BAB IV: TINJAUAN KHUSUS PEKERJAAN
4.1. Lingkup praktik profesi
praktik profesi berlangsung dari 15 Agustus hingga 14 Oktober 2016. Pada waktu tersebut, Praktikan pengerjaan project berada dalam tahapan Desain. Adapun lingkup pembahasan dalam mengetahui kegiatan praktik profesi yang akan di bahas pada laporan ini adalah :
Skema Kegiatan Selama praktik profesi
Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Launching Ijin Master Plan Konsep Desain Skematik Desain Interior Tender Pelaksanaan
Gambar 5. Skema Kegiatan praktik profesi Sumber : Data Penulis
Pada Skema di atas Praktikan membahas proyek yang dikerjakan selama praktik profesi. Adapun lingkup pembahasan dalam mengetahui kegiatan praktik profesi yang akan di bahas pada laporan ini adalah :
1. Master Plan (Belum memulai praktik profesi)
2. Denah-denah (Telah memulai praktik profesi)
3. 3D Bangunan (Telah memulai praktik profesi)
Waktu Pelaksanaan praktik profesi
4.3. Proses Pengerjaan Denah
Pada Proses ini pada awal-awal mulainya praktik profesi, Praktikan terlebih dahulu mengerjakan perbaikan denah yang telah di koreksi oleh kepala arsitek, praktikan beserta pembimbing praktik profesi di minta untuk mengubah besaran ruang menghilangkan kolom dan memperlebar jarak naungan canopy.
Pada saat pembuatan Denah, kepala arsitek berpendapat bahwa ruang loker perlu ada perluasan sebesar 0.5 m x 2.635 m karena di harapkan perluasan dapat memungkinkan penempatan loker-loker dengan jumlah yang lebih banyak, dan juga pada perubahan penghilangan kolom, kepala arsitek berpendapat, kolom-kolom yang sebelumnya di buat hanya mempersempit ruang teras yang hanya selebar 1 meter saja, padahal dari segi kekuatan, tanpa kolom pun canopy dapat berdiri kokoh, kemudian pada permasalahan di canopy terbilang cukup sederhana, hanya ada penambahan besaran naungan untuk mengurangi efek tampias air hujan yang masuk lewat jendela boven di area toilet. Selain itu sedikit ada tambahan kursi permanen di toilet pria dan wanita.
Gambar 6. Denah Mini Club Sumber: PT. Serpong Cipta Kreasi
Perubahan Penggunaan Kolom Penambahan Kursi Permanen Perluasan Ruang Loker Pelebaran Canopy
Perluasan Ruang Loker
Pada ruang loker ada perluasan sebesar 0.5 m x 2.635 m karena di harapkan perluasan dapat memungkinkan penempatan loker-loker dengan jumlah yang lebih banyak, dengan total 96 loker berukuran 31.5 cm x 31.5 cm.
Perubahan penggunaan kolom
Pada area teras juga pada perubahan penghilangan kolom, kepala arsitek berpendapat, kolom-kolom yang sebelumnya di buat hanya mempersempit ruang teras yang hanya selebar 1 meter saja, padahal dari segi kekuatan, dengan canopy
Gambar 7. Perluasan Ruang Loker Sumber: PT. Serpong Cipta Kreasi
Gambar 8. Perubahan Penggunaan Kolom Sumber: PT. Serpong Cipta Kreasi
Pelebaran Canopy
Permasalahan pada canopy terbilang cukup sederhana, hanya ada penambahan besaran naungan sebesar 30cm, dari 20cm menjadi 50cm, bertujuan untuk mengurangi efek tampias air hujan yang masuk lewat jendela boven di area toilet.
Gambar 9. Perubahan Canopy Sumber: PT. Serpong Cipta Kreasi
4.4. Proses Pengerjaan Fasade
Pada rencana bagian fasade, kepala arsitek berpendapat bahwa bagian atap sitting area perlu ada pertambahan level ketinggian, bertujuan untuk membuat kesan ruang yang lebih luas karena pada sitting area akan banyak orang yang berkumpul, dan juga pada fasade atap sitting area perlu ada tambahan bagian untuk jalur keluar masuk udara dan masuknya cahaya, namun cahaya di harapkan dapat masuk ke sitting area tidak terlalu besar sehingga dibuat ruas-ruas yang bermatrial pvc bermotif kayu yang di susun berpola gelombang yang di topang oleh hollow, sehingga dengan demikian fasade dapat terlihat indah dan bermanfaat. Selain itu juga, fasade bangunan pendukung fasilitas Mini club tersebut juga ada penyegaran, pada tampak samping kanan, di buat roster berukuran 0.8m x 2.6m dengan ukuran per pola 20cm x 20cm. dan ada perubahan penghilangan motif batu alam pada dinding bagian bawah bangunan pendukung aktifitas. Pada Fasade bagian tampak samping kiri, praktikan di minta oleh kepala arsitek untuk membuat desain tralis besi untuk bagian ruang loker dan ada tambahan sedikit aksen pada bentuk canopy jendela. Pada tahap terakhir
Gambar 10. Tampak Mini Club Tesla Sumber: PT. Serpong Cipta Kreasi
perubahan fasade, praktikan juga di minta untuk mendesain pola railing untuk sitting area dengan pola senada dengan bentuk-bentuk bangunan Mini Club Tesla.
Perubahan Atap Sitting Area
Pada bagian atap sitting area perlu ada pertambahan level ketinggian, bertujuan untuk membuat kesan ruang yang lebih luas karena pada sitting area akan banyak orang yang berkumpul, dan juga pada fasade atap sitting area perlu ada tambahan bagian untuk jalur keluar masuk udara dan masuknya cahaya, namun cahaya di harapkan dapat masuk ke sitting area tidak terlalu besar sehingga dibuat ruas-ruas hollow yang bermatrial pvc bermotif kayu berukuran 50cm x 50cm yang di susun berongga dan berpola gelombang yang di topang oleh besi hollow, sehingga dengan demikian fasade dapat terlihat indah dan bisa memasukan cahaya yang cukup beserta sebagai sirkulasi angin.
Gambar 11. Atap Sitting Area Sumber: PT. Serpong Cipta Kreasi
Gambar 12. Hollow PVC 50cm x 50cm Sumber: PT. Serpong Cipta Kreasi
Perubahan Fasade Tampak Samping Kanan
Pada tampak samping kanan, di buat roster berukuran 0.8m x 2.6m dengan ukuran per pola 20cm x 20cm.
Dan juga ada perubahan penghilangan motif batu alam pada dinding bagian bawah bangunan pendukung aktifitas.
Gambar 14. Roster Beton Sumber: www.grcartikon.co.id Gambar 13. Penambahan Roster Sumber: PT. Serpong Cipta Kreasi
Gambar 15. Perubahan Penggunaan Batu Alam Sumber: PT. Serpong Cipta Kreasi
Perubahan Fasade Tampak Samping Kiri
Pada Fasade bagian tampak samping kiri, praktikan di minta oleh kepala arsitek untuk membuat desain tralis besi dengan tema yang senada dengan bentuk-bentuk yang telah di terapkan pada Mini Club Tesla.
Gambar 16. Pembuatan Tralis Sumber: PT. Serpong Cipta Kreasi
Gambar 18. Motif Tralis 2D Sumber: dokumen pribadi Gambar 17. Motif Tralis 3D
Perubahan aksen canopy jendela
Untuk bagian ruang loker dan ada tambahan sedikit aksen pada bentuk canopy jendela.
Gambar 19. Perubahan Canopy Jendela Sumber: dokumen pribadi
Gambar 20. 3D Canopy Jendela Sumber: dokumen pribadi
Desain Pola Railling
Pada tahap terakhir perubahan fasade, praktikan juga di minta untuk mendesain beberapa pola railing besi tempa untuk sitting area dengan pola senada dengan bentuk-bentuk bangunan Mini Club Tesla, Praktikan membuat 3 pola desain untuk alternatif pilihan.
Sebelumnya, praktikan telah mendesain 3 pola desain reailling alternatif, dengan bentuk yang berbeda namun dengan tema dan ukuran besi yang sama.
Gambar 21. Pembuatan Desain pola Railling Sumber: PT. Serpong Cipta Kreasi
Gambar 22. Desain pola Railling 3D Sumber: PT. Serpong Cipta Kreasi
Gambar 23. Desain pola Railling alternatif 2D Sumber: PT. Serpong Cipta Kreasi
Besi Tempa
Railling pada sitting area menggunakan material besi tempa dengan tebal 2cm x 2cm dengan pola desain yang di buat oleh konsultan arsitek lalu kemudian untuk pelaksanaannya di serahkan kepada spesialis besi tempa yang di tentukan melalui proses tender.
4.5. Pengerjaan Detail Sitting Area
Gambar 24. Pembuatan Besi Tempa Sumber: www.pratamaasrikreasi.blogspot.com
Gambar 25. Detail Sitting Aera Sumber: PT Serpong Cipta Kreasi
Hollow Kerangka Plafond
Rangka plafon gypsum pada dasarnya dapat dibedakan menjadi dua berdasarkan jenis rangkanya yaitu yang menggunakan rangka kayu serta rangka metal atau zing alum. Namun pada sitting area ini menggunakan rangka metal yang lebih tahan lama dan sebih mudah dan lebih rapi dalam pengerjaannya
Hollow Kerangka Plafond 4cm x 4cm
Plafond Gypsum Tebal 1cm Indiect Lighting
Gambar 27. Detail Kerangka Plafond Sumber: www.plafondpartisi .blogspot.com
LED Strip
Gambar 26. Detail Sitting Aera Sumber: PT Serpong Cipta Kreasi
Rangka plafon papan gypsum dari metal furing atau hollow umumnya menggunakan sistem suspended ceiling. Sistem ini menghasilkan kisi-kisi dari metal yang digantung dibawah atap atau dak beton dengan menggunakan rangkaian kawat. Kisi-kisi ini kemudian ditutup dengan menggunakan papan gypsum. Sistem suspended ceiling terbagi menjadi dua yaitu sistem ekspos (exposed grid) yang menonjolkan kisi-kisi rangka plafon dan sistem tanpa sambungan (concealed grid) yang menghasilkan penampilan yang mulus dan bersih.
Plafond Gypsum
Pada langit-langit sitting area mini club ini menggunakan plafond berbahan gypsum dengan ketebalan 1cm dengan penggunaan compound pada pengaplikasian
Gambar 28. Rangka plafond metal Sumber: www.plafondpartisi.blogspot.com
Gambar 29. Detail rencana plafond gypsum Sumber: www.ajiinterior24.blogspot.com
sambungan pada setiap lembar gypsum yang terpasang, yang kemudian di cat berwarna putih.
Indirect Lighting
Pada plafond sitting area mini club ini pada bagian dalam menggunakan indirect lighting, yaitu sistem yang menempatkan sumber cahaya dibalik suatu bidang aplikasi, dan memanfaatkan refleksi cahaya dari balik bidang tersebut untuk membentuk kesan cahaya tertentu. Permainan cahaya tidak langsung menghasilkan efek gradasi dan bayang-bayang pada bidang yang tidak terkena bayangan. Sistem pencahayaan ini memiliki tujuan utama yaitu untuk menegaskan kesan tertentu dari suatu ruang, atau membentuk batasan pada suatu bidang aplikasi. Kekurangannya adalah efisiensi cahaya total dari sumber cahaya yang jatuh pada permukaan benda akan berkurang,
Gambar 30. Plafond gypsum
Sumber: www.hargabangunan2015.blogspot.com
Gambar 31. Contoh proyek indirect lighting Sumber: www.ofdesign.com
sementara untuk kelebihannya adalah tidak menimbulkan silau dan bayangan sehingga lebih nyaman.
LED Strip Lighting
Pada ring pengikat kolom pada atap sitting area mini club ini di aplikasikan penerangan penghias berupa LED Strip lightning, kumpulan lampu LED yang tersusun berupa garis yang dapt menghasilkan cahaya berbentuk bentangan yang memiliki warna berbeda (RGB) atau single colour (White).
Gambar 32. Sistem Indirect Lighting Sumber: www.ofdesign.com
Gambar 33. Contoh Project LED Strip Lighting Sumber: www.ledsupply.com
LED Strip pada pemasangannya cukup sederhana, yaitu hanya perlu di tempel tau di buat bracket custom untuk peletakan LED Strip yang sempurna, untuk sumber listrik menggunakan jenis AC (Alternating current).
Gambar 34. LED Strip Sumber: www.philips.com
4.6. Pengerjaan Rencana Kusen
Pada perencanaan kusen pada bangunan mini club, hal yang menjadi pertimbangan dalam penentuan kusen jendela dan pintu yang akan di gunakan adalah, luasan permukaan dinding dan kebutuhan besaran pencahayaan yang masuk pada ruang, namun pada pembuatan rencana kali ini, praktikan membuat sesuai arahan kepala arsitek untuk menseragamkan penggunaan kusen yang telah di gunakan pada proyek mini club pada cluster lainnya, maka pada pengerjaan kali ini di anggap sudah sesuai dan tidak ada pengajuan revisi.
Kode jenis kusen adalah sebagai penanda jenis kusen pada titik-titik yang di tentukan, tujuannya adalah untuk mempermudah pelaksana untuk menghitung jumlah dan memasang kusen-kusen dengan jenis tertentu pada titik yang di tentukan. Jenis-jenis kusen yang di gunakan pada bangunan mini club ini memiliki 10 jenis yang berbeda, yang terdiri dari pintu, jendela jungkit, jendela boven, railing dan roster. Berikut gambar detail dari berbagai jenis kusen yang di gunakan.
Gambar 35. Keyplan Kusen Sumber: PT Serpong Cipta Kreasi
Gambar detail kusen beserta railing dan roster di buat di satu lembar gambar kerja, biasanya jika terdapat banyak jenis yang di gunakan, setiap jenis di bedakan pada lembar gambar yang berbeda, tujuannya untuk memudahkan pelaksana menentukan berapa banyak jenis kusen, railing dan roster yang di butuhkan.
Gambar 36. Detail Kusen Sumber: PT Serpong Cipta Kreasi
4.7. Pengerjaan Rencana Pola Lantai
Pada perencanaan pola lantai bangunan mini club, hal yang harus di tentukan adalah penentuan starting point, titik di mana pemasangan lantai pertama di pasang pada ruang, hal yang menjadi pertimbangan untuk membuat pola lantai adalah menghindari banyaknya penggunaan kramik yang terbuang karena adanya pemotongan kramik, dan juga untuk menghindari pola ukuran kramik yang berukuran di bawah 2cm, karena pada pelaksanaannya kramik yang di potong di bawah 2cm akan pecah dan tidak dapat di gunakan.
Pola Lantai Dinding
Pada pengerjaan pola lantai dinding, biasanya di perlukan pada ruang-ruang tertentu, seperti kamar mandi dan janitor, pada bangunan mini club ini, rencana pola lantai dinding di buat pada pengerjaan ruang toliet pria/wanita, toilet ruang jaga, dan janitor. Pada dasarnya pengerjaan pola lantai dinding memiliki persamaan pada pertimbangannya dengan rencana pola lantai, hanya pada penentuan jumlah pola vertikal bergantung pada ukuran level ketinggian plafond. Dan pada perencanaan
Gambar 37. Keyplan Pola Lantai Sumber: PT Serpong Cipta Kreasi
Contoh Kramik yang di potong
pola dinding, di usahakan pola garis nat saling bertemu antar garis nat pada pola lantai agar terlihat lebih baik secara estetika. Berikut contoh pada gambar rencana pola lantai dinding janitor.
Level ketinggian plafond
Starting point
Ukuran Kramik
Gambar 38. Detail Janitor Sumber: PT Serpong Cipta Kreasi
4.8. Pengerjaan Rencana Plafond
Pada pembuatan rencana plafond bangunan mini club ini, ada beberapa hal yang harus di tentukan, yaitu material dasar plafond yang akan di gunakan, ketebalan, material rangka, dan level ketinggian plafond. Pada bangunan mini club ini material plafond yang di gunakan adalah jenis gypsum, namun praktikan tidak mengetahui mengenai merek dan tingkat kualitas gypsum seperti apa yang akan di gunakan, tetapi menurut kepala arsitek bisa di pastikan kualitas gypsum yang akan di gunakan adalah yang paling baik pada tempat dengan konsentrasi air yang tinggi dengan jenis
moisture resistant (anti lembab), sebab bangunan mini club ini di desain sebagian
besar untuk area aktivitas swimming pool.
Gambar 39. Detail shadow line Sumber: PT Serpong Cipta Kreasi
Spesifikasi Plafond
Janggutan
Shadow Line
Pada pertemuan antara dinding dan plafond di beri shadow line sebesar 1cm. Shadow line pada plafond Ini berfungsi untuk menutupi / menyamarkan pecah pinggir. Pada bangunan mini club ini tidak lagi memakai list profil. Shadow line biasanya dipakai pada penaikan dan penurunan plafon (drop ceiling), dan juga sebagai profil untuk mempertegas garis ruang dan menambah kesan elegan. Pada pertemuan antara dinding dan plafond gypsum di pasang stopping beads sebagai pengikat di ujung plafond gypsum.
Shadow Line
Shadow Line
Gambar 41. Detail Shadow Line Sumber: PT Serpong Cipta Kreasi
Gambar 42. Stoppong beads Sumber: www.criterionindustries.com.au
4.9. Pengerjaan Plotting Cat
Pada pembuatan plotting cat pada seluruh bangunan mini club, praktikan di beri pilihan sample cat yang di gunakan pada cluster summarecon, semua cat yang menjadi pilihan adalah warna yang sudah di setujui sebagai ciri khas cluster summarecon. Warna khas summarecon di bagi menjadi 2 jenis, yaitu warna cat umum dan warna cat aksen, dan masing-masing terdiri dari beberapa warna cat yang menggunakan produk dari merek Decorshield.
Kode jenis cat
Legenda Tipe Cat
Gambar 43. Rencana Plotting Cat Sumber: PT Serpong Cipta Kreasi
Gambar 44. Sample Cat Summarecon Sumber: PT Serpong Cipta Kreasi
Pada pengerjaan plotting cat ini, praktikan juga di minta oleh kepala arsitek untuk menentukan warna pada bangunan mini club dengan beberapa model alternatif warna yang akan di gunakan. Berikut beberapa alternatif penentuan cat :
Alternatif 1
Gambar 46. Alternatif plotting warna cat 1 Sumber: PT Serpong Cipta Kreasi
Leather Saddle 172-6 (Set 1 Aksen 2)
Gambar 45. Sample Cat Summarecon Sumber: PT Serpong Cipta Kreasi
Batu Alam
Saddle Hom 171-5 (Set 1 Aksen 1)
Alternatif 2
Alternatif 3
Tema aksen pada warna bangunan mini club, praktikan memilih aksen coklat, karena praktikan ingin menyeimbangkan antara warna penghijauan sekitar dengan wana kayu atau coklat. Model plotting warna yang di setujui oleh kepala arsitek adalah yang model alternatif 2, karena pertimbangan pada penentuan warna adalah keseimbangan antar warna, agar tidak terlalu kontras dan memiliki unity pada tema aksen warna.
Gambar 47. Alternatif plotting warna cat 2 Sumber: PT Serpong Cipta Kreasi
Gambar 48. Alternatif plotting warna cat 3 Sumber: PT Serpong Cipta Kreasi
Batu Alam Dessert Island 160-2 (Car Umum 1) Leather Saddle 172-6 (Set 1 Aksen 2) Dessert Island 160-2
(Car Umum 1) Leather Saddle
172-6 (Set 1 Aksen 2)
Sitting Area
Untuk sitting area praktikan di minta untuk menyesuaikan aksen tema pada bangunan mini club, pada plotting cat sitting area praktikan tidak di ajukan untuk revisi, maka demikian warna yang telah di setujui oleh kepala arsitek.
Gambar 49. Plotting cat sitting area Sumber: PT Serpong Cipta Kreasi
Leather Saddle 172-6 (Set 1 Aksen 2) Batu Alam White 9010 Hitam Doff
4.10. Video Animasi 3D
Untuk mengetahui suasana hasil rancangan proyek mini club cluster tesla, praktikan membuat gambaran video 3D animasi sebagai bahan pertimbangan untuk arsitek mengenai estetika dan fungsi. Berikut video animasi yang dapat di lihat di website YouTube.
Link : https://www.youtube.com/watch?v=lJkRacpkxeM
Gambar 50. Screenshoot animasi 3D Sumber: dokumen pribadi