• Tidak ada hasil yang ditemukan

makalah Pengantar akuntansi sektor publi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "makalah Pengantar akuntansi sektor publi"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Tugas Akuntansi Sektor Publik

Pengantar Akuntansi Sektor Publik

OLEH

:

Manikam Aprilani

Marwah Razak

Naurah Atifah

Eko Hardianyah

Sudirman

Hisbullah

AKUNTANSI 7.8 ( D )

JURUSAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR

SAMATA

GOWA

(2)

1.1 DEFINISI AKUNTANSI PUBLIK

Berdasarkan epistemologi dari berbagai buku Anglo Amerika, akuntansi sektor pablik di artikan

sebagai mekanisme akuntansi swasta yang diberlakukan dalam praktek organisasi pablik. Sementara

dari berbagai buku lama terbitan Eropa barat, akuntansi sektor publik disebut sebagai akuntansi

pemerintahan. Dan diberbagai kesempatan bidang ini akuntansi keuangan pablik.

Akuntansi sektor pablik dapat didefinisikan sebagai akuntansi dana masyarakat. Yang dapat

diartikan sebagai mekanisme teknik dan analisis akuntansi yang ditetapkan pada pengelolaan dana

masyarakat (Bastian 1999). Definisi ini dapat dikembangkan dengan melihat lebih jauh batasan

penulis tentang sektor organisasi di Indonesia. Lembaga-lembaga tinggi Negara dan depertemen di

bawahnya, pemerintah daerah. BUMN, BUMD, danLMS-LMStermasuk yayasan-yayasan sosial

(Bastian1999).

Jadi akuntansi sektor pablik adalah mekanisme teknik dan analisis akuntansi yang terapkan

kepada pengelolaan dana masyarakat di lembaga-lembaga tinggi negara dan depertemen-depertemen

di bawahnya, pemerintah daerah, BUMN, BUMD,LSM, dan yayasan sosial, maupun pada

proyek-proyek kerja sama sektor pablik serta swasta.

1.1.1. Peranan Akuntansi Pablik

Pelayanan mayarakat oleh sektor pablik secara keseluruhan memainkan peranan yang vital

dalam perekonomian negara. Pemerintah pusat atau daerah cenderung berfokus pada pengeluaran nasional dan memproyeksikan sektor pablik sebagai “kran” ekonomi yang menyerap sumber daya yang dapat digunakan lebih baik disektor lain.

Dari tahun 2004-2007, indonesia telah mencapai kemajuan dalam menyediaan pembiayaan

keuangan publik melalui instrumen pasar uang, seperti menerbitkan Obligasi dan Surat Utang

Negara. Dana yang diperoleh akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan untuk

beberapa tahun kedepan.

Dengan kebijakan desanralisasi yang diberlakukan di indonesia saat ini, ruang fiskal daerah

kini tersedia. Jika dana fiskal dikelolah dengan hati-hati ketertinggalan di daerah-daerah tertentu

dan perbatasan dapat dikurangi keberhasilan pengelolah tersebut akan ditunjukkan dengan

perbaikan indikator-indikator sosial.

1.1.2. Fenomena Yang Terkait Dengan Akuntansi Sektor Pablik

Dalam kehidupan sehari-hari, keberadaan organisasi sektor pablik dapat dilihat di sekitar

kita, institusi pemerintah baik pusat maupun daerah, partai politik, tempat-tempat peribadatan

sekolah, yayasan dan LSM adalah organisasi sektor pablik.

Dapat disimpulkan bahwa akuntansi sektor pablik adalah sektor-sektor yang ada dalam

(3)

koliktif oleh publik dan kepemilikan atas sumber daya tidak dicerminkan dalam bentuk saham

yang dapat diperjual belikan. Disisi lain, publik itu sendiri diartikan sebagai masyarakat, yaitu

pihak yang mempunyai kepemilikan atas organisasi sektor publik tersebut dan pihak-pihak yang

berhak mendapatkan pelayanan yang diberikan oleh organisasi sektor publik terkait.

Fenomena besar yang terakhir dalam konteks akuntansi sektor publik adalah reformasi tata

kelola pemerintah dan organisasi sektor publik lain. Tuntutan reformasi ini menyebabkan

demokratisasi pengelolaan organisasi melalui aspek transparansi dan akuntabilitas. Di Indonesia,

adanya desentralisasi pengelolaan pemerintahan di daerah dan tuntutan masyarakat akan

transparansi serta akuntabilitas memaksa perintah, baik pusat maupun daerah, untuk menciptakan

sistem pengelolaan keuangan yang lebih baik, transparan dan akuntabel. Sistem ini diharapkan

dapat mewujudkan pengelolaan keuangan secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan,

efisien, ekonomis, efektif, transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan keadilan,

kepatutan, serta manfaat bagi masyarakat.

1.2 RUANG LINGKUP AKUNTANSI SEKTOR PUBLIC

Lingkup akuntansi sektor public dapat dipindang sebagai turunan dari berbagai perkembangan

pemikiran yang terjadi. Di Indonesia, ruang lingkup organisasi sektor publik meliputi

lembanga-lembaga negara dan departeman-departeman di bawahnya, pemerintahan daerah, yayasan, partai

politik, perguruan tinggi dan organisasi-organisasi nirlaba lainnya. Jadi, proses pelaporan dan

pertanggungjawaban ke masyarakat harus segera diatur dalam kerangka standar akuntansi sektor

public.

Di Indonesia, akuntansi sektor public mencakup beberapa bidang utama yakni: a. Akuntansi pemerintah pusat

b. Akuntansi pemerintah daerah c. Akuntansi partai politik d. Akuntansi LSM

e. Akuntansi yayasan

f. Akuntansi pendidikan : sekolah, perguruan tinggi g. Akuntansi kesehatan : puskesmas, rumaah sakit

h. Akuntansi tempat peribadatan : masjid, gereja, wihara, pura.

1.3 ELEMEN-ELEMAN SEKTOR PUBLIC

Elemen akuntansi sektor publik adalah bagian-bagian yang dibutuhkan dalam pengelolaan

manajemen keuangan publik.

a. Perencanaan public

Aspek yang terkandung dalam perencanaan adalah perumusan tujuan dan cara mencapai tujuan

(4)

b. Penganggaran public

Anggaran memberikan rencana yang mendetail atas penerimaan dan pengeluaran organisasi agar

pembelanjaan yang dilakukan dapat dipertanggung jawabkan kepada public.

c. Relisasi anggaran public

Realisasi anggaran terdiri dari tiga kegiatan utama yaitu pencairan anggaran (pengeluaran),

realisasi pendapatan, dan pelaksanaan program. Sedangkan siklusnya dimulai dengan persiapan,

proses pelaksanaan, dan penyelesaian.

d. Pengadaan barang dan jasa publik

Pengadaan barang dan jasa public adalah proses, cara, serta tindakan dalam menyediakan barang

dan jasa bagi atau public.

e. Pelaporan keuangan sektor public

Laporan keuangan menggambarkan tentang pencapaian kinerja dan kegiatan, kemajuan realisasi

pencapaian target pendapatan, realisasi penyerapan belanja, serta realisasi pembiayaan.

f. Audit sektor public

Audit adalah suatu proses sistematik ang secara objektif menyediakan dan mengevaluasi

bukti-bkti yag berkenaan dengan asersi tentang kegiatan serta kejadian ekonomi guna memastikan

derajat atau tingkat hubungan antara asersi tersebut dengan kriteria yang ada dan

mengomunikasikan hasil ang diperoleh kepada pihak-pihak yang berkepentingan

g. Pertanggung jawaban sektor public

Pertanggung jawaban publik adalah proses atau tindakan yang dilakukan oleh kepala organisasi

sektor public dalam menyampaikan laporan pertanggung jawaban kepada pemberi amanatnya.

Sebagai contoh, penyampaian LPJ bupati kepada DRPD, dan penyampaian LPJ ketua yayasan

kepada dewan penyantunnya.

1.4 LINGKUP ORGANISASI SEKTOR PUBLIC

1.1.4 Pengertian dan Karakteristik Organisasi Sektor Public

Kajian tentang organisasi sektor publik biasanya mulai dilakukan dari sisi manajemen. Dalam pengembangannya, kajian tersebut telah memasuki wilayah karakter frase “Sektor Publik”. Pemahaman sektor publik lebih ditempatkan pada suatu wilayah diluar pemerintahan ditambah

dengan wilayah pemerintahan itu sendiri. Peristilahan “utang sektor publik” dan “permintaan pinjaman sektor publik” menjadi materi yang menarik dari kajian politikdan ekonomi. Dari sisi kebijakan publi, sektor publik lebih dipahami sebagai kenaikan pajak, birokrasi yang berlebihan,

pemerintahan yang besar, dan nasionalisasi versus privatisasi. Dalam arti luas, frase “sektor publik”

diartikan sebagai metode manajemen negara. Sedangkan dalam arti sempit, sektor publik

(5)

Jenis-jenis 0rganisasi Sektor Publik

h. Organisasi Tempat Beribadatan seperti masjid, gereja, vihara, pura.

Tabel Karakteristik Organisasi Sektor Publik

Tujuan Untuk mensejahterakan masyarakat secara bertahap, baik dalam kebutuhan dasar, dan kebutuhan lainnya baik jasmani maupun rohani.

Aktivitas Pelayanan publik (publik services) seperti dalam bidang pendidikan, kesehatan, keamanan, penegakan hukum, transportasi publik, dan penyediaan pangan.

Sumber Pembiayaan Berasal dari dana masyarakat yang berwujud pajak dan retribusi, laba perusahaan negara, pinjaman pemerintah, serta pendapatan lain-lain yang sah dan tidak bertentangan dengan perundangan yang berlaku.

Pola

PertanggungJawaban

Bertanggung jawab kepada masyarakat melalui lembaga perwakilan masyarakat.

Kultur Organisasi Bersifat birokratis, formal, dan berjenjang.

Penyusutan Anggaran Dilakukan bersama masyarakat dalam perencanaan program. Penurunan anggaran program publik diplubikasikan untuk dikritisi dan didiskusikan oleh masyarakat.

(6)

1.4.2 Sejarah dan Perkembangan Organisasi Sektor Publik dari Sudut Akuntansi

Periode Peradaban Aktivitas

3000 SM – 1000 SM

Babilonia Praktek pencatatan telah dilakukan dalam berbagai kegiatan untuk menghasilkan pendapatan produksi

Mesir Kuno Praktek sistem pencatatan telah ada sejak zaman mesir kuno. Organisasi kementerian didiria dengan tujuan mengadministrasi laporan untuk perdana menteri.

1000 SM – Abad ke-1

Yunani Dimasa yunani, pemerintahan yang berkuasa membagi secara adil berbagai sumber pendapatan yang diterima.

Abad ke-1 – Abad ke-5

Roma Dimasa roma, praktek akuntansi untuk mendukung mekanisme pajak dilakukan oleh semua pejabat, baik itu digubenura maupun kekaisaran.

Pertengahan abad ke-14

Eropa Pada pertengahan akhir abad ke-14, praktek pencatatan transaksi keuangan digenoa adalah berupa bukti transaksi keuangan antara pemerintahan yang berkuasa dan rakyat. Selanjutnya, proses pencatatan berkembang dalam proses perdagangan antarnegara. Awal abad ke-15 Eropa Pada awal abad ke-15. Kekuatan perekonomian bergeser dari italia keinggris, dimana

proses pelaporan dikembangkan lebih rinci, terutama informasi tentang tenaga kerja, metode produksi, jenis dan kualitas barang yang diproduksi, harga jual, dan metode pemasaran.

Akhir abad ke-18 Eropa Pada akhir aba ke-18, terjadi perubahan mendasar dalam aturan bisnis. Kejadian ini menunjukkan bahwa pengembangan akuntansi keuangan dan biaya diperusahaan lebih dipicu oleh perkembangan praktek akuntansi sektor publik.

Abad ke-19 – Abad ke-20

Eropa Praktek akuntansi sektor publik dapat dikatakan berkembang lebih lambat. Interpretasi yang salah mulai muncul degan menyamakan akuntansi sektor publik sebagai proses pencatatan penarikan pajak yang dipungut pihak pemerintah.

1.4.3 Skala dan Cakupan Organisasi Sektor Publik

Melihat luas wilayah, dan jumlah penduduk, jumlah serapan tenaga kerja yang bergerak

dibidang sektor publik masih sangat diharapkan. Pertimbangan lain adalah terbentuknya

departemen-departemen yang membawahi bidang tertentu dalam pemerintahan maupun organisasi

non pemerintahan, struktur pemerintahan pusat maupun daerah, dan kepolisian-TNI.

Kontroversi Akuntansi Sektor Publik vs Akuntansi Pemerintahan

Karakter akuntansi adalah sebagai penyedia jasa yang relevan bagi berbagai jenis individu dan

organisasi.

- Aktiivitas organisasi sektor publik sangat beraneka ragam.

- Kondisi organisasi sektor publik sangat mandiri, atau lepas dari mekanisme murni pasar. - Fokus kesuksesan penyelenggaraan aktivitas pablik adalah kompetensi manajemen.

(7)

1.5 PROFESI AKUNTANSI SEKTOR PUBLIC

Perkembangan profesi akuntan menunjukkan bahwa di dunia praktis, akuntan sukses

berkompetisi dengan konsultan manajemen. Ini memunculkan perluasan batas-batas disiplin ilmu

akuntansi. Tanpa mengubah karakter inti disiplin ilmu akuntansi, manfaat akuntansi telah

berkembang. Jadi, para akademisi bekerja untuk mengobservasi penggunaan akuntansi dalam

mengelola perusahaan dan pencapaian kesejahteraan masyarakat. Ini berarti fungsi akuntansi dalam

pelaporan akan semakin penting. Keterkaitan profesi ini dengan mata rantai uang telah menyebabkan

penebaran yang cepat ke berbagai organisasi. Pada awalnya, profesi akuntansi muncul dalam

organisasi seperti Institute of Chartered Accountans (di Inggris dan Welas) yang didirikan pada

tahun 1880. Perkembangan ini di perkuat oleh lembaga the Corporate Treasurers and Accounting

Institute pada tahun 1885. Dua lembaga ini merupakan lembaga bentukan pemerintahan daerah.

Namun demikian, tujuan sebenarnya dari pembentukan dua lembaga tersebut adalah

mempresentasikan akuntansi di perusahaan kota praja. Selanjutnya muncullah organisasi Chartered

Institute of Public Finance And Accounting (Sowerby, 1985) yang mensertifikasi para pekerja di

sektor publik. Jadi, legitimasi subdisiplin ilmu akuntansi sektor publik resmi ada.

Di Inggris, pada akhir abad ke-19, perusahaan didirikan oleh pemerintah kota praja untuk

memenuhi kebutuhan masyarakat. Kebijakan ini diwarnai oleh dogma sosialis (Jones,1992). Persepsi

masyarakat dialihkan bahwa penyelenggara kebutuhan adalah perusahaan utilitas, bukan pemerintah

daerah. Proses pelayanan ini menjadi sektor publik terbesar, di luar sektor pertahanan dan keamanan.

Nampaknya akuntansi dieksplorasi secara serius demi menciptakan proses pengambilan keputusan

yang rasional. Akuntansi di pemerintahan daerah atau kota praja dan perusahaan disebut “akuntansi

sektor publik”.

Pada pertengahan abad ke-12, dengan pertimbangan efisiensi, perusahaan kota praja disatukan

ke dalam industri nasional dan sistem pelaanan nasional, seperti kesehatan. Kondisi ini justru

memperkuat akuntansi sektor publik yang akhirnya dieksplorasi ke pengelolaan perusahaan secara

profesional dan bersifat global. Proses sertifikasi mulai dilakukan pada tahun1926. Perusahaan

Broadcasting menjadi industri nasional pertama yang mendapatkan sertifikasi laporan keuangan.

Kerena itu, audit laporan keuangan diatur dengan peraturan pemerintah di mana audit harus AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

Sektor publik digambarkan sebagai institusi

pemerintah atau, dengan kalimat yang lebih jelas, pemerintah yang berkuasa, pemerintah negara, dan industri nasional ( perusahaan milik pemerintahan, badan hukum publik, perusahaan publik)

V S

AKUNTANSI PEMERINTAHAN

Didefinisikan lebih sebagai sistem pengukuran kinerja pemerintah. Dengan kata lain, akuntansi mendukung

pemerintah dalam mempertanggungjawabkan

(8)

dilakukan oleh akuntan bersertifikasi (registered accountant) kebijakan ini menimbulkan berbagai

aktivitas baru, seperti silabus, rancangan kertas kerja, serta sosialisasi ke industri serta pemrintah

daerah. Pada awal tahun 1970-an, profesi akuntan di Inggris mulai menurun akibat perubahan The

Institute of Municipal Treasures and Accountants ke The Chartered Institute of Finance and

Accountancy. Namun demikian, istilah “sektor publik” menjadi lebih disukai. Istilah ini membuka

representasi akuntan profesional di luar sektor swasta. Akibatnya, akuntansi sektor publik menjadi

wadah interdisipliner tentang materi kesejahteraan masyarakat. Dan pada saat yang sama, bidang

akuntansi manajemen sektor publikdan audit sektor publik mulai diubah orientasinya ke pelayanan

publik.

Perkembangan profesi akuntan sektor publik di Indonesia belumlah semaju di Inggris. Bahkan

dibandingkan dengan profesi akuntan lain, seperti akuntan sektor swasta, akuntansi sektor publik

masih ketinggalan. Hal ini berkaitann dengan sistem sentralisasi pemerintahan yang berdampak

terhadap penggunaan sistem dan prosedur pelaporan keuangan yang seragam serta terpusat. Dengan

berubahnya orientasi publik dan ekonomi di era reformasi, organisasi profesi akuntansi – Ikatan

Akuntansi Indonesia (IAI) mulai memunculkan Kompartemen Akuntan Sektor Publik. Kompertemen

ini mewadai para pekerja bidang akuntansi dan praktek akuntansi sektor publik di Indonesia harus di

pecahkan. Selain itu, mitra kerja kompartemen akuntan sektor publik juga telah dibangun dalam

Kompertemen Akuntan Pendidik yang disebut Kajian Pendidik Akuntansi Sektor Publik. Informasi

tentang aktivitas pengembangan ilmu dan dialog akuntansi sektor publik telah disebarluaskan di

Jurnal Akuntansi dan Keuangan Sektor Publik, serta Hompage-nya.

1.6 FITUR IDEOLOGI DALAM MANAJEMEN ORGANISASI SEKTOR PUBLIK

1.6.1 Konsep Sektoral Ekonomi

Konsep sektoral ekonomi mulai diperdebatkan pada awal tahun 1990-an. Konsep reinventing

government dikembangkan dengan memperlakukan pengelolaan sektor public sebagai suatu

organisasi. Secara mendasar, organisasi sektor public daapat dibedakan dalam alur operasional

yang dibiayai. Pebedaan ini disebabkan oleh tujuan organisasi yang juga berbeda. Alternatif-

alternative tersebut biasanya didasarkan pada lebutuhan akan barang , pelayanan jasa, politik,

serta sikap social yang sesuai.

Pelayanan di sektor public tidak selamanya dapat dihitung dengan nilai ekonomis. Pe;ayan

kesehatan harus dilakukan oleh semua organisasi pelayanan kesehatan, tanpa meminta biaya

muka. Dalam realitasnya, hanya ada bebrapa contoh keuangan pajak total atau keuangan harga

total. Sebagai contoh jasa yang sangat dekat dengan pajak, seperti bisnis jasa jalan tol. Dalam

bidang keuangan, nana awal dipengaruhi oleh perbedaan dan perubahan tujuan. Jumlah dana yang

(9)

Terkait dengan dana eksternal, pinjaman luar negeri merupakan pilihan favorit bagi banyak

Negara. Pengendalian atas pinjaman luar negeri oleh organisasi public merupakan salah satu

contoh manajemen makroekonomi oleh pemerintah pusat. Dalam era otonomi saat ini, pinajam

modal bias dilakukan oleh pemerintah daerah. Pengendalian atas pinjaman tetap harus dicatatkan

ke pemerintah pusat sebagai wujud pengendalian sumber daya yang tertutup serta pengeluaran

uang yang myngkin diperkenankan.

1.6.2 Konsep ”Reinventing Government”

Perspektif baru pemerintahan menurut Osborne dan Gaebler :

1) Pemerintah Katalis : Berfokus pada pemberian pengarahan bukan produksi pelayanan publik

2) Pemerintah Milik Masyarakat : Memberdayakan masyarakat dan bukan melayani

3) Pemerintah yang Kompetitif : Menyuntikkan semangat persaingan dalam pemberian pelayanan

publik

4) Pemerintah yang DIgerakkan oleh Misi : Mengubah organisasi yang digerakkan oleh peraturan

menjadi organisasi yang digerakkan oleh misi.

5) Pemerintah yang Berorientasi pada Hasil : Membiayai hasil dan bukan masukan

6) Pemerintah yang Berorientasi pada Pelanggan : Memenuhi kebutuhan pelanggan, bukan birokrasi

7) Pemerintah Wirausaha : Mampu menciptakan pendapatan dan tidak sekedar membelanjakan

8) Pemerintah Antisipatif : Berusaha mencegah dari pada mengobati

9) Pemerintah Desentralisasi : dari Hierarki menuju oartisipatif dan tim kerja

10) Pemerintah Berorientasi pada ( Mekanisme ) Pasar : Mengadakan perubahan dengan mekanisme

pasar ( Sistem Insentif ) dan bukan dengan mekanisme administrative (Sistem Prosedur dan

Pemaksaan )

1.7 PERUBAHAN PEMIKIRAN ORDE BARU KE ORDE REFORMASI

a. Akuntansi Pada Awal Reformasi

Akuntansi pada masa reformasi, masih menggunakan akuntan asing untuk melakukan due

diligence dalam berbagai sektor public dan kasus skandal. Hal ini menunjukkan betapa lemah dan

rendahnya kredibilitas akuntan public Indonesia dimata dunia.

Akuntan sebagai suatu profesi diminta untuk terlibat secara aktif terkait pelaksanaan transparansi

ekonomi. Akuntansi sektor public diharap dapat lebih ditekankan pada system dan pemerintahan

akuntansi

b. Titik Utama Pengembangan Akuntansi Sektor Publik

Penekanan pada efisiensi keuangan dan efektivitas manajemen akan menjadi dua focus

pengembangan bidang akuntansi sektor public. Lebih dari 5.000 akuntan dan pemerhati akuntansi

berkarya di sektor public, akan tetapi peran professional mereka belum dimaksimalkan. Dalam

Gambar

Tabel Karakteristik Organisasi Sektor Publik

Referensi

Dokumen terkait

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Walikota tentang Penetapan Nama Jabatan Struktural dan Jabatan Non

Inflasi tahun kalender ibukota provinsi di Pulau Jawa tertinggi terjadi di Kota Serang sebesar 1,02 persen, diikuti Kota Surabaya sebesar 0,67 persen, Kota Bandung

sistem atau kontrol untuk menghentikan/memutuskan pengeluaran arus yang terus menerus apabila baterai telah mencapai kondisi minimum (kosong), hal ini dapat

Di layer Tombol, Klik Kanan di Frame 26 lalu pilih Insert Blank Keyframe kemudian. drag Symbol

Langkah-langkah yang dilakukan pada tahap persiapan, antara lain: (a) Melakukan prariset di Sekolah Dasar Negeri 16 Pontianak Kota yaitu dengan melakukan observasi dikelas

Metode yang akan digunakan oleh peneliti metode Numbered Head Together (NHT) yang merupakan model pembelajaran yang bersifat berkelompok dengan Discovery Learning

Hasil penelitian ini mengungkapkan empat temuan yaitu: 1) Pelaksanaan APE di RA Nurul Amal sudah berjalan dengan baik dan bertujuan untuk mengembangkan kreativitas anak

Hasil dalam penelitian ini adalah pertama, agama Islam sampai di Patani pada adad ke 10 atau ke 11 Masihi di bawa oleh pedagang-pedagang arab dan Hindustan