• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKENARIO 4

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SKENARIO 4"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Skenario Skenario

Seorang anak laki-laki 18 bulan dibawa ke rumah sakit Seorang anak laki-laki 18 bulan dibawa ke rumah sakit ole

oleh h kakakakaknyknya a karkarena ena tamtampak pak kedikedinginginan. nan. AnAnamnamnesiesiss me

menununjnjukkukkan an tatak k adada a dedemam mam titingnggigi. . PiPilelek k dadan n babatutuk k  sud

sudah ah tigtiga a harhari. Anak i. Anak diadiare re bebebeberaprapa a kalkali i daldalam am limlimaa  bulan

 bulan ini. ini. Anak Anak biasanya biasanya makan makan bersama bersama kakaknya kakaknya yangyang  berusia lima belas tahun, ibunya sakit-sakitan.

 berusia lima belas tahun, ibunya sakit-sakitan. Pem

Pemerieriksaksaan an menmenunjuunjukkakkan n anaanak k tamtampak pak kurkurus, us, kepkepalaala tampak besar. Suhu badan 36  nadi 1!! "#menit. $erat tampak besar. Suhu badan 36  nadi 1!! "#menit. $erat  badan %

 badan % kg &' kg &' persentil ke-3( dan persentil ke-3( dan panjang badan panjang badan )* +m &')* +m &'  persentil

 persentil ke-3( ke-3( ambut ambut tampak tampak jarang jarang dan dan lingkar lingkar kepalakepala ) +m &perse

) +m &persentil ke-1ntil ke-1!(. !(. PemeriPemeriksaan dada, janksaan dada, jantung dantung dan  paru

 paru dalam dalam batas batas normal. normal. Perut Perut tampak tampak besar. itemukanbesar. itemukan edema ringan pada

edema ringan pada tungkatungkai i bawahnybawahnya. /idak ada a. /idak ada sianosianosissis kuku maupun bibir dan lidah.

kuku maupun bibir dan lidah.

Silakan diskusikan kasus tersebut dengan tujuh langkah Silakan diskusikan kasus tersebut dengan tujuh langkah diskusi P$0

diskusi P$0

Pertanyaan : Pertanyaan :

1. engapa anak kedinginan 2 1. engapa anak kedinginan 2 *. $agaimana riwayat sakitnya2 *. $agaimana riwayat sakitnya2

3. $agaimana riwayat makan dan makanannya 2 3. $agaimana riwayat makan dan makanannya 2

. bunya tidak mampu mengurus anaknya2 bu itu sakit . bunya tidak mampu mengurus anaknya2 bu itu sakit apa 2

apa 2

4. Apakah anak itu memang sakit 2 4. Apakah anak itu memang sakit 2

6. Apa interpretasi hasil pengukuran antropometri tersebut 6. Apa interpretasi hasil pengukuran antropometri tersebut 22

). Apa makna hasil anamnesis dan pemeriksaan 5isik anak  ). Apa makna hasil anamnesis dan pemeriksaan 5isik anak 

(2)

tersebut 2 tersebut 2

Jawaban brainstorming yang diharapkan Jawaban brainstorming yang diharapkan 1.

1. ededinginginainan n dapadapat t disdisebaebabkan bkan oleoleh h suhsuhu u udarudara a yanyangg memang dingin atau justru karena anak demam

memang dingin atau justru karena anak demam *.

*. PS PS yanyang g perperlu lu ditditambambahkaahkan n adaladalah ah riwriwayaayat t serseringing demam &in5eksi berulang atau kronis(. idapat anak batuk  demam &in5eksi berulang atau kronis(. idapat anak batuk   pilek tiga hari dan riwayat diare berulang. Ada tambahan 2  pilek tiga hari dan riwayat diare berulang. Ada tambahan 2

Si

Silalakakan, n, babaik ik ununtutuk k memenanambmbah ah   mamaupupun un 5a5aktktor or  risikonya.

risikonya.

3. iwayat makanan perlu dilengkapi. Porsi 2 0auk pauk2 3. iwayat makanan perlu dilengkapi. Porsi 2 0auk pauk2 Pengen+eran susu 2

Pengen+eran susu 2

. bunya sakit lama 2 Adakah in5o lebih lanjut 2 Pernah . bunya sakit lama 2 Adakah in5o lebih lanjut 2 Pernah di

dididiagagnonosisis s //$ $ 2 2 77##AAS S 2 2 $o$olleh eh didisesebubutktkanan  beberapaa in5eksi kronis

 beberapaa in5eksi kronis

4. Sepertinya anak hanya sakit 5lu. Anak kurang gi9i 2 4. Sepertinya anak hanya sakit 5lu. Anak kurang gi9i 2 :i9i buruk 2

:i9i buruk 2

6. :i9i buruk 2 :i9i kurang 2 Pertumbuhan lambat 2 6. :i9i buruk 2 :i9i kurang 2 Pertumbuhan lambat 2 ).

). $eb$eberaerapa pa 5ak5aktor tor risrisiko iko malmalnutnutririsi si di+di+oba oba di+di+ari ari oleolehh do

doktkterer, , sesepepertrti i pepenynyakakit it jajantntunung g babawawaan an &n&negegatati5i5(,(,  pneumonia

 pneumonia &negati5(, &negati5(, diare diare berulang berulang in5eksi in5eksi kronis kronis lainlain &belum yakin(

&belum yakin(

Kn!i skenario Kn!i skenario

Trigger keda "sete#ah brainstorming$ Trigger keda "sete#ah brainstorming$ 1. Anamnesis

1. Anamnesis a.

a. AnAnak pak perernanah deh demamam sem selalama sma sememininggu ggu lelebibihh  b.

 b. Penimbangan Penimbangan dan dan pen+atatan pen+atatan $$ $$ dan dan pertumbuhanpertumbuhan tidak lengkap

tidak lengkap +.

(3)

e. bunya pernah batuk darah

5. akanan diurus kakaknya, makan sedikit dan pilih- pilih. inum susu 5ormula, susu tiga sendok   biasanya die+erkan dengan 14! ml air. <rekuensi  pemberian minum tidak tentu.

*. Pemeriksaan 5isik 

a. 0emak kulit sangat tipis, rambut tipis

 b. /anda pneumonia, asma, bronkitis tidak ada. elenjar getah bening leher membesar, multipel dan tidak nyeri.

Anak tersebut saat ini dapat didiagnosis dengan = 1. ommon +old

*. alnutisi berat &gi9i buruk( dan gagal tumbuh. Se+ara klinis menunjukkan tanda marasmus &kurus kering,  bermuka tua( dan kwashiorkor &edema(

3. emungkinan /$ masih harus dila+ak. . Anak terabaikan &negle+ted +hild(

iagnosis pada anak seharusnya memang tidak hanya menyangkut masalah klinis &penyakit( saja, tetapi juga diagnosis nutrisi dan tumbuh kembang bahkan masalah  psikososial &negle+ted(. ahasiswa le;el yang lebih tinggi  juga harus mempertimbangkan kemungkinan kausa lain edema seperti gangguan ginjal, namun pada blok ini tidak  harus mun+ul.

:i9i buruk merupakan status kondisi seseorang yang kekurangan nutrisi, atau nutrisinya di bawah standar rata-rata. Status gi9i buruk dibagi menjadi tiga bagian =

(4)

1. :i9i buruk karena kekurangan protein &disebut kwashiorkor(

*. :i9i buruk karena kekurangan karbohidrat atau kalori &disebut marasmus(

3. :i9i buruk karena kekurangan kedua-duanya.

Penyebab masalah malnutrisi ini yang sudah diketahui adalah 5aktor nutrisi &anak sulit makan, kesalahan  pengen+eran susu 5ormula(. >mumnya satu sendok susu 5ormula seharusnya dien+erkan dengan 3! ml air. Pengen+eran yang tidak tepat menyebabkan anak  kekurangan kalori dan protein.

<aktor lain yang sangat mungkin memengaruhi adalah adanya penyakit tertentu yang mendasari &/$2 72(. ausa itu masih harus dila+ak lebih lanjut, mengingat ibunya sakit-sakitan dan pertumbuhan anak tidak baik dan ada riawayat sering diare dalam lima bulan terakhir. ausa lain seperti penyakit jantung bawaan dan pneumonia sudah disingkirkan dengan anamnesis dan pemeriksaan 5isik.

ara mela+ak kausa lain tidak perlu didetilkan dalam blok  ini. ukup di5ahami bahwa malnutrisi berat pada kasus ini  berhubungan dengan beberapa penyakit dan juga 5aktor   psikososial &ketidaktahuan, anak kurang terurus,

+enderung terabaikan(.

TAM%A&AN UNTUK TUT'R

(5)

+ukup, kebiasaan makan yang tidak tepat seperti hubungan orang tua dengan anak terganggu, karena kelainan metabolik atau mal5ormasi kongenital. eadaan ini merupakan hasil akhir dari interaksi antara kekurangan makanan dan penyakit in5eksi.

Penyebab marasmus =

a. asukan makanan yang kurang = marasmus terjadi akibat masukan kalori yang sedikit, pemberian makanan yang tidak sesuai dengan yang dianjurkan akibat dari ketidaktahuan orang tua si anak, misalnya  pemakaian se+ara luas susu kaleng yang terlalu en+er.  b. n5eksi yang berat dan lama menyebabkan marasmus, terutama in5eksi enteral misalnya in5antil gastroenteritis, bronkhopneumonia, pielonephiritis dan si5ilis kongenital.

+. elainan struktur bawaan misalnya = penyakit  jantung bawaan, penyakit 7irs+hpurng, de5ormitas  palatum, palatos+hi9is, mo+rognathia, stenosis  pilorus, 7iatus hernia, hidrose5alus, +ysti+ 5ibrosis,  pankreas

d. Prematuritas dan penyakit pada masa neonatus. Pada keadaan tersebut pemberian AS kurang akibat re5lek  mengisap yang kurang kuat

e. Pemberian AS yang terlalu lama tanpa pemberian makanan tambahan yang +ukup.

5. :angguan metabolik, misalnya renal asidosis, idiopathi+ hyper+al+emia, gala+tosemia, la+tose intoleran+e

(6)

dan baru ditegakkan bila penyebab maramus yang lain disingkirkan(

h. Penyapihan yang terlalu dini desertai dengan  pemberian makanan tambahan yang kurang akan

menimbulkan marasmus

(i)i %rk

:i9i buruk merupakan status kondisi seseorang yang kekurangan nutrisi, atau nutrisinya di bawah standar rata-rata. Status gi9i buruk dibagi menjadi tiga bagian, yakni gi9i buruk karena kekurangan protein &disebut kwashiorkor (, karena kekurangan karbohidrat atau kalori &disebut marasmus(, dan kekurangan kedua-duanya. :i9i  buruk ini biasanya terjadi pada anak balita &bawah lima tahun( dan ditampakkan oleh membusungnya perut &busung lapar(. :i9i buruk adalah suatu kondisi di mana seseorang dinyatakan kekurangan 9at gi9i, atau dengan ungkapan lain status gi9inya berada di bawah standar rata-rata. @at gi9i yang dimaksud bisa berupa protein, karbohidrat dan kalori. :i9i buruk (severe malnutrition( adalah suatu istilah teknis yang umumnya dipakai oleh kalangan gi9i, kesehatan dan kedokteran. :i9i buruk  adalah bentuk terparah dari proses terjadinya kekurangan gi9i menahun &?en+y, *!!4(.

Anak balita &bawah lima tahun( sehat atau kurang gi9i dapat diketahui dari pertambahan berat badannya tiap  bulan sampai usia minimal * tahun &baduta(. Apabila  pertambahan berat badan sesuai dengan pertambahan umur menurut suatu standar organisasi kesehatan dunia, dia bergi9i baik. alau sedikit dibawah standar disebut

(7)

standar dikatakan bergi9i buruk. adi istilah gi9i buruk  adalah salah satu bentuk kekurangan gi9i tingkat berat atau akut &Pardede, , *!!6(.

K#asi*ikasi (i)i %rk

/erdapat 3 tipe gi9i buruk adalah marasmus, kwashiorkor, dan marasmus-kwashiorkor. Perbedaan tipe tersebut didasarkan pada +iri-+iri atau tanda klinis dari masing-masing tipe yang berbeda-beda.

Marasms

arasmus adalah gangguan gi9i karena kekurangan karbohidrat. :ejala yang timbul diantaranya muka seperti orangtua &berkerut(, tidak terlihat lemak dan otot di bawah kulit &kelihatan tulang di bawah kulit(, rambut mudah  patah dan kemerahan, gangguan kulit, gangguan  pen+ernaan &sering diare(, pembesaran hati dan sebagainya. Anak tampak sering rewel dan banyak  menangis meskipun setelah makan, karena masih merasa lapar. $erikut adalah gejala pada marasmus adalah &epkes , *!!!( =

a. Anak tampak sangat kurus karena hilangnya sebagian  besar lemak dan otot-ototnya, tinggal tulang terbungkus

kulit

 b. Bajah seperti orang tua +. ga terlihat dan perut +ekung

d. Ctot paha mengendor (baggy pant (

e. engeng dan rewel, setelah mendapat makan anak  masih terasa lapar

(8)

Kwashiorkor

Penampilan tipe kwashiorkor seperti anak yang gemuk  & suger baby(, bilamana dietnya mengandung +ukup energi disamping kekurangan protein, walaupun dibagian tubuh lainnya terutama dipantatnya terlihat adanya atro5i. /ampak sangat kurus dan atau edema pada kedua  punggung kaki sampai seluruh tubuh

a. Perubahan status mental = +engeng, rewel, kadang apatis  b. ambut tipis kemerahan seperti warna rambut jagung dan mudah di+abut, pada penyakit kwashiorkor yang lanjut dapat terlihat rambut kepala kusam.

+. Bajah membulat dan sembab d. Pandangan mata anak sayu

e. Pembesaran hati, hati yang membesar dengan mudah dapat diraba dan terasa kenyal pada rabaan permukaan yang li+in dan pinggir yang tajam.

5. elainan kulit berupa ber+ak merah muda yang meluas dan berubah menjadi +oklat kehitaman dan terkelupas

Marasmik+Kwashiorkor

:ambaran klinis merupakan +ampuran dari beberapa gejala klinik kwashiorkor dan marasmus. akanan sehari-hari tidak +ukup mengandung protein dan juga energi untuk pertumbuhan yang normal. Pada penderita demikian disamping menurunnya berat badan ' 6!D dari normal memperlihatkan tanda-tanda kwashiorkor, seperti edema, kelainan rambut, kelainan kulit, sedangkan kelainan  biokimiawi terlihat pula &epkes , *!!!(.

Referensi

Dokumen terkait

Fokus pada pengembangan komoditas strategis: Komoditas strategis yang masih impor: padi, jagung, kedelai, gula, daging sapi, cabai, bawang merah5. Komoditas strategis

Ulima Hotmaida sihombing (2010) Peranan Kelompok Tani Dalam Peningkat an Status Sosial Ekonomi Petani Padi Sawah (Studi Kasus Desa Rumah Pilpil, Keca. Sibolangit ,

terhadap 145 responden yang didapat bahwa tidak ada hubungan antara pola asuh ibu dengan status gizi anak balita yang berusia 1-5 tahun di Desa Tunang Kecamatan

satu terobosan baru dalam dunia pendidikan, dan juga mudah digunakan siswa kapanpun dan dimanapun. Materi vocabulary pada siswa kelas III SD memerlukan suatu media untuk

Bali adalah nama salah satu  provinsi di Indonesia, dan juga merupakan nama pulau terbesar yang menjadi bagian dari provinsi tersebut.. Selain terdiri dari Pulau Bali,

Dari kedua metode yang digunakan menunjukkan adanya pola penyebaran penyakit DBD secara spasial di Kota Semarang dan menunjukkan autokorelasi spasial positif, yang

Apakah BOPO mempunyai pengaruh negatif yang signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Swasta Nasional yang go public8. Apakah FBIR mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap

Di Rubrik Gaya Hidup Majalah Tempo Edisi 16 januari 2011 mengilustrasikan sebuah karikatur yang menggambarkan ketua PSSI Nurdin Halid memakai baju yang biasa dikenakan oleh