Faktor – Faktor Berpengaruh pada Ekstraksi Minyak dari Biji Alpukat (Persea Americana Mill) Menggunakan Pelarut N-Heptana
Teks penuh
Dokumen terkait
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Response Surface Methodology - Central Composite Design (RSM-CCD) dengan memvariasikan waktu ekstraksi, massa biji alpukat
Analisis komposisi asam lemak minyak biji alpukat diperoleh komponen asam lemak yang dominan adalah asam lemak tidak jenuh jamak yaitu asam linoleat sebesar 47,3531% (b/b),
Disimpulkan dari penelitian ini, meskipun heptana membutuhkan temperatur yang lebih tinggi dan waktu ekstraksi yang lebih lama dibandingkan dengan ekstraksi menggunakan
Analisis komposisi asam lemak minyak biji alpukat diperoleh komponen asam lemak yang dominan adalah asam lemak tidak jenuh jamak yaitu asam linoleat sebesar 47,3531% (b/b),
Adapun perumusan masalah dalam penelitian ini adalah limbah biji alpukat selama ini kurang dimanfaatkan, sehingga untuk menambah manfaat dari limbah biji alpukat salah
Ekstraksi dilakukan karena beberapa faktor seperti jika distilasi tidak dapat dilakukan (distilasi dapat dilakukan jika relative volatility (kemampuan mudah berubahnya
Hasil penelusuran literatur diketahui bahwa biji alpukat yang merupakan buangan pada buah alpukat (Persea Americana Mill) ternyata memiliki kandungan nutrisi yang
Dari uraian diatas melihat aktivitas antihipertensi pada daun alpukat sudah terbukti dan melihat potensi yang dimiliki biji alpukat Persea americana Mill sebagai antihipertensi maka