Sistem Pengendalian Stratejik –
Proses Pembangunan
Awareness
dan Keselarasan
(
alignment
)
Oleh:
Pendahuluan
Apabila strategi dapat dilaksanakan dengan baik, maka banyak hal yang dapat
mepengaruhinya. Kesuksesan menggunakan balance score card saja, tidak lah cukup. Agar strategi dapat dilaksanakan dengan baik maka perusahaan harus menggunakan strategi
awareness dan keselarasan.
Terdapat delapan item dalam membangun keselarasan, yaitu:
Enterprice value proposition
Board and shareholders alignment
Keselarasan antara strategi korporasi dengan unit penunjuang yang terdapat di kantor pusat
Keselarasan antara kantor pusat dengan unit unit bisnisnya
Keselarasan antara unit bisnis dengan unit penunjang yang terdapat dalam unit bisnis tersebut
Keselarasan antara unit bisnis dengan pelanggan
Keselarasan antara unit bisnis dengan pemasok dan rekan lainnya
Proses Penyelarasan
Proses penyelarasan di bagi menjadi dua yaitu:
1.
Vertical Alignment
Vertical alignment berarti harus ada keselarasan antara strategy map dan balanced scorecard yang dibuat pada level korporasi.
Istilah penurunan strategy map dan balanced scorecard disebut dengan cascading.
Proses cascading pertama adalah penurunan dari tingkatan korporasi ke tingkatan departemen. Hal pertama yang harus diperhatikan adalah bentuk pusat pertanggungjawaban dari
departement tersebut. Jika departemen tersebut merupakan profit center atau investment center, maka format strategy map untuk departemen akan sama dengan format strategy map korporasi. Namun, jika
Lanjutan
Proses vertical alignment (cascading) dapat dilakukan dengan tiga tahap, yaitu:
1. Semua tujuan stratejik (strategic objective) yang terdapat dalam strategy map korporasi
akan diturunkan ke masing-masing departermen berdasarkan controllability masing
masing tujuan stratejik tersebut. Misalkan tujuan stratejik peningkatan pendapatan akan diturunkan ke departemen pemasaran, sedangkan tujuan stratejik peningkatan kualitas akan diturunkan ke departemen produksi.
2. Terdapat pula tujuan stratejik departermen, yang merupakan penurunan dari tujuan
stratejik korporat. Namun memiliki nama tujuan stratejik yang berbeda. Misalkan dalam tingkatan korporat, tujuan stratejik adalah meminimalkan total biaya
perusahaan, sedangkan tujuan strategi dari departemen pembelian adalah purchase price variance yang favourable.
4. Untuk departemen-departemen penunjang, customer value proposition pada perspektif
2.
Horizontal Alignment
Horizontal alignment berarti semua peta strategi, tujuan stratejik, balanced scorecard yang terdapat dalam masing-masing unit bisnis yang berada dalam satu tingkatan juga tidak boleh bertentangan satu sama lainnya.
Misalkan strategi yang dibuat pada departemen produksi dengan departemen pemasaran tidak boleh ada yang bertentangan.
Lanjutan
Salah satu contoh paling jelas dari horizontal alignment adalah proses penyusunan peta strategi dan balanced scorecard untuk unit penunjang.
Unit penunjang perusahaan, seperti bagian Sumber Daya Manusia, bagian akuntansi, internal audit, dan sebagainya tidak berhubungan langsung dengan pelanggan perusahaan, karena unit penunjang dibentuk untuk menunjang unit atau divisi lain yang terdapat dalarn perusahaan.
Membangun
Awareness
Proses awareness adalah upaya untuk membuat seluruh karyawan dalam perusahaan dapat mengetahui dan memahami strategi perusahaan secara keseluruhan.
Strategi perusahaan bukan hanya dilaksanakan oleh top manajemen, namun oleh semua pihak-pihak yang terdapat dalam perusahaan, karena itu konsep membangun awareness menjadi suatu hal yang penting dalam implementasi strategi perusahaan.