Makalah dan ASKEP ANEMIA

14 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

BAB I

BAB I

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang 1.1 Latar Belakang

Seperti yang kita ketahui anemia merupakan penyakit kurang darah yang Seperti yang kita ketahui anemia merupakan penyakit kurang darah yang ditandai dengan kadar hemoglobin (Hb) dan sel darah merah (eritrosit) lebih ditandai dengan kadar hemoglobin (Hb) dan sel darah merah (eritrosit) lebih rendah dibandingkan normal (Soebroto, 2010). Anemia pada umumnya terjadi di rendah dibandingkan normal (Soebroto, 2010). Anemia pada umumnya terjadi di seluruh dunia, terutama di Negara berkembang (e!eloping "ountries) dan pada seluruh dunia, terutama di Negara berkembang (e!eloping "ountries) dan pada kelom

kelompok pok sosio#sosio#ekonoekonomi mi rendarendah h (epar(epartemen temen $i%i $i%i dan dan &esehat&esehatan an 'asyara'asyarakat,kat, 200).

200).

i ndonesia, anemia gi%i masih merupakan salah satu masalah kesehatan di i ndonesia, anemia gi%i masih merupakan salah satu masalah kesehatan di sam

sampinping g masamasalahlah#mas#masalaalah h gi%gi%i i yanyang g lailainnynnya, a, yaiyaitu* tu* kurkurang ang kalkalori ori proproteintein,, de+isiensi !itamin A, dan gondok endemik

de+isiensi !itamin A, dan gondok endemik (Arisman, 200). Anemia pada -anita(Arisman, 200). Anemia pada -anita masa ni+as (pas"a persalinan) juga umum terjadi, sekitar 10 dan 22 terjadi masa ni+as (pas"a persalinan) juga umum terjadi, sekitar 10 dan 22 terjadi  pada

 pada -anita -anita post post partum partum dari dari keluarga keluarga miskin miskin (epartemen (epartemen $i%i $i%i dan dan &esehatan&esehatan 'asyara

'asyarakat, 200). Anemkat, 200). Anemia ia gi%i disebabkagi%i disebabkan n oleh de+isiensi %at oleh de+isiensi %at besi, asam besi, asam +olat,+olat, dan /

dan / atau !itamatau !itamin in 1212, , yanyang g keskesemuemuanyanya a berberakaakar r padpada a asuasupan yang pan yang tidtidak ak  adekuat, ketersediaan hayati rendah (buruk), dan ke"a"ingan yang masih tinggi adekuat, ketersediaan hayati rendah (buruk), dan ke"a"ingan yang masih tinggi (Arisman, 200).

(Arisman, 200). en

enyebyebab ab aneanemia mia gi%gi%i i besbesi, i, selselain ain karkarena ena adaadanya nya panpantantangan gan terterhadhadapap ma

makakananan n hehe-a-ani ni +a+aktktor or ekekononomomi i memerurupapakakan n pepenynyebebab ab popola la kokonsnsumumsisi mas

masyaryarakaakat t kurkurang ang baibaik, k, tidtidak ak semsemua ua masymasyarakarakat at dapdapat at menmengkogkonsunsumsi msi laulauk k  he-ani dalam sekali makan. adahal pangan he-ani merupakan sumber %at besi he-ani dalam sekali makan. adahal pangan he-ani merupakan sumber %at besi yang tinggi

yang tinggi absorbsinya (aryana, 2010).absorbsinya (aryana, 2010).

Sebagian besar anemia di ndonesia selama ini dinyatakan sebagai akibat Sebagian besar anemia di ndonesia selama ini dinyatakan sebagai akibat kek

kekuraurangangan n besbesi i dan dan perperhathatian ian yanyang g kurkurang ang terterdapdapat at ibu ibu hamhamil il mermerupaupakankan  perdisposis anemia di!isiensi di ndonesia (Sai+uddin, 2003 * 2

 perdisposis anemia di!isiensi di ndonesia (Sai+uddin, 2003 * 21).1). erdas

erdasarkan data arkan data 4ekam 'edik 4ekam 'edik 4S5 ro+. 4S5 ro+. 'arg'argono Soekarjo diperolehono Soekarjo diperoleh data mengenai jumlah kasus anemia pada tahun 200 sebanyak 13 kasus, 2006 data mengenai jumlah kasus anemia pada tahun 200 sebanyak 13 kasus, 2006 sebanyak 720 kasus, 2010 sebanyak 877 kasus dan 2011 sebanyak 93 kasus. sebanyak 720 kasus, 2010 sebanyak 877 kasus dan 2011 sebanyak 93 kasus. 5ntuk tahun 2012 sejak bulan :anuari sampai dengan 'ei sebanyak 172 kasus. 5ntuk tahun 2012 sejak bulan :anuari sampai dengan 'ei sebanyak 172 kasus.

1.2

1.2 TTujuan ujuan PenulisanPenulisan 1

(2)

'endapat pengatahuan dan perjalanan penyakit tentang gangguan system kardi!askuler pada pasien dengan anemia di ruang <endana 4S5 ro+. dr. 'argono Soekarjo ur-okerto

1.2.2 ;ujuan &husus

a. enulis mampu melakukan pengkajian kepera-atan dengan gangguan system kardio!askuler pada pasien anemia.

 b. enulis mampu merumuskan diagnosa kepera-atan dengan gangguan system kardio!askuler pada pasien anemia.

1.3 Manfaat Penulisan 1.7.1 'an+aat agi enulis

'endapatkan pengalaman dan dapat menerapkan Asuhan &epera-atan yang tepat pada pasien anemia.

1.7.2 'an+aat agi nstitusi

apat dijadikan sebagai a"uan ataupun re+erensi dalam pembelajaaran di kampus.

(3)

BAB 2

TINJAUAN PUTA!A

2.1 !"NEP MEDI 2.1.1 Definisi Ane#ia

Aniemia dide+inisikan sebagai penurunan kadar hemoglobin (Hb), hemato"rit atau hitung eritrosit (red "ell "ount) berakibat pada penurunan kapasitas  pengangkutan oksigen oleh darah. ;etapi harus di ingat pada keadaan tertentu dimana ketiga parameter tersebut tidak sejalan dengan massa eritrosit, seperti  pada dehidrasi, perdarahan akut, dan kehamilan. =leh karena itu dalam diagnosis anemia tidak "ukup hanya sampai kepada label anemia tetapi harus dapat ditetapkan penyakit dasar yang menyebabkan anemia tersebut.(Sudoyo Arul)

&riteria anemia menurut H= (dikutip dari Ho++brand A>, et al.2001) &elompok &riteria Anemia (Hb)

?aki#laki de-asa @17 g/dl anita de-asa tidak hamil @12 g/dl anita hamil @11 g/dl

2.1.2 Eti$l$gi

Anemia bukanlah suatu kesatuan tersendiri (disease entity), tetapi merupakan gejala berbagai ma"am penyakit dasar (underlying disease).

Ada beberapa jenis anemia sesuai dengan penyebabnya * 1. Anemia as"a endarahan

;erjadi sebagai akibat perdarahan yang massi+ seperti ke"elakaan, operasi dan  persalinan dengan perdarahan atau yang menahun seperti pada penyakit

"a"ingan.

2. Anemia e+isiensi

;erjadi karena kekurangan bahan baku pembuat sel darah. 7. Anemia Hemolitik 

;erjadi penghan"uran (hemolisis) eritrosit yang berlebihan karena * 1) a"tor ntrasel

'isalnya talasemia, hemoglobinopati (talasemia HbB, si"kle "ell anemia), s+erositas, de+isiensi en%im eritrosit ($ C 3,  piru!atkinase, alutation reduktase).

(4)

2) a"tor Bkstrasel

&arena intoksikasi, in+eksi (malaria), imunologis (inkompatibilitas golongan darah, reaksi hemolitik pada trans+use darah).

9. Anemia Aplastik  

isebabkan terhentinya pembuatan sel darah sum sum tulang (kerusakan sumsum tulang).

2.1.3 Manifestasi !linis

&arena system organ dapat terkena, maka pada anemia dapat menimbulkan mani+estasi klinis yang luas tergantung pada ke"epatan timbulnya anemia, usia, mekanisme kompensasi, tingakat akti!itasnya, keadaan penyakit yang mendasarinya dan beratnya anemia. Se"ara umum gejala anemia adalah *

1. Hb menurun (@10g/d?), thrombosis/trombositopenia, pansitopenia 2. enurunan , kelemahan

7. ;akikardi, ; menurun, penurunan kapiler lambat, ekstremitas dingin, palpitasi, kulit pu"at.

9. 'udah lelah, sering istirahat, na+as pendek, proses menghisap yang  buruk (bayi).

8. Sakit kepala, pusing, kunang C kunang, peka rangsang. 2.1.% Pe#eriksaan &enunjangan

 1. emeriksaan laboratorium

a. ;es penyaring, tes ini dikerjakan pada tahap a-al pada setiap kasus anemia. engan pemeriksaan ini, dapat dipastikan adanya anemia tersebut. emeriksaan ini meliputi pengkajian pada komponen# komponen berikut ini* kadar hemoglobin, indeks eritrosit, ('<>, '<>, an '<H<).

 b. emeriksaan darah seri anemia* hitung leukosit, trombosit, laju endap darah (?B), dan hitung retikulosit.

". emeriksaan sumsum tulang* pemeriksaan ini memberikan in+ormasi mengenai keadaan system hematopoiesis.

(5)

d. emeriksaan atas indikasi khusus* pemeriksaan ini untuk  mengom+irmasi dugaan diagnosis a-al yang memiliki komponen  berikut ini *

1) Anemia de+isiensi besi* serum iron, ;<, saturasi trans+errin, dan +erritin serum.

2) Anemia megaloblastik* asam +olat darah/ertrosit, !itamin 12.

7) Anemia hemolitik* hitung retikulosit, tes "oombs, dan elektro+oresis Hb.

9) Anemia pada leukeumia akut biasanya dilakukan  pemeriksaan sitokimia.

2. emeriksaan laboratorium nonhematolois* +aal ginjal, +aal endokrin, asam urat, +aal hati, biakan kuman.

7. 4adiologi * torak, bone sur!ey, 5S$, atau lin+angiogra+i 9. emeriksaan sitogenetik 

8. emeriksaan biologi molekuler (<4 D polymerase "hain ra"tion, SH D +luores"en"e in situ hybridi%ation)

2.1.' Penatalaksanaan

enatalaksanaan anemia ditunjukan untuk men"ari penyebab dan mengganti darah yang hilang. enatalaksanaan anemia berdasarkan  penyebabnya, yaitu *

1. Anemia aplastik sumsum tulang dan terapi immunosupresi+  dengan antithimo"yte globin (A;$) yang diperlukan melalui jalur  sentral selama #10 hari. rognosis buruk jika transplantasi sumsum tulang tidak berhasil. ila diperlukan dapat diberikan trans+use 4< rendah leukosit dan platelet.

2. Anemia pada penyakit ginjal

ada pasien dialysis harus ditangani denngan pemberian besi dan asam +olat. &alau tersedia, dapat diberikan eritropoetin rekombinan.

(6)

&ebanyakan pasien tidak menunjukan gejala dan tidak  memerlukan penanganan untuk anemianya. engan menangani kelainan yang mendasariya, maka anemia akan terobati dengan sendirinya.

9. Anemia pada de+isiensi besi dan asam +olat

engan pemberian makanan yang adekuat. ada de+isiensi besi diberika sul+as +erosus 7E10 mg/hari. ;rans+usi darah darah diberikan bila kadar Hb kurang dari 8 gr  .

8. Anemia megaloblastik 

a. e+isiensi !itamin 12 ditangani dengan pemberian !itamin 12, bila di+isiensi disebabkan oleh de+ek absorbsi atau tidak  tersedianya +a"tor intrinsi" dapat diberikan !itamin 12 dengan injeksi '.

 b. 5ntuk men"egah kekambuhan anemia, terapi !itamin 12 harus diteruskan selama hidup pasien yang menderita anemia  pernisiosa atau malabsorbsi yang tidak dapat dikoreksi.

". ada aemia de+isiensi asam +olat diberikan asam +olat 7E8 mg/hari.

d. Anemia de+isiensi asam +olat pada pasien dengan gangguan absorbs, penanganannya dengan diet dan penambahan asam +olat 1 mg/hari se"ara '.

3. Anemia pas"a perdarahan

engan memberikan trans+usi darah dan plasma. alam keadaan darurat diberikan "airan intra!ena dengan "airan in+us apa saja yang tersedia.

. Anemia hemolitik 

engan penberian trans+usi darah menggantikan darah yang hemolisis.

2.1.( #asala) *ang la+i# #un,ul

1. ketidake+ekti+an pola na+as b.d sindrom hipo!entilasi, penurunan trans+er oksigen keparu.

(7)

2. &etidake+ekti+an per+usi jaringan per+usi jaringan peri+er b.d  penurunan konsentrasi Hb dan darah, suplai oksigen berkurang. 7. &etidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d

intake yag kurang, anoreksia.

9. Nyeri akut b.d perubahan +rekuensi jantung 8. i+isit pera-atan diri b.d kelemahan +isik  3. 4esiko in+eksi b.d penurunan hemoglobin

. ntoleransi akti!itas b.d ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen, proses metabolism yang terganggu

2.1.- is,)arge &lanning

1. 'enjalani diet dengan gi%i seimbang

2. Asupan %at besi yang terlalu berlibihan bisa membahayakan yang menyebebkan sirisis, kardiomiopati, diabetes, dan kangker jenis tertentu. Suplemen %at besi hanya boleh dikonsumsi atas anjuran dokter.

7. 'akan#makanan yang tinggi asam +olat dan !itamin 12, seperti ikan, produk susu, daging, ka"ang#ka"angan, sayuran ber-arna hijau tua, jeruk, dan biji#bijian.

9. atasi minum al"ohol dan pada ibu hamil dianjurkan untuk  mengkonsumsi suplemen asam +olat untuk men"egah terjadinya anemia de+isiesi asam +olat.

8. astikan untuk menggunakan sepatu atau sandal untuk  menghindari resiko ke"a"ingan.

3. Hindari pemeparan berlebihan terhadap minyak, insektisida, %at kimia da %at toksik lainnya karena juga dapat menyebabkan anemia.

. &onsultasi kembali jika gejala anemia menetap dan untuk  mengetahui +a"tor penyebab.

. Ajarkan kepada orang tua tentang "ara#"ara melinndugi anak dari in+eksi.

(8)

2.1./ Pat$fisi$l$gi

;imbulnya anemia men"erminkan adanya kegagalan sumsum atau kehilangan sel darah merah se"ara berlebihan atau keduanya. &egagalan sumsum dapat terjadi akibat kekurangan nutrisi, pajanan toksik, in!asi tumor atau kebanyakan akibat penyebab yang tidak  diketahui. Sel darah merah dapat hilang melalui perdarahan atau hemolisis (destruksi), hal ini dapat akibat de+ek sel darah merah yang tidak sesuai dengan ketahanan sel darah merah yang menyababkan destruksi sel darah merah.

?isis sel darah merah (disolusi) terjadi terutama dalam sel +agositik atau dalam system retikuloendotelial, terutama dalam hati dan lim+a. Hasil samping proses ini adalah bilirubin yang akan memasuki aliran darah. Setiap kenaikan destruksi sel darah merah (hemolisis) segera dire+leksikan dengan peningkatan bilirubin plasma (konsentrasi normal, F 1 mg/dl, kadar diatas 1.8 mg/dl mengakibatkan ikterik pada s"lera). Apabila sel darah merah mengalami penghan"uran dalam sirkulasi, (pada kelainan hemplitik) maka hemoglobin akan mun"ul dalam plasma (hemoglobinemia). Apabila konsentrasi  plasmanya melebihi kapasitas haptoglobin plasma (protein pengikat untuk hemoglobin bebas) untuk mengikat semuanya, hemoglobin akan  berdi+usi dalam glomerulus ginjal kedalam urin (hemoglobinuria).

Anemia de+isiensi %at besi dapat juga terjadi karena kehilangan  banyak darah yang kronik. ada bayi hal ini terjadi karena perdarahan usus kronik yang disebabkan oleh protein dalam susu sapi yang tidak  tahan panas. ada anak sembarang umur kehilangan darah sebanyak 1  C  ml dari saluran "erna setiap hari dapat menyebabkan anemia

de+isiensi %at besi. ada remaja puteri anemia de+isiensi %at besi juga dapat terjadi karena menstruasi.

Aplasia yang hanya mengenai system eritropoetik disebut eritroblastopenia (anemia hipoplastik) yang mengenai system trombopoetik disebut agranulositosis (penyakit S"hult%), dan yang mengenai system trombopoetik disebut amegakariositik 

(9)

trombositopenik purpura (A;). ila mengenai ketiga system disebut  panmieloptisis atau la%imnya disebut anemia aplastik.

&ekurangan asam +olat akan mengakibatkan anemia megaloblastik. Asam +olat merupakan bahan esensial untuk sintesis NA dan 4NA, yang paling penting sekali untuk metabolisme inti sel dan pematangan sel.

2.2 !"NEP !EPE0AATAN 2.2.1 PEN!AJIAN

1. iodata * isa terjadi pada semua anak   2. &eluhan utama * ?emah badan, pusing anak re-el 3. 4i-ayat penyakit sekarang

Adanya lemah badan yang diderita dalam -aktu lama, terasa lemah setelah akti!itas, adanya pendarahan, pusing, jantung berdebar, demam, na+su makan menurun, kadang#kadang sesak na+as, penglihatan kabur dan telinga  berdengung.

4. 4i-ayat penyakit keluarga

Ada anggota keluarga yang menderita hematologis.

5. 4i-ayat penyakit dahulu

a. Antenatal * enggunaan sinar#G yang berlebihan b.  Natal * =bat#obat

c.ostnatal * endarahan, gangguan sistem pen"ernaan 6. A"ti!ity daily li+e

a.  Nutrisi * na+su makan menurun, badan lemah

b. A"ti!ity * :antung berdebar, lemah badan, sesak na+as, penglihatan

kabur 

c.;idur * &ebutuhan istirahat dan tidur berkurang banyak   d. Bliminasi * &adang#kadang terjadi konstipasi

7. emeriksaan

(10)

&eadaan umum lemah, terjadi penurunan tekanan sistol dan diastole,  perna+asan takipnea, dipsnea, suhu normal, penurunan berat badan.

 b. emeriksaan +isik 

-

&epala * 4ambut kering, menipis, mudah putus, -ajah pu"at,

konjungti!a pu"at, penglihatan kabur, pu"at pada bibir, terjadi perdarahan pada gusi, telinga berdengung

-

?eher * :> melemah

-

;horaE * Sesak na+as, jantung berdebar#debar, bunyi jantung murmur 

sistolik 

-

Abdomen * Sistem abdomen, perdarahan saluran "erna, hepatomegali

dan kadang#kadang splenomegali

-

BEtrimitas * u"at, kaku mudah patah, telapak tangan basah dan hangat

". emeriksaan penunjang

-

emeriksaan darah lengkap

-

emeriksaan +ungsi sumsum tulang

2.2.2 DIAN"A !EPE0AATAN

1. erubahan per+usi jaringan b/d perubahan komponen seluler yang diperlukan untuk mengirim oksigen atau nutrien ke sel

2. ntoleransi akti!itas b/d ketidakseimbangan antara pengirim dengan kebutuhan oksigen

7. Nutrisi kurang dari kebutuhan b/d ketidakmampuan untuk men"erna makan atau absorbsi nutrisi yang diperlukan

9. 4esiko tinggi terhadap kerusakan integritas kulit b/d perubahan sirkulasi dan neurologis gangguan mobilitas.

8. 4esiko tinggi terjadi b/d perubahan sekunder tidak adekuat (menurunnya Hb)

2.2.3 0ENANA !EPE0AATAN

1. E * erubahan per+usi jaringan b/d perubahan komponen#komponen seluler yang diperlukan untuk mengirim oksigen atau nutrien ke sel

;ujuan * er+usi jaringan adekuat &riteria hasil * # ;anda !ital

(11)

# 'embran mukosa merah # Akral hangat

nter!ensi

-

A-asi ;;>, kaji -arna kulit atau membran mukosa dasar kulit

4/ 'emberikan in+ormasi tentang denyut per+usi jaringan dan membantu menentukan inter!ensi selanjutnya.

-

Atur posisi lebih tinggi

4/ 'eningkatkan ekspansi paru dan memaksimalkan oksigenasi

-

=bser!asi perna+asan

4/ ispnea menunjukkan gejala gagal jantung ringan

-

&aji untuk respon !erbal melambatkan mudah terangsang gangguan

memori

4/ 'engindikasikan de+inisi dan kebutuhan pengobatan

-

&olaborasi dalam pemberian trans+usi

4/ 'eningkatkan jumlah sel pemba-a oksigen, memperbaiki de+isiensi, menurunkan resiko tinggi pendarahan

2. E * ntoleransi akti!itas b/d ketidakseimbangan antara pengirim dengan kebutuhan oksigen

;ujuan * apat melakukan akti!itas sampai tingkat yang diinginkan &riteria hasil * # 'elaporkan peningkatan toleransi akti!itas

# 'enunjukkan penurunan tanda#tanda !ital nter!ensi

-

&aji kehilangan atau gangguan keseimbangan jaya jalan atau kelemahan

otot

4/ 'enunjukkan perubahan neorologi karena de+isiensi !itamin 12 mempengaruhi keamanan pasien atau resiko "idera.

-

A-asi ;, nadi, perna+asan selama dan sesudah akti!itas

4/ 'ani+estasi kardiopulmunal dari upaya jantung dan paru untuk  memba-a jumlah oksigen adekuat ke jaringan.

-

5bah posisi pasien dengan perlahan dan pantau terhadap pusing

4/ Hipotensi atau hipoksia dapat menyebabkan pusing, berdenyut dan  peningkatan resiko "idera

(12)

-

erikan bantuan dalam akti!itas atau ambulasi bila perlu

4/ 'embantu bila perlu, harga diri ditingkatkan bila pasien melakukan sesuatu sendiri.

-

erikan lingkungan tenang, pertahankan tirah baring bila diindikasikan

4/ 'eningkatkan istirahat untuk menurunkan kebutuhan oksigen tubuh dan menurunkan regangan jantung dan paru

7. E * Nutrisi kurang dari kebutuhan b/d ketidak mampuan untuk men"erna makanan atau absorbsi nutrisi yang diperlukan

;ujuan * &ebutuhan nutrisi dapat terpenuhi

&riteria hasil * # 'enunjukkan peningkatan berat badan # Na+su makan meningkat

# asien tidak mual dan muntah nter!ensi

-

&aji ri-ayat nutrisi termasuk makan yang disukai

4/ 'engidenti+ikasi de+isiensi

-

=bser!asi dan "atat masukan makanan klien

4/ menga-asi masukan kalori atau kualitas kekurangan makanan

-

;imbang berat badan tiap hari

4/ 'enga-asi penurunan berat badan atau e+ekti!itas inter!ensi

-

erikan makanan sedikit tapi sering

4/ 'enurunkan kelemahan dan meningkatkan masukan men"egah disiensi gaster 

-

antau pemeriksaan Hb, albumen protein dan %at besi serum

4/ 'eningkatkan e+ekti!itas program pengobatan termasuk diet nurtrisi yang diberikan

9. E * 4esiko tinggi terhadap kerusakan integritas kulit b/d perubahan sirkulasi dan neurologis gangguan mobilitas

;ujuan * ntegritas kulit adekuat

&riteria hasil * # 'empertahankan integritas kulit

# 'engidenti+ikasi +aktor resiko / perilaku indi!idu untuk  men"egah "edera dermal

(13)

-

&aji integritas kulit "atat perubahan pada turgor, gangguan -arna, hangat

lokal, eritema

4/ &ondisi kulit dipengaruhi oleh sirkulasi, nutrisi dan mobilisasi

-

5bah posisi se"ara periodik dan pijat permukaan tulang bila pasien tidak 

 bergerak atau tidur di tempat tidur 

4/ 'eningkat sirkulasi kesemua area kulit membatasi iskemia jaringan atau mempengaruhi hipoksia seluler 

-

Anjuran permukaan kulit kering dan bersih, batasi penggunaan sabun

4/ Area lembab, terkontaminasi, memberikan media yang sangat baik  untuk pertumbuhan organisme patogen, sabun dapat mengeringkan kulit se"ara berlebihan dan dapat meningkatkan iritasi.

8. E * 4esiko tinggi terjadi in+eksi b/d perubahan sekudner tidak adekuat (penurunan Hb)

;ujuan * ;idak adanya in+eksi pada sistem tubuh

&riteria hasil * # 'engidenti+ikasi untuk men"egah atau menurunkan resiko in+eksi

# 'eningkatkan penyembuhan luka, eritema dan demam nter!ensi

-

;ingkatkan "u"i tangan yang baik untuk pemberi pera-atan dan pasien

4/ 'en"egah kontaminasi silang atau kolonisasi bakteri

-

ertahankan teknik aseptik tepat pada prosedur pera-atan luka

4/ 'enurunkan resiko kolonisasi atau in+eksi bakteri

-

antau atau batasi pengunjung berikan isolasi bila memungkinkan

4/ 'embatasi pemajaran pada bakteri in+eksi

-

antau suhu "atat adanya menggigil dan takikardia dengan atau tanpa

demam

4/ ndikator proses in+lamasi atau in+eksi membutuhkan e!aluasi atau  pengobatan

2.2.% PELA!ANAAN !EPE0AATAN isesuaikan dengan inter!ensi

(14)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :