1 KAREL
KARELALBERTH RALAHALUALBERTH RALAHALU GUBERNUR MALUKU GUBERNUR MALUKU
2
Terwujudnya tata kehidupan masyarakat Maluku yang rukun, aman, damai, sejahtera, mandiri, berkualitas, maju dan religius, yang dijiwai semangat SIWALIMA melalui pembangunan yang berbasis kelestarian lingkungan ekosistem kepulauan, dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
WAKIL GUBERNUR MALUKU Drs. MUHAMMAD A. LATUCONSINA GUBERNUR MALUKU
KAR EL ALBER T RALAHALU
3
1. Memulihkan kondisi daerah pasca pertikaian dalam berbagai aspek.
2. Mewujudkan performance Kelembagaan Pemerintah Daerah. 3. Mengembangkan wawasan kebangsaan dalam rangka
pemantapan stabilitas sosial politik.
4. Melakukan revitalisasi nilai-nilai budaya daerah. 5. Mendorong penegakan hukum dan HAM.
6. Memperbaiki kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. 7. Mengembangkan kualitas manusia Maluku.
1. Memulihkan kondisi daerah pasca pertikaian dalam berbagai aspek.
2. Mewujudkan performance Kelembagaan Pemerintah Daerah. 3. Mengembangkan wawasan kebangsaan dalam rangka
pemantapan stabilitas sosial politik.
4. Melakukan revitalisasi nilai-nilai budaya daerah. 5. Mendorong penegakan hukum dan HAM.
6. Memperbaiki kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. 7. Mengembangkan kualitas manusia Maluku.
4
Stabilitas sosial dan keamanan
Pemberdayaan masyarakat
Penyiapan berbagai infrastruktur
Stabilitas sosial dan keamanan
Pemberdayaan masyarakat
Penyiapan berbagai infrastruktur
(2 TAHUN TAHAP PERTAMA 2003/2004 – 2005)
TAHAP PEMULIHAN DAN STABILISASI
(2 TAHUN TAHAP PERTAMA 2003/2004 – 2005)
TAHAP PEMULIHAN DAN STABILISASI
(3 TAHUN TAHAP KEDUA 2006 - 2008)
TAHAP PENCIPTAAN DAYA SAING BERKELANJUTAN
(3 TAHUN TAHAP KEDUA 2006 - 2008)
TAHAP PENCIPTAAN DAYA SAING BERKELANJUTAN
Pertumbuhan ekonomi dan pemerataan
Pemberdayaan masyarakat
Stabilitas sosial dan keamanan
Pertumbuhan ekonomi dan pemerataan
Pemberdayaan masyarakat
Stabilitas sosial dan keamanan
PETA
PROVINSI MALUKUPemekaran Kabupaten No. 40/2003 - Kab. Seram Bagain Barat - Kab. Seram Bagian Timur - Kab. Kep. Aru PEMEKARAN PROVINSI MALUKU
DAN MALUKU UTARA (UU. 46 TAHUN 1999) Batas Provinsi Batas Kabupaten Ibukota Provinsi Ibukota Kabupaten TUAL E lat Kep. Ka i K ep . T ayan d u Peta
PetaW ilayahW ilayahProvinsiProvinsiMalukuMaluku
UU RI No. 46 UU RI No. 46 ThnThn. 1999. 1999 90 % 92,4% 7,6 % 632 Pulau Luas = 712.479,69 km2
LUAS : 712.479,69 km2
daratan
: 54.185 km2 ( 7,6 % )
lautan
: 658.294 km2 (92,4 %)
: 632 pulau
7 119 119 3 3 KEPULAUAN ARU KEPULAUAN ARU 8 8 56 56 4 4
SERAM BAGIAN TIMUR
SERAM BAGIAN TIMUR
7 7 873 873 57 57 MALUKU MALUKU 87 87 4 4
SERAM BAGIAN BARAT
SERAM BAGIAN BARAT
6 6 94 94 10 10 B U R U B U R U 5 5 188 188 17 17
MALUKU TENGGARA BARAT
MALUKU TENGGARA BARAT
4 4 50 50 3 3 AMBON AMBON 3 3 114 114 5 5 MALUKU TENGGARA MALUKU TENGGARA 2 2 165 165 11 11 MALUKU TENGAH MALUKU TENGAH 1 1 DESA/KEL DESA/KEL KECAMATAN KECAMATAN KABUPATEN/KOTA KABUPATEN/KOTA NO NO 8 Provinsi Maluku sebagai salah satu Provinsi Kepulauan, dalam pelaksanaan pembangunan selalu memperhatikan keseimbangan dan kesatuan wilayah pembangunan ekonomi, sosial budaya, lingkungan hidup, politik dan pemerintahan untuk terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan.
Reorientasi pendekatan pembangunan dari pendekatan sektoral ke pendekatan kewilayahan, telah menempatkan Tata Ruang Wilayah pada posisi yang sangat strategis dalam seluruh aspek perencanaan pembangunan daerah. Konsep Gugus Pulau dan Kawasan Laut Pulau yang dicetuskan jauh sebelum pemberlakukan otonomisasi akan tetap dikembangkan. Dalam rangka membuka akses pasar yang lebih luas kepada masyarakat, juga akan dikembangkan pula pintu-pintu keluar (Multigate System) di beberapa wilayah.
9
TATA RUANG WILAYAH
I. GUGUS PULAU1. Gugus Pulau I meliputi :
Pulau Buru, Seram, Ambon, Haruku, Saparua, Geser, Gorom, Manowoko, Banda, Teon, Nila & Serua. 2. Gusus Pulau II meliputi : Kep. Kei dan Kasui 3. Gugus Pulau III meliputi : Kepulauan Aru 4. Gusus Pulau IV meliputi : Kepulauan Tanimbar
(P.Yamdena, Larat,Waliaru,Selaru,Selu,Sera & Molu) 5. Gugus Pulau V meliputi : Kep. Babar dan P. Sermata 6. Gusus Pulau VI meliputi : P.Damar,Romang,Leti,Moa,
Lakor,Kisar dan Wetar.
II. . KAWASAN LAUT PULAU 1. Kawasan Laut Pulau Seram. 2. Kawasan Laut Pulau Arafuru 3. Kawasan Laut Pulau Laut Banda
1. KOTA AMBON. 2. ILWAKI (P.Wetar) 3. SAUMLAKI (P. Yamdena) 4. WAHAI ( (P. Seram)
III. . MULTIGATE SYSTEM
VI. KAWASAN ANDALAN
1. Kawasan Strategis meliputi : Kawasan Seram, Buru dan Kota Ambon, Masohi, Kairatu dan Namlea
2. Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPE T) meliputi :
Kawasan P .Seram dan sekitarnya.
3. Kawasan Sentra Produksi (KSP) meliputi : P.Seram, P.Buru, P. Ambon, Kei Kecil/Besar, P. Yamdenadan Leti Moa Lakor. 4. Kawasan Tertinggal meliputi :Seram Timur, Buru Utara Barat PP.Babar, Leti Moa Lakor, PP. Terselatan dan PP. Aru. 5. Kawasan Perbatasan Kab. Maluku Tenggara Barat
V. POLA PENGEMBANGAN
1. Pembukaan Pintiu-pintu Keluar lebih banyak 2. Peningkatan pertumbuhan padapusat-pusat pertumbuhan 3. Pengembangan Sistim Interaksi dai Pintu-pintu Keluar. 4. Pemanfaatan SDA mernilai tinggi dengan orientasi ekspor
5. Pengembangan Wilayah Perbatasan dan KSP.
PEMERINTAH PROVINSI
MALUKU
10Gugus Pulau II Meliputi : Kep. Kai dan
Kasui
Gugus Pulau III Meliputi : Kepulauan Aru Gugus Pulau IV Meliputi : P.Yamdena, Larat, Waliaru, Selaru, Sera, dan Molu Gugus Pulau V Meliputi : Kepulaun Babar dan P. Sermata Gugus Pulau VI Meliputi : P. Damar, Romang,
Leti, Moa, Lakor, Kisar dan Wetar
Gugus Pulau I Meliputi : P. Buru, Seram, Ambon, Haruku, Saparua, Geser, Manowoko, Banda Teon, Nila dan Serua
6HQVXV
PENDUDUK
TAHUN 2000
JUMLAH PENDUDUK = 1.200.067
Jiwa
Laki-Laki
= 603.587 Jiwa
Perempuan
=
596.480
Jiwa
Pertumbuhan = 2,41 %
JUMLAH PENDUDUK = 1.288.813 JIWA
PENDUDUK TAHUN 2003
Laju Pertumbuhan
= 0,37 %
13 622,946 618,068 615,000 616,000 617,000 618,000 619,000 620,000 621,000 622,000 623,000
Laki -laki Perempuan
JUMLAH JIWA
(hasil pendataan keluarga 2003) JUMLAH KK : 277. 094 JUMLAH KK : 277. 094
HASIL PENDATAAN KELUARGA TAHUN 2003
HASIL PENDATAAN KELUARGA TAHUN 2003
14 -100,000 200,000 300,000 400,000
KELOMPOK UMUR HASIL PENDATAAN KELUARGA 2003
Series1 188,225 67,862 309,395 306,395 68,141 0 - 4 5 - 6 7 - 15 16 - 21 60 tahun
15
menggalang komitmen dalam rangka pembentukan kelembagaan KB di tingkat kab./kota.
1. meningkatkan dan memantapkan kmitmen politis & operasional utk mendukung pelaksanaan program
2. meningkatkan koordinasi dan kemitraan lintas sektor terkait 3. meningkatkan dan mengembangkan sistim Komunikasi informasi
edukasi (KIE) & advkasi melalui berbagai jalur.
4. Pengentasan kemiskinan secara terpadu melalui komite penanggulangan Provinsi Maluku
5. menertibkan kartu sehat untuk keuarga miskin (GAKIN) sesuai hasil pendataan keluarga
6. menyediakan data dan informasi keluarga berbasis data mikro 7. Meningkatkan kualitas SDM pengelola program KB
16
1. membentuk POKJA pembina wilayah pengentasan kemiskinan secara berjenjang
2. membagi target pengentasan kemiskinan per tahun 20 % dari keluarga miskin
3. perlu pelayanan kepada keluarga pra sejahtera dan keluarga sejahtera I
4. melibatkan kelompok masyarakat utk mengentaskan kemiskinan secara mandiri
5. membentuk assosiasi kelompok UPPKS (AKU) di tingkat provinsi & kab/kota
6. mengadakan kerjasama dengan ketua lembaga umat
beragama dlm pembinaan tribina
7. mengembangkan KB parawisata melalui kerjasama dengan
Pemda Bali
8. memberikan perhatian khusu pada daerah terpencil
9. menggarap remaja melalui sekolah sekolah dalam
meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja (RR)
10. memberikan penghargaan kepada desa – desa yg jumlah
peserta KB pria mencapai 25 % Sambutan Gubernur Maluku
19 -5,000 10,000 15,000 UPPKS DI MALUKU 2004 anggota 4,532 11,110
UPPKS berusaha UPPKS tdk berusaha
JUMLAH KELOMPOK ; 877
20
KELOMPOK BINA KELUARGA
(
TRIBINA
)
Tahun 2004 617 434 429 BKB BKR BKL Keterangan : BKB : bina keluarga balita BKR : bina keluarga remaja BKL : bina keluarga lansia
21 KEGIATAN BINA KELUARGA BALITA (BKB)
22 KEGIATAN BINA KELUARGA LANSIA (BKL)
-20,000 40,000 60,000 80,000 100 ,00 0 120 ,00 0 K K 1 0 4 ,9 6 7 8 9 ,4 0 4 5 3 ,4 6 5 1 9 ,1 9 7 1 0 ,6 6 1 K e lua rg a P ra S e ja hte r K e lua rg a S e ja hte r a I K e lua rg a S e ja hte r a II K e lua rg a S e ja hte r a III K e lua rg a S e ja hte r a III p lus
HASIL PENDATAAN KELUARGA TAHUN 2003
P E R S E N T AS I T AH AP AN K E L U AR GA S E JAH T E R A (d alam % ) 3.84 37.80 32.20 19.25 6.91 Ke lu arga Pra Se ja hte ra Ke lu arga Se ja hte ra I Ke lu arga Se ja hte ra II Ke lu arga Se ja hte ra III Ke lu arga Se ja hte ra III plus
25 79,622 25,345 51,580 37,824 -50,000 100,000 P ra S K .S I
KELU AR GA PRA SEJAHTERA &
SEJAHTERA I Tahun 2003
Ala sa n Ekonom i Buka n Ala sa n Ekonom i
Keluarga miskin adalah keluarga Pra Sejahtera dan Sejahtera I alasan Ekonomi = 131,202 KK (47,25 %)
26
2. KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA (KRR)
PRESENTASI PUS MUDA ( < 20 THN )
2. KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA (KRR)
PRESENTASI PUS MUDA ( < 20 THN )
5.60%
5.80%
6.00%
6.20%
6.40%
6.60%
KKR
KKR 6.50%
6.10%
5.97%
2001
2002
2003
27 0.000 5.000 10.000 TFR 6.888 6.155 4.593 3.388 1970 1980 1990 20003.
3.
KELUARGA BERENCANA
KELUARGA BERENCANA
• Peserta KB baru tahun 2004 : 21.808 (106%) dari PPM : 20.400 PESERTA. • Peserta KB Aktif tahun 2004 : 122.838(107,9%)
dari PPM : 113.800 PESERTA • Tingkat prevelensi : 65,9 % dari PUS: 186.779
TFR : angka kelahiran total
TFR : angka kelahiran total
28 PELAYANAN KELUARGA BERENCANA
K B M AND IRI 2002 29% 2003 33% 2004 38%
4. PENGUATAN KELEMBAGAAN DAN
JARINGAN KB
0 1000 2000 3000 4000 5000INSTITUSI MASYARAKAT PEDESAAN (IMP)
JUMLAH 842 2257 4750
31 S EBELUM
OTONOM I S ES UDAHOTONOM I O R A NG 0 50 100 150 200 250 300
PETU GAS LAPAN GAN K B
O R A N G 278 216 SEB ELU M SESU D A H
Rasio rata – rata 1 petugas lapangan KB membina 4 – 5 desa
32 Kelembagaan KB kab/kota terdiri dari : 1. DINAS, 5 BADAN, 2 KANTOR
KANTOR KEPENDUDUKAN DAN CAPIL ( SK) BADAN KEPENDUDUKAN, KB DAN CAPIL ( SK ) KANTOR KEPENDUDUKAN DAN CAPIL ( SK ) BKKBN ( RANPERDA )
DINAS KEPENDUDUKAN DAN KB ( PERDA ) BADAN KEPENDUDIKAN DAN KELUARGA SEJAHTERA (PERDA)
BADAN KEPENDUDUKAN DAN KB DAERAH (PERDA) BADAN KEPENDUDUKAN KB DAN CAPIL ( PERDA )
: KAB KEP ARU 8 : KAB SBT 7 : KAB SBB 6 KOTA AMBON 5 : KAB BURU 4 : KAB M T B 3 : KAB MALRA 2 : KAB MALTENG 1 33
1. perhatian pemerintah dlm penyiapan dana dan prasarana 2. koordinasi yg harmonis antara BKKBN dan instansi terkait 3. kesadaran pemda kab/kota ttg kesinambungan ptogram KB 4. dukungan lembaga keagamaan utk kegiatan program KB di
Maluku
5. tingginya kesadaran masayarakat ttg program KB bagi keluarga
6. komitmen dan kerjasama dengan institusi TNI, POLRI, PKK dan instansi terkait utk pelayanan KB
A. FAKTOR PENDUKUNG
34
Rangkaian kegiatan TNI
manunggal KB Kesehatan (TMKK)
35
1) kondisi geografis wilayah kepulauan
2) masih ada kab/kota melembagakan program KB sebagai Kantor sehingga tdk mempunyai unit pelaksana di tgk. Kecamatan 3) sarana dan prasarana klinik KB sangat terbatas 4) animo peserta KB hormonal (IMPLANT) sangat tinggi 5) jumlah keluarga miskin di Maluku masih tinggi (47,38 %) 6) kurangnya tenaga lapangan KB
7) tingkat pendidikan masyarakat terutama di pedesaan rendah 8) belum semua PUSKESMAS memiliki tenaga dokter
FAKTOR PENGHAMBAT
36 A. DUKUNGAN KEBIJAKAN
menghimbau, mendorong, dan menfasilitasi pemerintah kabupaten/kota dalam pembentukan kelembagaan pengelola KB pasca penyerahan P3D B. DUKUNGAN DANA
menyiapkan dana melalui APBD provinsi maupun sumber lainnya baik utk BKKBN Provinsi maupun ex BKKBN kabupaten/kota se- Maluku.
dana yang dialokasikan utk BKKBN Provinsi Maluku : 2003 : dana operasional : Rp.
500.000.000,-harganas : Rp. 79.000.000,-2004 : dana operasional : Rp 496.000.000,-harganas : Rp. 100.000.000,-usulan 2005 : dana operasional : Rp. 500.000.000,-harganas : Rp. 200.000.000,-C. rencana bantuan utk rehab kantor, gudang dan Balai LITBANG
D. Pembuatan pusat informasi dan pelayanan KB Pria dan pusat konsultasi reproduksi reproduksi remaja (KKR) : Rp. 1.300.000.000
A. DUKUNGAN KEBIJAKAN
menghimbau, mendorong, dan menfasilitasi pemerintah kabupaten/kota dalam pembentukan kelembagaan pengelola KB pasca penyerahan P3D B. DUKUNGAN DANA
menyiapkan dana melalui APBD provinsi maupun sumber lainnya baik utk BKKBN Provinsi maupun ex BKKBN kabupaten/kota se- Maluku.
dana yang dialokasikan utk BKKBN Provinsi Maluku : 2003 : dana operasional : Rp.
500.000.000,-harganas : Rp. 79.000.000,-2004 : dana operasional : Rp 496.000.000,-harganas : Rp. 100.000.000,-usulan 2005 : dana operasional : Rp. 500.000.000,-harganas : Rp. 200.000.000,-C. rencana bantuan utk rehab kantor, gudang dan Balai LITBANG
D. Pembuatan pusat informasi dan pelayanan KB Pria dan pusat konsultasi reproduksi reproduksi remaja (KKR) : Rp. 1.300.000.000
37 RANGKAIAN KEGIATAN HARI KELUARGA NASIONAL (HARGANAS)
TAHUN 2004
38
V.
V.
PENGALAMAN
PENGALAMAN
PEMERINTAH PROVINSI MALUKU
PEMERINTAH PROVINSI MALUKU
DALAM PENGELOLAAN PROGRAM KB
DALAM PENGELOLAAN PROGRAM KB
39
6 Penyerahan sebahagian kewenangan program
KB ke kab/kota se- Maluku pada tgl. 12 Desember 2003 tdk mengalami hambatan yg berarti karena sebelum penyerahan P3D sudah disosialisasikan kepada eksekutif & legislatif kab/kota tentang kesinambungan pelaksanaan program KB di kab/kota.
6 BKKBN Provinsi Maluku telah mengadakan
sosialisasi dan pendekatan sejak Maret 2003 :
6 Penyerahan sebahagian kewenangan program KB ke kab/kota se- Maluku pada tgl. 12 Desember 2003 tdk mengalami hambatan yg berarti karena sebelum penyerahan P3D sudah disosialisasikan kepada eksekutif & legislatif kab/kota tentang kesinambungan pelaksanaan program KB di kab/kota.
6 BKKBN Provinsi Maluku telah mengadakan sosialisasi dan pendekatan sejak Maret 2003 :
- Penyiapan RANPERDA dikoordinasikan dengan
Pemda Maluku dan instansi terkait.
- RANPERDA KAB/KOTA dibahas di tingkat Provinsi ,
selanjutnya dikoordinasikan oleh BKKBN Provinsi Maluku ke pemda kab/kota.
- Penyiapan RANPERDA dikoordinasikan dengan Pemda Maluku dan instansi terkait.
- RANPERDA KAB/KOTA dibahas di tingkat Provinsi , selanjutnya dikoordinasikan oleh BKKBN Provinsi Maluku ke pemda kab/kota.
40
penyerahan P3D tgl 12 Desember 2003
dari 5 kabupaten/kota :
penyerahan P3D tgl 12 Desember 2003
dari 5 kabupaten/kota :
2 (dua) kabupaten telah mensahkan PERDAnya :
• Kabupaten Buru ( bentuk Dinas)
• Kabupaten Maluku Tenggara Barat (bentuk Badan)
2 (dua) kabupaten telah mensahkan PERDAnya : • Kabupaten Buru ( bentuk Dinas)
• Kabupaten Maluku Tenggara Barat (bentuk Badan)
Kota Ambon sampai saat ini masih dalam proses pengesahan RANPERDA, namun program KB dan personilnya sudah tertampung dalam APBD Kota Ambon
Kota Ambon sampai saat ini masih dalam proses pengesahan RANPERDA, namun program KB dan personilnya sudah tertampung dalam APBD Kota Ambon
3 (tiga) kabupaten pemekaran (SBB,SBT. dan KEP ARU) sudah memantapkan lembaga pengelola program KB :
• Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) bentuk kantor
• Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) bentuk Badan
• Kabupaten Kepulauan Aru bentuk Kantor
3 (tiga) kabupaten pemekaran (SBB,SBT. dan KEP ARU) sudah memantapkan lembaga pengelola program KB : • Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) bentuk kantor • Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) bentuk Badan • Kabupaten Kepulauan Aru bentuk Kantor
2 (dua ) kabupaten perdanya disahkan setelah penyerahan P3D :
• Kabupaten Maluku Tengah (bentuk Badan)
• Kabupaten Maluku Tenggara (bentuk Badan)
2 (dua ) kabupaten perdanya disahkan setelah penyerahan P3D :
• Kabupaten Maluku Tengah (bentuk Badan) • Kabupaten Maluku Tenggara (bentuk Badan)
ü
dari 8 kab/kota, 5 kab/kota induk dan 3 (tiga) kabupatenpemekaran semua pimpinan lembaga sudah dilantik dan berasal dari personil ex BKKBN.
ü
terhambatnya pengesahan PERDA Kota Ambon karena belumadanya kesepakatan terhadap PP No. 8 tahun 2000 tentang pedoman organisasi perangkat daerah.
ü
3 kabupaten pemekaran PERDAnya akan disahkan pada saatterbentuknya semua dinas/instansi di masing-masing kabupaten.
ü
Pemda Maluku & BKKBN Provinsi Maluku menfasilitasikabupaten pemekaran dalam menyiapkan RANPERDA
tentang pembentukan kelembagaan
KEPENDUDUKAN
,• Pemerintah Provinsi Maluku memberikan prioritas
terhadap pelaksanaan Program KB dan pembangunan
kelurga sejahtera untuk mewujudkan visi
‘“
KELUARGA BERKUALITAS”.
• Berbagai dukungan operasional maupun kebijakan
walaupun ada hambatan namun dapat diatasi sehingga
pelaksanaan program KB secara berkesinambungan
dan telah memberikan hasil yang sangat berarti.
• Hal ini terlihat dengan semakin tinggi tingkat kesertaan
ber-KB dan menurunnya TFR serta lembaga pengelola
program KB di kabupaten/kota dapat dipertahankan.
43 Air terjun di Desa Kamariang, Pulau Seram