TUGAS EKONOMI LINTAS MINAT
MATERI : “MANAJEMEN.”
GURU PENGAJAR
: Umi Masfiah M.pd
KELOMPOK 2,ANGGOTA : Alifia Rahmawati Sholehat Muhammad Padhliansyah Muhammat Ridho Adhani Nanda Ayu Alfina Rahmah Veronika Kalimatul Damayanti Yeni Muryani
DINAS PENDIDIDIKAN KABUPATEN BANJAR
SMA NEGERI 1 MARTAPURA
Kata Pengantar
Daftar Isi
Manajemen
A. Konsep Dasar Manajemen
1. Definisi Manajemen
2. Sarana Manajemen
Untuk menunjanag aktivitas manajemen diperlukan saran atau alat manajemen (tools of management). Tidak hanya itu sarana manajemen juga diperlukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sarana manajemen meliputi manusia (man),
uang (money), bahan (materials), mesin (machines), metode
(methods), dan pasar (market). a. Manusia (Man)
Manusia merupakan sarana manajemen yang paling menentukan. Dalam aktivitas manajemen, manusia memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai subjek dan objek. 1). Manusia sebagai subjek,artinya manusia berperan
melakukan tindakan atau usaha. Selain itu, manusia sebagai penggerak, motivator, ataupun dinamisator. 2). Manusia sebagai objek,artinya manusia diatur dan
digerakkan seperti sarana manajemen lain. Oleh karena itu memiliki jiwa dan perasaan, manusia perlu dihargai secara layak.
Dalam aktivitas manajemen, manusia berperan menyusun rencana dan tujuan tertentu. Manusia pula yang melakukan proses manajemen untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Untuk mencapai tujuan yang efektif dan efesiaen diperlikan manusia yang kompeten.
b. Uang (Money)
Uang digunakan untuk membiayai tenaga kerja, membeli bahan (material) dan mesin, membiayai kegiatan pemasaran, serta membiayai penelitian metode kerja.
Pemanfaatan manusia, uang, dan bahan dalam aktivitas manajemen perlu didukung metode kerja yang efesien. Metode kerja menggambarkan tata cara kerja yang teratur dan tersistem dengan mempertimbangkan aspek sasaran, fasilitas yang tersedia, alokasi waktu, uang, serta kegiatan usaha. Dengan metode kerja, tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai secara efektif dan efesien.
e. Mesin (Machines)
Pemakaian mesinberkaitan dengan penentuan teknik produk berbasispadat modal. Pemakaian mesin mempermudah proses produksi, menciptakan efesiensi produksi serta meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil produksi.
f. Pasar (Market)
Tidak hanya sebatas tempat untuk menyalurkan hasil produksi, pasar juga berperan sebagai faktor yang mendorong peningkatan kualitas hasil produksi. Denagan menganalisis pasar, perusahaan harus mampu menerjmehkan selera dan mengetahui daya beli konsumen atas produksi yang di hasilkan.
3. Tingkatan Manajemen
B.
Prinsip dan Fungsi Manajemen
1. Prinsip Manajemen
Prinsip manajemen berperan sebagai pedoman kerja yang tidak dapat diabaikan dalam organisasi. Apa saja prinsip-prinsip manajemen? Seorang ahli manajemen bernama Henry Fayol mengemukakan pendapatnya tentang prinsip-prinsip manajemen. DalamManullang (2012),
prinsip-prinsip manajemen menurut Henry Fayol diuaraikan sebagai berikut.
a. Pembagian Kerja (Division of Work)
suatu perusahaan sebaiknnya menerapkan prinsip the right man in the right place. Pembagian kerja harus bersifat objektif, bukan bersifat subjektif berdasarkan factor like and dislike.
b. Wewenang dan Tanggung Jawab (Authority and Responsibility)
Suatu organisasi akan dikelola dengan efektif jika ditunjang dengan pendelegasian wewenang dan tanggung jawab dengan baik.
c. Disiplin (Discipline)
Setiap karyawan harus memiliki sikap disiplin agar pendelegasian wewenang berlangsung efektif. Sikap disiplin mendorong karyawan untuk melaksanakan wewenang secara bertanggung jawab. Dengan demikian, karyawan melaksanakan pekerjaan sesuai rencana, peraturan, dan sasaran yang telah ditetapkan.
d. Kesatuan Perintah (Unity of Command)
Karyawan juga harus mengetahui kepada siapa ia bertanggung jawab sesuai dengan wewenang yang dibebankan kepadanya. Prinsip kesatuan perintah dimaksudkan agar karyawan tidak mengalami kebingungan atas perintah atasan.
e. Kesatuan Pengarahan (Unity of Direction)
Pengarahan berkaitan dengan kegiatan mengintegrasikan usaha anggota suatu kelompok sehingga tugas yang dibebankan dapat diselesaikan. Pengarahan diperlukan karyawan untuk memperoleh informasi tentang jumlah, kualitas, dan target waktu dalam pelaksanaan proses kerja.
f. Mendahulukan Kepentingan Umum di Atas Kepentingan Pribadi (Subordination of Individual Interest to General Interest)
ini menjadi syarat agar kegiatan dalam suatu organisasi berlangsung lancar. Akhirnya, tujuan yang telah ditetapakan dapat tercapai.
g. Penggajian (Remuneration of Personnel)
Gaji atau upah merupakan imbal jasa atau kompensasi atas keterlibatan faktor produksi tenaga kerja dalam proses produksi. Sistem penggajian juga perlu memperhitungkan kemampuan atau kondisi keuangan perusaahaan.
h. Pemusatan Wewenang (Centralization)
Sentralisasi merujuk pada pemusatan wewenang pada satu manajer sehingga seluruh aktivitas manajemen dapat dikendalikan. Sentralisasi biasanya diterapkan dalam organisasi berskala kecil. Tujuan sentralisasi wewenang adalah menghindari kesimpangsiuran wewenang dan tanggung jawab.
Pada suatu organisasi berskala besar, pembagian wewenang dapat menerapkan system desentralisasi. Desantralisasi merujuk pada pembagian wewenang kepada beberapa manajer dalam bidang-bidang pekerjaan.
i. Rantai Skalar (Scalar Chain)
Prinsip ini memudahkan komunikasi antara karyawan dalam tingkatan manajemen yang sama sehingga dapat mengabaikan wewewnang lini (line of authority) di tingkatannya.
j. Tata Tertib (Order)
Tata tertib berkaitan dengan aturan yang harus dipatuhi oleh komponen suatu organisasi dalam lingkungan kerja. Tata tertib mengharuskan karyawan bekerja sesuai dapat tugas dan wewenang. Penegakan tata tertib dalam lingkungan kerja dapat terwujud, jika seluruh manajer dan karyawan memiliki disiplin tinggi.
k. Keadilan (Equity)
adil akan menggunakan wewenang secara baik sehingga bawahan bekerja dengan nyaman.
l. Pemantapan Jabatan (Stability of Turnover Personnel)
Untuk mencapai tujuan diperlikan stabilitas kondisi personel karyawan. Oleh karena itu, stabilitas kondisi personel karyawan perlu dijaga dan diprhatikan dalam setiap aktivitas manajemen. Tujuannya agar tugas dan pekerjaan yang dibebankan kepada karyawan dilaksanakan dengan tanggung jawab.
m. Praaksara (Initiative)
Inisiatif timbul dalam diri seseorang pada saat menggunakan daya pikir. Inisiatif merupakan salah satu sumber kekuatan organisasi. Oleh karena itu, inisiatif yang timbul baik dari atasan maupun karyawan harus dihargai secara layak. Penghargaan terhadap inisiatif tersebut akan meningkatkan kinerja karyawan.
n. Solidaritas (Solidarity)
Prinsip solidaritas berkaitan erat dengan rasa setia kawan antar karyawan. Prinsip ini menimbulkan semangat persatuan dan hubungan kerjasama yang baik. Prinsip solidaritas perlu dimanfaatkan untuk kepentingan positif yang bersifat konstruktif dan rasional.
2. Fungsi Manajemen
Dari gambar diatas, fungsi manajemen mencangkup perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penarahan (leading), pengoordinasian (coordinating), dan pengendalian (controling). Fungsi manajemen pada gambar diatas dikemukakan oleh Henry Fayol, ahli manajemencatau administrasi dari Prancis pada awal abad XX.
a. Perencanaan (Planning)
Perencanaan merupakan lahkah awal untuk menentukan tujuan. Perencanaan juga ditentukan strategi, kebijakan, program, prosedur, metode, anggaran, dan standar yang diperlukan dalam mencapai tujuan tertentu. Menurut Louis A. Allen dalam manullang (2012), perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Perencanaan mengupayakan pemakaian sumbe daya untuk mencapai tujuan tertentu. Perencanaan memiliki tujuan sebagai berikut.
1) Menciptakan standar pengawasan, yaitu mencocokan pelaksanaan dan perencanaan.
2) Mengetahui waktu pelaksanaan dan penyelesaian suatu pekerjaan.
3) Mengetahui pihak-pihak yang terlibat baik kualifikasi maupun kuantitas.
4) Memperoleh kegiatan yang sistematisb termasuk biaya dan kualitas pekerjaan.
5) Meminimalkan kegiatan tidak produktif serta menghemat biaya, tenaga, dan waktu.
6) Memberikan deskripsi secara menyeluruh tentang wewenang dan tugas.
7) Memudahkan dan menyerasikan koordinasi antar bagian organisasi.
8) Memonitoring dan mendeteksi hambatan yang akan ditemui.
9) Mendelegasikan wewenag dengan memperhatikan kompetensi.
10) Mengarahkan prosedur dan kebijakan untuk mencapai tujuan.
b. Pengorganisasian (Organizing)
Pengorganisasian adalh proses pembagian tugas, wewenag, dan sumber daya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Fungsi pengorganisasian sebagai alat memadukan dan mengatur keseluruhan aktivitas berkaitsn dengan personel, keuangan, material, dan tata cara untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan. Yang bertujuan membagi tugas baik individu maupun kelompok, menciptakan hubungan organisasi antaranggota dan staf organisasi, serta mendelegasikan wewenag secara baik. c. Pengarahan (Leading)
Istilah pengarahan (leading) juga disebut directing, actuating, commanding, dan motivating. Fungsi ini menuntut pemimpin untuk menjalin komunukasi, memotivasi, dan menerapkan disiplin kepada bawahan.
d. Pengordinasian (controlling)
Berhasilnya tidaknya fungsi pengordinasian dipengaruhi syarat-syarat berikut ini.
1) Melakukan pembagian kerja secara jelas dalam suatu organisasi.
2) Menjalin kerja sama yang sehat antar personel, baik formal maupun Iinformal.
3) Menyediakan fasilita kerja dan menciptakan komunikasi yang baik bagi semua pihak.
4) Memulai tahapan dengan benar dan mempertahankan kualitas kerja sebagai proses berkelanjutan.
e. Pengendalian (controlling)
Padahal pengendalian diperlukan untuk mencapai sebuah tujuan.
Fungsi pengendalian bertujuan mencegah atau memperbaiki kesalahan, penyimpangan, penyelewengan,atau kegiatan lain yang tidak sesuai rencana.
Selain Henry Fayol. Ada tokoh manajemen lain yang mengemukakan fungsi manajemen salah satunya Georgo R. Terry. Beliau dikenal sebagai Bapak Ilmu Manajemen atau Manajemen Ilmiah.
Fungsi manajemen yang dikemukakan Georgo R. Terry denagan istilah POAC, istilah ini meliputi perencanaan
(planning), pengorganisasian (organizing), penggerakan
(actuating), dan pengawasan (controlling).
C. Bidang Manajemen Dan Penerapan Fungsi
Manajemen
1. Bidang-Bidang Manajemen
Manajemen Produksi
Manajemen produksi adalah pengarahan dan pengawasan secara sistematis proses perubahan (transformasi) faktor-faktor produksi (input) menjadi barang atau jasa (output). Input yang diperlukan menjadi sumber daya manusi (tenaga kerja dan manager), mesin, peralatan, fasilitas, modal uang, bahan, baku, tanah dan lain-lain. Selain proses transformasi, terjadi penciptaan atau penambahan nilai atau guna ekonomi (utility).
Manajemen produksi terdiri atas dua tahapan kegiatan pokok, yaitu kegiatan perencanaan sistem produksi serta kegiatan perencanaan dan penyelenggaraan produksi.
a. Tahap kegiatan perencanaan system produksi merupakan tahapan sebelum dilakukan proses produksi. Kegiatan ini meliputi.
1) Perencanaan lokasi tempat usaha/pabrik.
3) Perencanaan system pengendalian persediaan bahan.
4) Pemilihan perlengkapan dan fasilitas fisik untuk produksi (physical fasilities).
5) Perencanaan desain produk.
b. Tahap kegiatan perencanaan dan penyelenggaraan produksi merupakan tahapan menjelang dan selama berlangsungnya proses produksi. Kegiatan ini meliputi
1) Perencanaan dan pengawasan kegiatan produksi mencakup penetapan jumlah barang yang akan dihasilkan, pengendalian persediaan bahan baku, dan pengawasan kualitas.
2) Penetapan-penetapan, seperti proses produksi (routing), Jadwal proses produksi (scheduling), pemberian perintah kerja (dispacthing), dan pengawasannya.
2. Manajemen Pemasaran
a) Konsep produksi
Konsep produksi meyatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia di berbagai tempat dengan harga yang murah.
b) Konsep menjual dan penjualan
Konsep menjual menyatakan baahwa jika konsumen di abaikan maka konsumen tidak akan membeli produk perusahaan dengan jumlah yng cukup banyak.
c) Konsep pemasaran
Konsep perusahaan menyatakan bahwa kunci untuk meraih tujuanadalah menjadi lebih efektif daripada pesaing dalam memadukan kegiatan pemasaran guna menetapkan dan memuaskan kebutuhan dan keinginan pasar.
d) Konsep produk
Konsep produk menyatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang menwarkan mutu, kinerja, dan pelengkap inovatif yang terbaik.
Dalam konsep pemasaran social, perusahaan bertindak berdasarkan tiga pertimbangan, yaitu laba perusahaan, pemuasan keinginan konsumen, dan kepentingan masyarakat.
3. Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan (financial management) sering juga disebut manjemen permodalan atau pembelanjaan perusahaan (business finance). Manjemen keuangan mencakup penanganan masalah kebutuhan badan usaha, perencanaan struktur badan usaha, sumber-sumber modal, dan analisis laporan keuangan.
Kebijakan yang menyangkut sumber dana terkait erat dengan perencanaan struktur keuangan atau pemodalan perusahaan. Sumber-sumber keuangan perusahaan, antara lain a. Para pemilik, tabungan masyarakat, dan tabungan pemerintah;
b. Pasar uang dan pasar modal diselenggarakan oleh lembaga-lembaga keuangan, baik bank maupun nonbank;
c. Penjualan saham, baik secara tertutup untuk kalangan tertentu, misalnya dilingkungan keluarga, maupun secara terbuka di bursa saham (bursa efek).
Likuiditas adalah kemampuan atau kelancaran membayar
kewajiban-kewajiban jangka pende, seperti uang, gaji/upah karyawan, dan pembelian bahan baku.
Solvabilitas adalah kemampuan membayar seluruh kewajiban,
seperti uang jangka pendek atau jangka panjang, pembayaran gaji/upah, dan lain-lain, seandainya perusahaan dilikuidasi (dibubarkan).
Rentabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam
menciptakan laba, misalnya pertahun dapat dihasilkan laba sebesar 25% dari modal yang dimiliki.
4. Manajemen Sumber Daya Manusia
kreatifnya dalam mencapai tujuan organisasi.Manajemen sumber daya manusia adalah cabang manajemen yang berurusan dengan penanganan hubungan antara perusahaan dan para pekerjanya, yang mencakup persoalan penerimaan dan seleksi, pelatihan dan pengembangan, pemberian imbalan dan kesejahteraan karyawan, serta hubungan industrial.
5. Manajemen Administrasi/Akuntansi
Manajemen administrasi memnfaatkan komputer dan teknologi komunikasi/informasi serta peralatan mesin-mesin kantor modern untuk meyelanggarakan system informasi manajemen.
Tiga bidang akutansi ialah akuntansi keuangan, akutansi biaya, akuntansi manajerial.
a. Akuntansi keuangan (financial accouting) adalah pencatatan peristiwa-peristiwa yang menyebabkan perubahan kekayaan, baik besarnya maupun strukturnya.
b. Akuntansi biaya (cost accounting) adalah pencatatan perhitungan biaya harga produksi, biaya penjualan, biaya-biaya lain, dan laba rugi.
c. Akuntansi manajerial adalah akuntasi yang khusus disiapkan sebagai laporan atau bahan informasi bagi manajer, yang selanjutnya oleh manajer akan digunakan dalam pengawasan dan pengambilan keputusan.
2. Fungsi Manajemen dalam Kegiatan Sekolah a. Penerapan Manajemen Sekolah
Stuktur organisasi sekolah dapat berjalan baik jika menerapkan manajemen berbasis sekolah berikut ini.
1) Manajemen kurikulum dan program pengajaran
Fungsi perencanaan berperan penting dalam penyusunan rencana kerja tahunan dan dengan perencanaan yang baik, akan tercapai pembelajaran yang efisien dan efektif.
Berkaitan dengan ini kepala sekolah memberi tugas dan pola distribusi kerja kepada guru. Program ini akan menunjang keberhasilan kegiatan belajar.
3) Manajemen Kesiswaan
Manajemen Kesiswaan berkaitan dengan pengidentifikasian siswa agar dapat memberikan layanan terbaik dengan mempertimbangkan kompetensi siswa. Dengan manajemen ini, akan tertanam rasa cinta siswa terhadap sekolah.
4) Manajemen Keuangan dan Pembiayaan
Bidang ini berkaitan dengan anggaran atau keuangan sekolah. Perencanaan dan alokasi keuangan secara efektif dan efisien menghasilkan oerganisasi sekolah berkualitas.
5) Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan
Sekolah wajib memberikan pelayanan kepada siswa secara optimal dengan menyediakan sarana dan prasarana pendidikan.
6) Manajemen Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
Pihak sekolah sebaiknya menjalin masyarakat yang harmonis untuk membangun kepercayaan publik terhadap sekolah.
7) Manajemen Layanan Khusus
Layanan ini berupa bimbingan dan penyuluhan dalam rangka potensi dari siswa. Jika layanan khusus ini tepenuhi, akan mendukung peningkatan kualitas pembelajaran.
b. Penerapan Manajemen dalam Kegiatan Sekolah
Kegiatan ekstrakulikuler menjadi wadah siswa sesuai minat, bakat, dan hobi. Selain itu, kegiatan ekstrakulikuler bermanfaat bagi siswa dalam pembinaan kepemimpinan, keagamaan, kepekaan sosial, atupun pendidikan bela negara.