• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rektor dan Kepala SMA se- Jatim Diskusi Problem Penerimaan Mahasiswa Baru

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Rektor dan Kepala SMA se- Jatim Diskusi Problem Penerimaan Mahasiswa Baru"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

Rektor dan Kepala SMA

se-Jatim

Diskusi

Problem

Penerimaan Mahasiswa Baru

UNAIR NEWS – Suasana hangat menyelimuti acara silaturahmi

antara Rektor UNAIR dengan kepala sekolah SMA/SMK/sederajat se-Jatim. Rektor Prof. Dr. Moh. Nasih, SE., MT., Ak., CMA didampingi Direktur Pendidikan UNAIR Prof. Ni Nyoman Tri Pusparini dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Dr. Saiful Rachman, MM, M.Pd, Rachman tampak bersahabat berdiskusi dengan beberapa kepala sekolah. Forum silaturahmi berlangsung di Ruang Selasar, Kantor Manajemen UNAIR, Jumat (11/11).

Kehangatan acara semakin bertambah karena diselingi dengan humor segar oleh moderator Drs. Suko Widodo., M.Si yang juga merupakan Ketua Pusat Informasi dan Humas UNAIR. Melalui forum silaturahmi ini, diharapkan dapat terjalin kehangatan dalam diskusi mengenai penerimaan mahasiswa baru.

“Semua kalangan bisa berkuliah di UNAIR, dari mana saja. Terkait dengan bantuan pendidikan Bidikmisi, semuanya memiliki peluang untuk ikut mendaftar Bidikmisi,” ujar Prof Nasih

Dalam acara tersebut, poin yang menarik terletak di sesi wawancara. Sebab dalam sesi tersebut, rektor bersama seluruh peserta mengerti problematika yang dihadapi calon mahasiswa. Bukan hanya diskusi, rektor juga memberi solusi terkait problematikan tersebut.

Pertanyaan yang dilontarkan kepda rektor sebagian besar seputar penerimaan mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Diantaranya, seputar mekanisme SNPMTN hingga aspek yang dinilai dalam penerimaan SNMPTN maupun Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) setiap tahunnya.

(2)

“Untuk nilai rapor yang akan diikutkan dalam SNMPTN, baik itu dari kelas akselerasi ataupun regular, kita serahkan semuanya kepada sekolah. Bagaimana sekolah mengatur itu sehingga pembagiannya bisa adil,” ujar Nasih.

Saiful Rachman selaku Kepala Dinas Provinsi Jatim mengatakan, sekolah harus menyiapkan muridnya untuk memasuki perguruan tinggi yang berkualitas, salah satunya UNAIR. Selain itu, sekolah juga memiliki peran untuk mendampingi siswa agar selektif dalam memilih jurusan.

Saiful juga mengapresiasi UNAIR dalam penyelenggaraan forum silaturahmi ini. Pasalnya, UNAIR adalah perguruan tinggi pertama yang menginisiasi acara ini. Diharapkan, forum silaturahmi antara rektor dengan kepala sekolah juga diikuti oleh perguruan tinggi yang lain.

Diskusi berlangsung selama satu setengah jam dan bergulir dengan hangat dan ramah. Acara tersebut diapresiasi oleh seluruh peserta yang hadir. Ulfatul Mufidah salah satu perwakilan dari SMAN 1 Kediri mengatakan, ia sangat senang diundang dalam acara tersebut karena bisa bertukar pendapat langsung dengan Kepala Dinas dan Rektor UNAIR.

Pada kesempatan ini Prof Nasih juga mengatakan, pihaknya akan mempertimbangkan calon mahasiswa yang memiliki prestasi di bidang tertentu untuk bisa mendapatkan kesempatan berkuliah di UNAIR. (*)

Penulis : Faridah Hariani Editor : Binti Q. Masruroh

(3)

Gandeng Kepala Sekolah

se-Jatim, UNAIR Gelar Tour De

Campus

UNAIR NEWS – Sebagai wujud terimakasih dan apresiasi kepada

sekolah menengah atas sederajat di Jawa Timur, Universitas Airlangga menggelar kegiatan Tour De Campus sebagai bagian dari kegiatan Dies Natalis ke-62. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr. Saiful Rachman, MM, M.Pd hadir sebagai salah satu pembicara di kegiatan Tour De Campus yang digelar di selasar lantai empat Kantor Manajemen UNAIR, Jumat (11/11). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pusat Informasi dan Humas UNAIR tersebut dihadiri setidaknya 60 kepala sekolah SMA/K se-Jatim. Kegiatan tersebut merupakan ajang silaturahmi dan diskusi antara kepala sekolah dan pihak UNAIR. Selain Saiful Rachman, hadir pula Rektor UNAIR Prof. Dr. M. Nasih, S.E., M.T., Ak, dan Direktur Pendidikan Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih., M.Si. Diskusi dipandu oleh Ketua PIH UNAIR Suko Widodo.

“Ini merupakan tempat silaturahmi bapak dan ibu sekalian yang ada disini. Selain itu, ini merupakan tempat mengutarakan aspirasi dan juga berdiskusi langsung dengan Rektor UNAIR,” ujar Suko mengawali diskusi.

Dalam kesempatan ini, Rektor UNAIR mengapresiasi semua sekolah yang lulusannya berhasil diterima sebagai mahasiswa di UNAIR. Dalam pelaksanaan SNMPTN dan SBMPTN 2016 tercatat beberapa sekolah dengan murid terbanyak di UNAIR di antaranya SMAN 15 Surabaya dengan 112 Siswa, SMAN 2 Surabaya 102 Siswa dan SMAN 16 surabaya dengan 72 siswa.

“Saya harap bapak-ibu disini tetap mengirimkan siswa siswi terbaiknya untuk bisa belajar di UNAIR. Dari kalangan manapun,” ujar Prof. Nasih.

(4)

Saiful juga berterima kasih kepada UNAIR karena telah mengadakan kegiatan diskusi seperti tersebut. Ia juga berharap kegiatan diskusi ini bisa diterapkan di beberapa perguruan tinggi lainnya.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada UNAIR dan Pak Rektor karena sudah mengadakan kegiatan Tour De Campus ini. Saya kira ini baru pertama kali di Jawa Timur ya, dan saya harap nantinya akan ada kegiatan seperti ini lagi. Mungkin perguruan tinggi lain juga bisa,” ujar Saiful.

Penulis: Faridah Hari Editor: Nuri Hermawan

Ratusan Pelajar dari Tiga

Kota Bersemangat Kunjungi

UNAIR

UNAIR NEWS – Masih dengan euforia Dies Natalis Universitas

Airlangga ke-62, Jumat (11/11), ratusan siswa dari tiga kota bersemangat mengunjungi perguruan tinggi negeri terbesar se-Indonesia timur.

Sebanyak kurang lebih 700 siswa dan guru pendamping dari tiga sekolah menengah atas dari tiga kota yang berbeda memadati Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen, Kampus C. Ketiga SMA itu adalah SMAN 1 Kesamben Blitar, SMAN 2 Wonogiri, dan SMAN 3 Surabaya.

Kunjungan rombongan dari tiga sekolah tersebut disambut oleh pihak UNAIR yang diwakili oleh Drs. Imam Siswanto, M.Si dari Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB), dan Dr. drh. Eduardus

(5)

Bimo Aksono H, M.Kes dari Pusat Informasi dan Humas (PIH).

“Kami mengunjungi UNAIR ini untuk menggali lebih dalam, dan memberi informasi kepada siswa kami terkait apa saja yang ada di UNAIR,” ujar salah satu koordinator dari SMAN 2 Wonogiri. Ada yang berbeda dari kunjungan SMA kali ini. Yakni banyaknya jumlah siswa yang berkunjung ke UNAIR. Staf PIH UNAIR Hedy Diah Syahputri, S.Ikom, mencatat, kunjungan dari 700 siswa dan guru tersebut merupakan jumlah tamu kunjungan terbanyak yang diterima UNAIR dalam waktu bersamaan. Sebelumnya, jumlah siswa yang berkunjung ke UNAIR berkisar 300 hingga 500 siswa.

“Kunjungan kali ini terbanyak dalam sejarah kunjungan dari siswa SMA. Kursi di aula sampai full semua,” tandasnya.

Setelah mendapat sambutan di Aula Garuda Mukti, seluruh siswa diarahkan oleh staf PIH menuju IRIEx (Indonesian Research and Innovation Expo) yang dihelat sejak Kamis, (10/11), di Gedung Airlangga Convention Center (ACC). Seluruh siswa terlihat antusias ketika mengunjungi satu per satu stan di IRIEx. (*) Penulis : Dilan Salsabila

Editor : Defrina Sukma S

Meski Turun Hujan, Penutupan

AISC-ISS Berlangsung Meriah

UNAIR NEWS – Acara penutupan Airlangga International Student

Competition and International Student Summit (AISC-ISS) 2016 yang bekerjasama dengan International Office and Partership (IOP) akhirnya berakhir pada Rabu, (9/11). Penutupan acara digelar di depan Kantor Manajemen Universitas Airlangga

(6)

Surabaya.

Closing ceremony diawali dengan Sparkling Surabaya dance sebagai tarian khas Surabaya. Dalam sambutannya, Wakil Rektor I UNAIR Prof. Djoko Santoso, dr., Sp.PD-KGH., Ph.D., FINASIM menyempatkan berbincang dengan mahasiswa asing asal Italia dan Yordania. Guru Besar Fakultas kedokteran itu mengajak mahasiswa asing berbincang-bincang di atas panggung. “Selain Bahasa Indonesia apakah bisa Bahasa Jawa? Kalau dalam Bahasa Jawa kami mengatakan Sugeng Rawuh itu artinya apa?,” tanya Prof Djoko kepada Noemi mahasiswa asal Italia. “Artinya, terima kasih,” jawab Noemi dengan logat khas Italia diiringi tawa para audience.

Meski hujan, antusias dari mahasiswa yang tergabung dalam AISC-ISS justru semakin seru. Kemeriahan acara kembali muncul ketika mahasiswa asal Malaysia membawakan tari Saman. Meski hanya berlatih selama tiga hari, mereka tampak lihai membawakan tari asal Aceh ini. Selain itu, ada pula nyanyian lagu Kartini diiringi dengan permainan Angklung, yaitu kolaborasi antara Paduan Suara Universitas Airlangga (PSUA) dengan mahasiswa asing yang menempuh studi di UNAIR.

Selain beragam penampilan, ada satu sesi yang ditunggu para peserta pada malam itu. Yakni, pengumuman juara AISC yang dibacakan oleh Direktur Pendidikan UNAIR. Tiga hari digelarnya acara AISC-ISS ini melibatkan sebanyak 293 peserta, baik mahasiswa Indonesia maupun asing yang terhimpun dalam 29 universitas di Indonesia.

Kompetisi yang dilombakan pada AISC meliputi pidato Bahasa Indonesia yang diikuti oleh 37 mahasiswa asing, pidato bahasa Inggris yang diikuti oleh 43 mahasiswa Indonesia, dan lomba poster yang diikuti oleh 33 mahasiswa Indonesia maupun asing. Pada kategori Pidato Bahasa Indonesia, juara I diraih oleh Noemi Gagliardi asal Itali dari Universitas Katolik Indonesia Atmajaya. Juara II diperoleh Lee Sun Min asal Korea Selatan

(7)

dari Universitas Kristen Petra. Dan juara III diperoloeh Alejandro Comte Torres asal Mexico dari Universitas Surabaya.

Kolaborasi mahasiswa asing dengan PSUA menyanyikan lagu We Are The Champion. (Foto: Istimewa)

Pada kategori Pidato Bahasa Inggris, juara I diraih oleh Yoga Adityatama dari Universitas Negeri Semarang. Juara II diperoleh Anis Wulandari dari Universitas Airlangga. Dan Juara III diperoleh Hedwig Tiara Svayambhu.

Sedangkan pada kategori Lomba Poster, juara I diperoleh Simon Ntamwana dari Universitas Gadjah Mada. Juara II diperoleh Martin Iryayo dari Universitas Negeri Yogyakarta. Dan juara III diperoleh Mohaddeseh Maktabifard asal Iran dari Universitas Indonesia.

“Senang sekali memperoleh juara I pada kompetisi lomba Pidato Bahasa Indonesia ini. Saya merasa bangga, dan saya semakin mencintai negara ini. Dengan berpartisispasi dalam lomba pidato ini, selain mendapatkan price yang sangat mengesankan, saya memperoleh pengalaman sudah belajar bahasa indonesia

(8)

selama empat tahun,” ungkap Noemi mahasiswa asal Itali. (*) Penulis : Disih Sugianti

Editor : Binti Q. Masruroh

Hari

Terakhir

AISC-ISS,

Mahasiswa Asing se-Indonesia

Ikuti Kelas Budaya dan Pilih

Ketua Baru

UNAIR NEWS – Peserta masih terlihat antusias dalam mengikuti

setiap rangkaian acara gelaran Airlangga International Student Competition – International Student Summit, Rabu (9/11) . Di hari terakhir, kegiatan yang diikuti oleh peserta AISC – ISS adalah “Cultural Classes”. “Cultural Classes” merupakan ruang untuk belajar budaya tradisional Indonesia, dan dilaksanakan di Rumah Sakit Khusus Infeksi Universitas Airlangga. Sehingga, mahasiswa asing peserta program ini diharapkan bisa mengenal lebih jauh kebudayaan Indonesia.

Cultural classes dibagi menjadi empat kelas, yakni kelas membatik yang dilatih langsung oleh Andriani Primardiana perajin Batik Madura, kelas pembuatan aksesori oleh Diva Arsanti Pratiwi, kelas menari oleh anggota Dent-Tari Fakultas Kedokteran Gigi, dan kelas pengenalan jamu oleh pakar pengobatan herbal Fakultas Farmasi Prof. Dr. Mangestuti Agil, M.S. Apt.

Salah satu peserta asal Ghana, Samuel Anderson, merasa senang dapat mengikuti Cultural classes. Ia merasa senang bisa belajar dan berbagi pengalaman bersama mahasiswa asing dari

(9)

berbagai benua. “Aku sangat menyukai program ini. Aku bisa bertemu dengan orang-orang baru. Aku bisa belajar mengenai hal-hal baru tentang kebudayaan Indonesia, dan berbagi pengalaman dengan teman-teman dari Afrika, Eropa, Asia dan masih banyak lagi. Aku sangat menikmatinya,” ujar Samuel.

Samuel memilih mengikuti kelas tari. Penggemar tari itu merasa terpesona melihat Tari Saman yang dipertunjukkan mahasiswa FKG. Dalam kelas tari, peserta cultural classes bisa langsung mempraktikkan gerakan Tari Saman. Awalnya, Samuel cukup merasa kesulitan mengikuti gerakan Tari Saman. Menurutnya, gerakan Tari Saman yang dilakukan dengan bersimpuh sangat berbeda dengan konsep tari yang biasa ia lakukan di Afrika.

“Di Ghana, penari menggerakkan seluruh tubuh. Kamu mengekspresikan sebuah lagu dengan menggerakan tubuhmu dari atas kepala sampai ujung kaki. Tapi, hari ini aku lihat Tari Saman yang dilakukan dengan duduk, dan aku rasa itu sulit dilakukan. Tapi, itu sangat menyenangkan. Aku tadi mencobanya dan aku menyukainya,” tambah Samuel sambil terkekeh.

(10)

Hari)

Di hari yang sama, peserta juga mengikuti rangkaian acara khusus ISS. Dalam acara ini, para mahasiswa asing berdiskusi serta mengutarakan gagasan-gagasan mereka mengenai isu-isu terkini yang terjadi di negara asal maupun Indonesia. Forum ini dilangsungkan di Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen UNAIR.

Di akhir acara, juga dilakukan pemilihan ketua terbaru ISS. Ketua terpilih akan memimpin komunitas mahasiswa asing yang berkuliah di Indonesia (ISS Club). Ketua ISS Club terbaru Hashim Umar Farouk dari Universitas Padjajaran, Jawa Barat, akan memimpin ISS Club sampai tahun 2017. (*)

Penulis : Faridah Hari Editor : Defrina Sukma S

Puluhan Tahun Tak Bersua,

Alumni FK UNAIR ‘Napak Tilas’

UNAIR NEWS – Mengenang memori indah ternyata ampuh

menghidupkan kembali semangat dan kebahagiaan dalam diri seseorang. Seperti yang dirasakan puluhan alumnus Fakultas Kedokteran Unversitas Airlangga tahun angkatan 1959. Rindu dengan masa-masa jadi mahasiswa, para sesepuh ini memilih napak tilas ke kampus tercintanya sekaligus temu kangen dengan kawan-kawan seperjuangan.

“Lho, pintu masuknya lewat mana sekarang?”

“ Di sini toh perpustakaan kita dulu, tapi sekarang kok sudah nggak ada ya?”

(11)

Itulah komentar rombongan alumnus sesaat setibanya di halaman FK UNAIR. Maklum, sudah puluhan tahun mereka tak berkunjung di kampus kedokteran tertua kedua di Indonesia ini. Mereka mengaku terkejut dengan banyaknya perubahan pada tatanan gedung maupun lingkungan sekitarnya.

Kedatangan para alumnus FK UNAIR tahun angkatan ke-59 ini disambut Wakil Dekan II Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG (K) di Ruang Sidang Khusus FKU, Rabu (9/11). Ketua rombongan Prof. Djohansjah Marzoeki, Sp.BP-RE (K) mengungkapkan keharuan dan kegembiraanya karena masih berkesempatan nyambangi (berkunjung) kampus.

“Rombongan yang datang kali ini adalah yang terbanyak, yakni 20 orang. Seringkali angkatan lawas hanya dikunjungi segelintir orang saja. Namun, kali ini banyak yang ikut. Senang sekali tapi sedih juga karena tidak sedikit dari teman seangkatan kami yang sudah mendahului (meninggal dunia),” ungkapnya.

Walaupun rata-rata mereka sudah berusia 75 tahun ke atas, mereka masih bersemangat mengikuti acara napak tilas sekalipun di antara mereka menggunakan kursi roda.

“Teman-teman angkatan 59 bersemangat sekali. Puluhan tahun nggak ketemu sejak lulus dokter. Ada yang jauh-jauh datang dari Jakarta hingga Pekanbaru hanya kepengin tau koyok opo seh wajahe konco-koncoku saiki (seperti apa wajah teman-temanku sekarang),” kelakarnya.

Menurut mantan Kepala Departemen Bedah Plastik FK UNAIR, mempertemukan teman-teman setelah sekian puluh tahun tak berjumpa sebenarnya tidak begitu sulit. “Kami selalu berkomunikasi lewat WhatsApp (WA), sehingga memudahkan kami berkoordinasi. Cara ini sangat membantu kami dalam menjaga silaturahim. Bisa becandaan, kirim-kirim foto lewat WA,” ungkapnya.

(12)

tempat perkuliahan sambil sesekali melempar guyonan yang acapkali mengundang tawa rekan sesama. Keduanya mengaku bangga melihat perubahan kampus yang begitu signifikan. Banyak gedung bertingkat yang dibangun untuk mendukung aktivitas perkuliahan dan menunjang pendidikan. Dan yang terpenting lagi, arsitektur bangunan kuno ala Belanda yang sudah ada jauh sebelum mereka jadi mahasiswa ternyata masih dipelihara dengan baik sampai sekarang.

“Bahagia sekali bisa kembali sejenak ke kampus. Sambil mengingat-ingat memori dulu. Lucunya, setiap kali dari angkatan kami lulus ujian, akan langsung digendong lalu dilempar ke kolam ikan. Ndak cuma basah kuyup, badan juga belepotan lumpur. Cuma sekarang kolamnya sudah hilang,” kenang Imam Sukusno, dr., SpP. sambil tertawa.

Kebahagiaan lainnya yang dirasakan para alumnus itu adalah ketika melewati depan dinding prasasti dan menunjuk nama-nama mereka melekat disana. ”Ini sungguh penghargaan luar biasa, kami terharu,” ungkap Linus Purbojo, dr., Sp.B.

Setelah berkeliling kampus, mereka kemudian melanjutkan agenda kegiatan lainnya. Dengan mengendarai sebuah bus, mereka berkeliling Kota Surabaya dan menikmati kuliner khas. Para sesepuh ini juga mengagendakan kunjungan ke sejumlah tempat wisata ikonik di Surabaya seperti Suramadu dan Museum House of Sampoerna.

“Kapan lagi kami bisa kemari, bisa jadi ini menjadi momen pertemuan kami yang terakhir. Umur sudah berapa, mumpung ada kesempatan,” tutup Prof. Djohansjah dengan mata berkaca-kaca. (*)

Penulis: Sefya Hayu I. Editor: Defrina Sukma S

(13)

Booth Foto UNAIR News Ramai

Dikunjungi Pimpinan Hingga

Siswa SMA

UNAIR NEWS – Tak dipungkiri, berkembangnya era digital membuat

orang kian gemar mengabadikan berbagai momen menarik, termasuk para pimpinan, pelajar sekolah menengah atas, guru serta kepala sekolah pendamping. Mereka mencoba mengabadikan momen kemeriahan ulang tahun Universitas Airlangga dengan cara berfoto di pojok foto UNAIR News yang disediakan oleh Pusat Informasi dan Humas (PIH) UNAIR.

“Fotoin aku dong!”

“Eh ayo sini sini. Kita foto bareng-bareng!”

“Ayo, bu, sini, bu. Masih cukup di sebelah sini!”

Terdengar para siswa dan guru meminta tolong rekannya untuk memotret kebersamaan di booth foto UNAIR News. Lantas, sejumlah personel PIH membantu mengambil alih ponsel dan membuka fitur kamera. Sesaat kemudian, terdengar suara momen yang telah berhasil diambil gambarnya.

“Cekrek!”

Tak sedikit pula, mereka yang meminta kawan-kawannya sendiri untuk mengambil foto tersebut.

Ada banyak rangkaian acara dalam memperingati Dies Natalis UNAIR ke-62, mulai dari upacara Hari Pahlawan 10 November, Sidang UNAIR, Tour de Campus, sampai dengan Indonesia Research

(14)

and Innovation Expo 2016. Beragam kalangan terlihat memadati kampus UNAIR.

Booth foto diletakkan di area-area strategis yang sesuai dengan lokasi penyelenggaraan acara. Pada saat kegiatan upacara dan sidang universitas, booth foto dipasang di hall lantai 1 Kantor Manajemen UNAIR. Keesokan harinya (Jumat, 11/11), booth foto dibongkar pasang untuk diletakkan di Airlangga Convention Center.

Penulis: Defrina Sukma S. Editor: Nuri Hermawan

FKH UNAIR Siap Produksi Lebih

Dari 20.000 Sperma Beku Sapi

UNAIR NEWS – Ahli dan dosen inseminasi buatan pada sapi Dr.

Trilas Sardjito, drh., M.Si, diminta untuk memproduksi lebih dari 20.000 buah semen (sperma) beku untuk disuntikkan pada sapi di sejumlah area di Jawa Timur. Permintaan itu disampaikan oleh Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman ketika meninjau produk sapi dan kambing milik Trilas dan tim.

Dalam pameran riset Indonesia Research and Innovation Expo (IRIEx) 2016, Trilas dan tim memamerkan enam ekor sapi. Awalnya, ia mendapat ekor sapi pejantan dari Australia jenis Friesian Holstein (FH), Limosin, dan Simental. Sapi pejantan terbesarnya adalah jenis Limousin Guliver berumur 6 tahun dengan berat 1 ton 25 kilogram.

Amran mengatakan, produksi semen beku ini adalah inovasi di bidang inseminasi buatan (IB) dan menjadi bagian dari gerakan SIWAB (Sapi Indukan Wajib Bunting). Harapannya, produksi semen

(15)

beku itu bisa mempercepat swasembada peternakan yang dicanangkan oleh Presiden RI Joko Widodo.

“Kita ada gerakan SIWAB. Tadi mereka (Trilas dan tim, -red) sanggup memproduksi 20ribu semen beku, tapi aku minta tambah (jumlah produksi). Pihak yang akan membeli adalah pemerintah. Pemerintah beli, kemudian dibagikan kepada masyarakat secara gratis. Kami siapkan tahun 2017, kita siapkan 4 juta semen beku untuk rakyat Indonesia,” tutur Amran.

Pada tahun lalu, Kementerian Pertanian RI mengalokasikan 25 hingga 30 persen distribusi semen beku di Jawa Timur. Dengan alokasi sejumlah itu, kelahiran ternak oleh teknik IB mencapai 1 juta 50ribu ekor sapi. Jumlah itu merupakan tertinggi dibandingkan provinsi lainnya.

“Sehingga kalau UNAIR bisa (memproduksi, -red) lebih besar lagi jumlahnya, lebih dari 20ribu, kami siap serap, dibagikan secara gratis, dan ada pendampingan dari dosen-dosen terbaik dari UNAIR. Kami sudah perintahkan dirjen untuk mengeksekusi,” imbuh Amran.

Menanggapi permintaan menteri, Trilas mengatakan bahwa dirinya siap untuk menjalankan perintah tersebut. Bagi Trilas, produksi semen beku untuk teknik IB bukan pertama kali dilakukan oleh akademisi FKH. Baru-baru ini, sapi berumur enam bulan yang ia kembangbiakkan telah memiliki bobot seberat 300 kilogram.

“Kita bikin kayak gini sejak tahun 2001. Sudah 15 tahun kita bekerja. Tentunya, produk kami cukup dikenal para inseminator. Produk ini juga disebar di desa binaan FKH di beberapa kabupaten di Jawa Timur, seperti Banyuwangi, Lamongan, dan Bojonegoro,” terang Trilas.

Menurut wacana, sekita 20ribu dosis semen beku itu akan dibagikan terlebih dahulu ke desa binaan sivitas FKH. Produksi semen beku dari pihak pelaku lainnya akan dibatasi demi mengetahui efektivitas produk hasil peneliti UNAIR.

(16)

“Pak Menteri baru saja memberikan perintah. Sehingga nanti kami akan hitung berapa, di mana saja desa yang bisa menerima kami. Harapannya, nama Airlangga semakin dikenal di masyarakat, dapat membangun masyarakat pedesaan, khususnya peternak menuju ke arah yang lebih baik,” tutur Trilas. (*) Penulis : Defrina Sukma S

Referensi

Dokumen terkait

1. Faktor penghambat dari dalam masyarakat Suku Samin.. 1) Kurangnya konsolidasi dan komunikasi dengan para ulama dan organisasi keagamaan lain sehingga mengakibatkan

Agar memperoleh sumber daya manusia yang berkualitas dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan, dibutuhkan suatu metode rekrutmen yang dapat digunakan dalam

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah

218 Rahman Sidik Diploma/D3 Politeknik Manufaktur Negeri Bandung Teknik Mekanik Umum. 219 Rahmat Yuliardi Diploma/D3 POLBAN

UNAIR NEWS – Kemenristekdikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa tahun 2016-2017 meluluskan proposal mahasiswa Universitas Airlangga yang berhasil melakukan inovasi

Tabel 5.8 Perbedaan Tingkat Pengetahuan Remaja Mengenai Materi Pengenalan Alat Reproduksi Sebelum dan Sesudah Diberikan Informasi Dengan Metode Ceramah dan Diskusi

(2) Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis pengelolaan

Unit gasifikasi plasma mengubah material yang mengandung karbon seperti limbah padat perkotaan dan bahkan limbah B3 seperti limbah bio dari rumah sakit, menjadi dua jenis