• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistem Pengendalian Stratejik Proses Pem

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Sistem Pengendalian Stratejik Proses Pem"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Sistem Pengendalian Stratejik –

Proses Pembangunan

Awareness

dan Keselarasan

(

alignment

)

Oleh:

(2)

Pendahuluan

 Apabila strategi dapat dilaksanakan dengan baik, maka banyak hal yang dapat

mepengaruhinya. Kesuksesan menggunakan balance score card saja, tidak lah cukup. Agar strategi dapat dilaksanakan dengan baik maka perusahaan harus menggunakan strategi

awareness dan keselarasan.

 Terdapat delapan item dalam membangun keselarasan, yaitu:

Enterprice value proposition

Board and shareholders alignment

 Keselarasan antara strategi korporasi dengan unit penunjuang yang terdapat di kantor pusat

 Keselarasan antara kantor pusat dengan unit unit bisnisnya

 Keselarasan antara unit bisnis dengan unit penunjang yang terdapat dalam unit bisnis tersebut

 Keselarasan antara unit bisnis dengan pelanggan

 Keselarasan antara unit bisnis dengan pemasok dan rekan lainnya

(3)

Proses Penyelarasan

 Proses penyelarasan di bagi menjadi dua yaitu:

(4)

1.

Vertical Alignment

Vertical alignment berarti harus ada keselarasan antara strategy map dan balanced scorecard yang dibuat pada level korporasi.

 Istilah penurunan strategy map dan balanced scorecard disebut dengan cascading.

 Proses cascading pertama adalah penurunan dari tingkatan korporasi ke tingkatan departemen. Hal pertama yang harus diperhatikan adalah bentuk pusat pertanggungjawaban dari

departement tersebut. Jika departemen tersebut merupakan profit center atau investment center, maka format strategy map untuk departemen akan sama dengan format strategy map korporasi. Namun, jika

(5)

Lanjutan

Proses vertical alignment (cascading) dapat dilakukan dengan tiga tahap, yaitu:

1. Semua tujuan stratejik (strategic objective) yang terdapat dalam strategy map korporasi

akan diturunkan ke masing-masing departermen berdasarkan controllability masing

masing tujuan stratejik tersebut. Misalkan tujuan stratejik peningkatan pendapatan akan diturunkan ke departemen pemasaran, sedangkan tujuan stratejik peningkatan kualitas akan diturunkan ke departemen produksi.

2. Terdapat pula tujuan stratejik departermen, yang merupakan penurunan dari tujuan

stratejik korporat. Namun memiliki nama tujuan stratejik yang berbeda. Misalkan dalam tingkatan korporat, tujuan stratejik adalah meminimalkan total biaya

perusahaan, sedangkan tujuan strategi dari departemen pembelian adalah purchase price variance yang favourable.

4. Untuk departemen-departemen penunjang, customer value proposition pada perspektif

(6)

2.

Horizontal Alignment

Horizontal alignment berarti semua peta strategi, tujuan stratejik, balanced scorecard yang terdapat dalam masing-masing unit bisnis yang berada dalam satu tingkatan juga tidak boleh bertentangan satu sama lainnya.

 Misalkan strategi yang dibuat pada departemen produksi dengan departemen pemasaran tidak boleh ada yang bertentangan.

(7)

Lanjutan

 Salah satu contoh paling jelas dari horizontal alignment adalah proses penyusunan peta strategi dan balanced scorecard untuk unit penunjang.

 Unit penunjang perusahaan, seperti bagian Sumber Daya Manusia, bagian akuntansi, internal audit, dan sebagainya tidak berhubungan langsung dengan pelanggan perusahaan, karena unit penunjang dibentuk untuk menunjang unit atau divisi lain yang terdapat dalarn perusahaan.

(8)

Membangun

Awareness

 Proses awareness adalah upaya untuk membuat seluruh karyawan dalam perusahaan dapat mengetahui dan memahami strategi perusahaan secara keseluruhan.

 Strategi perusahaan bukan hanya dilaksanakan oleh top manajemen, namun oleh semua pihak-pihak yang terdapat dalam perusahaan, karena itu konsep membangun awareness menjadi suatu hal yang penting dalam implementasi strategi perusahaan.

(9)

Referensi

Dokumen terkait

Penggunaan alat bantu statistik dengan peta kendali p dalam pengendalian kualitas produk dapat mengidentifikasikan bahwa ternyata kualitas produk berada di luar

Asuransi Indrapura dalam proses bisnis internal dan memberikan masukan kepada divisi TI dengan menggunakan IT Balanced Scorecard ke dalam empat prespektif yaitu perspektif

 Bagian yang membahas biaya pokok dari suatu pusat administrative atau pendukung tersebut termaksud biaya untuk “tetap berada dalam bisnis (being in business)” ditambah

Suatu proses dikatakan terkendali secara statistik (in control) jika titik-titik pengamatan berada di dalam batas kendali dan memiliki pola yang acak. Peta kendali terdiri

50 dengan alat bantu analisa balanced scorecard yang digunakan untuk memberikan usulan berupa hasil pengukuran dari post golive implementasi ERP berupa faktor dalam bidang proses bisnis