PERANAN KERATON YOGYAKARTA DALAM KEHIDUPAN SOSIAL DAN BUDAYA YOGYAKARTA
Diajukan kepada pembimbing karya tulis
Untuk memenuhi salah satu syarat pengambilan raport semester genap
OLEH
KHOFIFAH NURSA’ADAH XI IIK 2
MOTTO
PERSEMBAHAN
1. Karya tulis ini saya persembahkan kepada: kedua orangtua saya yang selalu membimbing dan mendukung saya dalam mengerjakan karya tulis ini dan memberikan motivasi kepada saya untuk dapat menyelesaikan karya tulis ini
2. Kepada teman-teman saya yang selalu mendukung saya dalam melakukan hal apapun
3. Kepada rekan-rekan dan stap karyawan Madrasah Aliyah Negeri 1 Bandar Lampung
Karya tulis yang berjudul :
PERANAN KERATON YOGYAKARTA DALAM KEHIDUPAN SOSIAN BUDAYA MASYARAKAT YOGYAKARTA
OLEH
KHOFIFAH NURSA’ADAH XI IIK 2
Karya tulis ini telah diperiksa dan disetujui untuk dipertahankan dihadapan Pembimbing , dalam syarat pengambilan raport semester genap pada program study tour Madrasah Aliyah Negeri 1 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2015/2016
Bandar Lampung ,
NAMA: KHOFIFAH NURSA’ADAH NISN : 9993595121
Alhamdulillahirobbil’alamin penulis panjatkan kepada Allah Swt yang telah melimpahkan Rahmat-Nya ,sehingga penulis dapat menyelesaikan karya Tulis yang Berjudul :
”PERANAN KERATON DALAM KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT YOGYAKARTA “ Guna memenuhi salah satu syarat pengambilan raport Semester genap.
penulis banyak mendapatkan bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak dalam penulisan karya tulis ini, untuk itu penulis menyampakan rasa terima kasih kepada Yth:
1. Bapak Antoni Iswantoro M.Ed sebagai kepala sekolah Madrasah Aliyah Negeri 1 Bandar Lampung.
2. Ibu Hj.Dra.Meriati S.Pd sebagai wali kelas saya yang selalu memberikan dorongan dan dukungannya agar saya dapat menyelesaikan karya tulis ini. 3. Bapak Drs.Husnul Khaitami sebagai pembimbing karya tulis saya yang telah banyak meluangkan waktunya untuk membimbing saya dalam menyelesaikan karya tulis ini.
4. Semua guru-guru dan stap karyawan yang telah membantu penyusunan karya tulis ini secara langsung maupun tidak langsung.
Penulis menyadari bahwa karya tulis ini masih jauh dari sempurna ,oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak. Akhirnya penulis berharap karya tulis ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca
Khofifah Nursa’adah NISN: 9993595121
DAFTAR ISI
Halaman Judul………. i
Halaman persembahan ………...ii
Halaman Pengesahan ………iii
Daftar Isi……….iv
4.2.SARAN……… ….
DAFTAR PUSAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Daerah Istimewa Jogjakarta atau yang dikenal dengan nama Yogyakarta, merupakan kota yang terkenal dengan sejarah dan warisan budayanya seperti keraton. Keraton Yogyakarta didirikan oleh Sultan Hamengki Buwono IX.
Beberapa bulan pasca perjanjian Giyant di tahun 1755. Keraton sebagai pionir Yogyakarta mempunyai pengaruh yang sangat penting bagi masyarakat Jawa di Yogyakarta dan merupakan bagian dari sejarah hidup dan tradisi masyarakat Jawa Digunakan selain sebagai rumah Sultan juga untuk acara kebudayaan dan upacara penting Keraton Yogyakarta.
raja tersebut adalah Sultan Hamengki Buwono IX ia adalah figur yang menonjol pada masa perjuangan pada saat mendirikan Republik Indonesia. Hubungan erat antara masyarakat Yogyakarta dan keraton tampak nyata dalam kesenian ,ritual,dan upacara adat mereka misalnya,pada pernikahan mereka pria dan perempuan boleh mengenakan pakaian keluarga kerajaan yang disebut “Basahan” dahulu hanya keluarga kerajaan yang boleh memakainya meski dengan modernisasi yang dialami Yogyakarta namun keraton Yogyakarta tetap dihormati masyarakatnya. Bahkan hingga kini Sultan masih dianggap sebagai kepala budaya di Yogyakarta dan sangat dicintai oleh rakyatnya.
1.2 PERUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana sejarah keraton Yogyakarta ?
2. Apa yang mempengaruhi keraton Yogyakarta sebagai ikon Yogyakarta? 3. Mengapa keraton Yogyakarta tetap mempertahankan nilai-nilai
kebudayaannya ?
4. Bagaiman hubungan masyarakat dengan keluarga keraton ?
5. Bagaimana peranan Sultan sebagai kepala pemerintahan di Yogyakarta?
1.3 TUJUAN DAN MANFAAT KARYA TULIS
Tujuan yang hendak dicapai dari kegiatan ini antara lain: 1. Untuk mengetahui sejarah keraton Yogyakarta.
4. Untuk mengetahui peranan keraton dalam masyarakat.
5. Untuk mengetahui pemerintahan di Yogyakarta yang di pimpin oleh Sultan.
1.4. METODOLOGI PENULISAN 1.4.1 TEMPAT DAN WAKTU
Cara ini dilakukan dengan mengadakan pengamatan dengan terjun langsung ke lokasi yaitu ,keraton Yogyakarta.Dengan cara ini dapat memberikan data yang akurat dan dapat di pertanggung jawabkan kebenarannya yang dilakukan pada hari selasa,20 desember 2015 di Keraton Yogyakarta.
1.4.2 STUDI PUSAKA
Teknik pengumpulan data ialah dengan menggali informasi dari buku-buku dan media internet.
1.4.3 TEKNIK WAWANCARA
Tujuan dari teknik wawancara ini adalah agar diperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai topik yang dibahas yaitu dengan melakukan beberapa wawancara meliputi beberapa pemuka atau pemandu wisata Keraton Yogyakarta sebagai pembanding yang kami anggap cukup mengerti tentang masalah ini.
KAJIAN TEORITIS 2.1 PENJELASAN TERMINOLOGI
2.2 PERANAN
Peranan, berarti sesuatu yang menjadi bagian atau memegang pimpinan yang terutama. Berikut ini adalah definisi social menurut beberapa ahli:
1. Lavinson
Peranan adalah suatu konsep prihal apa yag dapat dilakukan individu yang penting bagi struktur sosial masyarakat.
2. Biddle dan Thomas
Peranan adalah serangkai rumusan yang membatasi perilaku-perilaku yang diharapkan dari pemegang kedudukan tertentu.
2.3 KERATON
Keraton atau kraton (bahasa Jawa )adalah daerah tempat seorang penguasa (raja atau ratu)memerintah atau tempat tinggalnya (istana). Dalam pengertian sehari-hari ,keraton sering merujuk pada istana penguasa di Jawa. Dalam bahasa Jawa kata keraton berasal dari (ke-ratu-an) berasal dari kata dasar ratu yang berarti penguasa. Kata Jawa ratu berkerabat dengan kata dalam bahasa melayu ;datuk/datu. Dalam bahasa Jawasendiri dikenal dengan Kedaton yang memiliki akar dari datu di keraton Surakarta istilah
kedaton merujuk kepada kompleks tertutup bagian dalam keraton
2.4 SOSIAL DAN BUDAYA SOSIAL
Kita harus mengakui bahwa manusia merupakan mahluk sosial karena manusia tidak bisa hidup tanpa berhubungan dengan manusia yang lain bahkan untuk urusan sekecil apapun kita tetap membutuhkan orang lain untuk membantu kita. Berikut ini adalah pengertian dan definisi sosial menurut beberapa ahli: 1. Lewis
Sosial adalah sesuatu yang dicapai, dihasilkan dan ditetapkan dalam interaksi sehari-hari antara warga negara dan pemerintahannya.
2. Keith Jacobs
Sosial adalah sesuatu yang dibangun dan terjadi dalam sebuah situs komunitas.
3. Philip Wexler
Sosial adalah sifat dasar dari setiap individu manusia.
BUDAYA
Budaya atau kebudayaaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu
buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi ( budi
dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut
culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau
mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani.
2.5 MASYARAKAT
Masyarakat adalah sejumlah manusia yang merupakan satu kesatuan golongan yang berhubungan tetap dan mempunyai kepentingan yang sama.Seperti; sekolah, keluarga,perkumpulan, Negara semua adalah masyarakat.
1. Menurut Karl Marx
Masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok- kelompok yang terbagi secara ekonomi.
2. Menurut Selo Sumardjan
Masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasikan kebudayaan.
2.6 YOGYAKARTA
RIWAYAT HIDUP PENULIS
Nama saya khofifah Nursa’adah arti dari nama saya yaitu ringan cahaya kebahagiaan,saya dilahirkan dari seorang wanita yang bernama Suharni dan menikah dengan seorang lelaki yang bernama Rosid Sidik.lalu mereka mempunyai tiga orang anak yaitu kakak pertama saya bernama Siti Nurlaely dia bekerja di Balai Pengobatan Natar dan kakak saya yang kedua bernama Ahmad Jamaluddin Sidiq dia sekarang kuliah di Universitas Darmajaya. Saya lahir pada tanggal 17 oktober 1999 dan saya mempunyai cita-cita untuk menjadi seorang dokter,karena saya ingin mengamalkan semua ilmu-ilmu yang pernah saya ketahui kepada orang lain terutama orang yang belum mengerti tentang hal itu.