PENGADILAN MILITER III-19 JAYAPURA PUTUSAN Nomor : PUT 145 -K PM.III-19 AD X 2012 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Teks penuh

(1)

PENGADILAN MILITER III-19 J A Y A P U R A

PUTUSAN

Nomor : PUT / 145 -K / PM.III-19 / AD / X / 2012

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Pengadilan Militer III-19 Jayapura yang bersidang di Jayapura dalam memeriksa dan mengadili perkara pidana pada Tingkat Pertama telah menjatuhkan putusan sebagaimana tercantum di bawah ini dalam perkara Terdakwa :

Nama lengkap : AYUB AYEMI.

Pangkat/NRP : Prada/31090604461088. Jabatan : Tamtama Yonif 751/BS. Kesatuan : Yonif 751/BS.

Tempat tanggal lahir : Serui, 16 Oktober 1988. Jenis kelamin : Laki-laki.

Kewarganegaraan : Indonesia.

Agama : Kristen Protestan.

Alamat tempat tinggal : Asrama Yonif 751/BS Jln Kemiri, Sentani, Kab. Jayapura.

Terdakwa ditahan oleh :

1. Danyonif 751/BS selaku Ankum selama 20 (dua puluh) terhitung mulai tanggal 26 Juli 2012 sampai dengan tanggal 15 Agustus 2012 berdasarkan Surat Keputusan Penahanan Sementara Nomor : Kep / 119 / VII / 2012 tanggal 26 Juli 2012.

2. Kemudian diperpanjang sesuai :

a. Berdasarkan Keputusan perpanjangan penahanan ke-1 dari Pangdam XVII/Cenderawasih selaku Papera Nomor : Kep / 1051-19 / IX / 2012 tanggal 12 September 2012 selama 30 (tigapuluh) hari terhitung mulai tanggal 16 Agustus 2012 sampai dengan tanggal 14 September 2012.

b. Berdasarkan Keputusan perpanjangan penahanan ke-2 dari Pangdam XVII/Cenderawasih selaku Papera Nomor : Kep / 1114-19 / IX / 2012 tanggal 28 September 2012 selama 30 (tigapuluh) hari terhitung mulai tanggal 15 September 2012 sampai dengan tanggal 14 Oktober 2012.

3. Hakim Ketua Pengadilan Militer III-19 Jayapura selama 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal 15 Oktober 2012 sampai dengan tanggal 13 Nopember 2012

berdasarkan Penetapan Penahanan Nomor : Tap / 09 / PM. III-19 / AD / X / 2012 tanggal 15 Oktober 2012.

PENGADILAN MILITER III-19 JAYAPURA Tersebut di atas.

Membaca : Berita Acara Pemeriksaan pendahuluan dari Pomdam XVII/Cenderawasih Nomor : BP-.22 / A –20 / III / 2012 tanggal 20 Maret 2012.

Memperhatikan : 1. Surat Keputusan Penyerahan Perkara dari Pangdam XVII/Cenderawasih Selaku PAPERA Nomor : Skep / 478-19 / IV / 2012 / 30 April 2012.

(2)

3. Penetapan Kepala Pengadilan Militer III-19 Jayapura Nomor :

Tap / 268 / PM.III-19 / AD / X / 2012 tanggal 15 Oktober 2012 tentang Penunjukan Hakim.

4. Penetapan Hakim Ketua Pengadilan Militer III-19 Jayapura Nomor : Tap / 268 / PM.III-19 / AD / X / 2012 tanggal 15 Oktober 2012 tentang Hari Sidang.

5. Relaas Penerimaan surat panggilan untuk menghadap sidang kepada Terdakwa dan para Saksi.

6. Surat-surat lain yang berhubungan dengan perkara ini.

Mendengar : 1. Pembacaan surat Dakwaan Oditur Militer : Dak / 145 / X / 2012 tanggal 12 Oktober 2012 yang dibacakan di depan sidang yang dijadikan dasar pemeriksaan perkara ini.

2. Hal-hal yang diterangkan oleh Terdakwa di persidangan serta keterangan-keterangan para Saksi dibawah sumpah.

Memperhatikan : 1. Tuntutan pidana (requisitoir) Oditur Militer yang dibacakan di persidangan dan diajukan kepada Pengadilan yang pada pokoknya menyatakan bahwa :

- Terdakwa secara sah dan menyakinkan bersalah telah melakukan tindak pidana :

“ Desersi Dalam Waktu Damai ”.

Sebagaimana dirumuskan dan diancam dengan pidana menurut pasal 87 ayat (1) ke-2 Jo Ayat (2) KUHPM dan ketentuan perundang-undangan lain yang berlaku.

- Dan oleh karenanya Oditur Militer memohon agar Terdakwa dijatuhi dengan :

Pidana Penjara selama : 10 (sepuluh) bulan.

- Potong masa tahanan sementara yang telah dijatuhkan.

- Barang bukti berupa :

Surat : 1 (satu) lembar Surat keterangan pengganti Absensi atas nama Terdakwa.

Tetap dilekatkan dalam berkas perkara.

- Mewajibkan kepada Terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar Rp. 10.000,- ( sepuluh ribu rupiah ) .

2. Permohonan Terdakwa yang menyatakan bahwa ia sangat menyesali atas kesalahannya, berjanji tidak akan mengulangi, dan oleh karenanya mohon supaya dijatuhi pidana seringan-ringannya.

(3)

Bahwa Terdakwa pada waktu-waktu dan di tempat-tempat seperti tersebut di bawah ini, yaitu pada tanggal dua puluh delapan bulan Desember tahun dua ribu sebelas sampai dengan tanggal dua puluh Sembilan bulan Mei tahun dua ribu dua belas atau waktu-waktu lain, setidak-tidaknya pada suatu waktu dalam bulan Desember tahun dua ribu sebelas sampai dengan bulan Mei tahun dua ribu dua belas, bertempat di Kesatuan Yonif 751/BS Kabupaten Jayapura, Papua atau ditempat-tempat lain, setidak-tidaknya disuatu tempat yang termasuk daerah hukum Pengadilan Militer III-19 Jayapura, telah melakukan tindak pidana :

“ Militer yang kare na salahnya atau dengan sengaja melakuka n ketidakhadi ran tanpa ij i n dalam waktu damai lebih la ma dari tiga pul uh hari seca ra berturut-turut ”

Dengan cara-cara sebagai berikut :

1. Bahwa Terdakwa adalah Prajurit TNI AD yang masuk pada tahun 2009 melalui pendidikan Secata TNI AD Gelombang I di Rindam XVII/Cenderawasih selama 6 (enam) bulan dan lulus dilantik dengan pangkat Prada, dilanjutkan dengan Kejuruan Infanteri selama 3 (tiga) bulan, dan setelah selesai ditempatkan di Yonif 751/BS dengan jabatan Ta Yonif 751/BS sampai dengan saat ini, dengan pangkat terakhir Prada NRP 31090604461088.

2. Bahwa Terdakwa telah meninggalkan Kesatuan Yonif 751/BS tanpa ijin yang sah dari Danyonif 751/BS atau atasan lain yang berwenang, sejak tanggal 28 Desember 2011, setelah selesai melaksanakan ijin liburan dari tanggal 20 sampai dengan tanggal 27 Desember 2011, karena Peleton Terdakwa memenangkan Peleton Beranting yang diselenggarakan oleh Kodam XVII/Cenderawasih.

3. Bahwa selama Terdakwa meninggalkan Kesatuan tanpa ijin yang sah tersebut, Terdakwa tidak pernah memberitahukan tentang keberadaannya, baik secara tertulis maupun secara lisan.

4. Bahwa alasan Terdakwa meninggalkan Kesatuan Yonif 751/BS tanpa ijin yang sah adalah pergi ke Serui untuk menjenguk orang tuanya yang sedang sakit.

5. Bahwa dari pihak Kesatuan telah berusaha melakukan pencarian terhadap Terdakwa disekitar kota Jayapura dan Sentani, tetapi Terdakwa tidak diketemukan sampai dengan saat ini.

(4)

7. Bahwa dengan demikian, Terdakwa telah meninggalkan Kesatuan Yonif 751/BS tanpa ijin yang sah dari Danyonif 751/BS atau atasan lain yang berwenang sejak tanggal 28 Desember 2011 sampai dengan 29 Mei 2012 atau selama 153 (seratus lima puluh tiga) hari atau lebih dari 30 (tiga puluh) hari secara beturut-turut.

8. Bahwa selama meninggalkan Kesatuan tanpa ijin yang sah, Negara Ripublik Indonesia dalam keadaan aman dan damai, dan Terdakwa maupun Kesatuan Terdakwa tidak sedang dipersiapkan atau melaksanakan tugas Operasi Militer.

BERPENDAPAT : Bahwa perbuatan Terdakwa tersebut telah memenuhi unsur-unsur tindak pidana sebagaimana dirumuskan dan diancam dengan pidana yang tercantum dalam pasal 87 ayat (1) ke-2 jo ayat (2) KUHPM.

Menimbang : Bahwa atas dakwaan tersebut Terdakwa menerangkan bahwa ia benar-benar mengerti atas Surat Dakwaan yang didakwakan kepadanya.

Menimbang : Bahwa atas dakwaan tersebut Terdakwa mengakui telah melakukan tindak pidana yang didakwakan kepadanya dan membenarkan semua dakwaan yang didakwakan kepadanya.

Menimbang : Bahwa atas dakwaan Oditur Militer Terdakwa tidak melakukan Eksepsi/keberatan.

Menimbang : Bahwa disidang Terdakwa tidak didampingi oleh Penasihat Hukum dan menyatakan akan dihadapi sendiri.

Menimbang : Bahwa para saksi yang dihadapkan di sidang menerangkan di bawah sumpah sebagai berikut :

Saksi- I : Nama lengkap : ARMAN, Pangkat / NRP : Kopda / 31990265880778, Jabatan : Ta Mudi Yanrad Ton I Ki B, Kesatuan : Yonif 751/BS, Tempat tanggal lahir : Muna, 10 Juli 1978, Jenis kelamin : Laki-laki, Kewarganegaraan : Indonesia, Agama : Islam, Alamat tempat tinggal : Asrama Yonif 751/BS Jln Kemir, Sentani.

Pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

1. Bahwa Saksi kenal dengan Terdakwa sejak tahun 2009 pada saat Terdakwa menjadi Taja Yonif 751/BS karena Saksi menjadi Pembina, jadi dalam hubungan antara atasan dengan bawahan dan tidak mempunyai hubungan keluarga.

(5)

3. Bahwa karena Terdakwa tidak kunjung masuk dinas, pihak Kesatuan berusaha menghubungi Terdakwa lewat HPnya, namun sudah tidak aktif dan melakukan pencarian di sekitar Jayapura dan Sentani, akan tetapi Terdakwa tidak diketemukan.

4. Bahwa Saksi tidak mengetahui alasan Terdakwa meninggalkan dinas tanpa ijin yang sah dari Danyonif 751/BS atau atasan lain yang berwenang, karena setiap harinya Terdakwa rajin dan disiplin dalam melaksanakan tugasnya.

5. Bahwa Saksi tidak mengetaui keberadaan Terdakwa selama Terdakwa meninggalkan Kesatuan tanpa ijin yang sah tersebut, karena Terdakwa tidak pernah membertahukan tentang keberadaannya, baik secara tertulis maupun secara lisan.

Atas keterangan Saksi-I tersebut Terdakwa membenarkan seluruhnya.

Saksi- II : Nama lengkap : MUHAMMAD NUR, Pangkat / NRP : Praka / 31020838090682, Jabatan : Tabak So Ru 2 Ton II Ki A, Kesatuan : Yonif 751/BS, Tempat tanggal lahir : Bima, 10 Juni 1982, Jenis kelamin : Laki-laki, Kewarganegaraan : Indonesia, Agama : Islam, Alamat tempat tinggal : Asrama Yonif 751/BS Jln Kemir, Sentani.

Pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

1. Bahwa Saksi kenal dengan Terdakwa sejak tahun 2009 pada saat Terdakwa menjadi Taja Yonif 751/BS karena Saksi menjadi Pembina, jadi dalam hubungan antara atasan dengan bawahan dan tidak mempunyai hubungan keluarga.

2. Bahwa Saksi mengetahui Terdakwa telah diberi ijin selama 1 (satu) Minggu, mulai tanggal 21 (dua puluh satu) sampai dengan 27 (dua puluh tujuh) Desember 2011 karena Peleton Terdakwa memenangkan lomba Peleton Beranting yang diselenggarakan oleh Kodam XVII/Cenderawasih, tetapi setelah masa ijinnya habis dan Terdakwa harus kembali masuk dinas tanggal 28 Desember 2011, Terdakwa tidak kunjung masuk dinas hingga saat Saksi di periksa sekarang ini.

3. Bahwa karena Terdakwa tidak kunjung masuk dinas, pihak Kesatuan berusaha menghubungi Terdakwa lewat HPnya, namun sudah tidak aktif dan melakukan pencarian di sekitar Jayapura dan Sentani, akan tetapi Terdakwa tidak diketemukan.

4. Bahwa Saksi tidak mengetahui alasan Terdakwa meninggalkan dinas tanpa ijin yang sah dari Danyonif 751/BS atau atasan lain yang berwenang, karena setiap harinya Terdakwa rajin dan disiplin dalam melaksanakan tugasnya.

5. Bahwa Saksi tidak mengetahui keberadaan Terdakwa selama Terdakwa meninggalkan Kesatuan tanpa ijin yang sah tersebut, karena Terdakwa tidak pernah membertahukan tentang keberadaannya, baik secara tertulis maupun secara lisan.

(6)

Menimbang : Bahwa dipersidangan Terdakwa memberikan keterangan yang pada pokonya sebagai berikut :

1. Bahwa Terdakwa masuk menjadi prajurit TNI AD pada tahun 2009 melalui pendidikan Secata PK gelombang I di Rindam XVII/Cenderawasih selama 6 (enam) bulan dan setelah lulus, dilantik dengan pangkat Prada, selanjutnya mengikuti pendidikan kejuruan Infanteri selama 3 (tiga) bulan, setelah selesai ditugaskan di Yonif 751/BS sampai dengan sekarang, dengan pangkat terakhir Prada NRP 31090604461088.

2. Bahwa Terdakwa meninggalkan Kesatuan sejak tanggal 20 Desember 2011 sampai dengan tanggal 29 Mei 2012 dengan tujuan pergi ke rumah orang tua Terdakwa di Serui dan saat Terdakwa kembali ke Kesatuan dijemput oleh satu anggota dari Yonif 751/BS yang bernama Pratu Welem Ansanai untuk dibawah ke Yonif 751/BS, dan setelah sampai Terdakwa di sel di Kesatuan sejak tanggal 17 Juni 2012 sampai dengan tanggal 18 Juli 2012.

3. Bahwa pada tanggal 18 Desember 2011 Terdakwa selesai melaksanakan perlombaan Tonting (Pleton Beranting) dan mendapat juara I sehingga Terdakwa dan 18 (delapan belas) orang rekan Terdakwa lainnya diberikan cuti selama 1 (satu) minggu, namun pada saat itu Terdakwa mendapat kabar dari kakak sepupu yang bernama Sdr. Dolpinus bahwa orang tua Terdakwa meninggal selanjutnya pada tanggal 20 Desember 2011 Terdakwa berangkat menuju Serui ke tempat orang tua Terdakwa dengan menggunakan kapal Deloronda, setelah sampai di Serui Terdakwa langsung menemui orang tuanya dan ternyata orang tua Terdakwa masih ada dan kabar yang meninggal tersebut adalah adiknya ayah Terdakwa.

4. Bahwa pada saat diberikan cuti dari Yonif 751/BS Terdakwa dan 18 (delapan belas) orang lainnya tidak diberikan surat cuti, akan tetapi dari Dan Yonif 751/BS (Letkol Inf Yusuf Sampetodi) menyampaikan secara lisan bahwa yang selesai melaksanakan Tonting diberikan ijin berlibur selama 1 (satu) minggu dari tanggal 20 sampai dengan tanggal 27 Desember 2011, kemudian Terdakwa pergi ke Serui pada tanggal 20 Desember 2011 dan Terdakwa tidak kembali ke Yonif 751/BS karena menunggu orang tuanya yang sedang sakit.

5. Bahwa pada saat Terdakwa berada di rumah orang tua di Serui selain menunggu orang tua yang sedang sakit, kegiatan Terdakwa hanya memancing ikan selain dari itu Terdakwa tidak melakukan apapun namun Terdakwa tidak memberitahukan kepada Kesatuan tentang keberadaan Terdakwa karena tidak mengetahui nomor telpon Kesatuannya.

(7)

Menimbang : Bahwa dari barang bukti yang diajukan oleh Oditur Militer ke persidangan berupa :

Surat :

- 1 (satu) lembar Surat keterangan pengganti Absensia atas nama Terdakwa.

Telah diperlihatkan dan dibacakan kepada Terdakwa dan para Saksi serta telah diterangkan sebagai barang bukti tindak pidana dalam perkara ini, ternyata berhubungan dan bersesuaian dengan bukti-bukti lain , maka oleh karena dapat memperkuat pembuktian atas perbuatan perbuatan yang didakwakan.

Menimbang : Bahwa berdasarkan keterangan para saksi di bawah sumpah, keterangan Terdakwa, hal-hal yang diperiksa dari barang bukti, kemudian setelah menghubungkan yang satu dengan yang lainnya maka Majelis Hakim memperoleh fakta hukum yang meliputi perbuatan Terdakwa yang pada pokoknya sebagai berikut :

1. Bahwa benar Terdakwa adalah Prajurit TNI AD yang masuk pada tahun 2009 melalui pendidikan Secata TNI AD Gelombang I di Rindam XVII/Cenderawasih selama 6 (enam) bulan dan lulus dilantik dengan pangkat Prada, dilanjutkan dengan Kejuruan Infanteri selama 3 (tiga) bulan, dan setelah selesai ditempatkan di Yonif 751/BS dengan jabatan Ta Yonif 751/BS sampai dengan saat ini, dengan pangkat terakhir Prada NRP 31090604461088.

2. Bahwa benar Terdakwa telah meninggalkan Kesatuan Yonif 751/BS tanpa ijin yang sah dari Danyonif 751/BS atau atasan lain yang berwenang, sejak tanggal 28 Desember 2011, setelah selesai melaksanakan ijin liburan dari tanggal 20 sampai dengan tanggal 27 Desember 2011, karena Peleton Terdakwa memenangkan Peleton Beranting yang diselenggarakan oleh Kodam XVII/Cenderawasih.

3. Bahwa benar selama Terdakwa meninggalkan Kesatuan tanpa ijin yang sah tersebut, Terdakwa tidak pernah memberitahukan tentang keberadaannya, baik secara tertulis maupun secara lisan.

4. Bahwa benar alasan Terdakwa meninggalkan Kesatuan Yonif 751/BS tanpa ijin yang sah adalah pergi ke Serui untuk menjenguk orang tuanya yang sedang sakit.

5. Bahwa benar dari pihak Kesatuan telah berusaha melakukan pencarian terhadap Terdakwa disekitar kota Jayapura dan Sentani, tetapi Terdakwa tidak diketemukan.

(8)

7. Bahwa benar dengan demikian, Terdakwa telah meninggalkan Kesatuan Yonif 751/BS tanpa ijin yang sah dari Danyonif 751/BS atau atasan lain yang berwenang sejak tanggal 28 Desember 2011 sampai dengan 29 Mei 2012 atau selama 153 (seratus lima puluh tiga) hari atau lebih dari 30 (tiga puluh) hari secara beturut-turut.

8. Bahwa benar selama meninggalkan Kesatuan tanpa ijin yang sah, Negara Ripublik Indonesia dalam keadaan aman dan damai, dan Terdakwa maupun Kesatuan Terdakwa tidak sedang dipersiapkan atau melaksanakan tugas Operasi Militer.

.

Menimbang : Bahwa lebih dahulu Majelis Hakim akan menanggapi beberapa hal yang dikemukakan oleh Oditur Militer dalam tuntutannya dengan mengemukakan pendapat sebagai berikut :

Bahwa Majelis Hakim pada prinsipnya sependapat dengan Tuntutan Oditur Militer dalam hal pembuktian unsur dakwaannya, namun demikian mengenai pidana yang di mohonkan dalam tuntutannya, Majelis Hakim akan mempertimbangkannya sendiri sebagaimana dalam diktum putusan ini.

Menimbang : Bahwa tindak pidana yang didakwakan oleh Oditur Militer dalam Dakwaannya mengandung unsur-unsur sebagai berikut :

Unsur kesatu : “Militer “.

Unsur kedua : “Dengan sengaja Melakukan ketidak hadiran tanpa izin”.

Unsur ketiga : “Dalam waktu damai”.

Unsur keempat : “Lebih lama dari tiga puluh hari “.

Menimbang : Bahwa mengenai dakwaan Oditur Militer tersebut Majelis Hakim mengemukakan pendapatnya sebagai berikut :

Unsur kesatu : “Militer “

Bahwa yang dimaksud dengan “Militer” dalam pasal 46 KUHPM adalah mereka yang berikatan dinas secara sukarela pada angkatan perang, yang wajib berada dalam dinas secara terus menerus dalam tenggang waktu ikatan dinas tersebut dan semua sukarelawanlainnya pada angkatan perang dan militer wajib selama mereka itu beradalam dinas. yang dimaksud dengan angkatan perang adalah anggota TNI ( TNI-AD, TNI-AL dan TNI-AU serta satuan satuan lain yang dipanggil dalam perang menurut undang undang yang berlaku.

Bahwa seorang militer ditandai dengan : Pangkat, Nrp, Jabatan dan Kesatuan di dalam melaksanakan tugasnya atau berdinas memakai seragam sesuai dengan Matranya, lengkap dengan tanda pangkat, lokasi kesatuan dan atribut lainnya.

(9)

1. Bhawa benar Terdakwa adalah Prajurit TNI AD yang sampai sekarang masih berdinas aktif di Kesatuan Yonif 751/BS dan menjabat sebagai Tamtama Yonif 751/BS dengan pangkat terakhir Prada NRP 31090604461088.

2. Bahwa benar para Saksi mengetahui Terdakwa pada saat kejadian yang menjadi perkara ini masih berstatus dinas aktif bertugas di Kesatuan Yonif 751/BS.

3. Bahwa benar Terdakwa pada saat diperiksa di persidangan memakai seragam TNI lengkap dengan atribut dan tanda lokasi.

Berdasarkan uraian fakta tersebut diatas Majelis Hakim berpendapat bahwa unsur ke Satu “Militer” telah terpenuhi.

Unsur kedua : “Dengan sengaja Melakukan ketidak hadiran tanpa izin”.

Bahwa yang dimaksud dengan “Dengan sengaja” adalah menghendaki atau mengisafi terjadinya sesuatu tindakan beserta akibatnya artinya seorang yang melakukan tindakan dengan sengaja maka ia harus menghendaki dan menginsyafi tindakannya tersebut beserta akibat yang akan ditimbulkannya .

Bahwa yang dimaksud ” tanpa izin” berarti ketidakhadiran atau tidak beradanya si pelaku (Terdakwa) di suatu tempat tersebut (kesatuan) sebagaimana lazimnya seorang prajurit antara lain didahului dengan apel pagi, melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan atau yang menjadi tanggungjawabnya, kemudian apel siang. tanpa sepengatahuan atau seijin Komandan atau Pimpinannya. Sebagaimana lazimnya setiap prajurit yang bermaksud meninggalkan Kesatuannya wajib menempuh prosedur yang berlaku di kesatuannya.

Menimbang : Bahwa berdasarkan keterangan Terdakwa, keterangan para saksi dibawah sumpah dan dengan adanya alat bukti lain dipersidangan maka diperoleh fakta-fakta sebagai berikut :

1. Bahwa benar Terdakwa telah meninggalkan Kesatuan Yonif 751/BS tanpa ijin yang sah dari Danyonif 751/BS atau atasan lain yang berwenang, sejak tanggal 28 Desember 2011, setelah selesai melaksanakan ijin liburan dari tanggal 20 sampai dengan tanggal 27 Desember 2011.

2. Bahwa benar selama Terdakwa meninggalkan Kesatuan tanpa ijin yang sah tersebut, Terdakwa tidak pernah memberitahukan tentang keberadaannya, baik secara tertulis maupun secara lisan.

(10)

Unsur ketiga : “Dalam waktu damai”

Bahwa yang dimaksud “dimasa damai” berarti bahwa si Pelaku / Terdakwa atau seorang prajurit melakukan ketidakhadiran tanpa izin itu Negara Republik Indonesia tidak dalam keadaan perang yang ditentukan oleh Undang-undang demikian pula Kesatuan Terdakwa / si Pelaku tidak melaksanakan atau tidak dipersiapkan untuk tugas-tugas Operasi Militer (pasal 58 KUHPM) yaitu perluasan dalam keadaan perang.

Menimbang : Bahwa berdasarkan keterangan Terdakwa, keterangan para Saksi di bawah sumpah dan dengan adanya alat bukti lain di persidangan diperoleh fakta-fakta sebagai berikut :

1. Bahwa benar Terdakwa telah meninggalkan Kesatuan tanpa ijin yang sah dari Dansatnya atau atasan lain yang berwenang sejak tanggal 28 Desember 2011 sampai dengan tanggal 29 Mei 2012 secara berturut-turut.

2. Bahwa benar saat Terdakwa meninggalkan Kesatuan tanpa ijin Dansat atau atasan yang berwenang, Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam keadaan damai dan Kesatuan tempat Terdakwa bertugas tidak sedang dipersiapkan untuk melaksanakan tugas Operasi Militer.

Berdasarkan uraian fakta tersebut diatas Majelis Hakim berpendapat bahwa unsur ketiga “Dalam waktu damai” telah terpenuhi.

Unsur keempat : “Lebih lama dari tiga puluh hari “.

Bahwa melakukan ketidakhadiran lebih lama dari tigapuluh hari berarti Terdakwa tidak hadir tanpa ijin berturut-turut lebih dari waktu tiga puluh hari.

Menimbang : Bahwa berdasarkan keterangan Terdakwa yang diperkuat dengan keterangan para saksi dibawah sumpah serta alat bukti lain dipersidangan maka diperoleh fakta-fakta sebagai berikut :

- Bahwa benar dengan demikian, Terdakwa telah meninggalkan Kesatuan Yonif 751/BS tanpa ijin yang sah dari Danyonif 751/BS atau atasan lain yang berwenang sejak tanggal 28 Desember 2011 sampai dengan 29 Mei 2012 atau selama 153 (seratus lima puluh tiga) hari atau lebih dari 30 (tiga puluh) hari secara beturut-turut.

Berdasarkan uraian fakta tersebut diatas, Majelis Hakim berpendapat unsur keempat “Lebih lama dari tiga puluh hari“ telah terpenuhi.

(11)

Menimbang : Bahwa berdasarkan hal-hal yang diterangkan diatas yang merupakan fakta-fakta yang diperoleh dalam Persidangan, Majelis Hakim berpendapat bahwa cukup bukti yang sah dan cukup menyakinkan bahwa Terdakwa bersalah telah melakukan tindak pidana :

“Militer yang dengan sengaja melakukan ketidak hadiran tanpa ijin dalam waktu damai lebih lama dari tiga puluh hari“.

Sebagaimana diatur dan diancam menurut Pasal 87 ayat (1) ke-2 Jo Ayat (ke-2) KUHPM .

Menimbang : Bahwa Terdakwa telah dididik menjadi prajurit TNI AD dan ditugaskan di Yonif 751/BS dan Terdakwa melalui latihan telah dibentuk fisik dan mental serta pembekalan materi hukum termasuk disiplin Militer dengan maksud agar Terdakwa saat bertugas di Kesatuan dapat diandalkan untuk mendukung tugas Satuan.

Menimbang : Bahwa Terdakwa selaku anggota Yonif 751/BS yang sudah berkualifikasi prajurit Raider adalah menjadi prajurit yang handal dan sekaligus sebagai pasukan pemukul Kodam XVII/Cenderawasih, bukan malahan Terdakwa pergi begitu saja dari Satuan tanpa ijin Komandan Satuan.

Menimbang : Bahwa Terdakwa yang berdinas selama 3 (tiga) tahun seharusnya sudah memahami aturan-aturan yang berlaku di Yonif 751/BS termasuk mengetahui prosedur perijinan yang berlaku di Kesatuan yaitu apabila ada prajurit yang ingin berpergian karena kepentingan dinas atau kepentingan pribadi adalah wajib untuk mengajukan permohonan ijin kepada Komandan Satuan dan setelah disetujui barulah prajurit tersebut melaksanakannya, namun Terdakwa sudah memahami aturan tersebut tetap saja tidak melaksanakannya.

Menimbang : Bahwa Terdakwa kembali ke Kesatuan dengan cara menyerahkan diri yan dijemput oleh anggota Yonif 751/BS, atas nama Pratu Welem Ansanai yang masih bersaudara dengan Terdakwa, kemudian pada tanggal 26 Juli 2012 diserahkan ke Pomdam XVII/Cenderawasih untuk diproses secara hukum.

Menimbang : Bahwa Terdakwa meninggalkan Kesatuan tanpa ijin, karena mendengar kabar dari kakak sepupu yang bernama Sdr. Dolpinus bahwa orang tua Terdakwa meninggal dunia di Serui dan setelah Terdakwa mendengar kabar tersebut Terdakwa pergi ke Serui dengan menumpang Kapal Deloronda setelah sampai di Serui ternyata orang tua Terdakwa masih ada dan kabar yang meninggal dunia tersebut adalah adik ayah Terdakwa, kemudian selama Terdakwa berada di Serui selain menunggu orang tua yang sedang sakit kegiatan Terdakwa hanya memancing ikan.

Menimbang : Sebelum sampai pada pertimbangan terakhir dalam mengadili perkara ini, Majelis Hakim ingin menilai sifat hakikat dan akibat dari perbuatan Terdakwa serta hal-hal yang mempengaruhi sebagai berikut :

(12)

Terdakwa hanya mementingkan kepentingan pribadi dari pada kepentingan dinas.

2. Bahwa hakikat Terdakwa melakukan tindak pidana ini karena kurangnya jiwa kejuangan pada diri Terdakwa dan kurangnya pemahaman terhadap hukum dan aturan – aturan serta ketentuan-ketentuan disiplin yang berlaku di lingkungan Militer khususnya di kesatuan Terdakwa.

3. Bahwa akibat perbuatan Terdakwa tersebut Kesatuan Terdakwa merasa dirugikan.

Menimbang : Bahwa dalam memeriksa dan mengadili Terdakwa ini, secara umum tujuan Majelis Hakim adalah untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan hukum,kepentingan umum dan kepentingan Militer :

1. Menjaga kepentingan Hukum dalam arti menjaga tetap tegaknya hukum dan keadilan dalam masyarakat .

2. Menjaga kepentingan umum dalam arti melindungi masyarakat dan harkat serta martabatnya sebagai manusia dari tindakan sewenang-wenang.

3. Menjaga kepentingan Militer dalam arti dapat mendukung kelancaran pelaksanaan tugas pokok TNI dan dapat mendorong semangat mentalitas dan kejuangan para prajurit. Sehingga dalam situasi yang bagaimanapun sulitnya tetap mematuhi dan menjunjung tinggi ketentuan ketentuan hukum yang berlaku walaupun dalam keadaan bagaimanapun juga pada hakikatnya perbuatan Terdakwa yang sedemikian itu untuk Prajurut TNI dilarang keras , meninggalkan Kesatuan tanpa ijin.

Dan untuk mendidik yang bersangkutan agar dapat insyaf dan kembali ke jalan yang benar menjadi warga negara atau prajurit yang baik, sesuai dengan falsafah Pancasila dan atau Sapta Marga.

Menimbang : Bahwa sebelum Majelis Hakim menjatuhkan pidana atas diri Terdakwa dalam perkara ini perlu terlebih dahulu memperhatikan hal-hal yang dapat meringankan dan memberatkan pidananya yaitu :

Hal-hal yang meringankan :

1. Terdakwa mengakui bersalah dan menyesali perbuatannya.

2. Bahwa Terdakwa berterus terang sehingga memperlancar jalannya persidangan.

3. Bahwa Terdakwa masih sangat muda dan masih dapat dibina oleh kesatuan.

Hal-hal yang memberatkan :

1. Perbuatan Terdakwa bertentangan dengan Sapta marga (marga ke-5) dan Sumpah Prajurit ke-2.

(13)

3. Bahwa perbuatan Terdakwa dapat merusak pembinaan disiplin Satuan.

Menimbang : Bahwa setelah meneliti pertimbangan tersebut diatas maka pidana sebagaimana dimohonkan oleh Oditur Militer harus diperingan untuk itu terhadap permohonan keringanan hukuman yang disampaikan oleh Terdakwa dipersidangan, Majelis Hakim dapat mengabulkannya untuk memberi kesempatan kepada Terdakwa agar cepat menyesuaikan diri di kesatuan.

Menimbang : Bahwa setelah meneliti dan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, Majelis Hakim berpendapat bahwa pidana sebagaimana tercantum pada diktum ini adalah adil dan seimbang dengan kesalahan Terdakwa.

Menimbang : Bahwa oleh karena Terdakwa harus dipidana, maka ia harus dibebani membayar biaya perkara.

Menimbang : Bahwa selama waktu Terdakwa berada dalam tahanan perlu dikurangkan sepenuhnya dari pidana yang dijatuhkan.

Menimbang : Bahwa barang-barang bukti dalam perkara ini berupa :

Surat-Surat :

- 1 (satu) lembar Surat keterangan pengganti Absensia atas nama Terdakwa.

Merupakan petunjuk adanya tindak pidana yang dilakukan oleh Terdakwa untuk mempermudah penyimpanannya maka perlu ditentukan statusnya untuk tetap dilekatkan dalam berkas perkara.

Menimbang : Bahwa dikhawatirkan Terdakwa akan melarikan diri maka Majelis hakim berpendapat perlu tetap ditahan.

Mengingat : 1. Pasal 87 Ayat (1) ke-2 Jo Ayat (2) KUHPM.

2. Pasal 190 ayat (1), ayat (3) dan ayat (4) Undang-undang Nomor : 31 Tahun 1997 dan ketentuan perundang undangan lain yang bersangkutan.

M E N G A D I L I

1. Menyatakan Terdakwa tersebut diatas yaitu : AYUB AYEMI, Prada NRP 31090604461088 Terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah telah melakukan tindak pidana :

“Desersi dalam waktu damai”.

2. Memidana Terdakwa oleh karena itu dengan :

Pidana Penjara selama : 7 (tujuh) bulan.

Menetapkan selama waktu Terdakwa berada dalam Tahanan dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan.

(14)

3. Menetapkan barang-barang bukti berupa :

Surat :

- 1 (satu) lembar Surat keterangan pengganti Absensia atas nama Terdakwa.

Tetap dilekatkan dalam berkas perkara.

4. Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa sebesar Rp. 10.000,- (sepuluh ribu rupiah).

5. Memerintahkan Terdakwa tetap ditahan.

Demikian diputuskan pada hari Kamis tanggal 18 Oktober 2012 di dalam musyawarah Majelis Hakim oleh BAMBANG INDRAWAN, SH Letkol Chk NRP 548944 sebagai Hakim Ketua serta serta WING EKO JOEDHA HARIJANTO, SH Mayor Sus Chk NRP 524432 dan AKHMAD JAILANIE, SH Kapten Chk NRP 517644 masing-masing sebagai Hakim Anggota I dan sebagai Hakim Anggota II yang diucapkan pada hari dan tanggal yang sama oleh Hakim Ketua di dalam sidang yang terbuka untuk umum dengan dihadiri oleh para Hakim Anggota tersebut diatas, Oditur Militer JEM CH MANIBUY, SH Kapten Chk NRP 11020013830776 dan Panitera MUHAMMAD SALEH, SH Kapten Chk NRP 110100015440671 serta dihadapan umum dan Terdakwa.

HAKIM KETUA Cap / Ttd

BAMBANG INDRAWAN, SH LETNAN KOLONEL CHK NRP 548944

HAKIM ANGGOTA I HAKIM ANGGOTA II Ttd Ttd

WING EKO JOEDHA HARIJANTO, SH AKHMAD JAILANIE, SH MAYOR SUS NRP 524432 KAPTEN CHK NRP 517644

PANITERA Ttd

MUHAMMAD SALEH, SH

KAPTEN CHK NRP 110100015440671

Untuk salinan yang sah

P A N I T E R A

MUHAMMAD SALEH, SH

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...