• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proposal Kerja Praktek Individu di PLN A

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Proposal Kerja Praktek Individu di PLN A"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KERJA PRAKTEK

DISUSUN OLEH :

RIZKI SURYANDIKA SAKTI

(2102137095)

PROGRAM STUDI D-II TEKNIK INFORMATIKA

AKADEMI KOMUNITAS NEGERI PONOROGO

TAHUN 2015

(2)

PT. PLN (PERSERO) AREA PONOROGO

Oleh :

Rizki Suryandika Sakti 2102137095

Menyetujui, Dosen Pembimbing

AGUS WIBOWO NIP : 19791006 200903 1004

Mengetahui,

Koordinator Kerja Praktek

Ketua Program Studi

Drs. Bambang Suwarno, SST Nanik Nuryantini, S.Pd NIP. 19679604 199802 1 005 NIP. 19760517 200701 2 013

(3)

Puji Syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan berkat dan rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Kerja Praktek di PT. PLN (PERSERO) AREA PONOROGO. Yang dilaksanakan mulai tanggal 24 November sampaidengan 19 Desember 2014 dengan judul “SISTEM MONITORING NEGOSIASI HARGA PT. PLN (PERSERO) AREA PONOROGO”.

Kerja Praktek ini merupakan salah satu persyaratan kurikulum yang harus ditempuh oleh mahasiswa Jurusan Teknik Informatika AKNP (Akademi Komunitas Negeri Ponorogo). Dan juga sebagai sarana pembelajaran dan pendalaman untuk menyesuaikan ilmu pengetahuan teoritis yang diterima di perkuliahan dengan pengetahuan nyata di dunia kerja.

Kami menyusun laporan kerja ini berdasarkan studi literature pengamatan dan wawancara pada narasumber yang bersangkutan. Demikian laporan kerja praktek ini disusun. Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan laporan ini. Oleh karena itu kami mengharapkan adanya masukan dari semua pihak demi sempurnanya laporanini. Semoga Laporan Kerja Praktek ini dapat bermanfaat bagi yang membacanya.

Ponorogo, 20 Desember 2014

Penulis

DAFTAR ISI

(4)

Kata Pengantar ... ii

Daftar Isi ... iii

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang... 1

1.2. Rumusan Masalah ... 2

1.3. Batasan Masalah ... 2

1.4. Tujuan ... 3

1.4.1. Tujuan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian... 3

1.4.2. Tujuan Kerja Praktek ... 3

1.5. Manfaat ... 3

1.5.1. Manfaat Bagi Mahasiswa... 3

1.5.2. Manfaat Bagi Badan Pusat Statistik Kab. Ponorogo... 4

1.5.3. Manfaat Bagi Pembaca ... 4

1.6. Metodologi Pengumpulan Data ... 4

1.7. Sistematika Penulisan ... 5

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Sejarah Singkat PT. PLN (PERSERO) ... 7

2.1.1. Masa Kolonial Belanda ... 7

2.1.2. Masa Pemerintahan Jepang ... 7

2.1.3. Masa Indonesia Merdeka 1945 sampai Sekarang ... 8

2.2. Struktur Organisasi PT. PLN (PERSERO) Ponorogo... 9

2.3. Tugas Fungsi dan Wewenang... 9

(5)

BAB III PEMBAHASAN KERJA PRAKTEK

3.1. Analisa Tentang Perusahaan ... 11

3.1.1. Kondisi Kerja Instansi ... 11

3.1.2. Kondisi Layanan yang Dijalankan ... 11

3.2. Kegiatan Kerja Praktek ... 11

3.3. Analisa Sistem Informasi Monitoring Negosiasi Harga ... 14

3.3.1 Perancangan sistem dalam pengumpulan data ... 14

3.3.2 Perancangan proses ... 15

3.3.2.1 Diagram Konteks...15

3.3.2.2 Data Flow Diagram (DFD)...16

3.3.3 Cara Kerja ... 17

3.3.4 Penyusunan Database...18

3.4 Teori Penunjang ...18

3.4.1 PHP ...18

3.4.2 MySQL ...20

3.4.3 PHP MyAdmin...23

3.4.4 XAMPP...23

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Tabel Database ... 24

4.2 Struktur Tabel Database ... 25

4.2.1 Tabel data inputan negosiasi harga...25

(6)

4.2.3 Tabel data log aktivitas...26

4.2.4 Tabel data upload file, gambar, dan rar...26

4.3 Implementasi Monitoring Negosiasi Hatga...27

4.3.1 Halaman Login...27

4.3.2 Halamana Beranda Admin...28

4.3.3 Halaman Tabel User...28

4.3.4 Halaman Input User Baru...29

4.3.5 Halaman Beranda pada Operatoe...29

4.3.6 Halaman Tabel Data pada Operator...30

4.3.7 Deskripsi dari Tabel Data Operator ini...31

4.3.8 Halaman Tabel Data dan Wewenang pada Operator...32

4.3.9 Halaman Tambah Data pad Operator...34

BAB V 6.1 Kesimpulan ... 21

6.2 Saran ... 23

6.3 Penutup... 23

(7)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Teknologi Informasi sedang berkembang pesat saat ini. Kecanggihan teknologi sekarang khususnya teknologi informasi telah mampu membantu manusia dalam pengambilan/pengumpulan data, pengolahan data, penyebaran informasi hingga membantu dalam pengambilan keputusan. Kemampuan tersebut membuat pekerjaan manusia dapat diselesaikan dengan cepat dan mudah.

Ketersediaan informasi yang cepat, akurat dan menyeluruh disamping akan membantu dalam proses pelayanan pelanggan, juga akan sangat membantu dalam membenahi managerial perusahaan. PT. PLN (Persero) adalah BUMN yang menangani aspek kelistrikan yang ada di Indonesia. Penyaluran tenaga listrik ke pelanggan merupakan tugas pokok dari PT. PLN (Persero). PLN berusaha untuk terus meningkatkan kualitas layanan bagi seluruh komponen masyarakat Indonesia dalam menyediakan listrik bagi kepentingan umum.

(8)

Ponorgo menginginkan bahan kelistrikan itu datang dengan cepat dan sesuai dengan yang diperlukan. Pada tahun 2012, PLN menambahkan sebuah visi yaitu NO SUAP, yang artinya PLN bersih dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Untuk menghindari dari tindaka curang dalam pembelian bahan kelistrikkan diperlukan sebuah laporan rincian harga dan juga melakukan negosiasi harga terhadap barang yg di beli oleh perusahaan lain, agar PLN APJ Ponorgo bisa mendapatkan keuntungan dari negosiasi harga tersebut dan bisa mengurangi anggaran PLN APJ Ponorgo.

Selama ini PLN APJ Ponorgo masih mengunakan cara senderhana dan bersifat manual, yaitu menggunakan Ms. Excel dan Ms word, sehingga pengelolaan data harga tidak terlalu besar dan harus memperhatikan urutan pengerjaan data masuk barang yang telah dibeli oleh PLN APJ Ponorgo.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana cara membuat sistem informasi negosiasi harga pada PT. PLN APJ Ponorgo?

2. Bagaimana sistem informasi ini bisa digunakan dengan mudah oleh pegawai PT. PLN APJ Ponorogo?

3. Apakah sistem informasi ini dapat mempermudah pendataan barang dan meminimalisir tindakan curang?

1.3 Batasan Masalah

1. Sistem informasi yang buat masih hanya untuk lingkup PT. PLN APJ Ponorogo

(9)

3. Sistem informasi ini hanya terfokus pada pembelian sebuah barang kelistrikan dari kerja sama perusahaan lain.

1.4 Tujuan

1.3.1 Tujuan Sistem Informasi Monitoring Negosiasi Harga

1. Membuat sistem informasi negosiasi harga pada PT. PLN APJ Ponorogo.

2. Membuat sistem informasi negosiasi harga yang mudah digunakan dan mudah dimengerti oleh pegawai PT. PLN APJ Ponorogo.

3. Membuat sistem informasi negosiasi harga untuk mempermudah pengerjaan dan pendataan sebuah barang masuk dan meminimalisir tindakan curang oleh pegawai PT. PLN APJ Ponorgo.

1.3.2 Tujuan Kerja Praktek

1.

Membekali mahasiswa dengan pengalaman dunia kerja yang sebernarnya.

2.

Melatih mahasiswa untuk disiplin dan bertanggung jawab pada tugas.

3.

Membuat mahasiswa terbiasa mengidenfikasi masalah pada situasi kerja.

1.5 Manfaat

1.5.1 Manfaat Bagi Mahasisiwa

1. Bisa mengetahui alur dari pembelian dari barang kelistrikan yang dilakukan PT. PLN APJ Ponorgo.

2. Bisa membekali mahasiswa untuk disiplin dan bertanggung jawab pada tugasnya masing-masing.

(10)

1.5.2 Manfaat Bagi PT. PLN (PERSERO) Area Ponorogo 1. Bagi pegawai PT. PLN Area Ponorogo bisa mempunyai

sistem informasi yang bisa diakses cepat dan mudah

2. Mempermudah bagi pegawai PT. PLN Area Ponorogo dalam menginputkan dara barang yang masuk dan keluar.

3. Mempunyai sistem informasi pengambilan, pengolahan, dan penyebaran data.

1.6 Metodologi Penulisan 1.6.1 Metode Wawancara

Dalam penulisan laporan dan perancangan Sitem Informasi Monitoring Negosiasi Harga pada PT. PLN Area Ponorogo ini penulis menggunakan metode wawancara. Wawancara dilakukan ketika sedang melakukan kerja praktek.

1.6.2 Metode Studi Pustaka

Metode study kepustakaan dilakukan untuk menunjang metode wawancara dan observasi yang telah dilakukan. Pengumpulsn informasi yang dibutuhkan dilakukan dengan mencari refensi-referensi yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan, referensi diperoleh dari internet.

1.7 Sistematika Penulisan

(11)

BAB 1 : PENDAHULUAN

Pada bab ini merupakan bagian yang berisi mengenai latar belakang penulisan, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan, manfaat, metodologi penulisan, dan sistematika penulisan.

BAB 2 : GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

Pada bab ini dijelaskan tentang uraian mengenai sejarah singkat Badan Pusat Statistik pusat, visi dan misi Badan Pusat Statistik Kab. Ponorogo, struktur organisasi Badan Pusat Statistik Kab. Ponorogo, tugas fungsi dan kewenangan, waktu dan tempat pelaksanaan kerja praktek, serta nama unit kerja pelaksanaan kerja praktek.

BAB 3 : PEMBAHASAN KERJA PRAKTEK

Bab ini memuat tentang perencanaan system yang dilengkapi dengan teori penunjang yang benar-benar dibutuhkan untuk memperjelas pengertian secara ilmiah dalam perencanaan system tersebut. Adapun perencanaan system meliputi : bahan dan alat, atau variabel, cara kerja, tempat dan waktu atau cara pengumpulan data, dan cara analisis data.

BAB 4 : PENUTUP

(12)

kebenaran hipotesis (untuk menjawab tujuan). Saran memuat ulasan mengenai pendapat peneliti tentang kemungkinan pengembangan dan pemanfaatan hasil penelitian lebih lanjut. Kesimpulan dan saran ditulis pada sub bab yang terpisah.

BAB II

(13)

2.1.1 Masa Kolonial Belanda

Kelistrikan di Hindia Belanda dimulai pada tahun 1897 ketika perusahaan listrik pertama yang bernama Nederlandche Indische Electriciteit Maatschappij (NIEM atau Perusahaan Listrik Hindia Belanda), yang merupakan perusahaan yang berada di bawah N.V. Handelsvennootschap yang sebelumnya bernama Maintz & Co. Perusahaan ini berpusat di Amsterdam, Belanda. Di Batavia, NIEM membangun PLTU di Gambir di tepi Sungai Ciliwung. PLTU berkekuatan 3200+3000+1350 kW tersebut merupakan pembangkit listrik tenaga uap pertama di Hindia Belanda dan memasok kebutuhan listrik di Batavia dan sekitarnya. Saat ini PLTU tersebut sudah tidak ada lagi.

2.1.2 Masa Pendudukan Jepang

(14)

nama Tjiobu Djawa Denki Djigjo Sja dan berpusat di Semarang, dan di Jawa Timur diberi nama Tobu Djawa Denki Djigjo Sja yang berpusat di Surabaya.

Pengelolaan listrik oleh Djawa Denki Djigjo Sja berlangsung sampai Jepang menyerah kepada Sekutu dan Indonesia merdeka. Ketika Jepang menyerah kepada Sekutu, para pekerja yang bekerja di Tobu Djawa Denki Djigjo Sja berinisiatif untuk menduduki lembaga pengelola listrik tersebut dan mencoba mengambil alih pengelolaan. Untuk menjaga agar listrik tidak menjadi sumber kekacauan, pada 25 Oktober1945 pemerintah membentuk Djawatan Listrik dan Gas Bumi yang bertugas untuk mengelola kelistrikan di Indonesia yang baru saja merdeka.Usaha untuk mengelola kelistrikan ternyata bukanlah pekerjaan yang mudah, di samping karena status kepemilikan pembangkit-pembangkit yang belum jelas juga karena minimnya pengalaman pemerintah dalam bidang kelistrikan. Sebagian besar pembangkit rusak parah karena salah urus di masa pendidikan tentara Jepang.

(15)

Setelah diproklamirkannya kemerdekaan Indonesia, tanggal 17 Agustus1945, perusahaan listrik yang dikuasai Jepang direbut oleh pemuda-pemuda Indonesia pada bulan September 1945,lalu diserahkan kepada pemerintah Republik Indonesia.Pada tanggal 27 Oktober1945 dibentuklah Jawatan Listrik dan Gas oleh Presiden

Soekarno.Waktu itu kapasitas pembangkit tenaga listrik hanyalah sebesar 157,5 MW.

2.2 Struktur Organisasi PT. PLN (PERSERO) Area Ponorogo

2.3 Tugas, Fungsi, dan Kewenangan

Tugas, fungsi, dan kewenangan PT. PLN (PERSERO) adalah di bawah ini :

(16)

Menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan umum dan sekaligus akumulasi profit berdasarkan prinsip pengelola perusahaan dengan mengusahakan penyedia tenaga listrik dalam jumlah dan mutu.

yang memadai dengan tujuan. Menyelenggarakan usaha – usaha lain, menunjang tenaga listrik sesuai dengan peraturan perundang – undangan yang berlaku.

2. Fungsi

Pemberian pelayanan informasi tentang tata cara, perhitungan besarnya biaya, persyaratan, dan informasi lainnya yang berhubungan dengan penyambungan tenaga listrik kepada calon elanggan serta masyarakat umum lainnya serta pelayanan pemberian penyambungan tenaga listriknya, perubahan data yang berhubungan dengan pemberian penyambungan tenaga listrik yang meliputi perencanaan, persiapan, pelaksanaan dan pengendalian.

3. Kewenangan

Mengkoordinasikan rencana kegiatan perusahaan tahun berikutnya, mulai dari RUPTL, RKAP, LKAO, LKAI, Prakiraan beban, Master Plan Jaringan Distribusidan kelayakan Pembangunannya untuk menunjang kegiatan Operasional dalam melaksanakan rencana jangka pendek dan menengah.

2.4 Lokasi Perusahaan

(17)

BAB III

PEMBAHASAN KERJA PRAKTEK 3.1 Analisa Tentang Perusahaan

Setelah Dilakukan observasi dan wawancara dengan pihak instansi tempat kerja praktek maka didapatkan informasi sebagai berikut:

3.1.1 Kondisi Kerja Instansi

Dengan ditetapkannya motto baru no suap, PT. PLN area Ponorogo berusaha memberikan kerja yang baik dan cepat. Bisa jadi PT. PLN area Ponorogo ini bias menjadi contoh dari Unit PLN lainnya yg ada dikota lainnya, dan karyawannya juga memiliki etos kerja yang baik.

3.1.2 Kondisi Layanan yang Dijalankan

PT. PLN Area Ponorogo berusa untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan yang menggunakan jas PLN, dan PT. PLN Area Ponorogo bekerja semaksimal mungkin untuk meraih sebuah penghargaan terhadap pelayanan pelanggan.

3.2 Kegiatan Kerja Praktek

No Tanggal Kegiatan

(18)

2014 pegawai kantor.

2 Selasa, 25 November 2014

Bimbingan untuk membuat projek system informasi monitoring tambah daya dan

negosisi harga berbasis web.

3 Rabu, 26 November 2014

Menyusun ulang alur dari sistem informasi yang sudah diberikan oleh

pihak instansi 4 Kamis, 27 November

2014 Mengenalkan tentang PT. PLN

5 Jum’at, 28 November 2014

Di bombing untuk menggunakan aplikasi MAP INFO untuk membuat tanda dari

googlemaps 6 Senin, 1 Desember

2014

Membuat Alur dari sistem informasi monitoring perubahan daya dan negosiasi

harga 7 Selasa, 2 Desember

2014

Merancang tampilan dari sistem informasi monitoring perubahan daya dan negosiasi

harga 8 Rabu, 3 Desember

2014

Merancang tampilan dari sistem informasi monitoring perubahan daya dan negosiasi

harga 9 Kamis, 4 Desember

2014

Merancang database dari sistem informasi monitoring perubahan daya dan negosiasi

harga 10 Jum’at, 5 Desember

2014

Membuat kerangka dalam dari sistem informasi monitoring perubahan daya dan

negosiasi harga 11 Senin, 8 Desember

2014

Membuat kerangka dalam dari sistem informasi monitoring perubahan daya dan

(19)

12 Selasa, 9 Desember 2014

Membuat kerangka dalam dari sistem informasi monitoring perubahan daya dan

negosiasi harga 13 Rabu, 10 Desember

2014

Membuat kerangka dalam dari sistem informasi monitoring perubahan daya dan

negosiasi harga 14 Kamis, 11 Desember

2014

Mengerjakan sistem informasi monitoring perubahan daya dan negosiasi harga 15 Jum’at, 12 Desember

2014

Mengerjakan sistem informasi monitoring perubahan daya dan negosiasi harga 16 Senin, 15 Desember

2014

Mengerjakan sistem informasi monitoring perubahan daya dan negosiasi harga 17 Selasa, 16 Desember

2014

Menambahkan inpuatan baru di sistem informasi monitoring perubahan daya dan

negosiasi harga 18 Rabu, 17 Desember

2014

Mencoba sistem informasi monitoring perubahan daya dan negosiasi harga

pegawai 19 Kamis, 18 Desember

2014

Mempresentasikan sistem informasi monitoring perubahan daya dan negosiasi

harga 20 Jum’at, 19 Desember

2014

Mempresentasikan sistem informasi monitoring perubahan daya dan negosiasi

harga Tabel 3.1 Kegiatan Kerja Praktek

3.3 Analisa Sitem Informasi Monitoring Negosisasi Harga 3.3.1 Perancangan sistem dalam pengumpulan data

Berikut tahapan Negosiasi Harga:

(20)

Tahap petama ini adalah tahap pengumpulan data barang yang sudah datang di PLN Area Ponorogo, lalu di inputkan ke sistem informasi ini.

2. Penginputan data barang

Tahap yang kedua ini hanya menginputan data yang sudah didapat dari barang tersebut, dimasukan ke setiap formulir yang sesuai.

3. Negosiasi Harga

Dalam hal ini PLN telah melakukan kerja sama dengan Perusahaan bersar lainnya, maka dengan persetujuan harga dan negosiasi yang telah dilakukan oleh PT. PLN sebelum memberi barang tersebut.

4. Dalam Pengumpulan data, informasi umum mengenai negosiasi harga barang diperoleh dari PT. PLN Area Ponorogo. Data data yang dibutuhkan sebagai berikut:

a. Data nama barang b. Data kelompok barang c. Data satuan barang d. Data berat barang e. Data harga dari material f. Data harga pasang g. Data harga bongkar

h. Data harga material yang dinego i. Data harga pasang yang dinego j. Data harga bongkar yang dinego k. Data penanggalan

l. Data nomer SPK m. Data vendor n. Data justifikasi

(21)

Perancangan proses akan menjelaskan bagaimana sistem bekerja untuk mengolah data input menjadi data output dengan fungsi-fungsi yang telah direncanakan.

3.3.2.1 Diagram Konteks

Diagram konteks merupakan diagram yang memperlihatkan sistem sebagai sebuah proses. Tujuannya adalah memberikan pandangan umum sistem.

3.3.2.2 Data Flow Diagram (DFD)

(22)

Gambar ada dihalalaman selanjutnya

Berikut ini adalah gambaran dari rancangan sistem informasi ini:

Informasi Data diterima oleh pihak PT. PLN

Laporan Data Nogosiasi Harga

Ka. Sub Perencanaan PT. PLN Area

(23)

Gambar 3.1 Data Flow Diagram level 0

3.3.3 Cara Kerja

Petugas dari PLN area Ponorgo melakukan pendataan terhadap barang yang sudah datang termasuk jumlah barang, nomer barang, nama barang, kelompok, satuan, berat, harga material, harga pasang, harga bongkar, harga material nego, harga pasang nego, harga bongkat nego, tanggal nego, nomor spk, vendor, justifikasi dan gambar atau photo dari barang tersebut. Diinputkan kedalam setiap form yang sudah ada pada sistem informasi tersebut.

3.3.4 Penyusunan Database

Basis Data merupakan suatu media penyimpanan yang digunakan untuk menyimpan data-data penunjang sebagai inputan sistem dan kemudian diolah menjadi data output sistem. Basis Data yang dibuat pada proyek akhir ini menggunakan MySQL alat bantu phpMyAdmin.

3.4 Teori Penunjang 3.4.1 PHP

PHP adalah bahasa pemrograman script yang paling banyak dipakai saat ini. PHP banyak dipakai untuk memrogram situs web dinamis, walaupun tidak tertutup kemungkinan digunakan untuk pemakaian lain.

(24)

Pada awalnya, PHP merupakan kependekan dari Personal Home Page (Situs Personal).PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Pada waktu itu PHP masih bernama FI (Form Interpreted), yang wujudnya berupa sekumpulan script yang digunakan untuk mengolah data form dari web.

Selanjutnya Rasmus merilis kode sumber tersebut untuk umum dan menamakannya PHP/FI. Pada November 1997, dirilis PHP/FI 2.0.Pada rilis ini interpreter PHP sudah diimplementasikan dalam program C. Dalam rilis ini disertakan juga modul-modul ekstensi yang meningkatkan kemampuan PHP/FI secara signifikan.

Pada tahun 1997, sebuah perusahaan bernama Zend menulis ulang interpreter PHP menjadi lebih bersih, lebih baik, dan lebih cepat. Kemudian pada Juni 1998, perusahaan tersebut merilis interpreter baru untuk PHP dan meresmikan rilis tersebut sebagai PHP 3.0 dan singkatan PHP dirubah menjadi akronim berulang PHP: Hypertext Preprocessing.

Pada pertengahan tahun 1999, Zend merilis interpreter PHP baru dan rilis tersebut dikenal dengan PHP 4.0.PHP 4.0 adalah versi PHP yang paling banyak dipakai pada awal abad ke-21.Versi ini banyak dipakai disebabkan kemampuannya untuk membangun aplikasi web kompleks tetapi tetap memiliki kecepatan dan stabilitas yang tinggi.

(25)

untuk menjawab perkembangan bahasa pemrograman ke arah paradigma berorientasi objek.

Kelebihan PHP

Bahasa pemrograman PHP adalah sebuah bahasa script yang tidak melakukan sebuah kompilasi dalam penggunaanya.

Web Server yang mendukung PHP dapat ditemukan dimana -mana dari mulai apache, IIS, Lighttpd, nginx, hingga Xitami dengan konfigurasi yang relatif mudah.

Dalam sisi pengembangan lebih mudah, karena banyaknya milis - milis dan developer yang siap membantu dalam pengembangan.

Dalam sisi pemahamanan, PHP adalah bahasa scripting yang paling mudah karena memiliki referensi yang banyak.

PHP adalah bahasa open source yang dapat digunakan di berbagai mesin (Linux, Unix, Macintosh, Windows) dan dapat dijalankan secara runtime melalui console serta juga dapat menjalankan perintah-perintah system.

Tipe Data PHP

PHP memiliki 9 (delapan) tipe data yaitu integer, double, Boolean, string, object, array, null, nill, resource.

3.4.2 MySQL

(26)

DBMS yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. MySQL AB membuat MySQL tersedia sebagai perangkat lunak gratis dibawah lisensi GNU General Public License (GPL), tsetapi mereka juga menjual dibawah lisensi komersial untuk kasus-kasus dimana penggunaannya tidak cocok dengan penggunaan GPL.

Tidak sama dengan proyek-proyek seperti Apache, dimana perangkat lunak dikembangkan oleh komunitas umum, dan hak cipta untuk kode sumber dimiliki oleh penulisnya masing-masing, MySQL dimiliki dan disponsori oleh sebuah perusahaan komersial SwediaMySQL AB, dimana memegang hak cipta hampir atas semua kode sumbernya. Kedua orang Swedia dan satu orang Finlandia yang mendirikan MySQL AB adalah: David Axmark, Allan Larsson, dan Michael "Monty" Widenius.

Keistimewaan MySQL

MySQL memiliki beberapa keistimewaan, antara lain :

1. Portabilitas. MySQL dapat berjalan stabil pada berbagai sistem operasi seperti Windows, Linux, FreeBSD, Mac Os X Server, Solaris, Amiga, dan masih banyak lagi.

2. Perangkat lunak sumber terbuka. MySQL didistribusikan sebagai perangkat lunak sumber terbuka, dibawah lisensi GPL sehingga dapat digunakan secara gratis.

(27)

4. ‘Performance tuning’, MySQL memiliki kecepatan yang menakjubkan dalam menangani query sederhana, dengan kata lain dapat memproses lebih banyak SQL per satuan waktu. 5. Ragam tipe data. MySQL memiliki ragam tipe data yang

sangat kaya, seperti signed / unsigned integer, float, double, char, text, date, timestamp, dan lain-lain.

6. Perintah dan Fungsi. MySQL memiliki operator dan fungsi secara penuh yang mendukung perintah Select dan Where dalam perintah (query).

7. Keamanan. MySQL memiliki beberapa lapisan keamanan seperti level subnetmask, nama host, dan izin akses user dengan sistem perizinan yang mendetail serta sandi terenkripsi. 8. Skalabilitas dan Pembatasan. MySQL mampu menangani basis

data dalam skala besar, dengan jumlah rekaman (records) lebih dari 50 juta dan 60 ribu tabel serta 5 milyar baris. Selain itu batas indeks yang dapat ditampung mencapai 32 indeks pada tiap tabelnya.

9. Konektivitas. MySQL dapat melakukan koneksi dengan klien menggunakan protokol TCP/IP, Unix soket (UNIX), atau Named Pipes (NT).

(28)

11. Antar Muka. MySQL memiliki antar muka (interface) terhadap berbagai aplikasi dan bahasa pemrograman dengan menggunakan fungsi API (Application Programming Interface).

12. Klien dan Peralatan. MySQL dilengkapi dengan berbagai peralatan (tool)yang dapat digunakan untuk administrasi basis data, dan pada setiap peralatan yang ada disertakan petunjuk online.

13. Struktur tabel. MySQL memiliki struktur tabel yang lebih fleksibel dalam menangani ALTER TABLE, dibandingkan basis data lainnya semacam PostgreSQL ataupun Oracle.

3.4.3 PHP MyAdmin

PhpMyAdmin adalah suatu alat bantu open source yang ditulis dalam PHP yang digunakan untuk menangani administrasi basis data Mysql yang diakses melalui web browser (internet explorer, fireFox, opera, dan lain-lain). Fasilitas yang tersedia pada PhpMyAdmin saat ini adalah dapat membuat dan menghapus database, membuat, menghapus dan menambah tabel, menghapus, mengedit dan menambah field, melakukan berbagai macam perintah SQL, mengatur kunci pada field, mengatur akses (privileges), mengekspor data ke berbagai format. (Bahtiar, Agus, 2008).

3.4.4 XAMPP

(29)

program untuk menjankan fungsinya sebagai server yang berdiri sendiri, yang terdiri atas program Apache HTTP Server, MySQL database, dan penterjemah bahasa yang ditulis dengan bahasa programmeraan PHP dan Perl. XAMPP adalah nama yang merupakan singkatan dari X (empat sistem operasi apapun), Apache, MySQL, PHP dan Perl. Program ini tersedia dalam GNU General Public License dan gratis. XAMPP merupakan web server yang mudah digunakan yang dapat mampu melayani halaman dinamis.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Tabel Database

Tabel database untuk aplikasi ini penulis merancang database dengan nama negosiasi, didalamnya terdapat tabel-tabel, jadi jumlah tabelnya ada 3 buah.

(30)

Gambar 4.1 Desainer Relasi Monitoring Negosiasi Harga 4.2 Struktur Tabel Database

Dalam Implementasi Monitoring Negosiasi Harga digunakan struktur tabel. Adapun tabel-tabel yang terbentuk menggunakan MySQL sebagai berikut:

(31)

Gambar 4.2 Data inputan negosiasi harga

(32)

Gambar 4.3 Data user negosiasi harga 4.2.3 Tabel data log aktivitas

Gambar 4.4 Data log aktivitas 4.2.4 Tabel data upload file, gambar, dan rar

Gambar 4.5 Data upload file, gambar dan rar

(33)

Sistem Informasi Monitoring Negosiasi Harga PT. PLN Area Ponorogo adalah sebuah aplikasi yang berhubungan dengan PT. PLN Area Ponorogo. Dalam Sistem Informasi ini, Ada terdiri dari Halaman khusus admin, user dan operator. Berikut ini gambaran tampilan dari konten-konten yang terdapat di Sistem Informasi Monitoring Negosiasi Harga PT. PLN Area Ponorogo:

4.3.1 Halaman Login

Gambar 4.3.1 Halaman login

(34)

4.3.2 Halaman Beranda Admin

Gambar 4.3.2 Halaman beranda admin

Gambar dihalaman ini login segai admin, disini admin hanya berkuasa dalam memantau User, Disini admin hanya bisa menambahkan user atau menghapus user yang telah ada di dalam table. Dan juga admin bisa mengetahui log aktifitas dari user tersebut. 4.3.3 Halaman Tabel User

Gambar 4.3.3 Halaman tabel user

(35)

4.3.4 Halaman Input User Baru

Gambar 4.3.4 Halaman input user baru

Dihalaman ini, admin yang bisa mengisikan data user baru yang jika kita klik navigasi Input Data pada halaman admin akan muncul seperti ini.

4.3.5 Halaman Beranda pada Operator

(36)

Dihalaman ini adalah tampilan awal saat opertor sedang login, di beranda awal operator hanya ada tampilan data masuk yang telah diinputkan dan lain lainnya.

4.3.6 Halaman Tabel Data pada Operator

Gambar 4.3.6 Halaman tabel data pada operator

(37)

4.3.7 Deskripsi dari Tabel Data Operator ini

Gambar 4.3.7.1 tambah data dan tampikan banyak data Disini gak perlu lagi, operator mau pindah halaman jika data yang ditampilkan melebihi angka 10. Karena di show entries tersebut opertaor bisa menampilkan data sesuka hati tanpa perlu mengganti halaman selanjutnya, dan bisa juga menambahkan data baru.

Gambar 4.3.7.2 eksport data

(38)

4.3.8 Halaman Tabel Data dan wewenang pada Operator

Gambar 4.3.8 Action atau wewenang operator

Didalam Tabel ini ada fitur yaitu fitur lihat, fitur edit, dan fitur hapus. Untuk di fitur edit, operator bisa kembali mengedit salah satu data juka terjadi kesalahan. Dan juga fitur hapus, opertor bisa kapan saja menghapus file yang tidak diperlukan lagi.

Dibawah ini adalah tampilan jika kita klik lihat pada tabel tersebut:

(39)
(40)

4.3.9 Halaman Tambah Data pada Operator

Gambar 4.3.9 Halaman tambah data pada operator

(41)

BAB V PENUTUP

Untuk mendapatkan hasil produksi yang maksimal di PT. PLN (PERSERO) AREA PONOROGO diperlukan efesiensi kerja yang maksimum sehingga semua pekerjaan harus berkonsentrasi pada bagiannya masing-masing. Selain itu juga diperlukan suasana kerja yang harmonis sehingga antara pegawai ataupun staf tidak ada yang saling

1. Kerja praktek yang dilakukan dapat memperluas wawasan kami sebagai mahasiswa tentang dunia kerja.

2. Pembuatan aplikasi sistem informasi dalam bentuk Website dengan bahasa pemrograman PHP, sangatlah membantu karena dapat membangun suatu sistem informasi yang dinamis dan memiliki interface yang lebih baik serta dapat dipublikasi dan distribusi data lebih cepat.

3. Aplikasi sistem informasi monitoring negosiasi harga berbasis web dapat membantu perusahaan untuk mempermudah dalam mengatur dalam perekrutan petugas survei.

4. Banyak sekali pengetahuan-pengetahuan dan pengalaman di dunia kerja yang telah kami peroleh tidak mungkin didapatkan di kampus.

(42)

Adapun saran–saran dari penulis yang dapat dijadikan bahan pertimbangan bsgi Badan Pusat Statistik Kabupaten Ponorogo :

1. Perlunya ada ruang bagian khusus IT, jadi tidak menempati di ruang perpustakaan PT. PLN Area Ponorogo, untuk mengelola website yang dimiliki tidak hanya post content pada website.

2. Untuk panel-panel yang sudah lama seharusnya diganti dengan panel yangbaru, serta untuk pemasangan kabelnya harus rapi supaya ketika melakukan pengecekan tidak bingung.

3. Perlunya diperhatikan siswa/mahasiswa ysng sedang melakukan kerja praktek, sehingga mendapat bimbingan yang ilmu dan pengalaman yang matang.

4.3. Penutup

Gambar

Tabel data log aktivitas.......................................................26
Tabel 3.1 Kegiatan Kerja Praktek
Gambar ada dihalalaman selanjutnya
tabelnya ada 3 buah.
+7

Referensi

Dokumen terkait

(Kab/Kota) Swasta Masyarakat DAK Tahun Manfaat Atribut Score ID Paket. Pembangunan SPAM IKK Air

Hasil distribusi curah hujan spasial menunjukkan bahwa pada daerah dengan topografi yang lebih tinggi mempunyai nilai curah hujan yang relatif lebih tinggi sesuai

Analisis Efektivitas Pelaksanaan Pemeriksaan PPh Orang Pribadi Dalam Rangka Meningkatkan Penerimaan Negara Dari Sektor Pajak (Studi Kasus Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama

Upacara ritual penghormatan kepada roh-roh nenek moyang yang telah meninggal menghasilkan karya seni rupa yaitu lukisan dinding gua (cave painting), upacara ritual itu

Nilai Tambah yang Diperoleh Mahasiswa Setelah Melaksanakan PPL II Setelah melaksanakan PPL, praktikan dapat memehami lebih jauh tentang bagaimana untuk menjadi seorang guru

Dengan mengucapkan syukur alhamdulillah atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, hidayah dan inayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) Prestasi belajar aspek kognitif pada siswa yang diajar menggunaan metode TAI didukung kegiatan

Pengawasan terhadap aspek keuangan yang meliputi rupiah murni, Pendapatan Negara Bukan Pajak dan kerjasama merupakan kegiatan untuk memperoleh keyakinan yang