FTI-IST AKPRIND-TKT 1701
E H ND
Fakultas
: TEKNOLOGI INDUSTRI
Jurusan/Prodi
: Teknik Kimia
Kode Mata Kuliah
: TKT 1701
Nama Mata Kuliah
: Penyediaan Energi
MATERI HAND OUT
y
g
Pertemuan ke
: 1-14
Hand out ke
: 1 dari 1
Jumlah halaman
: 82
Mulai berlaku
: Gasal 2017/2018
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
PENYEDIAAN ENERGI
PENYEDIAAN ENERGI
1.
PERKULIAHAN DIMULAI Awal semester berlaku
2.
JUMLAH TATAP MUKA 13-14 KALI
3.
UTS (pertemuan ke-8)
4.
UAS (pertemuan ke-16)
5.
SYARAT MENGIKUTI UJIAN AKHIR : 75% KEHADIRAN
6.
SISTEM PENILAIAN:
KEHADIRAN
: 10 % (BAA)
TUGAS 4 KALI
: 40 %
UTS
: 20 %
UAS
: 30 %
7
KRITERIA PENILAIAN
: E (1 39 99) D (40 49 99) C (50 54 99)
7.
KRITERIA PENILAIAN
: E (1-39,99), D (40-49,99), C (50-54,99)
C+ (55-59,99), B- (60-64,99), B (65-69,99),
B+ (70-74,99), A- (75-79,99), A (80-100)
8. Skala A= 4, A- = 3,67, B+ = 3,33, B = 3, B-= 2,67, C+ = 2,33, C=2, D=1,
E=0
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
• Persyaratan Pengambilan SKS tiap semester
• Semester gasal yang akan berjalan menggunakan IP
Pengambilan SKS
• Semester gasal yang akan berjalan menggunakan IP
semester gasal sebelumnya (misal: semester 3
menggunakan IP semester 1) dan sebaliknya
• Persyaratan:
IPS < 1,5
maks 16 SKS
1,5 <= IPS < 2,0 maks 18 SKS
Jumlah SKS tiap semester
y Semester 1 : 21 SKS
y Semester 2 : 20 SKS
y Semester 3 : 20 SKS
y Semester 4 : 21 SKS
y Semester 5 : 20 SKS
y Semester 6 : 20 SKS
y Semester 7 : 21 SKS
y Semester 8 : 20 SKS
1. Pengertian Umum Energi
2. Permasalahan di Bidang Energi
3. Sumber-sumber energi
4 Energi Baru dan Terbarukan (EBT) :
Silabi
4. Energi Baru dan Terbarukan (EBT) :
• Energi Biofuel
• Energi Biomassa
• Energi Panas Bumi
• Energi Air
• Energi Surya
• Energi Pasang Surut
5. Sifat fisik dan kimiawi bahan
bakar, nilai kalor (heating value)
6. Pemilihan bahan bakar untuk
industri dan penanganannya
7. Perhitungan ekonomi pemakaian
bahan bakar
• Energi Ombak
• Energi Angin
• Energi Osmosis
• Energi Magnet
• Energi Gravitasi
• Energi Radiasi/Nuklir
bahan bakar
8. Pusat-pusat pembangkit listrik
dan peralatannya
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
• Brown GC, E Sakpesey, 1986, Energy Resources
Geology, Supply, and Demand, Open University
Press USA
Press, USA
• Smil, V., 2000, Energy in the twentieth century:
Resources, conversion, cost, uses, and
consequences, Annual Review of energy and the
environmnet
•
Kementerian Riset dan Teknologi, “Buku Putih Energi Indonesia
2005-2025”, Jakarta, 2006.
•
Penick T and Louk B., “Photovoltaic Power Generation. Gale
Greenleaf”,1998.
f ,
•
Djiteng Marsudi, “Pembangkitan Energi Listrik”, Penerbit Erlangga, 2005.
•
Marek Walisewicz, ”Energi Alternatif”, Penerbit Erlangga, 2002.
•
Arismunandar, W. ”Penggerak Mula : Motor Bakar Torak”, ITB Bandung.
2005.
•
Ganesan, V. “Internal Combustion Engines”, Second Edition. New Delhi,
The MC Graw Hill, 2006.
•
Victor L Streeter, E.B.W. ”Mekanika Fluida”, Jakarta,Erlangga, 1995.
•
Daryanto, ”Teknik Konversi Energy” Satu Nusa. Bandung, 2010.
•
Fritz DietZel, Dakso Sriyono, ”Turbin, Pompa Dan Kompresor”, Gelora
Aksara Pratama, 2008.
•
”Menggali Potensi Energi Terbarukan dari Laut”, Maritim Indonesia, Edisi
26/Th VII/April-Juni/2012. Jakarta, 2012.
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
Definisi energi : kapasitas untuk
melakukan usaha/kerja.
Hukum-I Termodinamika (hukum
Energi
Hukum I Termodinamika (hukum
kekekalan energi) : energi tidak
bisa diciptakan atau dimusnahkan
tapi hanya bisa dikonversi dari
suatu bentuk ke bentuk lain Î
berbagai bentuk energi bisa saling
dikonversikan dan jumlah total
j
energinya tidak berubah.
Bentuk-bentuk energi : energi
mekanik, termal, bunyi, kimia,
elektromagnetik dlsb.
Hukum-II Termodinamika : total entropi dari suatu
sistem dan lingkungannya cenderung meningkat seiring
dengan meningkatnya waktu Î Energi yang bisa
dimanfaatkan (energi berguna) akan menurun ketika
dimanfaatkan (energi berguna) akan menurun ketika
proses berlangsung Î Setiap transformasi energi akan
menyebabkan penurunan energi berguna.
Secara teoritis, ketersediaan energi berguna pasti akan
menurun, namun laju penurunannya akan menjadi sangat
cepat apabila pemanfaatan energi tidak dikelola secara
cerdas Î energi perlu dihemat.
cerdas
energ perlu d hemat.
Entropi : besaran
termodinamika yang mengukur
energi dalam sistem per satuan
temperatur yang tak dapat
digunakan untuk melakukan usaha.
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
Energi secara umum dibagi dalam 2 bagian :
•
Transitional energy
: energi yang bergerak dan bisa
berpindah melintasi suatu batas sistem.
•
Stored Energy
, Energi tersimpan yang berwujud
sebagai massa, posisi dalam medan gaya dll.
Kategori Energi :
• Energi Mekanik
• Energi Listrik
• Energi mekanik : energi yang dimiliki suatu benda
karena sifat geraknya.
• Energi mekanik terdiri dari energi potensial dan
• Energi mekanik terdiri dari energi potensial dan
energi kinetik.
• Energi potensial : energi yang dimiliki benda karena
posisinya (kedudukan) terhadap suatu acuan.
• Energi potensial bumi (E
p
) tergantung pada massa
benda (m) gravitasi bumi (g) dan ketinggian benda
Energi Mekanik
benda (m), gravitasi bumi (g) dan ketinggian benda
(h).
E
p
= m.g.h
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
• Energi kinetik : energi yang dimiliki benda karena
geraknya.
• Makin besar kecepatan benda bergerak makin
• Makin besar kecepatan benda bergerak makin
besar energi kinetiknya dan semakin besar massa
benda yang bergerak makin besar pula energi
kinetik yang dimilikinya.
• Secara matematis bisa dirumuskan:
E = ½ mv
2
Energi Kinetik
E
k
= ½ mv
2
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
• Energi Listrik : kemampuan yang diperlukan untuk
memindahkan muatan dari satu titik ke titik yang
lain. Î usaha listrik
• Besarnya energi listrik :
W = Q.V
di mana W = Energi listrik (Joule), Q = Muatan
listrik (Coulomb), V = Beda potensial (Volt)
• Bentuk energi yang berkaitan dengan radiasi E.M Î
biasanya dinyatakan dalam satuan energi yang sangat
k il s p ti ( V) t u (M V)
kecil seperti (eV) atau (MeV).
• Radiasi E.M merupakan bentuk energi murni dan tidak
berkaiatan dengan massa Î Radiasi ini hanya sebagai
energi transisional yg bergerak dgn kecepatan cahaya
(c)
• Energi E M merambat dalam bentuk gelombang
Energi Elektromagnetik (E.M)
Energi E.M merambat dalam bentuk gelombang
dengan beberapa parameter yang bisa diukur, yaitu:
panjang gelombang, frekuensi, amplitudo, kecepatan.
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
• Energi E.M diradiasikan oleh semua massa di alam
dengan level yang berbeda-beda. Semakin tinggi level
energi dalam suatu sumber, semakin pendek panjang
g
p
p j g
gelombangnya dan semakin tinggi frekuensinya.
• Energi E.M :
E = hf
di mana : E = energi (Joule)
h = kontanta Planck (6 626 x 10-32J s)
Energi Elektromagnetik (E.M)
h kontanta Planck (6,626 x 10 32J.s)
f = frekuensi (Hz)
• Energi kimia : energi yang keluar sebagai hasil
interaksi elektron dimana dua atau lebih atom dan
molekul
2
berkombinasi menghasilkan senyawa kimia
g
y
yang stabil.
• Energi kimia hanya bisa terjadi dalam bentuk energi
tersimpan (
stored energy
) yang jika dilepaskan dalam
suatu reaksi kimia, reaksi tsb dinamakan reaksi
eksotermis.
E
i
dil
k
di
k dl
Energi Kimia
• Energi yang dilepaskan umumnya dinyatakan dlm
satuan kalori atau British thermal unit (BTU).
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
• Energi nuklir : energi yang dihasilkan
melalui dua macam mekanisme, yaitu
pembelahan inti atau reaksi fisi dan
b
b b
i ti l l i
penggabungan beberapa inti melalui
reaksi fusi.
• Reaksi fisi uranium menghasilkan
neutron selain dua buah inti atom
yang lebih ringan. Neutron ini bisa
menumbuk (diserap) kembali oleh inti
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
• Sumber Daya Energi
– Penggunaan energi di dunia:
Minyak; 30
Tenaga Nuklir; 6 Biomassa; 12
Matahari, Angin, Geothermal, Hydropower; 7
Batu Bara; 22 Gas alamk; 23
• Minyak mentah (crude oil atau petroleum) adalah minyak
yang berasal dari perut bumi, berupa cairan yang kental
mengandung ratusan hidrokarbon dan juga mengandung
sedikit sulfur, oksigen, dan nitrogen.
Bahan bakar fosil ini
Bahan bakar fosil ini
diproduksi melalui proses
dekomposisi bahan organik
mati yang berasal dari
tumbuhan dan hewan yang
terpendam dalam sedimen
danau dan laut ratusan juta
Minyak
danau dan laut ratusan juta
tahun yang lalu dan menjadi
subjek tekanan dan suhu
yang tinggi selama jutaan
tahun sebagai bagian dari
siklus karbon
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
• Deposit crude oil dan gas alam (natural gas)
Deposit crude oil dan gas alam (natural gas)
sering terperangkap bersama-sama dalam
sebuah kubah di dalam perut bumi baik yang
berada di darat maupun di laut.
• Crude oil jarang ditemukan dalam sebuah reservoir yang
besar dan luas. Sebaliknya ia terdispersi dalam pori-pori
atau celah-celah formasi batuan di dalam perut bumi
atau celah-celah formasi batuan di dalam perut bumi,
seperti sponge yang tersaturasi oleh air.
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
Destilasi
minyak
mentah
mentah
menjadi
beberapa
komponen
berdasarkan
titik didihnya
Heated crude oil
Fur
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
Emisi CO
2per unit energi yang dihasilkan oleh berbagai
jenis bahan bakar, dinyatakan dalam persentase yang dihasilkan oleh
batu bara
17 Tenaga nuklir 86 58 17 Minyak Gas alam Tenaga nuklir Jenis bah an bak arBatu bara (Coal)
• Batu bara adalah bahan bakar
fosil yang sebagian besar berupa
karbon yang mudah menyala (20–
98% tergantung jenisnya),
mengandung sedikit air, sulfur,
merkuri, dan bahan radioaktif dari
bumi.
• Sebagian besar deposit batu bara
terbentuk selama periode
Carboniferous (360 dan 285 juta
tahun yang lalu).
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
Tahapan pembentukan batu bara selama jutaan tahun
Kandungan karbon dan panas meningkat
Peat (gambut, bukan batu bara) Anthracite (batu bara keras) Bituminous Coal
(batu bara lunak) Lignite
(batu bara coklat)
Kelembaban kandungan air meningkat
Panas dan
Batu bara sangat melimpah, tetapi ia mempunyai
dampak negatif terbesar terhadap lingkungan
dibandingkan dengan bahan bakar fosil lainnya.
g
g
y
Dampak tersebut di antaranya
– 1) merusak lahan,
– 2) pencemaran udara,
– 3) emisi CO2 (43% emisi CO2
dunia berasal dari pembakaran
b t b
) d
batu bara), dan
– 4) pencemaran air.
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
Di USA, pencemaran udara yang disebabkan oleh pembakaran batu bara
1)
membunuh antara 650000 sampai
200000 manusia,
2)
menyebabkan lebih dari 50000
kasus penyakit pernapasan,
3)
menyebabkan kerugian bermilyar
dolar karena kerusakan bangunan
dan benda lain.
Saat ini, telah dikembangkan
Saat ini, telah dikembangkan
teknologi yang dapat mengurangi
emisi SO2, NOx dan dapat
membakar batu bara lebih murah
dan efisien yang disebut
Pembakaran batu bara fluidized-bed
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
Clean
Coal
•
Gas alam (natural gas) adalah campuran gas yang terdiri atas
– 1) 50–90% methane (CH4),
– 2) sejumlah ethane (C2H6), propane (C3H8) dan butane (C4H10) dan
– 3) sedikit hidrogen sulfida (H2S) yang sangat beracun.
D
it
l
(di
b t j
l
k
i
l)
b
i
Deposit gas alam (disebut juga gas alam konvensional) sebagian
besar terdapat di atas reservoir minyak mentah.
Deposit gas alam unconventional biasanya ditemukan di tempat lain
di dalam tanah, misalnya methane hydrate, yang tersusun oleh
gelembung kecil gas alam yang terperangkap dalam kristal es jauh
di dalam arctic permafrost dan di dalam sedimen dasar laut. Saat
ini masih sangat mahal untuk mengekstrak gas alam
unconventional ini, walaupun demikian teknologi
pengekstrasiannya terus dikembangkan.
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
• Propane dan butane dicairkan dan diangkat sebagai
liquefied petroleum gas (LPG). LPG biasanya disimpan
dalam tabung bertekanan.
• Sisa gas yang sebagian besar berupa methane
Sisa gas, yang sebagian besar berupa methane
dikeringkan untuk menghilangkan kadar airnya,
dibersihkan dari gas H2S dan pengotor lainnya dan
dipompa ke dalam pipa bertekanan untuk
didistribusikan.
• Pada suhu sangat rendah (-184o C), gas alam dapat
Produksi Gas Alam Dunia
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
I. ASAL
• Merupakan hasil proses alam seperti
p
p
p
minyak bumi
• Keberadaan di bumi :
– Bersama-sama dengan minyak bumi
– Tanpa minyak bumi
• Gas Alam di Indonesia :
– Jumlah cekungan ada 60 (darat dan laut)
– Yang sudah dibor 36
– Yang telah berproduksi 14
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
II. KOMPOSISI
Campuran hidrokarbon C C C C C
• Campuran hidrokarbon C
1
,C
2
,C
3
,C
4
,C
5
dengan CO
2
,N
2
, He (kadang-kadang)
• Pengotor : Hg, Sulfur dan air
• Komposisi gas alam yang bisa digunakan :
– Fraksi C
1
1
maksimum 85,2 % mol
– Fraksi C
4
+
maksimum 1,9 % mol
– Fraksi C
5
+
maksimum 0,09 % mol
– Fraksi H
2
S maksimum 6,0 μg/m
3
III. PRODUK UTAMA
• Bahan bakar LNG (Liquified Natural Gas)
Bahan bakar, LNG (Liquified Natural Gas),
natural gasoline, carbon black, helium,
hidrogen, gas sintetis dan beberapa
petrokimia
• Karena bentuknya gas, sehingga sulit
transportasi
gas dicairkan sebagai
transportasi
gas dicairkan sebagai
LNG
• Dengan pencairan terjadi pengurangan
volume 1/600 kali volume asal
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
IV. PROSES PENCAIRAN
M l l i 2
• Melalui 2 proses :
1. pemurnian:
penghilangan CO2,
air,mercuri, fraksi berat
2. pencairan
Pencairan
• Dengan proses refrijerasi
0
• Suhu operasi -160
0
C
• Refrijeran : ammoniak (-14
0
C),
freon (-50
0
C)
C
3
, MCR (multi componen
refrigerant)
g
)
• Kriteria pemilihan refrijeran :
– Entalpi penguapan tinggi
– Suhu (titik) gelembung rendah
– Ekonomis
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
Likuifikasi (Liquefaction)
• Yaitu proses pemurnian
natural gas
atau
gas hidrokarbon lainnya menjadi rantai
hidrokarbon yang lebih panjang, seperti
bensin atau solar
Metode
•
Menekan gas pada suhu yang lebih rendah dari pada tekanan
kritisnya
kritisnya
•
Membuat gas bekerja melawan tekanan external, ini menyebabkan
gas kehilangan energi dan berubah menjadi fase cair
•
Membuat gas melawan tekanan internal nya sendiri, hal ini
menyebabkan gas kehilangan energi dan mencair
•
Cascade process – menggunakan satu likuifikasi gas untuk
mencairkan gas lainnya
•
Joule-Thomson effect – menekan gas dan mengekspansi dengan
cepat
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
Liquid Natural Gas (LNG)
• Didinginkan sampai mencair, pada suhu -
g
p
, p
160°C
• Mengurangi volume hingga 600 kali
• Tidak berwarna, tidak berbau, non-Toxic
• Aman untuk disimpan dan ditransportasikan
• Pengapalan dan penyimpanan pada
tekanan atmosferis
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
Rantai LNG
Sumur gas
Field
Transmisi
Dengan pipeline
Liquifikasi
Pengapalan
Terminal
Market
Market
Processing
Liquifikasi
penerima
Terminal
Proses Likuifikasi Gas Alam
GAS
GAS
-161º
siklus Refrigerant Penyimpan an Treatment dan Pemurnian161
C
•penghilangan kondensat, CO2, Mercury, dan H2S •Menyebabkan dehidrasi Compression RefrigerantLNG
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
Natural Gas Purifying Process
1. Penghilangan CO2,
Penghilangan CO
2
•
Kadar CO
2
dalam gas alam cukup tinggi
•
Dapat membeku pada suhu -155
0
C
akan menyumbat pipa
•
Cara : dengan absorbsi
•
Absorben yang dapat digunakan :
1. Larutan K
2
CO
3
2. Larutan MEA,DEA,TEA
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
Penghilangan Air
• Air dapat menyebabkan :
– Terbentuknya es
– Membentuk hidrat dengan hidrokarbon dapat
menyebabkan penyumbatan pipa
• Cara :
– Absorbsi
Absorbsi
: ethylen glikol
: ethylen glikol
– Adsorbsi
: silika gel, silika per alumin,
molecular sieve
Penghilangan mercuri (Hg)
• Dapat merusak pipa yang terbuat dari
• Dapat merusak pipa yang terbuat dari
aluminium
• Cara : reaksikan dengan sulfur
HgS
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
Penghilangan fraksi berat
• Dapat menyebabkan pembakaran tidak
• Dapat menyebabkan pembakaran tidak
sempurna
• Pada pembakaran menghasilkan asap
hitam (C)
V. PENYIMPANAN &
PENGANGKUTAN
•
PENYIMPANAN
–
Bentuk cair, suhu maksimum – 160
o
C
–
Bahan penyimpan harus tahan terhadap
tekanan tinggi
(misalnya Al, 8% Nikel & beton tertentu)
–
Tangki diberi isolasi (perlite, busa
poliuretan)
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
•
Jenis-jenis tangki penyimpan :
1. Tangki berupa gua dalam tanah
2. Tangki berupa lubang dalam tanah dilengkapi
g
p
g
g
p
dengan penutup khusus
3. Tangki beton pratekan dengan isolasi
4. Tangki dinding baja dua lapis dengan isolasi antara
dua dinding
•
Variabel untuk perancangan tangki:
1. Kapasitas tangki
2. Tekanan operasi maksimal
3. Temperatur operasi
4. Densitas cairan
•
PENGANGKUTAN
1. Pipa (piping)
2. Angkutan laut dengan tanker khusus, antara
lain :
1) Sistem membran, tangki berbentuk kotak dengan
dinding membran dilengkapi insulasi panas
2) Sistem bulatan, dengan tangki berbentuk bola
yang self supporting
yang self supporting
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
Keuntungan terhadap
Lingkungan
• Tidak menimbulkan abu pembakaran, lumpur, atau
limbah berbahaya
• Emisi partikulat mendekati 95% lebih rendah dari pada
pembakaran batu bara
• Dalam reaksi rantai pembelahan
Bagaimana instalasi tenaga nuklir
bekerja?
Dalam reaksi rantai pembelahan
nuklir, neutron memecah inti atom
uranium-235 dan plutonium-239 dan
melepaskan energi dalam bentuk
panas dengan temperatur yang tinggi.
• Dalam reaktor instalasi tenaga nuklir,
laju pemecahan inti atom
dikendalikan dan panas yang
dikendalikan, dan panas yang
dihasilkan digunakan untuk
memproduksi uap bertekanan tinggi,
yang selanjutnya digunakan untuk
menggerakkan turbin untuk
menghasilkan listrik.
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
Diagram Light-
g
g
Water Reactor
plutonium-239 (fissionable) untuk senjata nuklir.Siklus bahan
bakar nuklir
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
• Limbah radioaktif tingkat rendah yang dihasilkan oleh USA dan
sebagian besar negara lain disimpan dalam drum baja dan
dibuang ke dalam laut dalam.
• Limbah radioaktif tingkat tinggi adalah limbah yang
Limbah radioaktif tingkat tinggi adalah limbah yang
mengeluarkan sejumlah besar radiasi untuk waktu yang pendek
dan sejumlah kecil radiasi untuk waktu yang lama. Limbah ini
harus disimpan secara aman untuk sedikitnya 10000 tahun,
dan sekitar 240000 tahun jika plutonium-239 tidak dihilangkan
melalui pemrosesan kembali. Sebagian besar limbah radioaktif
tingkat tinggi dikeluarkan oleh fuel rod instalasi nuklir.
Metode yang aman untuk
menyimpan limbah nuklir
• Menanam ke dalam tanah yang dalam. Metode
ini terus diteliti oleh negara-negara yang
menghasilkan limbah nuklir.
• Mengubahnya menjadi lebih tidak berbahaya
atau sedikit tidak berbahaya, tetapi metode ini
belum pernah dilakukan.
p
• Menanam ke dalam lapisan bawah sedimen laut
dalam yang memiliki kestabilan geologi untuk 65
juta tahun. Tetapi metode ini melanggar hukum
internasional.
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
Decommissioning instalasi
nuklir
u
• membongkarnya dan menyimpan sejumlah
besar bahan radioaktif tingkat tinggi ke fasilitas
peyimpanan limbah nuklir,
• membuat pagar dan mengawasi secara penuh
t k
kt 30 100 t h
b l
i
t l
i
untuk waktu 30-100 tahun sebelum instalasi
dibongkar,
• menutup keseluruhan instalasi dalam sebuah
kuburan untuk beberapa ribu tahun.
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
•
Bank Dunia mengatakan bahwa reaktor
nuklir sangat mahal dan sangat berisiko.
•
Banyak ahli menganjurkan untuk
menggunakan gas alam angin sel surya
menggunakan gas alam, angin, sel surya,
geothermal, dan bahan bakar rendah
polutan sebagai pembangkit tenaga
listrik.
•
Nuklir akan digunakan kembali bila gas
alam, angin, sel surya, geothermal, bahan
bakar rendah polutan sudah tidak
Energi baru terbarukan : energi yang sumbernya bisa
dengan cepat dipulihkan kembali secara alami, dan
prosesnya berkelanjutan.
ÎEnergi nuklir dan bahan bakar fosil (minyak dan
batubara) tidak termasuk !
Energi berkelanjutan : semua energi terbarukan
sudah pasti merupakan energi berkelanjutan, karena
senantiasa tersedia di alam dalam waktu yang relatif
sangat panjang
sangat panjang.
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
Energi panas bumi
Energi surya
Energi angin
Tenaga air
Biomassa
Bahan bakar bio cair
Biomassa padat
Biomassa padat
Biogas
Panas bumi : suatu bentuk energi panas atau energi termal yang
dihasilkan dan disimpan di dalam bumi.
Energi panas bumi terutama berasal dari peluruhan radioaktif di
pusat Bumi, yang membuat Bumi panas dari dalam.
p
, y g
p
Secara total energi panas bumi berasal dari energi hasil
pem-bentukan planet (20%) dan peluruhan radioaktif dari mineral
(80%).
Temperatur inti bumi mencapai > 4300
0C. Panas mengalir secara
konduksi menuju bebatuan sekitar inti bumi.
Panas ini menyebabkan bebatuan meleleh, membentuk magma.
y
,
g
Magma mengalirkan panas secara konveksi dan bergerak naik
karena magma yang berupa bebatuan cair memiliki massa
jenis yang lebih rendah dari bebatuan padat.
Magma memanaskan kerak bumi dan air yang mengalir di dalam
kerak bumi, memanaskannya hingga 300
oC. Air yang panas ini
menimbulkan tekanan tinggi sehingga air keluar dari kerak bumi.
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
Bumi
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
Panas bumi disebabkan oleh :
1. Tekanan yang amat besar dari gravitasi bumi.
2. Proses nuklir Î Bumi banyak mengandung bahan
radioaktif seperti Uranium-238, Uranium-235,
Thorium-232.
Î
Energi panas yang mencapai permukaan bumi
rata-rata 400 kCal/m
2
per tahun.
Î
E
i t
t t t h i
i
titik
Î
Energi rata-rata saat matahari mencapai titik
kulminasi bisa mencapai lebih dari 1.000 W/m
2
.
Î
Uap panas bisa dibor dan digunakan untuk memutar
turbin dan menghasilkan energi listrik.
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
Metode Perry :
Di mana : E = energi (kCal/det), D = debit (L/det), Dt =
perbedaan suhu permukaan antara air panas dan air
dingin (
o
C), P = panas jenis (kCal/kg).
Energi yang terkandung pada cahaya
surya :
• Matahari adalah pabrik tenaga nuklir
• Matahari adalah pabrik tenaga nuklir
dengan proses fusi yg mengubah
4ton massa hidrogen menjadi helium
tiap detiknya dan menghasilkan
energi 1020 kWJoule/detik.
• Potensi energi surya sangat
b
t
d i i k d d k
bergantung pada posisi kedudukan
matahari dengan koordinat wilayah
tersebut dipermukaan bumi Î
berubah tiap waktu, sudut datang,
tergantung kondisi atmosfer.
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
• Pada waktu cahaya melintasi atmosfer, sebagian energi
terserap.
• Besarnya penurunan energi sepanjang garis lintang ini
Besarnya penurunan energi sepanjang garis lintang ini
ditentukan oleh konstanta penurunan energi (
extinction
coefficient
) B.
dengan
Dimana: I
DN
= radiasi langsung (W/m2), A, B= tetapan, H =
ketinggian suatu tempat di atas permukaan laut (m),
P/Po = nisbah tekanan di suatu tempat terhadap tekanan
atmosfer baku, θ
z
= sudut datang terhadap normal,
zenith (derajat)
• Konstanta B sangat bergantung pada kejernihan
atmosfer sedangkan besarnya konstanta A dan B dapat
dilihat pada Tabel 1.
P hit
i
l b l
d
k d
h
h
• Perhitungan energi global pada keadaan cerah harus
ditambahkan sebesar 5-10% karena adanya radiasi baur.
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
1. Konversi cahaya menjadi energi panas.
Konversi Energi Surya
• Konversi cahaya matahari menjadi kalor tergantung pada
metodenya : langsung atau dikonsentrasikan/
dipumpunkan (difokuskan).
1.1 kWh/m
2
1.1 kWh/m
2
3,754 BTU
>
37,540 BTU
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
Prinsip Semikonduktor
Konversi Cahaya ke Energi Listrik
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
• Di daerah deplesi hole akan
ditarik ke bahan N dan
elektron ditarik ke bahan P
shg muncul medan listrik E.
g
• Elektron dan hole yang ada
di daerah deplesi disebut
pembawa muatan minoritas
(minority charge carriers).
• Medan E mengakibatkan sambungan P-N berada pada titik
s timb n k
n j ml h
h l n b pind h d i b h n P k N
setimbang karena jumlah hole yang berpindah dari bahan P ke N
dikompensasi dengan jumlah hole yang tertarik kembali kearah P.
• Begitu pula dengan jumlah elektron yang berpindah dari bahan N
ke P dikompensasi dengan mengalirnya kembali elektron ke bahan
N. Î medan E mencegah seluruh elektron dan hole berpindah dari
daerah yang satu ke daerah yang lain.
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
• Untuk keperluan sel surya, bahan
N diletakkan pada bagian atas
sambungan
P yang menghadap ke
arah datangnya cahaya matahari,
g y
y
,
dan dibuat jauh lebih tipis dari
bahan P sehingga cahaya yang jatuh
bisa terus terserap dan masuk ke
daerah deplesi dan bahan P
• Elektron mendapat energi dari
caha-ya matahari untuk melepaskan
diri-nya dari bahan N, daerah deplesi
y
,
p
maupun bahan P. Terlepasnya
elek-tron meninggalkan hole dan disebut
dengan fotogenerasi elektron-hole
Î
terbentuknya pasangan elektron
dan hole akibat cahaya matahari.
• Cahaya dengan panjang gelombang
yang berbeda, membuat
fotogene-rasi pada sambungan
P-N yang
berbeda pula.
p
• Spektrum warna merah yg memiliki
λ lebih panjang, mampu menembus
daerah deplesi hingga terserap di
bahan
P yang juga menghasilkan
fotogenerasi di sana.
• Spektrum biru dengan λ yang jauh
l bih p nd k h n t s
p di
lebih pendek hanya terserap di
daerah N.
• Elektron hasil fotogenerasi tertarik
ke arah bahan N, hole tertarik ke
arah bahan P.
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
• Cahaya yang masuk menghasilkan
potensial listrik.
• Arus listrik akan mengalir jika
nt
k d k t b dib i b b n
antara kedua kutub diberi beban,
yang sebenarnya adalah proses
“bersatunya” elektron dengan hole.
• Proses fotogenerasi terus
berlang-sung selama cahaya matahari masuk
ke dalam bahan semikonduktor.
1. Polikristal (Polycrystalline) :
sel surya yang memiliki
susunan kristal acak.
Memerlukan luas permukaan
p
yang lebih besar dibanding
jenis monokristal untuk
menghasilkan daya listrik yang
sama, tetapi masih bisa
menghasilkan listrik pada saat
cahaya lemah (cuaca mendung).
2. Monokristal (Monocrystalline)
(
y
)
: sel surya yang paling efisien,
menghasilkan daya listrik
persatuan luas yang paling
tinggi. Efisiensi < 15%.
Efisiensi turun drastis dalam
cuaca berawan.
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
3. Amorphous atau film tipis :
bahan bakunya silikon amorphous
(a-Si), sering digunakan sebagai
sumber daya perangkat berdaya
y p
g
y
rendah. Efisiensinya hanya + 9%,
tetapi biaya pembuatannya murah
krn hanya menggunakan + 1% jml
silikon pada sel crystallinei.
4. Organik : terbuat dari bahan
polimer foto-reaktif. Bahan ini
bisa dicetak atau dilapiskan
p
dengan murah ke substrat yang
fleksibel menggunakan roll-to roll
manufaktur, mirip dengan cara
surat kabar dicetak pada
gulungan kertas besar.
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
1. Pantulan dari permukaan sel.
2. Cahaya yg tdk cukup energi utk memisahkan elektron
dari ikatan atomiknya Besarnya energi yang diperlukan:
dari ikatan atomiknya. Besarnya energi yang diperlukan:
3. Cahaya yg memiliki energi ekstra di atas yg diperlukan
4. Elektron dan lubang yg dibangkitkan bisa secara acak
akan bergabung sebelum menyumbang energi listrik.
5. Elektron dan lubang yg dibangkitkan bisa bergabung
g yg
g
g
g
• Secara normal, silikon yg tdk diproses akan memantulkan
36% lebih cahaya yang mengenainya Î sangat merugikan
• Ada cara pelapisan permukaan secara kimia dan membuat
Ada cara pelapisan permukaan secara kimia dan membuat
tekstur khusus shg pantulan 5% saja.
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
Cahaya dengan Energi yang Terlalu Kecil atau
Terlalu Besar
• Rerugi efisiensi berkaitan dengan cahaya yg energinya
l l k
l
l l b
C h
b f k
terlalu kecil atau terlalu besar. Cahaya berfrekuensi
rendah (aras kemerahan) energinya lebih kecil dibanding
cahaya berfrekuensi lebih tinggi.
• Cahaya yg memasuki sel surya bisa :
a. Menembus sel
b. Diserap, menimbulkan panas dlm bentuk getaran
b. D serap, men mbulkan panas dlm bentuk getaran
atomik.
c. Memisahkan elektron dari ikatannya, menghasilkan
pasangan elektron-lubang Î ini yg dicari
d. Menghasilkan pasangan elektron-lubang, tetapi
kelebihan energi sehingga menjadi panas.
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
Resistansi
• Rerugi resistansi pada sel surya paling banyak terjadi di
3 tempat : di sebagian besar bahan dasar, di lapisan
s mpit p m k n t s d n p d nt m k nt
s l
sempit permukaan atas, dan pada antarmuka antara sel
dan kontak listrik yg mengarah ke sirkuit eksternal.
• Resistansi mengakibatkan menurunnya tegangan dan
meningkatkan rekombinasi muatan shg menurunkan arus.
• Solusi dilakukan dengan memberi doping silikon dengan
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
Energi Angin
• Angin Î udara yang bergerak.
• Udara mempunyai massa Î energi yang ditimbulkan
bisa dihitung berdasarkan energi kinetik.
• Energi yang terkandung pada angin :
E
k
= 0.5
mV
2
(kg m
2
/s)
di mana :
m
= massa (kg)
• Pada penerapan kincir angin, persamaan energi kinetik
bisa diubah menjadi persamaan aliran.
• Tenaga pada permukaan kincir (merupakan tenaga dari
• Tenaga pada permukaan kincir (merupakan tenaga dari
aliran udara secara bebas) :
P =
0.5
q A V
3
di mana:
P
= tenaga (W, 746 W = 1 hp)
P
tenaga (W, 746 W 1 hp)
q
= kerapatan udara (1.225 kg/m³pd permukaan laut)
A
= luas permukaan kincir (m²)
V
= kecepatan angin (m/s)
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
• Tenaga Kincir Angin :
P =
0.5
qACpV
3
Ng Nb
di mana:
di mana:
P
= tenaga (W)
q
= kerapatan udara (1.225 kg/m³pd permukaan laut)
A
= luas permukaan kincir (m²)
Cp
= Koefisien kinerja (teoritis = 0,59 [Betz limit],
Desain = 0,35)
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
• Prinsip dasar : angin memutar sudut turbin, lalu memutar
poros yang dihubungkan dengan generator.
• Turbin untuk PLTB biasanya berkapasitas 50-750 kW,
Turbin untuk PLTB biasanya berkapasitas 50 750 kW,
turbin kecil kapasitas 50 kW biasa digunakan untuk
perumahan sederhana.
• Kebanyakan turbin memakai
blade
berbentuk penampang
sayap pesawat (
aerofoil
), karena efisiensinya tinggi dan
menghasilkan beda tekanan yg besar diantara kedua sisi
blade
shg berputar dgn momen gaya yg cukup besar.
• Kebanyakan desain turbin dilengkapi dgn pengontrol sudut
blade
(
pitch
). Saat kecepatan angin turun,
blade
bergerak
memutar menghadap arah angin, tetapi saat kecepatan
angin sangat besar
blade
memutar menjauhi arah angin.
Î
daya optimal dan konstan.
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
1. Horizontal Axis Wind Turbine :
sumbu putar turbin sejajar
dengan bumi. Paling banyak dikembangkan di berbagai
negara. Terdiri dari dua tipe :
negara. Terdiri dari dua tipe
a. Mesin
upwind
: rotor berhadapan dengan angin. Rotor
didesain tidak fleksibel, dan diperlukan mekanisme
yaw
utk menjaga rotor agar tetap berhadapan dengan
angin.
b. Mesin
downwind
: rotor ditempatkan di belakang
tower dapat dibuat lebih fleksibel tanpa
tower, dapat dibuat lebih fleksibel, tanpa
menggunakan mekanisne yaw, sehingga mengurangi
berat. Kelemahannya angin harus melewati tower
terlebih dulu sebelum sampai pada rotor, shg
menambah beban (
fatigue load
) pd turbin.
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
2. Vertical Axis Wind Turbine: sumbu putar vertikal terhadap bumi.
Jarang dipakai untuk turbin komersial. Rotornya berputar relatif
pelan (di bawah 100 rpm), tetapi memiliki momen gaya yang kuat,
sehingga bisa dipakai utk menggiling biji-bijian, pompa air, tetapi
t k
k nt k m n h silk n list ik (h
s di t s 1000 pm)
tak cocok untuk menghasilkan listrik (harus di atas 1000 rpm).
Sebenarnya bisa diatasi dg gearbox utk menaikkan rpm, tetapi
efisiensinya turun dan mesin sulit utk start. VAWT terdiri dari
dua tipe, yaitu:
a. Tipe dorong : lebih banyak bagian blade yg mengalami gaya
dorong spt pd mangkuk anemometer. Bentuknya bervariasi,
seperti ember, dayung, layar, tangki. Kecepatan maks. blade
h mpi s m d n k
p t n n in Efisi nsi d
n nd h
hampir sama dgn kecepatan angin. Efisiensi dayanya rendah.
b. Tipe angkat : lebih banyak bagian blade yang mengalami gaya
angkat. Ukuran blade relatif besar dan tinggi, shg
menimbulkan getaran. Biasanya memakai dua atau tiga blade.
Turbin jenis ini menghasilkan lebih banyak daya output
sumbu putar turbin sejajar, efisiensinya tinggi.
a. Konsep satu blade, sulit setimbang, membutuhkan angin yang sangat
kencang utk menghasilkan gaya putar, dan menghasilkan noise di
ujungnya. Konsep ini dikembangkan sukses di Jerman.
b. Konsep dua blade, mudah untuk setimbang, tetapi masih mudah
bergeser. Desain blade harus memiliki kelengkungan yang tajam utk
bisa menangkap energi angin secara efektif. Pd kecepatan angin
rendah (sekitar 3 m/s) putarannya sulit dimulai.
c. Konsep tiga blade, lebih setimbang dan kelengkungan blade lebih
halus untuk dapat menangkap energi angin secara efektif. Konsep
ini paling sering dipakai pada turbin komersial.
d. Konsep multi blade (misalnya 12 blade), justru memiliki efisiensi
rendah, tetapi dapat menghasilkan momen gaya awal yang cukup
besar untuk mulai berputar, cocok utk kecepatan angin rendah.
Banyak dijumpai utk pompa air, menggiling biji-bijian, karena murah
dan mampu bekerja pada kecepatan angin rendah sehingga tower
tidak perlu terlalu tinggi dan air dapat dipompa secara kontinu.
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
BIOETANOL DARI
BIOETANOL DARI
LIGNOSELULOSA
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
Latar Belakang
•
Kenaikan konsumsi energi
Kenaikan konsumsi energi
Konsumsi energi terus meningkat
sejalan dengan laju pertumbuhan
ekonomi dan pertambahan penduduk
tahun Kebutuhan
premium, kL
p
,
2000
2001
2002
2003
2004
12429
13067
13630
14647
16418
2005
2006
17459
17067
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
•
Keterbatasan bahan bakar fosil
BBM impor
besarnya subsidi BBM
BBM impor besarnya subsidi BBM
Data impor (Martono & Sasongko, 2007)
2002 : 106,9 juta barrel
2004 : 154,4 juta barrel
•
Enviroment problem :
• Kendaraan bermotor pengguna terbesar
(49%) b h
b k
f
il
(49%) bahan bakar fosil
• Komposisi kerusakan lingkungan akibat
pembakaran bahan bakar fosil :
68% berdampak pada kesehatan
21% berdampak pada perubahan iklim
21% berdampak pada perubahan iklim
(pemanasan global)
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
•
Limbah pertanian (bahan lignoselulosa):
• Jumlah produksi sangat besar (limbah)
• Kandungan hemiselulosa 40-50% dan
Keuntungan produksi bioetanol
dari nonfood biomass
•
Sumber bahan energi yang murah dan
dapat diperbaharui
•
Mengurangi emisi netto gas CO
2
•
Mengurangi masalah limbah
•
Pengganti bensin
•
Pengembangan teknologi
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
Biofuel: secara signifikan mengurangi emisi
Biofuel generasi kedua
biomassa
Energi
atau panas
Biofuel generasi kedua
Langkah proses :
1.
Konversi lignoselulosa menjadi gula
(hidrolisis)
(hidrolisis)
2.
Konversi gula menjadi etanol
(fermentasi)
3.
Pemurnian etanol kasar menjadi etanol
grade fuel (distilasi)
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
Perlu pemisahan lignin
• Physical pre-treatment
:
Milli
Milling
Extrusion
streaming
• Physico-chemical pre-treatment
:
Explosion
hydrothermilysis
(wet oxidation
)
Peralatan,
Konsumsi energi
konsumsi energi, bahan kimia,
safety (ledakan)
(wet oxidation
)
• Chemical pre-treatment
:
Alkali
reaksi oksidasi
organosolvent
y (
)
bahan kimia
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
Hidrolisis dapat dilakukan
setelah pemisahan lignin
Contoh
Langkah proses hidrolisis bonggol pisang
air
Katalis asam sulfat
(Pemanasan T> P>)
gula
Bonggol pisang kering
(43,49 hemi;15,4%selulosa)
(Pemanasan T>, P>)
(C
(C
66
H
H
10
10
O
O
55
))
nn
n H
2
O
n C
n C
66
H
H
12
12
O
O
66
glukosa
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017
Langkah proses fermentasi
gula
yeast
etanol
2n C
2n C
H
H
OH
OH
2n C
Review Proses Pembuatan Bioetanol
•• Reaksi Hi
Reaksi Hidrol
droliisis
sis
bahan lignoselulosa untuk
h
ilk
l d
t dil k k
d
menghasilkan gula dapat dilakukan dengan
reaksi hidrolisis menggunakan katalis asam atau
basa
•• Fermenta
Fermentasi
si
larutan gula yang diperoleh dari
langkah hidrolisis menggunakan local mikroba
Saccharomyces Cereviceae sehingga
125
y
gg
menghasilkan cairan yang mengandung etanol.
•• P
Pemurnian
emurnian
etanol dapat dilakukan dengan cara
kimiawi maupun fisika. Tujuan pemurnian agar
diperoleh etanol fuel grade (bioetanol)
Fakultas : Teknologi Industri Pertemuan ke : 1-14 Jurusan/Prodi : Teknik Kimia/ Teknik Kimia Handout ke : 1 Kode Matakuliah : TKT-1701 Jumlah Halaman : 42 Nama Matakuliah : Penyediaan Energi Mulai Berlaku : 2017