• Tidak ada hasil yang ditemukan

TAFSIR BI AL-MA’SUR (KELEBIHAN DAN KEKURANGAN SERTA PENGEMBANGANYA)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "TAFSIR BI AL-MA’SUR (KELEBIHAN DAN KEKURANGAN SERTA PENGEMBANGANYA)"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Pertama, bahwa Nabi Muhammad SAW perlu menyadari bahwa Allah SWT yang kepadanya menurunkan Al- Qur‟an dan memberikan tugas dan kewajiban berdakwah, tidak akan membiarkan

Orientalis menganggap bahwa al-Qur`an adalah karangan Nabi SAW atau inspirasi dari Nabi SAW. Ini menjadi permasalahan hingga saat ini, karena ada perbedaan riwayat mengenai

dalam perspektif al- Qur’an yang berorientasi pada tafsir maud}u>’i @ atas ayat-ayat tentang penghinaan terhadap Nabi Muhammad saw.. dalam al-

Perkembangan ilmu matematika tidak terlepas dari peran kitab-kitab yang diwahyukan kepada rasul-rasul Allah SWT terutama kita suci Al-Qur‟an. Munculnya Al- Qur‟an telah

Fazlur Rahman menyatakan bahwa generasi awal Muslim tidak menganggap ajaran al-Qur‟an dan sunnah dari Nabi (Sunnah of the Prophet) sebagai suatu yang statis, tapi

Pemahaman terhadap isi kandungan Al-Quran menjadi penting, sebab setelah Nabi Saw wafat, yang dapat menjadi pedoman bagi umat ialah Al-Quran dan Sunnah.12 Oleh sebab itu, dalam memahami

1333-1397 H/1915-1999 M dalam bukunya al-Tafsîr wa al-Mufassirûn mengatakan bahwa Mujâhid adalah salah satu Tabi’in yang banyak menggunakan ra’yunnya dalam menafsirkan Al-Qur`an

“Penafsiran Sayyid Quthb Tentang Wacana Pluralisme Agama dalam Al-Qur‟an Surat Al-An‟am Ayat 108 Pada Tafsir Fi Zhilal Al-Qur‟an.” Sophist : Jurnal Sosial Politik Kajian Islam dan