspek Proses, Aspek Produk

---Nama : Retno Larasati

ABSTRAK

Penelitian ini berjudul “PENERAPAN METODE PICTORIAL RIDDLE UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG PERANGKAT KERAS KOMPUTER DALAM PEMBELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI” yang bertujuan untuk mengetahui signifikansi peningkatan hasil belajar siswa terhadap pemahaman konsep perangkat keras komputer setelah diterapkan metode pictorial riddle. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental-semu atau quasi-experimental research dengan sampel penelitiannya adalah siswa kelas VII SMP Negeri 5 Cirebon dengan desain penelitian menggunakan One Group Pretest-Posttest Design. Instrumen yang digunakan adalah tes kognitif berupa soal pilihan ganda untuk pretest dan posttest dan Lembar Psikomotor untuk menilai aspek psikomotor siswa. Dalam penelitian ini ditemukan signifikansi peningkatan hasil belajar terkait dengan penerapan metode pictorial riddle. Peningkatan ini terlihat dari hasil rata-rata pretest yaitu sebesar 9, 87 dan posttest sebesar 14, 93. Dan aspek psikomotor siswa terdapat dalam kategori ‘Cukup’ dengan peroleh hasil rata-rata sebesar 69, 38. Dengan hasil ini dapat signifikansi peningkatan hasil belajar siswa terhadap pemahaman konsep perangkat keras komputer setelah diterapkan metode pictorial riddle.

(33)

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa menggunakan multimedia interaktif dengan menerapkan model ASSURE pada materi

Sejalan dengan fokus penelitian tersebut, maka masalah pada penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: pertama , apakah penggunaan multimedia interaktif

Hasil tersebut merupakan gabungan dari beberapa aspek diantaranya guru merasa mudah dan lancar dalam mengoperasikan multimedia interaktif, multimedia interaktif

Ada tiga aspek yang dinilai untuk mengetahui persepsi mahasiswa dalam penggunaan bahan ajar puisi berbasis multimedia 3D Flipbook ini. Tiga aspek itu adalah aspek tampilan,

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan multimedia pembelajaran interaktif penginderaan jauh berpengaruh terhadap hasil belajar, dimana hasil yang diperoleh

Tujuan khusus yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penggunaan multimedia interaktif berbasis Lectora dan Prezi dengan Pendekatan

Penelitian ini juga bertujuan untuk membangun aplikasi media pembelajaran berbasis multimedia interaktif dan menerapkan multimedia interaktif sebagai alternatif pembelajaran bahasa

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik melalui penggunaan multimedia interaktif lumio by smart pada mata pelajaran Matematika dalam