Evaluasi Pemungutan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (Bphtb) di Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (Dppkad) Kota Gorontalo
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Kendala yang terdapat dalam pelaksanaan pemungutan Pajak Penghasilan dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan/atau Bangunan antara lain NJOP yang terdaftar atas sertifikat tanah
Kendala yang terdapat dalam pelaksanaan pemungutan Pajak Penghasilan dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan/atau Bangunan antara lain NJOP yang terdaftar atas sertifikat tanah
Telah dilakukan Evaluasi Ketidakakuratan Data Bea Perolehan Hak atas tanah dan Bangunan (BPHTB) tahun 2011-2012 di Kabupaten Karanganyar dengan tujuan untuk (1.) Menelusuri
Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa tesis yang berjudul “ Penerapan Sistem Self Assessment Pada Pemungutan Bea Perolehan Hak Atas Tanah Dan Bangunan (BPHTB)
Salah satu diantaranya adalah Bea Perolehan hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang dalam pemenuhan kewajiban BPHTB berdasarkan sistem self assessment yaitu wajib pajak
191 Pasal 33 ayat 2 bahwa Bea Perolehan Hak Atas Tanah Dan Bangunan (BPHTB) dalam hal peserta Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap tidak atau belum mampu membayar Bea Perolehan
Dalam jangka waktu 5 tahun sesudah saat terutangnya BPHTB Direktur Jenderal Pajak menerbitkan Surat Ketetapan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan Kurang Bayar Tambahan
Terdapat pengaruh yang signifikan antara penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) terhadap Pendapatan Daerah