111 DAFTAR PUSTAKA
Afrianto, W. F., Agus, H., dan Didik, W. 2016. Komunitas Floristik dan Suksesi Vegetasi Setelah Erupsi 2010 di Gunung Merapi Jawa Tengah. Jurnal Biologi Indonesia. Volume 12 (2) : 265-276
Alpert, P., Bone E., dan Holzapfel C. 2000. Invasiveness, Invisibility and the Role of Environmental Stress in the Spread of Non-native Plants. Perspect Plant Ecology Evolution System. Vol 3 (1) :52-66.
Annisa, R., Dody, P., Muhtadin, A. S., dan Slamet, S. 2017. Struktur Komunitas Mangrove Asosiasi Di Sekitar Are Desa Balandatu, Kepulauan Tanakeke, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Bioma. Jurnal Biologi Makassar. Vol 2 (1) : 21-35
Anonim. 1990. Undang-Undang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Departemen Kehutanan Republik Indonesia. Jakarta
Anonim. 1999. Undang-Undang Kehutanan. Departemen Kehutanan Republik Indonesia. Jakarta
Anonim. 2007. Buku Informasi 50 Taman Nasional di Indonesia. Departemen Kehutanan Republik Indonesia. Jakarta
Anonim. 2009. Laporan Tahunan Balai Taman Nasional Gunung Merapi. Tidak dipublikasikan
Anonim. 2009. Statistik Balai Taman Nasional Gunung Merapi Tahun 2009. Tidak dipublikasikan
Anonim. 2012. Foreign Distribution List of Invasive Species in Indonesia. UNEP. Indonesia
Anonim. 2014. Convention on Biological Diversity-United Nations Environment Programme. Invasive Alien Species. : http://www.cbd.int/ html. Diakses pada 4 April 2017 Pukul. 10.44 WIB
Anonim. 2015. Strategi Nasional dan Arahan Rencana Aksi Pengelolaan Jenis Asing Invasif di Indonesia. Deputi Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan dan Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Jakarta
Arief, A. 1994. Hutan : Hakikat dan pengaruhnya terhadap lingkungan. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta
Arief, A. 2001. Hutan dan Kehutanan. Kanisius. Yogyakarta
Clements, F.E. 1916. Plant Succession: an Analysis of The Development of Vegetation. Carnegie. Inst. Washington
112 Cox, G.W. 1972. Laboratory Mannual of General Ecology. WMC Brown Company
Publishers. Iowa
Dalimartha, S. 1999. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Jilid I. Trubus Agriwidya. Jakarta
Deneau, K. A. 2013.The Effects of Black Locust (Robinia pseudoacacia L.) on Understory Vegetation and Soils in a Northern Hardwood Forest. Tesis. Swedish University of Agricultural Sciences. Swedia
Eko, D. P. 2004. Struktur dan Komposisi Vegetasi Tumbuhan Bawah di Kawasan Calon Kebun Raya Baturraden. Skripsi. Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. Tidak dipublikasikan
Ghozali, I. 2006. Aplikasi Analisis Multivariat dengan Program SPSS. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang
Gopal, B. dan Bhardwaj, N. 1979. Element of Ecology. Department of Botany. Rajasthan University Jaipur. India
Gunawan, H., Sugiarti, Marfuah W., Hesti L.T., dan Sukaesih P. 2013. Restorasi Ekosistem Gunung Merapi Pasca Erupsi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Kementerian Kehutanan. Bogor
Gunawan, H., Heriyanto, N.M., Subiandono, E., dan Mas’ud, A.F. 2015. Invasi Jenis Eksotis pada Areal Terdegadrasi Pasca Erupsi di Taman Nasional Gunung Merapi. Prosiding Seminar Masyarakat Biodiversitas Indonesia. Vol 1 (5) : 1027-1033
Heriansyah, I., Susmianto, A., dan Subiakto, A. 2014. Panduan Restorasi Ekosistem Taman Nasional Gunung Leuser. Unesco Jakarta Office. Jakarta Hilwan, I., Dadan, M., dan Weda, G. P. 2013. Keanekaraaman Jenis Tumbuhan Bawah pada Tegakan Sengon Buto (Enterolobium cyclocarpum Griseb.) dan Trembesi (Samanea saman Merr.) di Lahan Pasca Tambang Batubara PT Kitadin, Embalut, Kutai Kartanagara, Kalimantan Timur. Jurnal Silvikultur Tropika. Vol 4 (1) : 6-10
Hoer, H. S. 2012. Karakteristik Spasial Ekosistem Taman Nasional Gunung Merapi Paska Erupsi 2010. Tesis. Program Studi Ilmu Kehutanan. Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. Tidak dipublikasikan Hutapea, J. R. 1999. Inventaris Tanaman Obat Indonesia. Jilid V. Departemen
Kesehatan RI dan Badan Penelitian Pengembangan Kesehatan. Jakarta. Indriyanto. 2006. Ekologi Hutan. PT Bumi Aksara. Jakarta
Ismaini, L., Masfiro, L., Rustandi, dan Dadang, S. 2015. Analisis Komposisi dan Keanekaragaman Tumbuhan di Gunung Dempo, Sumatera Selatan. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia. Vol 1 (6) : 1397-1402
113 Jones, S. B. dan A. E. Luchsinger. 1979. Plant Systematic. McGraw-Hill Book
Company Inc. New York
Kershaw, K. A. 1973. Quantitative and Dynamic Ecology. Edward Arnold Ltd. London
Kindt, R. dan R. Coe. 2005. Tree Diversity Analysis: a Manual and Software for Common Statistical Methods for Ecological and Biodiversity Studies. World Agroforestry Centre (ICRAF). Nairobi
Krebs, C.J. 1972. Ecology : The Experimental Analysis of Distribution and Abundance. Harperand Row. New York
Lisnawati, Y. 2012. Perubahan Huta Alam Menjadi Hutan Tanaman dan Pengaruhnya Terhadap Siklus Hara dan Air. Pusat penelitian dan Pengembangan Peningkatan Produktivitas Hutan. Badan Peneliian dan Pengembangan Kehutanan. Bogor
Ludwig, J. A. dan Reynold, J. F. 1988. Statistical Ecology : a Primer on Methods and Computing. John Wiley and Sons. New York
Mahardika, A. B., Subagus, W., dan Mae, S. H. W. 2016. Sitotoksisitas Senyawa Hasil Isolasi Daun Tithonia diversifolia Hemley. terhadap Sel T47D, MCF7, dan EVSA-T. Majalah Farmaseutik. Vol 12 (2) : 401-410
Maisyaroh, W. 2010. Struktur Komunitas Tumbuhan Penutup Tanah di Taman Hutan Raya R. Soerjo, Malang. Jurnal Pembangunan dan Alam Lestari .Vol 1 (1) : 1-9
Mataji A., Moarefvand P., Babaie K.S., dan Kermanshahi M.M. 2010. Understory Vegetation as Environmental Factors Indicator in Forest Ecosystems. International Journal Enviromental Science and Technology. Vol 7 (4) : 629-638
Marsono, Dj. 1977. Deskripsi Vegetasi dan Tipe-Tipe Vegetasi Tropika. Cetakan Kedua. Yayasan Pembina. Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta
Marsono, Dj. 1990. Struktur dan Komposisi Tumbuhan Bawah Hutan Tanaman Pinus merkusii di KPH Lawu. Penelitian. Fakultas Kehutanan. Universitas Gadjah Mada.Yogyakarta
McNaughton, S.J. dan Wolf, L. L. 1988. Ekologi Umum (Terjemahan). Edisi Kedua. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta
Muller-Dombois, D. dan Ellenberg, H. 1974. Aims and Methods of Vegetation Ecology. John Willey and Sons. New York
Nadirman, I. 2013. Keanekaragaman Tumbuhan Bawah Pasca Erupsi Merapi di Taman Nasional Gunung Merapi, Yogyakarta. Skripsi. Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Institut Pertanian Bogor. Bogor
114 Nahdi, M. S. dan Muhamad, R. A. 2014. Struktur dan Komposisi Vegetasi Pasca Rehabilitasi di Suaka Margasatwa, Paliyan, Gunung Kidul, Yogyakarta. Prosiding Seminar Nasional Biodiversitas. Vol 3 (2) : 89-94
Nugroho, I. 2011. Ekowisata dan Pembangunan Berkelanjutan. Pustaka Pelajar. Yogyakarta
Oosting, H. J. 1956. The Study of Plant Communities: an Introduction to Plant Ecology. W. H. Freeman and Company. San Francisco
Pamungkas, A. 2010. Evaluasi Vegetasi pada Beberapa Tingkatan Suksesi di Wanagama. Skripsi Fakultas Kehutanan. Universitas Gadjah Mada. Tidak dipublikasikan
Polunin, N. 1994. Pengantar Geografi Tumbuhan dan Beberapa Ilmu Serumpun. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta
Putro, R. P. 2013. Komposisi dan Distribusi Tumbuhan Bawah pada Areal Demplot Restorasi Pasca Erupsi Gunung Merapi Tahun 2010. Skripsi. Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. Tidak dipublikasikan Rachmatin, D. 2014. Aplikasi Metode-Metode Agglomerative dalam Analisis
Klaster pada Data Tingkat Polusi Udara. Infinity. Jurnal Ilmiah Program Studi Matematika STKIP Siliwangi. Vol 3 (2) : 133-145
Raharto, I. Tr. 2008. Analisis Cluster Konsep dan Teknik Perencanaan. Program Pasca Sarjana Universitas Hasanuddin Makassar. Makasar
Rahayu, S. 1995. Pengelompokan Komunitas Tumbuhan Bawah di Taman Nasional Baluran. Skripsi. Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. Tidak dipublikasikan
Raymond, G. P. 2010. Pengelolaan Hutan Mangrove Berbasis Masyarakat di Kecamatan Gending, Probolinggo. AGRITEK. Vol 18 (2): 185-200
Resosoedarmo, R.S., Kuswata K., dan Aprilani S. 1986. Pengantar Ekologi. Remadja Rosda Karya. Bandung
Sari, K. S. 2015. Keanekaragaman dan Pola Sebaran Spesies Tumbuhan Asing Invasif di Cagar Alam Yan Lapa, Bogor. Skripsi. Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor. Bogor
Setyawa, A. D., Setyaningsih, S., dan Sugiyarto. 2006. Pengaruh Jenis dan Kombinasi Tanaman Sela terhadap Diversitas dan Biomassa Gulma di Bawah Tegakan Sengon (Paraserienthes falcataria L. Nielsen) di Resort Pemangkuan Hutan Jatirejo, Kediri. Jurnal Biosmart. Vol 8 (1) : 27-32 Simon, H. 1996. Metode Inventore Hutan. Aditya Media. Yogyakarta
Soepardi, R. 1964. Apotik Hijau : Tumbuhan Obat-obatan. Cetakan Kedua. PT. Purna Wana. Surakarta
115 Soerinegara, I. dan Indrawan, A. 1972. Ekologi Hutan Indonesia. Departemen
Manajemen Hutan. Fakultas Kehutanan. Institut Pertanian Bogor. Bogor Soeseno, O. H. dan Edris, I. 1990. Silviks. Yayassan Pembina Fakultas Kehutanan
Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta
Soetrisno, K. 1998. Silvika. Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman. Samarinda
Suharti, S. 2015. Pemanfaatan Tumbuhan Bawah di Zona Pemanfaatan Taman Nasional Gunung Merapi oleh Masyarakat Sekitar Hutan. Prosiding Seminar Nasional Biodiversitas Indonesia. Vol 1 (6) : 1411-1415
Suliyanto. 2005. Analisis Data dalam Aplikasi Pemasaran. Ghalia Indonesia. Bogor
Sumardi dan S.M. Widyastuti. 2004. Dasar-dasar Perlindungan Hutan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta
Sunardi. 2016. Populasi dan Autekologi Acacia decurrens (WENDL.) WILD di Taman Nasional Gunung Merapi. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor
Sunaryo. 2012. Komposisi Jenis dan Potensi Ancaman Tumbuhan Asing Invasifdi Taman Nasional Gunung Halimun-Salak, Jawa Barat. Pusat Penelitian Biologi. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Bogor
Sundhani, E. 2015. Efek Sitotoksik, Proliferasi, dan Apoptosis Fraksi Alkaloid Daun Awar-awar (Ficus septica Burm.f.) terhadap Sel Kanker Payudara T47D. Tesis. Program Studi Ilmu Farmasi. Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. Tidak dipublikasikan
Suryaningsih., Martin, J., dan Ketut, D. 2011. Inventarisasi Gulma pada Tanaman Jagung (Zea mays L.) di Lahan Sawah Kelurahan Padang Galak, Denpasar Timur, Kodya Denpasar, Provinsi Bali. Jurnal Simbiosis. Vol 1 (1): 1-8 Suryawan, D. 2013. Laporan Acacia decurrens Tahun 2013. Balai Taman Nasional
Gunung Merapi. Yogyakarta. Tidak dipublikasikan
Suryawan, D., Eddy S., Ruky U., Asep K., dan Yayan H. 2015. Sebaran Spesies Invasif Acacia decurrens di Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi. Prosiding Seminar Nasional Biodiversitas Indonesia. Vol 1 (4) : 738-742 Sutomo, Dini, F., dan Arief, P. 2015. Perbandingan Komposisi dan
Keanekaragaman Jenis yang Berasal dari Soil Seedbank pada Kawasan yang Terganggu dan Tidak Terganggu Erupsi 2010 di Gunung Merapi, Yogyakarta. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia. Vol 1 (4) : 721-726
Syafei, E. S. 1990. Pengantar Ekologi Tumbuhan. Institut Teknologi Bandung. Bandung
116 Tjitrosoedirdjo, S., Is, H.U., dan Joedojono, W. 1984. Pengelolaan Gulma di
Perkebunan. PT Gramedia. Jakarta
Van Steenis, C. G. G. J. 2006. Flora Pegunungan Jawa. Pusat Penelitian Biologi. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Bogor
Vickery, M. L. 1984. Ecology of Tropical Plants. John wiley and Sons. New York Wang, G. G. 1999. Use of Understory Vegetation in Classifying Soil Moisture and
Nutrient Regimes. Journal Forest Ecology and Man. Vol 1 (29): 93-100 Wang, H-F., Maria, V. L., Cynthia, R. F., Xia-Ke, W., dan Jiang-Xiao, Q. 2010.
Understory Plant Diversity Assessment of Eucalyptus Plantations Over Three Vegetation Types In Yunnan, China. New Forests. Vol 42 (1): 101-116
Weaver, J.E. dan F.E. Clements. 1978. Plant Ecology Second Edition. Mc. Graw Hill Book Co. Inc. New York
Whitmore, T. C. 1975. Tropical Rain Forests Of The Far East. Second Edition. Mac Millan Publishing. New York
Wijana, Ny. 2014. Metode Analisis Vegetasi. Plantaxia. Yogyakarta Wiyono. 2009. Ekologi Hutan. UNIB Press. Bengkulu
Yuniasih, B. 2013. Ancaman Invasi Acacia Decurrens Pasca Erupsi Gunung Api Merapi 2010 terhadap Pemulihan Keanekaragaman Hayati Flora Pegunungan di Taman Nasional Gunung Merapi. Tesis. Program Studi Ilmu Lingkungan. Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. Tidak dipublikasikan