PENDIDIKAN PANCASILA

20 

Teks penuh

(1)

PENDIDIKAN PANCASILA

NINA MEINA RAHMAWATI

Materi Kuliah X :

(2)

PENDIDIKAN PANCASILA X / 1

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL ASAL MULA PANCASILA

Secara kausalitas, asal mula Pancasila dibedakan menjadi : 1. Asal Mula yang Langsung

Yaitu asal mula sesudah dan menjelang Proklamasi Kemerdekaan a. Asal mula bahan (Kausa Materialis)

Bangsa Indonesia adalah sebagai asal dari nilai-nilai Pancasila. b. Asal mula bentuk (Kausa Formalis)

Bagaimana asal mula bentuk atau bagaimana bentuk Pancasila itu dirumuskan sebagaimana termuat dalam Pembukaan UUD 1945. Asal mulanya adalah Ir. Sukarno, Drs. Moh. Hatta dan anggota BPUPKI yang merumuskan bentuk, rumusan dan nama Pancasila.

(3)

1. Asal mula yang langsung

c. Asal mula Karya (Kausa Effisien)

Asal mula yang menjadikan Pancasila dari calon dasar negara

menjadi dasar negara yang sah. Asal mulanya adalah PPKI sebagai

pembentuk negara dan yang mengesahkan Pancasila sebagai dasar negara yang sah.

d. Asal mula Tujuan (Kausa Finalis)

Pancasila dirumuskan dan dibahas dalam sidang para pendiri negara,

tujuannya adalah untuk dijadikan sebagai dasar negara. Asal

mulanya adalah para anggota BPUPKI dan Panitia Sembilan, termasuk Sukarno dan Hatta yang menentukan tujuan dirumuskannya Pancasila sebelum ditetapkan PPKI sebagai dasar negara yang sah.

(4)

PENDIDIKAN PANCASILA X / 3

2. Asal Mula yang Tidak Langsung

Yaitu Asal mula sebelum Proklamasi Kemerdekaan

• Nilai-nilai Pancasila telah ada dan tercermin dalam kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia sebelum membentuk negara.

• Nilai-nilai tersebut terkandung dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia sebelum membentuk negara, yang berupa nilai-nilai adat istiadat, kebudayaan dan religius yang menjadi pedoman dalam memecahkan problema kehidupan sehari-hari.

• Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa asal mula tidak langsung Pancasila pada hakekatnya bangsa Indonesia sendiri, atau dengan lain perkataan bangsa Indonesia sebagai ‘Kausa Materialis’ atau sebagai asal mula tidak langsung nilai-nilai

(5)

Bangsa Indonesia ber-Pancasila dalam ‘TRI-PRAKARA’

Pada hakekatnya bangsa Indonesia ber-Pancasila dalam tiga asas atau ‘Tri-Prakara’, sbb :

1. Asas Kebudayaan.

Secara yuridis Pancasila sudah dimiliki oleh bangsa Indonesia dalam hal adat-istiadat dan kebudayaan.

2. Asas Religius.

Toleransi antar umat beragama yang didasarkan pada nilai-nilai religius telah mengakar kuat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

3. Asas Kenegaraan.

Nilai-nilai Pancasila merupakan jati diri bangsa Indonesia yang telah lama dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, kemudian dirumuskan dan dan disahkan menjadi dasar negara, sehingga menjadi asas kenegaraan.

(6)

PENDIDIKAN PANCASILA X / 5

KEDUDUKAN DAN FUNGSI PANCASILA

1. Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa

Manusia memerlukan nilai-nilai luhur yang dijunjungnya sebagai pandangan hidup.

Pandangan hidup bangsa  Ideologi bangsa Pandangan hidup negara  Ideologi negara

Pandangan hidup masyarakat dan pandangan hidup bangsa memiliki hubungan yang bersifat timbal balik  Pandangan hidup bangsa diproyeksikan kembali kepada pandangan hidup masyarakat serta tercermin dalam dalam sikap hidup pribadi warganya

Fungsi Pandangan Hidup :

1. Sebagai kerangka acuan untuk menata kehidupan.

2. Sebagai penuntut dan penunjuk arah bagi bangsa Indonesia.

Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa merupakan kristalisasi dari nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat Indonesia.

(7)

KEDUDUKAN DAN FUNGSI PANCASILA

2. Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia

a. Merupakan sumber dari segala sumber hukum (sumber tertib hukum) Indonesia.

b. Merupakan asas kerokhanian tertib hukum Indonesia yang dalam Pembukaan UUD 1945 dijabarkan dalam empat pokok pikiran

c. Mewujudkan cita-cita hukum bagi hukum dasar negara.

d. Mengandung norma yang mengharuskan UUD mengandung isi yang mewajibkan pemerintah dan penyelenggara negara memegang teguh cita2 moral rakyat yang luhur.

e. Merupakan sumber semangat bagi UUD 1945, bagi penyelengara negara dan pelaksana pemerintahan.

(8)

PENDIDIKAN PANCASILA X / 7

KEDUDUKAN DAN FUNGSI PANCASILA

3. Pancasila sebagai Ideologi bangsa dan Negara Indonesia Pengertian Ideologi

Ideologi  - “Idea” (gagasan, konsep, pengertian dasar, cita-cita) - “Logos“ (ilmu)

Ideologi  kumpulan gagasan, ide, keyakinan, kepercayaan yang

menyeluruh dan sistematis, yang menyangkut bidang politik, sosial, kebudayaan, keagamaan.

Ideologi negara pada hakekatnya merupakan asas kerokhanian yang antara lain memiliki ciri sbb :

a. Mempunyai derajat tertinggi sebagai nilai hidup kebangsaan dan kenegaraan.

b. Mewujudkan suatu asas kerokhanian, pandangan dunia, pandangan hidup, pedoman hidup dan pegangan hidup.

(9)

Ideologi Terbuka dan Ideologi Tertutup

Ideologi Terbuka Tertutup

Sistem pemikiran Terbuka Tertutup

Sumber cita-cita Masyarakat Satu kelompok orang Dasar Musyawarah dan konsesus Keyakinan ideologis

sekelompok orang Isi Nilai-nilai dasar & Tidak

operasional

Tuntutan2 konkrit & operasional yang keras serta mutlak

Asal Rakyat Negara

Sifat Dinamis, dapat berkembang sesuai perkembangan

(10)

PENDIDIKAN PANCASILA X / 9

Ideologi Partikular dan Ideologi Komprehensif Ideologi Parrtikular :

• Suatu keyakinan yang tersusun secara sistematis dan terkait erat dengan kepentingan suatu kelas sosial tertentu dalam masyarakat.

• Contoh :

- Ideologi Komunis yang membela kelas proletar

- Ideologi Liberal yang hanya memperjuangkan kebebasan individu.

Ideologi Komprehensif :

• Suatu sistem pemikiran menyeluruh mengenai semua aspek kehidupan sosial.

• Bercita-cita melakukan transformasi sosial secara besar2an menuju bentuk tertentu.

• Contoh : Ideologi Pancasila yang tidak berpihak pada golongan tertentu, bahkan dapat mengakomodasi berbagai idealisme yang berkembang dalam masyarakat yang majemuk.

(11)

Kekuatan Ideologi

Menurut Alfian (BP7 Pusat, 1992), kekuatan ideologi tergantung pada kualitas tiga dimensi yang ada pada ideologi tersebut, yaitu :

1. Dimensi Realita

Nilai-nilai dasar ideologi secara riil hidup didalam dan bersumber dari budaya dan pengalaman sejarah masyarakat / bangsa terkait.

2. Dimensi Idealisme

Nilai-nilai dasar ideologi tersebut mengandung idealisme yang memberi harapan masa depan yang lebih baik

3. Dimensi Fleksibiltas / Pengembangan

Ideologi tersebut memiliki keluwesan yang memungkinkan pengembangan pemikiran baru tanpa kehilangan jati diri aslinya.

Pancasila memenuhi ketiga dimensi ini, dan Kaelan menyatakan bahwa Pancasila juga memiliki Dimensi Normatif, artinya nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan kedalam norma-norma agar dapat dilaksanakan.

(12)

PENDIDIKAN PANCASILA X / 11

Pancasila sebagai ideologi yang Reformatif, dinamis dan Terbuka

• Pancasila bersifat reformatif, dinamis dan terbuka  Ideologi Pancasila bersifat aktual, dinamis, antisipatif dan senantiasa dapat menyesuaikan dengan perkembangan jaman, ilmu pengetahuan dan teknologi serta dinamika perkembangan aspirasi masyarakat.

• Keterbukaan Ideologi Pancasila bukan berarti merubah nilai-nilai dasar yang ada didalamnya, namun mengeksplisitkan wawasannya secara lebih konkrit sehingga memiliki kemampuan yang reformatif untuk memecahkan masalah-masalah aktual yang senantiasa berkembang.

Nilai-nilai dalam Ideologi Pancasila sebagai Ideologi Terbuka :

Nilai Dasar, yaitu hakekat kelima sila Pancasila yaitu Ketuhanan,

kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan.

Nilai Instrumental, yaitu yang merupakan arahan, kebijakan, strategi,

sasaran serta lembaga pelaksanaannya.

Nilai Praksis, yaitu merupakan realisasi nilai-nilai intrumental dalam

(13)

PERBANDINGAN IDEOLOGI PANCASILA DENGAN IDEOLOGI LAIN IDEOLOGI PANCASILA

 Ideologi Pancasila lahir melalui proses yang cukup panjang : Nilai-nilai (adat istiadat dan agama-agama) bangsa Indonesia  Dasar Filsafat Negara  Ideologi bangsa dan negara.

 Ideologi Pancasila didasarkan pada hakekat sifat kodrat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial, oleh akrena itu Ideologi Pancasila mengakui kebebasan dan kemerdakaan individu dan secara bersama mengakui hak dan kebebasan orang lain.

 Pancasila memandang manusia secara kodrat sebagai makhluk pribadi dan makhluk Tuhan YME, oleh karena itu nilai-nilai ketuhanan menjiwai kehidupan manusia dalam bernegara dan bermasyarakat.

(14)

PENDIDIKAN PANCASILA X / 13

NEGARA PANCASILA

Bangsa Indonesia mendirikan negara berdasarkan karakteristik , ciri khas tertentu yang karena ditentukan oleh keaneka-ragaman, sifat dan karakternya, maka bangsa ini mendirikan suatu negara berdasarkan Filsafat Pancasila, yaitu suatu Negara Persatuan, suatu Negara Kebangsaan dan suatu Negara yang bersifat Integralistik.

Negara Persatuan

Adalah negara yang mengatasi segala paham golongan dan perseorangan

Negara Kebangsaan

Adalah negara kebangsaan modern menurut susunan kekeluargaan berdasar atas Ketuhanan YME serta kemanusiaan.

Negara Integralistik

Negara adalah suatu kesatuan integral dari unsur-unsur yang menyusunnya, negara mengatasi semua golongan, tidak memihak pada golongan manapun, meskipun golongan terbesar.

(15)

HUBUNGAN NEGARA DENGAN AGAMA

Indonesia dengan ideologi Pancasila bukan merupakan negara sekuler, juga bukan negara agama, tapi dalam praktek bermasyarakat dan bernegara harus didasarkan pada nilai-nilai Ketuhanan.

THEOKRASI

Negara dan agama tidak dapat dipisahkan. Segala tata kehidupan dalam

masyarakat, bangsa dan negara didasarkan atas firman-firman Tuhan. Dengan demikian agama menguasai masyarakat politis.

Theokrasi Langsung

Dalam sistem ini, kekuasaan adalah langsung merupakan otoritas Tuhan.

Agama menyatu dengan negara, dalam arti seluruh sistem negara, norma-norma negara adalah merupakan otoritas langsung dari Tuhan melalui wahyu.

Theokrasi Tidak Langsung

Dalam sistem ini, Kepala Negara atau Raja memerintah negara atas kehendak Tuhan, sehingga kekuasaan negara merupakan karunia Tuhan.

Negara merupakan penjelmaan dari kekuasaan Tuhan, sehingga sistem dan norma dalam negara dirumuskan berdasarkan firman-firman Tuhan.

(16)

PENDIDIKAN PANCASILA X / 15

SEKULERISME

Negara yang berpaham sekelurisme, bentuk, sistem dan segala aspek kenegaraan tidak dihubungkan dengan agama. Sekulerisme berpandangan bahwa negara adalah masalah keduniawian, hubungannya antara sesama manusia, sedangkan agama adalah urusan akherat, menyangkut hubungan manusia dengan Tuhan

LIBERALISME

Liberalisme lahir saat terjadi revolusi ilmu pengetahuan, Industri dan teknologi, akarnya adalah rasionalisme yang meletakkan rasio sebagai kebenaran tertinggi, materialisme meletakkan materi sebagai nilai tertinggi, empirisme mendasarkan kebenaran fakta empiris, individualisme meletakkan nilai dan kebebasan individu sebagai nilai tertinggi dalam kehidupan masyarakat dan negara.

Negara Liberal mendasarkan pada kebebasan individu, negara adalah alat atau sarana individu, ketentuan dan peraturan per-UUan ditentukan berdasarkan kesepakatan individu2. Agama terpisah dari Negara, warga-negara bebas memeluk atau tidak memeluk agama apapun.

(17)

SOSIALISME – KOMUNISME

Sosialisme – Komunisme lahir sebagai reaksi dari berkembangnya paham

individualis-liberalis yang melahirkan kapitalisme yang menyebabkan

penderitaan rakyat kecil karena sistem kapitalis didukung oleh Negara.

Komunisme berpendapat hakekat kebebasan dan hak individu itu tidak

ada, manusia hakekatnya hanya makhluk sosial, sekumpulan relasi,

sehingga yang mutlak adalah komunitas bukan individualitas. Hak milik individu tidak ada, yang ada adalah hak milik kolektif

Komunisme menyatakan bahwa manusia merupakan hakekat yang menciptakan dirinya sendiri dengan menghasilkan sarana kehidupan sehingga sangat menentukan dalam perubahan sosial, politik, ekonomi, kebudayaan, bahkan agama.

Agama menurut Komunis adalah realisasi fanatis manusia, agama adalah keluhan makhluk tertindas. Sehingga Komunisme cenderung bersifat atheis, bahkan antitheis. Nilai tertinggi negara adalah materi, sehingga nilai manusia ditentukan oleh materi.

(18)

PENDIDIKAN PANCASILA X / 17

IDEOLOGI ASPEK

AGAMA LIBERALISME KOMUNISME SOSIALISME FASISME PANCASILA

POLITIK HUKUM - Teokrasi - Kitab suci sbg dasar hukum - Pemaksaan agama penguasa thd individu - Demokrasi liberal - Hukum untuk melindungi individu. - Dalam politik mementing kan individu -Demokrasi rakyat -Berkuasa mut-lak satu partai politik - Hukum u/ me-langgengkan komunis - Demokrasi untuk kolektivitas - Diutamakan kebersamaan - Masyarakat sama dengan negara - Tidak setuju demokrasi. - Kekuasaan di tangan Pemim-pin yang keras. - Hukum u/ me-lindungi pemimpin - Demokrasi Pancasila - Hukum untuk menjunjung tinggi keadilan dan keberadaban individu dan masyarakat. EKONOMI Tergantung pd pertanian/ per-dagangan yg ditentukan alam, dan keadaan alam ditentukan o/ Tuhan. -Peran negara kecil -Swasta mendominasi -Kapitalisme -Monopolisme -Pesaingan bebas - Peran negara dominan - Demi kolektivitas berarti demi negara - Monopoli negara

-Peran negara ada untuk pemerataan -Keadilan distributif yang diutamakan -Peran negara kecil. -Kapitalisme -Monopolisme

Peran negara ada untuk tidak terjadi monopoli dll yang merugikan rakyat

AGAMA Tiap individu

hrs beragama & beribadah kpd Tuhan nya, krn Tuhan tpt bergantung smua mahluk. -Agama urusan pribadi -Bebas beragama •Bebas memilih agama •Bebas tidak beragama - Agama candu masyarakat. - Agama harus dijauhkan dari masyarakat. - Atheis - Agama harus mendorong berkembangnya kebersamaan - Agama candu masyarakat. - Agama harus dijauhkan dr masyarakat. - Atheis.

- Bebas memilih salah satu agama - Agama harus menjiwai dalam kehidupan ber-masyarakat, berbangsa dan bernegara.

(19)

IDEOLOGI ASPEK

AGAMA LIBERALISME KOMUNISME SOSIALISME FASISME PANCASILA

PANDANGAN TERHA DAP INDIVIDU DAN MASYARAKAT Kemuliaan indi-du & masyara-kat dinilai dr tingkat ke-imanannya thd Tuhan sesuai amanah Kitab Suci. -Individu lebih penting daripada masyarakat. -Masyarakat diabdikan bagi individu. -Individu tidak penting. -Masyarakat tidak penting -Kolektivitas yang dibentuk negara lebih penting. -Masyarakat lebih penting daripada individu -Individu tdk penting. -Masyarakat tdk penting. -Sosial bu-daya diten-tukan o/ propganda penguasa shg daya kritis masy. mundur. - Individu diakui keberadaannya. - Masyarakat diakui keberadaannya - Hubungan individu dan masyarakat dilandasi 3S (Selaras, Serasi, Seimbang) - Masyarakat ada karena ada individu - Individu akan

punya arti apabila hidup ditengah masyarakat.

CIRI KHAS -Negara berdsr

Kitab Suci. -Hukum bersumber Kitab Suci. -Peran Pemim-pin Agama = Pemimpin Politik. -Penghargaan atas HAM -Demokrasi -Negara Hukum -Menolak Dogmatis -Reaksi tehadap absolutisme - Atheisme - Dogmatis - Otoriter - Ingkar HAM - Reaksi terhadap liberalsime dan kapitalisme. -Kebersamaan -Akomodasi -Jalan tengah -Rasialisme. -Diktator. -Totaliteris me. -Imperialis me. - Keselarasan keseimbangan, dan keserasian dalam setiap aspek kehidupan. PERBANDINGAN IDEOLOGI PANCASILA DENGAN IDEOLOGI LAIN

(20)

PENDIDIKAN PANCASILA X / 19

Sumber :

1. Drs. H. KAELAN, M.S. Pendidikan Pancasila, Edisi Reformasi Tahun 2000, Paradigma Yogyakarta.

2. Elly M.Setiadi,Dra. M..Si., Panduan Kuliah Pendidikan Pancasila

untuk Perguruan Tinggi, tahun 2005, Gramedia, Jakarta.

3. Louis O. Kattsoff, Pengantar Filsafat, tahun 1989, Tiara Wacana Yogya, Yogyakarta.

4. Achmad Muchji, Drs., HMM, dkk, Pendidikan Pancasila, Tahun 2007, Universitas Gunadarma, Jakarta.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :