• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ornamen Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh Kajian: Semiotika

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Ornamen Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh Kajian: Semiotika"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

ORNAMEN MASJID RAYA BAITURRAHMAN BANDA ACEH

KAJIAN: SEMIOTIKA

SKRIPSI SARJANA O

L E H

ROZA FAHKHRUNNISA 110704030

DEPARTEMEN SASTRA ARAB

FAKULTAS ILMU BUDAYA

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2016

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)

ii

UCAPAN TERIMA KASIH

Alhamdulillah, syukur tiada henti peneliti hanturkan kepada Allah SWT, Rabb Semesta Alam, hanya kepada-Nya lah semua akan kembali. Shalawat dan

salam teruntuk pelita sepanjang masa, Nabi Muhammad SAW yang telah

menuntun umat dengan cahaya terang benderang. Teristimewa peneliti ucapkan

terima kasih kepada orang tua peneliti Ayahanda Sulaiman, S.KM. (alm.) dan

Ibunda Jasnyati yang senantiasa memberikan kasih sayang, doa, dan motivasi

yang tiada henti kepada penulis.

Pada kesempatan ini, sebagai ungkapan rasa bahagia dan syukur yang tak

terhingga, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah

membantu penulis sehingga terwujudnya tulisan ini. Rasa terima kasih tersebut

penulis sampaikan kepada:

1. Bapak Dekan Fakultas Ilmu Budaya USU, DR. Budi Agustono, M.S., serta

Pembantu Dekan I, II, dan III yang telah memberikan kesempatan dan

fasilitas kepada peneliti untuk mengikuti pendidikan program sarjana di

Fakultas Ilmu Budaya USU.

2. Ketua dan Sekretaris Jurusan Program Studi Sastra Arab, Dra. Pujiati,

M.Soc., Ph.D. dan Dra. Fauziah, M.A.

3. Ibu Dra. Murniati, M.Hum, terima kasih telah menjadi penesehat akademik

peneliti selama peneliti menempuh pendidikan di Universitas Sumatera Utara.

4. Dosen pembimbing I dan II, ibu Dra. Khairawati, M.A., Ph.D. dan ibu Dra.

Fauziah, M.A. yang dengan penuh perhatian telah memberikan dorongan,

bimbingan, dan pengarahan kepada peneliti sehingga skripsi ini dapat peneliti

rampungkan.

(8)

iii 5. Seluruh staf pengajar Program Studi Sastra Arab USU yang telah mendidik

peneliti dan menuangkan ilmunya selama masa perkuliahan.

6. Untuk bang Dika selaku staf administrasi, yang telah memberikan banyak

bantuan dari awal perkuliahan sampai saat ini.

7. Yang tersayang kepada adik peneliti, Fathir Al- Fackri serta keluarga besar

peneliti atas doa, dukungannya.

8. Kepada Ayahanda dan Ibunda mertua, Bapak Muhammad Syarif dan Ibu

Kamaliah yang selalu memberikan doa, dukungan dan motivasinya selama

ini.

9. Spesial untuk suami tercinta, Hermansyah terima kasih atas doa, motivasi,

perhatian dan pengertian yang selalu diberikan setiap harinya, selalu setia

menemani selama penelitian ini berlangsung dan sabar mengurusi segala hal

rumah tangga ketika peneliti sedang menyelesaikan penelitian ini. Dan terima

kasih kepada calon anak bunda (peneliti) yang masih dalam kandungan

sudah sangat pengertian selama penelitian berlangsung hingga selesai.

10.Untuk sahabat selama 6 (enam) tahun di Oemar Diyan sampai sekarang,

Amah, Ghina, Wede, Naja, Ara, Ayu, Asirah, Naji, Ocut, Rara.

11.Teman-teman kost TD 10, kak Ija, kak Ade, kak Upa, Lina, Shinta, Risa dan

Nisa yang selalu menemani hari-hari penulis.

12.Teman-teman Sobat Bumi, IPTR dan Tim Tari yang selalu memberi

semangat untuk menyelesaikan skripsi ini, maaf tidak bisa disebut satu

persatu.

13.Kepada Indah Dwi Naya, sudah menjadi teman seperantauan yang baik

selama ini.

(9)

iv 14.Kepada Dinda Deswita yang selalu ada ketika susah dan senang dan terima

kasih telah menemani peneliti selama penelitian lapangan di Banda Aceh.

15.Teman-teman Sastra Arab USU Angkatan 2011, Tika, Ayu, Hani, Dini, Puja,

Suci, Bibah, Fitri, Ratih, Suarti, Nisa, Wita, Lia, Alfi, Dilla ,Desi, Andi,

Dana, Maulana, Nuriza, Tomy, Fadda, Supri, Reza, dan Nurdin. Semoga

silaturrahmi kita tetap terjaga selamanya. Amin.

16.Kakak-kakak senior dan adik-adik junior semua yang tidak bisa disebutkan

satu persatu.

Peneliti berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan

peneliti selanjutnya. Semoga Allah selalu membimbing dan menyertai setiap

langkah kita. Amin.

(10)

v

PEDOMAN TRANSLITERASI

Pedoman transliterasi yang digunakan adalah Sistem Translitrasi Arab

Latin berdasarkan SKB Menteri Agama dan Menteri P & K RI No. 158 Tahun

1987 dan no. 0543 b/U/1987 tertanggal 22 Januari 1988.

I. Konsonan Tunggal

Huruf Arab Nama Huruf Latin Keterangan

(11)

vi

ء Hamzah ‘ Apostrof, tetapi lambang ini tidak dipergunakan untuk

hamzah di awal kata

Y -

II. Konsonan Rangkap

Konsonan rangkap, termasuk tanda syaddah, ditulis rangkap

Contoh:

ﺔﻳ

ﻢﺣﺍ

ditulis Ahmadiyyah

III. Tā Marbūtah di akhir kata

1. Bila dimatikan ditulis h, kecuali kata-kata Arab yang sudah terserap menjadi bahasa Indonesia, seperti salat, zakat, dan

sebagainya.

(12)

vii Contoh :

ﺔﻋﺎﻤﺟ

ditulis jama’ah

2. Bila dihidupkan ditulis l

Contoh :

ء

ﻱﺍ

ﻝﻭﻻﺍ ﺔﻣﺍﺮﻛ

ditulis karāmatul-‘auliyā

IV. Vokal Pendek

Fathah ditulis a, kasrah ditulis i, dan dammah ditulis u.

V. Vokal Panjang

A panjang ditulis ā, i panjang ditulis , dan u panjang ditulis ū.

Masing-masing dengan tanda hubung ( - ) di atasnya.

VI. Vokal Rangkap

Fathah + tanpa dua titik yang dimatikan ditulis ai, dan fathah +

wāwu mati ditulis au.

VII. Vokal-vokal Pendek yang Berurutan dalam Satu Kata

Dipisahkan dengan apostrof ( ‘ )

Contoh :

ﻢﺘﻧﺃﺃ

ditulis a’antum

ﺚﻧﺆﻣ

ditulis mu’annas

VIII. Kata Sandang Alif+Lam

1. Bila diikuti huruf qamariyah ditulis

al-Contoh :

ﻥﺍ

ﻖﻟﺍ

ditulis Al-Qur’ān

(13)

viii 2. Bila diikuti huruf syamsiyyah, huruf l diganti dengan huruf

syamsiyyah yang mengikutinya. Contoh :

ﺔﻌﻴﺸﻟﺍ

ditulis asy-Syῑ’ah

IX. Huruf Besar

Penulisan huruf besar disesuaikan dengan EYD

X. Kata dalam Rangkaian Frasa atau Kalimat

1. Ditulis perkata, atau

2. Ditulis menurut bunyi atau pengucapannya dalam rangkaian

tersebut.

Contoh :

ﻡﻼﺳﻻﺎﺨﻴﺷ

ditulis Syaikh al-Islām atau Syaikhul-Islām.

(14)

ix

BAB III METODELOGI PENELITIAN ... 30

3.1 Lokasi Penelitian ... 30

3.2 Waktu Penelitian ... 30

3.3 Populasi dan Sampel ... 31

3.4 Metode Penelitian ... 31

3.5 Alat dan Teknik Pengumpulan Data ... 32

(15)

x

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 33

4.1 Sejarah Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh ... 33

4.2 Deskripsi Bangunan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh ... 35

4.2.1 Pagar dan Gerbang ... 35

4.3 Analisis Semiotika Pada Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh ... 41

4.3.1 Analisis Jenis dan Bentuk Ornamen Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh ... 41

4.3.1.2Jenis dan Bentuk Ornamen Arab ... 41

4.3.2 Analisis Tanda Denotatif dan Konotatif Ornamen Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh ... 55

4.3.2.1 Tanda Denotatif dan Konotatif Ornamen Arab ... 55

BAB V SIMPULAN DAN SARAN ... 75

(16)

xi

5.1 Simpulan ... 75

5.2 Saran ... 76

DARTAR PUSTAKA ... 77

LAMPIRAN I ... 80

LAMPIRAN II ... 82

LAMPIRAN III ... 85

LAMPIRAN IV ... 87

(17)

xii

Gambar 7 : Ornamen Bungong meusingklet ... 22

Gambar 8 : Ornamen Bungong seulanga, bungong meulu 1, bungong meulu 2, bungong jeumpa, pucok paku dan on paku ... 23

Gambar 9: Bungong kalimah ... 23

Gambar 10: Bungong sagoe dan bungong awan si tangke ... 24

Gambar 11: Bungong pucok reubong dan bungong ajoe-ajoe ... 24

Gambar 12: Pagar Masjid Raya Baiturrahman ... 36

Gambar 13: Gerbang Masjid Raya Baiturrahman ... 37

Gambar 14: Serambi Utama Masjid Raya Baiturrahman ... 38

Gambar 15: Mihrab Masjid Raya Baiturrahman ... 39

Gambar 16: Mimbar Masjid Raya Baiturrahman ... 40

Gambar 17 : Tempat Wudhu Masjid Raya Baiturrahman ... 41

Gambar 18: Menara Masjid Raya Baiturrahman ... 42

Gambar 19: Ornamen Floralis Pada Bagian Atas Lengkungan Masjid ... 43

Gambar 20 : Ornamen Floralis Pada Bagian Depan Serambi Masjid ... 44

Gambar 21 : Ornamen Geometris Pada Bagian Plafon Ruang Utama ... 44

Gambar 22: Ornamen Geometris Pada Lengkungan Dinding Masjid ... 45

Gambar 23: Ornamen Geometris Pada Dinding Sisi Kanan dan Kiri Mihrab Masjid ... 45

(18)

xiii Gambar 24: Ornamen Geometris Pada Plafon Ruang Utama di Bagian

Depan Mihrab Masjid ... 46

Gambar 25: Ornamen Geometris Pada Jendela Ruang Utama Masjid ... 46

Gambar 26: Ornamen Geometris Pada Dinding Depan Ruang Utama Masjid ... 47

Gambar 27: Ornamen Geometris Pada Dinding Gerbang Masjid ... 47

Gambar 28: Ornamen Geometris Pada Plafon Ruang Utama Masjid ... 47

Gambar 29: Ornamen Geometris Pada Plafon Ruang Utama Masjid ... 48

Gambar 30: Ornamen Geometris Pada Dinding Atas Plafon ... 48

Gambar 31: Ornamen Geometris Pada Pintu Masuk ke Ruang Utama Masjid ... 49

Gambar 32: Ornamen “Puta Taloe” Pada Dinding Depan Ruang Utama Masjid ... 49

Gambar 33: Ornamen “Puta Taloe” Pada Mihrab Masjid ... 50

Gambar 34: Ornamen “Awan si on” Pada Jendela Masjid ... 50

Gambar 35: Ornamen “Rante” Pada Dinding Depan Ruang Utama Masjid ... 51

Gambar 36: Ornamen “Pucok reubong” Pada Leher Kubah Masjid ... 51

Gambar 37: Ornamen “Pucok reubong” Pada Bagian Bawah Atap Masjid ... 52

Gambar 38: Ornamen “Pucok reubong” Pada Tabir Masjid ... 52

Gambar 39: Ornamen “Pucok reubong” Pada Tiang Masjid ... 52

Gambar 40: Ornamen “Awan Meucanek” Pada Pintu Masuk Ruang Utama Masjid ... 53

Gambar 41: Ornamen “Bungong ajoe-ajoe” Pada Tiang Masjid ... 53

Gambar 42: Ornamen “Rante” Pada Tiang Masjid ... 54

Gambar 43: Ornamen “Bungong Meusingklet” Yang Terdapat Pada Mihrab Masjid ... 54

Gambar 44: Ornamen “Bulen Bintang” Pada Mimbar Masjid ... 55

Gambar 45: Ornamen “Awan meucanek” Pada Mimbar Masjid ... 55

(19)

xiv

Gambar 46 : Ornamen Floralis Pada Bagian Atas Lengkungan Masjid ... 56

Gambar 47: Ornamen Floralis Pada Bagian Atas Serambi Masjid ... 56

Gambar 48: Ornamen Geometris Pada Bagian Plafon Ruang Utama Masjid ... 57

Gambar 49: Ornamen Geometris Pada Lengkungan Dinding Masjid ... 58

Gambar 50: Ornamen Geometris Pada Dinding Sisi Kanan dan Kiri Mihrab Masjid ... 78

Gambar 51: Ornamen Geometris Pada Plafon Ruang Utama di Bagian Depan Mihrab Masjid ... 60

Gambar 52: Ornamen Geometris Pada Jendela Ruang Utama Masjid ... 61

Gambar 53: Ornamen Geometris Pada Dinding Depan Ruang Utama Masjid ... 62

Gambar 54 : Ornamen Geometris Pada Dinding Gerbang Masjid ... 62

Gambar 55 : Ornamen Geometris Pada Plafon Ruang Utama Masjid ... 63

Gambar 56: Ornamen Geometris Pada Plafon Ruang Utama Masjid ... 64

Gambar 57 : Ornamen Geometris Pada Dinding Atas Plafon ... 65

Gambar 58 : Ornamen Geometris dan Floralis Pada Pintu Masuk ke Ruang Utama Masjid 66 Gambar 59: Ornamen “Puta Taloe” Pada Dinding Depan Ruang Utama Masjid ... 67

Gambar 60: Ornamen “Puta Taloe” Pada Mihrab Masjid ... 67

Gambar 61: Ornamen “Awan Si On” Yang Terdapat Pada Jendela Masjid ... 68

Gambar 62 : Ornamen “Rante” Pada Dinding Depan Ruang Utama Masjid ... 69

Gambar 63: Ornamen “Pucok Reubong” Pada Leher Kubah Masjid ... 69

Gambar 64 : Ornamen “Pucok Reubong” Pada Bagian Bawah Atap Masjid ... 70

Gambar 65: Ornamen “Pucok reubong” Pada Tabir Masjid ... 70

Gambar 66 : Ornamen “Pucok Reubong” Pada Pangkal Tiang Masjid ... 71

Gambar 67 : Ornamen “Awan Meucanek” Pada Pintu Masuk Ruang Utama Masjid ... 72

Gambar 68: Ornamen “Bungong ajoe-ajoe” Pada Pangkal Tiang Masjid ... 72

(20)

xv

Gambar 69: Ornamen “Bungong Meulu” Yang Terdapat Pada Tiang Masjid ... 73

Gambar 70: Ornamen “Bungong Meusingklet” Pada Mihrab Masjid ... 74

Gambar 71 : Ornamen “Bulan Bintang” Pada Mimbar Masjid ... 74

Gambar 72: Ornamen “Awan Meucanek” Yang Terdapat Pada Mimbar Masjid ... 97

Gambar 73: Masjid Raya Baiturrahman 1(Satu) Kubah Tahun 1885 ... 86

Gambar 74 : Masjid Raya Baiturrahman 3(Tiga) Kubah Tahun 1935-1936 ... 86

Gambar 75 : Masjid Raya Baiturrahman 5(Lima) Kubah Tahun 1958-1967 ... 86

Gambar 76 : Masjid Raya Baiturahman 7(Tujuh) Kubah ... 87

Gambar 77 : Rencana Rekonstruksi Masjid Raya Baiturrahman (2015-2017) ... 87

(21)
(22)

xvii

ABSTRAK

Roza Fahkhrunnisa. 2016. Ornamen Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Kajian:Semiotika

Medan. Departemen Sastra Arab, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara. Penelitian ini membahas tentang ornamen yang ada di bangunan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh melalui pendekatan semiotika. Semiotika adalah ilmu yang mempelajari tentang tanda bahasa dan selain bahasa (non bahasa). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk dan jenis ornamen yang terdapat pada Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh dan mengetahui tanda-tanda semiotika pada Masjid Raya Baiturrahman. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang menggunakan metode deskriptif yang didukung oleh riset kepustakaan dengan memperoleh data dari buku-buku yang relevan di bidang ilmu tersebut. Penulis menggunakan teori Roland Barthes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 27 bentuk ornamen Arab dengan pola geometris dan floralis.

Referensi

Dokumen terkait

Ornamen Melayu dengan Bentuk Floralis terdapat pada Masjid Azizi Langkat sebanyak 16 buah yaitu ornamen “Pucuk Rebung” pada atap serambi masjid, ornamen “Bunga Ketola”,

PROSEDUR PEMESANAN KALIGRAFI DAN ORNAMEN MASJID PADA CV. GUNTOMARA

pada Masjid Azizi Langkat, yaitu: Ornamen Cina dengan Bentuk geometris. sebanyak 1 buah yaitu ornamen “Meander” pada daun

Masjid Raya Baiturrahman dianggap salah satu tempat pernikahan yang menjadi pilihan bagi calon pasangan yang ingin melangsungkan pernikahan, oleh sebagian masyarakat Aceh khususnya

Saya masuk Islam bukan tertarik dengan Masjid Raya Baiturrahman, tetapi karena waktu itu saya menemukan ada yang lebih sempurna dari pada yang tidak saya pelajari, karena hanya di

Penelitian ini membahas tentang ornamen pada bangunan Masjid Raya Al-Osmani Medan Labuhan Kota Medan melalui pendekatan Semiotika dengan menggunakan teori Thomas Sanders

Penelitian ini membahas tentang ornamen pada bangunan Masjid Raya Al-Osmani Medan Labuhan Kota Medan melalui pendekatan Semiotika dengan menggunakan teori Thomas Sanders

Pada Masjid Raya Al-Osmani Medan Labuhan Kota Medan ( Kajian Semiotika) ” adalah.