ANALISA AGREGAT KASAR SEBAGAI VARIABEL BAHAN CAMPURAN BETON MENGGUNAKAN METODE SNI DAN ACI (Studi Kasus Beton Mutu K-275)
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan terak sebagai pengganti agregat kasar terhadap berat jenis dan kuat tekan beton, mengetahui kuat
Berdasarkan uji kuat tekan beton diperoleh hasil bahwa agregat kasar dengan ukuran 1/2 memiliki kuat tekan rata-rata terbesar yaitu 27,94 Mpa, sedangkan agregat dengan ukuran 2/3
Kuat tekan beton untuk berbagai variasi pengurangan volume agregat kasar per satuan volume beton berdasarkan nilai modulus kehalusan pasir yang digunakan yaitu 0%, 5%, 10%, 15%
Kadar optimum penambahan limbah kaleng pada campuran beton dengan agregat halus pasir Mahakam dan agregat kasar Palu adalah 2,4628% dengan kuat tekan 24,77805 Mpa.. Dimana
Pengujian bertujuan untuk mengetahui kadar optimum substitusi parsial batu apung sebagai agregat kasar pada beton agregat ringan yang berkaitan dengan kuat tekan
menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya tulis ilmiah yang berjudul : “Pengujian Kuat Tekan Beton Menggunakan Styrofoam Sebagai Pengganti Agregat Kasar Untuk
Pengaruh penggunaan laterit dan limbah ban sebagai pengganti agregat kasar sangat berpengaruh pada kuat tekan beton karena dapat dilihat dari hasil penelitian ini semakin bertambahnya
Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan penurunan nilai kuat tekan beton yang menggunakan agregat kasar dari kecamatan Arse dari nilai kuat tekan beton normal yang menjadi