22 3.1 Tipe Penelitian
Penelitian yang digunakan oleh peneliti bersifat deskriptif menggambarkan keefektifan pemberitaan melalui website www.depok.go.id di dalam menginformasikan kegiatan dari Dinas Kesehatan Kota Depok. Pengertian deskriptif adalah metode penelitian untuk membuat gambaran mengenai situasi atau kejadian, sehingga metode ini berkehendak mengadakan akumulasi, data dasar belaka.1
Penelitian menggunakan pendekatan obyektif yaitu mengambil jarak antara yang diteliti dengan peneliti supaya tidak terdapat campur tangan peneliti. Dan peneliti menggunakan kuantitatif karena peneliti ingin mengukur efektivitas website www.depok.go.id yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informasi didalam menyebarkan informasi ke masyarakat.
3.2 Metode Penelitian
Metode yang digunakan peneliti adalah metode survey. Pengertian penelitian survey adalah penyelidikan yang diadakan untuk memperoleh fakta-fakta dari gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan-keterangan secara faktual, baik tentang institusi sosial, ekonomi atau politik dari suatu kelompok ataupun suatu daerah.2
1
Moh. Nazir. Metode Penelitian.Jakarta : Ghalia Indonesia. 2010 hal 55
2
3.3 Populasi dan Sampel 3.3.1 Populasi
Pengertian populasi di dalam pengertian kuantitatif diartikan sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek dan subyek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian di tarik kesimpulannya.3 Populasi dalam penelitian ini adalah data yang diolah berdasarkan masyarakat Depok baik laki-laki atau perempuan yang yang pernah terdata di Dinas Kesehatan pernah menderita sakit. Untuk Jenis penyakitnya adalah TB paru, pneumonia, hiv/aids, ims, dbd, diare, kusta, filariasis, pd3i. Jumlah keseluruhan populasi tersebut adalah 15.499.4 Untuk populasi yang diteliti sebagai berikut :
Tabel 3.1
Jumlah Masyarakat Depok Pernah Menderita Sakit
Sumber : Data Dinkes 2010
3
Sugiono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung : Alfabeta. 2011 hal 215
4
Data yang diolah dari Dinkes Kota Depok
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 Pancoran Mas 98 592 - - 602 3,674 11 - 43 5,020 2 Beji 58 423 - - 363 4,231 3 3 70 5,151 3 Sukmajaya 132 78 - - 348 4,187 3 2 108 4,858 4 Cimanggis 221 217 - 1 158 4,696 2 - 33 5,328 5 Sawangan 75 417 - 6 405 2,109 2 - 15 3,029 6 Limo 31 124 - - 217 733 7 - 8 1,120 7 Cinere 40 158 - 1 147 1,101 2 - 3 1,452 8 Cipayung 97 28 - - 226 3,344 8 - - 3,703 9 Cilodong 80 25 - - 114 1,529 6 - 20 1,774 10 Tapos 49 62 - - 222 5,247 2 4 59 5,645 11 Bojong Sari 34 76 - - 220 1,966 3 - 3 2,302 Jumlah 915 2,200 - 8 3,022 32,817 49 9 362 39,382 Jumlah Total IMS DBD Diare Kusta Filariasis PD3I
Jumlah Penderita TB Paru Pneumonia HIV/AIDS
3.3.2 Sampel
Pengertian sampel adalah sebagian dari populasi.5 Untuk perhitungan yang digunakan adalah menggunakan rumus Yamane. Karena jumlah populasinya sudah diketahui dan keunggulan rumus ini karena jumlah populasi cukup besar sehingga perlu diketahui sampel minimalnya.
Prepesisi 10% dengan tingkat kepercayaan 90% karena masyarakat cenderung majemuk. Jadi tergantung pada tingkat kesalahan yang dikehendaki, tingkat kepercayaan yang dikehendaki tergantung dari sumber dana, waktu, dan tenaga yang tersedia.
Rumus Yamane Keterangan : n = Sampel minimal N = Populasi d = Presisi, 10 %
Dengan menggunakan rumus Yamane maka akan diperoleh sebagai berikut :
5
Jalaluddin Rakhmat. Metode Penelitian Komunikasi. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. 2001 hal 78
n = N Nd2+1 n = N Nd2+1 n = 15.499 15.499.(0,1)2 + 1
n = 15.499 15.499. 0, 01 +1
n = 99,35893
Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan rumus Yamane, sampel minimal adalah 100 orang.
3.3.3 Teknik Penarikan Sampel
Teknik penarikan sampel menggunakan dua metode yaitu pertama multi
stage cluster random sampling. Alasan menggunakan metode ini adalah karena
jumlah populasi sangat besar dan area yang diteliti sangat luas, kedua purposive
sampling karena responden yang mengisi kuesioner hanya yang pernah
berkunjung ke www.depok.go.id. Untuk jumlah penyebaran masing – masing sampling sebagai berikut :
Tabel 3.2 Penyebaran Sampling No Kecamatan Populasi (f) Sample/populasi x 100 Sample minimal (f) 01 Pancoran Mas 5.020 5.020 x 100 = 32,38919 15.499 33 02 Beji 5.151 5.151 x 100 = 33,2344 15.499 34 03 Cimanggis 5.328 5.328 x 100 = 34,37641 15.499 35 Jumlah 15.499 99,97 102
3.4 Definisi dan Operasionalisasi Konsep 3.4.1 Definisi Konsep
Konseptualisasi merupakan cara mewujudkan konsep yang abstrak
dan teoritis. Sehingga dilakukan batasan-batasan konsep dari Judul penelitian, konsep tersebut terdiri dari :
1. Efektivitas
Goldhaber mendeskripsikan instrumen survei audit komunikasi dengan kuesioner meliputi 9 topik yaitu : 6
1. Amount of information received and needed from others on selected topics (Jumlah informasi yang telah diterima dan dibutuhkan dari karyawan lain tentang masalah-masalah tertentu),
2. Amount of information sent and needed to be sent to others on selected
topics (Jumlah informasi yang dikirim dan dibutuhkan untuk dikirim pada
karyawan lain tentang masalah-masalah tertentu),
3. Amount of follow-up or action taken and needed on information sent to
others (Jumlah tindak lanjut atau tindakan yang diambil dan dibutuhkan
berkaitan dengan informasi yang dikirim pada karyawan lain),
4. Amount of information received and needed from selected sources, (Jumlah informasi yang diterima dari sumber-sumber kunci atau penting), 5. Timeliness of information received from key sources, (Ketepatan waktu
penerimaan informasi dan dibutuhkan dari saluran-saluran tertentu),
6
M. Gerald Goldhaber, 1990, Organization Communication, 5th ed. Dubuque, IA:William C. Brown
6. Amount of information received and needed from selected channels, (Jumlah informasi yang diterima dan dibutuhkan dari berbagai saluran terpilih atau penting )
7. Quality of communication relationships, (Kualitas hubungan-hubungan komunikasi),
8. Satisfaction with the major organizational outcomes, and (Kepuasan atas hasil komunikasi organisasi yang utama atau penting); dan
9. Demographic information. (Informasi-informasi demografik <unsur dan ciri-ciri demografik sasaran komunikasi>).
2. Website
Pengertiannya adalah sekelompok halaman web yang merupakan bahasa pemograman bahasa komputer yang bernama HTML (hypertext markup
language) HTTP (Hypertext Transfer Protocol) yang mengijinkan orang untuk
membuat dan mengirim pesan, teks, grafik, dan informasi video secara elektronik dan juga mengatur sambungan elektronik (disebut link) menghubungkan satu sumber dengan sumber lainnya.
Aplikasi yang tujuan awalnya agar masyarakat dapat berbagi teks, grafik, audio, dan video online. 7
Fasilitas yang disajikan oleh www yaitu:
a. Pengunjung dapat mengakses semua informasi dalam bentuk gambar, teks maupun multimedia.
b. Pengunjung dapat memesan atau membeli barang secara online.
7
Shierly Biagi. Media/Impact : An Introduction to Mass Media 9th ed. Jakarta : Salemba Humanika. 2010 hal 233-234
3.4.2 Operasionalisasi Konsep
Adalah upaya menterjemahkan konsep atau sesuatu yang abstrak ke dalam bentuk-bentuk yang konkret. Penelitian ini untuk memperoleh kejelasan tentang efektivitas website pemerintah Kota Depok, www.depok.go.id di dalam penyebaran informasi kesehatan kepada masyarakat. Dalam hal ini melalui satu variabel yaitu efektivitas website www.depok.go.id.
Tabel 3.3 Operasional Konsep
VARIABEL Dimensi Indikator Skala
Efektivitas Website 1. Jenis informasi yang telah diterima oleh masyarakat mengenai masalah-masalah kesehatan 1. Jenis informasi mengenai kesehatan ibu dan anak 2. Jenis Informasi mengenai ISO 9001-2008 puskesmas 3. Jenis Informasi mengenai Pengobatan Masssal Filariasis 4. Jenis Informasi mengenai Pembentukan UPT Jamkesda 5. Jenis Informasi mengenai Tercapainya UCI (Universal Skala Likert 5=Sangat Setuju (SS) 4= Setuju (S) 3= Netral (N) 2= Tidak Setuju (TS) 1=Sangat Tidak Setuju (STS)
Child Umminization) 6. Jenis Informasi mengenai Pembentukan Klinik Metadon 7. Jenis Informasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. 8. Jenis Informasi mengenai sanitasi 2. Jenis informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat mengenai masalah-masalah kesehatan 1. Jenis informasi mengenai kesehatan ibu dan anak 2. Jenis Informasi mengenai sertifikasi kesehatan yang dibutuhkan. 3. Jenis Informasi mengenai Pengobatan Masssal Filariasis 4. Jenis Informasi mengenai Pembentukan UPT Jamkesda 5. Jenis Informasi mengenai Tercapainya UCI (Universal Child Umminization) 6. Jenis Informasi mengenai Pembentukan Klinik Metadon 7. Jenis Informasi mengenai Perilaku Hidup
Bersih dan Sehat. 8. Jenis Informasi mengenai sanitasi 9. Jenis Informasi mengenai Demam Berdarah 10. Jenis informasi mengenai nyamuk. 3. Tindak Lanjut dari Informasi masyarakat atau tindakan yang diambil dan dibutuhkan berkaitan dengan informasi yang dikirim oleh masyarakat 1. Menambah pengetahuan 2. Menambah atau merubah sikap sehat 3. Merubah perilaku sehat 4. Informasi yang diterima dari sumber-sumber kunci (penting) 1. Informasi dari Walikota 2. Informasi dari Kepala Dinas Kesehatan 3. Informasi dari kader Posyandu 4. Informasi dari Eselon 2 (Kepala Bidang/Kepala Bagian/Sekretaris Dinas) di Dinas Kesehatan 5. Informasi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI)
5. Ketepatan waktu penerimaan informasi dan dibutuhkan masyarakat dari saluran web 1. Sesuai dengan kebutuhan. 2. Belum dibutuhkan 3. Tidak sesuai dengan kebutuhan 6. Informasi yang diterima dan dibutuhkan dari berbagai saluran di web 1. Dinas Kesehatan Kota Depok 2. Puskesmas 3. Kader Posyandu 4. Ahli Gizi 7. Kepuasan atas hasil komunikasi dinas Kesehatan dengan masyarakat melalui web. 1. Memuaskan bagi masyarakat 2. Tidak memuaskan bagi masyarakat 3. Tidak berdampak apapun bagi masyarakat
Variable memiliki 7 dimensi. Skala pengukuran yang digunakan adalah Skala likert. Skala likert adalah skala yang umumnya digunakan dalam kuesioner dan skala yang paling banyak digunakan dalam riset berupa survey, Dalam skala likert ini, responden menunjukkan tingkat persetujuan mereka terhadap suatu pernyataan dengan memilih salah satu dari pilihan yang tersedia.
3.5 Teknik Pengambilan Data 3.5.1 Data Primer
Data primer adalah data yang dikumpulkan langsung oleh peneliti dari para responden dan bukan berasal dari pengumpulan data yang pernah dilakukan sebelumnya. Pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti dalam hal ini adalah dengan menyebarkan kuesioner dengan menggunakan skala likert. Dengan tabel sebagai berikut :
Tabel 3.4 Skala Likert
Skala Likert Pernyataan Positif Pernyataan Negatif
(Skor) (skor)
Sangat Setuju 5 1
Setuju 4 2
Netral 3 3
Tidak Setuju 2 4
Sangat Tidak Setuju 1 5
Untuk mendapatkan hasil yang lebih spesifik, peneliti melakukan observasi isi website www.depok.go.id dengan menambahkan open questions.
3.5.2 Data Sekunder
Data Sekunder adalah data yang didapat tidak secara langsung dari obyek penelitian. Pengumpulan data sekunder dilakukan dengan cara studi kepustakaan.
3.5.3 Validitas dan Reliabilitas Instrumen
Uji validitas dilakukan untuk mengetahui valid atau tidaknya pernyataan kuesioner. Uji validitas yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan uji one shot method (satu sisi) atau disebut juga dengan internal
consistency (sekali pengukuran) dengan membandingkan rhitung dengan rtabel. rhitung dapat dilihat dari Corrected Item-Total Correlation, diuji dengan menggunakan SPSS 17.0. Data dikatakan valid apabila nilai Corrected Item - Total Correlation lebih besar dari R tabel. Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau diandalkan. Bila suatu alat pengukur dipakai dua kali untuk mengukur gejala yang sama dan hasil pengukuran yang diperoleh relatif konsisten, maka alat pengukur tersebut reliabel. Uji reliabilitas menunjukkan pada pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Instrumen yang sudah dapat dipercaya atau reliabel, akan menghasilkan data yang dapat dipercaya juga. Apabila datanya memang benar sesuai dengan kenyataannya, maka berapa kalipun diambil tetap akan sama.
Uji Reliabilitas dilakukan untuk menguji konsistensi jawaban responden. Dalam menguji reliabilitas, penulis menggunakan Cronbach’s Alpha. Apabila
Cronbach’s Alpha dari suatu variabel sama dengan atau lebih besar dari 0,78
maka butir pertanyaan dalam instrumen tersebut dianggap reliabel atau dapat diandalkan
8
Stanislaus S. Uyanto. Pedoman Analisis Data dengan SPSS. Yogyakarta : PT Graha Ilmu. 2010 hal 240
dan apabila hasil nilai yang diperoleh berada dibawah 0,7 maka alat ukur tersebut dapat dikatakan tidak reliabel.
3.6 Analisa Data
Pada penelitian analisa data dapat dilakukan setelah data-data yang dibutuhkan telah selesai terkumpul dan kemudian diolah melalui tahapan-tahapan: 1. Penyederhanaan data dalam bentuk tabel terlebih dahulu dengan membuat
coding sheet.
2. Setiap item pertanyaan jumlah skornya dikali dengan jumlah responden yang akan memilih skor tersebut.
3. Menghitung Batas Bawah (B), Batas Atas (A), Range (n).
4. Menghitung menggunakan rumus Quartil I (Q1), Quartil II (Q2) dan Quartil III (Q3).
Q I = B + n/4 Q II = B + n/2 Q III = B + n.3/4
5. Membandingkan hasil penjumlahan data responden dengan B, Q1, Q2 dan Q3.
B s/d Q1 = maka sikap sangat negatif >Q1 s/d <Q2 = maka sikap negatif
>Q2 s/d <Q3 = maka sikap positif >Q3 = maka sangat positif