• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEBIJAKAN UMUM KETAHANAN PANGAN 2006 – 2009

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "KEBIJAKAN UMUM KETAHANAN PANGAN 2006 – 2009"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

KEBIJAKAN UMUM KETAHANAN PANGAN 2006 – 2009

(General Pol icy on Food Securit y, 2006 – 2009)

Dewan Ket ahanan Pangan1

Ket ahanan1 pangan t erwuj ud apabil a secara umum t el ah t erpenuhi dua aspek seka- ligus. Pert ama adalah t ersedianya pangan yang cukup dan merat a unt uk seluruh penduduk. Kedua, set iap penduduk mempunyai akses f isik dan ekonomi t erhadap pangan unt uk memenuhi kecukupan gizi guna menj alani kehidupan yang sehat dan produkt if dari hari ke hari.

Ket ahanan pangan pada t ingkat rumah t angga merupakan l andasan bagi ket ahanan pangan masyarakat , yang selanj ut nya menj adi pilar bagi ket ahanan pangan daerah dan nasional. Berdasarkan pemahaman t ersebut maka salah sat u priorit as ut ama pembangun- an ket ahanan pangan adalah memberdayakan masyarakat agar mereka mampu menanggu- langi masalah pangannya secara mandiri sert a mewuj udkan ket ahanan pangan rumaht angga- nya secara berkelanj ut an.

Melalui proses pemberdayaan, masyara- kat dit ingkat kan kapasit asnya agar semakin mampu meningkat kan produkt ivit as, produksi dan pendapat annya, baik melalui usahat ani maupun usaha lainnya. Peningkat an pendapat - an akan menambah kemampuan daya bel i, sehingga menambah kel el uasaan masyarakat unt uk memilih pangan yang beragam unt uk memenuhi kebut uhan gizinya. Peningkat an produksi komodit as pangan ol eh masyarakat , di samping meningkat kan ket ersediaan pa- ngan dalam rumah t angga j uga akan membe- rikan kont ribusi t erhadap ket ersediaan pa- ngan di daerah yang bersangkut an, yang selanj ut nya merupakan kont ribusi t erhadap ket ersediaan pangan nasional .

Bagi kel ompok masyarakat t ert ent u yang rent an t erhadap masal ah kerawanan pa- ngan sepert i gol ongan miskin, ibu hamil dan anak balit a, pemerint ah waj ib mengupayakan j aminan akses pangan bagi mereka, agar t erpenuhi haknya unt uk memperol eh pangan yang cukup.

Arah Kebij akan

Pada t at aran nasional, int i persoal an dalam mewuj udkan ket ahanan pangan selama

1

Dikut ip dari hlm. 59 – 71 dokumen Kebij akan Umum Ket ahanan Pangan 2006 – 2009. Dewan Ket ahanan Pangan, Jakart a, 2006

lima t ahun t erakhir t erkait dengan adanya pert umbuhan per mi nt aan pangan yang lebih cepat dari pert umbuhan penyediaannya. Permint aan pangan meningkat sej alan dengan laj u pert umbuhan penduduk, pert umbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat , sert a perkembangan sel era. Dinamika sisi permint a- an ini menyebabkan kebut uhan pangan secara nasional meningkat dengan cepat , baik dalam j uml ah, mut u, dan keragamannya. Sement ara it u, kapasit as produksi pangan nasional t er- kendala oleh adanya kompet isi pemanf aat an dan penurunan kualit as sumberdaya alam. Apabila persoal an i n i t idak dapat diat asi, maka kebut uhan akan impor pangan akan t erus meningkat , dan ket ergant ungan t erha- dap pangan impor akan semakin t inggi. Ket ergant ungan impor pangan yang t inggi me- nimbulkan kerent anan yang dapat berimplikasi negat if t erhadap kedaulat an nasional .

Pada t at aran rumah t angga, persoal an yang menonj ol dalam pemant apan ket ahanan pangan adalah masih besarnya proporsi ke- l ompok masyarakat yang mempunyai daya beli rendah, at aupun yang t idak mempunyai akses at as pangan karena berbagai sebab, sehingga mereka mengalami kerawanan pa- ngan kronis maupun t ransien. Jika kondisi yang mereka alami ini berkelanj ut an, maka bangsa ini akan kehilangan pot ensi t erbaik dari sebagian sumberdaya manusianya.

Pada sisi l ain, Indonesia mempunyai keunggulan komparat if (comparat ive advant a- ge) sebagai negara agraris dan marit im. Keunggulan komparat if t ersebut merupakan f undament al perekonomian yang perlu dida- yagunakan mel al ui pembangunan ekonomi se- hingga menj adi keunggulan bersaing (compe-t i(compe-t ive advan(compe-t age). Dengan pendekat an demiki- an, perekonomian yang dikembangkan di Indonesia memiliki landasan yang kokoh pada sumberdaya domest ik, memil iki kemampuan bersaing yang t inggi. Dalam kait an ini, pem- bangunan ekonomi di bidang pangan, baik yang berbasis t anaman, pet ernakan, perikan- an maupun kehut anan, akan sekal igus mem- perkuat ket ahanan pangan nasional . Ol eh sebab it u pembangunan ekonomi di bidang pangan ini merupakan priorit as st rat egis dalam pembangunan nasional .

(2)

ka pembangunan ket ahanan pangan diarahkan guna mewuj udkan kemandirian pangan, unt uk menj amin ket ersediaan pangan di t ingkat na- sional , daerah hingga rumaht angga, sert a menj amin konsumsi pangan yang cukup, aman, bermut u, dan bergizi seimbang di t ingkat rumah t angga sepanj ang wakt u; mela- l ui pemanf aat an sumberdaya dan budaya lo- kal , t eknologi inovat if dan pel uang pasar, peningkat an ekonomi kerakyat an dan pengen- t asan kemiskinan. Dengan arahan umum t er- sebut maka kebij akan pembangunan ket ahan- an pangan adalah sebagai berikut .

Pada sisi ket ersediaan, kebij akan ket a- hanan pangan diarahkan unt uk: (a) meni ng- kat kan kual i t as l i ngkungan dan kual i t as sum- ber daya al am dan air; (b) menj amin kelang- sungan produksi pangan ut amanya dari pro- duksi dalam negeri; (c) mengembangkan ke- mampuan pengel ol aan cadangan pangan pemer i nt ah dan masyarakat ; dan (d) mening- kat kan kapasit as produksi nasional dengan menet apkan l ahan abadi unt uk pr oduksi pangan.

Pada aspek dist ribusi, kebij akan ket a- hanan pangan diarahkan unt uk: (a) mening- kat kan sarana dan prasarana dist ribus pangan unt uk meningkat kan ef isiensi per dagangan, t er masuk di dal amnya mengur angi ker usakan bahan pangan dan ker ugi an aki bat di st r i busi yang t idak ef ei si en; (b) mengurangi dan/ at au menghil angkan perat uran daerah yang meng- hambat di st r i busi pangan ant ar daer ah; dan (c) mengembangkan kel embagaan pengolah- an dan pemasar an di pedesaan dal am r angka meni ngkat kan ef i si ensi dan ef ekt ivi t as di st r i - busi pangan ser t a mendor ong peni ngkat an ni l ai t ambah.

Dal am hal konsumsi , kebi j akan ket a- hanan pangan di ar ahkan unt uk: (a) menj amin pemenuhan pangan bagi set iap rumah t angga dalam j umlah dan mut u yang memadai , aman di konsumsi dan ber gi zi sei mbang; (b) mendo- r ong, mengembangkan dan membangun ser t a memf asi l i t asi per an ser t a masyar akat dal am pemenuhan pangan sebagai implement asi pemenuhan hak at as pangan; (c) mengem- bangkan j aringan ant ar lembaga masyar akat unt uk pemenuhan hak at as pangan; dan (d) meni ngkat kan ef i si ensi dan ef ekt i vi t as i nt er - vensi bant uan pangan/ pangan bersubsi di ke- pada gol ongan masyar akat t er t ent u (gol ong- an mi ski n, i bu hami l , bal i t a gi zi bur uk, dsb).

Tuj uan Pembangunan Ket ahanan Pangan

Pembangunan ket ahanan pangan dit uj u- kan unt uk memperkuat ket ahanan pangan di t ingkat mi kro/ t i ngkat r umaht angga dan i ndi -

vi du ser t a di t i ngkat makr o/ nasi onal , sebagai berikut :

1. Memper t ahankan ket er sedi aan ener gi per kapi t a mi ni mal 2 200 Ki l okal or i / har i , dan penyedi aan pr ot ei n per kapi t a mi ni mal 57 gr am/ har i .

2. Meni ngkat kan konsumsi pangan per kapi t a unt uk memenuhi kecukupan ener gi mi - ni mal 2 000 Ki l okal or i / har i dan pr ot ei n sebesar 52 gr am/ har i .

3. Meni ngkat kan kual i t as konsumsi pangan masyar akat dengan skor Pol a Pangan Ha- r apan (PPH) mi ni mal 80 (padi -padi an 275 g, umbi -umbi an 100 g, pangan hewani 150 g, kacang-kacangan 35 g, sayur dan buah 250 g).

4. Meni ngkat kan keamanan, mut u dan hi gi - ene pangan yang di konsumsi masyar akat .

5. Mengur angi j uml ah/ per sent ase penduduk r awan pangan kr oni s (yang mengonsumsi kur ang dar i 80% AKG) dan penduduk mi ski n mi nimal 1 per sen per t ahun; t er - masuk di dal amnya i bu hami l yang meng- al ami anemi a gi zi dan bal i t a dengan gi zi kur ang.

6. Meni ngkat kan kemandi r i an pangan mel a- l ui pencapai an swasembada ber as ber ke- l anj ut an, swasembada j agung pada t ahun 2007, swasembada kedel ai pada t ahun 2015, swasembada gul a pada t ahun 2009 dan swasembada dagi ng sapi pada t ahun 2010; ser t a membat asi i mpor pangan ut ama di bawah 10 per sen dar i kebut uh- an pangan nasi onal .

7. Meni ngkat nya r asi o l ahan per or ang (l and-man r at i o) mel al ui penet apan l a- han abadi ber i r i gasi mi ni mal 15 j ut a ha, dan l ahan ker i ng mi ni mal 15 j ut a ha.

8. Meni ngkat nya kemampuan pengel ol aan cadangan pangan pemer i nt ah daer ah dan pemer i nt ah pusat .

9. Meni ngkat nya j angkauan j ar i ngan di st r i - busi dan pemasar an pangan ke sel ur uh daer ah.

10.Meningkat nya kemampuan nasional da- lam mengenali, mengant isipasi dan mena- ngani secara dini sert a dalam melakukan t anggap darurat t erhadap masalah kera- wanan pangan dan gizi.

St rat egi Umum

(3)

maki n t er pur uk, ser t a pember dayaan agar mer eka semaki n mampu mewuj udkan ket a- hanan pangannya secar a mandi r i . Kedua st r at egi t er sebut di j al ankan dengan mengge- r akkan sel ur uh komponen bangsa, yai t u pe- mer i nt ah, masyar akat t er masuk LSM, or gani - sasi pr of esi , or gani sasi massa, koper asi , or gani sasi sosi al , ser t a pel aku usaha, unt uk mel aksanakan akt i vi t as ekonomi nya secar a ef esi en dan ber t anggungj awab, mel aksana- kan kewaj i ban sosi al nya ser t a, membant u memenuhi kebut uhan pangan masyar akat mi ski n, r awan pangan dan gi zi , gol ongan usi a l anj ut dan cacat ganda.

Kebij akan Umum

Kebij akan umum ket ahanan pangan t er- diri dari 14 el emen pent i ng, yang di har apkan menj adi panduan bagi pemer i nt ah, swast a dan masyarakat unt uk bersama-sama mewu- j udkan ket ahanan pangan di t i ngkat rumah t angga, t ingkat wilayah dan t ingkat nasional . Sel ain memberikan arah kebij akan yang l ebih j elas dan mudah dicerna, pemerint ah berpe- ran dalam menj abarkan secara rinci kebij ak- an-kebij akan l ain yang mampu memberikan i nsent i f kepada pet ani dan konsumen ser t a secar a kompr ehensi f dar i hul u sampai hi l i r .

Adapun el emen-el emen pent i ng dal am kebi j akan umum ket ahanan pangan adal ah sebagai ber i kut :

1. Menj amin Ket er sedi aan Pangan

Kebi j akan unt uk menj ami n ket er sedi a- an pangan di l aksanakan ant ar a l ai n mel al ui kegi at an sebagai ber i kut .

a. Pengembangan Lahan Abadi 15 j ut a ha

Beririgasi dan 15 j ut a ha Lahan Kering. Kegi at an i ni mencakup penet apan kawas- an per t ani an dan pengendal i an al i h f ung- si l ahan mel al ui penegakan per at ur an secar a l ebi h t egas, penat aan i nf r ast r uk- kt ur dan pener apan r egul asi at as i nf r a- st r ukt ur per t ani an, dan penguat an st at us kepemi l i kan l ahan.

b. Pengembangan Konservasi dan Rehabi-

lit asi Lahan. Kegi at an i ni mel i put i pe- nyebar l uasan pener apan t eknol ogi kon- ser vasi dan r ehabi l i t asi pada usaha-usaha ber basi s per t ani an, pet er nakan, per ke- bunan, per i kanan dan kehut anan, dan peni ngkat an kesadar an dan par t i si pasi masyar akat dal am pencegahan ker usak- an, ser t a r ehabi l i t asi l ahan-l ahan usaha per t ani an dan per kebunan secar a l uas.

c. Pelestarian Sumberdaya Air dan Pengelo-

laan Daerah Aliran Sungai. Kegiat an ini

dilaksanakan melalui penegakan perat uran unt uk menj amin kegiat an pemanf aat an

sumberdaya alam secara ramah lingkung- an, rehabilit asi daerah aliran sungai dan lahan krit is, konservasi air dalam rangka pemanf aat an curah huj an dan aliran per- mukaan, pengembangan inf rast rukt ur pengairan unt uk meningkat kan ef esiensi pemanf aat an air, sert a penyebarluasan pe- nerapan t eknologi ramah lingkungan pada usaha-usaha yang memanf aat kan sumber- daya air dan daerah aliran sungai.

d. Pengembangan dan Penyediaan Benih,

Bibit Unggul dan Alsintan. Kebij akan ini

dilaksanakan melalui pengembangan benih / bibit induk unggul berkualit as spesif ik lokasi, perakit an sert a pengembangan pro- duksi alat dan mesin pert anian unt uk me- ningkat kan ef isiensi budidaya pert anian.

e. Pengaturan Pasokan Gas untuk Produksi

Pupuk. Kegiat an ini dimaksudkan unt uk

memberi j aminan pasokan dan harga gas unt uk memproduksi pupuk kepada indust ri dal am negeri, mel al ui regul asi yang t epat .

f . Pengembangan Skim Permodalan yang

Kondusif bagi Pet ani dan Nelayan. Kegiat an ini meliput i upaya-upaya unt uk mengat asi hambat an yang dial ami pet ani/ nelayan dal am mengakses permodalan da- ri lembaga keuangan perbankan dan non perbankan, baik dalam hal t eknis adminis- t rasi maupun beban f inansial yang harus dit anggung pet ani/ nel ayan. Berbagai ke- giat an yang t el ah dil aksanakan sepert i pinj aman l angsung bergulir kepada kel om- pok pet ani/ nel ayan, pengembangan usaha kredit mikro, pengembangan koperasi simpan pinj am, dikembangkan dan dit ing- kat kan kualit asnya agar l ebih ef ekt if da- l am membant u menyediakan modal usaha dan mendidik kedisiplinan mengelola pin- j aman pada pet ani/ nelayan.

g. Peningkatan Produkt ivitas Melalui Per-

baikan Genet is dan Teknologi Budaya.

Kegiat an ini mencakup perakit an t ekno- l ogi unt uk menghasilkan variet as unggul spesif ik lokasi unt uk meningkat kan kuali- t as dan produkt ivit as usaha pert anian, perikanan dan kehut anan, sert a unt uk perbaikan t eknologi budidaya unt uk me- nekan senj ang hasil ant ara t ingkat peneli- t ian dan t ingkat pet ani, meningkat kan ef esiensi ke arah zer o wast e, memper-rbaiki/ mempert ahankan kesuburan lahan dan meningkat kan pendapat an pet ani.

h. Peningkat an Efesiensi Penangan Pasca

Panen dan Pengolahan. Kegiat an ini an-

(4)

produk, mendorong pemanf aat an t eknolo- gi dan peralat an t ersebut melal ui penye- diaan insent if bagi pelaku usaha, khusus- nya skala kecil .

i. Penyediaan Insentif Investasi di Bidang

Pangan. Kegiat an ini meliput i pemberian

berbagai kemudahan pada invest or unt uk mengurangi biaya dan wakt u di bidang t anaman pangan, pet ernakan, perkebun- an, perikanan, ant ara l ain dalam hal perizinan, penyediaan inf ormasi pot ensi dan t eknologi, kepast ian hukum at as penguasaan l ahan/ konsesi, perpaj akan dan pungut an l ainnya, sert a keamanan usaha dari t indak kriminal .

j . Penguatan Penyuluhan, Kelembagaan

Petani/ Nelayan dan Kemit raan. Kegiat an

ini meliput i penyusunan dan sosial isasi perat uran penyuluhan, penat aan kel em- bagaan penyul uhan pert anian, peningkat - an mut u penyelenggaraan penyul uhan pert anian, dan penerapan secara meluas pendekat an pemberdayaan/ pendamping- an kepada kelompok masyarakat pet ani/ nelayan.

2. Menat a Pert anahan dan T at a Ruang/ Wilayah

a. Pengembangan Reforma Agraria. Kegiat

-an ini adalah penat a-an kembali kepemi- likan, penguasaan, sert a pemanf aat an la- han usaha dan lahan pert anian unt uk memenuhi sebesar-besarnya kesej aht eraan masyarakat , keadilan sosial dan kelest ari- an sumberdaya alam. Hal ini dilaksanakan dengan penyusunan kebij akan operasional dan pet unj uk pelaksanaan Undang-Undang Pokok Agraria, sert a melaksanakannya secara t erdesent ralisasi dan part isipat if mengikut sert akan unsur-unsur masyarakat .

b. Penyusunan Tata Ruang Daerah dan

Wilayah. Kegiat an ini meliput i perbaikan

Rencanan Tat a Ruang Daerah dan Wilayah secara t erkoordinasi ant ar daerah/ wilayah dengan mempert imbangkan unsur-unsur sosial, ekonomi, budaya dan kelest arian sumberdaya alam, disert ai penerapannya secara t egas dan konsist en, dengan pene- rapan sanksi t erhadap pelanggaran.

c. Perbaikan Administ rasi Pert anahan dan

Sertifikasi Lahan. Kegiat an ini mel iput i

perbaikan sist em pel ayanan sert if ikasi l ahan, f asilit asi/ dukungan proses sert if i- kasi l ahan bagi masyarakat kurang mampu dan percepat an penyelesaian masalah administ rasi pert anahan secara hukum.

d. Penerapan Sist em Perpaj akan Progresif

Bagi Pelaku Konversi Lahan Pert anian Subur dan Pembiaran Lahan Pertanian

Terlantar. Kegiat an ini meliput i penyusun-

an perat uran dan penerapannya secara t egas bidang perpaj akan at as lahan at au usaha yang dapat menghambat / memberat - kan set iap upaya mengkonversi lahan per- t anian subur, dan at au membiarkan lahan pert anian t erlant ar.

3. Pengembangan Cadangan Pangan

a. Pengembangan Cadangan Pangan Peme-

rint ah. Kegiat an ini dit it ikberat kan pada f asil it asi pengembangan cadangan peme- rint ah provinsi, kabupat en dan desa agar set iap j enj ang pemerint ahan mampu mengat asi masal ah kerawanan pangan se- suai kewenangan dan t anggungj awab ot o- nominya. Pengembangan sist em cadang- an pangan pemerint ah secara berj enj ang ini dipriorit askan pada daerah-daerah rent an kerawanan pangan, dengan j enis pangan sert a sist em pengelolaan yang sesuai budaya masyarakat set empat .

b. Pengembangan Lumbung Pangan Masya-

rakat . Kegiat an ini meliput i f asilit asi

pengembangan sist em cadangan pangan masyarakat , di daerah rawan pangan kronismaupun rawan pangan darurat , agar masing-masing kelompok masyarakat mam- pu memanf aat kan dan mengelola sist em cadangan pangannya unt uk mengat asi ma- salah kerawanan pangannya secara mandiri dan berkelanj ut an. Fasilit asi dilakukan da- lam aspek manaj emen kelompok maupun aspek t eknis pengelolaan pangan sehingga kualit as dan nilai ekonominya dapat dit ingkat kan.

4. Mengembangkan Sist em Dist ribusi Pangan yang Efesien

a. Pembangunan dan Rehabilit asi Sarana

dan Prasarana Distribusi. Kegiat an ini

mel iput i rehabil it asi dan pembangunan j alan, j embat an, pelabuhan, t empat pen- darat an, sert a pengembangan sist em ang- kut an umum yang menj angkau daerah-daerah t erpencil dan rawan gangguan bencana. Pemerint ah mel aksanakan pem- bangunan pada segmen-segmen yang t i- dak mampu dilaksanakan oleh swast a, dan memf asilit asi peran swast a unt uk me- ngembangkan segmen-segmen yang meng- unt ungkan.

b. Penghapusan Ret ribusi Produk Pertanian

dan Perikanan. Kegiat an ini meliput i

penet apan at uran penghapusan ret ribusi produk pert anian dan perikanan, penela- ahan t erhadap perat uran pemerint ah dan pemerint ah daerah dan membat alkannya bila masih ada.

c. Pemberian Subsidi Transport asi bagi

(5)

Terpencil. Kegiat an ini ant ara lain dapat berupa penyediaan pelayanan t ransport a- si bersubsidi ol eh pemerint ah, bekerj a sama dengan pemerint ah daerah at au dengan swast a unt uk menj amin st abilit as dan kont inuit as pasokan pangan pada daerah-daerah rawan pangan, rawan t er- isolasi dan daerah t erpencil , dengan harga yang t erj angkau oleh masyarakat di daerah t ersebut .

d. Pengawasan Sist em Persaingan Perda-

gangan yang Tidak Sehat . Kegiat an ini

mel iput i pengkaj ian dan penerapan regu- l asi perdagangan yang menj amin proses yang adil dan bert anggungj awab, sert a mel indungi para pel aku ekonomi dari per- saingan yang t idak sehat , baik ant ar pel a- ku di dal am negeri maupun ant ara pel aku dal am negeri dengan l uar negeri.

5. Menj aga St abilit as Harga Pangan

a. Pemant auan Harga Pangan Pokok Secara

Berkala. Kegiat an ini meliput i pemant auan

harga beberapa bahan pangan t ert ent u yang bersif at pokok dan st rat egis, khusus- nya pada bulan-bulan t ert ent u saat pro- duksi menurun dan kebut uhan meningkat . Dat a hasil pemant auan dapat memberikan indikasi st abilit as harga. Apabila t erj adi gej olak harga yang meresahkan masyara- kat , maka pemerint ah melakukan t indakan int ervensi unt uk menst abilkan kembali pada t ingkat yang dapat dit erima. Pada musim panen, pemant auan harga berman- f aat unt uk mencegah agar harga gabah/ beras t idak j at uh hingga di bawah harga.

b. Pengelolaan Pasokan Pangan dan Cadang-

an Penyangga untuk Stabilisasi Harga. Kegiat an ini meliput i penyediaan cadangan beras pemerint ah, sert a kerj a sama de- ngan badan-badan usaha pemerint ah dan swast a dalam penyediaan cadangan pe- nyangga bahan pangan lainnya, unt uk dimanf aat kan/ dimobilisasi apabila t erj adi kelangkaan pasokan at au gej olak harga.

6. Meningkat kan Aksesibilit as Rumaht angga Terhadap Pangan

a. Pemberdayaan Masyarakat Miskin dan

Rawan Pangan. Kegiat an ini meliput i

pendampingan unt uk meningkat kan kapa- sit as masyarakat agar mampu memahami pel uang dan mendayagunakan sumber- daya yang dimilikinya unt uk meningkat kan produkt ivit as ekonomi kel uarga. Pening- kat an kapasit as mel ipit i kemampuan ber- organisasi, bekerj a sama dan pemben- t ukan modal , ket erampilan mengolah sumberdaya alam, sert a mengelola usaha dan mengembangkan j aringan usaha. Di

samping it u diberikan pula bant uan unt uk menambah aset kelompok unt uk memper- cepat pengembangan usahanya. Tahap selanj ut nya adalah peningkat an kesadar- an gizi sert a sanit asi dan higiene dal am l ingkungan rumah t angga.

b. Peningkatan Efektivit as Program Raskin.

Kegiat an ini meliput i perbaikan met ode penent uan kel ompok sasaran mengguna- kan inf ormasi t erkini, mel ibat kan masya- rakat desa unt uk menaj amkan proses sel eksi kel ompok sasaran, memant au dan mengawasi proses penyaluran, dan mem- berikan saran/ umpan balik t erhadap ef ek- t ivit as program Raskin. Di samping it u j u- ga kont ribusi pemerint ah set empat dalam penyediaan biaya dist ribusi dari t ingkat desa ke t it ik bagi.

c. Penguatan Lembaga Pengelola Pangan di

Pedesaan. Kegiat an ini memf asilit asi ber-

bagai l embaga sosial masyarakat di pede- saan yang bergerak di bidang pangan agar mampu meningkat kan perannya dalam t u- rut sert a mengat asi masal ah pangan dan gizi di l ingkungannya, dan dapat menj adi inspirasi bagi masyarakat di sekelilingnya unt uk berperan serupa.

7. Melaksanakan Diversifikasi Pangan

a. Peningkat an Diversifikasi Konsumsi Pa-

ngan dan Gizi Seimbang. Kegiat an ini

mel iput i peningkat an penget ahuan dan kesadaran pangan dan gizi, ket erampilan mengelola pangan dan konsumsi dengan gizi seimbang, sanit asi dan higiene di bidang pangan, dan sumberdaya kel uarga unt uk meningkat kan gizi.

b. Pengembangan Teknologi Pangan.

Kegiat an ini meliput i perekayasaan at au inovasi t erhadap t eknologi/ kearif an l okal di bidang pangan, unt uk meningkat kan kualit as f isik maupun kandungan gizi, daya simpan, dan daya saing komodit as pangan. Teknologi t epat guna spesif ik l okasi ini membant u masyarakat dalam kegiat an produksi, cadangan, dist ribusi dan perdagangan pangan hingga akt ivit as j asa boga unt uk meningkat kan ket ersedia- an pangan sert a pendapat an masyarakat .

c. Diversifikasi Usahat ani dan Pengem-

bangan PanganLokal. Kegiat an ini ant ara

(6)

sert a t idak kal ah menarik dengan bahan pangan produk indust ri.

8. Meningkat kan Mut u dan Keamanan Pangan

a. Pengembangan dan Penerapan Sist em

Mutu Pada Proses Produksi, Olahan dan

Perdagangan Pangan. Kegiat an ini mel i-

put i perumusan dan penet apan sist em mut u, penyul uhan, pel ayanan dan f asili- t asi penerapan sist em mut u, pemant auan penerapan sist em mut u sert a pengharga- an t erhadap produsen, pengol ah dan pedagang di bidang pangan yang t el ah menerapkan sist em mut u dengan baik.

b. Peningkat an Kesadaran Mut u dan

Keamanan Pangan Pada Konsumen. Kegiat an ini meliput i pendidikan dan penyul uhan kepada sel uruh l apisan masyarakat , baik mel al ui j alur f ormal maupun non f ormal unt uk meningkat kan pemahaman t erhadap mut u dan keaman- an pangan sert a dampaknya t erhadap kesehat an t ubuh, sert a kemampuan unt uk menyeleksi pangan yang bermut u dan aman dikonsumsi.

c. Pencegahan Dini dan Penegakan Hukum

Terhadap Pelanggaran Aturan Mut u dan

Keamanan Pangan. Kegiat an ini ant ara

l ain adalah kampanye peningkat an kesa- daran masyarakat at as berbagai at uran t ent ang mut u dan keamanan pangan, penerapan sist em pemant auan t erhadap produk pangan yang berpot ensi pel ang pelanggaran dan membahayakan, sert a penerapan sanksi t erhadap pel anggaran. Kesadaran masyarakat at as bahaya pada bahan pangan yang dikonsumsi akan mem- berikan kont ribusi yang signif ikan t erha- dap pencegahan dini dan pengawasan.

9. Mencegah dan Menangani Keadaan Rawan Pangan dan Gizi

a. Pengembangan Isyarat Dini dan Penang-

gulangan Keadaan Rawan Pangan dan

Gizi (SKPG). Kegiat an ini mel iput i pening-

kat an kepedul ian pemerint ah dan masya- rakat khususnya di kabupat en, t erhadap manf aat sist em isyarat dini sert a memf a- silit asi penerapannya sesuai kondisi se- t empat . Di samping it u j uga memf asilit asi pemerint ah daerah unt uk membangun ke- mampuan unt uk merespon isyarat t erse- but secara t epat dan cepat unt uk mence- gah dan mengat asi t erj adinya kerawanan pangan.

b. Peningkat an Keluarga Sadar Gizi.

Kegiat an ini ant ara lain meliput i penyu- l uhan dan bimbingan sosial kepada kel u- arga yang membut uhkan mel aui sist em komunikasi, inf ormasi dan edukasi yang

sesuai dengan sit uasi sosial budaya dan ekonomi set empat .

c. Pemanfaat an Lahan Pekarangan untuk

Peningkat an Gizi Keluarga. Kegiat an ini

ant ara l ain adalah penyuluhan, bimbingan dan f asil it asi kepada kel ompok masya- rakat unt uk memanf aat kan pekarangan sebagai sumber pangan dan gizi kel uarga.

d. Pemanfaat an Cadangan Pangan Pemerin-

t ah unt uk Penanggulangan Keadaan

Rawan Pangan dan Gizi. Kegiat an ini

berupa pengel uaran cadangan beras pe- merint ah, yang dikelola Perum Bulog, oleh Ment eri Sosial at as permint aan pemerint ah daerah, unt uk menanggul angi masal ah kerawanan pangan dan gizi di daerahnya.

10. Memfasilit asi Penelit ian dan Pengem- bangan

a. Alokasi Anggaran yang Memadai unt uk

Penelit ian dan Pengembangan. Kegiat an

ini meliput i peningkat an kepedul ian ber- bagai l embaga t erkait dalam pemerint ah dan pemerint ah daerah unt uk mengaloka- sikan anggaran memadai unt uk penelit ian dan pengembangan unt uk menghasilkan t eknologi, inf ormasi, peralat an yang me- nunj ang t erwuj udnya ket ahanan pangan dan gizi.

b. Peningkat an Kerj asama Kemit raan Ant ar

Lembaga Penelit ian. Kegiat an ini adalah

mengkoordinasikan subst ansi dan mema- dukan sumberdaya penel it ian unt uk men- j amin ef esiensi dan ef ekt ivit as penelit ian, sert a t erl ayaninya kebut uhan masyarakat yang beragam oleh sumberdaya penelit ian yang t erbat as.

11.Meningkat kan Peran Sert a Masyarakat .

Hal ini dilakukan dengan menerapkan sist em penghargaan t ingkat nasional ke- pada mereka yang t elah memberikan kon- t ribusi yang signif ikan t erhadap pem- bangunan di bidang pangan dan gizi, unt uk memot ivasi dan memperl uas peran sert a l embaga-l embaga pemerint ah dae- rah, l emabga non pemerint ah, organisasi masyarakat maupun perorangan unt uk mel akukan hal serupa.

12. Melaksanakan Kerj asama Int ernasional

a. Penggalangan Kerj asama Int ernasional

dalam Melawan Kelaparan dan Kemiskin-

an. Kegiat an ini dimulai dengan mem-

(7)

an ant ara pemerint ah, organisasi peme- rint ah, pelaku usaha dal am rangka me- ningkat kan kemampuan dan kreat ivit as mengat asi masal ah, dan mel akukan pert u- karan inf ormasi pengal aman berharga dari masing-masing l embaga.

b. Perbaikan Kinerj a Diplomasi Ekonomi,

Polit ik, Sosial, dan Budaya unt uk Me-

ningkat kan Ketahanan Pangan. Kegiat an

ini meliput i pembekalan t erhadap para diplomat dengan inf ormasi yang memadai t ent ang sit uasi dan pel uang kerj asama dengan berbagai negara dan l embaga-l embaga int ernasionaembaga-l unt uk mendukung peningkat an ket ahanan pangan, dan ber- dasarkan inf ormasi t ersebut meningkat kan int ensit as dipl omasi dengan f okus yang spesif ik dan ef ekt if .

13. Mengembangkan Sumberdaya Manusia

a. Perbaikan Program Pendidikan, Pelat ih-

an dan Penyuluhan di Bidang Pangan. Kegiat an ini meliput i penat aan kembali kel embagaan, peningkat an kualif ikasi t e- naga pengelol a dan pelaksana, peningkat - an mut u penyel enggaraan, sert a pengem- bangan j aringan kerj asama pendidikan, pelat ihan dan penyul uhan.

b. Pemberian Muat an Pangan dan Gizi pada

Pendidikan Formal. Kegiat an ini meliput i

penyusunan program dan kurikul um yang t epat unt uk masing-masing segmen dan t ingkat an, sosial isasi kepada pihak t erkait dan penerapan secara part isipat if dengan sel uruh pemangku kepent ingan.

c. Pemberian Jaminan Pendidikan Dasar

dan Menengah Khususnya bagi Perem-

puan dan Anak-anak di Pedesaan. Hal ini

dilakukan dengan peningkat an kepedulian dan f asilit asi kepada pemerint ah daerah kabupat en unt uk melaksanakan secara

sungguh-sungguh kebij akan waj ib belaj ar sembilan t ahun, dengan penaj aman prio- rit as pada perempuan dan anak-anak di pedesaan. Dana alokasi khusus bidang pendidikan, dikombinasikan dengan dana pemerint ah daerah dan dana sumbangan masyarakat , digunakan sepenuhnya unt uk penyel enggaraan pendidikan dasar dan menengah dan membebaskan biaya pendi- dikan bagi masyarakat yang kurang mampu.

14. Kebij akan Makro dan Perdagangan yang Kondusif

a. Kebij akan Fiskal yang Memberikan

Insentif bagi Usaha Pert anian. Hal ini

dilakukan dengan pemberian keringanan paj ak bagi para pel aku usaha di bidang pert anian dan pengol ahan pangan unt uk mendorong pert umbuhan invest asi usaha berbasis pert anian dan pangan.

b. Alokasi APBN dan APBD yang Memadai

unt uk Pengembangan Sekt or Pert anian

dan Pangan. Hal ini dil akukan dengan

peningkat an kepedul ian dan pemberian pemahaman sert a umpan bal ik kepada l embaga pemerint ah yang berkompet en t ermasuk lembaga l egislat if , unt uk mem- berikan anggaran memadai bagi sekt or pert anian dan pangan.

c. Kebij akan Perdagangan yang Memberi-

kan Proteksi dan Promosi bagi Produk

Pertanian St rategis. Hal ini mencakup

Referensi

Dokumen terkait

PRURAISING FUTURE TEAM SURAKARTA. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Agustus 2017. Tujuan penelitian ini

Register Data Pointer atau DPTR mengandung DPTR untuk byte tinggi (DPH) dan byte rendah (DPL) yang masing-masingberadadilokasi 83h dan 82h, bersama-samamembentuk register

Untuk mengurangi kondisi permukiman yang tidak memadai seperti masih banyaknya rumah tidak layak huni, jalan lingkungan tanah yang belum di aspal, jalan setapak

Dalam penelitian Ratna Farida, puisi yang berkaitan dengan aspek moral tentang hubungan manusia dengan manusia lain yaitu “Kado Cinta untuk Ibu” dan “Surat untuk Ayah”, pesan

Lenin telah memodifikasi paham Clausewitz. Menurutnya, perang adalah kelanjutan politik dengan cara kekerasan Bagi Leninisme/komunisme, perang atau pertumpahan darah

Judul Pengaruh Status Sosial Ekonomi Orang Tua, Pendidikan Pengelolaan Keuangan Keluarga, dan Pembelajaran di Perguruan Tinggi Terhadap Literasi Finansial Mahasiswa

1. Analisis, pada saat ini di Indonesia, dokumentasi warisan budaya resep masakan tradisional Jawa dalam format XML belum ada. Dengan demikikan dibutuhkan sebuah

interface adalah untuk mengkomunikasikan fitur- fitur sistem yang tersedia agar petugas mengerti dan dapat menggunakan sistem tersebut serta agar terbentuk rancangan