• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PEMBERIAN KOMPENSASI TERHADAP P (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGARUH PEMBERIAN KOMPENSASI TERHADAP P (1)"

Copied!
78
0
0

Teks penuh

(1)

A. Latar Belakang

Prestasi kerja pengajar dari suatu lembaga pendidikan, selalu menekankan

pelaksanaan tugas pengajar, sedangkan tugas-tugas yang harus dilaksanakan

adalah bagian dari pekerjaan atau posisi dalam lembaga pendidikan.

Para pimpinan lembaga pendidikan secara rutin menilai keefektifan

individu melalui proses evaluasi prestasi kerja, evaluasi prestasi kerja ini menjadi

dasar untuk kenaikan gaji, promosi, insentif, kompensasi dan jenis imbalan lain

yang diberikan lembaga bimbingan belajar itu.

Menurut situasi yang lazim setiap individu bekerja dalam kelompok unit

kerja, dalam beberapa hal keefektifan kelompok adalah jumlah sumbangan dari

seluruh anggautanya, dalam hal lain keefektifan kelompok unit kerja melebihi

jumlah sumbangan individual. Karena organisasi terdiri dari individu dan

kelompok unit kerja, keefektifan organisasi adalah fungsi dari keefektifan

individu dan kelompok unit kerja, walaupun demikian keefektifan organisasi

melebihi jumlah keefektifan individu dan kelompok unit kerja.

Lembaga pendidikan dapat memperoleh tingkat prestasi kerja yang lebih

tinggi dibandingkan dengan jumlah prestasi kerja masing-masing bagian individu

dan kelompok unit kerja. Lembaga bimbingan belajar sebagai alat untuk

(2)

mengerjakan pekerjaan dapat menyelesaikan pekerjaan lebih baik dari usaha

individu manapun.

Prestasi kerja suatu lembaga pendidikan menunjukkan bahwa keefektifan

kelompok unit kerja tergantung pada keefektifan individu dan keefektifan

organisasi tergantung pada keefektifan kelompok unit kerja. Hubungan yang pasti

antara ketiga perspektif itu bervariasi tergantung pada berbagai faktor seperti

macam organisasi lembaga pendidikan, pekerjaan yang dilakukan dan

penggunaan teknologi dalam melakukan pekerjaan tersebut.

Prestasi kerja individu menjadi bagian dari prestasi kerja kelompok unit

kerja, yang pada gilirannya menjadi bagian dari prestasi kerja organisasi lembaga

pendidikan. Di dalam lembaga pendidikan yang efektif, manajemen membantu

prestasi kerja secara keseluruhan, yaitu suatu keseluruhan yang lebih besar dari

sekedar penjumlahan kelompok-kelompok unit kerja. Tidak ada suatu ukuran atau

kriteria yang memadai, yang dapat mencerminkan prestasi kerja lembaga

pendidikan.

Prestasi kerja lembaga pendidikan harus dilihat dalam hubungan ukuran

berganda di dalam suatu kerangka. Tetapi ketidak efektifan prestasi kerja sesuatu

tingkatan organisasi lembaga pendidikan merupakan pertanda bagi manajemen

untuk mengambil tindakan korektif. Semua tindakan korektif manajemen akan

berpusat pada elemen perilaku organisasi lembaga pendidikan, struktur, dan

(3)

Jadi keefektifan kelompok unit kerja lebih besar dibandingkan dengan

jumlah keefektifan individual karena perolehan terwujud melalui usaha gabungan

individual dan kelompok unit kerja. Tugas manajemen adalah mengindentifikasi

sebab-sebab keefektifan organisasi lembaga pendidikan, kelompok unit kerja dan

individu.

Prestasi kerja organisasi lembaga pendidikan mencerminkan kemampuan

organisasi untuk menghasilkan jumlah dan kualitas keluaran yang dibutuhkan

lingkungan. Ukuran prestasi kerja organisasi lembaga pendidikan berhubungan

secara langsung dengan keluaran yang diterima oleh organisasi bersangkutan.

Salah satu dorongan seseorang mengejar prestasi kerja pada suatu

organisasi lembaga pendidikan adalah adanya kompensasi, sudah menjadi sifat

dasar dari manusia pada umumnya untuk menjadi lebih baik, lebih maju dari

posisi yang dipunyai pada saat ini. Para pengajar juga mulai memikirkan bahwa

kerja bukanlah hanya sekedar untuk memperoleh pendapatan, tetapi juga

memikirkan untuk menyatakan dirinya (Self Actualization), karena itulah mereka menginginkan suatu dorong an dalam hidupnya.

Dengan meningkatnya kemajuan teknologi mengakibatkan semakin

berkembangnya pemahaman manusia tentang pentingnya aspek sumber daya

manusia dalam suatu organisasi lembaga pendidikan. Bagaimanapun tingginya

teknologi tanpa didukung oleh manusia sebagai pelaksana operasionalnya, tidak

akan mampu menghasilkan suatu output yang sesuai dengan tingkat efisiensi yang

(4)

akan tetap memegang peranan yang sangat menentukan. Oleh karena itu

pemahaman dan pengembangan sumber daya manusia didalam suatu organisasi

lembaga pendidikan menjadi sangat penting.

Dalam kehidupan modern dewasa ini, faktor manusia sangatlah

diutamakan dengan menitikberatkan secara mendasar pada pengukuran hasil

nyata yang mampu dicapai oleh seorang tenaga kerja yang terlibat dalam proses

penentuan sasaran.

Prestasi kerja didalam organisasi lembaga pendidikan diukur dari mampu

tidaknya mewujudkan sasaran yang telah diterapkan sebelumnya dan bila mampu

jauh hasil nyatanya dibandingkan dengan sasaran tersebut. Ketidak jelasan dalam

menetapkan sasaran, akan mengakibatkan tenaga kerja tidak dapat mengevaluasi

dan tidak mengetahui sampai sejauh mana prestasi kerja yang telah dicapainya.

Sejalan dengan uraian tersebut diatas maka penulis mengangkat judul

"PENGARUH PEMBERIAN KOMPENSASI TERHADAP PRESTASI KERJA

GURU DI SMK YKTB 2 BOGOR".

B. Perumusan Masalah

Adapun dalam kesempatan ini, penulis mengklasifikasikan beberapa

masalah yang ada kaitannya dengan judul skripsi antara lain :

1. Bagaimana pemberian kompensasi di SMK YKTB 2 Bogor?

(5)

3. Bagaimana pengaruh pemberian kompensasi terhadap prestasi kerja guru di

SMK YKTB 2 Bogor?

C. Tujuan Penulisan Skripsi

Adapun tujuan penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui pemberian kompensasi di SMK YKTB 2 Bogor.

2. Untuk mengetahui prestasi kerja guru di SMK YKTB 2 Bogor.

3. Untuk mengetahui pengaruh pemberian kompensasi terhadap prestasi kerja

guru di SMK YKTB 2 Bogor.

D. Hipotesis

Penulis mengemukakan hipotesis bahwa jika pemberian kompensasi

dilaksanakan dengan baik akan mempunyai hubungan positif dengan prestasi

kerja guru di SMK YKTB 2 Bogor.

Uji hipotesisnya adalah sebagai berikut :

2

1 2

r n r t

  

Keterangan :

t : Distribusi student (t student)

n : Jumlah sampel

r : Kekuatan Korelasi

(6)

Adapun rumus korelasi adalah sebagai berikut :

x =Variabel bebas (independent)

y = Variabel tidak bebas (dependent)

E. Metodologi Penulisan Skripsi

1. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian adalah pada Sekolah Menengah Kejuruan YKTB 2

di Jl. Dr. Sumeru No. 42 Bogor. Adapun proses penelitian dilaksanakan dari

bulan Mei 2007 sampai dengan Juli 2007.

2. Metode Pengumpulan Data

Adapun metode pengumpulan data yang penulis lakukan adalah

sebagai berikut :

a. Riset Kepustakaan (Library Research)

Riset kepustakaan adalah pengumpulan data dengan membaca

literatur-literatur kepustakaan yang ada kaitannya dengan masalah yang

dibahas.

b. Riset Lapangan (Field Research)

Riset lapangan dilakukan dengan cara mengadakan penelitian di

(7)

1) Observasi, dimana penulis mengadakan pengamatan langsung pada

Sekolah Menengah Kejuruan YKTB 2.

2) Wawancara, dimana penulis melakukan kegiatan tanya jawab kepada

pihak-pihak yang berkepentingan dengan pengumpulan data tersebut.

3) Angket, dengan menyerahkan atau mengirimkan daftar pertanyaan

untuk dibagikan atau disebarkan kepada guru secara langsung.

3. Jenis Data

Jenis data terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer

diperoleh dari wawancara, observasi, dan angket. Sementara data sekunder

yaitu data yang diperoleh dengan melakukan riset kepustakaan dengan cara

mencari dan mengumpulkan berbagai buku dan literatur yang mempunyai

hubungan baik secara langsung maupun tidak langsung.

4. Teknik Analisa Data

Teknik analisa data dilakukan dengan cara sebagai berikut :

a. Analisis Kuantitatif

Analisis kuantitatif adalah analisis yang mempergunakan alat

analisis berupa angka-angka, dengan menggunakan metode-metode

statistik. Di dalam penelitian ini analisis statistik dengan menggunakan

program SPSS (Statistical Product And Service Solutions) Versi 11.00 for Windows. Dari penggunaan program SPSS ini akan didapat suatu

informasi diantaranya adalah Mean, Standard Deviation, Correlations,

(8)

b. Analisis Kualitatif

Tahap analisis data merupakan tahap akhir dari metodologi

statistik, sebelum penarikan kesimpulan. Pada tahap itu, diinterprestasikan

hasil dari tahap-tahap sebelumnya. Setelah itu, dibuat kesimpulan yang

merupakan titik akhir suatu permasalahan, berupa keputusan atau rencana

yang menjadi jawaban terbaik dari permasalahan tersebut.

F. Sistematika Penulisan Skripsi BAB I PENDAHULUAN

Bab ini menguraikan latar belakang, perumusan masalah, tujuan penulisan

skripsi, hipotesis, metodologi penulisan skripsi, dan sistematika penulisan skripsi.

BAB II LANDASAN TEORI

Pada bab ini membahas mengenai pengertian kompensasi, tujuan

pemberian kompensasi, metode pemberian kompensasi, pengertian tunjangan,

jenis-jenis tunjangan, pengertian prestasi kerja, penilaian prestasi kerja,

faktor-faktor yang mempenaruh prestasi kerja, dan hubungan pemberian kompensai

terhadap prestasi kerja.

BAB III GAMBARAN UMUM SMK YKTB 2 BOGOR

Pada bab ini membahas tentang sejarah singkat SMK YKTB 2 Bogor,

analisis SWOT SMK YKTB 2 Bogor, struktur organisasi, visi, misi dan tujuan

(9)

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Bab ini menguraikan penyajian data penelitian, dan analisis dan

interpretasi data.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Pada bab ini berisi mengenai kesimpulan dan saran-saran yang bermanfaat

(10)

A. Pengertian Kompensasi

Kompensasi ini dirumuskan sebagai balas jasa yang memadai dan layak

kepada karyawan untuk sumbangan mereka kepada tujuan organisasi.

Kompensasi (compensation) menurut Ishak Arep dan Hendri Tanjung (2002:197), adalah : segala sesuatu yang diterima oleh karyawan sebagai balas

jasa atas upaya-upaya yang telah diberikan kepada perusahaan.

Ini penting dilakukan karena merupakan faktor yang mendorong

partisipasi karyawan pada perusahaan dan disamping itu merupakan hak

karyawan karena telah menyumbangkan tenaga dan pikirannya demi kemajuan

dan perkembangan perusahaan. Dalam hal ini kompensasi diberikan harus

bijaksana sesuai dengan tugas dan tanggung jawab karyawan yang bersangkutan.

Walapun beberapa penelitian tentang moral yang dilakukan akhir-akhir ini

cenderung mengurangi pentingnya arti penghasilan dalam bentuk uang bagi

karyawan, namun kita tetap berpendapat bahwa kompensasi adalah salah satu

fungsi manajemen sumberdaya manusia yang sangat penting.

Sedangkan metoda-metoda kempensasi yang dapat digunakan untuk

meningkatkan prestasi kerja dibagi dalam empat kategori yaitu :

1. Perbaikan-perbaikan produk dan proses.

2. Perbaikan-perbaikan pekerjaan.

(11)

3. Motivasi karyawan.

4. Perubahan Organisasional.

B. Tujuan Pemberian Kompensasi

Salah satu tujuan seseorang menjadi karyawan adalah karena adanya

kompensasi. Dengan kompensasi yang diterimanya ini karyawan berharap dapat

memenuhi kebutuhannya. Oleh karena itu setiap perusahaan dalam menetapkan

besarnya kompensasi kepada para karyawannya harus diusahakan sedemikian

rupa sehingga kompensasi kepada para karyawannya harus diusahakan

sedemikian rupa sehingga kompensasi terendah yang diberikan dapat memenuhi

kebutuhan mereka secara minimal.

Berikut ini penulis akan mengemukakan pendapat dari Malayu S.P.

Hasibuan (1994:137), mengenai tujuan pemberian kompensasi, antara lain :

1. Ikatan Kerja sama

Dengan pemberian kompensasi maka terjalinlah ikatan kerjasama

formal antara majikan dengan karyawannya, dimana karyawan harus

mengerjakan tugas-tugasnya dengan baik, sedangan majikan wajib membayar

kompensasi itu sesuai dengan perjanjian yang disepakati.

2. Kepuasan kerja

Dengan balas jasa karyawan akan dapat memenuhi

kebutuhan-kebutuhan fisik, status, sosial dan egoistiknya, sehingga ia memperoleh

(12)

3. Pengadaan efektif

Jika program kompensasi ditetapkan cukup besar, maka pengadaan

karyawan yang qualified untuk perusahaan itu akan lebih mudah. 4. Motivasi

Jika balas jasa yang diberikan cukup besar, manajer akan cukup

mudah memotivasi bawahannya.

5. Stabilitas karyawan

Dengan kompensasi atas prinsip adil dan layak serta eksternal

konsistensi yang kompetitif maka stabilitas karyawan lebih terjamin karena

turn over relatif kecil.

6. Disiplin

Dengan pemberian balas jasa yang cukup besar maka disiplin

karyawan semakin baik. Mereka akan menyadari dan mentaati

peraturan-peraturan yang berlaku.

7. Pengaruh Serikat Buruh

Dengan program kompensasi yang baik pengaruh serikat buruh dapat

dihindarkan dan karyawan akan berkonsentrasi pada pekerjaannya.

8. Pengaruh pemerintah

Jika program kompensasi itu sesuai dengan undang- undang

perburuhan yang berlaku (seperti batas upah minimum) maka intervensi

(13)

Tujuan pemberian kompensasi (balas jasa) ini hendaknya dapat

memberikan kepuasan kepada semua pihak, karyawan dapat memenuhi

kebutuhannya, pengusaha mendapat laba, peraturan pemerintah harus ditaati, dan

konsumen mendapat barang yang baik dan harga yang pantas.

Banyaknya faktor yang mempengaruhi dalam penentuan besarnya

kompensasi yang diberikan perusahaan kepada karyawannya, penulis mencoba

mengetengahkan pendapat beberapa ahli.

Flippo dengan alih bahasa Mas'ud (1994:4), mengemukakan faktor-faktor

penting yang mempengaruhi kabijakan kompensasi antara lain :

1. Permintaan dan penawaran

Hukum permintaan dan penawaran ini pada prakteknya terutama akan

menghasilkan tingkat upah yang sedang berlaku. Jika ada sesuatu yang

mengakibatkan pening katan permintaan majikan akan tenaga kerja, akan

terdapat kecenderungan untuk meningkatkan kompensasi, kebalikannya dari

situasi semacam itu mungkin akan mengakibatkan penurunan kompensasi

karyawan. Jika faktor-faktor lain seperti yang dibicarakan di bawah ini tidak

menghalanginya.

2. Serikat-serikat buruh

Peningkatan kekuatan serikat-serika buruh sebagian disebabkan oleh

kenyataan bahwa kepentingan-kepentinga para karyawan belum mendapat

perhatian yang sama dengan yang diberikan kepada komponen-komponen lain

(14)

3. Kemampuan untuk membayar

Jika perusahaan secara umum makmur dan mampu membayar, maka

ada kecenderungan untuk menawarkan harga yang lebih tinggi kepada tenaga

kerja secara keseluruhan.

4. Produktivitas

Penggunaan indeks produktivitas yang telah tersebar luas sebagai

pemecahan utama dalam kompensasi.

5. Biaya hidup

Penyesuaian kompensasi dengan biaya hidup bukan merupakan

penyelesaian fundamental bagi kompensasi karyawan yang wajar.

Penggunaan bersifat sementara pada saat-saat inflasi dimana buruh terpaksa

mengikuti kenaikan harga.

6. Pemerintah

Pemerintah menetapkan undang-undang standa perburuhan yang

menentukan upah minimum dan hasil kerja standar bagi semua perusahaan.

Dari uraian di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa suatu sistem imbalan

yang baik tidak bisa dilihat hanya dari satu sudut kepentingan saja, misalnya

kepentingan perusahaan atau organisasi pemakai tenaga kerja saja atau

kepentingan karyawan saja, akan tetapi kepentingan dari berbagai pihak yang

(15)

C. Metode Pemberian Kompensasi

Biaya tenaga kerja merupakan sumbangan tenaga manusia pada produksi

dan merupakan faktor biaya penting yang perlu diukur, dikendalikan dan

dianalisis secara terus-menerus. Biaya tenaga kerja terdiri dari gaji pokok dan

tunjangan-tunjangan.

1. Tarif Dasar

Gaji pokok untuk suatu pekerjaan yang dilaksanakan disebut tarif

dasar. Tarif dasar harus ditetapkan untuk setiap operasi dalam suatu pabrik

dan dikelompokkan menurut tingkatan operasi. Tarif upah yang adil

memerlukan analisis, uraian, dan evaluasi atas setiap pekerjaan dalam pabrik.

Nilai dari suatu pekerjaan harus dikaitkan dengan upah yang

dibayarkan untuk pekerjaan yang serupa dalam masyarakat dan dalam industri

atau dunia usaha sebagai suatu keseluruhan, dan menjaga tingkat upah yang

bersaing akan mempermudah untuk mendapatkan dan mempertahankan

karyawan yang bermutu.

2. Tunjangan-tunjangan

Tunjangan-tunjangan juga merupakan unsur yang penting dari biaya

tenaga kerja. Tunjangan-tunjangan seperti tunjangan hari raya, tunjangan cuti,

upah lembur, dana pensiun, dan tunjangan kenaikan harga harus ditambahkan

(16)

3. Upah Insentif

Tujuan utama dari upah insentif adalah untuk mendorong pekerja

menghasilkan lebih banyak, memperoleh upah yang lebih tinggi, dan

sekaligus mengurangi biaya-biaya per unit. Metoda upah ini berusaha untuk

menjamin adanya output yang lebih besar, memperkokoh pengendalian atas

biaya tenaga kerja dengan menetapkan biaya- biaya per unit yang lebih

seragam, dan mengubah dasar penggajian dari jam kerja yang dipakai menjadi

pekerjaan yang diselesaikan.

Sudah tentu dengan memproduksi jumlah yang lebih besar dalam

suatu periode maka bayaran pekerja akan naik pula. Dengan adanya jumlah

unit produksi yang lebih besar maka ini juga akan menghasilkan biaya per

unit yang lebih rendah untuk biaya tenaga kerja.

4. Bonus Perorangan

Bonus perorangan adalah salah satu metoda upah insentif yang paling

sederhana, yang membayar upah tambahan di atas tarif dasar untuk produksi

di atas angka standar. Standar produksi itu dihitung dalam menit per unit,

yang lantas dijabarkan menjadi nilai uang per unit. Kendati tarif unit

mencerminkan suatu kaitan sebab-akibat yang jelas antara output dan upah,

namun insentifnya hanya akan efektif bila para pekerja dapat mengendalikan

tarif output mereka sendiri. Jadi tarif unit tidak akan efektif jika outputnya

(17)

perlu dilakukan bilamana kenaikan output merupakan akibat dari pemasangan

mesin yang baru dan lebih sempurna.

5. Bonus Kelompok

Bonus kelompok ini, seperti yang dirancang untuk bonus perorangan,

dimaksudkan untuk mendorong produksi di atas suatu standar minimum.

Setiap pekerja dalam kelompok tersebut menerima tarif upah per jam untuk

produksi sampai taraf standar output. Unit-unit yang dihasilkan di atas jumlah

standar itu dianggap sebagai penghematan waktu bagi seluruh kelompok, jadi

masing- masing pekerja menerima pembayaran bonus untuk waktu itu di

samping menerima bayaran upah untuk jam kerja. Biasanya, pembayaran

bonus yang menjadi hak kelompok, akan dibagi di antara anggota kelompok

itu sesuai dengan jumlah upah pokoknya masing-masing.

D. Pengertian Tunjangan

Menurut Flippo (1994:110), bahwa salah satu bentuk kompensasi

tambahan adalah berupa tunjangan yang bertujuan untuk membuat karyawan

"mengabdikan hidupnya" pada organisasi dalam jangka panjang.

Susilo Martoyo (1987:118), mengatakan : kompensasi pelengkap (fringe Benefit) merupakan salah satu bentuk pemberian kompensasi berupa penyediaan paket "benefit" dan program-program pelayanan karyawan, dengan maksud

pokok untuk mempertahankan keberadaan karyawan sebagai anggota organisasi

(18)

Moh. Agus Tulus (1993:151), mengatakan tunjangan (benefit) adalah : unsur-unsur kompensasi dimana nilai rupiah langsung bagi karayawan individual

dapat dengan mudah diketahui secara pasti. Sedangkan menurut George Strauss

dan Leonard R. Sayles (1984:596) : “Fringe benefit are compensation other than wages or salaries”.

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005

Tentang Guru dan Dosen (2005:13), tunjangan adalah :

1. Dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, guru berhak :

a. Memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan

jaminan kesejahteraan sosial.

b. Mendapatkan promosi dan penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi

kerja.

c. Memperoleh perlindungan dalam melaksanakan tugas dan hak atas

kekayaan intelektual.

d. Memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompe tensi.

e. Memperoleh dan memanfaatkan sarana dan prasarana pembelajaran

untuk menunjang kelancaran tugas keprofesionalan.

f. Memiliki kebebasan untuk berserikat dalam organisasi profesi.

g. Memperoleh rasa aman dan jaminan keselamatan dalam melaksanakan

tugas.

h. Memiliki kebebasan untuk berperan dalam penentuan kebijakan

(19)

i. Memiliki kesempatan untuk berperan dalam penentuan kebijakan

pendidikan.

j. Memperoleh kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan

kualifikasi akademik dan kompetensi; dan/atau

k. Memperoleh pelatihan dan pengembangan profesi dalam bidangnya.

2. Penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum sebagaimana dimaksud

meliputi gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji, serta penghasilan lain

berupa tunjangan profesi, tunjangan fungsional, tunjangan khusus, dan

maslahat tambahan yang terkait dengan tugasnya sebagai guru yang

ditetapkan dengan prinsip penghargaan atas dasar profesi.

Dari pengertian di atas, dapat dikemukakan bahwa tunjangan adalah

kompensasi tambahan yang diberikan berdasarkan kebijaksanaan perusahaan

terhadap semua karyawan dalam usaha untuk meningkatkan dan mempertahankan

keberadaan karyawan dalam jangka panjang.

Meskipun tunjangan tidak secara langsung berkaitan dengan usaha-usaha

produktif karyawan, seringkali manajemen berpendapat bahwa program ini akan

dapat membantu program perekrutan karyawan, menaikkan semangat kerja

karyawan, loyalitas karyawan terhadap perusahaan, mengurangi tingkat

perputaran tenaga kerja dan absensi dan secara umum dapat meningkatkan citra

(20)

E. Jenis-Jenis Tunjangan

Bentuk-bentuk kompensasi tambahan mempunyai bermacam-macam

nama. Beberapa orang menyebutnya sebagai program pelayanan atau pembayaran

bukan upah atau tunjangan karyawan dan ada juga yang menyebutnya sebagai

daftar upah yang tersembunyi. Biasanya kompensasi-kompensasi tambahan ini

paling sering disebut tunjangan (fringe benefit).

Dalam pengertian yang paling luas, "tunjangan- tunjangan" semacam ini

dapat ditafsirkan sehingga meliputi semua pengeluaran yang dirancang untuk

kepentingan para karyawan selain upah dasar yang biasa dan kompensasi variabel

langsung yang dihubungkan dengan keluaran.

Flippo dengan alih bahasa Mas'ud (1994:56), mengemukakan jenis-jenis

tunjangan menurut kategori utama meliputi hal-hal berikut :

1. Pembayaran untuk waktu tidak bekerja

Contoh-contoh dalam bidang ini akan mencakup periode istirahat yang

dibayar, cuti, hari-hari libur, dll.

2. Perlindungan terhadap bahaya

Ada bahaya tertentu yang pada umumnya harus dihadapi oleh semua

orang, misalnya ketidak mampuan bekerja secara tetap, usia lanjut, kematian,

dll. Dalam menghadapi keadaan semacam ini karyawan harus tetap mendapat

(21)

3. Pelayanan karyawan

Semua orang harus diberikan pelayanan tertentu secara

berkesinambungan. Kecenderungan organisasi untuk menyediakan

pelayanan-pelayanan menjadi nyata dengan adanya program-program tunjangan.

4. Pembayaran yang dituntut oleh hukum

Masyarakat kita, melalui pemerintahnya telah memu tuskan bahwa

sejumlah tertentu dari pengeluaran perusahaan akan ditujukan untuk

melindungi karyawan terhadap bahaya-bahaya hidup yang utama.

Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa untuk memotivasi

karyawan agar bekerja lebih baik yang pada akhirnya akan meningkatkan

produktivitas kerja perlu kiranya mempertimbangkan jenis-jenis tunjangan di atas

untuk dilaksanakan oleh perusahaan dengan sebaik- baiknya.

F. Pengertian Prestasi Kerja

Salah satu tujuan pengelolaan tenaga kerja adalah meningkatkan prestasi

kerja pada suatu organisasi. Faktor prestasi kerja tersebut merupakan hal yang

akan menentukan kelangsungan hidup suatu organisasi atau perusahaan. Dengan

tingkat prestasi kerja yang tinggi, tentunya perusahaan akan memperoleh laba

yang cukup tinggi juga.

Program prestasi kerja merupakan suatu progam yang harus dilaksanakan

oleh setiap organisasi perusahaan ataupun instansi pemerintah. Untuk

(22)

diharapkan nantinya dapat meningkatkan kompensasi bagi pegawai yang

bersangkutan.

Untuk lebih jelasnya maka penulis akan memberikan pengertian prestasi

kerja menurut Malayu S.P. Hasibuan (1990:105) prestasi kerja adalah suatu hasil

kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan

kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman dan kesungguhan serta

waktu.

Sedangkan Kustartini (1977:22) dalam bukunya yang berjudul

Pokok-pokok Pikiran tentang Penilaian dan Pembakuan Hasil Kerja, memberikan

pengertian prestasi kerja merupakan : kesanggupan melaksanakan pekerjaan

sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, bermutu dan tepat mengenai sasaran

dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Dari pengertian diatas penulis dapat mengambil suatu kesimpulan bahwa

yang dimaksud dengan prestasi kerja adalah kemampuan suatu organisasi atau

perusahaan untuk meningkatkan hasil kerja yang telah dicapai sebelumnya

dengan menggunakan sumberdaya yang tersedia.

G. Penilaian Prestasi Kerja

Untuk meningkatkan prestasi kerja, penilaian yang dilakukan oleh

perusahaan atau organisasi harus didasarkan atas tujuan yang ditetapkan oleh

perusahaan atau organisasi. Kemudian perusahaan atau organisasi itu sendiri

(23)

kemampuan dan penerimaan atas penjelasan delegasi tugas dan peran, serta

tingkat motivasi seorang karyawan.

Dari hasil penilaian prestasi kerja dapat diketahui berapa besar potensi

karyawan dalam bekerja serta mengetahui kelebihan dan kekurangan para

karyawan yang dinilai. Hasil dari penilaian tersebut dapat menentukan

kebijaksanaan dalam menetapkan tindakan dan keputusan yang dilakukan oleh

pimpinan perusahaan atau organisasi.

Pada dasarnya prestasi kerja merupakan suatu sikap dan falsafah hidup

dimana seseorang memandang bahwa kehidupan hari ini lebih baik dari hari-hari

kemarin, dan kehidupan besok harus lebih baik dari hari ini. Dengan falsafah

hidup seperti ini, seseorang akan terdorong untuk tidak cepat merasa puas

terhadap hasil- hasil yang telah dicapai, sehingga ia akan terus berusaha untuk

meningkatkan kemauan dan kemampuan kerjanya.

Di bawah ini mengungkapkan pengertian mengenai prestasi kerja menurut

Bedjo Siswanto (1987:195) dalam bukunya Manajemen Tenaga Kerja Ancaman

dalam Pendayagunaan dan Pengembangan Unsur Tenaga Kerja, mengemukakan

pendapatnya bahwa prestasi kerja adalah : hasil kerja yang dicapai oleh seseorang

tenaga kerja dalam melaksanakan pekerjaannya yang dibebankan kepadanya.

Sedangkan menurut Susilo Martoyo (1982:160), mengemukakan

pendapatnya bahwa penilaian prestasi kerja yaitu : suatu proses melalui mana

(24)

Maka dapat dimengerti bahwa prestasi seseorang akan timbul sebagai

akibat dari pekerjaan yang dilakukannya dengan baik dan sesuai dengan rencana

yang ditentukan.

Dari pengertian di atas maka dapat diambil suatu kesimpulan yaitu :

1. Dalam penilaian prestasi harus seefektif mungkin.

2. Prestasi kerja dalam penilaiannya dapat meningkatkan pelayanan terhadap

pasien.

3. Dalam peningkatan prestasi kerja perlu adanya motivasi dari karyawan yang

bersangkutan.

H. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Kerja

Di atas telah dikemukakan bahwa prestasi kerja adalah hasil kerja yang

dicapai oleh seseorang tenaga kerja dalam melaksanakan pekerjaannya dengan

baik. Dengan demikian, tingkat prestasi suatu perusahaan sangat dipengaruhi oleh

faktor-faktor sumber daya yang dipergunakannya dalam meningkatkan pelayanan.

Salah satu dari faktor-faktor tersebut adalah berupa alat- alat kesehatan yang pada

hakekatnya merupakan hasil karya manusia sendiri. Maka oleh karena itu, dalam

meningkatkan prestasi ini, sumber daya manusia memiliki peranan yang sangat

penting dan strategis, karena faktor-faktor lainnya sangat tergantung pada

pemanfaatan yang dilakukan oleh manusia itu sendiri.

Menurut Payman J. Simanjuntak (1985:30), prestasi kerja karyawan

(25)

1. Kualitas dan kemampuan kerja karyawan

Kualitas dan kemampuan fisik karyawan sangat dipengaruhi oleh

tingkat pelatihan, pendidikan, etos kerja, motivasi kerja, sikap mental dan

kemampuan fisik karyawan yang bersangkutan.

Pendidikan memberikan pengetahuan bagi karyawan bukan saja yang

langsung dengan tugas, akan tetapi juga landasan untuk mengembangkan diri

serta kemampuan memanfaatkan semua sarana yang ada disekitarnya untuk

kelancaran tugas. Semakin tinggi tingkat pendidikan maka akan semakin

tinggi pula tingkat prestasi/produktivitas kerjanya. Sementara itu pelatihan

kerja dapat melengkapi karyawan dengan keterampilan dan cara-cara yang

tepat untuk menggunakan peralatan kerja. Faktor lainnya adalah motivasi, etos

kerja dan sikap mental karyawan. Pemupukan motivawsi, etos dan sikap kerja

yang berorientasi kepada prestasi/produktivitas membutuhkan waktu yang

lama dan memerlukan teknik- teknik tertentu, antara lain dengan menciptakan

iklim dan lingkungan kerja yang menyenangkan serta hubungan sosial yang

harmonis.

2. Sarana Pendukung

Sarana pendukung bagi peningkatan prestasi/produktivita kerja

karyawan ini dapat dikelompokkan ke dalam dua golongan yaitu :

a. Menyangkut lingkungan kerja, temasuk teknologi dan pelayanan, sarana

dan peralatan yang digunakan, tingkat kesehatan kerja, serta suasana

(26)

b. Menyangkut kesejahteraan karyawan, yang tercermin dalam sistem

pengupahan dan jaminan sosial, serta jaminan bagi kelangsungan kerja

karyawan.

Perbaikan-perbaikan di lingkungan kerja dapat menumbuhkan

kegairahan, semangat kerja dan kecepatan kerja. Begitu pula

perbaikan-perbaikan dalam kebijakan pengupahan dan jaminan sosial dapat

menumbuhkan motivasi kerja serta kemampuan fisik karyawan. Sedangkan

dengan adanya kepastian atas kelangsungan pekerjaan dan penghasilan yang

akan diperoleh karyawan dapat menjadi pendorong yang kuat untuk

peningkatkan prestasi/produktivitas kerja karyawan.

3. Supra Sarana

Aktivitas perusahaan tidak bisa terlepas dari pengaruh yang terjadi di

luarnya, seperti sumber-sumber alat yang digunakan, prospek pemasaran,

lingkungan hidup dan lain-lain.

Hubungan antara pimpinan dengan karyawan pun dapat mempengaruhi

kegiatan yang dilakukan sehari-hari, bagaimana pandangan pimpinan terhadap

karyawan, sejauh mana hak-hak karyawan mendapat perhatian pimpinan, dan

sejauh mana karyawan diikutsertakan dalam penentuan kebijaksanaan organisasi

merupakan faktor yang mempengaruhi partisipasi karyawan dalam keseluruhan

(27)

I. Hubungan Pemberian Kompensasi Terhadap Prestasi Kerja

Salah satu tujuan pengelolaan tenaga kerja adalah meningkatkan prestasi

kerja pada suatu organisasi. Faktor prestasi kerja tersebut merupakan hal yang

akan menentukan kelangsungan hidup suatu organisasi atau perusahaan. Dengan

tingkat prestasi kerja yang tinggi, tentunya perusahaan akan memperoleh laba

yang cukup tinggi juga.

Program prestasi kerja merupakan suatu progam yang harus dilaksanakan

oleh setiap organisasi swasta ataupun instansi pemerintah. Untuk mendapatkan

karyawan perlu diadakannya program prestasi kerja yang diharapkan nantinya

dapat meningkatkan kompensasi bagi pegawai yang bersangkutan.

Untuk meningkatkan prestasi kerja, penilaian yang dilakukan oleh

organisasi harus didasarkan atas tujuan yang ditetapkan oleh organisasi.

Kemudian organisasi itu sendiri mengadakan penilaian dari kemampuan dan

minat seorang karyawan, kemampuan dan penerimaan atas penjelasan delegasi

tugas dan peran, serta tingkat motivasi seorang karyawan.

Dari hasil penilaian prestasi kerja dapat diketahui berapa besar potensi

karyawan dalam bekerja serta mengetahui kelebihan dan kekurangan para

karyawan yang dinilai. Hasil dari penilaian tersebut dapat menentukan

kebijaksanaan dalam menetapkan tindakan dan keputusan yang dilakukan oleh

pimpinan organisasi.

Metoda kompensasi sangat penting bagi organisasi perusahaan dalam

(28)

didukung oleh sumber daya manusia yang potensial tidak akan berkembang.

Dengan adanya metoda kompensasi, maka moral karyawan akan merasa terangkat

dimana akhirnya kepedu lian terhadap perusahaan akan menjadi lebih meningkat.

Hal tersebut akan meningkatkan prestasi kerja perusahaan.

Kompensasi dan prestasi kerja dinilai secara kualitatif keuntungan dan

tingkat kerugian yang dialami oleh suatu perusahaan. Jika kompensasi karyawan

menurun secara otomatis tingkat prestasi kerja juga akan menurun. Dan

sebaliknya, jika kompensasi karyawan meningkat secara otomatis tingkat prestasi

(29)

A. Sejarah Singkat SMK YKTB 2 Bogor

Perkembangan Sekolah Menengah Kejuruan semakin hari semakin eksis

di dunia pendidikan seiring dengan pelaksanaan kebijakan otonomi daerah dan

persaingan global pasar bebas tingkat AFTA dan APEC akan membawa dampak

persaingan yang semakin ketat dan di sisi lain membuka peluang kerjasama,

peningkatan kualitas sumber daya manusia yang mutlak diperlukan dalam rangka

meningkatkan pemberdayaan potensi daerah untuk memasuki persaingan global

guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan masalah ketenagakerjaan.

Sekolah Menengah Kejuruan YKTB 2 Bogor didirikan berdasarkan akte

Notaris Ny. Masnah Sari SH. Dengan Nomor 18 tanggal 30 September 1986

dengan nama Yayasan Kejuruan Tehnologi Baru. Tujuan didirikannya sekolah

kejuruan adalah untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang terampil dalam

bidang perkantoran dan perdagangan yang pada saat itu sangat dibutuhkan oleh

pemerintah dan masyarakat khususnya di Kota Bogor.

Status Sekolah Menengah Kejuruan YKTB 2 Bogor Terakreditasi A untuk

semua program keahlian, sedangkan lokasi Sekolah Menengah Kejuruan YKTB 2

Bogor berada di Jalan Dr. Semeru No. 42 RT 0l/RW 02 Kelurahan Menteng,

Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Searah dengan perkembangan dan tuntutan

(30)

kebutuhan pemerintah dan masyarakat pada waktu itu jurusan yang dibuka adalah

Jurusan Bisnis dan Manajemen.

Dengan prestasi atau keberhasilan lainnya yang tidak bisa disebutkan,

keberadaan Sekolah Menengah Kejuruan YKTB 2 Bogor semakin berkembang

dan diakui keberadaannya oleh Dunia Usaha/Industri pada khususnya, pemerintah

dan masyarakat pada umumnya, sehingga setiap tahun animo siswa yang

mendaftar pada Sekolah Menengah Kejuruan YKTB 2 Bogor selalu mengalami

peningkatan.

Berdasarkan kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan Tahun 1999 dan

blue print Kurikulum edisi 2004, maka tujuan SMK YKTB 2 Bogor adalah :

1. Memasuki Lapangan kerja serta dapat mengembangkan sikap profesional

dalam lingkup keahlian bisnis dan manajemen.

2. Mampu memilih karir, mampu berkompetisi dan mampu mengembangkan

diri dalam lingkup keahlian Bisnis dan Manajemen.

3. Menjadi tenaga kerja tingkat menengah untuk mengisi kebutuhan dunia usaha

dan industri pada saat ini maupun masa yang akan datang dalam lingkup

keahlian Bisnis dan Manajemen.

4. Menjadi warga negara yang produktif, adaptif, dan kreatif.

Kegiatan utama SMK YKTB 2 Bogor meliputi :

1. Pendidikan dan Pelatihan Bisnis dan Manajemen yang mencakup program

(31)

2. Pendidikan dan Pelatihan Bahasa Inggris, Komputer dan Internet, Akuntansi,

Pengembangan Bahan Ajar, Manajemen Sekolah, Tehnik komputer dan

jaringan, serta multimedia.

3. Konsultasi, baik manajemen pendidikan maupun Sistem Informasi

Manajemen.

4. Pengembangan Unit Produksi, mencakup Pertokoan, Kantin, Simpan Pinjam,

Sewa-menyewa.

B. Analisis SWOT SMK YKTB 2 Bogor

1. Lingkungan Internal SMK YKTB 2 Bogor

a. Kekuatan (Strengths)

SMK YKTB 2 Bogor memiliki beberapa kekuatan, yaitu :

1) Sebagian besar tenaga guru (edukatif) berpendidikan S1.

2) 15% tenaga pendidik sedang mengikuti pendidikan S2.

3) Sebagian guru bidang keahlian pernah mengikuti Diklat di tingkat

nasional dan memiliki sertifikat di bidang keahlian masing-masing.

4) Sebagian guru normatif/adaptif telah memiliki sertifikat Akta IV.

5) Kemampuan staf administrasi relatif baik.

6) Teamwork cukup solid dan komunikasi internal cukup baik.

7) Fasilitas fisik gedung memadai dengan lingkungan sekolah cukup

nyaman.

(32)

9) Jaringan internet telah berfungsi sehingga mudah mengakses berbagai

informasi.

10) Lokasi cukup strategis, berada di pusat kota dan dekat dengan

kantor-kantor pemerintah.

11) Sebagai satu-satunya SMK Swasta di Kecamatan Bogor Barat.

12) Misi SMK YKTB 2 Bogor cukup peduli dengan peningkatan mutu

sekolah.

13) Kerjasama telah terjalin baik dengan beberapa institusi/DU&DI.

14) Adanya unit produksi yang berialan dengan cukup baik.

15) Telah beberapa kali menjuarai berbagai event tingkat propinsi Jabar.

b. Kelemahan (Weaknesses)

1) Rasio antara guru dan siswa, kelas belum berimbang (jumlah guru

terbatas, hanya ada 59 orang guru, sementara jumlah kelas cukup

banyak).

2) Guru bahasa Inggris terbatas (hanya ada 2 orang) dan belum mengikuti

pelatihan manajemen ETC, sehingga belum memenuhi syarat sebagai

ETC.

3) Guru bahasa Jepang dan Arab masih outsourcing, bahasa Perancis, Mandarin, dan bahasa asing lain belum ada.

4) Sebagian guru belum dapat berkomunikasi dalam bahasa inggris,

bahasa asing lain, dan belum memanfaatkan komputer, dan akses

(33)

5) Kompetensi dan profesionalisme guru dan tenaga kependidikan relatif

beragam.

6) Bantuan dana dari pemerintah tidak memadai.

7) Alokasi dana operasional pendidikan terbatas, dan penggalangan dana

dari orang tua/wali siswa terbatas.

8) Kemampuan staf administrasi pada umumnya masih belum sesuai

yang diharapkan.

9) Pengelolaan perpustakaan belum optimal, jumlah buku belum

mencukupi sesuai dengan kebutuhan, kondisi fisik perpustakan kurang

memadai.

10) Fasilitas praktik sebagian besar sudah usang dan tidak sesuai dengan

tuntutan perkembangan industri.

11) Pengembangan diri belum berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

2. Lingkungan Eksternal SMK YKTB 2 Bogor

a. Peluang (Opportunities)

1) Kondisi sosial politik dan keamanan relatif stabil.

2) Ada peluang kerjasama dengan dunia usaha/dunia industri dan instansi

lain yang relevan untuk peningkatan kualitas SDM.

3) Adanya dukungan dari instansi lain (PPG Kejuruan) terutama dalam

pengembangan dan peningkatan mutu sekolah.

4) Adanya perkembangan teknologi informasi yang dapat diakses dengan

(34)

5) Beberapa orang guru sering diundang sebagai instruktur, fasilitas, nara

sumber pada berbagai kegiatan di instansi lain.

6) Hubungan dengan instansi vertikal di tingkat kota cukup baik.

7) Kebijakan Yayasan dalam meningkatkan alokasi anggaran pendidikan.

8) Adanya beberapa instansi yang menjadi pelanggan untuk bermacam

kegiatan, seperti kursus bahasa Inggris, komputer, internet, dan

sebagainya.

9) Adanya peluang untuk mengajukan proposal kegiatan dengan alokasi

dana yang cukup memadai.

b. Tantangan (Threats)

1) Selera pasar yang berfluktuasi dan mudah berubah terhadap produk

dari berbagai bidang/program keahlian.

2) Kompetisi bursa kerja yang relatif selektif.

3) Dengan adanya otonomi daerah dana bantuan operasional sekolah

terbatas.

4) Bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi global.

5) Pemberian sertifikasi dari industri yang belum seragam.

(35)

C. Struktur Organisasi

Sekolah Menengah Kejuruan YKTB 2 Bogor mempunyai struktur

organisasi garis dan, staf dengan tata hubungan kerja berdasarkan tugas dan garis

komando antara pimpinan dan bawahandi dalam menjalankan organisasi.

Dengan struktur organisasi berbentuk sistem organisasi garis dan staf

dimana setiap hubungan garis mempunyai kekuasaan dan tanggung jawab pada

setiap pimpinan dari yang teratas sampai ke bawah.

Tiap atasan mempunyai sejumlah karyawan tertentu yang masing-masing

memberikan pertanggungjawaban akan pelaksanaan tugasnya pada atasannya itu.

Dengan adanya tugas-tugas yang diberikan terhadap bawahannya, maka

dengan demikian akan ada hubungan kerja di antara bidang-bidang tersebut,

seperti yang terlihat dari struktur organisasi Sekolah Menengah Kejuruan YKTB

(36)

GAMBAR 1

(37)

Adapun job description atau tugas dan tanggung jawab serta pendelegasian wewenang pada Sekolah Menengah Kejuruan YKTB 2 Bogor

dapat dijelaskan antara lain sebagai berikut :

1. Kepala Sekolah

Sebagai pimpinan tertinggi, memegang kekuasan tertinggi dalam

menjalankan aktivitas sehari-hari dan bertanggung jawab sepenuhnya atas

kelangsungan hidup organisasi. menjalankan fungsi sebagai pengawas

sekolah, melakukan koordinasi dan integrasi atas semua pengelolaan proses

belajar mengajar, mewakili sekolah dalam hubungan keluar.

Diantara kegiatan-kegiatan pengelolaan proses belajar mengajar, yang

terpenting ialah menciptakan kondisi dan situasi sebaik-baiknya, sehingga

para siswa belajar secara baik.

Selain itu, kondisi dan situasi tersebut perlu diciptakan sedemikian

rupa agar proses komunikasi baik dua arah maupun multi arah antara guru dan

siswa dalam proses belajar mengaiar dapat berjalan secara demokratis.

2. Wakasek Sarana dengan tugas :

a. Merencanakan kebutuhan sarana prasarana untuk menuniang proses

belajar mengajar.

b. Merencanakan program pengadaan.

c. Mengatur pemanfaatan sarana prasarana.

d. Mengelola perawatan, perbaikan, dan pengisian.

(38)

f. Menyusun laporan.

3. Wakasek Hubungan Masyarakat/DU.DI dengan tugas :

a. Mengatur dan mengembangkan hubungan dengan masyarakat, dan dengan

pihak-pihak lain.

b. Menyelenggarakan bakti sosial, Karya Wisata, dll.

c. Menyelenggarakan Pameran hasil Pendidikan di Gebyar Pendidikan.

d. Menyusun Laporan.

4. Wakasek Kurikulum dengan tugas :

a. Menyusun dan menjabarkan kalender pendidikan.

b. Menyusun pembagian tugas guru dan jadwal pelajaran.

c. Mengatur penyusunan program pembelajaran, dan persiapan semester,

program satuan pelajaran, dan persiapan pengajaran, penjabaran dan

penyesuaian kurikulum.

d. Mengatur pelaksanaan kegiatasn kurikulum:

e. Mengatur program penilaian, kriteria penilaian,. kenaikan kelas, kriteria

kelulusan dan laporan kemajuan siswa, serta pembagian Raport dan

STTB.

f. Mengatur pelaksanaan program perbaikan dan pengajaran.

g. Mengatur pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar.

h. Mengatur pengembangan guru mata pelaiaran dan koordinator mata

pelajaran.

(39)

j. Mencari informasi paradigma pendidikan terkini.

k. Mencari informasi tentang paradigma pendidikan terkini.

l. Melaksanakan studi kelayakan tentang pembaruan sistem pembelajaran

yang akan diprogramkan.

m. Mengadakan evaluasi terhadap pelaksanaan sistem pembelajaran secara

berkelanjutan.

n. Melakukan telaah kurikulum yang dilaksanakan.

o. Mengadakan pengembangan kurikulum sesuai dengan situasi dan kondisi

yang ada.

p. Mengatur dan mengkoordinir petugas laboratorium secara keseluruhan.

5. Wakasek Kesiswaan dengan tugas :

a. Mengatur program dan pelaksanaan bimbingan dan konseling.

b. Mengatur dan mengkoordinasikan pelaksanana 6 K (Keamanan,

Keindahan, Ketertiban, Kebersihan, Kekeluargaan, dan Kerindangan).

c. Mengatur dan membina program kegiatan OSIS meliputi : Kepramukaan,

Palang Merah Remaja (PMR), Kelompok Ilmiah Remaha (KIR), Usaha

Kesehatan Sekolah (UKS), Patroli Keamanan Sekolah (PKS), Paskibraka.

d. Mengatur program pesantren kilat.

e. Menyusun dan mengatur pelaksanaan pemilihan siswa teladan madrasah.

f. Menyelenggarakan cerdas cermat Olah Raga Prestasi

(40)

6. Guru bimbingan dah penyuluhan

Bertugas membantu murid-murid untuk memahami dirinya sendiri dan

lingkungan, dalam arti memberikan pertolongan dalam menghadapi dan

mengatasi tantangan serta kesulitan yang timbul dalam kehidupan murid,

seperti yang dilakukan oleh seorang profesional di bidang psikiatri, psikologi

dan konseling.

7. Kepala Subbag Tata Usaha

Kepala Subbag Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan

ketatausahaan sekolah, dan bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah dalam

kegiatan-kegiatan sebagai berikut :

a. Penyusunan program Kerja Tata Usaha sekolah.

b. Pengelolaan Keuangan sekolah.

c. Pembinaan dan pengembangan karir pegawai tata usaha sekolah.

d. Pengurusan administrasi ketenagaan dan siswa.

e. Penyusunan administrasi perlengkapan sekolah.

f. Penyusunan dan penyajian data/statistik sekolah.

g. Mengkoordinasikan dan melaksanakan 6 K.

h. Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pengurusan ketatausahaan

secara berkala.

8. Penanggung Jawab/Instruktur Laboratorium

(41)

b. Menjadwalkan pelaksanaan kegiatan-kegiatan di masing-masing

laboratorium (IPA, Komputer, Bahasa).

c. Mengatur penyimpangan dan daftar alat-alat laboratorium.

d. Menginventarisasikan alat-alat laboratorium.

e. Menyusun laporan pelaksanaan laboratorium.

9. Guru Kelas

Guru kelas bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah dan

mempunyai tugas melaksanakan kegiatan Proses Belajar Mengajar (PBM)

secara efektif dan efisien. Tugas dan tanggung jawab guru kelas :

a. Membuat perangkat pembelajaran.

1) Amp

2) Prota/Prosem

3) PSP (Program Satuan Pelajaran)

4) Program mingguan

5) LKS

b. Melaksanakan kegiatan pembelajaran.

c. Melaksanakan kegiatan penilaian proses belajar ulangan harian, ulangan

umum, ujian akhir.

d. Melaksanakan analisis hasil ulangan harian.

e. Menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengayaan.

(42)

g. Melaksanakan kegiatan membimbing (pengimbasan pengetahuan kepada

guru lain dalam kegiatan PBM).

h. Membuat alat pelajaran/alat peraga.

i. Menumbuhkembangkan sikap menghargai karya seni.

j. Mengikuti kegiatan pengembangan dan pemasyarakatan kurikulum.

k. Melaksanakan tugas tertentu di sekolah.

l. Mengadakan pengembangan program pengajaran yang menjadi tanggung

jawabnya.

m. Membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar siswa.

n. Mengisi dan meneliti daftar hadir siswa sebelum memulai pembelajaran.

o. Mengatur kebersihan ruang kelas dan ruang praktikum.

p. Mengumpulkan dan menghitung angka kredit untuk kenaikan pangkatnya

(bagi PNS).

Untuk merealisasikan fungsi tersebut, maka setiap guru memerlukan

pengetahuan yang memadai dan rancangan tersebut sekurang-kurangnya

meliputi hal-hal sebagai berikut :

a. Memilih dan menentukan bahan pelaiaran.

b. Merumuskan tujuan penyajian bahan pelajaran.

c. Memilih metode penyajian bahan pelaiaran yang tepat.

d. Menyelenggarakan kegiatan evaluasi prestasi belajar.

e. Senantiasa mengikuti perkembangan taraf kemajuan prestasi belajar siswa

(43)

D. Visi, Misi dan Tujuan SMK YKTB 2 Bogor

Sekolah Menengah Kejuruan YKTB 2 Bogor, melaksanakan kegiatan di

bidang pendidikan untuk mendukung upaya meningkatkan sumber daya manusia

dengan melakukan pengajaran pengarahan dan pelatihan khususnya di bidang

bisnis.

Sekolah Menengah Kejuruan YKTB 2 Bogor, mempunyai visi, misi dan

tujuan sebagai berikut :

1. Visi

Menjadi Sekolah Menengah Kejuruan Nasional bertaraf internasional

yang mandiri dan unggul dalam program keahlian di bidang bisnis dan

terapannya.

2. Misi

Meningkatkan kualitas pembelajaran berdasarkan standar Nasional

dan Internasional untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional dan

berkualitas pada program keahlian di bidang bisnis berdaya saing tinggi dan

berjiwa kewirausahaan.

3. Tujuan

Sekolah Menengah Kejuruan YKTB 2 Bogor, membantu Pemerintah

dalam menyediakan sumber daya manusia pada sektor industri dan sektor

perdagangan untuk mengisi lapangan kerja dalam bidang keahlian Akuntansi,

(44)

Sekolah Menengah Kejuruan YKTB 2 Bogor, juga memberikan bekal

kemampuan kepada siswa guna mengembangkan dirinya baik untuk

memasuki lapangan kerja atau berwirausaha maupun untuk melanjutkan

pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.

E. Aspek Sumber Daya Manusia

1. Status Pegawai

Adapun status pegawai di Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (SMK)

2 YKTB Kota Bogor, dibagi menjadi dua jenis yaitu :

a. Tenaga Edukatif terdiri dari :

1) Tenaga, guru tetap dengan status pegawai negeri sipil.

2) Tenaga guru tetap dengan status pegawai Yayasan.

3) Tenaga guru bantu dengan sudah mempunyai nomor induk guru bantu.

4) Tenaga guru tidak tetap dengan status pegawai negeri sipil.

5) Tenaga guru bantu.

b. Tenaga Administrasi terdiri dari :

1) Tenaga administrasi tetap dengan status pegawai Yayasan.

2) Tenaga administrasi tidak tetap dengan status honorer.

2. Pendidikan Staf Pengajar

Kalau kita lihat keadaan staff pengajar dari tingkat pendidikannya,

(45)

TABEL 1

KEADAAN STAFF PENGAJAR SMK YKTB 2 BOGOR NO

.

TINGKAT PENDIDIKAN JUMLAH STAFF PROSENTASE

1 SARJANA STRATA 1 50 86,44

2 SARJANA MUDA/D3 6 10,18

3 DIPLOMA 2 1 1,69

4 DIPLOMA 1 1 1,69

JUMLAH 58 100,00

SUMBER : SMK YKTB 2 BOGOR TH. 2007

Melihat keadaan pegawai menurut tingkat pendidikan tersebut di atas

maka terlihat bahwa mayoritas pegawai di lingkungan Sekolah Menengah

Kejuruan 2 YKTB Bogor, adalah tenaga edukatif yang tingkat pendidikannya

Sarjana Strata I adalah 50 orang (86,44%), pendidikannya Sarjana

Muda/Diploma 3 (10,17%)v Diploma 2 (1,69%) dan Diploma 1 (1,69%).

3. Pendidikan dan Jabatan Staf Pengajar

Kalau kita lihat keadaan tenaga edukatif secara terperinci berdasarkan

(46)

TABEL 2

DAFTAR TENAGA EDUKATIF SMK YKTB 2 BOGOR

NO NAMA PENDIDIKAN JABATAN

1

DRS. ENDANG EFENDI SUWANDI SE

DRS. AHMAD SADELI TONO SUMARSONO Tb. BABAN BAHAUDIN SE H. Tb. DEDEN ISKANDAR DRS. SUNARNO SARWONO ARIEF RUDIANA S.KOM KUSNADI SE, SPd ASEP KAMAL A. S.Ag DRS. AGUS AHMAD S. Tb. MOCH CHAERUL SPd DRS.HILMAN INGKADJAYA HJ. SITI HASANAH BSc ROHAETI IRIANI DRA.MIEN AMINAH DRS.ACEP MIFTAHUDAWAN DRS.ABDUL AZIS

H. Tb. EDDY DARMAWAN DRS. HERIYANTO DRA. NGAISAH DRA. SRI PRIYATNI SENAN HADIWiNATA DRA. ENDANG PADMIN HARTINI SE

DRS. KERRY CAHYONO DRS. KURNADI ADE SUPRIYADI SE H.Tb.AGUS DARMAWAN SH SUROYO RA

LILIK SUBAGIO WINARNO BASUKI SE SUPARDI SPd

TINTIN LUSIAWATI SS MASTOBAH SPd ANTON AVIANTO AMD DRA Hj. YANI HAERANI Th. SOPIAN HADI SE MUSADARMA S.Kom YUYUS PUSLI AMD Tb. TAUFK K RAHMAN SH IRA NURANDI SPd MENIIK MURTINATUN SE H.MUHOLIS RIDWAN SPd DRS. BUDI GUNAWAN

DRA. ITA HANIYATI NURYANAI SE MUSTAID SE

CECEP SUHERMAN S.Sos DEDI SUPRIYADI S.Si YUSNIAR SPd

HERU HERMAWAN AMd KRISNAWATI PARDEDE Si YUDI APRIADI AMd SITI CHOERIYAH SPd IIS HERAWATIi SPd NANA MULYANA EMAN SULAEMAN HALIMATUL SSADIAH SE

Sarjana Strata 2 Sarjana Strata 1 Sarjana Strata 1 S.L.T.A Sarjana Strata 1 S.L.T.A Sarjana Strata 1 Sarjana Strata 1 Sarjana Strata 1 Sarjana Strata 1 Sarjana Strata 1 Sarjana Strata 1 Sarjana Strata 1 Sarjana Muda Sarjana Muda Sarjana Strata 1 Sarjana Strata 1 Sarjana Strata 1 Sarjana Muda Sarjana Strata 1 Sarjana Strata 1 Sarjana Strata 1 Sarjana Muda Sarjana Strata 1 Sarjana Strata 1 Sarjana Strata 1 Sarjana Strata 1 Sarjana Strata 1 Sarjana Strata 1 Sarjana Muda Sarjana Strata 1 Sarjana Strata 1 Sarjana Strata 1 Sarjana Strata 1 Sarjana Strata 1 Sarjana Muda Sarjana Strata 1 Sarjana Strata 1 Sarjana Strata 1 Sarjana Muda Sarjana Strata 1 Sarjana Strata 1 Sarjana Strata 1 Sarjana Strata 1 Sarjana Strata 1 Sarjana Strata 1 Sarjana Strata 1 Sarjana Strata 1 Sarjana Strata 1 Sarjana Strata 1 Sarjana Strata 1 Sarjana Muda Sarjana Strata 1 Sarjana Muda Sarjana Strata 1 Sarjana Strata 1 Sarjana Strata 1 Diploma 2

Kepala Sekolah Waka Bidang Kurikulum Waka. Bid. Kurikulum Ketua. Prog. Keahlian Sekretaris Waka Bidang Kesiswaan Pembina Kesiswaan (Org.OSIS) Waka Bidang Humas/Dudi Koordinator Pembina BP/BK Pembina Kesiswaan (Unit PKS) Pembina Kesiswaan (BP/BK)

Ketua Prog Keahlian Akuntansi Pembina Kesiswaan

Ketua Prog.Keahlian Perorangan Pem .Kesiswaan/Unit Paskibra Ketua Prog. Keahlian Sekertaris Pembinaan Kesiswaan Pemb . Kesiswaan/Olahraga /Seni Pemb .Kesiswaan

Waka Bidang Kesiswaan Waka Bidang Sarana/Prasarana Kepala Lab Komputer Kepala Lab Komputer

Pembina Kesiswaan

(47)

A. Penyajian Data Penelitian

Didalam membahas mengenai hubungan pemberian kompensasi terhadap

prestasi kerja guru pada Sekolah Menengah Kejuruan YKTB 2 di Bogor, maka

diperlukan suatu analisis terhadap data yang telah diperoleh dari penelitian yang

dilakukan.

Dalam memperoleh data yang diperlukan, penulis melaksanakan metode

pemberian angket mengenai pegawai sebanyak 40 responden yaitu sebagian dari

58 orang staf pengajar yang ada di unit kerja di Sekolah Menengah Kejuruan 2

YKTB Bogor.

Penulis mengajukan beberapa pertanyaan kepada responden mengenai

pemberian kompensasi sebagai berikut :

1. Apakah Saudara mengetahui tentang pengaruh besarnya kompensasi yang

diterima staf pengajar terhadap prestasi kerja pegawai?

2. Mengertikah Saudara apa manfaat besarnya kompensasi yang diterima bagi

staf pengajar itu sendiri?

3. Apakah Saudara menyetujui adanya kesempatan untuk mendapatkan

kompensasi yang diterima staf pengajar yang lebih tinggi?

4. Apakah Saudara setuju dengan adanya besarnya kompensasi yang diterima

staf pengajar berpengaruh terhadap peningkatan pengembangan karier?

(48)

5. Apakah hubungan besarnya kompensasi yang diterima karyawan dengan

penempatan staf pengajar disuatu jabatan di Sekolah Menengah Kejuruan

YKTB 2 Bogor, telah berjalan dengan baik?

6. Apakah Saudara setuju dengan tingkat pendidikan dan pelatihan staf pengajar

di Sekolah Menengah Kejuruan YKTB 2 Bogor berpengaruh pada

kesejahteraan atau perbaikan ekonomi keluarga pada saat ini?

7. Apakah anda puas dengan kesempatan yang diberikan oleh atasan anda untuk

mengikuti pendidikan yang lebih tinggi?

8. Apakah hubungan pemberian kompensasi untuk staff pengajar dengan

penempatan guru disuatu bagian telah berjalan dengan baik?

9. Apakah Saudara merasa termotivasi dengan pemberian kompensasi untuk

staff pengajar di Sekolah Menengah Kejuruan YKTB 2 Bogor?

10. Apakah Saudara merasa termotivasi dengan adanya pemberian kompensasi,

berdasarkan prestasi kerja guru?

Pada kesempatan ini penulis mengajukan beberapa pertanyaan kepada

responden mengenai prestasi kerja guru sebagai berikut :

1. Apakah Saudara mengetahui tentang adanya prestasi kerja Guru yang

dilaksanakan oleh Sekolah Menengah Kejuruan YKTB 2 Bogor?

2. Mengertikah Saudara apa manfaat prestasi kerja Guru itu sendiri?

3. Apakah Saudara mengetahui cara/metode penilaian prestasi kerja Guru yang

(49)

4. Apakah Saudara setuju dengan cara pelaksanaan motivasi pegawai terhadap

peningkatan prestasi kerja?

5. Apakah hubungan prestasi kerja Guru dengan penempatan karyawan disuatu

bagian telah berjalan dengan baik?

6. Apakah Saudara merasa termotivasi dengan program prestasi kerja Guru di

Sekolah Menengah Kejuruan YKTB 2 Bogor?

7. Guna peningkatan kinerja organisasi, dan pemberian kompensasi dapat

memberi dorongan bagi Anda untuk bekerja keras.

8. Guna peningkatan kinerja organisasi, pendidikan dan pemberian kompensasi

dapat meningkatkan semangat kerja setiap karyawan.

9. Untuk meningkatkan prestasi kerja Guru bagi saya adalah sesuatu yang :

(50)

TABEL 3

JAWABAN RESPONDEN MENGENAI PEMBERIAN KOMPENSASI RESPONDEN PERNYATAAN JML SKOR

(51)

TABEL 4

JAWABAN RESPONDEN MENGENAI PRESTASI KERJA GURU

(52)

TABEL 5

PENGARUH PEMBERIAN KOMPENSASI TERHADAP PRESTASI KERJA GURU

RESPONDEN PEMBERIAN KOMPENSASI

(53)

B. Analisis Dan Interpretasi Data

Setelah mengetahui masing-masing skor hasil penelitian maka penulis

akan mengadakan analisis statistik, untuk mengetahui tingkat hubungan antara

pendidikan dan kompetensi (X) dengan profesionalisme guru (Y).

Bila variabel x dan y dikorelasikan, titik-titik koordinat yang terdapat

dalam diagram pencar akan bertendensi membentuk suatu garis linier,

lihat hasil tabel-tabel aplikasi statistik dengan SPSS 11.00 for windows di

bawah ini.

TABEL 6

DESCRIPTIVE STATISTICS

VARIABLE MEAN STD. DEVIASI N

PEMBERIAN KOMPENSASI 33,5250 2,01977 40

PRESTASI KERJA GURU 34,1500 2,21866 40

Tabel 6 memperlihatkan deskripsi semua variabel yang diregresikan.

yakni variabel Y (PRESTASI KERJA GURU) sebagai variabel "dependent" dan

variabel X (PEMBERIAN KOMPENSASI) sebagai "independent".

Isi deskripsi tersebut adalah ; jumlah kasus (n), rata-rata (means), dan

standar deviasi. Pada tabel 6, variabel PEMBERIAN KOMPENSASI memiliki

nilai rata-rata (mean) 33,5250, standard deviasi 2,01977 dan jumlah kasus ada 40. Variabel PRESTASI KERJA GURU memiliki nilai rata-rata (mean) 34,1500, standard deviasi 2,21866 dan jumlah kasus ada 40.

(54)

CORRELATIONS

VARIABLE PRESTASI KERJA

GURU

Y

PEMBERIAN

KOMPENSASI

X PEARSON CORRELATION

-PRESTASI KERJA GURU (Y)

-PEMBERIAN KOMPENSASI (X)

1,000

0,972

0,972

1,000 SIG (2-TAILED)

-PRESTASI KERJA GURU (Y)

-PEMBERIAN KOMPENSASI (X)

,

0,000

0,000

, N

-PRESTASI KERJA GURU (Y)

-PEMBERIAN KOMPENSASI (X)

40

40

40

40

Tabel 7 menunjukkan hasil koefisien korelasi untuk semua variabel. Kita

dapat membaca hasil korelasi tersebut baik dari samping (baris) maupun dari

atas (kolom). Koefisien korelasi antara PEMBERIAN KOMPENSASI (X)

terhadap PRESTASI KERJA GURU (Y) = 0,972 dengan tingkat signifikansi =

0,000. Jika memperhatikan angka r yakni 0,972 dan tingkat signifikansi 0,000,

maka keadaan ini menunjukkan adanya korelasi positif sangat kuat dan sangat

signifikans.

Tingkat signifikan koefisien korelasi satu sisi dari output (diukur dari

(55)

variabel PRESTASI KERJA GURU dengan PEMBERIAN KOMPENSASI

sangat nyata.

TABEL 8 MODEL SUMMARY

DEPENDENT VARIABLE: PRESTASI KERJA GURU

MODEL R R SQUARE ADJUSTED

R SQUARE

STD. ERROR

OF THE ESTIMATE

1 0,972 a) 0,945 0,943 0,48191

a) Predictors: (Constant), PEMBERIAN KOMPENSASI

Pada bagian ini ditampilkan nilai R, R Square, Adjusted R Square dan

Std. Error. Dimana nilai R Square yang menunjukkan variabel bebas X

(PEMBERIAN KOMPENSASI) terhadap Y (PRESTASI KERJA GURU) adalah

sebesar 0,945. R Square yang digunakan di sini adalah R Square yang

disesuaikan (Adjusted R Square) yang merupakan indeks determinasi (%

pengaruh).

Pada model diatas, dimana variabel bebas X (PEMBERIAN

KOMPENSASI) dimasukkan, maka didapat adjusted r square sebesar 0,943. Hal

ini menunjukkan bahwa variabel PRESTASI KERJA GURU dipengaruhi

variabel PEMBERIAN KOMPENSASI sebesar 94,3 %, sisanya 5,7 %

dipengaruhi oleh faktor lain.

TABEL 9

(56)

DEPENDENT VARIABLE: PRESTASI KERJA GURU

MODEL SUM OF SQUARES df MEAN SQUARE F Sig. 1 REGRESSION

RESIDUAL

TOTAL

150,275

8,825

159,100

1

38

39

150,275

0,232

647,068 0,000 a)

a) Predictors: (Constant), PEMBERIAN KOMPENSASI

Pada hasil anova di atas ditunjukkan hasil f test model tersebut. Pada

model diatas, didapat harga f sebesar 647,068 dengan tingkat signifikasi

0,000. arti nilai f tersebut dapat dijelaskan bahwa nilai f sebesar 647,068

dengan tingkat signifikasi 0,000 menunjukkan bahwa memang terdapat

pengaruh variabel PEMBERIAN KOMPENSASI (X) terhadap PRESTASI

(57)

TABEL 10 COEFFICIENTS

DEPENDENT VARIABLE: PRESTASI KERJA GURU

MODEL UNSTANDARDIZED

COEFFICIENTS

STANDA

RDIIZED

COEFFI

CIENTS

t Sig.

B STD. ERROR Beta

1 (CONSTANT)

PEMBERIAN

KOMPENSASI

4,489

0,885

1,169

0,035 0,972

3,841

25,438

0,000

0,000

Pada bagian ini dikemukakan nilai koefisien a dan b serta harga t-hitung

serta tingkat signifikan. Persamaan model diatas :

Y = 4,489 + 0,885 X

Pengertian persamaan model diatas :

Y = PRESTASI KERJA GURU

X = PEMBERIAN KOMPENSASI

Nilai 4,489 merupakan nilai konstanta (a) yang menunjukkan bahwa

jika tidak ada PEMBERIAN KOMPENSASI, maka tingkat PRESTASI KERJA

GURU akan mencapai 4,489.

Sedangkan nilai X merupakan koefisien regresi, yang menunjukkan

(58)

1 maka akan ada kenaikan PRESTASI KERJA GURU sebesar 0,885. Angka

0,972 pada standardized coeficients (beta) menunjukkan tingkat korelasi antara

PEMBERIAN KOMPENSASI dan PRESTASI KERJA GURU.

Sedang nilai t merupakan nilai yang berguna untuk pengujian, apakah

pengaruh PEMBERIAN KOMPENSASI (X) terhadap PRESTASI KERJA

GURU (Y) benar-benar signifikans atau tidak.

Proses pengujian t adalah sebagai berikut :

1. Hipotesis :

Ho : koefisien regresi tidak signifikan

Ha : koefisien regresi adalah signifikan

2. Ketentuan : (berdasarkan nilai t)

Jika t hitung > t tabel 0,05 (dk = n-2), maka ho : ditolak.

Jika t hitung < t tabel 0,05 (dk = n-2), maka ha : diterima.

3. Kesimpulan :

Dari tabel di atas didapat harga t hitung sebesar 25,438. sedang

harga t tabel dengan dk (40 - 2 = 38) adalah 3,182. jadi t hitung 25,438 >

t tabel 0,05 (dk 3) = 3,182. dengan demikian ho : ditolak dan ha : diterima.

Dapat ditarik kesimpulan bahwa memang terdapat pengaruh yang signifikan

antara PEMBERIAN KOMPENSASI (X) dengan PRESTASI KERJA GURU

(Y).

Untuk pengujian ini dapat pula dilihat melalui nilai signifikasi, dimana

(59)

maka dapat disimpulkan bahwa tingkat signifikasi sangat tinggi bahkan masih

(60)

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil dan pembahasan mengenai analisa pengaruh pemberian

kompensasi terhadap prestasi kerja guru SMK YKTB 2 Bogor, maka dapat

diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :

1. Persamaan regresi adalah Y = 4,489 + 0,885 X berarti :

a. Konstanta sebesar 4,489 menyatakan bahwa jika tidak ada pemberian

kompensasi, maka prestasi kerja guru SMK YKTB 2 Bogor adalah

4,489.

b. Koefisien regresi X sebesar 0,885 menyatakan bahwa setiap usaha

peningkatan pemberian kompensasi sebesar 1, maka prestasi kerja guru

SMK YKTB 2 Bogor akan naik sebesar 0,885.

2. Besar hubungan antar variabel pemberian kompensasi dengan variabel

prestasi kerja guru SMK YKTB 2 Bogor sebesar r = 0,972. Hal ini

menunjukkan variabel pemberian kompensasi mempunyai korelasi yang kuat

terhadap peningkatan prestasi kerja guru SMK YKTB 2 Bogor.

3. Adjusted r square sebesar 0,943. Hal ini menunjukkan bahwa variabel

prestasi kerja guru dipengaruhi variabel pemberian kompensasi sebesar 94,3

%, sisanya 5,7 % dipengaruhi oleh faktor lain.

(61)

B. Saran-Saran

Saran-saran tersebut adalah :

1. Evaluasi prestasi kerja harus mencakup keseluruhan periode pelaksana kerja,

bukan hanya prestasi kerja yang ditunjukkan pada waktu akan dilakukan

penilaian.

2. Evaluasi prestasi kerja hendaknya dilakukan secara rasional sehingga hasilnya

(62)

Flippo, Edwin B, Manajemen Personalia, Jilid I, Edisi ke tujuh, Alih Bahasa Moh. Masud, Penerbit Airlangga, Jakarta, 1994.

Hamalik, Oemar, Pendidikan Guru : Konsep Kurikulum, Strategi, Pustaka Martianana, Bandung, 1995.

Ibrahim, Rusli, Pengembangan Inovasi Kerikulum, Depdikbud, Jakarta, 2000. Kumorotomo, Wahyudi, Etika Administrasi Negara, PT. Raja Grafindo Persada,

Jakarta, 1992.

Manullang, M., Manajemen Personalia, Cetakan kesebelas, Penerbit Ghalia Indonesia, Jakarta, 1985.

Martoyo, Susilo, Manajemen Sumber Daya Manusia, Penerbit BPFE, Yogjakarta, 1987.

Moekijat, Manajemen Kepegawaian, Penerbit Alumni, Bandung, 1989.

Proctor, John H. dan William Thorton, Manajemen Kepegawaian, terjemahan Moekijat Penerbit Alumni, Bandung, 1989.

Purwadarminta, WJS., Kamus Umum Bahasa Indonesia, Penerbit Balai Pustaka, Jakarta, 1992.

Ranupandojo, Heidjrachman dan Suad Husnan, Manajemen Personalia, Edisi Keempat, Penerbit BPFE, Yogyakarta, 1992.

Siswanto, Bedjo, Manajemen Tenaga Kerja Ancaman dalam Pendayagunaan dan Pengembangan Unsur Tenaga Kerja, Penerbit Airlangga, Jakarta, 1987. Sudjana, Nana, Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar, Sinar Baru, Bandung 1988. Suryadi, Ace, Membuat Siswa Aktif Belajar, Bina Cipta, Bandung, 1993.

Tim penyusun, Profesionalisasi Jabatan Guru, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Jakarta, 1983.

Gambar

GAMBAR 1STRUKTUR ORGANISASI SMK YKTB 2 BOGOR
TABEL 1
TABEL 2
TABEL 3
+6

Referensi

Dokumen terkait

yang harus diperhatikan oleh setiap perusahaan, sebab besarnya kompensasi yang diterima oleh tenaga kerja tersebut, akan mempengaruhi hasil kerja atau prestasi

Besarnya pengaruh variabel kompensasi terhadap prestasi kerja karyawan dapat dijelaskan oleh variabel independen yang ada yaitu kompensasi sebesar 17,3%

Besarnya pengaruh variabel kompensasi terhadap prestasi kerja karyawan dapat dijelaskan oleh variabel independen yang ada yaitu kompensasi sebesar 17,3%

Penentuan besarnya kompensasi yang diberikan perusahaan kepada karyawan telah sesuai dengan masa kerja karyawan tersebut:.. Penentuan besarnya kompensasi yang diberikan

Hasil ini menunjukkan bahwa dengan kebijakan pemberian kompensasi tidak tepat yang diterima oleh pegawai untuk meningkatkan disiplin kerja (hari kerja) pegawai

Selain karakteristik individu dalam organisasi, karyawan tidak lepas dari kepuasan kompensasi, karena kompensasi merupakan sesuatu yang wajib diterima oleh karyawan

Karena sumber daya manusia adalah bagian penting yang dimiliki oleh perusahaan, maka perusahaan memberikan perhatian terhadap pemberian kompensasi secara adil, sesuai dan rasional

Medco Energi dapat dilihat bahwa karyawan tersebut puas akan kompensasi yang diberikan oleh perusahaan, karyawan merasa dihargai atas kerja kerasnya sehingga karyawan akan lebih