NAMA : FIRNANDA NIM : 2014017134 KELAS : 4A1
AUDIT TERHADAP SIKLUS PRODUKSI: PENGUJIAN SUBSTANTIF TERHADAP SALDO SEDIAAN
DESKRIPSI SEDIAAN
Sediaan merupakan unsur aktiva yang disimpan dengan tujuan untuk dijual dalam kegiatan bisnis yang normal atau barang-barang yang akan dikonsumsi dalam pengolahan produk yang akan dijual. Kekayaan perusahaan yang tidak dimasukkan ke dalam kelompok sediaan karena kekayaan tersebut tidak dijual dalam kegiatan bisnis normal perusahaan adalah sediaanyang menunggu saat penjualan dan surat berharga yang disimpan untuk dijual di kemudian hari. Di dalam perusahaan dagang , sediaan terutama terdiri dari sediaan barang dagangan. Dalam perusahaan manufaktur, sediaan terdiri dari sediaan bahan baku dan bahan penolong, sediaan produk dalam proses, sediaan produk jadi, sediaan suku cadang, dan bahan habis pakai pabrik (factory supplies)
Sediaan umumnya mendapat perhatian yang lebih besar dari auditor di dalam auditnya karena berbagai alasan berikut ini:
1. umumnya sediaan merupakan komponen aktiva lancar yang jumlahnya cukup material dan merupakan objek manipulasi serta tempat terjadinya kesalahan-kesalahan besar
2. penentuan besarnya nilai sediaan secara langsung mempengaruhi kos barang yang dijual (cost of good sold) sehingga berpengaruh pula terhadap perhitungan laba tahun yang bersangkutan
3. verifikasi kuantitas, kondisi, dan nilai sediaan merupakan tugas yang lebih kompleks dan sulit disbanding dengan verifikasi sebagian besar unsur laporan keuangan yang baik
4. seringkali sediaan disimpan di berbagai tempat sehingga menyulitkan pengawasan dan perhitungan fisiknya
5. adanya berbagai macam sediaan menimbulkan kesulitan bagi auditor dalam melaksanakan auditnya
PRINSIP AKUNTANSI BERTERIMA UMUM DALAM PENYAJIAN SEDIAAN DALAM NERACA
Sebelum membahas pengujian substantive terhadap sediaan, perlu diketahui terlebih dahulu prinsip akuntansi berterima umum dalam penyajian sediaan di neraca berikut ini:
1. laporan keuangan harus menjelaskan bahwa sediaan di nilai dengan lower of cost or market dan harus menyebutkan metode yang digunakan dalam menentukan kos sediaan
tanda kurung. Kos pengganti kini (current replacement cost ) harus dicantumkan dalam laporan keuangan untuk sediaan yang kosnya ditentukan berdasarkan metode masuk terakhir, keluar pertama.
3. akibat perubahan metode penilaian sediaan terhadap perhitungan rugi laba tahun yang harus di audit harus di jelaskan dalam laporan keuangan dan auditor harus menyatakan perkecualian mengenai konsistensi penerapan prinsip akuntansi berterima umum dalam laporan audit.
4. penjelasan yang lengkap harus di buat dalam laporan keuangan jika sediaan digadaikan sebagai jaminan utang yang ditarik oleh klien
5. jika jumlahnya material, sediaan dalam perusahaanmanufaktur harus dikelompokkan menurut kelompo utama berikut ini: sediaan produk jadi, sediaan produk dalam proses, dan sediaan bahan baku. Penyajian kelompok sediaan tersebut dalam neracaberdasarkan urutan likuiditasnya
6. perjanjian pembelian harus dijelaskan dalam laporan keuangan, jika jumlahnya material atau bersifat luar biasa
7. cadangan untuk menghadapi kemungkinan turunnya harga sediaan setelah tanggal neraca harus dibentuk dengan menyisihkan sebagian laba yang ditahan. Cadangan ini tidak boleh dikurangkan dari sediaan, namum harus disajikan sebagai pengurang akun laba ditahan
TUJUAN PENGUJIAN SUBSTANTIF TERHADAP PERSEDIAAN Tujuan audit terhadap sediaan adalah:
1. memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan dengan sediaan 2. membuktikan asersi keberadaan sediaan yang di cantumkan di neraca dan keterjadian transaksi yng berkaitan dengan sediaan
3. membuktikan asersi kelengkapan transaksi yang berkaitan dengan sediaan yang dicatat dalam catatan akuntansi dan kelengkapan saldo sediaan yang disajiakn di neraca
4. membuktikan asersi hak kepemilikan klien atas sediaan yang dicantumkan di neraca 5. membuktikan asersi penilaian sediaan yang dicantumkan di neraca
6. membuktikan asersi penyajian dan pengungkapan sediaan di neraca
PROGRAM PENGUJIAN SUBSTANTIF TERHADAP SALDO SEDIAAN • Prosedur audit awal
Sebelum membuktikan apakah saldo sediaan yang dicantumkan oleh klien di neracanya sesuai dengan sediaan yang benar-benar ada pada tanggal neraca, auditor melakukan rekonsiliasi antara informasi sediaan yang dicantumkan di neraca dengan catatan akuntansi yang mendukungngya. Rekonsiliasi ini perlu dilakukan agar auditor memperoleh keyakinan bahwa informasi sediaan yang dicantumkan di neraca di dukung dengan catatan akuntansi yang dapat di percaya.oleh karena itu, auditor melakukan 5 prosedur audit berikut ini dalam melakukan rekonsiliasi informasi sediaan di neraca dengan catatan akuntansi yang bersangkutan
1. usut saldo sediaan yang tercantum di neraca ke saldo akun sediaan yang bersangkutan di dalam buku besar
2. hitung kembali saldo akun sediaan di buku besar
3. usut saldo awal akun sediaan ke kertas kerja tahun yang lalu
4. usut posting pendebitan dan pengkreditan akun sediaan ke jurnal yang bersangkutan 5. lakukan rekonsiliasi buku pembantu sediaan dengan akun control sediaan di buku besar • Prosedur analitik
Prosedur analitik ini merupakan pengecekan secara menyeluruh mengenai kewajaran sediaan yang disajikan di neraca. Dalam prosedur ini, auditor menghitung berbagai ratio yang bersangkutan dengan sediaan, misalnya tingkat perputaran berbagai kelompok sediaan, dan jika terdapat fluktuasi ratio tertentu dan ratio tahun sebelumnya, auditor berkewajiban mendapatkan penjelasan mengenai penyebab terjadinya fluktuasi ratio tersebut. Hubungan antara tingkat perputaran sediaan, tingkat sediaan pada tanggal neraca, dan volume penjualan semuanya harus mendukung pengujian pengujian substantive yang telah dilakukan oleh auditor.
Ratio berikut ini seringkali digunakan oleh auditor dalam pengujian analitik terhadap sediaan: Ratio Formula
1. Tingkat perputaran sediaan kos produk yang dijual + rerata saldo sediaan produk jadi Sediaan produk jadi kos produksi + rerata saldo sediaan produk dalam proses Sediaan produk dalam proses biaya bahan baku + rerata saldo sediaan bahan baku
Sediaan bahan baku kos produk yang dijual + rerata saldo sediaan barang dagangan Sediaan barang dagangan sediaan + aktiva lancar
2. Ratio sediaan dengan aktiva lancar
3. Ratio laba bruto dengan hasil penjualan laba bruto + hasil penjualan bersih
• Pengujian terhadap transaksi rinci
Keandalan saldo sediaan sangat di tentukan oleh keterjadian transaksi berikut ini yang di debit dan di kreditkan ke dalam akun piutang usaha:
a. Transaksi pembelian b. Transaksi penjualan, dan c. Transaksi pemakaian
Di samping itu, keandalan saldo akun sediaan ditentukan pula oleh ketetapan pisah batas yang digunakan untuk mencatat berbagai transaksi tersebut di atas. Oleh karena itu, auditor melakukan
pengujian substantive terhadap transaksi rinci yang mendebit dan mengkredit akun sediaan dan pengujian pisah batas yang digunakan untuk mencatat transaksi yang berkaitan dengan akun tersebut.
Periksa sampel transaksi yang tercatat dalam akun sediaan ke dokumen yang mendukung timbulnya transaksi tersebut
Prosedur audit ini di mulai dengan auditor dari buku pembantu sediaan . pengujian dilaksanakan dan mengambil sampel berikut ini:
1. sampel akun sediaan yang akan diperiksa transaksi mutasinya 2. sampel transaksi yang dicatat dalam akun sediaan pilihan
Pengujian pisah batas transaksi yang berkaitan dengan sediaan
Verifikasi pisah batas dimaksudkan untuk membuktikan apakah klien menggunakan pisah batas yang konsisten dalam memerhitungkan transaksi pembelian, penjualan , dan pemakaian sediaanyang termasuk dalam tahun yang di audit disbanding dengan tahun yang sebelumnya. Jika klien tidak menggunakan tanggal pisah batas yang konsisten, akibatnya adalah transaksi pembelian, penjualan, dan pemakaian sediaan yang seharusnya diakui sebagai pendapatan atau biaya dalam tahun yang diaudit. Di lain pihak, transaksi pembelian, penjualan dan pemakaian dalam tahun yang diaudit dapat diakui oleh klien sebagai pendapatan atau biaya tahun berikutnya . dengan demikian, jika klien tidak konsisten dalam
menggunakan tanggal pisah batas , perhitungan rugi laba tahun yang diaudit akan terpengaruh langsung. Oleh karena itu, auditor melakukan pemeriksaan terhadap transaksi pembelian, penjualan, dan pemakaian sediaan dalam beberapa minggu sebelum dan sesudah tanggal neraca, untuk menentukan perlakuan yang tepat terhadap pengakuan pendapatan dan biaya.
• Pengujian terhadap saldo akun rinci
Pengamatan terhadap perhitungan fisik persediaan
Untuk membuktikan asersi (1) keberadaan atau keterjadian, (2) kelengkapan, dan (3) penilaian sediaan, auditor melakukan pengamatan terhadap perhitungan fisik sediaan. Prosedur audit yang ditempuh oleh auditor dalam melaksanakan pengamatan terhadap perhitungan fisik sediaan adalah: (1) memeriksa intruksi tertulis mengenai perhitungan fisik sediaan ,(2) melakukan pengamatan terhadap perhitungan fisik sediaan yang dilakukan oleh klien.
Kirimkan surat konfirmasi sediaan yang disimpan di gudang pihak luar
luar, auditor perlu mengirimkan surat konfirmasi kepada perusahaan yang menyimpan sediaan tersebut. Prosedur audit ini ditujukan untuk membuktikan asersi berikut ini :
1. keberadaan atau keterjadian 2. kelengkapan
3. hak kepemilikan
• Pemeriksaan penyajian dan pengungkapan sediaan di neraca