• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor Faktor yang Mempengaruhi Berat Ba

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Faktor Faktor yang Mempengaruhi Berat Ba"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

Faktor-Faktor yang

Mempengaruhi Berat Badan

Bayi saat Lahir

Oleh : KESPRO B

Asyifa Robiatul Adawiyah Arifah Septiane Mukti

Dhea Ayunanda Fitri Handayani Izattul Azijah Heny Fitriany

(2)

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Berat

Badan Bayi Saat Lahir

Berat Badan Bayi Saat

Lahir

Tingkat pendidikan

ibu

umur ibu

Jumlah Anak

Hb darah Ibu

(3)

Variabel Alat Ukur Hasil Ukur Skala

Berat Badan bayi saat lahir

Kuesioner 1. Tamat SD 2. Tamat SLTP 3. Tamat SLTA 4. Tamat Akad/PT

Ordinal

Hb darah ibu Kuesioner Dalam satuan Hb darah (mg%)

Rasio

Umur Ibu Kuesioner 1. <20 atau >35 tahun

2. 20-35 tahun

Ordinal

Jumlah anak Kuesioner Jumlah anak Interval

Pemeriksaan kehamilan

Kuesioner 1. Tidak

memeriksakan kehamilan

2. Memeriksakan kehamilan

Ordinal

(4)

1. Analisis Univariat

Numerik

Kategorik

2. Analisis Bivariat

ANOVA one way

Uji-t independen

(5)

Analisis Univariat

(Kategorik)

Rata-Rata Berat Badan Bayi

saat Lahir (gram)

Variabel n Rata-rata SD Min–Maks 95% CI Distribusi Berat Badan

Bayi saat lahir 200 2718.75 327.1 2000-3500

2673.14-2764.36

Normal

Dari 200 bayi dalam penelitian ini rata-rata berat badan bayi saat lahir adalah 2718,75 gram dengan berat badan terendah

2000 gram dan berat badan tertinggi 3500 gram.

Bila hasil penelitian ini digunakan untuk melihat gambaran berat badan bayi saat lahir di populasi dapat dikatakan bahwa

kisaran berat badan bayi saat lahir di populasi berkisar antara

(6)

Variabel n Rata-rata SD Min–Maks 95% CI Distribusi Hb darah Ibu

(Trimester III) 200 11.7175 1.3625 8.50-14.20 11.5-11.9

Normal

Analisis Univariat

(Kategorik)

Hb Darah Ibu (Trimester III)

Demikian juga Hb darah ibu pada trimester III didapatkan

rata-ratanya adalah 11,7 mg% dengan Hb terendah 8,5 mg% dan Hb tertinggi 14,2 mg%.

Selanjutnya dapat dikatakan bahwa Hb Darah Ibu trimester III dari ibu yang melahirkan dalam satu tahun terakhir di

(7)

Variabel n Rata-rata SD Min–Maks 95% CI Distribusi

Jumlah Anak 200 2.13 1.009 1-5 1.99-2.27

Normal

Analisis Univariat

(Kategorik) 

Jumlah Anak

Untuk jumlah anak didapatkan rata-ratanya adalah 2,13

dengan jumlah anak terendah adalah 1 anak dan tertinggi 5 anak.

Selanjutnya dapat dikatakan bahwa jumlah anak di populasi berkisar 1,99 sampai dengan 2,27 dengan

(8)

Analisis Univariat

(Numerik)

Tingkat Pendidikan Ibu

Tingkat Pendidikan Ibu n %

Tamat SD 40 20.0

Tamat SLTP 48 24.0

Tamat SLTA 82 41.0

Tamat Akademi/PT 30 15.0

Total 200 100.0

Distribusi frekuensi tingkat pendidikan ibu disajikan seperti pada tabel diatas. Dari 200 ibu yang melahirkan sekitar 56,0 persen sudah

mengenyam pendidikan minimal tamat SLTA.

Sedangkan sisanya sekitar 44,0 persen berpendidikan tamat SD atau tamat SLTP. Meskipun demikian sudah ada sekitar 15,0 persen Ibu

berpendidikan tamat Akademi atau Perguruan Tinggi, namun

(9)

Analisis Univariat

(Numerik)

Pemeriksaan Kehamilan (ANC)

Periksa Kehamilan (ANC)

n %

Tidak 50 25.0

Ya 150 75.0

Total 200 100.0

Demikian juga dengan Periksa Kehamilan (ANC) yang disajikan pada tabel diatas. Dari 200 ibu yang melahirkan sekitar 25%

(10)

Analisis Univariat

(Numerik)

Umur Responden (Umur Ibu)

Umur Responden n %

<20 atau >35 tahun 38 19.0

20-35 tahun 162 81.0

Total 200 100.0

Untuk Umur Responden yang disajikan pada tabel diatas. Dari 200 ibu yang melahirkan sekitar 19% berumur <20

(11)

ANALISIS BIVARIAT

Tingkat Pendidikan Ibu

Berat Badan Bayi

saat Lahir ANOVA One way

Umur Ibu Berat Badan Bayi

saat Lahir Uji-t independen

Hb Darah Ibu Berat Badan Bayi

saat Lahir

Koefisien Korelasi Pearson

Jumlah Anak Ibu

Berat Badan Bayi saat Lahir

Koefisien Korelasi Pearson

Pemeriksaan Kehamilan Ibu

Berat Badan Bayi

(12)

Hubungan Tingkat Pendidikan

Ibu

dengan Berat Badan Bayi

saat Lahir

(13)

Pendidikan Ibu n Rata-rata SD Nilai P Tamat SD 40 2483.8 228.5 0,001

Tamat SLTP 48 2631.3 242.9

Tamat SLTA 82 2797.6 345.3

Tamat Akad/PT 30 2956.7 264.8

Total 200 2718.8 327.1

Rata-rata berat badan bayi saat lahir dari ibu yang berpendidikan tamat SD adalah 2483,8 gram dan lebih rendah dibanding dengan tingkat pendidikan ibu yang lebih tinggi.

Semakin tinggi tingkat pendidikan ibu rata-rata berat badan bayi saat lahir juga semakin tinggi. Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan nilai p=0,001,

sehingga dapat disimpulkan bahwa

ada perbedaan

rata-rata berat badan bayi saat lahir berdasarkan pendidikan ibu dan

perbedaan

(14)

Pendidikan Ibu Rata-Rata Perbedaan P Tamat SD vs Tamat SLTP 147.500 0,111

Tamat SD vs Tamat SLTA 313.811* 0,001

Tamat SD vs Tamat Akad/PT 472.917* 0.001

Tamat SLTP vs Tamat SLTA 166.311 0.011

Tamat SLTP vs Tamat Akad/PT 325.417* 0,001

Tamat SLTA vs Tamat Akad/PT 159.106 0,066

Perbandingan rata-rata berat badan bayi saat

lahir berdasarkan pendidikan Ibu

Uji perbandingan berganda yang digunakan adalah Boferroni dengan tujuan untuk

mengetahui perbedaan rata-rata berat badan bayi saat lahir diantara tingkat pendidikan ibu.

Dari hasil analisis tersebut didapatkan bahwa ada perbedaan rata-rata berat badan bayi saat lahir yang signifikan antara pendidikan ibu tamat SD dengan ibu berpendidikan tamat SLTA dan tamat Akad/PT; demikian juga ibu yang

(15)

Hubungan Umur Ibu

dengan

Berat Badan Bayi saat Lahir

(16)

Umur n Rata-rata SD Nilai-p

<20 atau >35 tahun 38 2472,4 323,6

0,001 20-35 tahun 162 2776,54 300,8

Rata-rata berat badan bayi saat lahir pada kelompok umur ibu <20 atau >35 tahun

lebih rendah

dibanding dengan kelompok umur ibu 20-35 tahun dan secara rata-rata perbedaan tersebut adalah 304,14 gram.

Hasil uji statistik dengan uji-t independen didapatkan nilai p=0,001, sehingga dapat disimpulkan

ada perbedaan

rata-rata berat badan bayi saat lahir antara kelompok umur ibu ( <20 Tahun dan >35 Tahun) dan umur ibu (20-35 Tahun) dan

perbedaan tersebut secara

statistik adalah signifikan

.

(17)

Hubungan Hb Darah Ibu

dengan

Berat Badan Bayi saat Lahir

(18)
(19)

Variabel n r R2 Persamaan p

Hb Darah Ibu

(Trimester III) 200 0,731 0,534

Berat Bayi=663,9 + 175,4 Hb

Darah Ibu 0,001

Koefisien Korelasi dan Regresi Linier

Sederhana Hb Darah Ibu (trimester III) dan

Berat Badan Bayi Saat Lahir

Hubungan antara Hb Darah Ibu (Trimester III) dengan berat badan bayi saat lahir

mempunyai hubungan yang linier dan

berkorelasi

positif (r=0,731)

dan hubungan tersebut secara statistik adalah

signifikan (p=0,001).

Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa semakin tinggi Hb Darah Ibu (Trimester III) akan

semakin besar kemungkinannya

ibu tersebut

(20)

Koefisien determinasi antara Hb Darah Ibu (Trimester III) dengan berat badan bayi saat lahir adalah 0,534 (R2=0,534).

Angka tersebut menggambarkan bahwa 53,4% variasi berat badan bayi saat lahir dapat dijelaskan oleh variasi Hb Darah Ibu (Trimester III) atau kontribusi Hb Darah Ibu (Trimester III)

terhadap berat badan bayi saat lahir adalah sekitar 53,4%.

Hasil dari persamaan regresi linier sederhana didapatkan bahwa

setiap perbedaan 1 gr% Hb Darah Ibu (Trimester III)

dapat diprediksi bahwa perbedaan rata-rata berat badan bayi yang akan dilahirkan

berbeda sekitar 175,4 gram

dan perbedaan

tersebut secara statistik adalah signifikan.

Variabel n r R2 Persamaan p

Hb Darah Ibu

(Trimester III) 200 0,731 0,534

Berat Bayi=663,9 + 175,4 Hb

(21)

Hubungan Jumlah Anak Ibu

dengan Berat Badan Bayi saat

Lahir

(22)
(23)

Koefisien Korelasi dan Regresi Linier

Sederhana Jumlah Anak dan Berat

Badan Bayi Saat Lahir

Variabel n r R2 Persamaan p

Jumlah

Anak 200 -0,352 0,124

Berat Bayi=2962,0 + (-114,2)

Jumlah Anak 0,001

Hubungan antara Jumlah Anak dengan berat badan bayi saat lahir

mempunyai hubungan yang linier

dan

berkorelasi

negatif (r= -0,352)

dan hubungan tersebut secara statistik

adalah signifikan (p=0,001).

(24)

Koefisien determinasi antara jumlah anak dengan berat badan bayi saat lahir adalah 0,124 (R2=0,124). Angka tersebut

menggambarkan bahwa 12,4% variasi berat badan bayi saat lahir dapat dijelaskan oleh variasi jumlah anak atau kontribusi jumlah anak terhadap berat badan bayi saat lahir adalah sekitar

12,4%.

Hasil dari persamaan regresi linier sederhana didapatkan bahwa

setiap perbedaan 1 anak

dapat diprediksi bahwa perbedaan rata-rata berat badan bayi yang akan dilahirkan

berbeda sekitar -114,2 gram

dan perbedaan tersebut secara

statistik adalah

signifikan.

Variabel n r R2 Persamaan p

Jumlah

Anak 200 -0,352 0,124

Berat Bayi=2962,0 + (-114,2)

(25)

Hubungan Pemeriksaan

Kehamilan Ibu

dengan Berat

Badan Bayi saat Lahir

(26)

Rata-rata berat badan bayi saat lahir dan

pemeriksaan kehamilan (ANC)

Pemeriksaan

Kehamilan Ibu N Rata-rata SD Nilai-p

Tidak 50 2464,0 173,5

0,001 ya 150 2803,7 322,4

Rata-rata berat badan bayi saat lahir pada kelompok ibu yang tidak melakukan ANC

lebih rendah

dibanding dengan kelompok ibu yang melakukan ANC dan secara

rata-rata perbedaan tersebut adalah

339,7 gram.

Hasil uji statistik dengan uji-t independen didapatkan nilai

p=0,001,

Sehingga dapat disimpulkan

ada perbedaan

rata-rata berat badan bayi saat lahir antara kelompok ibu yang tidak melakukan ANC dengan

(27)

Referensi

Dokumen terkait

Keempat langkah tersebut dapat mendorong penataan wilayah Metropolitan Cirebon Raya yang lebih teratur dan terarah serta dapat menampung berbagai kebutuhan akan

Begitu juga dengan sifat-sifat yang telah disepakati atau kesesuaian produk untuk aplikasi tertentu tidak dapat disimpulkan dari data yang ada dalam Lembaran Data Keselamatan

Efisiensi proses riset dan pembelajaran di perguruan tinggi riset ( research university ) harus benar-benar diperhatikan. Artinya, bagaimana fokus dharma riset

Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis yaitu hasil dari penelitian yang diperoleh diharapkan dapat memberikan gambaran tentang realita yang terjadi di

Menimbang, bahwa hakim tingkat pertama dalam pertimbangannya menyatakan bahwa terhadap satu petak kedai kontrakan di Pasar Lubuk Alung dan perhiasan emas lebih kurang

Adapun pertimbangan hukum oleh hakim dalam memutus perkara tentang kelalaian yang menyebabkan kematian sesuai wawancara penulis terhadap hakim yang memutus perkara

Halbwachs lebih dalam berpendapat bahwa aspek terpenting dari memori kolektif ialah keluarga, berkaitan dengan sistem sosial masyarakat, yang dimaksudkan dengan

Abstrak: Pondok Pesantren memiliki potensi besar untuk terus memainkan perannya secara lebih luas, tidak hanya sebagai penjaga nilai kesalehan masyarakat dan pusat