• Tidak ada hasil yang ditemukan

RESPON STAKEHOLDERS TERHADAP PENGELOLAAN KONSERVASI BERSAMA MASYARAKAT DI WILAYAH PERLUASAN TAMAN NASIONAL GUNUNG GEDE PANGRANGO DIAN SUMARDIANI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RESPON STAKEHOLDERS TERHADAP PENGELOLAAN KONSERVASI BERSAMA MASYARAKAT DI WILAYAH PERLUASAN TAMAN NASIONAL GUNUNG GEDE PANGRANGO DIAN SUMARDIANI"

Copied!
86
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1  Bagan Alir Kerangka Pemikiran.  Kawasan PHBM
Tabel 1  Jumlah penduduk menurut kelas umur  No Kelas  Umur  Jumlah
Tabel 2  Jumlah penduduk menurut mata pencaharian
Gambar 2 Konversi kawasan hutan     Gambar 3 Perubahan areal hutan dan kebun        menjadi lahan garapan       teh menjadi pemukiman dan       di dalam kawasan TNGP
+7

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persiapan pelembagaan Balai Taman Nasional Gunung Merapi menuju Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi diukur dari

Itulah sebabnya CI tertarik bekerjasama dengan pihak TNGGP yang saat itu dapat dikatakan membutuhkan bantuan pihak luar untuk menjaga kualitas hutan tersebut dan

struktur komunitas kupu-kupu di hutan hujan tropis Bodogol memiliki indeks keanekaragaman spesies yang lebih tinggi pada ruang kanopi bercelah dibandingkan ruang pada

pemerintah daerah, masyarakat, pihak pengelola kawasan dan pihak lainnya dalam pengelolaan (pemanfaatan dan pelestarian) jasa lingkungan hutan secara terpadu bagi pembangunan

Pengelolaan taman nasional tidak ter- lepas dari keberadaan masyarakat di se- kitar kawasan, dan hal ini sedikit banyak memberikan dampak negatif terhadap ka- wasan

struktur komunitas kupu-kupu di hutan hujan tropis Bodogol memiliki indeks keanekaragaman spesies yang lebih tinggi pada ruang kanopi bercelah dibandingkan ruang pada

yang dihasilkan sebagai jenis utama apada areal perluasan di Bodogol masih sangat signifikan dibandingkan dengan jenis-jenis lainnya yaitu sebesar 108.19% (NP). Untuk pola