• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Jurnal

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Analisis Jurnal"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

Pengaruh Penggunaan

Pengaruh Penggunaan Inquiry Lab Inquiry Lab dandan Science Proc Science Process Skillsess Skillsterhadap Peningkatanterhadap Peningkatan Kemampuan Literasi Kuantitatif Siswa

Kemampuan Literasi Kuantitatif Siswa pada Pembelajaran Biologipada Pembelajaran Biologi Makalah Analisis

Makalah Analisis

Diajukan sebagai salah satu tugas mata kuliah Analisis Hasil Studi Internasional yang Diajukan sebagai salah satu tugas mata kuliah Analisis Hasil Studi Internasional yang

diberikan oleh Dr. Riandi, M.Si., dan Prof. Hertien KS, M.S!S, PhD. diberikan oleh Dr. Riandi, M.Si., dan Prof. Hertien KS, M.S!S, PhD.

Rani Siti Khoerunnisa Rani Siti Khoerunnisa

"#$%&%' "#$%&%'

Mathematial Skills in (ndergraduate Students. A )en*year Sur+ey of a Plant Physiology Mathematial Skills in (ndergraduate Students. A )en*year Sur+ey of a Plant Physiology ourse. -lamas A, ila /, San0 A, 1ournals of

ourse. -lamas A, ila /, San0 A, 1ournals of 2iosiene !duation 2iosiene !duation 34$"45 34$"45 ol. "'ol. "'

Integrating 6uantitati+e )hinking into an Introdutory 2iology ourse Im7ro+es Students8 Integrating 6uantitati+e )hinking into an Introdutory 2iology ourse Im7ro+es Students8 Mathematial Reasoning in 2iologial onte9t. Susan Hester, Sanlyn 2u9ner, -isa !lfring, Mathematial Reasoning in 2iologial onte9t. Susan Hester, Sanlyn 2u9ner, -isa !lfring, -isa :agy, 2!*-ife Siene !duation

-isa :agy, 2!*-ife Siene !duation 34$"&5 ";<=&*%&34$"&5 ";<=&*%&

Im7ro+ing Middle Shool Students8 6uantitati+e -iteray through In>uiry -ab and ?rou7 Im7ro+ing Middle Shool Students8 6uantitati+e -iteray through In>uiry -ab and ?rou7 In+estigation. : S M Aisya, 2 Su7riatno, Saefudin, S Anggraeni, I@P onf. Series< 1ournals In+estigation. : S M Aisya, 2 Su7riatno, Saefudin, S Anggraeni, I@P onf. Series< 1ournals of Physis 34$"#5 "4< $"4$'%

of Physis 34$"#5 "4< $"4$'%

Math 2io or 2iomathB /li77ing the Mathematial 2iology lassroom. !ri Alan !ager, Math 2io or 2iomathB /li77ing the Mathematial 2iology lassroom. !ri Alan !ager, 1ames Peire, Patrik 2arloC, -etters in 2iomathematis an International 1ournal 34$"&5 "<4 1ames Peire, Patrik 2arloC, -etters in 2iomathematis an International 1ournal 34$"&5 "<4 Mathematial Struggles and !nsuring Suess< Post*om7ulsory Mathematis as Pre7aration Mathematial Struggles and !nsuring Suess< Post*om7ulsory Mathematis as Pre7aration for

for (nder(ndergradugraduate ate 2ios2iosiene, 1essia iene, 1essia 2oCy2oCyer er and !llie and !llie DarlinDarlington, 1ournal of gton, 1ournal of 2iolo2iologygy !duation, (ni+ersity of ambridge, (K 34$"#5

!duation, (ni+ersity of ambridge, (K 34$"#5

2okron as a Medium of -earning in )he Proess of In>uiry based -earning to Im7ro+e 2okron as a Medium of -earning in )he Proess of In>uiry based -earning to Im7ro+e Siene Proess Skills of 1unior High Shool Students in ?roCth and De+elo7ment one7t. Siene Proess Skills of 1unior High Shool Students in ?roCth and De+elo7ment one7t. D Mayasari, I@P onf. Series< 1

D Mayasari, I@P onf. Series< 1ournals of Physis 34$"#5 "4< $"4$#ournals of Physis 34$"#5 "4< $"4$# )he Relationsh

)he Relationshi7 i7 in 2iology betCeen )he in 2iology betCeen )he :atur:ature e of Siene of Siene and Sientifi In>uiryand Sientifi In>uiry. . KerstinKerstin Kremer, hristine S7eht, Detlef (rhahne, and 1urgen Mayer, 1ournal of 2iology !duation Kremer, hristine S7eht, Detlef (rhahne, and 1urgen Mayer, 1ournal of 2iology !duation 34$"&5 &< ""*

34$"&5 &< ""*

Infusing 6uantitati+e A77roahes throughout )he

Infusing 6uantitati+e A77roahes throughout )he 2iologial Siene 2iologial Siene urriulum, Katerina urriulum, Katerina .. )hom7son, )odd. 1. ooke, Eilliam /. /agan, Denny ?ulik, Doron -e+y, Karen . :elson, )hom7son, )odd. 1. ooke, Eilliam /. /agan, Denny ?ulik, Doron -e+y, Karen . :elson, !dCard /. Redish, Robert /. Smith and 1oelle Presson, International 1ournal of Mathematial !dCard /. Redish, Robert /. Smith and 1oelle Presson, International 1ournal of Mathematial !duation in Siene

!duation in Siene and )and )ehnology 34$";5 &&< %"#*;;ehnology 34$";5 &&< %"#*;; )he A77l

)he A77liation of iation of ProblProblem em 2ased -earning Model to 2ased -earning Model to Im7roIm7ro+e +e MathemMathematial -iteray atial -iteray SkilSkilll and )he Inde7endent

and )he Inde7endent -earning of -earning of Student, / A Sari, I A  FStudent, / A Sari, I A  Fandari and andari and /akhrudin, I@P onf./akhrudin, I@P onf. Series< 1ournal of Physis 34$"#5 "4< $"4$";

Series< 1ournal of Physis 34$"#5 "4< $"4$";

Integration of 2ioinformatis into an (ndergraduate 2iology urriulum and )he Im7at on Integration of 2ioinformatis into an (ndergraduate 2iology urriulum and )he Im7at on De+elo7ment of Mathematial Skills, 2rue Eightman and Amy ). Hark, )he International De+elo7ment of Mathematial Skills, 2rue Eightman and Amy ). Hark, )he International (nion of 2iohemistry and Moleular

(2)

Mathematical Skills in Undergraduate Students. A en!"ear Sur#e" of a Plant Mathematical Skills in Undergraduate Students. A en!"ear Sur#e" of a Plant

Ph"siolog" $ourse Ph"siolog" $ourse GKeteram7ilan Matematika

GKeteram7ilan Matematika 7ada MahasisCa S". Sur+ey "$ )ahun dalam Perkuliahan7ada MahasisCa S". Sur+ey "$ )ahun dalam Perkuliahan /isiologi

/isiologi )umb)umbuhanuhan Llamas A

Llamas A%%.& 'ila (.& 'ila ()).& San* A.& San* A++ A.

A. LaLatatar Br Belelakakanangg Dal

Dalam am ilmilmu u keskesehaehatantan, , kehkehiduidu7an 7an sehsehariari*ha*hari ri dan dan banbanyak yak disdisi7li7lin in ilmilmuu la

laininnynya, a, 7e7ememeaahahan n teterhrhadada7 a7 mamasasalah lah yayang ng terterjajadi di babanynyak ak bebergrganantutung ng 7a7adada keteram7ilan matematika. :amun rendahnya keteram7ilan tersebut seara signifikan keteram7ilan matematika. :amun rendahnya keteram7ilan tersebut seara signifikan terjadi 7ada mahasisCa. Dalam u7aya untuk memahami 7enyebab yang mendasarinya terjadi 7ada mahasisCa. Dalam u7aya untuk memahami 7enyebab yang mendasarinya dan untuk mem7erbaiki keteram7ilan mahasisCa tersebut, jurnal ini menunjukkan dan untuk mem7erbaiki keteram7ilan mahasisCa tersebut, jurnal ini menunjukkan sur

sur+ey +ey yanyang g dildilakuakukan kan selaselama ma "$ "$ tahtahun un 34$34$$$*$$*4$"4$"$5 $5 7ad7ada a 7er7erkulkuliahiahan an fisifisioloologigi tum

tumbuhbuhan. an. DalDalam am 7er7ertantanyaayaan n yanyang g diadiajukjukan an daldalam am sursur+ey +ey terstersebuebut t disdisisiisi7ka7kann  bebera7a

 bebera7a 7ertanyaan 7ertanyaan yang yang melibatkan melibatkan keteram7ilan keteram7ilan berhitung, menginter7retasi berhitung, menginter7retasi data,data, d

dan an kekemamamm7u7uan an mamatetemamatitis s lalaininnynya. a. SSurur++ey ey tetersrsebebuut t didihharara7a7kakan n mmamam7u7u mengh

menghasilkaasilkan n data yang data yang menggmenggambarkambarkan an kemamkemam7uan matematis 7uan matematis yang dimiliki olehyang dimiliki oleh mahasisCa.

mahasisCa. B.

B. LaLandndasasan an eoeoriri

Menurut -e2ard 34$$' dalam A. -lamas,

Menurut -e2ard 34$$' dalam A. -lamas, et.al.,et.al., 4$"45 berdasarkan kurikulum 4$"45 berdasarkan kurikulum sebelumnya di SMA, sisCa harus memiliki uku7 banyak latar belakang matematika sebelumnya di SMA, sisCa harus memiliki uku7 banyak latar belakang matematika saa

saat t mememamasusuki ki ununi+i+erersitsitas. as. MeMeskski7i7un un dedemimikikianan, , memerekreka a mamasih sih memenununjnjukukkakann kel

kelemaemahan han daldalam am hal hal numnumerikerik. . DalDalam am u7au7aya ya menmenganganalialisis sis 7en7enyebyebabnabnya, ya, 7en7enuliuliss menunjukkan bahCa usaha sisCa dalam hal matematika di7engaruhi oleh dua faktor< menunjukkan bahCa usaha sisCa dalam hal matematika di7engaruhi oleh dua faktor< Rel

Rele+ae+ansi nsi yanyang g renrendah dah yanyang g menmengurgurangangi i keskesediediaan aan sisCsisCa a untuntuk uk terterliblibat at daldalamam tan

tantantangan gan matmatemaematiktika a dan dan dendengan gan keskesuliulitan tan menmengubgubah ah kemkemam7am7uan uan matmatemaematistis menjadi bentuk yang memungkinkan mereka untuk menggunakannya seara efektif. menjadi bentuk yang memungkinkan mereka untuk menggunakannya seara efektif. Sy

Syaraarat t GG Maths  Maths literacyliteracy  di7di7erkerkenaenalkalkan n dendengan gan tujtujuan uan menmenunjunjukkukkan an kemkemam7am7uanuan untu

untuk k meneramenera7kan konse7 matemati7kan konse7 matematika ka kedalakedalam m kontkonteks kerja eks kerja 3Hoy3Hoylesles et al.,  4$$4et al.,  4$$4 da

dalalam m A. A. -l-lamamas,as, et.al.,et.al.,  4$"45. -iterasi matematika menaku7 angka*angka dasar   4$"45. -iterasi matematika menaku7 angka*angka dasar  namun melibatkan keteram7ilan kognitif dan da7at dengan mudah digeneralisasikan namun melibatkan keteram7ilan kognitif dan da7at dengan mudah digeneralisasikan kedalam konteks lain termasuk sains.

kedalam konteks lain termasuk sains.

$

$.. MMeettooddee Sur

Sur+ey +ey terstersebuebut t menmenakaku7 u7 hashasil il tes tes 7il7ilihaihan n ganganda da yanyang g digdigunaunakan kan untuntuk uk  e+aluasi dalam kelom7ok dalam 7embelajaran fisiologi tumbuhan se7anjang tahun e+aluasi dalam kelom7ok dalam 7embelajaran fisiologi tumbuhan se7anjang tahun aja

(3)

1umlah tes 7er*course berkisar antara ; sam7ai &. Setia7 ujian terdiri dari 4$ orang untuk &= item, tergantung 7ada ka7an Caktu ujian tersebut dilaksanakan. )es terdiri dari 7ertanyaan yang membutuhkan Caktu untuk menjaCabnya, termasuk bebera7a  7erhitungan numerik, dan mengurangi jumlah item dengan tujuan untuk mengurangi Caktu 7engerjaan tes sam7ai dengan selesai. )es tersebut tidak dibatasi Caktu. Peneliti mengklasifikasikan 7ertanyaan yang melibatkan keteram7ilan matematika dengan total "=; 7ertanyaan yang memuat "&.4 dari keseluruhan item. ; mengandung unsur kalkulasi 37erhitungan5, &# terdiri dari menginter7retasikan grafik, menggambarkan kesim7ulan dan menyim7ulkan konsekuensi yang mungkin terjadi, dan "= meru7akan data yang tersaji dalam tabel. Studi tersebut melibatkan #'%" res7on.

Tabel 1.1. Jenis Pertanyaan ,on Matematis

-/

Matematis -/

Perhitungan 0rafik abel 1umlah Pertan"aan '4= 3=.5 = 3=.&5 #4 3%.#5 4; 34."5

1umlah 1awaban ;# '" ;4$' ;#%4 ''$

2. 3asil

Hasil dari sur+ey selama "$ tahun tersebut menunjukkan 7ersentase kemam7uan matematika mahasisCa yang masih sangat rendah dengan rata*rata ";* "#, dengan kesim7ulan, data dari sur+ey ini memfokuskan ke7ada keteram7ilan matematika yang dimiliki oleh mahasisCa S" dalam subjek yang saintifik, mendemonstrasikan kerendahan yang signifikan dalam literasi matematis dan  beru7aya meningkatkannya. @leh karena itu, Phoeni9 3"''' dalam A. -lamas, et.al., 4$"45 menyarankan untuk meni7takan sebuah modul yang da7at mengembangkan keteram7ilan matematika 7ada mahasisCa.

4. Komentar tentang Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan dari 7enelitian ini adalah rentang Caktu yang digunakan uku7 lama sehingga kita da7at melihat 7rofilnya dari Caktu ke Caktu, dan memberi gambaran bagaimana langkah selanjutnya yang harus dilakukan. Kekurangannya terletak 7ada instrumen yang digunakan dalam sur+ey tersebut dirasa kurang jelas dan kurang sistematis dalam 7enyusunan kom7osisi 7ertanyaannya.

5ntegrating 6uantitati#e hinking into an 5ntroductor" Biolog" $ourse 5mpro#es Students7 Mathematical 8easoning in Biological $onte9ts

GMengintegrasikan Pemikiran Kuantitatif ke dalam Perkuliahan Pengantar 2iologi untuk  Meningkatkan Penalaran Matematika SisCa dalam Konteks 2iologis

(4)

A. Latar Belakang

)untutan terakhir untuk mem7erbaiki 7endidikan sarjana biologi telah menekankan 7ada 7entingnya sisCa belajar menera7kan keteram7ilan kuantitatif  terhada7 masalah biologis. )ermoti+asi oleh ketidakmam7uan sisCa untuk  mentransfer keteram7ilan kuantitatif mereka ke konteks biologis, 7eneliti meranang dan mengajarkan 7erkuliahan biologi molekuler dan 7engantar materi sel dimana  7eneliti mengintegrasikan 7enera7an keteram7ilan matematika 7rasyarat dengan

konten biologi dan 7enalaran di semua as7ek 7erkuliahan. )ema yang berulang se7anjang rekomendasi dan 7edoman yang dihasilkan adalah bahCa mahasisCa alon sarjana biologi harus mengembangkan keteram7ilan kuantitatif dan belajar  menera7kannya dalam konteks biologis 3:ational Researh ounil J:R, 4$$;, 4$$'5.

B. Landasan eori

Seara tradisional, kehidu7an sisCa jarang melibatkan unsur matematika dalam konteks disi7lin ilmu mereka sendiri. Memang bukti anekdot menunjukkan  bahCa sisCa mengangga7 diri mereka memiliki 7emikiran yang lemah terhada7  biologi, karena mereka mengangga7 biologi relatif bebas dari unsur matematika. Sika7 ini terus bertahan terle7as dari 7ersyaratan 7enggunaan unsur matematika bagi kebanyakan kehidu7an sains sisCa, karena kegagalan untuk mengintegrasikan intuisi ke dalam ara yang berarti bagi ilmu 7engetahuan yang berkontribusi 7ada 7erse7si  bahCa matematika tidak rele+an di luar disi7linnya 3Lan et al., 4$$%5.

$. Metode

Metode yang digunakan dalam 7enelitian ini adalah metode 4ksperimen. Sam7el yang digunakan dalam 7enelitian ini adalah mahasisCa di University of   Arizona 3jumlah< 4$$$ mahasisCa 7er tahun yang mengambil mata kuliah tersebut5.

-angkah yang dilakukan 7eneliti< Mem7erkenalkan subjek*subjek biologi   mengidentifikasi 7ermasalahan dan hasil belajar mahasisCa  meranang asesmen untuk mengukur hasil belajar mahasisCa  mengintegrasikan unsur kuantitatif dan konse7 biologi 7ada berbagai as7ek.

2. 3asil

Hasil  Precourse  menegaskan ketidakmam7uan sisCa untuk seara s7ontan mentransfer keteram7ilan matematika 7rasyarat mereka ke masalah biologis. Perbandingan 7enilaian hasil  pra / postcourse menunjukkan bahCa dibandingkan dengan sisCa di bagian lain, sisCa 7ada bagian eks7erimen menunjukkan hasil yang lebih besar 7ada item matematika  biologi ter7adu. Mereka juga membuat

(5)

keuntungan yang sebanding 7ada item biologi, yang menunjukkan bahCa memadukan keteram7ilan kuantitatif ke dalam 7erkuliahan 7engantar biologi tidak memiliki efek   buruk 7ada 7embelajaran biologi sisCa.

?ambar ". Kategori Perolehan ?ain SisCa 7ada Item PrePost Assesmen 4. Komentar tentang Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan dari 7enelitian ini adalah desain dan langkah 7enelitian sangat rini dan terintegrasi dengan baik. Asesmen yang dilakukan juga terstruktur sehingga hasil yang diberikan uku7 akurat sehingga da7at diketahui dengan jelas mengenai kekuatan, kelemahan, dan miskonse7si yang dialami mahasisCa. :amun menurut  7enda7at saya, kekurangan 7ada 7enelitian ini tidak terlihat begitu signifikan bahkan nyaris tidak ada teta7i 7erlu dilakukan 7enelitian lanjutan untuk mengetahui sejauh mana 7erubahan +ariabel yang diteliti.

5mpro#ing Middle School Students7 6uantitati#e Literac" through 5n:uir" Lab and 0roup 5n#estigation

GMeningkatkan -iterasi Kuantitatif SisCa Sekolah Menengah Atas melalui Inquiry Lab dan In+estigasi Kelom7ok

, S M Ais"a& B Supriatno& Saefudin& S Anggraeni

A. Latar Belakang

Saat ini, sebagian besar informasi disajikan dalam kum7ulan data numerik. Angka telah lama 7enting dalam 7engelolaan kehidu7an, ta7i tidak 7ernah ada di mana*mana se7erti sekarang. Keadaan baru tiba*tiba datang dengan teknologi dan

(6)

a7likasinya untuk mengum7ulkan, mengolah dan menyebarkan informasi kuantitatif. )a7i baru*baru ini, ada masalah dalam 7elaksanaan 7endidikan kita yang setelah lulus SMA, sisCa sudah akan mengalami 7erubahan dalam kurikulum. Kurikulum telah masuk ke dalam as7ek kuantitatif dan 7ara sisCa tidak sia7 mengikuti sistem 3/rith and ?unston, 4$""5. Pada taha7 ini, sisCa dihada7kan 7ada kesenjangan antara kebutuhan kurikuler dan keteram7ilan melek kuantitatif kuantitatif sisCa. SisCa tidak  terbiasa dengan a7likasi matematis yang menuntut 7enalaran kuantitatif. @leh karena itu, keaksaraan kuantitatif 7erlu ditanamkan di sekolah menengah untuk mengurangi kesenjangan antara kebutuhan kurikuler dan keteram7ilan kuantitatif sisCa.

B. Landasan eori

2erdasarkan karakteristik 7embelajaran biologi, biologi abad kedua 7uluh satu semakin berubah menjadi ilmu kuantitatif 3S7eth, 4$"$5. )idak hanya matematikaCan yang membutuhkan data kuantitatif, ham7ir semua bidang menggunakan matematika dalam karya mereka. Matematika adalah as7ek 7enting yang saat ini masih di7isahkan oleh mata 7elajaran lain 3Eardhani, 4$""5. Matematika itu sendiri berfungsi sebagai dasar literasi kuantitatif. Dalam menggunakan matematika, sisCa dituntut untuk  memiliki ke7ekaan numerik. Selain itu, 7enggunaan data numerik melatih akti+itas  ber7ikir kritis dan keteram7ilan metakognitif. -iterasi kuantitatif adalah keteram7ilan,  7engetahuan, ke7erayaan, kebiasaan ber7ikir, dis7osisi, kemam7uan komunikasi, dan keteram7ilan 7emeahan masalah yang dibutuhkan untuk terlibat seara efektif  dalam isu kuantitatif di bidang 7ekerjaan dan kehidu7an. -iterasi kuantitatif adalah kebiasaan 7ikiran atau kebiasaan ber7ikir untuk meni7takan makna informasi numerik 3:ational ounil on !duation and the Disi7lines, 4$$"5.

$. Metode

Penelitian ini menggunakan 7endekatan kuantitatif dengan metode >uasi* e97erimental. Instrumen yang digunakan dalam 7enelitian ini adalah kemam7uan literasi kuantitatif 7retest dan 7osttest, lembar obser+asi 7embelajaran, dan kuesioner  tangga7an guru dan sisCa. Data dianalisis seara statistik dengan menggunakan SPSS +er.4;. Sam7el 7enelitian adalah sisCa kelas #, melibatkan 4# sisCa dalam eks7erimen melalui In>uiry -ab dan 4# sisCa dalam eks7erimen melalui ?rou7 In+estigation.

2. 3asil

Hasilnya, rata*rata :*gain  pretest   dan  posttest  meningkat 7ada kedua kelom7ok eks7erimen. Skor rata*rata 7osttest adalah %","" untuk In>uiry -ab dan

(7)

=&,$" untuk In+estigasi Kelom7ok. Skor rata*rata keteram7ilan literasi kuantitatif :* gain kelas In>uiry -ab adalah $,&'4 dan kelas ?rou7 In+estigation adalah $,&4%. Kedua kelas eks7erimen menunjukkan rata*rata :*gain 7ada kategori sedang. Pada kedua kelom7ok eks7erimen menunjukkan 7eningkatan literasi kuantitatif sisCa. Meski7un demikian, tidak ada 7erbedaan yang signifikan antara 7embelajaran dengan strategi metakognitif berdasarkan Diagram ee melalui In>uiry -ab dan In+estigasi Kelom7ok terhada7 7eningkatan kemam7uan literasi kuantitatif sisCa. (mumnya, sisCa telah mam7u menda7atkan 7ersentase keteram7ilan inter7retasi yang tinggi. Ini  berarti bahCa sisCa memiliki kemam7uan untuk menjelaskan informasi bentuk 

matematis serta setelah melalui 7roses belajar. 4. Komentar tentang Kelebihan dan Kekurangan

Menurut 7enda7at saya, kelebihan dari 7enelitian ini adalah strategi  7embelajaean yang digunakan te7at sasaran sehinggi da7at menjaCab tujuan  7enelitian untuk meningkatkan kemam7uan literasi kuantitatif sisCa 7ada kelas dengan 7embelajaran yang menggunakan  Inquiry Lab dan Group Investigation. Sedangkan kekurangan dari 7enelitian ini adalah tidak adanya kelas 7embanding yang menggunakan 7embelajaran kon+ensional sehingga tidak da7at dibandingkan sejauh mana 7engaruh strategi 7embelajaran yang diberikan tersebut.

Math Bio or Biomath; (lipping the Mathematical Biolog" $lassroom GMath 2io atau 2iomathB Membalik Kelas 2iologi Matematika

4ric Alan 4ager& 1ames Peirce& Patrick Barlow

A. Latar Belakang

Metode matematika dan kom7utasi sangat 7enting bagi banyak bidang  7enelitian biologi kontem7orer, se7erti genomik, 7emodelan molekuler, biologi struktural, ekologi, biologi e+olusioner, neurobiologi, dan biologi sistem. Dengan demikian, kehidu7an sains kontem7orer sisCa 7erlu dihada7kan 7ada suatu hal dimana segala sesuatu da7at mena7ai keseimbangan bila terkandung unsur  matematika didalamnya. :amun ara tradisional dalam mengajar matematika mungkin tidak da7at memberikan ilmu yang da7at melatih keteram7ilan dan  7engalaman yang di7erlukan untuk menggunakan matematika seara efektif dalam

(8)

karir mereka sebagai 7raktisi danatau 7eneliti, se7erti keteram7ilan dan 7engalaman ini 3misalnya, 7emodelan matematika dan kolaborasi interdisi7liner5 adalah sulit untuk dibelajarkan dengan menggunakan 7endekatan model 7erkuliahan.

B. Landasan eori

Penemuan modern dalam biologi dan ilmu kehidu7an 7ada umumnya telah membuka banyak 7ertanyaan menarik dan 7enting, banyak di antaranya tidak  mungkin dijaCab tan7a 7emodelan dan analisis matematis yang signifikan 3SteCart, 4$""5. Meski7un demikian, melatih kemam7uan kuantitatif dalam kehidu7an sains mahasisCa 7ada umumnya masih kurang te7at jika dibandingkan dengan kemam7uan mereka dalam ilmu fisika atau matematika, yang mendukung la7oran 2I@ 4$"$ tentang ransfor!ing Un"ergra"uate #"ucation for $uture %esearch &iologists an"  'ision an" (hange in Un"ergra"uate &iology #"ucation< Panggilan tindakan untuk  mem7erdebatkan 7eningkatan yang berarti dalam melatih unsur matematika untuk   7eneliti biologi masa de7an 32reCer and Smith, 4$$=5.

$. Metode

(ntuk mena7ai tujuan yang luas 7eneliti mem7ersia7kan sisCa untuk da7at menggunakan 7emodelan matematika dalam karir biologis masa de7an, 7eneliti 7erlu menggunakan Caktu kelas kami yang berharga dengan ara yang 7aling 7roduktif. Peneliti menggunakan kelas yang dibalik untuk melakukan studi kasus di dalam masing*masing kelas, latihan 7emrograman kom7uter ter7ilih dan 7enilaian  7embelajaran sisCa melalui ujian dan 7emodelan matematika Nkom7etisiN. Akti+itas sehari*hari sisCa di dalam kelas diranang untuk menjadi bagian utama di ruang kelas yang dibalik. 2ukti bahCa latihan kelas 7asif yang tidak dirasakan da7at meningkatkan 7embelajaran sisCa melalui kolaborasi dengan sesama sisCa dan instruktur da7at memim7in sisCa untuk menghasilkan G(hec)ing out  dalam lingkungan kelasnya. 3Ehite et.al., 4$"&5.

2. 3asil

Dalam 7enelitian ini, 7eneliti memoti+asi kebutuhan dan menggambarkan kelas yang dibalik untuk M)H 4%=, Permodelan Matematika dalam 2iologi, di (ni+ersity of Eisonsin*-a rosse, dan juga mem7resentasikan hasil yang berkaitan dengan keterlibatan sisCa yang dihasilkan oleh 7endekatan ini. Perkuliahan yang terutama untuk jurusan sains yang mengkhususkan diri dalam biokimia, disam7aikan melalui eramah +ideo di luar kelas dan studi kasus yang dibangun dengan baik di dalam kelas, dengan 7enilaian yang dilaksanakan dengan menggunakan kombinasi

(9)

 7royek kelas, kuis indi+idu dan kom7etisi 7emodelan matematika kelom7ok. SisCa  7ada umumnya tam7il dengan baik dalam 7erkuliahan ini dan a7resiasi mereka terhada7 kelas yang dibalik meningkat seiring 7erkembangan semester, yang dibuktikan dengan Sur+ei -ASS!, !+aluasi SisCa (E*- tentang Instruksi dan e+aluasi 7ekerjaan sisCa 3rata*rata dan nilai rata*rata untuk kelas 7ada musim semi 4$"& adalah ; dan ', masing*masing5. Kelak di masa de7an, tentu saja,  7ekerjaan akan berfokus 7ada kelanjutan materi kuliah 3kuliah khusus5 untuk 

memenuhi kebutuhan mahasisCa sarjana yang berkembang dalam berbagai jurusan sains, serta se7erangkat alat 7enilaian yang lebih kuat. sisCa yang menggunakan metode 7engajaran N *ust+in+ti!eN.

4. Komentar tentang Kelebihan dan Kekurangan

Menurut 7enda7at saya, kelebihan dari 7enelitian ini adalah seara rini di7a7arkan langkah 7enelitiannya namun masih terlalu rumit untuk dimengerti. Metode yang digunakan dalam 7enelitian ini sangat efektif untuk meningkatkan kemam7uan mahasisCa dalam kemam7uan matematik, dan da7at dilakukan 7enelitian lanjutannya. Metode yang sama juga da7at digunakan oleh 7ara 7endidik di masa yang akan datang untuk meningkatkan kemam7uan mahasisCa biologi dalam hal matematis.

Mathematical Struggles and 4nsuring Success< Post!compulsor" Mathematics as Preparation for Undergraduate Bioscience

GPerjuangan Matematis dan Penjaminan Kesuksesan< Post+co!pulsory Matematika Sebagai Persia7an Sarjana 2iosains

1essica Bow"er and 4llie 2arlington

A. Latar Belakang

MattheCs, Adams, dan ?oos 34$"$5 mengklaim bahCa biologi telah menda7atkan re7utasi sebagai 7ilihan sains Nnon kuantitatifN. Mereka ber7enda7at  bahCa 7erse7si ini berarti bahCa uni+ersitas dan sisCa tidak mengangga7 matematika  post+co!pulsory  menjadi 7ersia7an 7enting bagi sarjana biologi. Hal ini terermin dalam 7ersyaratan masuk uni+ersitas. Di Inggris, tidak ada derajat dalam biosains yang saat ini mengharuskan sisCa untuk mengambil  A+level Mathe!atics  atau  $urther Mathe!atics. Hal umum bagi uni+ersitas yang lebih selektif untuk 

mem7ersyaratkan 7elajaran sains atau matematika tambahan selain 2iologi )ingkat* A, yang mungkin mendorong namun tidak menjamin bahCa sisCa mengambil

(10)

kualifikasi matematika post+co!pulsory. Akibatnya, ada +ariabilitas substansial dalam  biosienes 7restasi matematika sisCa sebelumnya. Pada tahun 4$"$, hanya 4 mahasisCa baru yang mem7elajari ilmu biologi 3tidak termasuk Psikologi5 telah mengambil Matematika tingkat*satu 3Hillman 4$"&, 445.

B. Landasan eori

Matematika yang digunakan dalam biosienes sebagian besar berbasis statistik, Calau7un 7emahaman bebera7a bidang matematika murni juga 7enting. Memang, 7ernyataan tolok ukur uality Assurance Agency untuk biosains menyatakan bahCa, 7ada akhir taraf mereka, sisCa harus da7at menentukan +aliditas dan ketelitian hasil statistik, memahami dan memani7ulasi data numerik, dan menggunakan teknik kuantitatif yang sesuai untuk menganalisis data biologis. Selain itu, Koenig 34$""5 mengemukakan bahCa to7ik matematika yang 7aling umum termasuk dalam tingkat biosiene adalah konsentrasi dan 7engeneran, 7robabilitas,  7engujian hi7otesis, statistik non*7arametrik, aljabar dan logaritma. )ari> 34$$&5 juga  ber7enda7at bahCa mahasisCa harus da7at< bekerja dengan rasio dan 7ro7orsiO memahami eks7onensial, kekuatan dan kalkulusO model informasi numerikO dan membaa, menafsirkan dan mentransformasikan data dalam berbagai bentuk.

$. Metode

Pendekatan dengan metode am7uran dilakukan dengan menggabungkan analisis data kualitatif dan kuantitatif dari kuesioner. Penelitian ini sesuai dengan  7edoman etika Asosiasi Riset Pendidikan Inggris 3Hammersley dan )raianou 4$"45, dan juga komite etik uni+ersitas yang rele+an. Kuesioner online dibuat untuk  mahasisCa saat ini yang menyelidiki 7erse7si mereka tentang Pengantar Matematika dan Matematika -anjutan. Kuesioner dikembangkan dengan bekerja sama bersama s7esialis 7endidikan matematika dan diujiobakan dengan sarjana sains dan matematika saat ini 3salah satunya adalah seorang ahli sarjana mikrobiologi5.

2. 3asil

Pada aCal 7enelitian, (ni+ersitas dikategorikan menurut 7eringkat mereka oleh (o!plete University Gui"e 4$"= untuk menentukan a7akah sisCa dari uni+ersitas ber7angkat tinggi atau rendah berbeda dalam 7enda7at mereka. Panduan ini digunakan 7ada kelom7ok misi uni+ersitas karena banyak institusi tidak lagi selaras dengan kelom7ok misi dan diangga7 7erlu untuk memberikan gambaran tentang berbagai jenis uni+ersitas yang terlibat dalam 7enelitian ini. (o!plete

(11)

University Gui"e diangga7 inde7enden. :amun, sam7el sangat bias mendukung sisCa dari uni+ersitas ber7angkat tinggi, dengan hanya ",' 7eserta belajar di uni+ersitas di luar #= uni+ersitas teratas yang diberi 7eringkat oleh (o!plete University Gui"e. Akibatnya, seara statistik tidak layak membandingkan kelom7ok sisCa yang berbeda ini. Selain itu, bias ini harus diingat saat mem7ertimbangkan temuan< sisCa dari uni+ersitas ber7eringkat rendah enderung tidak mengambil matematika tingkat tinggi dan karenanya mungkin terda7at 7erbedaan diantara mereka.

4. Komentar tentang Kelebihan dan Kekurangan

Menurut 7enda7at saya, kelebihan dari 7enelitian ini adalah instrumen yang digunakan uku7 kom7leks sehingga mahasisCa da7at melatih kemam7uan matematikanya, namun kekurangan dari 7enelitian ini sangat menonjol karena teknik  sam7ling yang bias sehingga hasil dari 7enelitian tersebut dikatakan tidak layak  seara statistik karena membandingkan kelom7ok sisCa yang berbeda.

Bockron as a Medium of Learning in he Process of 5n:uir" based Learning to 5mpro#e Science Process Skills of 1unior 3igh School Students in 0rowth and 2e#elopment

$oncept

G2okron Sebagai Media Pembelajaran dalam Proses Pembelajaran 2erbasis In>uiry untuk  Meningkatkan Keteram7ilan Proses Sains SisCa Sekolah Menengah Pertama dalam Konse7

Pertumbuhan dan Perkembangan 2 Ma"asari

A. Latar Belakang

Studi dan 7raktik sains melibatkan tiga unsur utama, yaitu sika7,  7rosesmetode, dan 7roduk. Proses 7enemuan dan kom7osisi teori atau konse7 sains dilakukan melalui langkah*langkah metode ilmiah. Proses 7embelajaran sains yang  baik idealnya meleCati 7roses bagaimana konse7 tersebut ditemukan. :amun, ketika

sisCa menggunakan metode ilmiah dalam 7roses 7embelajaran, mereka diCajibkan untuk memahami kom7onen dalam metode ilmiah. Kom7onen metode ilmiah dikenal dengan keteram7ilan 7roses sains. Keteram7ilan 7roses sains 3KPS5 sangat 7enting untuk di7elajari dan dikuasai bagi semua orang. 1ika seseorang telah menguasai keteram7ilan 7roses, dia telah menguasai keteram7ilan yang di7erlukan untuk tingkat  belajar yang lebih tinggi, yaitu melakukan 7enelitian dan 7emeahan masalah.

(12)

Meski7un ada bebera7a jenis keteram7ilan 7roses, keduanya dibedakan menjadi dua kelom7ok< keteram7ilan 7roses dasar dan keteram7ilan 7roses yang terintegrasi. )ermasuk dalam keteram7ilan 7roses dasar adalah keteram7ilan mengamati, mengklasifikasi, mengukur, mengganggu, menafsirkan, mengkomunikasikan, dan mem7rediksi. Keteram7ilan yang dibutuhkan oleh sisCa untuk menjalankan metode ilmiah dengan baik. Keteram7ilan 7roses juga bisa menjadi alat untuk melatih kemam7uan ber7ikir. Proses ber7ikir adalah bagian dari keerdasan. Keerdasan bisa dikembangkan dengan melatih 7roses ber7ikir. (ntuk  melatih 7roses ber7ikir sisCa da7at dilakukan dengan meningkatkan 7artisi7asi sisCa dalam belajar. satu 7embelajaran da7at membantu sisCa berfikir ber7ikir adalah  7embelajaran berbasis in>uiry 3Rustaman et.al., 4$$;5. Pembelajaran In>uiry

diranang untuk melibatkan sisCa seara langsung ke dalam 7roses ilmiah. Hasil  7enelitian 3Shlenker dalam 1oye and Eeil,4$$'5 In>uiry menunjukkan bahCa latihan da7at meningkatkan 7emahaman sains, 7roduktif dalam 7emikiran kreatif, dan sisCa menjadi teram7il dalam mem7eroleh dan menganalisis informasi.

$. Metode

Penelitian ini dilakukan dengan metode action research  atau (lassroo!  Action %esearch  3AR5. Menurut 3Eardhani, et.al., 4$$#5 AR adalah 7enelitian yang dilakukan oleh guru di kelas sendiri melalui refleksi diri dengan tujuan untuk  meningkatkan kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar sisCa semakin meningkat. Subjek 7enelitian yang terlibat adalah kelas  SMP: ; Margahayu Kabu7aten 2andung 4$"4*4$";, berjumlah 44 anak laki*laki dan 4$ anak 7erem7uan. Penguasaan keteram7ilan 7roses sains diukur< obser+asi, inter7retasi, kesim7ulan, komunikasi. )o7ik yang di7ilih dalam 7enelitian ini mengau 7ada Standar  Kom7etensi dan kurikulum dasar kom7etensi K)SP kelas , yaitu Standar  Kom7etensi ". Memahami sistem yang berbeda dalam kehidu7an manusia dan kom7etensi dasar "." Menganalisis 7entingnya 7ertumbuhan dan 7erkembangan makhluk hidu7.

2. 3asil

Ketika sisCa melakukan 7roses 7raktik inferensi mereka dan menggabungkan informasi baru dan 7ola alam dari 7engamatan 7ertumbuhan dan 7erkembangan tanaman benih dengan 7engetahuan yang telah mereka 7elajari sebelumnya. Kemudian sisCa kemudian menafsirkan dan menjelaskan 7roses 7ertumbuhan dan  7erkembangannya. SisCa mendeteksi 7ola interaksi antara tanaman dan

(13)

lingkungannya. Menurut hasil data 7enelitian, da7at diketahui bahCa dengan menggunakan 2oron sebagai media 7embelajaran da7at meningkatkan keteram7ilan  7roses sains dan 7enguasaan konse7 7ertumbuhan dan 7erkembangan. Penggunaan media 2oron juga memudahkan sisCa untuk dengan mudah mem7elajari  7erkembangan dan 7erkembangan bibit tanaman.

4. Komentar tentang Kelebihan dan Kekurangan

Menurut 7enda7at saya, kelebihan dari 7enelitian ini adalah metode yang digunakan da7at seara efektif mengetahui 7eningkatan keteram7ilan 7roses sains dan  7enguasaan konse7 sisCa dalam materi 7ertumbuhan dan 7erkembangan bibit tanaman. Perlu dilakukan 7enelitian lebih lanjut untuk meningkatkan keteram7ilan  7roses sains dan 7enguasaan konse7 sisCa dalam materi biologi yang lain dengan

metode atau strategi yang berbeda.

he 8elationship in Biolog" between he ,ature of Science and Scientific 5n:uir" GHubungan dalam 2iologi antara Sifat Ilmu Pengetahuan dan In>uiry Ilmiah

Kerstin Kremer& $hristine Specht& 2etlef Urhahne& and 1urgen Ma"er

A. Latar Belakang

Pendidikan biologi dan sains seara eks7lisit mengau 7ada 7emahaman kuni  7roses In>uiry ilmiah dan sifat 7engetahuan ilmiah 3:@S5 saat mendeskri7sikan

kom7etensi literasi ilmiah 32ybee "''#5. Keteram7ilan In>uiry ilmiah sebagian besar  di7elajari dan ditera7kan dalam konteks sub*domain sains, se7erti biologi 3Roberts and ?ott 4$$;5. 2erbeda dengan ini, konstruksi :@S biasanya dibahas seara umum untuk sains seara keseluruhan 3@sborne et al., 4$$;5. Dengan demikian, 7enelitian ini bermaksud untuk menyelidiki hubungan antara 7andangan umum :@S sisCa dan keteram7ilan In>uiry terkait biologi mereka. Penelitian instruksional umumnya mengungka7kan bahCa keteram7ilan In>uiry dan :@S da7at di7engaruhi melalui  7roses 7endidikan dalam 7eriode Caktu singkat bebera7a minggu 3Khishfe dan Abd* !l*Khalik 4$$4O 2ell et al., 4$$;5. Sebaliknya, 7enelitian yang berfokus 7ada  7engaruh jangka 7anjang 7engajaran tentang 7embentukan keteram7ilan In>uiry sisCa dan :@S memiliki hasil yang kontro+ersial 3-in, hiu, dan hou 4$$&5. @leh karena itu, 7enelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemam7uan In>uiry ilmiah sisCa dalam biologi dan :@S dan hubungan antara dua konstruksi dengan membandingkan sisCa dengan tingkat kelas yang berbeda.

(14)

B. Landasan eori

-cience Inquiry menyiratkan 7enggunaan keteram7ilan 7roses ilmiah se7erti mengamati, mem7ertanyakan, berhi7otesis atau menganalisis data dan kombinasi ini dengan 7enalaran ilmiah untuk mengembangkan 7engetahuan ilmiah 3Klahr dan Dunbar "'O -ederman et al., 4$$4O Roberts and ?ott, "'''5. Dalam kurikulum  biologi, keteram7ilan 7roses ini berguna untuk 7emahaman fisiologi, 7erilaku, atau

ekologi yang memadai. Penting untuk diatat bahCa In>uiry da7at ditera7kan 7ada  berbagai konteks biologis. Keteram7ilan 7roses da7at membantu sisCa untuk 

mengatasi In>uiry berbasis laboratorium dan la7angan 3Roberts and ?ott 4$$;5. Dalam 7enelitian ini, In>uiry ilmiah dio7erasionalkan sebagai 7roses 7emeahan masalah kognitif dari eks7erimen dalam konteks biologis berbasis laboratorium dan la7angan 3Duggan dan ?ott "''=O Klahr dan Dunbar, "'O Mayer 4$$#5. Proses  7emeahan masalah da7at ditentukan sebagai urutan bagian yang sesuai, tergantung  7ada jenis masalah yang harus di7eahkan 3Mayer dan Eittrok "''%5.

$. Metode

Studi ini dilakukan dengan "==; sisCa sekolah menengah dari negara bagian federal 1erman Hessen, yang mengerjakan 7ertanyaan tertulis untuk keteram7ilan In>uiry. Instrumen tertulis dengan 7ertanyaan terbuka digunakan untuk mengukur  ketram7ilan 7roses In>uiry sisCa< merumuskan 7ertanyaan, menghasilkan hi7otesis, merenanakan In>uiry dan menafsirkan data. Item berisi deskri7si singkat tentang masalah biologis dalam situasi dunia nyata dan, tergantung 7ada keteram7ilan 7roses yang ditangani, satu atau dua 7ertanyaan. Alat uji akhir terdiri dari dua 7uluh em7at item yang membahas keteram7ilan In>uiry sisCa dengan mengau 7ada eks7erimen. Semua item tes didistribusikan dalam buklet dalam desain multimatri9 dengan item yang saling tum7ang tindih yang menghubungkan buklet uji satu sama lain.

2. 3asil

Se7erti yang dinyatakan sebelumnya, 7embinaan 7emahaman :@S dengan melibatkan sisCa dalam 7endekatan 7embelajaran sains berbasis In>uiry telah di7ertimbangkan dalam 7enelitian 3Khishfe dan Abd*!l*Khalik 4$$45O :amun, terda7at kurangnya 7enelitian yang membahas 7engaruh keyakinan :@S sisCa terhada7 strategi In>uiry mereka. 2erurusan dengan hal itu, 7enelitian ini menunjukkan 7engaruh 7ositif dari ke7erayaan :@S yang lebih anggih, selain  7engalaman belajar, kematangan intelektual, usia 3tahun ajaran5 dan kinerja 3kelas5,  7ada In>uiry yang mengatasi keteram7ilan dalam bidang biologi. Sebagai kom7onen

(15)

keaksaraan ilmiah, :@S dan In>uiry meru7akan tujuan 7enting dalam 7engajaran  biologi 3Roberts 4$$"O Roberts and ?ott 4$$;5. 2ukti dari 7enelitian ini menunjukkan  bahCa sisCa menunjukkan kemam7uan In>uiry yang lebih baik dan keyakinan :@S

yang lebih memadai ketika mereka memiliki lebih banyak 7engalaman belajar.

4. Komentar tentang Kelebihan dan Kekurangan

Menurut 7enda7at saya, kelebihan dari 7enelitian ini adalah sam7el yang dilibatkan dalam 7enelitian uku7 banyak sehingga da7at mere7resentasikan dengan  baik hasil 7enelitian 3tidak bias5 namun terda7at kekurangan dalam 7enelitian ini

dimana tidak ada analisis 7engaruh keyakinan :@S sisCa terhada7 strategi In>uirynya sehingga dibutuhkan 7enelitian lanjutan yang meru7akan 7erbaikan dari  7enelitian sebelumnya.

5nfusing 6uantitati#e Approaches throughout he Biological Science $urriculum GMenera7kan Pendekatan Kuantitatif melalui Kurikulum Ilmu 2iologi

Katerina '. hompson& odd. 1. $ooke& =illiam (. (agan& 2enn" 0ulick& 2oron Le#"& Karen $. ,elson& 4dward (. 8edish& 8obert (. Smith and 1oelle Presson

A. Latar Belakang

Kebutuhan masyarakat yang berkembang untuk indi+idu dengan kemam7uan dalam ilmu 7engetahuan, namun di7erkirakan kurang dari &$ sisCa yang masuk   7erguruan tinggi dengan minat 7ada karir sains berhasil menyelesaikan gelar sains. Sementara banyak faktor yang mem7engaruhi hilangnya sisCa dari jaringan  7endidikan sains, ada banyak bukti bahCa keteram7ilan kuantitatif yang buruk 

meru7akan hambatan utama bagi kesuksesan dalam kurikulum sains. 1umlah sisCa yang masuk 7erguruan tinggi dan uni+ersitas dengan 7ersia7an matematika yang tidak  memadai meningkat seara global. Pada saat yang sama, biologi berkembang dengan e7at dari akar historisnya sebagai bidang yang sebagian besar bersifat deskri7tif ke  bidang yang sangat bergantung 7ada 7endekatan kuantitatif.

B. Landasan eori

Pendidikan ilmu biologi tingkat sarjana kini menghada7i tantangan untuk  mem7erkuat keteram7ilan kuantitatif sisCa*sisCa yang kurang di7ersia7kan sekaligus mem7erkuat 7enekanan kuantitatif kursus biologi sarjana untuk menerminkan sifat la7angan saat ini. Kebutuhan ini telah mengilhami serangkaian la7oran dan esai yang mendesak dilakukannya reformasi sarjana ilmu biologi untuk mengintegrasikan lebih  banyak matematika ke dalam kurikulum 3?ross, "''&5. Ada banyak ontoh kursus

(16)

dan kurikulum yang bagus yang membahas kebutuhan untuk mengembangkan keteram7ilan kuantitatif dalam sisCa biologi. Perkuliahan kalkulus dengan 7enekanan  biologis telah dikembangkan di bebera7a institusi.

$. Metode

2aru*baru ini, bebera7a 7erkuliahan matematis intensif lainnya telah dii7takan. Ini termasuk sifat fisik dari sistem kehidu7an, 2iologi Sel dari Pers7ektif  2iofisik, 2ioinformatika dan ?enomik )erintegrasi, dan 2iofisika Membran. 2erdasarkan 7endaftaran tahunan, kami berhara7 bahCa sekitar 4$ lulusan ilmu  biologi akan menyelesaikan satu atau lebih dari 7erkuliahan intensif seara kuantitatif 

ini. Meski7un 7endaftaran saat ini relatif rendah, mata kuliah ini memberi 7ilihan  7ada sisCa yang tertarik yang sebelumnya tidak tersedia bagi mereka dan berfungsi sebagai gateay  untuk mengikuti 7elatihan di bidang ini. Perkuliahan ini disusun menjadi serangkaian benang to7ik, bebera7a di antaranya membantu sisCa menda7atkan kom7etensi dalam ber7ikir dengan matematika 3misal, 7emodelan matematika, kuantifikasi, dan 7enskalaan5. Semua sumber daya dikembangkan dan diatur dalam format Ciki sehingga mereka da7at melakukannya dikemudikan oleh orang lain selama 7roses 7engembangan.

2. 3asil

Salah satu tantangan yang tersisa adalah membangun bukti kuat untuk manfaat kurikulum yang ditingkatkan seara kuantitatif. !fek 7ositif dari bebera7a inisiatif  3misalnya,  Math&ench5 mudah ditunjukkan, sementara dam7ak inisiatif lainnya kurang jelas. 2ebera7a kesulitan berasal dari menoba menerjemahkan tujuan yang agak global 3misalnya, meningkatkan kemam7uan sisCa biologi untuk menera7kan  7endekatan kuantitatif dalam memeahkan masalah biologis5 terhada7 hasil  7embelajaran yang s7esifik dan terukur. Kesulitan lain adalah mengidentifikasi langkah*langkah e+aluasi yang te7at. (ntuk inisiatif Math&ench, kami meranang sebuah instrumen untuk membantu mengukur as7ek*as7ek s7esifik keteram7ilan kuantitatif yang diangga7 7enting oleh fakultas kami. Kenaikan 7ersentase mahasisCa lulusan yang seru7a terlihat sederhana namun stabil, yang mengindikasikan bahCa mereka tidak hanya menyukai ta7i juga senang menghada7i konten matematika di mata kuliah mereka. 2ukti 7erubahan sika7 ini mendukung kesan fakultas bahCa  7erubahan yang telah 7eneliti buat dalam kurikulum sarjana bermanfaat bagi mereka.

(17)

 7elembagaan 7endekatan berbasis bukti terhada7 7engembangan kurikulum yang seara eks7lisit bergantung 7ada u7aya tim interdisi7liner yang sedang berlangsung untuk mena7ai transformasi kurikulum yang koheren dan rele+an.

4. Komentar tentang Kelebihan dan Kekurangan

Menurut 7enda7at saya, kelebihan dari 7enelitian ini adalah strategi*strategi yang ditera7kan dalam 7enelitian sangat menarik dan membaCa 7engaruh 7ositif  terhada7 kurikulum yang berlaku sedangkan kekurangan dari 7enelitian ini adalah  7erkuliahan yang dilaksanakan terlalu lama yakni "$ tahun sehingga berbagai kemungkinan da7at terjadi dan faktor*faktor lain yang munul juga memiliki kemungkinan yang sanagt besar dalam mem7engaruhi hasil 7enelitian.

he Application of Problem Based Learning Model to 5mpro#e Mathematical Literac" Skill and he 5ndependent Learning of Student

GPenera7an Model Pembelajaran 2erbasis Masalah untuk Meningkatkan Keteram7ilan -iterasi Matematika dan Pembelajaran Mandiri bagi SisCa

( A Sari& 5 A ' >andari and (akhrudin A. Latar Belakang

Matematika adalah salah satu 7ena7aian terbesar manusia. Dengan menggali kemam7uan 7ikiran manusia, matematika telah memfasilitasi 7engembangan sains, teknologi, teknik, bisnis, dan 7emerintahan. Agar masyarakat ber7artisi7asi 7enuh dalam masyarakat, mereka harus mengetahui matematika dasar. Earga negara yang tidak da7at beralasan seara matematis ter7utus dari keseluruhan usaha manusia. Penghitungan harta kehilangan mereka bukan kesem7atan teta7i juga kom7etensi dalam tugas sehari*hari 3Kil7atrik, 4$$"5. Dengan demikian adalah alasan 7entingnya matematika untuk di7elajari. Ada lima kom7etensi dalam matematika, yaitu  7emeahan masalah matematika, komunikasi matematis, 7enalaran matematis, koneksi matematis, dan re7resentasi matematis 3:)M, 4$$$5. Kelima dari kom7etensi ini dibutuhkan oleh sisCa untuk bisa menggunakan matematika dalam akti+itas sehari*hari. Kemam7uan yang menaku7 lima dari kom7etensi ini adalah kemam7uan membaa matematis. -iterasi matematika membantu seseorang untuk  memahami 7eran atau kegunaan matematika dalam kehidu7an sehari*hari sekaligus menggunakannya untuk membuat ke7utusan yang te7at sebagai Carga negara 3Kamaliyah, 4$";5. :amun, keteram7ilan literasi matematika sisCa di Indonesia masih sangat rendah.

(18)

(ntuk meningkatkan keteram7ilan literasi matematika di7erlukan  7embelajaran yang dilakukan oleh sisCa seara mandiri. Pembelajaran mandiri adalah  7embelajaran dimana tujuan 7embelajaran, metode atau arahan untuk mena7ai tujuan  7embelajaran, dan regulasi 7roses 7embelajaran di7utuskan, di7andu dan dikelola oleh 7elajar 32ala7umi dan Aitken, 4$"45. Pembelajaran mandiri da7at dilihat seara uku7 luas untuk menaku7 berbagai situasi. dan konteks di mana sisCa menafsirkan dan 7eranah 7engetahuan dan keteram7ilan baru seara inde7enden dari orang*orang di sekitar mereka. )ujuan 7embelajaran mandiri adalah untuk mengajarkan sisCa untuk belajar untuk diri mereka sendiri dan 7ada gilirannya memberdayakan mereka dalam 7roses belajar mereka terle7as dari konteks 7embelajaran atau lingkungan mereka. 32road, 4$$%5. Menjadi 7elajar mandiri tidak berarti belajar sendiri atau dengan ara yang terisolasi 3Meyer, 4$$5. Kita da7at mendorong 7engembangan  7embelajaran mandiri dengan memfasilitasi kelom7ok belajar sebaya, yang mungkin  bertemu untuk re+isi mingguan atau untuk 7ersia7an ujian 3Damon dan Phel7s, "''5. $. Metode

Metode yang digunakan dalam 7enelitian ini adalah metode kuasi* eks7erimental. Sedangkan disain 7enelitiannya adalah desain kelom7ok kontrol non* ekui+alen. Po7ulasi dalam 7enelitian ini adalah sisCa kelas III SMP :egeri &, tahun akademik 4$";4$"&. Sam7el dalam 7enelitian ini diambil dengan menggunakan metode cluster ran"o! sa!pling  untuk menentukan sam7el jika 7o7ulasi terdiri dari kelas indi+idu atau kelom7ok. Dalam 7enelitian ini, sam7el diambil dua kelas, yaitu kelas kontrol dan eks7erimen. Pemilihan kelas kontrol dan eks7erimen di7ilih seara aak. SisCa di kelas eks7erimen akan belajar dengan model 7embelajaran berbasis masalah, sedangkan kelas kontrol akan diberikan 7embelajaran kon+ensional yang kemudian akan digunakan sebagai 7erbandingan kelas eks7erimen.

2. 3asil

Model Problem 2ased -earning da7at meningkatkan kemam7uan literasi matematika kelas III SMP :egeri & Serang. Hal ini da7at diringkas sebagai berikut< 3"5 Kemam7uan literasi matematika sisCa yang menda7at 7embelajaran dengan model 7embelajaran berbasis masalah lebih baik dari7ada sisCa yang menda7at  7embelajaran kon+ensionalO 345 Meningkatkan keteram7ilan literasi matematis sisCa yang belajar dengan model 7embelajaran berbasis masalah lebih baik dari7ada sisCa yang menerima 7embelajaran kon+ensionalO 3;5 Kemandirian belajar sisCa yang

(19)

menda7at 7embelajaran dengan model 7embelajaran berbasis masalah lebih baik  dari7ada sisCa yang menda7at 7embelajaran kon+ensionalO 3&5 Peningkatan kemandirian belajar sisCa yang telah belajar dengan menggunakan model  7embelajaran lebih baik dari7ada sisCa yang menerima 7embelajaran kon+ensional.

4. Komentar tentang Kelebihan dan Kekurangan

Menurut 7enda7at saya, kelebihan dari 7enelitian ini adalah 7eneliti da7at mena7ai tujuan 7enelitian yaitu meningkatkan kemam7uan literasi matematika sisCa namun terda7at kekurangan dalam 7enelitian ini adalah kurangnya kelas 7embanding yang diberikan strategi selain Proble! &ase" Learningdan kon+ensional.

5ntegration of Bioinformatics into an Undergraduate Biolog" $urriculum and he 5mpact on 2e#elopment of Mathematical Skills

GIntegrasi 2ioinformatika menjadi Kurikulum 2iologi Sarjana dan Dam7aknya terhada7 Pengembangan Keteram7ilan Matematika

Bruce =ightman and Am" . 3ark  A. Latar Belakang

Perkembangan bidang se7erti bioinformatika dan genomik telah meni7takan tantangan dan 7eluang baru bagi kurikulum biologi sarjana. MahasisCa yang mem7ersia7kan karir di bidang sains, teknologi, dan kedokteran memerlukan studi  bioinformatika yang lebih intensif dan 7elatihan yang lebih anggih dalam

matematika yang sangat mendasar. Dalam 7enelitian ini, 7eneliti sengaja mengintegrasikan instruksi bioinformatika 7ada bebera7a tingkat 7erkuliahan ke dalam kurikulum biologi yang ada. Peneliti meranang alat 7enilaian langsung dan tidak langsung untuk mengikuti kemajuan sisCa melalui rangkaian 7erkuliahan.

B. Landasan eori

1akson 34$$=5 telah menggariskan tantangan dan kesem7atan untuk  menda7atkan 7endidikan sarjana di bidang bioinformatika. Di antara banyak sarannya adalah< 3"5 mengembangkan 7erkuliahan 7engantar biologi yang menam7ilkan a7likasi matematika, 345 mem7erkenalkan seara substansial lebih banyak matematika ke dalam kursus biologi yang ada, 3;5 menaCarkan 7erkuliahan berbasis kom7uter  sebagai laboratorium tera7an di bidang bioinformatika, dan 3&5 berin+estasi dalam  7engembangan fakultas dan kolaborasi interdisi7liner. Kami menera7kan as7ek dari saran ini sekaligus meningkatkan 7endidikan sarjana dalam genomik dengan seara sistematis mengenalkan bioinformatika ke dalam kurikulum biologi dan biokimia sarjana yang ada di berbagai tingkat. Pendekatan ini adalah ada7tasi dari 7endekatan

(20)

seru7a  bioinformatika di seluruh kurikulum yang diambil oleh (ni+ersity of  Eisonsin*-a rosse dan Kalama0oo ollege J"#, "O alih*alih meni7takan G7erkuliahan bioinformatika khusus yang hanya akan menarik sejumlah keil sisCa,  7endekatan kuantitatif dan bioinformatika seara sistematis ditenun menjadi bebera7a

kursus biologi dan kimia. $. Metode

Metode yang digunakan dalam 7enelitian ini tidak tertulis seara langsung, namun ditinjau dari langkah*langkah 7enelitiannya, metode yang digunakan adalah 8esearch and 2e#elopment karena terda7at suatu alternatif 7enyelesaian untuk  masalah yang ditemukan dalam 7enelitian. Analisis data yang digunakan dalam  7enelitian ini adalah analisis data seara kuantitatif. Sam7el yang digunakan dalam  7enelitian ini adalah Q44$$ mahasisCa S*" di Muhlenberg ollege, AllentoCn, Pennysil+ania, dengan berbagai jurusan diantaranya biokimia, biologi, kimia, ilmu om7uter, ilmu lingkungan, neuroscience, dan matematika.

2. 3asil

Pertama, mengenalkan sisCa 7ada aCal karir mereka terhada7 konse7  bioinformatika efektif dan menghasilkan hasil 7ositif 7ada 7embelajaran yang signifikan. Peneliti bisa mengukur 7eningkatan keduanya seara bersamaan baik  dalam bidang bioinformatika dan kemam7uan matematika dalam 7o7ulasi ini. Kedua, sisCa 7ada umumnya mem7ertahankan kemam7uan tersebut saat mereka beralih ke  7rogram studi menengah. Ketiga, 7eningkatan 7ada tingkat kinerja keseluruhan yang da7at diterima 7aling baik, direalisasikan di kelas lanjutan yang menggunakan keteram7ilan dan konse7 ini sebagai bahan inti 7erkuliahan. Akhirnya, ke7erayaan diri sisCa terhada7 7engetahuan dan keteram7ilan bioinformatika mereka meningkat seara konsisten. Pandangan sisCa tentang literasi kuantitatif mereka sendiri telah disoroti. Ke7erayaan diri terhada7 kemam7uan matematika yang melibatkan rasio,  7robabilitas, dan logaritma yang tinggi seara konsisten namun belum tentu meru7akan indikator kemam7uan sisCa untuk memeahkan masalah baru yang membutuhkan keteram7ilan dasar ini. SisCa se7anjang kurikulum juga ske7tis terhada7 hubungan antara belajar bioinformatika dan meningkatkan kemam7uan matematika mereka. )entu saja kurangnya kesadaran sisCa mungkin baik jika sisCa mena7ai tingkat kinerja yang diinginkan 7ada akhirnya.

(21)

Menurut 7enda7at saya, kelebihan dari 7enelitian ini adalah da7at mengintegrasikan bebera7a disi7lin ilmu se7erti matematika, biologi, dan kimia juga diintegrasikan dengan 7erkuliahan berbasis om7uter sebagai laboratorium tera7an di  bidang matematika namun masih terda7at kekurangan 7ada 7enelitian ini yang adalah  7enerimaan oleh sisCa dan keterlibatannya mungkin lebih baik dalam akti+itas  berbasis 7royek yang lebih 7anjang yang menuntut 7enera7an keteram7ilan untuk 

Gambar

Tabel 1.1. Jenis Pertanyaan

Referensi

Dokumen terkait

ABSTRAK: Penelitian bertujuan menghasilkan program bimbingan karir yang efektif untuk meningkatkan kemampuan perencanaan karir peserta didik kelas VIII SMP Negeri 15 Bandung

Hasil penelitian yaitu: Merit sistem, Pengembangan Karir dan Keterlibatan Kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Kinerja karyawan PT Angkasa Pura 1 (Persero)

Hasil penelitian ini mengembangkan hipotesis pertama yaitu penilaian kinerja berpengaruh positif dan signifikan pada pengembangan karir di PT Bali Biasa Indah

Hasil analisis dalam penelitian ini yang pertama Upah mempunyai hubungan negatif signifikan dan bersifat inelastis terhadap penyerapan tenaga kerja, kedua PDRB

Hasil dari penelitian menunjukkan: (1) Pengaruh signifikan antara komunikasi efektif pada karyawan milenial terhadap kemajuan karir karyawan milenial di PT Pupuk Sriwidjaja

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Bianca &amp; Susihono (2012) menghasilkan bahwa pengembangan karir berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan kerja.Hal tersebut

Hasil penelitian ini yaitu terdapat pengaruh positif dan signifikan kepercayaan diri terhadap kematangan karir mahasiswa di Politeknik LP3I Jakarta Kampus Jakarta Utara

Berdasarkan hasil penelitian dan analisa data yang dilakukan mengenai Pengaruh Kemampuan Kerja dan Sikap Kerja berpengaruh signifikan terhadap Pengembangan Karir