PROPOSAL KERJA PRAKTEK PT. Pertamina Geo

20 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

1

PROPOSAL PERMOHONAN KERJA PRAKTEK

(PENELITIAN)

PROSES PRODUKSI PANAS BUMI

DI PT. PERTAMINA GEOTHERMAL ENERGY

Disusun Oleh :

Nama

: Rudini Mulya

NIM

: 41610010035

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS MERCU BUANA

JAKARTA

(2)

2 I. PENDAHULUAN

Kerja praktek merupakan salah satu mata kuliah di Jurusan Teknik Industri Universitas Mercu Buana Jakarta. Mata kuliah ini merupakan mata kuliah wajib yang dapat diambil apabila mahasiswa telah menempuh mata kuliah 110 SKS. Kerja praktek dimaksudkan agar mahasiswa bisa mendapatkan pengalaman praktis di dunia kerja untuk mendukung penguasaan teoritis yang telah diperoleh di bangku kuliah. Program kerja praktek ini mengharapkan mahasiswa dapat terlibat langsung dalam kegiatan di suatu perusahaan yang sesuai dengan lingkup lingkungan.

Pada era globalisasi saat ini merupakan sebuah tantangan yang berat bagi tiap elemen yang ada di masyarakat. Perkembangan dunia yang begitu pesat memaksa tiap individu terutama mahasiswa untuk meningkatkan kualitas diri baik secara akademik maupun non-akademik. Hal tersebut menuntut kita semua untuk mempersiapkan diri dengan baik agar mampu bersaing di era globalisasi. Bagi mahasiswa, kesiapan diri baik akademik maupun non akademik sangatlah penting. Sebagai generasi penerus bangsa, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memiliki kecerdasan akademik semata, tetapi juga kecerdasan non akademik. Kecerdasan akademik yang dimiliki akan semakin sempurna jika diimbangi dengan kecerdasan non-akademik yang baik pula.

(3)

3

Dalam rangka merealiasikan tujuan tersebut diperlukan kerjasama

antara pihak Universitas dengan instansi yang terkait sebagai wadah bagi

mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu dan memberikan gambaran mengenai

realita yang akan dihadapi ketika menyelesaikan studi di perguruan tinggi. Salah

satu instansi yang berkaitan adalah PT Pertamina Geothermal Energy,

merupakan perusahan yang bergerak dalam eksplorasi panas bumi di indonesia.

II. PERUMUSAN MASALAH

Berdasarkan uraian latar belakang yang mendasari Kerja Praktek (penelitian) ini maka, perumusan masalah yang akan menjadi objek kajian dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

 Bagaimana Proses Produksi Panas Bumi di PT Pertamina Geothermal Energy ?

III. BATASAN MASALAH

Suatu pembatasan masalah jelas diperlukan agar ruang lingkup dalam kegiatan penelitian ini terarah terhadap tujuan yang ingin dicapai nantinya. Adapun batasan masalah yang dimaksudkan adalah sebagai berikut :

 Kerja Praktek ini terbatas pada bidang pembahasan Proses Produksi Panas Bumi di PT Pertamina Geothermal Energy.

 Waktu pelaksanaan Kerja Praktek direncanakan dari tanggal 17 Juli 2013 sampai dengan 11 September 2013.

(4)

4 IV. TINJAUAN PUSTAKA

1. Penelitian Terdahulu

Penelitian mengenai proses produksi geothermal energy sebelumnya pernah dilakukan oleh Eka Rachmadia.D.B, Katherin I, dan Bambang Lelono W, pada tahun 2012 dengan objek penelitian Optimasi Daya Listrik pada PT Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang, Jawa Barat. Dalam jurnal tersebut dibahas mengenai optimasi produksi daya listrik, dengan menggunakan metode optimasi tanpa fungsi kendala. Optimasi dilakukan dengan menentukan temperatur optimum pada separator dan kondenser serta tekanan optimum pada wellhead. Objek Penelitian pada jurnal tersebut adalah PLTP jenis single-flash system di PT Pertamina Geothermal Energy area Kamojang. Dari penelitian tersebut didapati kesimpulan bahwa adanya efisiensi eksergi overall dengan menggunakan daya listrik optimum mengalami kenaikan yaitu sebesar 2,8% produksi.

2. Proses produksi

(5)

5 3. Definisi Geothermal Energy

Geotermal berasal dari bahasa Yunani, geo yang berarti bumi dan therme berarti panas. Energi geotermal merupakan energi yang dibangkitkan dari panas yang tersimpan di bawah permukaan bumi. Sumber energi ini merupakan salah satu alternatif yang diharapkan dapat menyelesaikan ketergantungan dunia terhadap bahan bakar fosil. Energi panas bumi, adalah energi panas yang tersimpan dalam batuan di bawah permukaan bumi dan fluida yang terkandung didalamnya. Meningkatnya kebutuhan akan energi serta meningkatnya harga minyak, khususnya pada tahun 1973 dan 1979,

telah memacu negara‐negara lain didunia, termasuk kawasan benua Eropa

dan Amerika Serikat, untuk mengurangi ketergantungan mereka pada minyak dengan cara memanfaatkan energi panas bumi.

Energi panas bumi kurang menciptakan pencemaran lingkungan, yang terbarukan dan berkelanjutan, menghindari mengimpor sumber daya energi, tunjangan daerah terpencil, menambah keanekaragaman sumber energi, kurang menciptakan pembuangan limbah dan memiliki rentang hidup yang panjang. Energi panas bumi yang dihasilkan oleh sumur pengeboran ke dalam tanah di mana aktivitas termal terjadi. Gambar di bawah ini menggambarkan bagaimana set-up situs yang mengumpulkan energi panas bumi terlihat seperti (EIA situs anak-anak) dan (Dinas Pendidikan Geothermal).

(6)

6

4. Energi Panas Bumi di Indonesia dan Potensinya

Terjadinya sumber energi panasbumi diIndonesia serta karakteristiknya dijelaskan oleh Budihardi (1998) sebagai berikut.Ada tiga lempengan yang berinteraksi di Indonesia, yaitu lempeng Pasifik, lempeng India‐Australia dan lempeng Eurasia. Tumbukan yang terjadi antara ketiga lempeng tektonik tersebut telah memberikan peranan yang sangat penting bagi terbentuknya sumber energi panas bumi di Indonesia. Sistim panas bumi di Indonesia umumnya merupakan sistim hidrothermal yang mempunyai temperatur tinggi (>2250 C), hanya beberapa diantaranya yang mempunyai temperature sedang (150‐2250 C). Survey yang dilakukan telah berhasil menemukan beberapa daerah prospek baru sehingga jumlahnya meningkat menjadi 256 prospek, yaitu 84 prospek di Sumatera, 76 prospek di Jawa, 51 prospek di Sulawesi, 21 prospek di Nusatenggara, 3 prospek di Irian, 15 prospek di Maluku dan 5 prospek di Kalimantan.

Terbentuknya sumber energy panas bumi di Indonesia, menyebabkan proses magmatisasi di bawah Pulau Sumatera lebih dangkal dibandingkan dengan di bawah Pulau Jawa atau Nusatenggara. Karena perbedaan kedalaman jenis magma yang dihasilkannya berbeda. Pada kedalaman yang lebih besar jenis magma yang dihasilkan akan lebih bersifat basa dan lebih cair dengan kandungan gas magmatic yang lebih tinggi sehingga menghasilkan erupsi gunung api yang lebih kuat yang pada akhirnya akan menghasilkan endapan vulkanik yang lebih tebal dan terhampar luas.

(7)

7 JENIS-JENIS SISTEM GEOTHERMAL

a. Direct Dry Steam

b. Separated Steam c. Double Flash Steam

d. Multi Flash Steam

e. Brine/Freon Binary Cycle f. Combined Cycle

g. Well Head Generating Unit.

a. Siklus Uap Kering (Direct Dry Steam Cycle)

Pembangkit listrik geothermal dengan tipe dry steam mengambil uap dari bawah tanah.Uap tersebut dialirkan ke dalam sistem pemipaan secara langsung dari bawah tanah ke turbin di suatu pembangkit.PLTP sistem dry steam mengambil sumber uap panas dari bawah permukaan.Sistem ini dipakai jika fluida yang dikeluarkan melalui sumur produksi berupa fasa uap. Uap tersebut yang langsung dimanfaatkan untuk memutar turbin dan kemudian turbin akan mengubah energi panas bumi menjadi energi gerak yang akan memutar generator untuk menghasilkan energi listrik.

(8)

8

b. Siklus Uap Hasil Pemisahan (Separated Steam Cycle)

Apabila fluida panas bumi keluar dari kepala sumur sebagai campuran fluida dua fasa (fasa uap dan fasa cair) maka terlebih dahulu dilakukan proses pemisahan pada fluida. Hal ini dimungkinkan dengan melewatkan fluida ke dalam separator, sehingga fasa uap akan terpisahkan dari fasa cairnya. Fraksi uap yang dihasilkan dari separator inilah yang kemudian dialirkan ke turbin.Oleh karena uap yang digunakan adalah hasil pemisahan maka, sistem konversi energi ini dinamakan Siklus uap hasil pemisahan.

c. Siklus Uap Hasil Pemisahan dan Penguapan (Double Flash Steam)

pada sistem ini Flash Steam merupakan PLTP yang paling umum digunakan. Pembangkit jenis ini memanfaatkan reservoir panas bumi yang berisi air dengan temperatur lebih besar dari 82°C.Air yang sangat panas ini dialirkan ke atas melalui pipa sumur produksi dengan tekanannya sendiri. Karena mengalir keatas, tekanannya menurun dan beberapa bagian dari air menjadi uap. Uap ini kemudian dipisahkan dari air dan dialirkan untuk memutar turbin. Sisa air dan uap yang terkondensasi kemudian disuntikkan kembali melalui sumur injeksi kedalam reservoir, yang memungkinkan sumber energi ini berkesinambungan dan terbaru.

(9)

9

d. Siklus Uap Hasil Pemisahan dan Penguapan dengan Dua Turbin Terpisah (Flashing Multi Flash Steam)

Sistem siklus konversi energi ini mirip dengan sistem double flash, bedanya adalah kedua turbin yang berbeda tekanan disusun secara terpisah (Gambar 4.5), Uap dengan tekanan dan temperatur tinggi yang mengandung air dipisahkan di separator agar diperoleh uap kering yang digunakan untuk menggerakkan high pressure turbin. Turbin akan mengubah energi panas bumi menjadi energi gerak yang akan memutar generator sehingga dihasilkan energi listrik. Air hasil pemisahan dari separator temperatur dan tekanannya akan lebih rendah dari kondisi fluida di kepala sumur.

e. Binary Cycle

Pembangkit listrik geothermal tipe binary cycle bekerja dengan memanfaatkan air panas yang bersuhu 107°— 182°C.Panas yang dimiliki air digunakan untuk mendidihkan suatu cairan tertentu yang biasanya terbuat dari bahan organik dengan titik didih rendah. PLTP sistem Binary Cycle dioperasikan dengan air pada temperatur lebih rendah yaitu antara 107°-182°C. Pembangkit ini menggunakan panas dari air panas untuk mendidihkan fluida kerja yang biasanya senyawa organik (misalnya iso-butana) yang mempunyai titik didih rendah.

(10)

10 f. Combined Cycle

Untuk meningkatkan efesiensi pemanfaatan energy panas bumi di beberapa industry mulai digunkan system pembangkit listrik dengan siklus kombinasi.Fluida panas bumi dari sumur dipisahkan fasa-fasanya dalam separator.Uap dari separator dialirkan ke PLTP (turbin ke I), dan setelah itu sebelum fluida di injeksikan ke dalam reservoir, fluida digunakan untuk memanaskan fluida organic yang mempunyai titik didih rendah.Uap dari fluida organic tersebut kemudian digunkan untuk menggerakkan turbin (turbin ke II).

g. Well Head Generating Unit

Ada dua jenis ―Well Head Generating Unit, yaitu :

1. Back Pressure turbine atau turbine tanpa kondensor (Atmospheric exhaust). Turbin ini tidak dilengkapi dengan kondensor. Uap dari sumur atau uap dari separator dialirkan langsung ke turbin dan setelah digunkan untuk membangkitkan listrik langsung dilepas ke atmosfer.

2. Turbin yang dilengkapi dengan kondensor (condensing unit). Turbin ini dilengkapi dengan kondensor. Uap keluaran dari turbin di ubah menjadi kondensat di dalam kondensor.

(11)

11 V. MAKSUD DAN TUJUAN PENELITIAN

Pelaksanaan Kerja praktek dilakukan agar mahasiswa mampu mengaplikasikan teori sesuai dengan kondisi di lapangan dan dapat mengenal alat–alat yang dipergunakan dalam pengambilan data serta dapat menganalisis data yang dipakai dalam perusahaan. mahasiswa diharapkan mampu mengkorelasikan hasil pengamatan lapangan dengan analisa mahasiswa berdasarkan teori yang didapat dari kegiatan perkuliahan dan Melatih para mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja. Oleh sebab itu, penulis berharap memiliki kesempatan untuk dapat melakukan kerja praktek di PT. Pertamina Geothermal Energy, mengingat perusahaan ini merupakan sebuah perusahaan global yang bergerak di bidang panas bumi diindonesia. Sedangkan tujuan kerja praktek yaitu mahasiswa dapat merespon perkembangan lingkungan pertambangan secara langsung, baik teori, praktek lapangan maupun pengetahuan tentang lingkungan hidup.

VI. KONTRIBUSI HASIL PENELITIAN

Dengan adanya kerja praktek maka akan menghadirkan manfaat. Adapun manfaat tersebut diperuntukkan untuk :

a. Bagi Perusahaan

-Perusahaan dapat memanfaatkan ilmu yang dimiliki mahasiswa untuk melakukan riset – riset terkait dengan mencari solusi atas permasalahan yang sedang dihadapi perusahaan.

(12)

12

-Dapat menjadi salah satu sumber rekrutasi bagi perusahaan untuk memperoleh kandidat – kandidat terbaik.

-Dapat melihat keadaan perusahaan dari sudut pandang mahasiswa yang melakukan kerja praktek.

-Sebagai salah satu wujud perusahaan dalam memajukan pembangunan di bidang pendidikan.

b. Bagi Mahasiswa

-Dapat memahami dan mengetahui berbagai aspek perusahaan seperti aspek teknik, aspek produksi, organisasi dan sebagainya.

-Memperkuat keterampilan kerja mahasiswa sekaligus mempraktekkan langsung ilmu yang telah didapatkan di bangku kuliah ke dunia kerja.

-Mempersiapkan mehasiswa memasuki dunia kerja lebih cepat dan profesional.

-Menjadikan perusahaan tempat kerja praktek sebagai objek penelitian laporan praktek kerja lapangan dan tugas akhir yang dibuat benar – benar mencerminkan masalah riil yang terjadi di perusahaan.

c. Bagi Akademis

-Dapat memperluas perkenalan Universitas Mercu Buana Jakarta dan khususnya program studi teknik industri kepada lingkungan masyarakat dan pihak perusahaan.

(13)

13 VII. METODOLOGI PENELITIAN

Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini merupakan metode gabungan, yang menyatukan antara studi pustaka yang penulis lakukan dengan data-data yang diperoleh dari lokasi penelitian. Beberapa tahap yang dilakukan dalam penelitian ini, antara lain :

1. Persiapan Penelitian

Hal pertama yang dilakukan adalah mengidentifikasi masalah yang ada, kemudian menetapkan tujuan yang ingin dicapai oleh peneliti. 2. Studi Pustaka

Digunakan untuk memberi acuan bagi penyelesaian permasalahan yang ada. Pada tahap ini peneliti mencari, mengumpulkan dan mempelajari literatur yang berkaitan dengan penelitian ini, yang nantinya dapat dipergunakan sebagai acuan dan kerangka berpikir bagi perancangan dan pengembangan penelitian.

3. Survei Lapangan

Pelaksanaan survey lapangan dimaksudkan untuk mengetahui kondisi real dari perusahaan pada saat ini, terutama yang berkaitan dengan objek yang akan diteliti. Bidang – bidang yang menjadi pengamatan atau observasi dalam kegiatan ini adalah :

- Sistem organisasi dan manajemen

- Sistem operasi proyek dan teknologi yang digunakan

- Fasilitas yang ada di perusahaan.

Selanjutnya data yang didapatkan diolah menjadi laporan penelitian sesuai dengan tugas (khusus pokok) masing – masing.

4. Pengolahan dan Analisa Data

Data yang terkumpul kemudian dianalisa dengan menggunakan berbagai metode dan model, antara lain :

(14)

14

- Buku – buku yang berkaitan dengan sistem perekrutan, training dan promosi karir.

5. Kesimpulan dan Saran

Setelah dilakukan analisa terhadap data yang diperoleh, maka dapat ditarik kesimpulan dari penelitian yang sudah dilakukan.

Penelitian dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagaimana tersaji dalam diagram alir dibawah ini :

Mulai

Identifikasi

Tujuan Penelitian

Studi Pustaka :

- Sistem Geothermal Energy

- Proses dan Perencanaan Produksi

- Produksi Geothermal Diindonesia

Observasi Lapangan :

- Sistem Produksi Perusahaan

- Kondisi Produksi Perusahaan

- Sumber Produksi Perusahaan Identifikasi

Data

Pengumpulan Data :

 Data Proses Produksi Geothermal Energy Sebelumnya

 Data Perencanaan Produksi Geothermal Energy sebelumnya

 Data Kebijakan Pengolahan Perusahaan PT. Geothermal Energy

Pengolahan Data :

Data yang didapat diolah sesuai dengan metode dan model yang digunakan di Perusahaan

Kesimpulan dan Saran

(15)

15 VIII. JADWAL PELAKSANAAN PENELITIAN

Berdasarkan metode penelitian pada bagian sebelumnya, penelitian dijadwalkan untuk dilaksanakan dalam kurun waktu lima bulan dan secara garis besar dibagi kedalam tiga tahap, yang meliputi :

Tahap 1 : Tahap Identifikasi & Studi Pendahuluan

Tahap Identifikasi & Studi Pendahuluan dilakukan dengan beberapa cara antara lain dengan pembacaaan literatur, laporan hasil penelitian yang telah dilakukan, pencarian informasi dari media massa, hasil diskusi dengan orang lain, serta pengamatan terhadap kondisi dan fenomena di lapangan. Sumber-sumber tersebut banyak memberikan masukan-masukan berharga yang semakin mengarahkan penelitian sesuai dengan konteks nyata masalah. Studi ini diharapkan mampu meminimasi bias yang mungkin terjadi dalam penelitian.

Tahap 2: TahapPengumpulan dan Pengolahan Data

Pada tahap ini dilakuakn kegiatan survey dan eksplorasi data yang relevan dengan maksud dan tujuan penelitian serta melakukan pengolahan data elemen-elemen dari setiap perspektif yang ada.

Tahap 3: Tahap Analisa dan Kesimpulan

(16)

16

Berikut ini Bar chart rencana kegiatan yang akan dilakukan selama melaksanakan kerja praktek di lingkungan perusahaan :

(17)

17

IX. PENUTUP

Pelaksanaan Kerja Praktek ini diharapkan menjadi awal dari bentuk kerjasama yang baik antara lembaga pendidikan dan pihak perusahaan, yaitu antara Universitas Mercu Buana (UMB), Jakarta khususnya Program Studi Teknik Industri dengan PT. Pertamina Geothermal Energy (Area Geothermal Kamojang). Suatu kesempatan yang berharga apabila penulis dapat melakukan Kerja Praktek yang didukung oleh PT. Pertamina Geothermal Energy, sehingga dapat membuka wawasan dan pengalaman mahasiswa dibidang proses produksi Geothermal Energy dalam dunia pertambangan. Hasil dari Kerja Praktek ini akan disusun dalam bentuk laporan hasil penelitian dan akan dipresentasikan di lingkungan Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, UMB, Jakarta Sebagai bahan pertimbangan bagi perusahaan, kami lampirkan beberapa dokumen, antara lain :

1. Surat pengantar kerja praktek dari Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana, Jakarta.

2. Transkrip Nilai dan Foto Kopi Kartu Tanda Mahasiswa. 3. Curriculum Vitae

Besar harapan penulis atas terkabulnya permohonan Kerja Praktek ini. Atas perhatian dan bantuannya, penulis ucapkan terima kasih.

Jakarta, 8 Juli 2013

Hormat Kami,

(18)

18

LEMBAR PENGESAHAN

PROPOSAL PERMOHONAN KERJA PRAKTEK

(PENELITIAN)

Kepada

PT. PERTAMINA GEOTHERMAL ENERGY

Diajukan Oleh : Nama : Rudini Mulya NIM : 41610010035

Di susun sebagai salah satu syarat melaksanakan Kerja Praktek Pada Program studi Teknik Industri, Fakultas Teknik,

Universitas Mercu Buana, Jakarta.

Telah disetujui oleh :

Pembimbing I Pembimbing 2

Resa Taruna Suhada,S.Si, MT Ir. Sonny Koeswara, MSIE

Ketua Program Studi Teknik Industri

(19)

19

DAFTAR PUSTAKA

Baroto, Teguh. 2002. Perencanaan dan Pengendalian Produksi. Jakarta ; Gahlia Indonesia.

Buffa, Elwood S, 1998. Manajemen Operasi dan Produksi Modern. Yogyakarta ; Graha Ilmu.

Chase Richard B, 1998. Production and Operation Management , McGraw Hill. Eka R.D.B, Katherin I, dan Bambang Lelono W. 2012. Optimasi Daya Listrik

pada PT. Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang, Jawa Barat.

Teknik Fisika, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Elsayed A. Elsayed, 1994. Analys and Control of Production Sytems, Prentice Hall.

Kusuma, Hendra. 1999. Manajemen Produksi Perencanaan dan Pengendalian Produksi. Yogyakarta ; Andi Yogya.

Nasution, Arman Hakim. 2008. Perencanaan dan Pengendalian Produksi. Surabaya : Guna Widya.

Oden, Howard W. 1993. Handbook of Material and Capacity Requirements planning , McGraw Hill.

Sadjadi, S. J, dkk. 2009. An Improved WAGNER-WHITIN Algorithm. Department of Industrial Engineering Kurdistan University.

Sumayang, Lalu. 2004. Dasar-Dasar Manajemen Produksi&Operasi. Jakarta ; Salemba Empat.

Yasuhiro Monde, 1993. Sistem Produksi Toyota 1 & 2, PT Pustaka Binaman Pressindo.

http://darmawanarif.wordpress.com/energi-geothermal, diaskes 23 Juni 2013 http://en.wikipedia.org/wiki/Geothermal_energy. diaskes pada 23 Juni 2013 http://www//pge.pertamina.com, diaskes pada 17 Mei 2013

(20)

20 Lampiran

Data Diri

Nama Lengkap : Rudini Mulya Daulay

Alamat : Gdg D, Sekret Teknik Industri, Lt 3 Ru.303 UMB Tempat/Tanggal Lahir : Sumatra Utara/ 12 April 1990.

Jenis Kelamin : Laki-laki Agama : Islam.

Email : rudinimenteri@gmail.com

No. Tlp : HP 0857 7575 9617 Kebangsaan : Indonesia.

Riwayat Pendidikan

2010-sekarang Mahasiswa Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik, Universitas Mercu Buana.

2006-2009 SMA NEG. 1 Mg Sakti, Kab.Musi Rawas-Prov. Palembang. 2003-2006 SMP NEG. Bathin VIII, Kab. Sarolangun-Prov. Jambi. 1997-2003 SD NEG. 290/VI Tanjung, Kab. Sarolangun-Prov. Jambi.

Pengalaman Organisasi

 Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan, Pemberdayaan Anggota (Kabid. Litbang & PA) HMI Kom. UMB, Periode 2013/2014.

 Pembina Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Teknik (DPMFT), UMB Periode 2013/2014.

 Pengurus Basic Studi Skill Universitas Mercu Buana, Periode 2013/2014.

 Pengurus Kelompok Studi Go Green IMTI FT-UMB Periode 2013/2014.

 Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Teknik Industri (IMTI) UMB 2012/2013.

 Panitia Bina Kader 2012 Teknik Industri Fakultas Teknik, UMB.

 Pengurus Bid. Kerohanian Islam BEM FT - UMB Periode 2011/2012.

 Latihan Kader PKOM (Intelektual, Dedikasi &Kreativitas), UMB 2012.

 Anggota Pers Orientasi Mahasiswa, UKM-UMB Periode 2011/2012.

 Seminar Nasional Understanding SCM and How Benefits Your Future

Career and Indonesia PT. GSMkonsep Internasional. .

 Seminar Nasional Green Industry: Principle, Research, Technology, and

Its Applications SNPPTI .

 Anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cab. Jakarta Barat Periode 2011-Sekarang.

 Anggota Ikatan Mahasiswa Teknik Industri Indonesia, tahun 2011-sekarang.

Figur

Gambar 1. Model Sistem Panas Bumi (Sumber: White, 1967)
Gambar 1 Model Sistem Panas Bumi Sumber White 1967 . View in document p.5
Gambar 3. Direct Dry Steam Cycle
Gambar 3 Direct Dry Steam Cycle . View in document p.7
Gambar 4. Separated Steam Cycle
Gambar 4 Separated Steam Cycle . View in document p.8
Gambar 5. Double Flash Steam
Gambar 5 Double Flash Steam . View in document p.9
Gambar 6. Binary Cycle
Gambar 6 Binary Cycle . View in document p.10

Referensi

Memperbarui...