http:/ / epserv.fe.unila.ac.id
A BSTRA K
PERA NAN USA HA PERCETA KA N D ALAM PENYERA PAN
TENA G A KERJA DI KO TA BA N D A R LAM PUN G
O leh:
Eka Damayant i
Perluasan kesempatan kerja dilakukan dengan membuka usaha –usaha baru yang dapat membantu dalam mengatasi masalah pengangguran. Salah satu diantaranya adalah dengan dibukanya usaha-percetakan yang ada di kota Bandar Lampung. Bertambahnya jumlah usaha percetakan di kota Bandar Lampung , secara langsung meningkatkan jumlah tenaga kerja yang terlibat dalm usaha tersebut, yang pada akhirnya dapat mrningkatkan kesejahteraan penduduk kota Bandar Lampung.
Permasalahan yang diangkat daripenelitian ini adalah seberapa besar peran usaha percetakan dalam penyerapan tenaga kerja di kota Bandar Lampung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyerapan tenaga kerja dan faktor-faktor yang mempengaruhi dalam penyerapan tenaga kerja pada usaha percetakan di kota Bandar Lampung. Metodo lo gi penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian yang mengambil po pulasi sebagai sampel.
Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah diduga bahwa bidang usaha percetakan dalm penyerapan tenaga kerja dipengaruhi oleh jumlah unit usaha, tingkat upah, dan modal secara positif. Model analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda.
tingkat upah (X1) berpengaruh secara negatif terhadap jumlah tenag kerja yang terserap yaitu sebesar t hitung (-0,551) < t tabel (1,761), jumlah unit usaha (X2) berpengaruh secara positif terhadap penyerapan tenaga kerja yaitu sebesar t hitung (3,377) > t tabel (1,761), dan tingkat modal (X3) berpengaruh secara negatif terhadap penyerapan tenag kerja yaitu sebesar t hitung (1,367) < t tabel (1,761).
Besaran elastisitas penyerapan tenaga kerja terhadap tingkat upah sebesar -0,2 atau kurang dari satu. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat penyerapan tenaga kerja pada usaha percetakan di Kota Bandar Lampung bersifat inelastis. Elastisitas jumlah unit usaha dengan penyerapan tenaga kerja memiliki nilai sebesar 0,96. Artinya jika terjadi kenaikan jumlah unit usaha sebesar 1 persen akan menyebabkan kenaikan atau pertambahan jumlah tenaga kerja yang terserap sebesar 0,96 persen, elastisitas modal dengan tingkat penyerapan tenaga kerja memiliki nilai sebesar 86,6 dan bersifat elastis.