• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah biologi perikanan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Makalah biologi perikanan"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Makalah biologi perikanan

Makalah biologi perikanan

KATA PENGANTAR  KATA PENGANTAR 

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua sehingga penulis dapat menyusun tugas atau makalah ini, karunia-Nya kepada kita semua sehingga penulis dapat menyusun tugas atau makalah ini, sebagai tugas yang diberikan kepada kami. Selawat beserta salam kita sampaikan kepada sebagai tugas yang diberikan kepada kami. Selawat beserta salam kita sampaikan kepada  penghulu alam Nabi Besar Muhammad SAW yang telah membawa kita dari alam kebodohan  penghulu alam Nabi Besar Muhammad SAW yang telah membawa kita dari alam kebodohan

kepada alam yang penuh dengan ilmu pengetahuan. kepada alam yang penuh dengan ilmu pengetahuan. Hormat kami

Hormat kami kepada Bapak Darmayedi kepada Bapak Darmayedi selaku Dosen selaku Dosen mata kulyahmata kulyahBiologi PerikananBiologi Perikanan yangyang telah membimbing kami sehingga tugas ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya.

telah membimbing kami sehingga tugas ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya.

Penulis menyadari bahwa tugas ini jauh lebih dari kesempurnaan yang penulis harapakan, untuk  Penulis menyadari bahwa tugas ini jauh lebih dari kesempurnaan yang penulis harapakan, untuk  itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangatlah penulis harapakan demi kesempurnaan itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangatlah penulis harapakan demi kesempurnaan dimasa mendatang. Semoga makalah

dimasa mendatang. Semoga makalah ini bermanfaat untuk ini bermanfaat untuk penulis sendiri penulis sendiri dan untuk dan untuk parapara  pembaca. Amin….  pembaca. Amin…. Penulis. Penulis. JERI ANTO JERI ANTO  Nim 11160059  Nim 11160059 BAB I BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN 1.1.

1.1. Latar belakangLatar belakang

Biologi perikanan adalah suatu ilmu pengetehuan yang mempelajari keadaan ikan yaitu sejak  Biologi perikanan adalah suatu ilmu pengetehuan yang mempelajari keadaan ikan yaitu sejak  individu ikan tersebut menetas (hadir ke alam) kemudian makan, tumbuh, bermain,

individu ikan tersebut menetas (hadir ke alam) kemudian makan, tumbuh, bermain,

 bereproduksi, dan akhirnya mengalami kematian secara alami atau oleh karena factor lain.  bereproduksi, dan akhirnya mengalami kematian secara alami atau oleh karena factor lain.

Pengetahuan itu akan menguraikan tentang aspek 

Pengetahuan itu akan menguraikan tentang aspek  –  – aspek biologi individu dari spesies ikan.aspek biologi individu dari spesies ikan. Sehingga pengetahuan biologi perikanan ini merupakan pengetahuan dasar ketika mendalami Sehingga pengetahuan biologi perikanan ini merupakan pengetahuan dasar ketika mendalami  pengetahuan dinamika populasi ikan, pengembngan spesies ikan untk dikelola menjadi ikan  pengetahuan dinamika populasi ikan, pengembngan spesies ikan untk dikelola menjadi ikan  budidaya dan upaya pelestarian spesies ikan yang akan mengalami kepunahan di perairan  budidaya dan upaya pelestarian spesies ikan yang akan mengalami kepunahan di perairan

alaminya. alaminya.

(2)

Ikan adalah binatang bertulang belakang (vertebrata) yang berdarah dingin (poikilothermal), hidup dalam air, gerakan dan keseimbangan badannya terutama menggunakan sirip, dan umumnya bernapas dengan insang. Sebagian besar ikan hidup di perairan laut sedangkan sebagiannya di perairan darat.

BAB II

MORFOLOGI IKAN 2.1. Bentuk Tubuh

Bentuk tubuh ikan, bentuk luar ikan seringkali mengalami perubahan dari sejak larva sampai dewasa misal dari bentuk bilateral simetris pada saat masih larva berubah menjadi asimetris pada saat dewasa. Bentuk tubuh ikan merupakan suatu adaptasi terhadap lingkungan hidupnya atau merupakan pola tingkah laku yang khusus.

Secara umum bentuk tubuh ikan dibagi menjadi 2 yaitu: 1. 1. Simetrik Bilateral

Yaitu ikan apabila tubuh di belah dua secara membujur / memanjang mulai dari pertengahan ujung kepala sampai ekor akan menghasilkan dua belahan tubuh yang serupa. Bentuk tubuh seperti ini banyak dimiliki semua jenis ikan. Contohn ya ikan mujair ( Orecrhomis mussambicus ), ikan kerapu ( Epinephelus pachyceniru ).

1. 2. Non Simetrik Bilateral

Yaitu ikan apabila tubuh di belah dua secara membujur / memanjang maka belahan tubuh sebelah kanan tidah mencerminkan atau tidak dengan belahan kiri. Ikan sebelah ( psettodes erumeri ) dan ikan lidah ( Cynoglossus lingua )

Bentuk  – bentuk tubuh ikan dapat dikelompokan menjadi : 1. Bentuk Pipih

Ikan yang bertubuh pipih atau dengan kata lain lebar tubuh jauh lebih kecil dibandingkan tinggi  badan dan panjang tubuh. Contonya : ikan tambakan (Helestoma temmineki), ikan nila

(Oreocromis niloticus), dan ikan mujair (Orecrhomis mussambicus ). 1. Bentuk Bola

Ikan dengan bentuk tubuh ini apabila sedang mengembang maka bentuk tubuhnya akan

menyerupai bola. Contohnya ikan Buntal(Diodon hystrix), Ikan buntal batu(Ostraction nasus) dan ikan jebong(Abalistes stellaris).

(3)

Ikan seperti ini bentuk tubuhnya menyerupai kotak. Contohnya :Whitedotted boxfish, yaitu ikan laut yang hidup diperairan pasifik, hindia dan samudra pasifik.

1. Bentuk Panah

Tubuh ikan seperti anak panah, kepalanya lancip/ meruncing, badan memanjang kebelakang dengan bentuk yang hampir seimbang dan ekor bercagak. Contohnya : Ikan alu – alu

(Sphyraene jello), Ikan kelah(Tor khudree). 1. Bentu Ular 

Tubuh ikan berbentuk bulat memanjang seperti ular dengan ukuran panjang tubuh dapat mencapai 20 kali tingginya. Contohnya : Belut(Monopterus albus),dan ikan Sidat(Anguilla bicolor).

1. Bentuk Cerutu

Tinggi ikan hampir sama dengan lebarnya dan kedua ujungnya hamper meruncing. Contohnya : ikan tuna (thunnus allalunga), ikan Tongkol(Euthynnus affinis).

1. Bentuk Pita

Tubuh ikan seperti ini berbentuk pipih mendatar, memanjang dan hampir menyerupai pita. Contonya: ikan layur (Trichiurus saval).

Ukuran tubuh ikan, semua ukuran yang digunakan merupakan pengukuran yang diambil dari satu titik ke titik lain tanpa melalui lengkungan badan.

ü Panjan g total (TL) diukur mulai dari bagian terdepan moncong/bibir (premaxillae)hingga ujung ekor.

ü Panjan g standar (SL) diukur mulai dari bagian terdepan moncong/bibir (premaxillae) hing ga  pertengan pangkal sirip ekor (pangkal sirip ekor bukan berarti sisik terakhir karena sisik-sisik 

tersebut biasanya memanjang sampai ke sirip ekor). 2.2. Tipe Mulut

Mulut ikan, bentuk, ukuran dan letak mulut ikan dapat menggambarkan habitat ikan tersebut. Ikan-ikan yang berada di bagian dasar mempunyai bentuk mulut yang subterminal sedangkan ikan-ikan pelagik dan ikan pada umumnya mempunyai bentuk mulut yang terminal. Ikan

 pemakan plankton mempunyai mulut yang kecil dan umumnya tidak dapat ditonjolkan ke luar. Pada rongga mulut bagian dalam biasanya dilengkapi dengan jari-jari tapi insang yang panjang dan lemas untuk menyaring plankton. Umumnya mulut ikan pemakan plankton tidak mempunyai gigi. Ukuran mulut ikan berhubungan langsung dengan ukuran makanannya. Ikan-ikan yang memakan invertebrata kecil mempunyai mulut yang dilengkapi dengan moncong atau bibir yang  panjang. Ikan dengan mangsa berukuran besar mempunyai lingkaran mulut yang fleksibel.

(4)

Tipe mulut bergantung pada jenis makanan yang menjadi santapan ikan. Ada empat tipe mulut  pada ikan, yaitu :

1. Terminal : mulut terletak di ujung kepala menghadap ke depan. 2. Sub terminal : mulut terletak sejajar kepala menghadap ke depan 3. Superior : mulut terletak di bawah kepala menghadap ke bawah 4.  Inferior : mulut terletak di bawah kepala menghadap ke bawah 2.3. Sisik 

Sisik diistilahkan sebagai rangka dermis, karena sisik dibuat di dalam lapisan dermis. Selain itu ada juga ikan yang tak bersisik, kebanyakan dari sub-ordoSiluroidea, contohnya ikan Jambal ( Pangasius pangasius). Sisik dibedakan berdasarkan jenis bahan dan bentuknya, sisik dibedakan menjadi :

1. 1. Sisik placoid 

Terdapat pada ikan yang bertulang rawan (Chondrichthyes). Bentuknya hampir mirip dengan dengan bunga mawar dengan dasar yang bulat atau bujur sangkar. Bagian yang menonjol seperti duri keluar dari epidermis.

1. 2. Sisik cosmoid 

Terdapat pada ikan fosil dan ikan primitif. Sisik ini terdiri dari beberapa lapis, dari luar : a). Vitrodentine(dilapisi semacamenamel )

 b). Cosmine(lapisan kuat dan non-seluler) c). Isopedine.

Misalnya : Latimeria chalumnae. 1. 3. Sisik ganoid 

ü Terdiri dari beberapa lapisan, dari luar :

1. Ganoine(Terdiri dari garan-garam an-organik) 2. Lapisan yang seperti lapisancosmoine

3.  Isopedine

ü Bentuk seperti belah ketupat, misalnya ikan : Polypterus, Lepisostidae, Acipencoridae,  Polyodontidae

(5)

Disebut juga sisik lingkar, karena mempunyai bentuk bulat, tipis, transparan, dan lingkaran pada  bagian belakang bergigi.

1. 5. Sisik ctenoid 

Sisik cikloid dan sisik ctenoid kepipihannya tereduksi menjadi sangat tipis, fleksibel, transparan, dan tidak mengandungdentine atauenamel.Bagian sisik yang menempel pada tubuh hanya sebagian.

2.4. Sirip

Pada ikan terdapat lima macam sirip, yaitu sirip punggung, sirip perut, sirip dada, sirip dubur, dan sirip ekor. Penjelasan untuk macam-macam sirip ini adalah :

1. Sirip perut

Sirip perut pada sub class elasmobranchiadisokong oleh tulang tulang rawan tempat menempelnya tulangbasipterygium.

2. Sirip punggung

Sirip punggung yang terdapat pada ikan classChondrichtyes disokong oleh keping-keping tulang rawan disebut rawan basal yang terletak di bagian bawah tertumpu pada cucuk neural dan rawan radial yang terletak di bagian rawan basal menunjang jari-jari keras.

3. Sirip dada

Pada Condridhthyesdisokong oleh tulang gelang bahu ( Pectoral girdle) dinamakan

coracoscapula. Pada ikanOsteichthyesgelang bahu terdiri dari tulang rawan dan tulang dermal. 4. Sirip dubur 

Ikan Osteichthyestulang yang menyokong sirip dubur ada tiga termasuk di dalamnya masuk ke dalam bagian tubuh, diantaranya tulang cucuk hemal dinamakan promaxial  pterygiophoredan terluar distal pterigiophoredi atasnya terdapat intermediet pterygiophore.

5. Sirip ekor 

Tipe ekor ada lima macam yaitu : Rounded ,Truncate, Lunate, Emarginate, dan Forked . Secara garis besar macam bentuk ekor dibedakan menjadi : Heterocercal, Protocercal, dan

 Homocercal.

Sirip ikan terdiri dari tiga jenis jari-jari sirip yang hanya sebagian atau s eluruhnya dimiliki oleh spesies ikan, yaitu :

(6)

Merupakan jari jari sirip yang tidak berbuku-buku dan keras. 2. Jari jari sirip lemah

Merupakan jari jari sirip yang dapat ditekuk, lema h,dan berbukubuku. 3. Jari jari sirip lemah mengeras

Merupakan jari jari sirip yang keras tetapi berbuku -buku. 2.5. Gurat Sisi (L in ea laterali s )

Linea lateralis merupakan salah satu bagian tubuh ikan yang dapat dilihat secara langsung sebagai garis yang gelap di sepanjang kedua sisi tubuh ikan mulai dari posterior operculum sampai pangkal ekor (peduncle).Pada linea lateralis terdapat lubang-lubang yang berfungsi untuk menghubungkan kondisi luar tubuh dengan sistem canal yang menampung sel-sel sensori dan pembuluh syaraf.

Linea lateralis sangat penting keberadaannya sebagai organ sensori ikan yang dapat mendeteksi  perubahan gelombang air dan listrik. Selain itu, linea lateralis juga juga berfungsi sebagai

echo-locationyang membantu ikan untuk mengidentifikasi lingkungan sekitarya.

Pada beberapa jenis ikan, termasuk golongan Characin, linea lateralis merupakan satu garis  panjang yang tidak terputus.

BAB III ANATOMI 3.1. Ikan Air Tawar Dan Air Laut

Ikan air asin akan mati bila berada di air tawar,begitu juga sebaliknya. Karena kadar garam air  laut tiga kali lebih asin dari pada cairan tubuh ikan laut. Proses alam yang disebut osmosis, menyebabkan kadar air pada tubuh ikan laut terserap oleh air laut. Maka ikan laut banyak  meminum air untuk menggantikan air yang keluar melalui tubuh dan insang nya. Sebalik nya, ikan air tawar yang memiliki kadar garam lebih tinggi dari pada lingkungan sekitarnya, tidak   perlu minum karena proses osmosis yang mendorong air masuk ke dalam tubuh ikan.

3.2. Gelembung Renang

Ikan bisa mengapung di air dengan mudah kerana memiliki organ yang disebut gelembung renang. Gelembung renang berisi gas (oksigen dan nitrogen), yang bisa menetralkan berat ikan sehingga sama dengan berat jenis air sekitarnya. Udara masuk dan keluar melalui mulut dan esophagus ikan, sehingga gelembnung renang bisa mengembang dan mengempis. Tetapi  beberapa ikan mengisi udara pada gelembung renangnya melalui pembuluh darah. Pada jenis

(7)

renangnya berhubungan dengan sistim pendengaran melalui rangkaian tulang kecil yang disebut tulang weber.

3.3. Peredaran Darah Ikan

1. Ikan yang berdarah panas memiliki aorta yang berada dibawah sisik.

2. Ikan yang berdarah dingin aortanya berada searah dengan tulang belakang.

3.4. Telinga Ikan

Telinga ikoan terletak didalam tengkorak dan tak terlihat dari luar. Tidak hanya berpungsi sebagai alat pendengar, tetapi jugaa bisa membantu merasakan perubahan arah dan kecepatan saat berenang. Telinga dalam ikan meliputi 3 saluran melingkar yang peka terhadap perubahan tekanan. Dipangkal saluran terdapat otolit, yaitu tulang padat yang terapung dalam cairan. Otolit akan tenggelam dalam cairan saat tubuh ikan terkena gelombang bunyi. Ketika tenggelam oyolit menyentuh sel rambut indra yang selanjut nya mengirimkan implus ke dalam otak.

3.5. Mata Ikan

Ikan mempunyai mata dikedua sisi kepalanya yang bisa mengawasi keadaan sekitarnya. Hal itu memnberikan perlindungan lebih pada ikan dari pemangsa. Ikian memiliki pandangan 3

demensi yang sempit, ikan mempokuskan pandangan pada benda yang ada didepan nya dengan menggerakkan lensanya maju dan mundur. Gerakan ini dilakukan oleh otot yang bernama tetraktor lentis . Untuk melihat benda jauh,tetraktor lentis kontraksi seingga lensa tertarik ke  belakang. Untuk melihat benda dekat ,tetraktor lentis akan melakukan relaksasi sehingga lensa

maju mendekati moncong.

3.6. Insang

Ikan bernapas dengan menggunakan insang, terdiri atas tulang yang menopang pilamen-pilamen. Tiap filament terdapat lamella-lamela yang mengandung ratusan pembuluh darah kapiler. Air  yang mengalir melalui insang langsung dihisap oksigennya oleh arteri menuju ke jantung. Darah yang mengandung karbon dioksida di alirkan ke lamella oleh vena keluar tubuh.

3.7. Darah Dingin Dan Darah Panas

Kebanyakan ikan disebut berdarah dingin. Karena panas tubuh nya sebagian besar terbuang melalui insang sehingga suhu tubuhnya sama dengan air. Tetapi beberapa ikan mampu menyimpan panas tubuhnya karena ikan tersebut memiliki suatu sistim yang disebutrate  milabile atau jalinan ajaib. Otot ikan berdarah panas bisa menghasilkan lebih banyak tenaga karena panas tubuhnya tetap.

(8)

BAB IV FISIOLOGI

Ikan adalah anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin) yang hidup di air dan bernapas dengan insang. Ikan merupakan kelompok vertebrata yang paling beraneka ragam dengan jumlah spesies lebih dari 27,000 di seluruh dunia. Secara taksonomi, ikan tergolong kelompok 

 paraphyletic yang hubungan kekerabatannya masih diperdebatkan; biasan ya ikan dibagi menjadi ikan tanpa rahang (kelas Agnatha, 75 spesies termasuk lamprey dan ikan hag), ikan bertulang rawan (kelas Chondrichthyes, 800 spesies termasuk hiu dan pari), dan sisanya tergolong ikan  bertulang keras (kelas Osteichthyes). Ikan dalam berbagai bahasa daerah disebut iwak, jukut.

Fisiologi ikan mencakup proses osmoregulasi, sistem sirkulasi, sistem respirasi, bioenergetik dan metabolisme, pencernaan, organ-organ sensor, sistem saraf, sistem endokrin dan reproduksi. Insang dimiliki oleh jenis ikan (pisces). Insang berbentuk lembaran-lembaran tipis be rwarna merah muda dan selalu lembap. Bagian terluar dare insang berhubungan dengan air, sedangkan  bagian dalam berhubungan erat dengan kapiler-kapiler darah. Tiap lembaran insang terdiri dare

sepasang filamen, dan tiap filamen mengandung banyak lapisan tipis (lamela). Pada filamen terdapat pembuluh darah yang memiliki banyak kapiler sehingga memungkinkan OZ berdifusi masuk dan CO2 berdifusi keluar. Insang pada ikan bertulang sejati ditutupi oleh tutup insang yang disebut operkulum, sedangkan insang pada ikan bertulang rawan tidak ditutupi oleh operkulum.

Insang tidak saja berfungsi sebagai alat pernapasan tetapi dapat pula berfungsi sebagai alat ekskresi garam-garam, penyaring makanan, alat pertukaran ion, dan osmoregulator. Beberapa  jenis ikan mempunyai labirin yang merupakan perluasan ke atas dari insang dan membentuk 

lipatan-lipatan sehingga merupakan rongga-rongga tidak teratur. Labirin ini berfungsi

menyimpan cadangan 02 sehingga ikan tahan pada kondisi yang kekurangan 02. Contoh ikan yang mempunyai labirin adalah: ikan gabus dan ikan lele.

Untuk menyimpan cadangan 02, selain dengan labirin, ikan mempunyai gelembung renang yang terletak di dekat punggung.

Salah satu penyesuaian ikan terhadap lingkungan ialah pengaturan keseimbangan air dan garam dalam jaringan tubuhnya, karena sebagian hewan vertebrata air mengandung garam dengan konsentrasi yang berbeda dari media lingkungannya. Ikan harus mengatur tekanan osmotiknya untuk memelihara keseimbangan cairan tubuhnya setiap waktu.

Insang tidak saja berfungsi sebagai alat pernapasan tetapi dapat pula berfungsi sebagai alat ekskresi garam-garam, penyaring makanan, alat pertukaran ion, dan osmoregulator. Beberapa  jenis ikan mempunyai labirin yang merupakan perluasan ke atas dari insang dan membentuk 

lipatan-lipatan sehingga merupakan rongga-rongga tidak teratur. Labirin ini berfungsi

(9)

yang mempunyai labirin adalah: ikan gabus dan ikan lele. Untuk menyimpan cadangan 02, selain dengan labirin, ikan mempunyai gelembung renang yang terletak di dekat punggung.

Mekanisme pernapasan pada ikan melalui 2 tahap, yakni inspirasi dan ekspirasi. Pada fase

inspirasi, 02 dari air masuk ke dalam insang kemudian 02 diikat oleh kapiler darah untuk dibawa ke jaringan-jaringan yang membutuhkan. Sebaliknya pada fase ekspirasi, C02 yang dibawa oleh darah dari jaringan akan bermuara ke insang dan dari insang diekskresikan keluartubuh.

Ikan memiliki bermacam ukuran, mulai dari paus hiu yang berukuran 14 meter (45 ft) hingga stout infantfish yang hanya berukuran 7 mm (kira-kira 1/4 inci). Ada beberapa hewan air yang sering dianggap sebagai “ikan”, seperti ikan paus, ikan cumi dan ikan duyung, yang sebenarnya tidak tergolong sebagai ikan.

Ikan dapat ditemukan di hampir semua “genangan” air yang berukuran besar baik air tawar, air   payau maupun air asin pada kedalaman bervariasi, dari dekat permukaan hingga beberapa ribu

meter di bawah permukaan. Namun, danau yang terlalu asin seperti Great Salt Lake tidak bisa menghidupi ikan. Ada beberapa spesies ikan dibudidayakan untuk dipelihara untuk dipamerkan dalam akuarium.

Ikan adalah sumber makanan yang penting. Hewan air lain, seperti moluska dan krustasea

kadang dianggap pula sebagai ikan ketika digunakan sebagai sumber makanan. Menangkap ikan untuk keperluan makan dalam jumlah kecil atau olah raga sering disebut sebagai memancing. Hasil penangkapan ikan dunia setiap tahunnya berjumlah sekitar 100 juta ton.

Overfishing adalah sebuah istilah dalam bahasa Inggris untuk menjelaskan penangkapan ikan secara berlebihan. Fenomena ini merupakan ancaman bagi berbagai spesies ikan. Pada tanggal 15 Mei 2003, jurnal Nature melaporkan bahwa semua spesies ikan laut yang berukuran besar  telah ditangkap berlebihan secara sistematis hingga jumlahnya k urang dari 10% jumlah yang ada  pada tahun 1950. Penulis artikel pada jurnal tersebut menyarankan pengurangan penangkapan

ikan secara drastis dan reservasi habitat laut di seluruh dunia.

BAB V

HABITAT DAN PERSYARATAN

4.1. Habitat Air Laut Dalam

- Abyssal yaitu dengan kedalaman 4000-6000 m - Bathypelagic yaitu dengan kedalaman 1000-4000 m - Archibentic

(10)

4.2. Penggolongan Ikan Pada Perairan Dangkal - Benthic/Demersal yaitu dengan kedalaman 10-250 m

-Oceanic yaitu ikan yang menyukai hidup di dekat permukaan air laut, sangat jarangmendekati daratan.

- Pelagic yaitu golongan ikan yang hidup di lingkungan laut tetapi tidak hidup didasar laut. - Benthopelagicyaitu ikan yang mampu hidup di daerah bentik maupun pelagik tergantung musim atau kondisi lain (misal perubahan salinitas).

- Coastal yaitu ikan ini tidak pernah jauh dari pantai tetapi jarang sekali masuk kedaerah payau. - Ikan kuala (estuarine), ikan yang hidup di daerah muara sungai, tempat pertemuan air sungai dengan air laut.

4.3. Penggolongan Ikan Bermigrasi

- Katadro yaitu ikan yang menghuni daerah perairan asin sampai air tawar (pemijahan memerlukan air asin). Contoh: sidat, belanak, udang galah

-Anadrom : ikan yang melakukan perjalanan naik dari laut ke arah hulu sungaiuntuk melakukan  pemijahan. Contoh: salmon

4.4. Penggolongan Ikan Yang Hidup Di Air Tawar

-Lacustrine, golongan ikan yang hidupnya menetap di perairan diam(tambakan, sepat, dan nilem).

-Fluvial, golongan ikan yang hidupnya di air mengalir. Contoh: karper,mujahir.

-Adfluvial, golongan ikan yang hidupnya memerlukan air tenang, tetapi untuk memijahnya mencari air mengalir.

4.5. Persyaratan Habitat

Faktor pembatas: dapat berupa fisik, khemis, atau biologis -Suhu

-Salinitas -Oksigen

(11)

4.6. Pertumbuhan

- Pertumbuhan: pertambahan ukuran panjang dan/atau berat

- Pertumbuhan individu: pertambahan jaringan akibat pembelahan sel secaramitosis, terjadi apabila ada input energi dan asama amino (protein) dari pakan

- Pertumbuhan populasi: pertambahan jumlah individu

- Pakan (energi) yang masuk ke dalan tubuh ikan akan digunakan untuk: -Membentuk sel-sel baru

-Menggantikan sel-sel yang rusak  -Metabolisme dasar 

-Perkembangan gonade

4.7. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan

-Faktor luar: pakan, suhu perairan, intensitas cahaya, s alinitas, turbiditas,lingkungan -Faktor dalam: umur, keturunan, jenis kelamin, pe nyakit

-Pertumbuhan mengalami kelambatan saat ikan menjelang dewasa. Banyak energi untuk   perkembangan gonadenya.

Pengrtian ikan menurut UU no 45 tahun 2005

Ikan adalah segala jenis organisme yang seluruh atau sebagian dari siklus hidupnya berada di dalam lingkungan perairan.

Didalam bagian penjelasan dijelaskan bahwa yang termasuk kedalam jenis ikan adalah : a. ikan bersirip (pisces).

 b. udang, rajungan, kepiting, dan sebangsanya (crustacea).

c. kerang, tiram, cumi-cumi, gurita, siput, dan seban gsanya (mollusca). d. ubur-ubur dan sebangsanya (coelenterata).

e. tripang, bulu babi, dan sebangsanya (echinodermata). f. kodok dan sebangsanya (amphibia).

g. buaya, penyu, kura-kura, biawak, ular air, dan sebangsanya (reptilia) h. paus, lumba-lumba, pesut, duyung, dan sebangsanya (mammalia)

(12)

i. rumput laut dan tumbuh-tumbuhan lain yang hidupnya di dalam air (algae)  j. biota perairan lainnya

Dari penjelasan diatas bisa kita simpulkan, bahwa tidak hanya hewan bersirip dan memiliki insang saja yang dimaksud dengan ikan, tetapi segala biota perairan yang seluruh atau sebagian dari silklus hidupnya berada di lingkungan perairan.

Referensi

Dokumen terkait

kegiatan pembelajaran dimulai. Dengan demikian, kompetensi semata-mata tidak ditentukan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan, tetapi guru dan peserta didik

Perbedaan sudut pandang, alur cerita, serta variasi pergerakan karakter yang merupakan bagian dari narasi cerita membuat peneliti memillih menggunakan metode analisis naratif

Berdasarkan pada tabel di atas mengenai langkah-langkah implementasi peraturan menteri agama nomor 447 tahun 2015, maka KUA Medan Belawan bersama dengan P3N Bagan

Beras jenis ini mempunyai stabilitas dan daya tahan untuk tetap utuh dalam pemanasan yang tinggi, serta mempunyai sifat retrogradasi yang kuat, sehingga setelah dingin pasta

Berdasarkan uraian dari bab sebelumnya maka dapat diperoleh beberapa kesimpulan dalam penelitian ini, antara lain adalah laju pertumbuhan pendapatan anggaran daerah

Upaya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Malang dalam penataan permukiman di daerah sempadan sungai berdasarkan implmentasi dari Pasal 48 Peraturan Daerah

Teknologi 3.5 G atau disebut juga super 3G merupakan peningkatan dari teknologi 3G, terutama dalam peningkatan kecepatan transfer data yang lebih dari teknologi

Sedangkan aplikasi yang akan dibuat dalam proyek sistem keamanan sepeda motor ini menggunakan paket Java 2 Micro Edition (J2ME) yang nantinya diinstalkan pada ponsel (baik