• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sevi Maulani 21020110141078 BAB IV

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Sevi Maulani 21020110141078 BAB IV"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

RUMAH SUSUN MILIK DI JAKARTA DENGAN PENEKANAN DESAIN MODERN Sevi Maulani, 2014

45 BAB IV

KESIMPULAN, BATASAN DAN ANGGAPAN

4.1 Kesimpulan

Setelah ditinjau pada bab-bab sebelumnya mengenai Rumah Susun dan kondisi DKI Jakarta, dapat diperoleh beberapa kesimpulan, antara lain :

1. Kepadatan penduduk DKI Jakarta tiap tahunnya mengalami peningkatan seiring berkembangnya wilayah provinsi tersebut.

2. Dalam kebijaksanaan sektor perumahan, Jakarta menginginkan pembangunan

perumahan yang efektif dan efisien di kawasan yang strategis dan padat, sehingga terjadi peremajaan kawasan kumuh.

3. Dalam pelaksanaannya pembangunan apartemen haruslah memiliki dasar-dasar persyaratan rumah susun serta sesuai dengan peraturan yang berlaku.

4.2 Batasan

Batasan-batasan yang digunakan dalam merencanakan dan merancang Rumah Susun Milik di Jakarta adalah sebagai berikut :

1. Target dari pembangunan rumah susun ini adalah adanya backlog perumahan di Indonesia pada umunya, dan DKI Jakarta pada khusunya.

2. Sasaran penghuni rumah susun ini adalah masyarakat golongan menengah dan pendatang.

3. Peraturan bangunan dan penentuan lokasi rumah susun dipertimbangkan sesuai dengan perarturan dan kebijakan tata wilayah yang berlaku dan beberapa faktor lain.

4. Standar perencanaan dan perancangan sesuai dengan studi literatur. Apabila tidak terdapat standar pasti, dapat menggunakan studi kasus/banding dan pengambilan asumsi yang logis.

4.3 Anggapan

Dalam penyederhanaan, digunakan anggapan-anggapan sebagai berikut :

1. Permasalahan status tanah, lokasi, dan tapak terpilih dapat diatasi dan siap dipakai. 2. Pembiayaan bangunan fisik dalam batas normal dan dianggap tidak bermasalah.

Referensi

Dokumen terkait

SNI 03-2846-1992 tentang tata cara perencanaan kepadatan bangunan lingkungan rumah susun hunian. SNI 03-7013-2004 tentang tata cara perencanaan fasilitas lingkungan

Berdasarkan Lokasi yang akan digunakan untuk perencanaan Pusat Perbelanjaan Furniture dan Konsultasi Tata Ruang ini berada di kota Semarang, Jawa Tengah, ambil

Fungsi bangunan gedung harus sesuai dengan peruntukan lokasi yang diatur dalam. Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah

Perencanaan apartemen mengacu pada ketentuan dan peraturan pemerintah setempat yang tercatum dalam undang-undang, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Rencana Detail Tata Ruang

Dalam penentuan lokasi pendidikan terdapat banyak faktor yang mempengaruhi penentuan lokasi seperti regulasi dan kebijakan yang biasanya berupa standar fasilitas

Pada perencanaan kusen pada bangunan mini club, hal yang menjadi pertimbangan dalam penentuan kusen jendela dan pintu yang akan di gunakan adalah, luasan permukaan

Penentuan segala aspek dalam dalam perencanaan dan perancangan Gedung Program Studi Teknik Perkapalan menggunakan standar ideal sebuah bangunan perkuliahan bagi

Dalam rangka Penilaian TPA dengan SK SNI 7-11-1991-03 dari Departemen Pekerjaan Umum meliputi Standar Tata Cara Pemilihan Lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah