BAB XII
KESEDJAHTERAAN SOSIAL.
Didalam R.P.L.T. jang menjediakan Rp. 12,5 djuta untuk Sektor ini, hanja disebut garis-garis besar dari usaha-usaha Pemerintah dan peranannja sebagai pendorong, pembantu dan pengawas dari usaha-usaha dalam masjarakat dalam menjelenggarakan dan memadjukan kesedjahteraan sosial.
Usaha-usaha memadjukan kesedjahteraan sosial terutama sekali didjalankan dibidang penjelidikan, pendidikan, perawatan orang-orang tua terlantar, rehabilitasi penderita tjatjad, pemasjarakatan suku-suku terbelakang dan perawatan orang-orang buta.
Tabel
85.
Tahun U s a h a Otorisasi(Rupiah) K e t e r a n g a n 1956 Penjelidikan
Panti Karya
Rehabilitasi penderita tjatjad
Rehabilitasi orang-orang buta
3.185.130 17.176.004
2.413.070
178.532
P.K. Pemerintah 76 buah: 9175 orang P.K. Partikelir 13 buah: 1750 orang
Selesai dilatih 77 orang. 22.952.736
1957 Penjelidikan
Pendidikan 3.453.877897.000 12.000 Lembaga Sosial Desa
Kursus Sosial : 20.164 orang Lembaga Sos. Desa : 12.958 orang 33.122 orang Panti Karya
Rehabilitasi pen-derita tjatjad Pemasjarakatan suku-suku terbelakang
15.254.694
2.234.478
150.000
P.K. Pemerintah 74 buah: 7003 orang P.K. Partikelir 11 buah: 886 orang
9 perkampungan: 603 orang Untuk: Sum. Te-ngah, Sum. Se-latan, Maluku/ Irian Ba-rat.
385
Tahun U s a h a Otorisasi(Rupiah) K e t e r a n g a n Rehabilitasi
orang-orang buta 203.530 22.193.579
Selesai dilatih 50 orang.
1958 Penjelidikan Pendidikan
3.325.766 1.171.500
Panti Asuhan 27.387.648 1957: P.A. Pem. 90: 4.578 orang P.A. Bersub. 146: 8.753 orang 236: 13.331 orang 1958 P.A. Pem. 90: 4.090 orang P.A. Bersub. 148: 6.278 orang 238: 10.368 orang 1958 Panti Karya 17.776.514 P.K. Pem. 70 buah : 7.180 orang P.K. Partikelir 9 buah : 800 orang Rehabilitasi
pen-derita tjatjad Pemasjarakatan suku-suku terbelakang
Rehabilitasi buta
2.690.474
282.400
1.042.760
56 keluarga: 260 djiwa di Maluku/ Irian Barat.
53.677.052
Sumber : Kementerian Sosial:
a. Djawatan Bimbingan dan Perbaikan Sosial. b. Balai Penjanderaan dan Penjelidikan Sosial.
Didalam angka-angka pembiajaan tersebut diatas sudah termasuk biaja modal jang belum dapat dipisahkan dari biaja-biaja lainnja. Disamping itu belum dimasukkan biaja untuk „Panti-panti Werdha” — tempat-tempat perawatan orang-orang tua terlantar (djompo) jang terdapat di Djawa Barat, Djawa Tengah, Daerah Istimewa Jogjakarta, Djawa Timur, Sumatera Tengah dan Kalimantan Selatan jang sampai sekarang mempunjai kapasitet untuk menampung 1.625 orang.
Fakir miskin dan orang-orang terlantar diusahakan, untuk disalur-kan keobjek-objek transmigrasi. Sebagai persiapan diadadisalur-kan pen-didikan-pendidikan jang chusus di Gumilir Tjilatjap untuk pertani-an dpertani-an di Tpertani-andjung Modjo (Kudus), Kediri dpertani-an Bodjonegoro untuk pertukangan. Biaja untuk pendidikan-pendidikan, chusus ini belum termasuk dalam djumlah-djumlah tersebut diatas.