KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah Psikologi Perkembangan mengenai “Perkembangan Masa Bayi “
Adapun makalah ini telah kami usahakan semaksimal mungkin dan tentunya dengan bantuan berbagai pihak, sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami tidak lupa menyampaikan bayak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan makalah ini, terutama ibu “Lukmawati, MA “selaku Dosen Pengampuh mata kuliah Psikologi perkembangan.
Namun tidak lepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa ada kekurangan baik dari segi penyusun bahasanya maupun segi lainnya. Oleh karena itu dengan lapang dada dan tangan terbuka kami membuka selebar-lebarnya bagi pembaca yang ingin memberi saran dan kritik kepada kami sehingga kami dapat memperbaiki ini.
Akhirnya penyusun mengharapkan semoga dari makalah ini dapat diambil hikmah dan manfaatnya sehingga dapat memberikan inpirasi terhadap pembaca.
Palembang, 11 Oktober 2016
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANGPertumbuhan dan perkembangan bayi merupakan suatu hal yang penuh teka-teki dan pertanyaan karena bayi terlihat bagai makhluk yag perilaku umumnya tampak tidak terorgaisasi, ia akan menangis ketika merasa tidak nyaman dan tidak aman. Serta hanya terdiam saja ketika sebaliknya. Hal itu membuat orang bertanya-tanya sebenarnya hal apa saja yang biasa ia lakukan apakah dengan terdiamnya serta kebiasaanya yang selalu tidur hingga 16-17 jam per hari bayi juga bisa melihat, mendengar dan merasakan rangsangan dari sekitarnya.
Sang ibu biasanya memliki permasalahan komunikasi dengan bayinya. Ibu ingin memenuhi kenyamanan dan keinginan bayi sepenuhnya. Namun kadang kita tidak tahu apa maksud dari tangisan bayi. Dalam makalah ini akan membahas mengenai bagaimana sebenarnya pertumbuhan dan perkembangan bayi tersebut. Sehingga kita dapat memahami bagaimana dunia sang bayi tersebut, dimana hal tersebut akan mendorong perkembangan dan pertumbuhan bayi secara optimal.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana perkembangan masa bayi?
2. Bagaimana pola perkembangan fisik pada masa bayi? 3. Bagaimana pola pengendalian motorik?
4. Bagaimana kehidupan fisis si bayi? 5. Bagaimana perkembangan kognitif ?
6. Bagaimana perkembangan penglihatan pada bayi? 7. Bagaimana perkembangan bicara pada bayi?
8. Bagaimana beberapa keterampilan umum pada masa bayi? 9. Bagaimana tugas yang terlibat dalam belajar berbicara? 10. Bagaimana perilaku emosional dalam masa bayi? 11. Bagaimana perkembangan sosialisasi pada masa bayi? 12. Bagaimana pola emosional yang lazim pada masa bayi?
PEMBAHASAN
A. PERKEMBANGAN MASA BAYI
Perkembangan manusia pada masa bayi (infancy) yang dimulai pada usia 0-3 tahun merupakan tahap kedua dari perjalanan hidup manusia. Pada masa ini pertumbuhan manusia secara fisik sudah sempurna. Akan tetapi, pertumbuhan dan perubahan fisik ini akan terus berlangsung sampai akhir hidup manusia. Masa bayi ini dianggap sebagai periode kritis dalam perkembangan kepribadian karena merupakan periode di mana dasar-dasar untuk kepribadian dewasa pada masa ini diletakkan. Manusia didalam perkembangannya mengalami paling tidak dua perkembangan, yaitu perkembangan fisik maupun psikisnya.
John W. Santrock memberikan pengertian masa bayi yaitu, periode perkembangan yang terus terjadi dari lahir sampai sekitar usia 18 hingga 24 bulan. Masa bayi merupakan waktu ketergantungan yang ekstrem terhadap orang dewasa. Banyak aktivitas psikologis baru dimulai kemampuan bicara, mengatur indera-indera, tindakan fisik, berfikir dengan simbol, meniru, dan belajar dari orang lain. (Jhon W. Santrock, 2007)
Diane E. Papalia, Dkk mengungkapkan perkembangan fisik pada fase bayi yang meliputi, 1) Berkembangnya semua sensor dan sistem tubuh berfungsi saat lahir dengan tingkatan yang beragam. 2) Otak tumbuh dalam hal kompleksitas dan sangat sensitif terhadap pengaruh lingkungan. 3) Pertumbuhan fisik dan perkembangan keterampilan motorik sangat tinggi. Perkembangan kognitif meliputi, 1) kemampuan untuk belajar dan mengingat telah ada, 2) penggunaan symbol dan kemampuan untuk memecahkan masalah dikembangkan pada akhir tahun kedua, 3) pemahaman dan penggunaan bahasa berkembang dengan cepat. Sedangkan perkembangan psikososial meliputi, 1) ketertarikan kepada orang tua dan orang lain terbentuk, 2) kesadaran diri mulai terbentuk, 3) Peralihan dari ketergantungan anatomi terjadi, 3) Ketertarikan kepada anak-anak lain meningkat.
pada ulang tahun kedua, ia menjadi seorang manusia yang berbeda dengan awal masa bayi.
Karena istilah “Bayi” banyak ditafsirkan sebagai individu yang tidak berdaya, maka semakin umum orang menamakan masa bayi selama dua tahun itu sebagai anak kecil yang baru belajar berjalan. Anak kecil adalah bayi yang telah berhasil menguasai tubuhnya sehingga relative mandiri.
1. Ciri- ciri Masa Bayi
a. Masa bayi adalah masa dasar yang sesungguhnya
Meskipun seluruh masa anak-anak terutama tahun-tahun awal dianggap sebagai masa dasar.namun masa bayi adalah dasar periode kehidupan yang sesungguhnya karena pada saat ini bnanyak pola perilaku , sikap dan pola ekspresi emosi terbentuk.menurut Erickson , cara bayi diperlakukan akan menentukan apakah ia akan mengembangkan “dasar percaya” atau “dasar tidak percaya”-memandang dunia sebagai suatu yang aman, dapat dipercaya dan menunjang atau sebagai penuh ancaman, tidak dapat diramal dan tidak selalu tepat.
b. Masa bayi adalah masa dimana pertumbuhan dan perubahan berjalan pesat
Bayi berkembang pesat, baik secara fisik maupun psikologis. Dengan cepatnya pertumbuhan tidak hanya terjadi dalam penampilan tetapi juga dalam kemampuan.
c. Masa bayi adalah masa berkurangnya ketergantungan
Berkurang nya ketergantungan pada orang lain merupakan efek dari pesatnya perkembangan pengendalian tubuh yang memungkinkan bayi duduk, berdiri, berjalan dan menggerakan benda-benda.kemandirian juga meningkat dengan berkembangnya kemampuan bayi untuk mengkomunikasikan kebutuhan-kebutuhannya kepada orang lain.
d. Masa bayi adalah masa meningkatnya individualitas
Dengan meningkatnya individualitas, maka setiap bayi harus diperlakukan sebagai individu. Tidak dapat lagi semua bayi diharapkan tumbuh berdasarkan makanan yang sama atau adanya jadwal makan dan tidur yang sama.
e. Masa bayi adalah permulaan sosialisasi
keinginan untuk menjadi bagian dari kelompok social dengan memproses kalau dibiarkan sendiri selama beberapa waktu dan dengan mencoba memperoleh perhatian dari orang-orang lain melalui segala macam cara yang dapat dilakukanya.
f. Masa bayi adalah permulaan berkembangnya penggolongan peran-seks Hampir dari saat dilahirkan anak laki-laki diperlukan sebagi laki-laki diperlukam sebagai laki dan perempuan sebagai perempuan. Anak laki-laki, misalnya diberi pakaian berwarna biru, diselimuti dengan selimut biru dan kamarnya tidak diberi hiasan jumbai-jumbai dan kerat-kerat seperti kamar anak perempuan. Mainan dipilihkan sesuai dengan anak laki-laki dan mereka diberikan cerita-cerita tentang anak laki-laki dan kegiatanya. Tradisi pengenalan seks yang sama juga diperlakukan kepada anak perempuan.
g. Masa bayi adalah masa yang menarik
Anak yang lebih besar seperti halnya orang dewasa menganggap bayi menarik karena ketidak beradaanya dan ketergantungan nya.
B. POLA PERKEMBANGAN FISIK PADA MASA BAYI
Pertumbuhan yang pesat selama rentang kehidupan terjadi pada masa bayi dan periode pubertas. Selama enam bulan pertama, pertumbuhan terus terjadi dengan pesat seperti pada masa periode prenatal dan kemudian mulai menurun. Dalam tahun kedua tingkat pertumbuhan cepat menurun. Selama tahun pertama , peningkatan berat tubuh lebih besar daripada peningkatan tinggi, selama tahun kedua terjadi hal yang sebaliknya. Kalau pertumbuhan pesat yang merupakan cirri dari periode prenatal dari awal periode pasca natal tidak berkurang setelah lahir , anak dapat tumbuh menjadi raksasa. Telah diperhitungkan bahwa kalau tingkat petambahan berat tubuh sama besarnya dengan tingkat pertumbuhan yang terjadi selama tahun pertama , seorang anak yang pada waktu lahir beratnya tujuh pon akan mempunyai berat sebesar 230,029 pon pada usia sebelas tahun.
a. Berat
Pada usia empat bulan, berat bayi biasanya bertambah dua kali lipat. Pada usia satu tahun berat bayi rata-rata tiga kali berat pada waktu lahir atau sekitar 21 pon. Pada usia dua tahun rata-rata berat bayi amerika adalah 25 pon. Peningkatan berat tubuh disebabkan karena peningkatan jaringan lemak.
b. Tinggi
Pada usia empat bulan, ukuran bayi antara 23 dan 24 inci , pada usia satu tahun, antara 28 dan 30 inci, dan pada usia dua tahun , antara 32 tahun dan 34 inci. c. Proporsi Fisik
Pertumbuhan kepala berkurang dlam masa bayi, sedangkan pertumbuhan badan dan tungkai meningkat. Jadi bayi berangsur-angsur menjadi kurang berat diatas dan tampak lebih ramping dan tidak gempal pada masa akhir bayi.
d. Tulang
Jumlah tulang meningkat selama masa bayi. Pengerasan tulang dimulai pada awal tahun pertama, tetapi belum selesai sampai masa puber. Ubun-ubun atau daerah otak yang lunak 50% bayi lahir telah tertutup pada usia delapan belas bulan, dan pada hamper semua bayi telah tertutup pada dua tahun.
e. Otot dan Lemak
Urat otot sudah ada pada waktu lahir tetapi dalam bentuk yang belum berkembang. Urat otot itu berkembnag lambat selama masa bayi dan lemah. Sebaliknya, jaringan lemka berkembang pesat, sebagian karena tingginya kadar lemak di dalam susu yang merupakan bahan makanan pokok bagi bayi.
f. Bangun Tubuh
Selama tahun kedua , ketika proporsi tubuh berubah, bayi mulai memperlihatkan kecendrungan bangun tubuh yang karakteristik. Tiga bentuk bangun tubuh yang paling lazim adlah ektomotorik, yang cenderung panjang dan langsing, endomorfik yang cenderung bulat dan gemuk , mesomorfik yang cenderung berat, keras dan empat persegi panjang.
g. Gigi
h. Susunan Saraf
Pada waktu lahir, berat otak adalah seperdelapan berat total bayi. Pertmabahan berat otak paling pesat pada usia dua tahun.otak kecil berperan penting untuk menjaga keseimbangan dan pengendalian tubuh, bertambah beratnya tiga kali lipat satu tahun sesudah kelahiran.ini juga berlaku untuk otak besar sel-sel yang belum matang, yang ada pada waktu kelahiran , terus berkembang sesudah kelahiran tetapi secara relative beberapa sel baru terbentuk.
i. Perkembangan organ perasa
Pada usia tiga bulan, otot mata sudah cukup terkoordinasi untuk memungkinkan bayi melihat sesuatu secara jelas dan nyata dan sel-sel kerucut sudah berkembang baik untuk memungkinkan mereka melihat warna. Pendengaran berkembang pesat selama waktu ini. Penciuman dan pengecapan berkembang baik pada waktu kelahiran , terus membaik selama masa bayi.bayi sangat tanggap terhadap semua perangsang kulit karena semua organ perasa yang berhubungan dengan peraba, tekanan, ras-rasa sakitdan suhu berkembang dengan baik.
C. POLA PENGENDALIAN MOTORIK 1. Daerah Kepala
a. Pengendalian Mata
Optic nystagmus, atau reaksi mata terhadap rangkaian benda bergerak dimulai kira-kira dua belas jam setelah lahir, gerakan mata mencari , antara minggu ketiga dan keempat gerakan mata horizontal, antara bulan kedua dan ketiga, gerakan mata vertikal , antara bulan ketiga dan keempat, dan gerakan mata berputar beberapa bulan kemudian.
b. Tersenyum
Gerak Refleks tersenyum, atau senyum sebagai reaksi terhadap rangsangan perabaan mencul dalam minggu pertama, senyum social atau senyum sebagai reaksi terhadap senyuman orang lain mulai antara bulan ketiga dan keempat. 2. Daerah Badan
a. Berguling
b. Duduk
Bayi dapat ditarik keposisi duduk pada usia empat bulan. Duduk dengan dibantu pada usia lima bulan, duduk tanpa dibantu sebentar pada usia tujuh bulan, dan duduk tanpa bantuan selama sepuluh menit atau lebih pada usia Sembilan bulan.
3. Daerah lengan dan tangan a. Tangan
Ibu jari menjauh gerakan ibu jari menjauhi jari-jari lain mencul adalam usaha menggenggam anatara tiga dan empat bulan dan dalam mengambil benda antara delapan dan sepuluh bulan.
b. Lengan
Bayi dapat meraih benda pada usia enam atau tujuh bulan dan dapat mengambil benda tanpa gerakan gerakan acak pada usia satu tahun.
4. Daerah Tungkai
Memindahkan tubuh dengan terjadi pada akhir minggu kedua. Menghentak, atau bergerak dalam posisi duduk, tampak pada usia enam bulan. Merangkak terjadi antara delapan dan sepuluh bulan , dan pada sebelas bukan bayi berjalan dengan empat kaki. Bayi dapat menarik diri sendiri ke posisi berdiri sekitar usia sepuluh bulan, berdiri dengan bantuan pada usia sebelas bulan , berdiri dengan tanpa bantuan pada usia tahun dan berjalan tanpa bantuan pada usia empat belas bulan.
D. KEHIDUPAN FISIS PADA BAYI
Salah seorang ahli psikologi mengadakan penyelidikan dalam hal ini, ialah Charlotte Buhler. Dari penyelidikkannya, yang dilakukan di dalam kehidupan fisis, hasilnya-hasilnya adalah tentang:
1. Detak Jantung
Dikatakan bahwa waktu lima bulan sebelum kelahirannya, jantung si bayi itu sudah berdetak sebanyak 150 kali/menit. Pada waktu lahir menurun tinggal 130 kali/menit. Demikian terus-menerus sehingga pada waktu berumur 2 tahun, tinggal 180 kali/menit.
2. Pernapasan
didalam hidung dan telinga mulai keluar. Dan sejak saat itu paru-paru melakukan fungsinya.tarikan nafas pertama yaitu saat bayi pertama kali menangis.
3. Makan dan Minum
Tentang makan dan minum. Dorongan untuk makan dan minum, telah di bawa si bayi dari lahir, gerak menyerap pada si bayi pun mulai segera dapat berfungsi. Keteraturan antara gerak penyerapan dan pernafasan segera dikuasai tanpa menjumpai kesukaran.
4. Pembuangan Kotoran
Tentang pembuangan kotoran, dikatakan, organ-organ untuk itu terdiri atas gerakan refleks, yang telah berjalan dengan baik sejak dalam kandungan. Tekanan pada usus besar menegangkan urat radial pada perut besar, maka lubang usus terbuka. Keluarnya kotoran menyebabkan lemasnya urat-urat radial kembali, dan ini menyebabkan lubang tertutup.
E. PERKEMBANGAN KOGNITIF
Perkembangan konsep merupakan hasil asosiasi dari arti dengan benda dan orang-orang. Piaget menamakan tahap perkembangan ini tahap “sensomotorik” dalam perkembangan konsep. Pada akhir masa perkembangan ini bayi mulai menysusun kata-kata menjadi kalimat sederhana yang dimulai dengan “siapa”apa”dan “dimana”. Ada empat buah tahap perkembangan kognitif Piaget :
1. Tahap sensori (Sensory Motor Stage)
Pada tahap ini anak (usia kurang lebih 2 tahun) mengkonstrusikan pemahaman mengenai dunia dengan mengoordinasikan pengalaman sensoris mereka dengan tindakan fisik, motorik karena itu disebut sensori motorik.pada tahapan ini anak hanya mempunyai pola refleks untuk bertindak. Dimana pada anak usia sekitar dua tahun, telah mempunyai pola motorik yang kompleks dan mulai beroperasi dengan symbol-simbol sederhana.
2. Tahap Pra-operasional (Pre-Operational Stage)
3. Tahap operasional konkret (Concret Operational Stage)
Pada tahap ini, anak usia kurang lebih 7-11 tahun dapat melakukan operasi dan penalaran dapat operasional konkrit tidak dapat membayangkan langkah-langkah yang diperlukan karena masih terlalu abstrak pada tahap perkembangan ini.
4. Tahap operasional formal (Formal Operatinal Stage)
Pada tahap ini , individu usia antara kurang lebih 11-15 tahun bertindak melibihi dunia pengalaman yang actual dan nyata dalam berpikir lebih abstrak dan logis. Sebagai bagian dari kemampuan untuk berpikir lebih abstrak, mengembangkan cerita yang ideal , mulai berpikir mengenai masa depan ataupun apa yang akan mereka capai. Bersifat lebih sistematis , mengembangkan hipotesis tentang mengapa situasi terjadi dan mengujinya.
RANGKAIAN DALAM PERKEMBANGAN BAHASA
Persamaan dalam seluruh kehidupan bermasyarakat manusia dalam rangkaian perkembangan bahasa dimana anak akan mengalami peningkatan positif melalui peranan suara / bunyi (phonology) penggunaan kata (syntax), arti dari kata itu sendiri (semantic), dan belajar untuk memadukan kata mereka (pragmatic) contoh: seorang anak yang berbicara dengan menggunakan pidgin, dialek dari bahasa jepang, inggris, ataupun perancis. Mereka akan membentuk bahasa dengan strategi dan aturan. Kita dapat melihat sejak saat bayi baru lahir untuk melihat proses kompleks perolehan bahasa dimulai.
Berikut ini empat kompetisi/kemampuan yang harus dimiliki seorang anak : 1. Peranan suara (phonology)
Phonology berhubungan dengan pengucapan intonasi, contoh dalam percakapan atau penggunaan bahasa inggris oleh orang jepang yang tidak membedakan antara huruf L dan R.
2. Tata bahasa (syntax)
Syntax berhubungan dengan penggabungan kata dalam penggunaan kalimat untuk membuat kalimat bertata bahasa. Contoh :”Ana cup” untuk mengatakan , bahwa ana diminta membawakan sebuah cangkir diatas meja.
3. Arti kata (semantic)
4. Pengetahuan Konteks Sosial (pragmatic)
Pragmatic yaitu pengetahuan bagaimana bahasa dengan menggunakan konteks yang berbeda sesuai dengan situasi dan kondisi social si pembicara.
F. PERKEMBANGAN PENGLIHATAN PADA BAYI 1. Penglihatan pada Bayi
Ketika seorang kartunis menggambarkan karakter bayi, mereka menggambarkan sepasang mata yang besar dibandingkan dengan ukuran kepala. Mata bayi lebih dulu mencapai ukuran maksimum dibanding organ lain di kepala. Bayi yang baru lahir bahkan telah memiliki penglihatan fungsional walaupun masih banyak bagian yang akan berkembang.
2. Penglihatan terhadap wajah dan Pengenalan Wajah
Manusia yang baru lahir ke dunia cenderung memperhatikan satu stimulus lebih besar daripada yang lain. dalam dua hari pertama, mereka menghabiskan waktu lebih banyak melihat wajah-wajah daripada pajangan stasioner lainnya. Kecenderungan tersebut menarik, karena mendukung teori bahwa terdapat “modul oengenal wajah” yang tertanam di dalam otak, kemungkinan terpusat di girus fusiform.
Konsep “wajah” bagi seorang bayi masih belum berkembang dengan baik. Peneliti merekam lamanya waktu yang dihabiskan bayi untuk menatap tiap wajah. Bayi yang baru lahir memiliki prefensi yang lebih kuat untuk wajah yang tidak terbalik, terlepas apakah wajah tersebut realistis atau terdistorsi
Di masa awal kehidupan kita, kemahiran mengenali wajah akan meningkat seiring dengan banyaknnya latihan. Contohnya, sebagian besar orang dewasa tidak dapat mengenali wajah monyet, tetapi bayi yang sejak berumur 6 hingga 9 bulan telah dilatih melihat wajah monyet, memiliki kemampuan mengenali wajah monyet jauh lebih baik.
Beberapa bulan setelah dilahirkan, bayi masih mengalami kesulitan mengalihkan tatapan mereka dari stimulus yang menarik perhatian. Bertahun-tahun lamanya, anak mengalami kesulitan mengalihkan perhatian dari objek yang bergerak ke objek yang diam.
G. PERKEMBANGAN BICARA PADA BAYI
Berbicara merupakan sarana berkomunikasi. Untuk dapat berkomunikasi dengan orang lain semua individu harus dapat menguasai dua fungsi yang berbeda. Kemampuan menangkap maksud yang ingin dikomunikasi orang lain dan kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain sedemikian rupa sehingga dapat dimengerti. Komunikasi dapat dilakukan dalam setiap bentuk bahasa tertulis, lisan, isyarat tangan, ungkapan musik dan artistik dan sebagainya.
Tugas pertama dalam berkomunikasi dengan orang-orang lain berupa pemahaman akan perkataan orang lain. Dalam setiap tahapan usia, anak-anak lebih dapat mengerti apa yang dikatakan orang lain daripada mengutarakan pikiran dan perasaan-perasaan mereka sendiri dalam kata-kata. Hal ini tampak lebih jelas dalam masa bayi dari pada tahun-tahun masa kanak-kanak. Ekspresi muka pembicara, nada suara dan isyarat-isyarat tangan membantu bayi untuk mengerti apaa yang dikatakan kepadanya.
Tugas kedua dalam berkomunikasi dengan orang lain adalah belajar bicara. Karena belajar bicara adalah tugas yang lama dan sulit, dan karena bayi-bayi belum cukup matang untuk belajar hal yang sulit dan ruwet ini selama tahun pertama, maka alam memberikan bentuk-bentuk pengganti pengkomunikasi yang digunakan sampai mereka siap untuk bicara. Banyak bayi selama tahun pertama dan kedua, mencoba memberitahukan kebutuhan dan keinginannya dengan cara ini.
H. BEBERAPA KETERAMPILAN UMUM PADA MASA BAYI 1. Keterampilan Tangan
2. Berpakaian Sediri
Pada akhir tahun pertama kebanyakan bayi dapat menarik kaos kaki,sepatu topi dan sarung tangan.pada pertengahan tahun kedua bayi berusaha memakai topi dan sarung tangan dan pada akhir masa bayi dapat mengenakan dan melepaskan pakaian.
3. Mengurus diri sendiri
Mandi sendiri terbatas pada menyeka muka dan badan.sebelum dua tahun kebanyakan bayi berusaha menyikat gigi dan menyisir rambut secara sendiri. 4. Keterampilan bermain
Pada usia dua belas bulan kebanyakan bayi dapat mencoret-coret dengan pensil atau krayon,dan beberapa bulan kemudian dapat melempar atau menggelindingi bola,membuka kotak ,membuka tutup botol,dan sebagainya.
5. Keterampilan kaki
Bayi belajar melompat dari tempat tinggi biasanya dengan gerakan-gerakan menyerupai berjalanan. Bayi memanjat tangga mula-mula dengan cara merangkak dan merambat setelah dapat berjalan sendiri naik turun dalam posisi tegak, meletakan satu kaki pada tangga dan menarik kaki yang satunya.
6. Menangis
Seperti ditunjukan oleh Ostwald dan pelzman, “menangis adalah salah satu dari cara-cara pertama bayi berkomunikasi dengan dunia pada umumnya”. Sebelum usia tiga tahun kebanyakan bayi sudah belajar bahwa menangis adalah cara yang manjur untuk yang memperoleh perhatian.
I. TUGAS-TUGAS YANG TERLIBAT DALAM BELAJAR BERBICARA 1. Pengucapan
Bayi mengucapkan kata-kata sebagian melalui coba-coba tetapi terutama dengan meniru ucapan orang dewasa. Banyak ucapan bayi yang tidak dimengerti sampai usia delapan belas bulan, setelah itu berangsur-angsur terjadi kemajuan yang mencolok.
2. Membangun kosa kata
3. Kalimat
“Kalimat” bayi yang pertama kali muncul antara usia dua belas dan delapan belas bulan, biasanya terdiri dari satu kata yang disertai dengan isyarat.
4. Isyarat
Bayi menggunakan gerakan isyarat sebagai pengganti bicara,bukan sebagai pelengkap pembicaraan seperti yang dilakukan oleh kebanyakan anak yang lebih tua, remaja, dan orang dewasa.
5. Ungkapan-ungkapan emosi
Tidak diragukan lagi, bentuk prabicara yang paling efektif adalah ungkapan emosi. Hal ini disebabkan karena tidak ada yang lebih ekspresif dari pada isyarat-isyarat wajah yang oleh bayi digunakan untuk mengatakan keadaan emosinya kepada orang lain.
J. PERILAKU EMOSIONAL DALAM MASA BAYI
Pada waktu lahir, emosi tampak dalam bentuk sederhana, hampir tidak terbedakan sama sekali. Dengan bertambahanya usia, berbagai reaksi emosional menjadi kurang tersebar, kurang acak dan lebih terbedakan, dan reaksi emosional dapat ditimbulkan oleh berbagai macam rangsangan. Ada dua ciri khusus dari emosi masa bayi. Pertama emosi bayi sangat berbeda dengan emosi remaja dan orang dewasa, dan kadang-kadang dari anak-anak yang lebih tua. Dan yang kedua, emosi lebih mudah dibiasakan pada masa bayi dibandingkan pada periode-periode lain. 1. Pola emosi yang umum
Terdapat sejumlah pola emosional tertentu yang umum pada bayi. Kotak 4-5 memuat reaksi ini dan rangsangan yang biasanya membangkitkan reaksi tersebut. Reaksi emosional bayi berbeda terhadap beberapa rangsangan tertentu yang berlainan, bergantung sebagian besar pada pengalaman lalunya.
2. Dominasi emosi dalam masa bayi
Salah satu perbedaan terpenting dalam reaksi emosional meliputi dominasi emosi menyenangkan atau tidak menyenangkan. Beberapa bayi mengalami lebih banyak emosi senang dari pada tidak senang, sedangkan bayi lain mengalami sebaliknya. Bergantung terutama pada kondisi fisik dan kondisi-kondisi dalam lingkungan.
K. PERKEMBANGAN SOSIALISASI
lain. Dan karena kehidupan bayi berpusat di sekitar rumah, maka dirumahlah diletakan dasar perilaku dan sikap sosial kelak. Terdapat sedikit bukti yang menyatakan bahwa sikap sosial atau antisosial merupakan sikap bawaan. Malahan, apakah seseorang menjadi terikat keluar atau ke dalam ekstrovert atau introvert bergantung terutama pada pengalaman-pengalaman sosial awal.
L. POLA EMOSIONAL YANG LAZIM PADA MASA BAYI 1. Kemarahan
Perangsang yang lazim membangkitkan kemarahan bayi adalah campur tangan terhadap gerakan-gerakan mencoba-cobanya, menghalangi keinginannya, tidak mengizinkannya mengerti sendiri, dan tidak memperkenankannya melakukan apa yang dia inginkan.
2. Ketakutan
Perangsang yang paling mungkin membangkitkan ketakutan bayi adalah suara keras; orang, barang, dan situasi asing; ruang gelap; tempat tinggi; dan binatang. Perangsang yang menjadi tiba-tiba atau tidak terduga atau yang tidak lazim bagi bayi biasanya membangkitkan rasa takut juga. Tanggapan rasa takut yang lazim pada masa bayi terdiri dari upaya menjauhkan diri dari perangsang yang menakutkan dengan merengek menangis, dan menahan nafas.
3. Rasa ingin tahu
Setiap mainan atau barang baru dan tidak biasa adalah perangsang untuk keingintahuan, kecuali jika kebaruan itu begitu tegas sehingga menimbulkan ketakutan bila rasa takut berkurang, ia akan membuka mulut, dan menjulurkan lidah. Kemudian bayi akan menangkap barang yang membangkitkan rasa ingin tahunya tersebut, memegang, membolak-balik, melempar, atau memasukannya ke mulutnya.
4. Kegembiraan
5. Afeksi
Setiap orang yang mengajak bayi bermain, mengurus kebutuhan jasmaninya, atau memperlihatkan afeksi akan merupakan perangsang untuk afeksi mereka. Kemudian, mainan dan hewan kesayangan keluarga mungkin juga menjadi objek cinta bagi mereka. Umumnya, bayi mengungkapkan afeksinya dengan memeluk, menepuk, dan mencium-barang atau orang yang dicintai.
M. HAL-HAL YANG MENARIK PERHATIAN PADA BAYI
Yang sangat menarik perhatian para penyelidik pada saat anak baru lahir, ialah tentang tangis si bayi, sehingga menimbulkan pendapat yang berbeda-beda.
Freud, berpendapat bahwa tangis bayi itu disebabkan oleh perpindahan dari kehidupan yang tidak disadari ke kehidupan yang disadari. Akibat perpindahan itu si bayi menjadi takut, dan ingin kembali ke kehidupan sebelumnya (regresi). Sejak saat inilah timbul pada bayi dorongan atau nafsu mati.
Sis Heyster, berpendapat bahwa tangis bayi adalah pertanda adanya kesadaran pada manusia. Kant, berpendapat bahwa tangis bayi adalah suatu proses jiwa yang terbelenggu oleh jasmani. Jiwa adalah zat yang lebih tinggi daripada rohani.
Pendapat yang lain, yang lebih bersifat umum, mengatakan bahwa tangis bayi itu disebabkan kelahiran itu melalui tekanan pada tubuh si bayi. Kepekaan rasa pada kulit adalah yang pertama yang dialami oleh si bayi, sebelum kepekaan rasa pada indra yang lain.
Hal kedua yang menarik perhatian tentang si bayi yaitu ketidak berdayaan si bayi. Hal ini tampak jelas dibandingkan dengan anak binatang. Anak binatang baru lahir dilengkapi dengan dorongan-dorongan, misalnya insting untuk melindungi diri. Sedangkan anak manusia tidak demikian halnya, yang paling tampak pada saat baru lahir hanyalah insting untuk mempertahankan (kehidupan) diri. Yaitu insting untuk makan dan minum. Untuk keperluan-keperluan yang lain, dia sangat menggantungkan dengan lingkungan sekitar. Kesempatan untuk mendapat pertolongan sebanyak-banyaknya inilah yang justru si anak ini akan tumbuh menjadi lebih sempurna daripada binatang.
Hal ketiga yang menarik perhatian dari si bayi, ialah tentang tidur si bayi. Di dalam 24 jam, (menurut penelitian Charlotte Buhler), 18 jam lamanya hanyalah untuk tidur-tidur ayam, untuk menyusu, untuk gerak-gerak spontan, dan yang lainnya untuk reaksi terhadap rangsangan dari luar, baik reaksi positif maupun negatif.
Hal berlangsung kurang lebih dua minggu lamanya, kemudian berangsur-angsur waktu tidur itu berkurang dan bertambahlah gerakkannya, yang berturut-turut mulai menggapai-gapai dengan tangannya, kemudian bermain-main dengan tangan dan kakinya, pada umur 5 bulan waktu tidur hanya 12 jam, sedangkan waktu yang lain untuk melayani dorongan-dorongan dari dalam dan untuk reaksi negatif maupun positif.
Sesudah itu perkembangan anak meloncat-loncat seperti berikut:
Sampai dengan umur 6 bulan, pada saat-saat tidak tidur ia mulai mengeluarkan suara-suara. Ia mulai tertarik dengan benda-benda lain sebagai alat permainannya dan semua yang dapat digapainya, dicobanya untuk dimasukkan ke mulutnya. Semua yang dilihat ingin digapainya.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULANMasa bayi berlangsung dua tahun pertama setelah periode bayi yang baru lahir dua minggu. Meskipun masa bayi sering dianggap sebagai masa bayi baru lahir, tetapi label masa bayi akan digunakan untuk membedakanya dengan periode pasca-natal yang ditandai dengan sangat tidak berdaya.
Karena istilah “Bayi” banyak ditafsirkan sebagai individu yang tidak berdaya, maka semakin umum orang menamakan masa bayi selama dua tahun itu sebagai anak kecil yang baru belajar berjalan. Anak kecil adalah bayi yang telah berhasil menguasai tubuhnya sehingga relative mandiri.
Beberapa Ciri-ciri masa bayi yaitu
1. Masa bayi adalah masa dasar yang sesungguhnya
2. Masa bayi adalah masa dimana pertumbuhan dan perubahan berjalan pesat 3. Masa bayi adalah masa berkurangnya ketergantungan
4. Masa bayi adalah masa meningkatnya individualitas 5. Masa bayi adalah permulaan sosialisasi
6. Masa bayi adalah permulaan berkembangnya penggolongan peran seks 7. Masa bayi adalah masa yang menarik
Pertumbuhan yang pesat selama rentang kehidupan terjadi pada masa bayi dan periode pubertas. Selama enam bulan pertama, pertumbuhan terus terjadi dengan pesat seperti pada masa periode prenatal dan kemudian mulai menurun. Dalam tahun kedua tingkat pertumbuhan cepat menurun.
Bayi yang lahir menatap wajah lebih lama daripada objel tak bergerak yang lain. bayi yang baru lahir memberikan respons yang sama terhadap wajah yang terdistorsi dan wajah yang realistis, alaskan mata terletak pada bagian atas wajah tersebut. Pengalaman visual berpola pada masa awal perkembangan diperlukan, khususnya pada otak belahan kanan untuk mengembangkan kemampuan pengenalan wajah yang baik.
Banyak bayi selama tahun pertama dan kedua, mencoba memberitahukan kebutuhan dan keinginannya dengan cara sulit dan ruwet.
Beberapa keterampilan yang dapat dilakukan oleh bayi diantaranya, keterampilan tangan, berpakaian sendiri, mengurus diri sendiri, keterampilan bermain, keterampilan kaki dan menangis.
Tugas-tugas yang terlibat dalam belajar berbicara pada bayi di antaranya pengucapan, membangun kosa kata, kalimat, isyarat, dan ungkapan-ungkapan emosi.
Pada waktu lahir, emosi tampak dalam bentuk sederhana, hampir tidak terbedakan sama sekali. Dengan bertambahanya usia, berbagai reaksi emosional menjadi kurang tersebar, kurang acak dan lebih terbedakan, dan reaksi emosional dapat ditimbulkan oleh berbagai macam rangsangan.
Karena kehidupan bayi berpusat di sekitar rumah, maka dirumahlah diletakan dasar perilaku dan sikap sosial kelak. Terdapat sedikit bukti yang menyatakan bahwa sikap sosial atau antisosial merupakan sikap bawaan.
Berikut beberapa pola emosional yang lazim terjadi pada masa bayi yaitu, kemarahan, ketakutan, rasa ingin tahu, kegembiraan dan afeksi.
DAFTAR PUSTAKA
Hurlock, Elizabeth B. 1980. Psikologi Perkembangan Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga Jahja, Yudrik. 2013. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Kencana
Santrock, Jhon W. 2007. Perkembangan Anak, terj. Mila Rachmawati dan Anna Kuswanti. Jakarta : Erlangga.
Soejanto, Agoes. 2005. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Rineka Cipta.