LAPORAN PRAKTIKUM LAPORAN PRAKTIKUM PENGAWASAN MUTU PENGAWASAN MUTU
SNACK DAN BISKUIT
SNACK DAN BISKUIT
Oleh: Oleh:
Lauw
Lauw Kevin Kevin (0342009000(03420090003)3) Themmy
Themmy Yuni Yuni (03420090012))(03420090012 Stella
Stella Olivia Olivia (03420090018(03420090018)) Yessica
Yessica Hartanto Hartanto (03420090036(03420090036)) Hendra
Hendra Erwanto Erwanto (03420090044(03420090044))
JURUSAN TEKNOLOGI PANGAN JURUSAN TEKNOLOGI PANGAN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS PELITA HARAPAN UNIVERSITAS PELITA HARAPAN
KARAWACI KARAWACI
2012 2012
BAB I
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1.1
1.1 Latar BelakangLatar Belakang
Pada masa kini, snack menjadi makanan yang banyak diminati oleh Pada masa kini, snack menjadi makanan yang banyak diminati oleh masyarakat. Snack dan biskuit menjadi makanan tengah hari untuk dikonsumsi masyarakat. Snack dan biskuit menjadi makanan tengah hari untuk dikonsumsi diantara jam makan. Biskuit terbuat dari bahan dasar tepung terigu atau tepung diantara jam makan. Biskuit terbuat dari bahan dasar tepung terigu atau tepung jenis
jenis lainnya. lainnya. Biskuit Biskuit mengandung mengandung banyak banyak karbohidrat karbohidrat dan dan lemak lemak sehingga sehingga kitakita harus memperhatikan kualitas mutu pada biskuit. Mutu biskuit ditentukan oleh harus memperhatikan kualitas mutu pada biskuit. Mutu biskuit ditentukan oleh dua kriteria, kriteria bagian dalam dan kriteria bagian luar. Kriteria bagian dalam dua kriteria, kriteria bagian dalam dan kriteria bagian luar. Kriteria bagian dalam meliputi warna daging, porositas, dan sifat
meliputi warna daging, porositas, dan sifat tekstural sedangkan kriteria bagian luartekstural sedangkan kriteria bagian luar meliputi warna kulit, bentuk simetri, karakteristik kulit hingga volume biskuit meliputi warna kulit, bentuk simetri, karakteristik kulit hingga volume biskuit (Kramer dan Twigg, 1973).
(Kramer dan Twigg, 1973).
Syarat mutu snack diatur dalam
Syarat mutu snack diatur dalam SNI 01-2886-1992 yang mencakup analisaSNI 01-2886-1992 yang mencakup analisa organoleptik dari rasa, bau hingga warna. Kadar air pada biskuit dan kadar lemak organoleptik dari rasa, bau hingga warna. Kadar air pada biskuit dan kadar lemak juga menjadi
juga menjadi faktor faktor yang penting yang penting terhadap mutu terhadap mutu biskuit biskuit dimana fungsi dimana fungsi air air dalamdalam pembuatan bisk
pembuatan biskuit sebagai pelarut dauit sebagai pelarut dari beberapa bahan sri beberapa bahan seperti gula, garam, eperti gula, garam, dandan susu (Winarno, 2002).
susu (Winarno, 2002). Faktor lain seperti
Faktor lain seperti kondisi penyimpanan, pengemasan dan cara pengolahankondisi penyimpanan, pengemasan dan cara pengolahan yang tepat juga akan mempengaruhi kualitas dari biskuit. Lamanya penyimpanan yang tepat juga akan mempengaruhi kualitas dari biskuit. Lamanya penyimpanan yang dilakukan cenderung akan menaikkan kadar air yang masuk dan terserap yang dilakukan cenderung akan menaikkan kadar air yang masuk dan terserap oleh biskuit. Tingginya kadar air juga akan meningkatkan pertumbuhan mikroba oleh biskuit. Tingginya kadar air juga akan meningkatkan pertumbuhan mikroba yang akan semakin menurunkan mutu
yang akan semakin menurunkan mutu produk bahan pangan.produk bahan pangan.
1.2
1.2 TujuanTujuan
Tujuan pada praktikum ini adalah melakukan pengujian mutu pada sampel Tujuan pada praktikum ini adalah melakukan pengujian mutu pada sampel produk biskuit dan snack dengan membandingkan pada SNI 01-2886-1992 dan produk biskuit dan snack dengan membandingkan pada SNI 01-2886-1992 dan melihat
BAB II
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Mutu Biskuit 2.1 Mutu BiskuitMenurut Kramer dan Twigg (1973), mutu yang baik merupakan faktor Menurut Kramer dan Twigg (1973), mutu yang baik merupakan faktor penting pada produk pangan. Mutu pada produk dapat meliputi parametr keadaan penting pada produk pangan. Mutu pada produk dapat meliputi parametr keadaan (bau, rasa, dan warna), kandungan kadar air dalam sampel, kadar lemak, kadar (bau, rasa, dan warna), kandungan kadar air dalam sampel, kadar lemak, kadar silikat maksumum, bahan tambahan makanan, cemaran logam hingga cemaran silikat maksumum, bahan tambahan makanan, cemaran logam hingga cemaran mikroba. Kadar air akan menentukan ketahanan dan keadaan pada produk mikroba. Kadar air akan menentukan ketahanan dan keadaan pada produk tersebut. Air memiliki pengaruh yang vital terhadap mutu dari bahan pangan. tersebut. Air memiliki pengaruh yang vital terhadap mutu dari bahan pangan. Penetapan kandungan air yang ada di dalam bahan dapat dilakukan berdasarkan Penetapan kandungan air yang ada di dalam bahan dapat dilakukan berdasarkan beberapa cara seperti metode pengeringan yang dilakukan pada produk pangan. beberapa cara seperti metode pengeringan yang dilakukan pada produk pangan. Faktor lain yang mempengaruhi mutu snack dan biskuit adalah dari sistem Faktor lain yang mempengaruhi mutu snack dan biskuit adalah dari sistem pengemasan dan penyimpanan pada bahan pangan tersebut. Penyimpanan yang pengemasan dan penyimpanan pada bahan pangan tersebut. Penyimpanan yang tepat akan memperpanjang umur simpan dan menghasilkan produk pangan yang tepat akan memperpanjang umur simpan dan menghasilkan produk pangan yang tetap memiliki mutu yang baik meskipun sudah melewati proses penyimpanan. tetap memiliki mutu yang baik meskipun sudah melewati proses penyimpanan. Cemaran mikroba hingga penyerapan air dapat dicegah dengan pengemasan dan Cemaran mikroba hingga penyerapan air dapat dicegah dengan pengemasan dan penyimpanan yang tepat.
penyimpanan yang tepat.
Biskuit merupakan produk pangan yang berbahan dasar terigu yang Biskuit merupakan produk pangan yang berbahan dasar terigu yang dipanggang hingga memiliki kandungan akdar air kurang dari 5%. Kandungan dipanggang hingga memiliki kandungan akdar air kurang dari 5%. Kandungan lemak dan minyak yang terdapat dalam biskuit berfungsi untuk melembutkan lemak dan minyak yang terdapat dalam biskuit berfungsi untuk melembutkan adonan biskuit dan membuat hasil biskuit menjadi lebih renyah. Penambahan adonan biskuit dan membuat hasil biskuit menjadi lebih renyah. Penambahan bahan lain seperti gula, garam, soda kue, air, perasa, dan susu juga menjadi bahan lain seperti gula, garam, soda kue, air, perasa, dan susu juga menjadi komponen pada biskuit yang harus diperhatikan kebersihannya untuk mencegah komponen pada biskuit yang harus diperhatikan kebersihannya untuk mencegah pertumbuhan mikroba di dalamnya. Kandungan komponen-komponen pada pertumbuhan mikroba di dalamnya. Kandungan komponen-komponen pada biskuit tersebut harus dilakukan pengujian terhadap mutu dari
biskuit tersebut harus dilakukan pengujian terhadap mutu dari biskuit tersebut.biskuit tersebut. Snack diproses melalui tahap penggorengan dengan menggunakan minyak Snack diproses melalui tahap penggorengan dengan menggunakan minyak yang berperan sebagai media transfer panas. Kandungan minyak yang terserap yang berperan sebagai media transfer panas. Kandungan minyak yang terserap dan masuk ke dalam adonan akan menjadi faktor yang akan mempengaruhi umur dan masuk ke dalam adonan akan menjadi faktor yang akan mempengaruhi umur simpan dan mutu dari produk. Kualitas dan kebersihan minyak akan menjadi simpan dan mutu dari produk. Kualitas dan kebersihan minyak akan menjadi faktor mutu penting. Minyak dan lemak merupakan komponen penting dalam faktor mutu penting. Minyak dan lemak merupakan komponen penting dalam bahan pangan yang akan menyebabkan adanya ketengengikan sehingga bahan pangan yang akan menyebabkan adanya ketengengikan sehingga
mengalami adanya penurunan mutu. Faktor udara, intensitas cahaya,
mengalami adanya penurunan mutu. Faktor udara, intensitas cahaya, dan aktivitasdan aktivitas enzim menjadi faktor yang menentukan umur simpan biskuit. Proses oksidasi dan enzim menjadi faktor yang menentukan umur simpan biskuit. Proses oksidasi dan bleaching
bleaching akan meningkat ketika penyimpanan tidak tepat.akan meningkat ketika penyimpanan tidak tepat. Off flavor Off flavor jugajuga menjadi hasil lewat mutu dari produk bahan pangan akibat kerusakan menjadi hasil lewat mutu dari produk bahan pangan akibat kerusakan faktor-faktor tersebut (Man dan J
faktor tersebut (Man dan Jones, 2000).ones, 2000).
2.2 Standard Labeling 2.2 Standard Labeling
Banyaknya perdagangan produk bahan pangan saat ini menyebabkan Banyaknya perdagangan produk bahan pangan saat ini menyebabkan dibentuknya peraturan pemerintah republik Indonesia nomor 69 tahun 1999 dibentuknya peraturan pemerintah republik Indonesia nomor 69 tahun 1999 tentang label dan iklan pangan. Pengaturan, pembinaan, dan pengawasan pangan tentang label dan iklan pangan. Pengaturan, pembinaan, dan pengawasan pangan diatur di dalam peraturan tersebut. Perdagangan pangan yang sehat dan diatur di dalam peraturan tersebut. Perdagangan pangan yang sehat dan memberikan informasi yang jelas kepada konsumen diharapkan dari peraturan ini memberikan informasi yang jelas kepada konsumen diharapkan dari peraturan ini seperti kejelasan produk, tanggal produksi,
seperti kejelasan produk, tanggal produksi, tanggal kadarluarsa, batas penggunaantanggal kadarluarsa, batas penggunaan komponen bahan-bahan di dalam produk pangan tersebut diperlukan agar komponen bahan-bahan di dalam produk pangan tersebut diperlukan agar konsumen dapat mengetahui dan tidak salah ketika
konsumen dapat mengetahui dan tidak salah ketika membeli produk. Perdaganganmembeli produk. Perdagangan yang jujur dan bertanggung jawab dilakukan untuk melindungi konsumen yang jujur dan bertanggung jawab dilakukan untuk melindungi konsumen terhadap pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
terhadap pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Label merupakan keterangan yang terdapat pada produk pangan berupa Label merupakan keterangan yang terdapat pada produk pangan berupa gambar, tulisan atau kombinasi keduanya yang memuat informasi mengenai gambar, tulisan atau kombinasi keduanya yang memuat informasi mengenai barang dan keterangan pihak yang memproduksi produk tersebut yang disertakan barang dan keterangan pihak yang memproduksi produk tersebut yang disertakan pada produk, dimasukkan pada kemasan, ditempelkan di bagian kemasan atau pada produk, dimasukkan pada kemasan, ditempelkan di bagian kemasan atau dapat juga sudah menjadi bagian langsung dari kemasan.
dapat juga sudah menjadi bagian langsung dari kemasan.
Informasi mengenai kuantitas, isi hingga kualitas dari produk menjadi Informasi mengenai kuantitas, isi hingga kualitas dari produk menjadi bagian label. Label digunakan agar konsumen dapat lebih paham mengenai bagian label. Label digunakan agar konsumen dapat lebih paham mengenai produk pilihannya tersebut. Pada proses
produk pilihannya tersebut. Pada proses labelinglabeling diharuskan diharuskan terdapatnyaterdapatnya informasi yang lengkap da
informasi yang lengkap dari produk yang akan dibutuhkri produk yang akan dibutuhkan an oleh kondumen ketikaoleh kondumen ketika konsumen akan menentukan pilihan sebelum memilih untuk membeli produk konsumen akan menentukan pilihan sebelum memilih untuk membeli produk tersebut sehingga konsumen tidak akan menjadi pihak yang dirugikan karena tersebut sehingga konsumen tidak akan menjadi pihak yang dirugikan karena kurangnya informasi dari produk tersebut.
kurangnya informasi dari produk tersebut.
Menurut peraturan pemerintah republik Indonesia nomor 69 tahun 1999, Menurut peraturan pemerintah republik Indonesia nomor 69 tahun 1999, produk yang akan dipasarkan harus sesuai dengan syarat yang ditentukan oleh produk yang akan dipasarkan harus sesuai dengan syarat yang ditentukan oleh pemerintah seperti terdapatnya informasi berat bersih, isi bersih atau netto, pemerintah seperti terdapatnya informasi berat bersih, isi bersih atau netto,
komposisi dari produk, tanggal, bulan, dan tahun kadarluarsa, nama barang atau komposisi dari produk, tanggal, bulan, dan tahun kadarluarsa, nama barang atau produk, ukuran, berat atau isi bersih produk, keterangan mengenai halal atau produk, ukuran, berat atau isi bersih produk, keterangan mengenai halal atau tidaknya produk, produk, aturan penggunaan produk, efek samping dari produk tidaknya produk, produk, aturan penggunaan produk, efek samping dari produk hingga pihak dan alamat pihak yang memproduksi produk menjadi ketentuan hingga pihak dan alamat pihak yang memproduksi produk menjadi ketentuan yang harus terdapat dan dimuat pada label produk dengan menggunakan bahasa yang harus terdapat dan dimuat pada label produk dengan menggunakan bahasa yang sesuai dengan tempat pendistribusian. Isi dan penggunaan label yang tepat yang sesuai dengan tempat pendistribusian. Isi dan penggunaan label yang tepat sesuai dengan peraturan pemerintah tersebut akan memudahkan konsumen dalam sesuai dengan peraturan pemerintah tersebut akan memudahkan konsumen dalam menentukan pilihan dan menghindarkan konsumen dari lewat mutu produk, menentukan pilihan dan menghindarkan konsumen dari lewat mutu produk, pemalsuan komposisi isi produk hingga
pemalsuan komposisi isi produk hingga adanya pemanfaatan pada produk.adanya pemanfaatan pada produk. 2.3 Penyimpanan Biskuit
2.3 Penyimpanan Biskuit
Penyimpanan dilakukan untuk dapat mempertahankan mutu dan kualitas Penyimpanan dilakukan untuk dapat mempertahankan mutu dan kualitas produk yang akan disimpan. Untuk dapat mempertahankan mutu dan kualitas produk yang akan disimpan. Untuk dapat mempertahankan mutu dan kualitas produk maka penyimpanan harus dilakukan dengan benar dan seragam sesuai produk maka penyimpanan harus dilakukan dengan benar dan seragam sesuai dengan karakteristik produk tersebut. Penyimpanan yang bahan yang tidak dengan karakteristik produk tersebut. Penyimpanan yang bahan yang tidak seragam dan tidak benar akan merusak produk sehingga menghasilkan mutu dan seragam dan tidak benar akan merusak produk sehingga menghasilkan mutu dan kualitas yang tidak baik (Syarief dan Halid 1993). Biskuit merupakan makanan kualitas yang tidak baik (Syarief dan Halid 1993). Biskuit merupakan makanan yang terbuat dari tepung terigu dengan penambahan bahan makanan lain dengan yang terbuat dari tepung terigu dengan penambahan bahan makanan lain dengan proses pemanasan dan pencetakan (BSN, 1992). Mutu biskuit dapat dinilai proses pemanasan dan pencetakan (BSN, 1992). Mutu biskuit dapat dinilai melalui uji organoleptik seperti berdasarkan warna, aroma, rasa dan tekstur. melalui uji organoleptik seperti berdasarkan warna, aroma, rasa dan tekstur. Penampakan warna biskuit yang baik akan berwarna kuning kecoklatan, aroma Penampakan warna biskuit yang baik akan berwarna kuning kecoklatan, aroma biskuit merupakan aroma yang khas dari
biskuit merupakan aroma yang khas dari lemak dan butter lemak dan butter pada bahan pembuatan,pada bahan pembuatan, tekstur biskuit yang baik dihasilkan dengan tekstur yang renyah, dan rasa pada tekstur biskuit yang baik dihasilkan dengan tekstur yang renyah, dan rasa pada biskuit yang baik akan gurih
biskuit yang baik akan gurih (Kartika, 1988).(Kartika, 1988).
Biskuit harus disimpan menggunakan kemasan yang kedap terhadap Biskuit harus disimpan menggunakan kemasan yang kedap terhadap cahaya, uap air dan oksigen (Man dan Jones, 2000). Kemasan yang digunakan cahaya, uap air dan oksigen (Man dan Jones, 2000). Kemasan yang digunakan pada biskuit ini bertujuan untuk dapat menjaga mutu dan kualitas biskuit selama pada biskuit ini bertujuan untuk dapat menjaga mutu dan kualitas biskuit selama penyimpanan. Biskuit sangat rentan mengalami kerusakan oleh mikroorganisme penyimpanan. Biskuit sangat rentan mengalami kerusakan oleh mikroorganisme sehingga akan mempengaruhi tekstur, ukuran, warna, dan
sehingga akan mempengaruhi tekstur, ukuran, warna, dan flavor flavor (Matz,1992).(Matz,1992). Kondisi penyimpanan menyebabkan zat gizi yang ada di dalamnya menjadi Kondisi penyimpanan menyebabkan zat gizi yang ada di dalamnya menjadi berkurang dan dapat mempengaruhi perkembangan mikroorganisme yang akan berkurang dan dapat mempengaruhi perkembangan mikroorganisme yang akan menyebabka
menyebabkan kerusakan. Suhu n kerusakan. Suhu penyimpanapenyimpanan juga n juga perlu diperhatikan karena dapatperlu diperhatikan karena dapat mempengaruhi aktivitas air. Aktivitas air yang tinggi akan menyebabkan kondisi mempengaruhi aktivitas air. Aktivitas air yang tinggi akan menyebabkan kondisi
menjadi lembab sehingga mempengaruhi kualitas dari produk yang disimpan menjadi lembab sehingga mempengaruhi kualitas dari produk yang disimpan (Syarief dan Halid 1993).
BAB III
BAB III
METODE KERJA
METODE KERJA
3.1 Alat dan Bahan 3.1 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan adalah tabel SNI dan tabel standar nutrisi. Bahan Alat yang digunakan adalah tabel SNI dan tabel standar nutrisi. Bahan yang digunakan adalah biskuit untuk kelompok umur tertentu (toddler keju, yang digunakan adalah biskuit untuk kelompok umur tertentu (toddler keju, farley’s apel, Promina marie biscuit, Promina baby rusk susu, sun susu dan farley’s apel, Promina marie biscuit, Promina baby rusk susu, sun susu dan madu), biskuit untuk kelompok general (biskuat susu danone, roma kelapa, snips madu), biskuit untuk kelompok general (biskuat susu danone, roma kelapa, snips snaps coklat, genji mini pie, choco mania), biskuit dengan health claim (litebite snaps coklat, genji mini pie, choco mania), biskuit dengan health claim (litebite diabetic
diabetic, WRP, , WRP, Murray Sugar Free, Tango Less Sugar,Murray Sugar Free, Tango Less Sugar, Cookies import Cookies import )) 3.2 Prosedur Kerja
3.2 Prosedur Kerja 1. Dilihat dan
1. Dilihat dan dicatat kandungan gizi pada setiap biskuitdicatat kandungan gizi pada setiap biskuit 2. Dihitung berdasarkan standar nutrisi yang ada
BAB IV
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Kandungan Gizi dalam Biskuit 4.1 Kandungan Gizi dalam Biskuit
4.1.1 Kandungan gizi biskuit kelompok umur tertentu 4.1.1 Kandungan gizi biskuit kelompok umur tertentu
Sampel yang digunakan pada pengamatan kali ini adalah biskuit dengan Sampel yang digunakan pada pengamatan kali ini adalah biskuit dengan kelompok umur tertentu yaitu biskuit bayi. Sampel yang digunakan ada lima yaitu kelompok umur tertentu yaitu biskuit bayi. Sampel yang digunakan ada lima yaitu Todd
Todd ler keju, Farley’s apel, Promina Marie Biskuit, Promina Baby Rusk Susu,ler keju, Farley’s apel, Promina Marie Biskuit, Promina Baby Rusk Susu, dan
dan Sun Susu dan Madu.Sun Susu dan Madu. Kandungan gizi kelima produk tersebut dapat dilihatKandungan gizi kelima produk tersebut dapat dilihat pada Tabel 4.1.
pada Tabel 4.1.
Tabel 4.1
Tabel 4.1 Kandungan gKandungan gizi pada biskuizi pada biskuit bayiit bayi ilai
ilai gizi gizi Toddler Toddler kejukeju Farley’s apelFarley’s apel ProminaPromina marie biskuit marie biskuit Promina baby Promina baby rusk susu rusk susu
Sun susu & madu Sun susu & madu
akaran saji
akaran saji 3 keping3 keping
22 g 22 g 2 keping/ pcs 2 keping/ pcs (20 g) (20 g) 4 keping (24 4 keping (24 g) g) 2 keping (21 2 keping (21 g) g) 3 keping (19.29 g) 3 keping (19.29 g) ml sajian per ml sajian per kemasan kemasan 5 5 66 55 6 6 44 ml per sajian: ml per sajian: Energi
Energi total total 100 100 kkal kkal 80 80 kkal kkal 90 90 kkal kkal 80 80 kkalkkal Energi
Energi dari dari lemak lemak 35 35 kkalkkal Lemak
Lemak total total 3.5 3.5 g g == 15,91% 15,91% 2 2 g g = = 10% 10% 2.5 2.5 g g == 10,42% 10,42% 2 2 g g = = 9.52 9.52 1.5 1.5 g g = = 7.78%7.78% Protein Protein 2 2 gg5 5 % % 2 2 gg9 % =9 % = 10% 10% 3 g 3 g14 %14 % = 12,5% = 12,5% 2 g 2 g8 % =8 % = 9,52% 9,52% 1 g 1 g7 % = 5.17%7 % = 5.17% Vitamin Vitamin A A 375 375 IUIU2525 % % 40 40 % % 15 15 % % 20 20 % % 20 20 %% Vitamin Vitamin C C 15 15 mgmg3030 % % 10 10 % % 6 6 %% Vitamin Vitamin D D 75 75 % % 15 15 % % 25 25 % % 60 60 %% Vitamin Vitamin D3 D3 50 50 IUIU2525 % % Vitamin Vitamin E E 1 1 mgmg1515 % % 20 20 % % 15 15 %% Vitamin Vitamin B1 B1 0.07 0.07 mgmg 30 30 % % 25 25 % % 15 15 %%
10 % 10 % Vitamin Vitamin B2 B2 0.13 0.13 mgmg 20 % 20 % 45 45 % % 15 15 % % 15 15 %% iacin iacin 1.1 1.1 mgmg1515 % % 55 55 % % 15 15 % % 10 10 %% Vitamin Vitamin B6 B6 0.07 0.07 mgmg 10 % 10 % 30 30 % % 25 25 % % 20 20 %% Vitamin B12 Vitamin B12 0.130.13gg 15 % 15 % 20 20 % % 65 65 %% Vitamin Vitamin K K 85 85 %% Karbohidrat
Karbohidrat total total 15 15 g g == 68,182% 68,182% 15 15 g g = = 75% 75% 17 17 g g == 70,833% 70,833% 17 g = 17 g = 80,95% 80,95% 16 g = 82,944% 16 g = 82,944% Serat pangan Serat pangan (inulin) (inulin) 44 mg = 44 mg = 0,2% 0,2% Serat
Serat makanan makanan 1 1 g g = = 5% 5% 2 2 g g = = 8,33% 8,33% 1 1 g g = = 4,76% 4,76% 1 1 g g = = 5,18%5,18% Gula Gula 5 5 g g = = 25% 25% 4 4 g g == 16,67% 16,67% 6 g = 6 g = 28,57% 28,57% 5 g = 25,92% 5 g = 25,92% atrium atrium 90 mg =90 mg = 0,41% 0,41% 4 4 mg mg = = 0,02% 0,02% 100 100 mg mg == 0,4175 0,4175 10 mg = 10 mg = 0,047% 0,047% 20 mg = 0,103% 20 mg = 0,103% Asam folat Asam folat 1717gg 1010 % % 80 80 % % 20 20 %% Asam
Asam pantotenat pantotenat 0.37 0.37 mgmg
10 % = 10 % = 1,68x10 1,68x10-3-3%% 25 25 % % 30 30 %% Asam
Asam linoleat linoleat 312 312 mgmg
48 mg 48 mg
270 mg 270 mg
Asam
Asam linolenat linolenat 40 40 mgmg
Kalsium Kalsium 40 mg40 mg3030 % = 0,182% % = 0,182% 25 25 % % 10 10 % % 20 20 % % 25 25 %% esi esi 1.5 1.5 mgmg2020 % = % = 6,18x10 6,18x10-3-3%% 6 6 % % 15 15 % % 25 25 % % 30 30 %% Fosfor Fosfor 70 70 mgmg2020 % = 0,318% % = 0,318% 15 15 % % 20 20 % % 20 20 %% Magnesium Magnesium 14 14 mgmg1515 % = 0,063% % = 0,063% Seng Seng 1.5 1.5 mgmg1515 % = % = 15 15 % % 8 8 % % 15 15 %%
6,81x10 6,81x10-3-3%% DHA DHA 2.2 mg 2.2 mg 2 2 mg mg = = 0,01% 0,01% 3.8 3.8 mg mg 4.2 4.2 mgmg Kolin Kolin 3.2 3.2 mg mg 7.6 7.6 mg mg 7.6 7.6 mgmg Inositol Inositol 2.2 2.2 mg mg 2.9 2.9 mg mg 2.9 2.9 mgmg Yodium Yodium 10 10 %% Frukto-oligosakarida oligosakarida 1 g = 5% 1 g = 5% Prebiotik
Prebiotik fos fos 19.2 19.2 mg mg 0.42 0.42 g g 0.38 0.38 mgmg Lesitin Lesitin 72 72 mg mg 4 4 mgmg Omega Omega 3 3 12 12 mg mg 29 29 mg mg 29 29 mgmg Omega Omega 6 6 31.2 31.2 mg mg 500 500 mgmg iotin iotin 2.5 2.5 mcg mcg 2.5 2.5 mcgmcg Asam linoleat Asam linoleat (omega 6) (omega 6) 565 mg 565 mg
Tabel 4.1 menunjukkan jumlah kandungan-kandungan yang terdapat Tabel 4.1 menunjukkan jumlah kandungan-kandungan yang terdapat didalam kelima produk biskuit bayi. Dapat dilihat bahwa pada kelima produk didalam kelima produk biskuit bayi. Dapat dilihat bahwa pada kelima produk biskuit bayi tersebut ditandai dengan warna kuning yang menunjukkan bahwa biskuit bayi tersebut ditandai dengan warna kuning yang menunjukkan bahwa biskuit bayi tersebut memiliki kandungan lemak yang sedang. Karbohidrat total biskuit bayi tersebut memiliki kandungan lemak yang sedang. Karbohidrat total untuk kelima produk ditandai dengan warna merah dan menunjukkan bahwa untuk kelima produk ditandai dengan warna merah dan menunjukkan bahwa kelima produk biskuit bayi tersebut memiliki karbohidrat total yang tinggi kelima produk biskuit bayi tersebut memiliki karbohidrat total yang tinggi sedangkan untuk kandungan natrium biskuit merek
sedangkan untuk kandungan natrium biskuit merek Toddler keju, Promina MarieToddler keju, Promina Marie Biskuit
Biskuit memiliki kandungan natrium sedang, dan untuk merek memiliki kandungan natrium sedang, dan untuk merek Farley’s Farley’s apel,apel, Promina Baby Rusk Susu
Promina Baby Rusk Susu, dan, dan Sun Susu dan MaduSun Susu dan Madu memiliki kandungan natriummemiliki kandungan natrium yang rendah. Standar mutu gizi biskuit bayi dapat dilihat dalam SNI yang rendah. Standar mutu gizi biskuit bayi dapat dilihat dalam SNI 01-7111.2-2005.
2005.
4.1.2 Kandungan dalam Biskuit
4.1.2 Kandungan dalam Biskuit Health Cla Health Claimim
andungan dalam biskuit yang memiliki
andungan dalam biskuit yang memiliki health claimhealth claim dapat dilihat padadapat dilihat pada Tabel 4.2. Hasil yang didapt kemudian dibandingkan dengan SNI. Produk yang Tabel 4.2. Hasil yang didapt kemudian dibandingkan dengan SNI. Produk yang digunakan adalah biskuit dengan
digunakan adalah biskuit dengan health claim sugar free/ less sugar health claim sugar free/ less sugar dengan limadengan lima merek yang berbeda yaitu
merek yang berbeda yaitu Litebite, WRO, Litebite, WRO, Murray SMurray Sugar Free, ugar Free, Tnago Less Tnago Less Sugar,Sugar, Cookies Import.
Tabel 4.2 Kandungan gizi pada biskuit yang memiliki
Tabel 4.2 Kandungan gizi pada biskuit yang memilikihealth claimhealth claim ilai
ilai gizi gizi LitebiteLitebite (diabetic) (diabetic)
WRP
WRP Murray Murray SugarSugar Free Free Tango Less Tango Less Sugar Sugar Cookies import Cookies import akaran
akaran saji saji 4 4 pcs pcs (20 (20 g) g) 30 30 g g (1(1 sachet) sachet) 28g 28g 16 16 g g 27 27 gg ml sajian per ml sajian per kemasan kemasan 10 10 12 12 6 6 1 1 1010 ml per sajian: ml per sajian: Energi
Energi total total 100 100 kkal kkal 100 100 kkal kkal 464 464 kkal kkal 500 500 kkal kkal 500 500 kkalkkal Energi dari
Energi dari lemak lemak
35
35 kkal kkal 45 45 kkalkkal
Lemak total Lemak total 4 g4 g7 % =7 % = 20% 20% 5 g 5 g8 %8 % = 16.7% = 16.7% 25% 25% 28% 28% 14%14% Protein Protein 1 1 gg3 3 % % 1 1 gg2 2 % % 4% 4% 6.25% 6.25% 3.73.7 Karbohidrat Karbohidrat otal otal 15 g 15 g5 %5 % 11 g11 g44 % = % = 36.67% 36.67% 75% 75% 50% 50% 48%48% Serat pangan Serat pangan (inulin) (inulin) Serat
Serat makanan makanan 6 6 g g 2 2 gg8 8 % % 3.6% 3.6% 0%0% Gula Gula 0 0 g g 0 0 g g 0 0 <4%<4% atrium atrium 35 35 mgmg11 % = 0.175% % = 0.175% 100 mg 100 mg 4 % = 4 % = 0.33% 0.33% 0.36% 0.36% 0.03% 0.03% 0.068%0.068% esi esi 3 3 mgmg1212 % % Seng Seng 15 15 %% DHA DHA 2 2 mgmg Laktitol Laktitol 0.5 0.5 g/ g/ pcspcs sukralosa sukralosa 1 1 mg/ mg/ pcspcs
Biskuit yang memiliki
Biskuit yang memiliki health claimhealth claim memiliki kandungan gizi yang dapatmemiliki kandungan gizi yang dapat dilihat pada Tabel 4.2. Tabel tersebut menunjukkan bahwa dari kelima produk dilihat pada Tabel 4.2. Tabel tersebut menunjukkan bahwa dari kelima produk yang diamati terbukti memiliki kandungan gula yang rendah tetapi memiliki yang diamati terbukti memiliki kandungan gula yang rendah tetapi memiliki kandungan lemak yang cukup tinggi. Ketika dibandingkan dengan SNI tidak kandungan lemak yang cukup tinggi. Ketika dibandingkan dengan SNI tidak semua kandungan gizi yang tercantum pada label kelima biskuit tersebut masuk semua kandungan gizi yang tercantum pada label kelima biskuit tersebut masuk kedalam standar mutu yang sudah ditetapkan oleh SNI. Produk yang diklaim kedalam standar mutu yang sudah ditetapkan oleh SNI. Produk yang diklaim
sebagai produk yang rendah lemak belum tentu memiliki standar mutu yang sebagai produk yang rendah lemak belum tentu memiliki standar mutu yang sesuai dengan SNI meskipun kandungan lemak yang tertera pada label memang sesuai dengan SNI meskipun kandungan lemak yang tertera pada label memang menunjukkan angka yang rendah. Kandungan gizi yang dapat dibandingkan menunjukkan angka yang rendah. Kandungan gizi yang dapat dibandingkan dengan SNI adalah energy total, lemak total, protein, dan karbohidrat. Tidak dengan SNI adalah energy total, lemak total, protein, dan karbohidrat. Tidak terdapat spesifikasi khusus untuk kandungan gula dalam SNI sehingga tidak ada terdapat spesifikasi khusus untuk kandungan gula dalam SNI sehingga tidak ada acuan khusus apakah produk tersebut termasuk kedalam standar mutu yeng telah acuan khusus apakah produk tersebut termasuk kedalam standar mutu yeng telah ditetapkan oleh SNI atau
ditetapkan oleh SNI atau tidak, Produk yang dijual dipasaran sudah cukup banyak tidak, Produk yang dijual dipasaran sudah cukup banyak yang mengklaim bahwa produk tersebut rendah lemak atau rendah gula namun yang mengklaim bahwa produk tersebut rendah lemak atau rendah gula namun dalam SNI belum terdapat standar mutu sampai batas mana kandungan gula yang dalam SNI belum terdapat standar mutu sampai batas mana kandungan gula yang boleh dipakai untuk suatu produk yang dibuat rendah gula.
boleh dipakai untuk suatu produk yang dibuat rendah gula. 4.1.3 Kandungan Gizi pada biskuit
4.1.3 Kandungan Gizi pada biskuit generalgeneral
Produk biskuit lain yang diamati adalah biskuit yang tergolong general atau Produk biskuit lain yang diamati adalah biskuit yang tergolong general atau tidak diklaim
tidak diklaim sugar freesugar free atau khusus untuk balita. Biskuit atau khusus untuk balita. Biskuit general yang digunakangeneral yang digunakan adalah biskuit dengan merek
adalah biskuit dengan merek Biskuat Biskuat susu susu danone, danone, Roma Roma kelapa, kelapa, Snips Snips Snaps,Snaps, Genji mini pie,
Genji mini pie, dandan Choco Mania.Choco Mania.
Tabel 4.3 Kandungan Gizi pada
Tabel 4.3 Kandungan Gizi pada Biskuit GeneralBiskuit General Nilai
Nilai gizi gizi Biskuat Biskuat susususu Danone Danone
Roma
Roma Kelapa Kelapa Snips Snips SnapsSnaps (coklat) (coklat)
Genji
Genji mini mini pie pie Choco Choco maniamania
Takaran
Takaran saji saji 7 7 kepingkeping (28 g) (28 g)
6
6 keping keping (33 (33 g) g) 3 3 keping keping (38 (38 g) g) 25 25 g g 4 4 keping keping (21(21 g) g) Jml sajian per Jml sajian per kemasan kemasan 1.2 1.2 10 10 3 3 2 2 44 Jml per sajian: Jml per sajian: Energi
Energi total total 130 130 kkal kkal 157 157 kkal kkal 190 kkal 190 kkal 140 140 kkal kkal 100 100 kkalkkal Energi dari
Energi dari lemak lemak
40
40 kkal kkal 45 45 kkal kkal 80 80 kkal kkal 80 80 kkal kkal 40 40 kkalkkal
Lemak
Lemak total total 5 5 gg 9 % =9 % = 17.85% 17.85% 6 g 6 g11 %=11 %= 18.18% 18.18% 8 g 8 g15 % =15 % = 21.05% 21.05% 9 g 9 g15 % =15 % = 36% 36% 4.5 g 4.5 g8 % =8 % = 21.42% 21.42% Lemak
Lemak jenuh jenuh 4.5 4.5 gg23 % =23 % = 11.84% 11.84% 2.5 g 2.5 g12 %12 % = 11.9% = 11.9% Lemak
Lemak trans trans 0 0 gg
Kolesterol Kolesterol 10 10 gg3 3 % % 4 4 mgmg1 %1 % Protein Protein 2 2 gg 4 4 % % 2 g2 g4 4 % % 2 2 gg4 4 % % 2 2 gg 3 3 % % 1 1 gg2 %2 % Vitamin Vitamin D D 25 25 %% Vitamin Vitamin E E 1.1 1.1 mgmg11 %11 %
Vitamin Vitamin B1 B1 25 25 % % 0.05 0.05 mgmg4 %4 % Vitamin Vitamin B2 B2 25 25 % % 0.08 0.08 mgmg6 %6 % Vitamin Vitamin B5 B5 20 20 %% Vitamin Vitamin B6 B6 20 20 %% Vitamin Vitamin B12 B12 20 20 %% Karbohidrat Karbohidrat total total 19 g 19 g6 %6 % = 67.85% = 67.85% 24 g 24 g7 % =7 % = 72.72% 72.72% 27 g 27 g8 8 % % 13 13 gg4 4 % % 14 14 gg4 %4 % Serat
Serat makanan makanan 2 2 gg7 7 % % 1 1 gg 4 4 % % 1 1 gg3 %3 % Gula Gula 14 14 g g = = 36.84% 36.84% 3 3 g g = = 12% 12% 8 8 g g = = 38%38% Natrium Natrium 80 80 mgmg33 % = 0.28% % = 0.28% 112 mg 112 mg5 %5 % = 0.33% = 0.33% 80 g 80 g3 % =3 % = 0.21% 0.21% 100 mg 100 mg44 % = 0.40% % = 0.40% 105 mg 105 mg44 % = 0.5% % = 0.5% Asam
Asam folat folat 42.9 42.9 mcgmcg1111 % % Kalsium Kalsium 20 20 % % 7.9 7.9 mgmg1 %1 % Besi Besi 0.69 mg0.69 mg2%2% Seng Seng 0.92 0.92 mgmg9 %9 %
Tabel 4.3 menunjukkan kandungan gizi pada biskuit general dan Tabel 4.3 menunjukkan kandungan gizi pada biskuit general dan dibandingkan dengan SNI. Dilihat dari tabel kandungan gizi pada biskuit merek dibandingkan dengan SNI. Dilihat dari tabel kandungan gizi pada biskuit merek Biskuat
Biskuat susususu danone dan Roma kelapadanone dan Roma kelapa memiliki jumlah karbohidrat yang tinggi,memiliki jumlah karbohidrat yang tinggi, sedangkan untuk biskuit merek
sedangkan untuk biskuit merek Snips SnapsSnips Snaps dandan Choco ManiaChoco Mania memilikimemiliki kandungan gula yang tinggi. Didalam SNI kandungan gizi yang dapat kandungan gula yang tinggi. Didalam SNI kandungan gizi yang dapat dibandingkan hanya energy total, lemak total, protein, dan karbohidrat. Dari dibandingkan hanya energy total, lemak total, protein, dan karbohidrat. Dari keempat parameter yang dibandingkan tidak semua masuk kedalam standar mutu keempat parameter yang dibandingkan tidak semua masuk kedalam standar mutu yang ditetapkan oleh SNI.
yang ditetapkan oleh SNI. 4.2 Takaran Saji
4.2 Takaran Saji
Dari hasil pengamatan yang dilakukan kepada beberapa orang mengenai Dari hasil pengamatan yang dilakukan kepada beberapa orang mengenai takaran saji makanan kemasan yang dimakan, dengan takaran saji yang tertera takaran saji makanan kemasan yang dimakan, dengan takaran saji yang tertera pada kemasan, didapatkan tiga jenis hasil, yang pertama adalah konsumen yang pada kemasan, didapatkan tiga jenis hasil, yang pertama adalah konsumen yang mengkonsumsi lebih dari yang dituliskan pada takaran saji, konsumen yang mengkonsumsi lebih dari yang dituliskan pada takaran saji, konsumen yang mengkonsums
mengkonsumsi tepat i tepat sesuai dengan label takaran saji, sesuai dengan label takaran saji, dan dengan konsumen yangdan dengan konsumen yang memakan lebih sedikit dari takaran saji.
memakan lebih sedikit dari takaran saji.
Konsumen yang mengkonsumsi makanan melebihi takaran saji pada label Konsumen yang mengkonsumsi makanan melebihi takaran saji pada label takaran saji kemasan cukup banyak pada saat pengamatan. Pada umumnya, takaran saji kemasan cukup banyak pada saat pengamatan. Pada umumnya,
masyarakat di negara maju seperti Amerika sudah jauh lebih
masyarakat di negara maju seperti Amerika sudah jauh lebih familiar familiar dengandengan takran saji pada label kemasan, dan masyarakat di negara berkembang seperti takran saji pada label kemasan, dan masyarakat di negara berkembang seperti Indonesia masih belum
Indonesia masih belum familiar familiar dengan takaran saji pada label kemasan, namundengan takaran saji pada label kemasan, namun pada dua kelompok negara masih banyak ditemukan konsumen yang pada dua kelompok negara masih banyak ditemukan konsumen yang mengkonsumsi lebih banyak daripada yang tertera pada label kemasan. Hal ini mengkonsumsi lebih banyak daripada yang tertera pada label kemasan. Hal ini cukup membahayakan bagi konsumen karena mengkonsumsi melebihi takaran cukup membahayakan bagi konsumen karena mengkonsumsi melebihi takaran saji dapat menyebabkan gizi berlebih. Contoh penyakit yang ditimbulkan dari saji dapat menyebabkan gizi berlebih. Contoh penyakit yang ditimbulkan dari konsumsi biscuit adalah kanker rahim (Doni, 2012), resiko penyakit jantung konsumsi biscuit adalah kanker rahim (Doni, 2012), resiko penyakit jantung (McAllister, 2011), dan stroke (McAllister, 2011). Contoh lain dari masalah yang (McAllister, 2011), dan stroke (McAllister, 2011). Contoh lain dari masalah yang ditimbulkan adalah tingginya akan angka Glikemik Indeks (GI) pada konsumen ditimbulkan adalah tingginya akan angka Glikemik Indeks (GI) pada konsumen jenis
jenis ini. ini. TIngginya TIngginya nilai nilai GI GI dapat dapat menyebabkamenyebabkan n penyakit penyakit diabetes, diabetes, kanker,kanker, kegemukan, penyakit kandung empedu, dan penyakit jantung (Higdon, 2005). kegemukan, penyakit kandung empedu, dan penyakit jantung (Higdon, 2005).
Hanya sedikit konsumen yang mengkonsumsi makanan kemasan sesuai Hanya sedikit konsumen yang mengkonsumsi makanan kemasan sesuai yang tertera pada tabel. Banyak konsumen tidak memperhatikan label kemasan yang tertera pada tabel. Banyak konsumen tidak memperhatikan label kemasan mengenai takaran saji. Hal ini dapat disebabkan oleh banyak faktor seperti mengenai takaran saji. Hal ini dapat disebabkan oleh banyak faktor seperti pembacaan label kemasan yang sulit, konsumen kurang mengerti dalam membaca pembacaan label kemasan yang sulit, konsumen kurang mengerti dalam membaca tabel, dan konsumen tidak mengerti akan makna dari label tersebut. Pada negara tabel, dan konsumen tidak mengerti akan makna dari label tersebut. Pada negara maju, hal yang berkenaan dengan label kemasan cukup
maju, hal yang berkenaan dengan label kemasan cukup familiar familiar bagi konsumen,bagi konsumen, sedangkan pada negara berkembang, hal-hal seperti label kemasan tidak sedangkan pada negara berkembang, hal-hal seperti label kemasan tidak diacuhkan oleh konsumen yang dapat diakrenakan kurangnya pendidikan atau diacuhkan oleh konsumen yang dapat diakrenakan kurangnya pendidikan atau wawasan tentang hal tersebut di masyarakat luas.
wawasan tentang hal tersebut di masyarakat luas. Konsumen yang mengkonsumsi lebih sedikit
Konsumen yang mengkonsumsi lebih sedikit dibandingakdibandingakn pada n pada takaran sajitakaran saji kemasan berjumlah sangat sedikit. Konsumen jenis ini pada umumnya kemasan berjumlah sangat sedikit. Konsumen jenis ini pada umumnya mengkonsumsi hal secara subjektif sehingga makanan yang kurang disukai, tidak mengkonsumsi hal secara subjektif sehingga makanan yang kurang disukai, tidak dikonsumsi dalam jumlah banyak.
BAB V
BAB V
KESIMPULAN
KESIMPULAN
Tidak semua kandungan gizi yang terdapat dalam biskuit baik biskuit yang Tidak semua kandungan gizi yang terdapat dalam biskuit baik biskuit yang memiliki kategori umur, biskuit dengan
memiliki kategori umur, biskuit dengan health claim,health claim, dan biskuit generaldan biskuit general termasuk didalam standar mutu yang ditetapkan oleh SNI. Kadar air pada mie termasuk didalam standar mutu yang ditetapkan oleh SNI. Kadar air pada mie memiliki kualitas yang out of control dilihat dari control chart sedangkan melalui memiliki kualitas yang out of control dilihat dari control chart sedangkan melalui diagram ishikawa dapat dilihat bahwa kemungkinan kualitas kadar air
diagram ishikawa dapat dilihat bahwa kemungkinan kualitas kadar air yang out of yang out of control ini dapat disebabkan oleh bahan baku dan
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR PUSTAKA
Badan Standarisasi Nasional.
Badan Standarisasi Nasional. SNI 01-2973-1992 MUTU DAN CARA UJI SNI 01-2973-1992 MUTU DAN CARA UJI BISKUIT
BISKUIT . Jakarta: BSN, 1992.. Jakarta: BSN, 1992.
Doni. 2012. “Biskuit Pilihan Tepat Puasa,”
Doni. 2012. “Biskuit Pilihan Tepat Puasa,” Google Online.Google Online.Home-page Online.Home-page Online. Available from
Available from http://www.livestrong.com/article/544043-nutritional- http://www.livestrong.com/article/544043-nutritional-information-on-ham-egg-and-cheese-biscuit/
information-on-ham-egg-and-cheese-biscuit/ ;; Internet; Accessed 26 AprilInternet; Accessed 26 April 2012.
2012. Higdon, Jane. 2
Higdon, Jane. 2005. “Glycemic Index dan Glycemic load,”005. “Glycemic Index dan Glycemic load,” Google Online.Google Online. Home-page Online. Available from
Home-page Online. Available from http://lpi.oregonstate.e
http://lpi.oregonstate.edu/infocenter/foods/grainsdu/infocenter/foods/grains/gigl.html; /gigl.html; Internet;Internet; Accessed 26 April 2012.
Accessed 26 April 2012.
Kartika, Bambang. 1988. Pedoman Uji Inderawi Bahan Pangan. Yogyakarta : Kartika, Bambang. 1988. Pedoman Uji Inderawi Bahan Pangan. Yogyakarta : UGM.
UGM.
Kramer, A. dan Twigg, B. A. 1973.
Kramer, A. dan Twigg, B. A. 1973. Quality Control For The Food Industry, Vol.Quality Control For The Food Industry, Vol. 11 3 edition
11 3 edition. USA: St. Paul Minnesota.. USA: St. Paul Minnesota. Man, Dominic dan Jones, Adrian.
Man, Dominic dan Jones, Adrian. Shelf-Life Evaluation of FoodsShelf-Life Evaluation of Foods, , 22ndnd edition.edition. Gaithersburg: Aspen Publisher, Inc., 2000.
Gaithersburg: Aspen Publisher, Inc., 2000. Matz, S. A. 1992.
Matz, S. A. 1992. Snack Food Technology 3Snack Food Technology 3rd rd ed. Texas : Pan-Tech International,ed. Texas : Pan-Tech International, Inc.
Inc.
McAllister, Caleb. 2011. “Nutritional Information on Ham, Egg and cheese McAllister, Caleb. 2011. “Nutritional Information on Ham, Egg and cheese
biscuit.”
biscuit.” Google online.Google online. Home page on-line. Available fromHome page on-line. Available from
http://www.livestrong.com/article/544043-nutritional-information-on-ham-egg-and-cheese-biscuit/
egg-and-cheese-biscuit/ ;; Internet; Accessed 26 April 2012.Internet; Accessed 26 April 2012.
Republik Indonesia, Peraturan Pemerintah No. 69 Tahun 1999 tentang Label dan Republik Indonesia, Peraturan Pemerintah No. 69 Tahun 1999 tentang Label dan
Iklan Pangan, Pasal 10. Iklan Pangan, Pasal 10.
Syarief, Rizal dan Halid, hariyadi. 1993. Teknologi Penyimpanan Pangan. Syarief, Rizal dan Halid, hariyadi. 1993. Teknologi Penyimpanan Pangan.
Jakarta: Penerbit ARCAN. Jakarta: Penerbit ARCAN.
Winarno, F.G. 2002. Kimia Pangan dan Gizi.