BAB 1 PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Tanah merupakan hal yang banyak di temukan di berbagai belahan dunua.Berbagai kegiatan,mata pencarian dan usaha-usaha banyak memenfaatkan tanah sebagai media penghasilan separti pertanian dan perkebunan.Adapun peran tanah sebagai alat produksi pertanian antara lain sebagai media bagi tanaman,sebagai pemberi unsur-unsur mineral,serta sebagai medium pertukaran dan tempat persediaan mineral,menyediakan air dan sebagai tempat persediaan air.Sifar tanah di daerah satu denagan yang lainya berbeda-beda.
Tanah dengan tata udara yang baik merupakan lingkungan yang baik bagi pertumbuhan tanaman.Oleh karena itu kita mempelajar kadar lengas tanah.Kadar lengas yaitu kandungan air dalam tanah yang akan dimanfaatkan oleh tanaman,kadar lengas ini di pengaruhi oleh besar kecilnya pori tanah.Dengan mengetahui keadaan tanah yang sebenarnya,akan lebih mudah dalam menentukan tanaman apa yang sesuai dengan penggunaan tanah tertentu serta bagai mana memperbaiki keadaan tanah sebagai lahan pertaniaan sehingga penggunaan lahan lebih maksimal.
1.2.Tujuan Praktikum
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Kadar lengas tanah sering disebut sebagai kandungan air (Moisture) yang terdapat dalam pori tanah.Satuan untuk menyatakan kadar lengas tanah berupa persen berat atau volume (Ferri,2011).
Keberadaan lengas tanah dipengaruhi oleh energi pengikat speditik yang berhubungan dengan tekanan air atatus energi bebas (atau tekanan) lengas tanah di pengaruhi oleh prilaku dan ketersediaan untuk tanaman (Susanto,2005).
Koefisien air tanah merupakan koefisien yang menunjukan potensi ketersediaan air tanah untuk mensuplai kebutuhan tanaman,terdiri dari jenuh atau refensi maksimum yaitu kondisi dimana seluruh ruan poti tanah terisi oleh air.Kapasitas lapang (field capasity) adalah kondisi di mana tebal lapisan air dalam pori-pori tanah mulai menipis sehingga tegangan antara air-udara meningkat sehingga lebih besar dari gaya grvitasi.Koefisien layu (titik layu permanen atau titik kelembaban kritis) adalah kondisi kadar air tanah yang ktersedianya sudah lebih rendah ketimbang kebutuhan tanaman untuk aktivitas dan mempertahankan. Koefisien higriskopis adalah kondisib dimana air tanah terikat sangat kuat oleh gaya materik tanah yaitu pada tegangan minimal 31 satuan,air yang tersisanya adalah air adhesi yaitu air yang langsung terjerap kepermukaan bahan padat tanah,berbentuk kristal dan tidak tersedia bagi tanaman (Hanafiah,2010).
Air dapat meresap atau di tahan oleh tanaman karena adanya gaya gaya adhesi,kohesi,dan gravitasi.Karena adanya gaya-gaya tersebut maka air dalam tanah dapat dibedakan menjadi,Air Higroskopik yaitu air yang di serap tanah sangat kuat sehingga tidak dapat digunakan tanaman (adhesi antara tanah dan air ).Air kapiler adalah air dalam tanah di mana daya kohesi (tarik menarik antara butir-butir air) dan daya adhesi (antara air olah tanah) lebih kuat dari gravitasi.Air ini dapat bergerak kesamping atau keatas karena gaya-gaya kapiler.Sebagian besar air kapiler merupakan air yang tersedia (dapat diserap) bagi tanaman (Hardjowigeno,2010).
Air yang tersedia yang dapat diserap tanaman bagi kelangsungan pertumbuhan dan perkembangannya.Pada semacam tanah dengan macam tanah lainnya tersedianya air adalah berbeda-beda,tanah berlempung misalnya menyediakan air lebih banyak dibandingkan dengan tanah pasir (Sutedjo,2005).
BAB III METODILOGI PRAKTIKUM
3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa,07 Mei 2013,pukul 17:10-18:15 WITA dan di laksanakan di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Mataram. 3.2 Alat dan Bahan
3.2.1.Alat Praktikum
Adapun alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagi berikut 3 buah cawan,sendok pengambil tanah,oven,timbangan analitik dan eksikator.
3.2.2. Bahan Praktikum
Adapun bahan bahan yang di gunakan dalam praktikum ini adalah sebagi berikut air dan contoh tanah vertisol.
3.3 Prosedur Kerja
3.3.1. Kadar Lengas Contoh Tanah Kering Angin. 1. Ditimbang cawan kosong bersih (a) gr.
2. Dimasukkan contoh tanah kedalam cawan,kemudian di timbang (b) gr.
3. Dimasukkan cawan berisi tanah tersebut di dalam oven yang telah diatur temperaturnya 105 C-11O C dibiarkan selama 15 jam.
4. Dikeluarkan dari oven kemudian dimasukaan kedalam eksikator kira-kira 15
3. Dipindahkan contoh tanah yang telah dilapisi kain kasa ke dalam gelas plastik yang berisi air dan dibiarkan sampai jenuh.
4. Diangkat contoh tanah dan dimasukkan kedalam oven (b)gr. 5. Setelah dioven selama 15 jam dikeluarkan dan ditimbang (c)gr. 3.3.3. Kadar Lengas Persediaan Air Maksimum
1. Ditimbang cawan yang masih kosong (a) gr.
2. Dimasukkan tanah yang sudah di proses terlebih dahulu kedalam cawan kosong lalu di timbang (b)gr.
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Pengamatan
Tabel 1. Hasil pengamatan tentang kadar lengas tnah adalah No
tanah 41,44 67,32 56,69 41,46 69,83 %
4.1 Pembahasan
Kadar lengas merupakan kemampuan tanah untuk menyimpan air di dalam poti-porinya. Pada praktikum ini kadar lengas tanah yang diamati yaitu tanah Vertisol.Tanah vertisol merupakan tanah yang memiliki sifat kusus yakni mempunyai sifat vertik,hal ini di sebabkan terdapat mineral liat yang relatif banyak.Vertisol merupakan tanah lempung berat,lempung dalam vertisol merupakan lempung moumorilolnit.Kadar bahan organik dalam tanah vertisol tidak lebih dari 0,5 atau 1 %.Tanah vertisol sangat reutan terhadap erosi air.Vertisol memiliki pengikatan air yang tinggi pada saat musim hujan,namun sangat buruk pada musim kering.
Dalam praktikum ini diuji kadar lengas tanah contoh tanah kering angin,kapasitas lapang,dan kadar lengas maksimum tanah.
1. Kadarlengastanah kering angin (tanah vertisol) hasilnya a.43,02, b.54,11, c.53,98.Sehingga didapat hasil perhitungan untuk kadar lengas tanah kering angin sebesar 1,19 %. 2. Kadar lengas kapasitas lapang hasilnya a.36,38 b.48,13 dan c. 47,50.Persentasehasil
perhitungan kadar lengas kapasitas lapang 5,67% merupakan air tersedia bagi tanaman dalam keadaan optimam.
Kadar lengas maksimum merupakan kondisi di mana seluruh ruang pori tanah terisi oleh air.Air kondisi jenuh ini mudah hilang dan bergerak relatif cepat sehingga dapat mencucu (leacing) unsur-unsur hara yang di laluinya.Pada kondisi tanah berdrainase buruk dalam periode lama akan berdampak buruk terhadap aerase tanah,sehingga respirasi akar dan aktivitas mikroba seperti bakteri akan berhenti.
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan pada praktikum ini dapat di simpulkan bahwa:
1. Kadar lengas merupakan kemampuan tanah untuk menyimpan air di dalam pori-pornya. 2. Kadar lengas tanah kering angin 1,19%
3. Kadar lengas kapasitas lapang 5,67% 4. Kadar lengas maksimum tanah 69,83%
5. Kadar air tersedia di tunjukan oleh kadar lengas kapasitas lapang.Jadi kadar air tersedia berada di antara 1,19% - 69,83%
5.2Saran
ACARA II
TEKSTU TANAH
1.1 Latar Belakang
Tekstur tanah merupakan salah satu sifat tanah yang menunjukkan komposisi partikel penyusun tanah yang dinyatakan sebagai perbandingan proporsi tanah fraksi pasir, debu dan liat. Tekstur tanah sangat menentukan tingkat pertumbuhan tanaman dan penyerapan air serta mineral. Untuk mengetahui lahan pertanian terdapat kelas-kelas tekstur, sehingga pentingnya dilakukan praktikum ini.
Di dalam penetapan tekstur tanah terdapat dua metode yaitu menurut metode perasaan di lapangan atau uji kualitatif. Metode ini dimulai dengan masa tanah kering atau lembab dibasahi secukupnya kemudian dipijat diantara ibu jari dan telunjuk sehingga membentuk bola lembab. Hal yang dirasakan adalah kasar atau licin. Kemudian ditentukan tekstur berdasarkan tabel. Metode lain yang digunakan yaitu secara kuantitatif. Pada metode ini terdapat tiga tahapan yaitu analisis ukuran partikel, yaitu menghilangkan bahan-bahan pengikat tanah.
Tekstur tanah berpengaruh terhadap ketersediaan air yang ada di dalam tanah, semakin besar maka akan semakin porus. Semakin akar akan mudah melakukan penetrasi. Untuk mengetahui peranan tekstur tanah bagi ketersediaan air, untuk hara dan pertumbuhan tanaman, maka pentingnya dilakukan pengamatan tekstur tanah ini. Sehingga jika kita bisa memahami dan mengetahui berbagai macam tekstur tanah itu sendiri, untuk mencapai hasil optimal.
1.2 Tujuan Praktikum
Pada praktikum dasar-dasar ilmu tanah yang berjudul tekstur tanah ini bertujuan untuk menetapkan kelas tekstur tanah secara kuantitatif dan kualitatif.
Tanah terdiri dari butir-butir tanah sebagai ukuran. Bagian tanah yang berukuran lebih dari 2mm sampai lebih kecil dari pedon disebut fragmen batuan (rock fragmen) atau bahan kasar (kerikil sampai batu). Bahan-bahan tanah yang lebih halus (<2mm) disebut fraksi tanah halus (fine earth fraction) dan dapat dibedakan menjadi pasir, debu, dan liat maka tanah dikelompokkan kedalam beberapa macam kelas tekstur (Hardjowigeno,2010).
Kelas tekstur adalah pengelompokan tekstur berdasarkan proporsi fraksi (distribusi ukuran partikel) yang ditetapkan proporsi lempung, debu, dan pasir. Kelas tekstur tanah ditetapkan dengan “segitiga tekstur USDA” (Sutanto, 2005).
Penetapan klasifikasi tekstur tanah dapat secara lapangan (kualitatif) dan secara laboratorik (kuantitatif). Tekankan ibu jari kepada telunjuk, gosok-gosokkan dan apabila meincir terasa sangat liat (tanah liat banyak). Apabila terasa kasar tak dapat dibentuk menandakan kelas tekstur pasir. Sedangkan debu akan terasa licin pula, seperti sabun basah, dan bila mongering terasa seperti tepung(talk). Penetapan secara laboratorik dikenal Sebagai analisa mekanik halus, untuk memisahkan pasir yang sangat halus dipergunakan saringan (sutedjo,2010).
Berdasarkan kelas teksturnya maka tanah digolongkan menjadi, tanah bertekstur kasar atau tanah berpasir berarti tanah yang mengandung minimal 70% pasir atau bertekstur pasir atau pasir berlempung (3 macam). Tanah bertekstur halus atau tanah berliat berarti tanah yang mengandung minimal 37,5% liat atau bertekstur liat, liat berdebu atau liat berpasir (3 macam). Tanah bertekstur sedang atau tanah berlempung (Hanafiah,2010).
Tekstur tanah bepengaruh terhadap plastisitas, permeabilitas, kekerasan,kesuburan,kimia tanah, dan secara umum berpengaruh terhadap produktivitas tanah (Rahardjo,2005).
3.1.Waktu dan Tempat Praktikum
Praktikum teksur tanah dilakukan pada hari jum'at,14 mei 2013 pukul 14.00-15.00 WITA di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Mataram .
3.2.Alat dan Bahan
1. Diambil tanah secukupnya di tangan antar a jari telunjuk clan jari jempol 2. Disemprotkan dengan air seidkit demi sedikit ke tanah
3. Dirasakan teksturnya menggunakan sentuhan indra kulit
4. Dirasakan kekasaran dan kehalusan dari ke tiga sampel tanah tersebut menggunakan feeling
5. Ditentukan kadar pasir, debu, dan liatnya
6. Setelah kadar penyusunnya di ketahui kemudian data dimasukkan ke dalam segitiga tekstur untuk mengetahui jenis tanah yang diteliti.
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Pengamatan
No Contoh tanah Persentase(%) Kelas tekstur Pasir Debu Liat
1 L 50 20 30 Lempung liat berpasir
2 F 15 50 35 Lempung liat berdebu
3 D 20 25 55 Liat
Table hasil pengamatan tekstur tanah metode kuantitatif
No Contoh tanah Pasir (%) Debu(%) Liat(%) Kelas tekstur 1 Tanah 1 50 16,67 33,33 Lempung liat berpasir
4.2 Pembahasan
Tekstur tanah merupakan salah satu sifat tanah yang menunjukkan komposisi partikel penyusun tanah yang dinyatakan sebagai perbandingan proporsi tanah fraksi pasir, debu dan liat. Pada praktikum ini penetapan kelas tekstur tanah menggunakan dua metode, yaitu metode kualitatif dan metode kuantitatif.
Pada percobaan yang telah dilakukan, penetapan tekstur tanah dengan metode kualitatif didapat hasil, pada contoh tanah L, persentasi pasir 50%, debu 20%, dan liat 30%,sehingga jika kita coba analisa pada segetiga tekstur , contoh tanah L termasuk kedalam lempung liat berpasir .pada contoh tanah F , persentasi pasir 15% , debu 50% dan liat 35%,sehingga pada segetiga tekstur contoh tanah F termasuk kedalam kelas lempung liat berdebu.pada contoh tanah D , persentase pasir 20%,debu 25% dan liat 55%,jika dianalisa pada segetiga tekstur ,contoh tanah D termasuk kedalam kelas tekstur tanah liat .
Pada percobaan dengan metode kuantitatif ,didapat persentase fraksi pasir 50% ,debu 16,67% dan liat 33,33% .jika dianalisa menggunakan segetiga tekstur , contoh tanah ini termasuk kedalam kelas tekstur tanah lempung berdebu .
Penetapan tekstur tanah dengan metode kualitatif menuntut kepekaan indra perasa (ibu jari dan telunjuk),kelebihan metode kualitatif adalah tidak menggunakan alat , sehingga kita dapat langsungmemperkirakan fraksi pasir ,debu dan liat . selain itu , metode kualitatif memiliki kekurangan , yaitu pada tahap penyimpulan tekstur tanah cenderung tidak valid , karna tidak adanya angka , akan perhitungan empiris dari penentuan jenis tekstur .
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan.
termasuk tanah bertekstur liat. Sedangkan pada contoh tanah metode kuantitatif termasuk tanah bertekstur lempung liat berpasir .
5.2 saran.
ACARA III STRUKTUR TANAH
BAB I PENDAHULUAN
Tanah merupakan hal yang banyak ditemukan di berbagai belahan dunia. Berbagai kegiatan matapencarian dan usaha banyak memanfaatkan tanah sebagai media penghasilan, seperti pertanian dan perkebunan. Adapun peran tanah sebagai tempat bepegang dan bertumpu, sebagai pemberi unsure-unsur mineral, sebagai medium perakaran maupun sebagai tempat persediaan mineral dan air. Sifat tanah di darah satu dengan yang lain berbeda-beda. Tanah yang memiliki kondisi drainase dan aerasi yang baik umumnya adalah tanah yang bagus sebagai tempat pertumbuhan ta naman. Tanah yang memiliki kondisi drainase dan aerasi yang baik dianggap memiliki struktur yang baik. Struktur tanah merupakan sifat fisik tanah yang menggambarkan susunan ruang partikel-partikel tanah yang bergabung satu dengan yang lain, tanah dengan struktur yang baik, partikel pasir, debu dan liat dipegang bersama agregat-agregat (gumpalan kecil) oleh liat humus dan kalsium. Ruang kosong yang besar antar agregat (makropori) membentuk sirkulasi air dan udara juga akar tanaman untuk tumbuh kebawah pada tanah yang lebih dalam. Sedangkan ruang pori yang kecil memegang air untuk kebutuhan tanaman. Berdasarkan uraian diatas praktikum ini dilakukan.
1.2 Tujuan Praktikum.
Tujuan praktikum struktur tanah adalah untuk menetapkan kerapatan butir tanah (BJ), menetapakan kerapatan massa tanah (BV), dan menghitung porositas tanah (n).
Struktur tanah berfungsi memodifikasi pengaruh tekstur terhadap kondisi drainase atau aerasi tanah. Karena susunan antar ped atau agregat tanah akan menghasilkan ruang yang lebih besar ketimbang susunan antar partikel primer (Hanafiah,2010).
Struktur tanah adalah penyusunan antar partikel tanah primer (bahan mineral) dan bahan organic serta oksida, membentuk agregat skunder. Pembentukan struktur sangat tergantung pada bahan primer (mineral dan organic) yang mengalami sementasi oleh CaCO3 serta Fe dan Al hidroksida sehingga terbentuk unit struktur yang disebut agregat (Sutanto, 2005).
Agregat tanah adalah kumpulan partikel tanah yang terjadi secara alami, akibat adanya gaya yang memegang partikel lebih kuat dari pada gaya antar agregat yang berdekatan, struktur tanah adalah susunan partikel yang telah teragregasi membentuk ruang pori diantara partikel, danmempunyai bentuk serta ukuran tertentu (Rahardjo,2005).
Struktur tanah dapat dibagi dalam struktur makro dan mikro. Yang dimaksud dengan struktur makro/ struktur lapisan bawah tanah yaitu penyusun agregat-agregat tanah satu dengan yang lainnya. Sedangkan struktur mikro ialah penyusun butir-butir primer tanah kedalam butir-butir majemuk/agregat-agregat yang satu sama lain dibatasi oleh bidang-bidang belah alami (Kartasapoetra,2005).
Tingkat perkembangan struktur ditentukan berdasarkan kemantapan atau ketahanan bentuk struktur tanah tersebut terhadap tekaan. Ketahanan struktur tanah dibedakan menjadi (1) tingkat perkembangan lemah (butir-butir struktur tanah mudah hancur), (2) tingkat perkembangan sedang (butir-butir struktur tanah agak mudah hancur), dan (3) tingkat perkembangan kuat (butir-butir struktur tanah sukar hancur). Hal ini sesuai dengan jenis tanah dan tingkat kelembaban tanah (Hardjowigeno,2010).
3.2.Waktu dan Tempat Praktikum
Praktikum analisis struktur tanah dilaksanakan pada hari selasa 21 mei 2013 pukul 14.00-15.00 di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas pertanian Universitas Mataram.
3.2.Alat dan Bahan 3.2.1 Alat – Alat Praktikum
Adapun alat-alat yang digunakan adalah pikonometer kawat pengaduk halus, thermometer dengan ketelitian 0,1°C, botol pemancar air, corong gelas kecil, timbangan anaitik, potongan kertas untuk lap, cawan pemanas Jilin, lampu, spirtus, penumpu kaki tiga, gelas ukur, pipet ukur 10 ml, kuas, oven, eksikalor, dua luas, lilin.
3.2.2 Bahan – Bahan Praktikum
Adapun bahan yang digunakan dalm praktikum ini adalah tanah ash , contoh tanah entisol,alcohol, dan air.
3.3.Cara kerja
a. Kerapatan Tanah (BJ)
1. Dimbang piknometer koreng, bersih, bersumbat (a gram)
2. Diisi piknometer dengan air sulit (sampai tanda pada pipa kapiler dalam sumbatnya.
3. Ditimbang piknometer penuh dengan air (b gram) kemudian ukur tempratur air dalam piknometer dengan pembulatan kurang 0,5°C dibulatkan kebawah lebih dari 0,5°C dibulatkan keatas (misal tic ) lihat dalam daftar yang tersedia berapa BJ terakhir pada tempratur itu.
4. Air dalam piknometer dibuang, dibersihkan semua tetesan air yang mungkin ada dibagian luar peknometer dengan lap kemudian keringkan bagian dachilnya.
5. Diisi piknometer dengan tanah dengan menggunakan corong gelas kecil kira-kira seberat 59. Pasang sumbatnya dan ditimbang.
6. Diisi piknometer dengan air kira-kira setengahnya tanah diaduk-aduk kuat untuk menghilangkan udara yang terserap dalam tanah.
7. Keesokan harinya penghilangan gelembung udara yang masih tertinggal diulang kembali. 8. Ditimbang piknometer berisi tanah penuh dengan air (d gram). Untuk tempratur air dan
piknometer. Lihat dalam daftar berapa BJ it dalam tempratur. b. Kerapatan Massa (BV)
2. Dicairkan Jilin dalam cawan pemanas sampai encer. Api dimatikan dan temperature turun sampai 60°C bongkah tanah seluruhnya dicelupkan kedalamnya sebentar, terus diangkat dan dibiarkan tergantung sampai lapisan Jilin yang melipitinya membeku. Diperiksa apakah terpisah Jilin merata menutupi permukaan bongkah tanah. Kalau masih ada bagian lapisan yang belum tertutup sempurna pencelupan diulangi setelah Jilin dalam pemanas dicairkan lagi sampai temperature 60°C, kalau lebih dan itu menjadi terlalu encer dan dapat meresap ke dalam pori-pori tanah.
3. Setelah selaput lilin cukup keras (waktu diperiksa jangan terlalu ditekan-tekan) sehingga waktu diletakkan diatas piring timbangan tidak melekat. Bongkah tanah berlilin ditimbang (b gram).
4. Diisi tabung dengan air sampai volume tertentu dengan tepat (misal p ml). Bongkah tanah berlilin ditenggelamkan ke dalam air yang menyebabkan permukaan air akan naik. Sedangkan menggunakan pipet umur air (berat) air ditambah sampai permukaannya tepat garis tanda volume tertentu (missal a ml). Catat berapa ml air yang telah ditambahkan dari pipet (missal r ml).
5. Diambil bongkah tanah yang sejenis dan ditetapkan kadar lengas tanah unutk mendapatkan berat tanah kering mutlak. Menj clang dimasukkan ke dalam penimbang bongkah tanah dipecahkan unutk memudahkan penguapan air selama dipanasi dalam oven.
4.1 Hasil Pengamatan.
Struktur tanah adalah penyusun antar partikel tanah primer (bahan mineral) dan bahan organic serta oksida, membentuk agregat sekunder, selain itu struktur tanah juga dapat diartikan sebagai susunan partikel yang telah teragregasi membentuk ruang pori diantara partikel. Struktur tanah berfungsi memodifikasi pengaruh tekstur terhadap kondisi drainase atau aerasi tanah, tanah yang berstrukturbaik akan mempunyai kondisi drainanse dan aerasi yang baik pula, sehingga lebih mudah akar tanaman untuk berpenetrasi dan mongabsorbsi tanah dan air, sehingga pertumbuhan dan produksi menjadi lebih baik.
Kualitas stuktur tanah dapat dinyatakan dengan porositas tanah, porositas adalah proporsi ruang pori total yang terdapat dalam satuan volume tanah yang dapat ditempati oleh air dan udara, sehingga merupakan indicator kondisi drainase dan aerasi tanah. Porositas dapat dihitung dengan rumus n=(1-BV/BJ)*100%, dimana n adalah porositas, BV adalah kerapatan butir tanah, dan BJ adalah kerapatan massa tanah.
BAB V PENUTUP
5.1. Kesimpulan.
1. Struktur tanah adalah susunan partikel yang telah teragregasi membentuk ruang pori diantara partikel, dan mempunyai ukuran, serta susunan tertentu.
2. Kerapatan butir tanah (BJ)=8,75% 3. Kerapatan massa tanah (BV)=2,5% 4. Porositas tanah= 71%
5. Tanah vertisol memiliki struktur yang kurang baik bagi pertumbuhan tanaman karena memiliki tingkat plastisitas yang tinggi sehingga menghambat pertumbuhan akar tanaman.
5.2. Saran.
ACARA IV
WARNA DAN KEMASAMAN (pH) TANAH
BAB I PENDAHULUAN
Tanah merupakan materi yang melapisi daratan dibumi yang terdiri dari bahan organik dan anorganik. Bahan organik meliputi batuan penyusun litosfer,air dan udara.Sedangkan bahan anorganik berasal dari hewan dan tumbuhan.Variasi komponen pebyusun tanah akan menentukan ciri,sifat,watak dan kelakuan tanah.
Warna tanah merupakan gabungan berbagai warna komponen penyusun tanah. Warna tanah berhubungan langsung secara proporsional dari total campuran warna yang di pantulkan permukaan tanah. Warna tanah sangat ditentukan oleh luas permukaan spesifik yang dikali dengan proporsi valumetrik masing-masing terhadap tanah. Maka luas permukaan spesifik menyebabkan makin dominan menentukan warna tanah. Warna tanah dipengaruhi oleh kandungan bahan organik,mineral,drainase,kandungan air dan aerasi. Pada tanah drainase baik,aerasi baik, air dan suhu menguntungkan untuk pristiwa kimia besi dalam tanah yang teroksidasi dan terhidrasi sehingga menjadi senyawa berwarna merah dan kuning. Senyawa besi dalam tanah mengakibatkan warna tanah bervariasi seperti merah, merah, coklat, coklat kemerahan, merah kekuningan, kuning kemerahan sampai kuning, kadang-kadang mencapai warna biru kelabu. Warna dipengaruhi oleh kelembaban atau kandungan air di dalamnya,ini terjadi karena koloid-koloid kehilangan air oleh draenase,penguapan (evaporasi) dan oleh isapan akar tanaman. Bahan organik menyebabkan warna tanah menjadi gelap. Variasi warnanya mulai dari terang, coklat, coklat kemerahan, coklat tua,sampai hitam. Warna tanah ditentukan dengan mengunakan warna-warna baku yang terdapat dalam buku Munsell Soil Color Chart. Dalam warna baku isi warna di susun oleh tiga variabell yaitu Hue ,Value dan Chroma. Hue adalah spektrum yang dominan sesuai dengan panjang gelombangnya. Value
menunjukan gelap terangnya warna sesuai dengan banyaknya sinar yang di pantulkan.
Chroma menunjukan kemurnian atau kekuatan dari warna spektrum.
Penetapan reaksi tanah (pH) tertentu yang terukur pada tanah di tentukan oleh seperangkat faktor kimia tertentu. Oleh karena itu penetapan pH tanah adalah salah satu uji yang paling penting,yang dapat di gunakan untuk mendiaknosa masalah pertumbuhan tanaman. Reaksi tanah atau pH tanah menggambarkan sifat kimia tanah yang menunjukan ion H+ berkurang dan ion OH- bertambah, pH akan naik, status kimia tanah mempengaruhi proses biologi separti pertumbuhan tanaman. Reaksi tanah menunjukan kemasaman atau alkalitis tanah yang dinyatakan dengan nilai pH. Reaksi tanah dapat dikatagorikan menjadi tiga yaitu asam, netral dan basa.
1.2 Tujuan Praktikum.
Praktikum warna tanah bertujuan untuk menentukan warna tanah, sedangkan kemasaman tanah bertujuan untuk mengukur pH tanah aktual dan potensial serta menentukan muatan tanah melalui pengukuran pH.
Warna merupakan petunjuk untuk beberapa sifat tanah, karena warna tanah dipengaruhi oleh beberapa faktor yang terdapat dalam tanah tersebut. Penyebab perbedaan warna permukaan tanah umumnya oleh perbedaan kandungan bahan organik. Makin tinggi kandungan bahan organik, warna tanah semakin gelap. Dilapisan baewah, dimana kandungan bahan organik umumnya rendah, warna tanah di pengaruhi oleh bentuk dan banyaknya senyawa Fe yang terdapat (Hardjowigeno,2010).
Waran merupakan indikator kondisi iklim tempat tanah berkembang atau asal bahan induknya, tetapi pada kondisi tertentu warna sering pula digunakan sebagai indikator kesuburan atau kapasitas produktivitas lahan, secara umum dikatakan bahwa yang merupakan resultante dari kadarbahan organikyang berwarna gelap, makin tinggi makin gelap, intensitas pelidian unsur-unsur hara pada tanah tersebut makin intensif makin terang dan warna terang mencerminkan dominannya kuarsa yaitu mineral yang tanpa nilai nutrisionalnya sama sekali, sehingga makin dominan makin terang dan makin miskin (Hanafiah,2010).
Penetapan warna tanah secara kuantitatif di lapangan mengunakan buku warna tanh setandar Soil Munsell Color Chart. Buku standar warna tersusun atas Hue, yang menunjukan spektrum warna dominan, membedakan warna merah dengan kuning, Value yaitu kecerahan warna, warna putih sebagai pembanding (Sutanto,2005).
Berdasarkan hal yang harus di perhatikan dalam penetapan warna tanah diantaranya adalah tanah harus lembab, dilapangan terbuka dan teduh, namun tidak terkena sinar matahari langsung dan tidak terlindungi. Tanah tidak boleh mengkilat, waktu pengerjaan diatas jam 9.00. Jika warna tidak sesuai dengan warna gambar,maka diberi angka kilap kroma dan para peneliti seharusnya tidak buta warna (Hanafiah,2005).
PH adalah tingkat kemasaman atau kebasaan suatu benda yang diukur dengan menggunakan sekala pH antara 0 – 14. Sifat asam mempunyai pH 0 sampai 7 dan sifat basa mempunyai pH 7 hingga 14. Metode yang paling umum digunakan untuk pengukuran pH tanah yaitu kertas lakmus dan pH meter. Kertas lakmus sering digunakan dilapangan untuk mempercepat pengukuran pH. Lebih akurat secara luas adalah pH meter yang sangat banyak digunakan di laboratorium (Putra.20013).
Setiap perubahan satu satuan nilai pH mencerminkan adanya perubahan konsentrasi ion H atau OH 10 kali lipat. Penurunan pH dari 7,0 ke 6,0 berarti terjadi kenaikan konsentrasi ion H+ 10 kali dari 10 pangat -7 ke 10 pagkat -6mol/1 atau penurunan konsentrasi ion H+ 10 kali lipat dari 10 pangkat -6 ke 10 pangkat -7 mol/1 (Hanafiah,2010).
itu, maka dikenal dua jenis kemasaman yaitu kemasaman aktif dan kemasaman potensial. Kemasaman aktif disebabkan oleh ion H+ didalam larutan tanah, sedangkan kemasaman potensial disebabkan oleh ion H+ dan Al 3+ yang dijerap pada permukaan kompleks jerapan (Anna,2007).
Pentingnya pH adalah menentukan mudah tidaknya unsur-unsur hara di serap tanaman. Pada umumnya unsur hara mudah diserap akar tanaman pada pH tanah sekitar netra, karena pada pH tersebut kebanyakan unsur hara mudah larut dalam air.Pada tanah masam unsur P tidak dapat diserap tanaman karenan diikat (difiksasi) oleh Al sedangkan pada tanah alkalis unsur P juga tidak dapat di serap tanaman karena difiksasi oleh Ca (Harjowigeno,2007).
3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari selasa,28 Mei 2013 Pukul 17:10 – 18:20 WITA di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Mataram.
3.2 Alat dan Bahan 3.2.1 Alat Praktikum
Adapun alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah Munsell Soil Color Chart,Botol semprot,Botol kocok,Timbangan,pH meter dan alat tulis menulis.
3.2.2 Bahan Praktikum
Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah Contoh tanah entisol,Aquadest, KCl dan NH2SO4+.
3.3 Prosedur Kerja 3.3.1 Warna Tanah
1. Diambil bongkahan tanah dengan permukaan yang asli
2. Dibandingkan warna tanah dengan warna-warna pada buku Munsell. 3. Dicatat Hue,Value dan Chroma.
4. Dilakukan pengamatan serupa untuk tanah dalam keadaan lembab dan basah. 3.3.2 Kemasaman (pH) Tanah.
1. Ditimbang contoh tanah entisol 10 gr.
2. Ditambahkan 20 ml Aquades untuk pH H2O dan 20 ml KCl untuk pH KCl.
3. Dikocok larutan yang berisi tanah selama kurang lebih 1 menit dan didiamkan selama 5 menit.
4. Diukur pH tanah menggunakan pH meter,lalu dicatat hasilnya.
4.1 Hasil Pengamatan
Tabel 2. Hasil Pengamatan Kemasaman (pH) Tanah
Sampel pH Aktual pH Potensial Nilai pH
Tanah Entisol 6,15 5,85 -0,3 alkalin, KTK juga bervariasi baik untuk horison A maupun C, mempunyai nisbah C/N < 20% dimana tanah yang mempunyai tekstur kasar berkadar bahan organik dan nitrogen lebih rendah dibandingkan dengan tanah yang bertekstur lebih halus. Entisol memiliki reaksi tanah beragam mulai dari 2.5 sampai 8,5 dan memiliki warna cenderung gelap.
Warna merupakan petunjuk untuk beberapa sifat tanah, karena warna tanah dipengaruhi oleh beberapa faktor yang terdapat dalam tanah tersebut.Menyebab perbedaan warna permukaan tanah umumnya oleh perbedaan kandungan bahan organik. Makin tinggi bahan organik warna tanah memakin gelap.
Dari hasilpraktikum, didapat hasil pada tanah kering Hue 7,5 YR, Value 5 dan Chroma 2, yang berarti tanah berwarna brown (coklat). Sedangkan untuk tanah basah atau lembab didapat hasil Hue 7,5 YR, Value 2,5 dan Chroma 1, yang berarti tanah berwarna black (Hitam). Warna didapat dengan mencocokan Hue, Value dan Chroma pada buku Munsell Soil Color Chart.
Tanah basah atau lembab terlihat lebih gelap ketimbang tanah kering, karena terkait dengan perbedaan nyata dari sifat refraktif (aksi pembiasan cahaya) komponen padatan tanah dan udara, sehingga warna pada tanah kering akan banyak direplikasikaan. Tanah entisol yang digunakan pada praktikum ini berarti mengandung banyak bahan organik atau hara yang ditunjukann dengan kegelapan pada warna tanah ,artinya tanah entisol ini memiliki ketersediaan bahan organik dan hara bagi tanaman.
Reaksi tanah menunjukan sifat kemasaman atau alkalinitas tanah, yang dinyatakan dengan nilai pH. Nilai pH menunjukan banyaknya konsentrasi ion hydrogen (H+) di dalam tanah. Makin tinggi kadar ion H+ di dalam tanah semakin masam tanah tersebut. Pengukuran pH dilakukan dengan dua cara yaitu, pH aktual dan pH potensial. pH aktual adalah aktivitas ion hydrogen dalam larutan tanah dengan pelarut H2O.Sedangkan pH Potensial adalah aktivitas ion hydrogen dalam larutan tanah dengan pelarut KCl.
Dari hasil praktikum di dapat nilai pH aktual tanah entisol 6,15 dan hasil pH potensial 5,85, sehingga nilai pH tanah entisol–0,3.tanada negtif (-) menunjukan tanah memegang atau mengikat kation-kation yang diperlukan tanaman.
pH KCl lebih rendah dibandingkan dengan pH H2O,karena jumlah H+ dan Al3+ yang
didesak oleh K+ lebih banyak dari pada OH- yang didesak oleh Cl, berarti ion bermuaatan positif (kation) lebih banyak terdapat pada kompleks jerapan atau kompleks jerapan lebih banyak bermuatan negatif.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pH tanah adalah unsur-unsur yang terkandung didalam tanah, konsentrasi ion H+ dan ion OH-, Mineral tanah, air dan bahan induk. Tingkat keemasaman tanah mempengaruhi pertumbuhan tanaman,karena setiap tanaman memiliki kemasaman berbeda -beda untuk tumbuh.
BAB V PENUTUP
Dari hasil praktikum dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa warna tanah merupakan petunjuk untuk beberapa sifat tanah, karena warna tanah dipengaruhi oleh beberapa faktor yang terdapat dalam tanah seperti bahan organik. Tanah entisol kering memiliki Hue 7,5 YR, Value 5 dan Chroma 2, yang artinya tanah berwarna Brown (coklat), sedangkan tanah entisol lembab memiliki Hue 7,5 YR, Value 2,5 dan Chroma 1 yang artinya tanah berwarna Black (hitam).
Kemasaman tanah adalah ukuran aktivitas ion hidrogen dalam larutan tanah. pH tanah aktual 6,15, sedangkan pH tanah potensial 5,85 dan memiliki muatan negatif (-), kemasaman tanah sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman.
5.2 Saran
ACARA V
KONSISTENSITAS
BAB I PENDAHULUAN
Pengolongan tanah yang tepat sangat membantu keberhasilan penanaman yang diusahkan. Pengolahan tanah untuk, media pertumbuhan dan perkembangan tanaman sebaiknya dilakukan pada keadan air yang tepat, yaitu tidak terlalu kering dan tidak terlalu basah. Hal ini dimasud agar tidak merusak struktur tanah. Untuk menyatakan derajat hubungan antara partikel-partikel tanah dengan kandungann air tanah digunakan angka-angka konsistensi.
Konsistensi tanah merupakan kekuatan gaya kohesi butir-butir tanah atau gaya adhesi butir-butir tanah dengan benda lain. Hal ini ditunjukan oleh daya tahan tanah terhadap gaya yang akan mengubah bentuk. Tanah yang memiliki konsistensi yang baik mudah diolah dan tidak melekat pada alat oengelolahan tanah.Tanah dapat ditemukan dalam keadaan lembab, basah atau kering, maka penyifatan konsistensi tanah harus di sesuaikan dengan keadaan tanah tersebut.
Kadar air terendah di mana tanah masih bersifat plastis (lekat) disebut batas plastis (plastis limit) dan batas tertinggi dimana tanah masih bersifat plastis disebut batas cair (Liquid limit). Sedangkan indeks plastisitas dapat didefenisikan, indeks plastisitas, batas cair-batas plastis. Jika pengelolahan tanah dilakkukan pada kandungan air dibawah batas plastis maka tannah akan bergumpal dan pecah. Sebaliknya jika diolah diatas batas cair maka tanah akan bersifat seperti benda cair. Didalam penetappan konsistensi tanah, yang paling tepat adalah saat kadar air tanah berada diantara batas cair dan batas plastis.
1.2 Tujuan Praktikum.
Adapun tujuann dari praktikum ini adalah untuk mengetahui konsistensi tanah yaitu: Menetapkan batas cair tanah (BC), Menetapkan batas lekat tanah (BL), Menetapkan batas gulung tanah (BG), Menetapkan batas berubah warna (BBW), Menghitung jangka olah tanah (JO), Menghitung indeks plastisitas tanah (IP) dan Menghitung persediaan air maksimum dalam tanah.
Konsistensi tanah menunjukan kekeatan daya kohesi butir-butir tanah atau daya adhesi butir-butir tanah dengan bentuk lain.Hal ini ditunjukan oleh daya tahan terhadap gaya yang akan mengubah bentuk. Gaya-gaya tersebut misalnya pencangkulan,pembanjakan dan sebagianya. Tanah-tanah yang mempunyai konsistensi baik umumnya mudah diolah dan tidak melekat pada alat pengolah tanah (Hardjowigeno, 2010).
Dua faktor utama yang mempengaruhi konsistensi tanah,yakni kondisi kelengasan tanah (basah,lembab dan kering) dan teksturtanah (terutama kandungan lempung). Konsistensi tanah pentinng untuk menentukan cara pengelolahan tanah yang baik,juga penting sebagi penetrasi akar tanaman di lapisan bawah dan kemampuan tanah menyimpan lengas. Ada dua cara penentuan konsistensi tanah yaitu di lapangan dan di laboratorium berdasarkan angka-angka atterberg (Sutanto, 2005).
Konsistensi ditetapkan dalam tiga kadar air tanah, yaitu konsistensi basah, konsistensi lembab dan konsistensi kering.Konsistensi basah (pada kadar air sekitar kapasitas-lapangan(tield capacity) untuk nilai (a) derajat kelekatan tanah terhadap benda-benda yang menempelinya yaitu, dideskripsikan menjdi tidak lekat, agak lekat, lekat dan sangat lekat, serta (b) derajat kelenturan tanah terhadap perubahan bentuknya,yaitu non plastis(kaku),agak plastis, plastis dan sangat plastis. Konsistensi lembab (kadar air antara kapasitas lapangan dan kering udara), untuk menilai derajat kegemburan-keteguhan tanah,dipilih menjadi : lepas, sangat gembur, gembur, teguh, sangat teguh dan ekstrim teguh. Konsistensi kering (kadar air kondisi kering udara) untuk menilai derajat kekerasan tanah, yaitu: lepas, lunak, agak keras, keras, sangat keras dan ekstrim keras (Hanafiah, 2010).
Batas-batas Atterberg atau batas-batas konsistensi tanah adalah persen berat kadar lengas tanah yang menandai terjadinya perubahaan konsistensi secara nyata dan ditakrifkan jelas.Nilai-nilai ini terutama di gunakan dalam pekerjaan rekayasa teknik maupun secara terbatas juga digunakan dalam bidang pertanian (Grassimov,2007).
Konsistensi tanah dipengaruhi oleh tekstur, sifat dan jumlah koloid tanah organicb maupun anorganik, struktur tanah dan kadar air. Tanah bertekstur sama dapat berbeda konsistensinya karena berbeda macam lempungnya.Sifat fisik yang ditunjukan oleh konsistensi berupa keteguhan, keliatan (plasticity), dan kelekatan (stickuness) tanah (Madjid, 2009).
3.1 Waktu dan Tempat Praktikum
Praktikum ini dilaksanakan pada hari selasa, 04 Juni 2013 pada pukul 17:10-18:15 WITA, Di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Mataram.
3.2 Alat dan Bahan Praktikum. 3.2.1.Alat Praktikum
Adapun alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah; Kayu Persegi, Cawan, Botol semprot, spatula, timbangan analitik, kaca persegi, gelas beaker, oven, eksikator dan casagrande.
1. Disiapkan sempel tanah yakni jenis tanah vertisol.
2. Dimasukkan tanah kedalam gelas beaker dan ditambahkan air secukupnya dan diaduk aduk sampai membentuk pasta yang homogen.
3. Dipindahkan pasta tanah pada cawan casagrande dan di ratakan sehingga ketebalan 1 cm. 4. Dibelah pasta tanah pada cawan casagrande menjadi dua bagian mengunakan alat
colet,pembelahan di mulai dari sisi atas.
5. Diputar engkol pemutar dengan kecepatan dua putaran perdetik sampai alur menyatu sepanjang 1,27 cm.
6. Dicatat jumlah ketukan yang di dapat untuk mencapai keadaan 1,27 cm kemudian diambil contoh tanah disekitar alur yang telah menyatu untuk ditetapkan kadar lengasnya secara gravimetrik menggunakan oven 105 *C selama 12 jam.
7. Didinginkan tanah yang sudah di oven dan ditimbang beratnya,ditentukan kadar lengas tanah pada ketukan 25 untuk mencari batas cair.
3.3.2 Batas Lekat Tanah (BL)
1. Digumpalkan pasta tanah yang telah dibuat sebelumnya.
2. Digumpalkan tanah kemudian ditusuk hingga kedalaman 2,5 cm dengan kecepatan 1 perdetik dan dicabut pada kecepatan yang sama.
3. Diperiksa permukaan pengaduk sampai terlihat 1,3 atau 0,8 dari ujung penusuk dilekati tanah,kemudian ditimbang gelas baker dan di timbang tanah.
3.3.3 Menentukan Batas Gulung Tanah (BG)
1. Disiapkan sampel tanah dan di masukan ke dalam gelas beker dan ditambahkan air suling sambil diaduk merata.
2. Dibuat bentuk bola dari tanah tersebut,jika bola retak maka perlu ditambah air lagi. 3. Diulir dan digulung tanah berbentuk bola diatas bidang permukaan rata.Tanah diuli
dengan kecepatan 80 – 90 gerakan.
4. Jika tanah retak dan patah berarti indeks plastisitaslitas telah tercapai. 5. Diambil pola tanah tersebut dan dioven pada suhu 105 – 110*C. 6. Setelah dioven dikeluarkan dan ditimbang.
3.3.4 Menetapkan Batas Berubah Warna (BBW)
1. Diratakan pasta tanah pada permukaan papan dengan mengunakan tangan.
2. Dikering anginkan tanah yang sudah ditipisin pada waktu lengas menguap,maka tanah akan berubah dari bagian tepi.
3. Setelah perubahan warna kemudian di taruh tanah kedalam cawan kemudian dioven 4. Setelah dioven kemudian tanah di keluarkan dan ditimbang.
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
Tabel.1.Hasil Perhitungan kadar lengas
Konsistensi merupakan sifat fisik tanah yang menunjukkan derajat adhesi dan kohesi zarah-zarah pada tingkat kelengasan tanah. Setiap jenis tanah memiliki konsistensi tanah yang berbeda – beda. Faktor-faktor yang mempenagaruhi konsistensi tanah antara lain adalah tekstur tanah, struktur tanah, jumlah koloid–koloid organik dan anorganik, kondisi kelengasan tanah (kering, lembab dan basah), serta kandungan air tanah. Pada praktikum ini tanah yang digunakan adalah tanah vertisol.
Pada umumnya tanah vertisol memiliki konsistensi tinggi karena berhubungan erat dengan tekstur dan struktur tanah. Tekstur dan struktur tanah vertisol didominasi oleh lempung, sehingga pada saat musim hujan tanah vertisol mengembang karena banyak mengikat air, akan tetapi pada musim kemarau tanah vertisol bisa mengalami retakan.
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan.
Dari hasil pengamatan dan pembahasan dapat disimpulkan sebagia berikut:
2. Tanah vertisol merupakan tanah dengan konsistensi tinggi
3. Batas cair 50,38%,batas lekat 15,34%,batas gulung 27,55%,batas berubah warna 26,74%,Jangka olah -12,21,indeks plastisitas 22,83% dan persediaan air maksimum 0,81%.
5.1 Saran.
Sebaiknya dalam melakukan percobaan,praktikan lebih teliti agar hasil yang didapatkan lebih akurat.
DAFTAR PUSTAKA
Anna,dkk.2007.Dasar-Dasar Ilmu Tanah.Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Indonesia Timur.
Grasimmov,I.2007.Barried Soil And Loases Of The Rasian. Soil Science Jurnal.
Hanafiah,K.A.2005. Dasar-Dasar Ilmu Tanah.Rajawali Pers.Jakarta.
2010.Dasar-Dasar Ilmu Tanah.Rajawali Pers.Jakarta.
Hardjowigeno,S.2007 Ilmu Tanah CV akademi presindo. Jakarta.
2010.Ilmu Tanah. CV akademi presindo.Jakarta.
Madjid,Iskandar.2009.Tanah Dalam Prosfektif Moderinisasi.PT Soebando Qodri.Bandung.
Putra,G.R.2013.laporan Dasar ilmu Tanah.http://gentaputra.blogspot.com (diakses 28 mei 2013)
Raharjo,Cuk Suko.2005.Fisika Tanah.Mataram university Press.Mataram.
Sutanto,R.2005.Dasar-Dasar Ilmu Tanah Konsep Dan Kenyataan.Kanisius.Yogyakarta.
Sutedjo,M.dkk.2005.Pengantar Ilmu Tanah.Rieneka Cipta.Jakarta.
PRAKTIKUM LAPANGAN
PROFIL TANAH
BAB.I.PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
induk,iklim(termasuk kelembaban dan suhu). Organism (makro dan mikro) dan topografi pada suatu periode waktu tertentu.satu cirri pembeda utama adalah tanah ini kimiawi dan biologis,serta ciri-ciri lainnya berbeda di banding bahan induknya yang variasinya tergantung pada factor pembentuk tanah serta horizon0horizon tanah tersebut
Secara vartikal tanah berdifrensiasi membentuk horizon-horizon (lapisan-lapisan) yang berbeda-beda baik dalam morfologi seperti ketebalan dan warnanya, maupun karakteristik kimia fisik dan biologis masing-masing. Pada hal ini profil tanah merupakan irisan vartikel tanah dari lapisan tanah paling atas hingga ke bebatuan induk tanah (regolit), yang biasa terdiri dari horizon-horizon O-A-E-B-C. Empat lapisan teratas yang masih di pengaruhi cuaca disebut solum tanah.
Berdasarkan uraian di atas maka perlu di lakukan praktikum lapangan tentang profil tanah untuk lebih meningkatkan pemahaman kita tentang tanah sebagai media tumbuh tanaman
1.2. Tujuan Praktikum
Praktikum dasar ilmu tanah ini bertujuan untuk mengetahui profil tanah atau lapisan-lapisan tanah di suatu daerah.
BAB.II.TINJAUAN PUSTAKA
tanah memiliki cirri khas yang di pandang dari sifat-sifat fisik,kimia maupun biologisnya (Mulyadi,2007).
Batas lapisan tanah dengan lapisan lainnya dalam suatu profil tanah dapat terlihat jelas atau baur. Dalam pengamatan di lapangan ketajaman peralihan lapisan-lapisan ini dibedakan kedalam beberapa tingkatan yaitu nyata(lebar peraliha kurang dari 2,5 cm) jelas(lebar peralihan 2,5-6,5 cm) dan baur( lebar perlihan lebih dari 12.5 cm) Disamping itu bentuk fotografi dari batas horizon tersebut dapat rata,berombak,tidak teratur atau terputus(Hardjowigeno,2007).
Huruf capital O,A,E,B,C dan R merupakan notasi horizon utama atau horizon yang dominan yang berkembang dari bahan induk,tepatnya C dan R bukan sebagai “horizon” tetapi sebagai “lapisan” karena karakteristiknya tidak di hasilkan melalui proses pembentukan tanah(Sutanto,2005).
Meskipun tanah terdiri dari beberapa horizon, namun bagi tanaman yang sangan penting adalah horizon O-A (lapisan atas) yang biasanya memiliki ketebalan di bawah 30cm,bahkan bagi tanaman berakar dangkal seperti padi,palawija dan sayuran yang paling berperan adalah kedalaman di bawah 20cm.Namun bagi tatanan perkebunan dan kehutanan(pepohonan) untuk jangka panjang lapisan tanah bawah juga akan menjadi sumber hara dan air(Hanafih,2010).
Horizon O adalah lapisan teratas yang hamper seluruhnya mengandung bahan organic. Tumbuhan daratan dan jatuhan dedaunan termasuk pada horizon ini juga Humus,humus dari horizon O bercampur dengan mineral lapuk untuk membentuk horizon A,soil berwarna gelap yang kaya akan bahan organic dan aktivitas biologis,tumbuhan atau hewan,dua horizon teratas ini sering di sebut topsoil. Asam organic dan CO2 yang di produksi oleh tumbuhan yang membusuk meresap kebawah ke horizon E,atau zona pencucian dan membantu melarutkan mineral seperti besi dan kalsium (Hakim,2007).
BAB.IV.HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Pengamatan
Nomor lapisan 1 2 3 4 5 6 Dalam lapisan 22cm 9cm 10cm 17cm 6cm 8cm
Batas lapisan d g g g c g
Bentuk lapisan s w i b b b
Warna (lembab) 10YR3/2 7,5YR4/1 2,5YR4/6 10YR5/4 7,5 YR4/4 10YR7/4
Bercak
loam SCL ~ Sandy Loamsandy Sandy
Struktu r
Kekuatan w m s s m m
Ukuran vf f m m f vf
Konsistensi (basah) vs p vp p p p
Konsistensi(lembab) fr lo lo lo lo lo
distanced(d)=jelas
Batas suatu horizon dengan horizon lainnya dalam suatu profil tanah dapat terlihat jelas dan baur.Pemilihan profil tanah untuk pengambilan sample tanah harus benar-benar di perhatikan.pengambilan contoh tanah dilakukan untuk menentukan sifat-sifat tanah,baik sifat fisik,kimia,maupun biologi tanah. Setelah di lakukan pengamatan,tanah tersebut merupakan tanah dewasa karena terdiri dari enam lapisan atau horizon. Tanah ini telah digunakan untuk kegiatan budidaya tanaman atau kegiatan lainnya seperti bercocok tanam.pada setiap lapisan memiliki kedalaman,batas lapisan,bentuk lapisan,warna,bercak,tekstur,struktur dan konsistensi yang berbeda.
Pada lapisan 2 memiliki kedalaman lapisan 9cm, batas lapisan tersebut,bentuk lapisan berombak, berwarna dark grey,memiliki banyak bercak berukuran sedang dan terang,termasuk kelas tekstur lempung liat berpasir (SCL),struktur lunak bertipe baik dan berkonsistensi lepas tanah ini masih bisa di jangkau akar tanaman dan masih memiliki kandungan bahan organic bagi tanaman.
Pada lapisab 3 memiliki kedalaman 10cm, batas lapisan sedikit dengan bentuk tidak rata,berwarna merah memiliki banyak bercak,berukuran besar(kasar) dan terang,akan tetapi tekstur tidak dapat di tentukan karena sangat keras,berstruktur keras dan berukuran sedang,dengan konsistensi sangat plastis. Dari warna, tanah ini memiliki kandungan besi yang sangat tinggi, dan dari tekstur dan strukturnya tidak dapat di jangkau tanaman karna sangat keras.
Pada lapisan 4 memiliki kedalaman 17cm, dengan batas lapisan sedikit berbentuk merekah,bercak tidak dapat di amati,memiliki tekstur pasir dengan struktur kuat berukuran sedang berkonsistensi plastis dan lepas.
Pada lapisan 5 memiliki dedalaman 6cm batas lapisan clear berwarna coklat(brown) memiliki bercak banyak dan kasar berwarna terang,tekstur pasir berlempung,struktur lunak dan baik serta berkonsistensi plastis dan lepas.
Pada lapisan 6 memiliki kedalaman 8cm, batas tersebar,bentuk merekah,berwarna very pole brown bercak tidak dapat di amati,bertekstur pasir dengan struktur lunak dan sangat baik,konsistensi plastis dan lepas.
BAB V PENUTUP
5.1.Kesimpulan
Dari hasil pengamatan dan pembahasan dapat di simpulkan bahwa profil tanah terdiri dari 6 horizon, horizon 1 yaitu yang memiliki paling banyak bahan organik, horizon 2 yaitu horizon yang masih bisa di tembus akar tanaman,horizon 3 yaitu horizon yang mengandung oksida besi,horizon 4 yaitu tanah pasir, horizon 5 yaitu tanah bertekstur pasir berlempung, horizon 6 tanah pasir.
5.2.Saran