BAB I PENDAHULUAN. komputer, anak lebih suka bermain dan duduk berjam-jam didepan komputer

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Seiring dengan perkembangan jaman yang modern dan adanya teknologi yang semakin canggih saat ini, orang cenderung melakukan aktivitas fisik (gerak). Selain itu, dengan adanya jenis permainan elektronik dan komputer, anak lebih suka bermain dan duduk berjam-jam didepan komputer dari pada melakukan aktivitas fisik. Kurangnya aktivitas fisik menyebabkan menurunnya kebugaran jasmani (Djoko Pekik Irianto, 2004: 5).

Kegiatan fisik dan olahraga secara teratur dan cukup takarannya, dapat membantu mempertahankan derajat kesehatan yang optimal bagi yang bersangkutan. Kegiatan fisik dan olahraga yang tidak seimbang dengan energi yang dikonsumsi, dapat mengakibatkan berat badan tidak seimbang dengan energi yang dikonsumsi, dapat mengakibatkan berat badan lebih atau berat badan kurang bagi yang bersangkutan. Penyakit akibat kurang aktivitas fisik biasa dikenal dengan hipokinetik. Hipokinetik yang mulai menjangkiti pada masyarakat global membawa dampak negatif seperti kelebihan cadangan energi lazimnya disebut obesitas, dan biasanya ditemukan pada orang-orang dewasa, di negara-negara barat ditemukan 20-50% orang dewasa, bergantung pada kriteria yang digunakan (Erni Mulandari dkk, 2007: 2).

Djoko Pekik Irianto (2004: 5) menyatakan bahwa keadaan kurang gerak (hipokenetik) seperti itu dapat menyebabkan berbagai problematika kesehatan yang ditandai dengan makin banyaknya yang terkena penyakit

(2)

2

degeneratif atau non infeksi seperti jantung koroner, hipertensi, aterosklerosis, diabetes militus, osteoporosis, sakit pinggang, gampang kelelahan dan sebagainya.

Menurut Agus Mahendra (2007: 1) upaya kesehatan olahraga adalah upaya kesehatan yang memanfaatkan aktivitas fisik dan dengan olahraga untuk meningkatkan derajat kesehatan. Aktivitas fisik dan olahraga merupakan sebagian kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-hari. Lebih dari dua juta kematian setiap tahun disebabkan oleh kurangnya bergerak/aktivitas fisik. Pada kebanyakan negara diseluruh dunia antara 60% hingga 85% orang dewasa tidak cukup beraktivitas fisik untuk memelihara fisik mereka.

Fakta tersebut menunjukkan terjadi gejala penurunan kebugaran seseorang terutama kualitas fungsi paru-jantung. Karena itu, perlu usaha-usaha untuk meningkatkan kebugaran agar seseorang tampil bugar dan tidak mudah terkena penyakit. Untuk mendapatkan kebugaran yang diperlukan perencanaan sistematik melalui pemahaman pola hidup sehat yaitu dengan makan teratur yang mengandung empat sehat lima sempurna, istirahat teratur dan harus bebas dari asap rokok, minuman beralkohol dan narkoba, dan yang sangat mendukung yaitu dengan berolahraga yang teratur, karena dengan dengan berolahraga tubuh terasa segar dan bugar.

Menurut Agus Mahendra (2007: 1) olahraga adalah suatu bentuk aktivitas fisik yang terencana dan terstruktur, yang melibatkan gerakan tubuh berulang-ulang dan ditujukan untuk meningkatkan kebugaran jasmani.

(3)

3

Menurut Djoko pekik (2004: 7) berolahraga adalah salah satu alternatif paling efektif dan aman untuk memperoleh kebugaran sebab berolahraga mempunyai multi manfaat, antara lain manfaat fisik (meningkatkan komponen kebugaran), manfaat psikis (lebih tahan terhadap stress, lenih mampu berkonsentrasi), dan manfaat sosial (menambah percaya diri dan sarana berinteraksi).

Manfaat kebugaran jasmani juga sangat penting bagi siswa SMA, salah satu cara menjaga kesehatan fisik siswa harus mau menjaga tingkat kebugaran tubuhnya setiap hari. Kebugaran atau kesegaran jasmani dimaknai sebagai kemampuan tubuh siswa untuk melakukan tugas pekerjaan sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti. Untuk mencapai kondisi kesegaran jasmani yang prima seseorang perlu melakukan latihan fisik yang melibatkan komponen kesegaran jasmani dengan metode latihan yang benar. Dari pemahaman ini, kondisi yang bugar/segar akan mempengaruhi daya tahan siswa dalam menjalankan aktivitasnya dan juga akan mempengaruhi kondisi psikis siswa dalam belajar.

Siswa yang memiliki tingkat kebugaran tinggi, tidak mudah lelah dalam belajar. Hal ini sangat penting, mengingat siswa belajar berkaitan erat dengan jiwa dan raganya. Persoalan yang timbul adalah bagaimana cara meningkatkan tingkat kebugaran jasmani siswa?. Hal ini penting, mengingat siswa sebenarnya sangat membutuhkan kesegaran jasmani. Namun tata caranya belum diketahui. Jangankan siswa, orang tua dan guru-gurunya saja barangkali tidak banyak yang memahami tentang tata cara meningkatkan kebugaran

(4)

4

jasmani ini dan untuk itu perlu adanya pengukuran tingkat kesegaran jasmani dan status gizi siswa. Atas dasar itulah penulis ingin mengetahui tingkat kesegaran dan status gizi siswa SMA.

Kegiatan ekstrakurikuler olahraga yang penulis amati di SMA N 2 Playen yaitu ada tiga ekstrakurikuler,ekstrakurikuler sepakbola,bola basket, dan bola voli. Peminat pada tiga ekstrakurikuler tersebut diikuti oleh siswa putra sejumlah 73 siswa, itupun yang datang hanya sebagian siswa. Alasan siswa tidak menghadiri kegiatan ekstrakurikuler antar lain kebanyakan dikarenakan sakit. Siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler juga mudah lelah dan kurang bersemangat dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga. Harapan SMA N 2 Playen mengadakan kegiatan ekstrakurikuler ini adalah untuk menyalurkan bakat siswa agar dapat berkembang serta bisa mendapatkan prestasi untuk mengharumkan nama almamater lewat prestasi olahraga.

Berdasarkan hasil pengamatan juga diketahui bahwa siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuker olahraga di SMA N 2 Playen diketahui cukup banyak yang mengalami obesitas dan overweight, demikian pula siswa yang kurus. Harapan peneliti agar siswa dapat mengontrol berat badan dan lebih menjaga berat badannya secara ideal melalui berolahraga.

Berdasarkan hal tersebut diatas, peneliti ingin melakukan penelitian tentang tingkat kesegaran jasmani dan status gizi pada siswa yang mengikuti ekstrakurikuler olahraga di SMA N 2 Playen. Hal ini juga didukung bahwa pengukuran tingkat kesegaran jasmani dan status gizi pada siswa yang

(5)

5

mengikuti ekstrakurikuler olahraga di SMA N 2 Playen belum pernah dilakukan.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, dapat diidentifikasikan beberapa masalah sebagai berikut :

1. Belum diketahui tingkat kesegaran jasmani pada siswa yang mengikuti ekstrakurikuler olahraga di SMA N 2 Playen.

2. Belum diketahui status gizi pada siswa yang mengikuti ekstrakurikuler olahraga di SMA N 2 Playen.

3. Beberapa siswa yang mengikuti ekstrakurikuler olahraga di SMA N 2 Playen mudah lelah dan kurang bersemangat dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.

4. Masih kurangnya pengetahuan siswa tentang masalah gizi.

5. Belum pernah diadakan tes kesegaran jasmani dan status gizi untuk siswa yang mengikuti ekstrakurikuler olahraga di SMA N 2 Playen. C. Batasan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah dan identifikasi masalah di atas, perlu diadakan pembatasan masalah. Hal ini dimaksudkan untuk memperjelas permasalah yang ingin diteliti dan lebih memfokuskan pada masalah yang diteliti. Penulis hanya membatasi masalah pada tingkat kesegaran jasmani dan status gizi pada siswa yang mengikuti ekstrakurikuler olahraga di SMA N 2 Playen.

(6)

6

Berdasarkan dari latar belakang, identifikasi masalah dan batasan masalah yang telah diuraikan di atas, maka masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : .

1. Bagaimanakah tingkat kesegaran jasmani pada siswa yang mengikuti ekstrakurikuler olahraga di SMA N 2 Playen?

2. Bagaimanakah status gizi pada siswa yang mengikuti ekstrakurikuler olahraga di SMA N 2 Playen?

E. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1. Tingkat kesegaran jasmani pada siswa yang mengikuti ekstrakurikuler

olahraga di SMA N 2 Playen.

2. Status gizi pada siswa yang mengikuti ekstrakurikuler olahraga di SMA N 2 Playen

F. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat,baik secara teoritis maupun praktis.

1. Manfaat Teoritis

a. Hasil penelitian ini dapat dapat dijadikan acuan peneliti-peneliti lain yang mempunyai objek peneliti yang sama.

b. Hasil penelitian ini dapat dijadikan pedoman atau pertimbangan bagi penelitian yang relevan pada masa yang akan datang.

(7)

7 a. Bagi Pendidik

Sebagai kontribusi untuk mengembangkan dunia pendidikan khususnya untuk pendidikan jasmani untuk anak SMA dalam dunia olahraga, maupun mengembangkan rangkaian kegiatan aktivitas jasmani yang dapat mengembangkan pertumbuhan dan perkembangan anak.

b. Bagi Orang Tua

Supaya dapat menjadikan pengetahuan terhadap orang tua agar memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan anak dalam hal ini memberikan asupan makanan yang bergizi dan penyediaan sarana dan prasarana untuk memaksimalkan tubuh kembang anak.

c. Bagi Peneliti

Sebagai sarana untuk mengembangkan teknik berpikir serta merupakan pengembangan bagian dari pengembangan diri.

(8)

8 BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Diskripsi Teori

1. Hakikat Kebugaran Jasmani

Secara umum, yang dimaksud kebugaran adalah kebugaran fisik (physical fitnes), yakni kemampuan seseorang melakukan kerja sehari-hari secara efisien tanpa timbul kelelahan yang berlebihan sehingga masih dapat menikmati waktu luangnya (Djoko Pekik Irianto, 2004: 2). Pengertian kebugaran jasmani (pshisical fitnes) adalah salah satu aspek dari kesegaran menyeluruh (total fitnes), yang memberikan kesanggupan kepada seseorang untuk melakukan pekerjaan produktif sehari-hari, tanpa adanya kelelahan berlebihan dan masih mempunyai cadangan tenaga untuk menikmati waktu senggangnya dengan baik maupun melakukan pekerjaan yang mendadak (Suhantoro, 1986: 12).

Menurut Mochammad Sajoto (1988: 43) kebugaran jasmani adalah kemampuan seseorang untuk menyelesaikan tugas sehari-hari dengan tanpa mengalami kelelahan berarti, dengan pengeluaran energi yang cukup besar, guna memenuhi kebutuhan geraknya dan menikmati waktu luang serta memenuhi keperluan darurat bila sewaktu-waktu diperlukan.

Menurut Rusli Lutan (2001: 7) kebugaran jasmani adalah kemampuan seseorang untuk melakukan tugas fisik yang memerlukan kekuatan, daya tahan, dan fleksibilitas.

(9)

9

Kebugaran jasmani adalah kesanggupan dan kemampuan untuk melakukan kerja atau aktivitas, mempertinggi daya kerja tanpa mengalami kelelahan yang berarti atau berlebihan. Untuk mengembangkan dan memelihara kebugaran jasmani dapat dilakukan dengan cara latihan jasmani (Agus Mukholid, 2007: 64). Kebugaran jasmani adalah kesanggupan dan kemampuan tubuh melakukan penyesuaian (adaptasi) terhadap pembebasan fisik yang diberikan kepadanya dari kerja yang dilakukan sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan yang berlebihan (Muhajir, 2006: 57).

Menurut Agus Mahendra (2007: 1) bugar adalah kemampuan tubuh untuk melakukan kegiatan sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan fisik dan mental yang berlebihan. Menurut Dangsina Moeloek (1984: 1) ditinjau dari segi ilmu faal (fisiologi), kebugaran jasmani (pshysical fitnes) adalah kesanggupan dan kemampuanctubuh dalam melakukan penyesuaian (adaptasi) terhadap pembebanan fisik yang diberikan kepadanya (dari kerja yang dilakukan sehari-hari) tanpa menimbulkan kelelahan yang berlebihan. Menurut Djoko Pekik Iriantp (2004: 2-3) kebugaran dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu:

A. Kebugaran Statis

Kebugaran statis yaitu keadaan seseorang yang bebas dari penyakit dan cacat disebut sehat.

B. Kebugaran Dinamis

Kebugaran dinamis yaitu kemampuan seseorang bekerja secara efisien yang tidak memerlukan keterampilan khusus, misalnya berjalan, berlari, melompat, mengangkat.

C. Kebugaran Motoris

Kebugaran motoris yaitu kemampuan seseorang bekerja secara efisien yang menuntut keterampilan khusus. Seseorang pelari dituntut memiliki teknik berlari dengan benar untuk memenangkan lomba, seorang pemain sepakbola dituntut berlari

(10)

10

cepat sambil menggiring bola, seorang eomain voli harus dapat melompat sambil memutar badan untuk melakukan smash, dan lain-lain.

Berdasarkan pengertian kebugaran jasmani menurut para ahli dapat disimpulkan, kebugaran jasmani adalah kemampuan tubuh untuk melakukan kegiatan sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan fisik yang berarti dan masih mempunyai sisa atau cadangan tenaga untuk menikmati waktu senggangnya dan untuk keperluan-keperluan lainnya.

a. Fungsi Kebugaran Jasmani

Kebugaran jasmani atau bisa disebut kesegaran jasmani menyangkut kemampuan penyesuaian tubuh seseorang terhadap perubahan faal tubuh yang disebabkan oleh kerja tertentu, dsn menggambarkan derajat sehat seseorang untuk berbagai tingkat kegiatan fisik. Dengan demikian di dalam kebugaran jasmani ada tiga unsur yang pokok, yaitu unsur yang sesuai bagi tubuh, unsur kerja atau latihan, dan unsur sehat. Kebugaran jasmani mempunyai fungsi yang sangat penting bagi kehidupan seseorang dalam melakukan kegiatan sehari-hari, dan untuk meningkatkan kemampuan kerja bagi siapapun yang memilikinya sehingga dapat melaksanakan tugas-tugasnya secara optimal untuk mendapatkan hasil yang baik dan untuk mengembangkan kekuatan, kemampuan dan kesanggupan daya tahan dari setiap manusia berguna untuk mempertinggi daya kerja.

Menurut Agus Mukholid (2006: 64-65) fungsi khusus kebugaran jasmani terbagi menjadi tiga golongan sebagai berikut:

(11)

11

Misalnya kebugaran jasmani bagi olahragawan untuk meningkatkan prestasi, kebugaran jasmani bagi karyawan untuk meningkatkan produktivitas kerja, dan kebugaran jasmani bagi pelajar untuk mempertinggi kemampuan belajar b. Berdasarkan keadaan

Misalnya kebugaran jasmani bagi orang cacat untuk rehabilitasi, dan kebugaran jasmani bagi ibu hamil untuk mempersiapkan diri menghadapi kelahiran.

c. Berdasarkan umum

Misalnya bagio anak-anak untuk merangsang perkembangan dan pertumbuhan, dan kebugaran jasmani bagi orang tua untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Berdasarkan fungsi-fungsi kebugaran jasmani diatas dapat disimpulkan, kebugaran jasmani mempunyai fungsi yang sangat penting bagi kehidupan seseorang dalam melakukan kegiatan sehari-hari, dan untuk meningkatkan kemampuan kerja bagi siapapun yang memilikinya sehingga dapat melaksanakan tugas-tugasnya secara optimal untuk mendapatkan hasil yang baik dan untuk mengembangkan kekuatan, kemampuan dan kesanggupan daya kreasi serta daya tahan dari setiap manusia berguna untuk mempertinggi daya kerja dalam pembangunan dan pertahanan bangsa dan negara.

b. Komponen Kebugaran Jasmani

Menurut Rusli Lutan dan Adang Suherman (2000: 156) kebugaran jasmani terdiri atas dua komponen yaitu kebugaran berkaitan dengan kesehatan dan Kebugaran berkaitan performa. Kebugaran berkaitan dengan kesehatan terdiri dari kapasitas aerobik, kekuatan otot, daya tahan otot, fleksibilitas, komposisi tubuh. Kebugaran berkaitan performa terdiri dari agilitas, keseimbangan, koordinasi, kecepatan, power, waktu reaksi.

(12)

12

Menurut Mochamad Sajoto (1998: 44-55) kesegaran jasmani dibedakan menjadi dua yaitu kebugaran berhubungan dengan kesegaran atau kesehatan dan kebugaraan berhubungan dengan keterampilan gerak. Kebugaran berhubungan dengan kesegaran atau kesehatan meliputi daya tahan kardiorespirasi, kekuatan otot, keseimbangan berat badan, kelentukan. Kebugaraan berhubungan dengan keterampilan gerak meliputi koordinasi, keseimbangan, kecepatan, kelincahaan, daya ledak.

Menurut Brian J. Sharkey, (2003: 166) komponen kebugaran jasmani meliputi daya tahan, fleksibelitas, kecepatan, kekuatan, ketangkasan, keseimbangan, Koordinasi.

Menurut Dangsina Moeloek (1984: 1), komponen kebugaran jasmani meliputi daya tahan, kekuatan otot, tenaga ledak otot, kecepatan, ketangkasan , kelenturan, keseimbanagan, kecepatan reaksi, koordinasi

Menurut Agus Mahendra (2007: 1) komponen kebugaran jasmani yang berkaitan dengan kesehatan yaitu koposisi tubuh, kelunturan/fleksibilitas tubuh, kekuatan otot, daya tahan jantung paru, daya tahan otot.

Menurut Djoko Pekik Irianto (2004: 4) kebugaran yang berhubungan kesehatan ada 4 komponen dasar meliputi :

1. Daya tahan paru-jantung, yakni kemamapuan paru-jantung mensuplai oksigen untuk kerja otot dalam waktu jangka otot yang lama.

2. Kekuatan dan daya tahan otot

Kekuatan otot adalah kemampuan otot melawan beban dalam suatu usaha

(13)

13

Daya tahan otot adalah kemammpuan otot melakuakan serangkaian kerja daklam waktu yang lama.

3. Kelentukan adalah kemampuan persendian bergerak secara leluasa.

4. Komposisi tubuh dalah perbandingan berat tubuh berupa lemak dengan berat tubuh tanpa lemak yang dikatakan dalam persentase lemk tubuh.

Menurut Agus Mukbolid (2006: 64) ada 5 komponen utama dari kebugaran yang harus diperhatikan yaitu daya tahan kardiorespirasi/kondisi aerobik, kekuatan otot, daya tahan otot, tenaga eksplosif atau daya ledak, daya tahan jantung atau kardiorespirasi.

1. Kecepatan

Menurut Dangsina Moeloek, dkk (1984: 10) kecepatan adalah waktu tersingkat yang dibutuhkan untuk memberi jawaban kinetis setelah meneruma suatu rangsangan. Menurut Mochamamad Sajoto (1988: 53) kecepatan adalah kemampuan untuk menempuh jarak tertentu terutama jarak pendek, dalam waktu sesingkat-singkatnya. Kecepatan adalah kemampuan untuk menempuh suatu jarak dalam waktu yang sesingkat-singkatnya (Muhajir, 2006: 60).

Berdasarkan pengertian kecepatan yang dikemukakan oleh para ahli dapat disimpulkan, kecepatan adalah kemampuan seseorang untuk melakukan gerakan berkesinambungan dalam bentuk yang sama dalam waktu sesingkat-singkatnya.

(14)

14

Menurut Agus Mahendra (2007: 1) kekuatan otot adalah kontraksi maksimal yang dihasilkan otot, merupakan kemamouan untuk membangkitkan tegangan suatu tahanan. Kekuatan otot adalah kemampuan otot untuk melakukan kontraksi guna untuk membangkitkan ketegangan terhadap suatu tahanan (Muhajir, 2006: 58). Menurut Djoko Pekik Irianto (2004: 4) kekuatan otot adalah kemampuan otot melawan beban dalam suatu usaha. Berdasarkan pengertian kekuatan otot yang dikemukakan oleh para ahli dapat disimpulkan, kekuatan otot adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan daya semaksimal mungkin untuk mengatasi sebuah tahanan.

3. Daya Tahan Otot

Menurut Agus Mahendra (2007: 1) daya tahan otot adalah kemampuan untuk kontraksi sub maksimal secara berulang-ulang atau untuk berkontraksi terus menerus dalam suatu waktu tertentu dan untuk mengatasi kelelahan. Menurut Mochamamad Sajoto (1988: 58) daya tahan otot adala kemampuan seseorang dalam mempergunakan suatu kelompok ototnya, untuk berkontraksi terus menerus dalam waktu relatif cukup lama, dengan beban tertentu. Menurut Djoko Pekiki Irianto (2004: 4) daya tahan otot adalah kemamaouan otot melakuakan serangkaian kerja dalam waktu yang lama.

(15)

15

Berdasarkan pengertian daya tahan yang dikemukakakn oleh para ahli dapat disimpulkan, daya tahan otot adalah kemampuan otot melakukan untuk berkontraksi terus menerus dala waktu relatif cukup lama, dengan bebean tertentu.

4. Tenaga Eksplosif atau Daya Ledak

Menurut Mochamamad Sajoto (1998: 58) tenaga eksplotif atau daya ledak adalah kemampuan seseorang untuk melakuakan kekuatan maksimum, dengan usahanya yanag dekerahkan dalam waktu sependek-pendeknya. Menurut Dangsina Moeloek, (1984: 7) tenaga eksplosif atau daya ledak adalah kemampuan otot atau sekelompok otot melakukan kerja secara tiba-tiba. Berdasarkan pengertian tenaga eksplosif atau daya ledak yang dikemukakan oleh para ahli dapat disimpulkan, tenaga eksplosif atau daya ledak adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan kemampuan otot yang maksimal dalam waktu yang singkat.

5. Daya Tahan Jantung atau Kardiorespirasi

Menurut Agus Mahendara (2007: 1) daya tahan jantung atau kardiorespirasi adalah kemampuan jantung, paru dan pembuluh darah untuk berfungsi secara optimal pada waktu kerja dalam mengambil O2 secara maksimal (VO2 maks) dan menyalurkannya keseluruh tubuh terutama jaringan sehingga dapat dipergunakan untuk proses metabolisme tubuh. Menurut

(16)

16

Mochamamad Sajoto (1988: 58) daya tahan jantung atau kardiorespirasi adalah kemampuan seseorang dalam mempergunakan sistem jantung, pernafasan dan peredaran darahnya, secera efektif dan efisien dalam menjalankan kerja terus menerus.

Menururt Djoko Pekik Irianto (2004: 4) daya tahan jantung atau kardiorespirasi adalah kemampuan paru jantung mensuplai oksigen untuk kerja otot jangka waktu yang lama. Berdasarkan pengertian daya tahan jantung dan kardiorespirasi yang dikemukakan oleh para ahli dapat disimpulkan, daya tahan jantung atau kardiorespirasi adalah kemampuan paru jantung untuk mensuplai oksigen bagi kerja otot dalam jangka waktu yang lama.

c. Faktor-Faktor yang Memepengaruhi Kebugaran Jasmani

Kebugaran jasmani dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Menurut Djoko Pekik Irianto (2007: 139) Derajat kesehatan dan kebugaran seseorang dipengaruhi oleh 3 faktor utama yakni pengaturan makanan, istirahat dan olahraga. Kebugaran jasmani dapat diperoleh dengan melakukan olahraga, tetapi faktor lain juga penting diperhatikan.

Menurut Agus Mukkholid (2006: 65-66) kebugaran jasmani dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya faktor makanan dan gizi, faktor tidur dan istirahat, faktor kebiasaan hidup sehat, dan faktor latihan

(17)

17

olahraga atau latihan jasmani. Keempat faktor kebugaran jasmani tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Makanan yang cukup dan bergizi

Fungsi makanan bagi tubuh adalah untuk mendapatkan tenaga, zat-zat pembangun sel tubuh, meningkatkan daya tahan tubuh, dan untuk menjamin kelancaran segala macam proses yang terjadi dalam tubuh.

2. Kebiasaan hidup sehat

Kebiasaan hidup sehat yang teratur, sehat dan dikerjakan secara kontinyu akan dapat mempengaruhi tingkat kebugaran jasmani seseorang. Kebiasaan ini meliputi makan dan mandi teratur, cuci tangan sebelum makan, gosok gigi, dan cuci muka sebelum tidur, kebiasaan hidup bersih tidak membuang sampah sembarangan, dan masih banyak lagi.

3. Latihan Olahraga atau Latihan Kesegaran Jasmani

Salah satu meningkatkan kesegaran jasmani melalui latihan jasmani atau olahraga secara teratur dan kontinyu.

Menurut Suhantoro (1986: 13) kebgaran jasmani dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu :

1. Masalah Kesehatan : a) Keadaaan kesehatan b) Penyakit menular c) Penyakit menahun 2. Masalah Gizi

(18)

18 a) Kurang Protein Kalori b) Gizi rendah

c) Gizi tidak adekwat 3. Latihan Fisik : a) Usia mulai latihan

b) Frekwensi latihan tiap minggu c) Intensitas latihan

d) Volume latihan 4. Faktor Keturunan : a) Bentuk artropometris b) Kelainan bawaan

Kesegaran jasmani dapat diperoleh bila seseorang latihan jasmani secara teratur sesuai kaidah yang berlaku. Dampak latihan jasmani terhadap tubub di antaranya, meningkatkan kemampuan jantung dan paru-paru, memperkuat sendi dan otot, menurunkan tekanan darah, mengurangi lemak, memperbaiki bentuk tubuh, memperbaiki kadar gula darah, mengurangi resiko penyakit jantung koroner, memperlancar aliran darah, memperlancar pertukaran gas dan memperlambat proses menjadi tua.

Takaran latihan kebugaran jasmani. Keberhasilan mencapai kebugaran jasmani sangat ditentukan oleh kualitas latihan yang meliputi : tujuan latihan, pemilihan model latihan, penggunaan sarana latihan, dan yang lebih penting lagi dosis yang dijabarkan dalam konsep “FIT” (frequency, intensity, and time), Djoko Pekik Irianto (2004: 16-17). Berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi kebugaran jasmani yang dikemukakan oleh para ahli sehingga dapat disimpulkan , faktor yang mempengaruhi kebugaran jasmani yaitu faktor makanan : harus sudah mencakup 4 sehat 5 sempurna, faktor istirahat : waktu istirahat dengan

(19)

19

cukup agar dapat melakukan pekerjaan sehari-hari dengan nyaman, faktor olahraga : dengan olahraga yang teratur untuk memperoleh kebugaran jasmani.

2. Hakikat Gizi

Gizi berasal dari bahasa arab “ghidza” yang menurut harafiah adalah zat makanan , dalam bahasa inggis dengan istilah “nutrition” yang berarti adalah bahan makanan atau sering diartikan sebagai ilmu gizi, Menurut Djoko Pekik Irianto (2007: 2) gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses pencernaan, penyerapan transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran gizi untuk mempertahankan lehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal organ tubuh serta untuk mrenghasilkan tenaga.

Menurut I Dewa Nyoman Supariasa, dkk (2002: 17-18) gizi adalah suatu proses organism menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absorpsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme, dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal organ-organ, serta menghasilkan energi. Menururt Sunita Almatsier (2001: 3) zat gizi adalah ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya, yaitu menghasilkan energi, membangun sel-sel yang mati atau rusak, membangun dan memelihara jaringan, serta menagatur proses-proses kehidupan.

(20)

20

Menurut Made Astawan, dkk (1988: 5) zat gizi adalah zat atau unsur-unsur kimia di dalam makanan yang sangat diperlukan oleh tubuh untuk melakukan kegiatan metabolisme secara normal. Kebutuhan tubuh akan zat gizi merupakan hal yang sangat mutlak. Zat gizi diperlukan untuk mempertahankan kehidupan sela di dalam tubuh , baik pada waktu istirahat ataupun waktu dalam bekerja dan olahraga. Semua zat gizi yang kita makan sehari-hari. Makanan yang dianjurkan Departemen Kesehatan yaitu makanan 4 sehat 5 sempurna yang mempunyai arti dalam mengkonsumsi makanan harus selalu mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral serta meminum air susu, akan tetapi jumlahnya tentu saja ditentukan dengan kebutuhan individu yang bersangkutan. Karena kebutuhan gizi setiap individu berbeda satu dengan yang lainnya.

Menurut Sunita Almatsier (2002: 291) gizi yang seimbang dikelompokan berdasarkan tiga fungsi yaitu :

1. Sumber energi atau tenaga, yaitu padi-padian yang atau serelia seperti beras, jagung, gandum, umbi-umbian seperti ubi, singkong, dan talas, serta hasil olaannya seperti tepung-tepungan, mie dan bihun.

2. Sumber zat pengatur seperti sayuran dan buah-buahan

3. Sumber zat pembangun seperti ika, ayam, telur, daging, susu, kacang-kacangan dan hasil olahannya seperti tempe, tahu dan oncom.

(21)

21

Berdasarkan pengertian gizi yang dikemukakakn oleh para ahli dapat disimpulkan, Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal dan yang diperlukan tubuh untuk fungsinya melalui prose pencernaan, penyerapan transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dam fungsi normal organ tubuh serta menghasilkan tenaga. 3. Hakikat Zat Gizi

Zat gizi ialah zat yang dibutuhkan oleh tubuh yang berasal dari makanan. Fungsi zat gizi yaitu menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan, sera mengatur proses-proses kehidupan. Makanan yang dikonsumsi setiap hari harus mengandung zat-zat antara lain karbohidrat, lemak, protein, mineral garam dan vitamin. Zat-zat makanan tersebut terkandung dalam kelompok 4 sehat 5 sempurna. Hal ini sesuai dengan pendapat Rizqie Auliana (1991: 1) zat gizi atau disebut nutrien adalah setiap zat yang dicerna, diserap, dan digunakan untuk mendorong kelangsungan faal tubuh. Zat gizi yangdiperlukan tubuh terdiri dari (1) karbohodrat, (2) protein, (3) lemak, (4) vitamin, (5) mineral, (6) air.

Anak Sekolah Dasar kelas atas sewajarnya pada usia 10-13 tahun, bila kesehatan tidak terganggu maka pertumbuhan badannya sangat cepat. Agar makanan anak tetap terjaga kesehatannya, maka anak diharuskan mengkonsumsi makanan yanag berupa “Empat Sehat Lima Sempurna”. Zat-zat yang dibutuhkan untuk pertumbuhan anak yaitu berupa ; Karbohidrat,

(22)

22

lemak, protein, vitamin, mineral, air, dan serat makanan. Menurut Djoko Pekik Irianto (2007:6-22) ada 6 jenis zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh.

1. Karbohidrat adalah satu atau beberapa senyawa kimia termasuk gula, pati dan serat yang mengandung atom C, H dan O dengan rumus kimia Cn(H2O)n. Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh manusia, kalau yang didapat 80% berasal dari karbohidrat.

2. Lemak adalah garam yang terjadi dari penyusutan asam lemak dengan alkohol organik yang disebut gliserin. Lemak yang dapat mencair dalam temperatur biasa disebut minyak, sedangkan dalam bentuk padat disebut lemak. Seperti halnya karbohidrat, lemak tersususn atas molekul C, H, dan O dengan jumlah atom lebih banyak.

3. Protein adalah senyawa kimia yang mengandung asam amino, tersusun atom-atom C, H, O dan N. Protein berasal dari kata proteos yang berarti mendududuki tempat pertama.

4. Vitamin adalah senyawa organik yang diperlukan oleh tubuh dalam jumlah sedikit untuk mengatur fungsi-fungsi tubuh yang spesifik seperti pertumbuhan normal, memelihara kesehatan dan reproduksi. Vitamin tidak dapat dihasiilkan oleh tubuh, sehingga harus diperoleh dari mengkonsumsi bahan makanan.

5. Mineral adalah zat organik yang diperlukan oleh tubuh dalam jumlah kecil untuk membantu reaksi fungsional tubuh, misalnya untuk memelihara keteraturan metabolisme. Kurang lebih 4% berat tubuhb manusia terdiri dari mineral.

6. Air merupakan komponen terbesar dari struktur tubuh manusia kyrang lebih 60%-&70% berat badan orang dewasa berupa air sehingga air yang diperlukan oleh tubuh terutama saat beraktifitas berat atau ringan dan juga saat berolahraga. Serat makanan termasuk karbohidrat komplek yang tidak dapat dicerna, berperan untuk memelihara fungsi normal saluran cerna.

Sedangkan Rusli Lutan (2000: 6-18) menyebutkan makanan yang baik harus mengandung bahan yang termasuk dalam zat gizi antara lain :

a. Zat pemberi tenaga/energi (karbohidrat, lemak dan protein)

Dalam menentukan besarnya zat gizi, harus dimulai dengan menentukan besarnya kebutuhan energi. Men yang disususn berdasarkan kecukupan energi dan zat gizi penghasil energi seimbang,

(23)

23

serta dibuat dari bahan makanan yang memenuhi kriteria 4 Sehat 5 Sempurna, pada umumnya mengandung jumlah vitamin dan mineral sesuai dengan kebutuhan. Energi berguna untuk melaksanakan proses metabolisme dalam keadaaan basal, melakukan aktifitas fisik, menjalankan proses pencernaaan, penyerapan serta penggunaan zat gizi yang merupakan komposisi makanan itu sendiri . Bagi mereka yang sedang dalam masa pertumbuhan, energi juga diperlukan untuk metabolisme pertumbuhan.

1) Karbohidrat

Makanan yang mengandung banyak karbohidrat dapat memulihkan kondisi tubuh seseorang menjadi lebih singkat terutama pada aktifitas yang harus dijalani beberapa hari berturut-turut. 2) Lemak

Lemak tidak mutlak harus ada dalam makanan. Lemka dalam makanan dibutuhkan sebagai penyedap makanan, larut vitamin dan tambahan energi bila energi dari karbohidrat tidak mencukupi. Walaupun lemak diperlukan sebagai sumber energi tidak perlu memberikan tambahan lemak yang berlebih karen komposisi lemak makanan yang terlampau besar menimbulkan rasa enek.

3) Protein

Kebutuhan protein seseorang dengan perbandingan protein hewani terhadap nabati 1:1. Menu yang banyak mengandung protein sebetulnya dapat diperoleh melalui menu makanan yang biasa. Dari

(24)

24

penyelidikan Peteenhofer dan Voit ternyata banyak pembakaran protein diwaktu latihan berat tidak lebih tinggi dari waktu istirahat, juga setelah cadangan glycogen habis, sedangkan bila latihan diteruskan tidak didapati eksresi nitrogen yang berarti.

Tapi apabila pemberian protein terlalu rendah juga akan merugikan karena protein tubuh akan dipecah dan tenaga akan dipakai untuk pemecahn protein tubuh itu. Protein itu tidak perlu berasal dari daging tetapi asalkan dari bahan makanan kaya protein, tetapi lebih baik tentu yang berasal dari hewani sebab proteinnya bernilai tinggi.

Besarnya kebutuhan energi tergantung pada keadaan faktor yang mempengaruhinya, antara lain :

a) Faktor yang relatif tetap yaitu : berat badan, tinggi badan, umur dan jenis kelamin.

b) Faktor yang tidak tetap yaitu : intensitas dan lamanya kegiatan yang dilaksanakan, jenis zat gizi yang dikandung makanan yang dimakan, faktor lingkungan seperti kelembaban, suhu dan ketinggian tempat berlatih, keadaan emosi seperti rasa takut, cemas, tegang, marah dan lain-lain.

b. Zat pembangun (protein, air dan mineral) 1) Protein

Protein merupakan zat makanan yang berfungsi sebagai pembangun tubuh. Selain itu, protein juga berperan dalam

(25)

25

penggantian bagian tubuh yang rusak dan membentuk zat kekebalan tubuh. Sama halnya seperti lemak, protein terdiri dari 2 macam, yaitu protein nabati dan protein hewani. Sumber protein nabati diantaranya adalah tempe, tahu, kacang-kacangan dan jamur. Adapum sumber protein hewani adalah daging, ikan, telur dan susu.

2) Air

Air diperlukan terutama untuk menurunkan suhu tubuh yang meningkat pada waktu melakukan aktifitas yang intensif. Air merupakan suatu zat gizi ya gsangat penting, namun peranannya berbeda dengan peran zat-zat gizi yang lain. Air tidak dicerna terlebih dahulu sebelum diabsorpsi dari usus halus. Air tidak mensuplay energi untuk pertumbuhan untuk pemeliharaan atau untuk kerja tubuh, tetapi sebagai zat yang mempunyai sifat-sifat kimia dan fisika yang unik, maka air merupakan suatu media untuk terjadinya reaksi-reaksi kimia dalam tubuh, merupakan alat transportasi sebagai komponen utama darah, air akan mengangkut berbagai nutrisi kejaringan-jaringan dan membawa senyawa-senyawa metabolik beracun ke ginjal untuk dibuang keluar tubuh.

3) Mineral

Mineral akan sangat diperlukan apabila dari tubuh keluar keringat yang berlebihan. Kalsium tidak hanya berperan pada pembentukan tulang dan gizi tetapi juga mempunyai fungsi penting pada berbagai proses fisiologis dan biokimia didalam tubuh, seperti

(26)

26

pada pembentukan darah, membantu regulasi aktifitas tubuh, seperti pada pembentukan darah, membantu regulasi aktifitas otot-otot kerangka, jantung dan jaringan-jaringan lain.

c. Zat pengatur (vitamin dan mineral) 1) Vitamin

Kebutuhan vitamin harusnya diiringi dengan jumlah energi yang dibutuhkan. Dengan kata lain bila makanan disususn dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan energi dan komposisinya seimbang maka kebutuhan terhadap vitamin dapat dipenuhi.

2) Mineral

Mineral akan sangat diperlukan apabila dari tubuh keluar keringat yang berlebihan. Mineral juga berfungsi sebagai pembentuk tulang dan gigi, fungsi nromal pembekuan darah, fungsi normal jaringan syaraf dan mencegah kelelahan otot.

Menurut Departemen Gizi dan Kesehatan Masyarakat (2011: 14-17) yang dimaksud zat gizi adalah bahan dasar yang menyusun bahan makanan. Mkanan seteah dikonsumsi mengalami proses pencernaan di dalam alat pencernaan. Zat tersebut selanjutnya diserap melalui dinding usus dan masuk ke dalam cairan tubuh. Fungsi umum zat gizi tersebut ialah:

1. Sebagai sumber energi atau tenaga. 2. Menyumbang pertumbuhan badan.

3. Memelihara jaringan tubuh, mengganti sel yang rusak atau aus. 4. Mengatur metabolisme dan mengatur keseimbangan air,

mineral dan asam-asam basa didalam cairan tubuh.

5. Berperan dalam mekanisme pertahanan tubuh terhaap penyakit sebagai antibodi dan antitoksin.

(27)

27

Terdapat penggolongan lain bahan makanan berdasarkan fungsi zat gizi tersebut, yaitu sebagai berikut:

1. Zat gizi penghasil energi, ialah karbohidrat, lemak, dan protein. Zat gizi ini sebagian besar dihasilkan dari makanan pokok.

2. Zat gizi pembangun sel, terutama diperankan protein. Oleh karena itu, bahan pangan lauk-pauk digolongkan makanan sumber zat pembangun.

3. Zat pengatur, termasuk di dalamnya vitamin dan mineral. Bahan pangan sumber mineral dan vitamin adalah buah dan sayur.

4. Akibat Kurang Gizi dan Lebih Pada Tubuh 1. Akibat kurangnya zat gizi bagi anak

Kekurangan gizi menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan fisik maupun mental, mengurangi tingkat kecerdasan, kreatifitas dan produktifitas pendududk. Timbulnya krisis ekonomi yang berkepanjangan telah menyebabkan penurunan kegiatan prdduksi yang drastis akibatnya lapangan pekerjaan berkurang dan pendapatan perkapita turun. Hal ini jelas berdampak terhadap status gizi dan kesehatan masyarakat karena tidak terpenuhinya kecukupan konsumsi mkanan dan timbulnya berbagai penyakit menular akibat lingkungan hidup yang tidak sehat. Dalam hal ini I Dewa Nyoman Supariasa, dkk (2007: 2-4) mengemukakan bahwa: munculnya permasalahan gizi dapat di lihat dari ketidak seimbangan antara penjamu, agens, dan lingkungan. Unsur penjamu meliputi: faktor genetis, umur, jenis kelamin, kelompok etnik, keadaan fisiologi, keadaan imunologis, dan kebiasaan seeseorang. Unsur sumber penyakit meliputi : faktor gizi,

(28)

28

kimia dari luar, kimia dari dalam, faali atau fisiologi, genetis, psikis, tenaga atau kekuatan fisik dan biologis atau parasit. Sedangkan unsur lingkungan meliputi 3 faktor yaitu faktor lingkungan fisik, lingkungan biologi, dan lingkungan sosial ekonomi, dan budaya.

Departemen Gizi dan Kesehatan Masyarakat (2011: 199) menyebutkan keadaan penyakit kurang gizi terbagi menjadi dua kelas yaitu:

a. Penyakit kurang gizi primer

Contoh: pada kekurangan gizi esensial spesifik, seperti kekurangan vitamin B1 menyebabkan penyakit beri-beri. b. Penyakit kurang gizi sekunder

Contoh: penyakit yang disebabkan oleh adanya gangguan absorpsi zat gizi atau gangguan metabolisme zat gizi.

2. Akibat kelebihan gizi bagi anak.

Gizi lebih adalah suatu kondisis yang diakibatkan oleh jumlah asupan energi yang melebihi kebutuhan. Tanda-tanda yang mudah dikenali : gemuk yang dinilai dengan berat badan dan tinggi badan, lamban dalam bergerak serta cepat lelah. Gizi berlebih pada anak usia Sekolah Dasar dapat berakibat buruk, antara lain beresiko mengalami penyakit jantung, diabetes dan darah tinggi pada usia muda. Hal tersebut sesuai dengan pendapar Sunita Al,atsier (2001: 12) gizi lebih menyebabkan kegemukan atau obesitas. Kelebihan energi yang dikonsumsi disimpan di dalam jaringan dalam bentuk lemak. Kegemukan merupakan salah satu risiko dalam terjadinya berbagai

(29)

29

penyakit degeratif, seperti hipertensi atau tekanan darah tinggi, penyakit-penyakit diabetes, jantung koroner, hati dan kantung empedu. 5. Pengertian Status Gizi

Menurut I Dewa Nyoman Supariasa, dkk (2002: 18) status gizi adalah ekspresi dari keadaan keseimbangan dalam bentuk variabel. Menurut Djoko Pekik Irianto (200: 65) status gizi adalah ekspresi dari keadaan keseimbangan dalam bentuk variabel tertentu atau dapat dikatakan bahwa status gizi merupakan indikator baik-buruknya penyediaan makanan sehari-hari. Menurut Sunita Almatsier (2001; 3) status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi. Dibedakan antara status gizi kurang baik, baik, dan lebih. Status gizi yang baik adalah merupakan cerminn dari pola konsumsi yang baik pula dalam kurun waktu yang lama.

Menururt Robinson & Weighley yang dikutip Prawirohartono (1996: 1) status gizi adalah keadaan kesehatan yang berhubungan dengan penggunaan makanan oleh tubuh. Menururt Habicht yang dikutip Prawirohartono (1996: 1) status gizi adalah tanda-tanda atau penampilan yang diakibatkan oleh keadaan keseimbangan antara gizi di satu pihak dan pengeluaran oleh organisme di pihak lain, yang terlihat melalui variabel tertentu. Menurut Endy Paryanto Prawirohartono (1996: 1) faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi. Faktor-faktor tidak langsung yang mempengaruhi status gizi faktor ekonomi penghasilan keluarga, faktor pertanian yaitu faktor tenaga kerja yaitu orang yang berpendididkan tinggi

(30)

30

lebih menyukai pekerjaan di kantor dari pada di sawah, faktor budaya masih ada kepercayaan untuk memantang makanan tertentu yang dipandang dari segi gizi sebenarnya mengandung zat gizi yang baik dan di masyarakat praktek semacam ini biasanya justru ditunjukan kepada golongan rawan gizi, seperti balita, wanita hamil dan menyusui. Faktor pendidikan dan pekerjaan mempengaruhi kemampuan menyerap pengetahuan gizi yang diperoleh. Faktor kebersihan lingkungan kebersihan lingkungan kurang baik akan memudahkan anak menderita penyakit tertentu. Faktor fasilitas dan pelayanan kesehatan sangat penting untuk menyokong status kesehatan dan gizi anak yang baik.

Menurut Djoko Pekik Irianto (2007: 65-67) penilaian status gizi dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain :

1. Pemeriksaan Langsung

a. Pengukuran antropometri dilakukan dengan mengukur : tinggi badan, berat badan, tebal lemak tubuh (tricep, bicep, scapila dan suprailliaca). Tujuan : menghitung lemak pada jaringan adipose.

b. Pemeriksaan Biokimia.

Pemeriksaan laboratorium (biokimia) dilakukan melalui pemeriksaan specimen jaringan tubuh (darah, urine, tinja, haji, dan otot) yang diuji secara laboratoris, terutama untuk mengetahui kadar hemoglobin, feritin, glukosa, dan kolesterol.

c. Pemeriksaan Klinis.

Pemeriksaan klinis dilakukan pada jaringan epitel (superfisiel ephitel tissue) seperti kulit, mata, rambut, dan mukosa oral. Tujuan : untuk mengetahui status kekurangan gizi dengan melihat tanda-tanda khusus. d. Pemeriksaan Biofisik

Pemeriksaan biofisik dilakukan dengan melihat kemampuan fungsi serta perubahan struktur jaringan. Tujuan : untuk mengetahui situasi tertentu, misalnya pada orang yang buta senja.

(31)

31 a. Survei Konsumsi

Penilaian konsumsi makanan dilakukan dengan wawancara kebiasaan makaanan dan perhitungan makanan sehari-hari. Tujuan : untuk mengidentifikasi kekurangan dan kelebihan gizi.

b. Statistik Vital.

Pemeriksaan dilakukan dengan menganalisa data kesehatan, seperti angka kematian, kesakitan dan kematian akibat hai-hal yang berhubungan dengan gizi. Tujuan : indikator tidak langsung status gizi masyarakat.

c. Faktor Ekologi

Pengukuran status gizi didasarkan atas ketersediaannya makanan yang dipengaruhi oleh faktor-faktor ekologi (iklm, tanah, irigasi), Tujuan untuk mengetahui penyebab malnutrisi masyarakat.

Menurut I Dewa Nyoman Supariasa (2002: 22) faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih metode penilaian status gizi adalah sebagai berikut :

1. Tujuan pengukuran

2. Unit sampel yang akan diukur 3. Jenis informasi yang dibutuhkan

4. Tingkat reliabilitas dan akurasi yang dibutuhkan 5. Tersedianya fasilitas dan peralatan

6. Ketersediaannya tenaga 7. Ketersediaannya waktu 8. Dana yang dibutuhkan

Menurut Djoko Pekik Irianto (2007: 67) dari tujuh pengukuran status gizi tersebut, pengukuran secara antropometri sering digunakan karena memiliki beberapa kelebihan yaitu :

1. Indeks Masa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI) Digunakan untuk orang dewasa berusia 18 tahun atau lebih 2. Indeks Berat Badan Menurut Umur (BB/U) dan Indeks Tinggi

Badan Menurut Umur (TB/U) Pada Anak Usia 0-5 Tahun. 3. Indeks Berat Badan Menurut Tinggi Badan (BB/TB) Pada

Anak Usia 0-5 Tahun.

4. Indeks Berat Badan Menurut Tinggi Badan (BB/TB) Pads Anak Usia 6-17 Tahun.

5. Indeks Lingkar Lengan Atas Menurut Umur (LLA/U) Pada Anak Usia ½-5 Tahun dan 6-7 Tahun.

(32)

32

6. Indeks Lingkar Lengan Atas Menurut Tinggi Badan (LLA/TB) Pada Anak Usia dan 1-10 Tahun.

Hal-hal tersebut diatas tidak berdiri sendiri, melainkan selalu terkait faktor yang satu dengan yang lainnnya. Dalam penelitian metode status gizi harus memperhatikan secara keseluruhan dan mencermati keunggulan dan kelemahan metode tersebut. Status gizi optimal terjadi apabila tubuh memperoleh cukup zat yang digunakan secara efisien, sehingga memungkinkan pertumbuhan fisik, perkembangan otak, kemampuan kerja dan tingkatan paling baik atau yang setinggi mungkin.

Menurur Sunita Almatsier (2002: 9) menyatakan status gizi seseorang dikatakan baik bila terdapat keseimbangan dan keserasian antara perkembangan fisik dan mental, terdapat keterkaitan yang erat antara tingkat transportasi penyimpanan, metabolisme, dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk memperthankan gizi dengan konsumsi makanan. Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa status gizi adalah gambaran keseimbangan antara kebutuhan gizi yang diperlukan tubuh dengan konsumsi zat gizi.

Menyadari betapa pentingnya status gizi dapat mempengaruhi kebugaran jasmani, maka karakteristik siswa SMA N 2 Playen yang mengikuti ekstrakurikuler olahraga seharusnya siswa bisa mengontrol berat badan, supaya dapat terhindar dari penyakit. Bagi siswa asupan gizi yang terkait dengan olahraga mempunyai arti penting selain mempertahankan kebugaran juga terhindar dari penyakit. Saat sekarang

(33)

33

siswa SMA tidak memperhatikan status gizi pada diri merekan karena mereka menilai tidak penting bagi dirinya, maka dengan status gizi yang baik siswa tidak mudah terkena penyakit.

b. Indeks Masa Tubuh Menurut Umur (IMT/U)

Penilaian gizi secara langsung yang banyak digunakan adalah penilaian dengan menggunakan metode antropometri. Antropometri berasal dari dari kata anthropos dan metros. Antrhopos artinya tubuh dan metros artinya ukuran. Jadi antropometri adalah ukuran dari tubuh. Antropometri tubuh adalah berbagai macam pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat umurdan tingkat gizi. Antropometri sebagai indikator status gizi dapat dilakukan dengan mengukur beberapa parameter. Parameter adalah ukuran tunggal dari manusia, antara lain: umur, berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas, lingkar kepala, lingkar dada, lingkar pinggul dan tebal lemak dibawah kulit. Parameter antropometri merupakan dasar dari penilaian status gizi. Kombinasi antara beberapa parameter disebut Indeks Antropometri. Beberapa indeks antropometri yang digunakan untuk anak sekolah yaitu Berat Badan menurut Umur (BB/U), Tinggi Badan menurut Umur (TB/U), dan Indeks Masa Tubuh menurut Umur (IMT/U).

Sebelumnya IMT hanya dapat digunakan untuk orang dewasa, tapi melalui website resminya (http://www.who.org) mulai tahun 2007 World Health Organization (WHO) telah meresmikan penggunaan IMT untuk anak sekolah usia 5-18 tahun. Di Indonesia Sudah diberlakukan

(34)

34

berdasar Kepmenkes RI No. 1995/MENKES/SK/XII/2010 tentang standar antropometri penilaian status gizi anak. Anak usia 5-18 tahun penilaian status gizi antropometrinya menggunakan IMT menurut umur (IMT/U), Indeks Masa Tubuh merupakan kombinasi antara pengukuran berat badan dan tinggi badan.

3. Hakekat ekstrakurikuler

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Mentri Pendididkan Dan Kebudayaan (Mendikbud) No 0461/U/1964 dan SK Direktur Jendral Pendididkan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Nomor: 226/C/Kep/O/1992, kgiatan merupakan jalur pembinaan kesiswaan dan wawasan wiyatamandala.

Berdasarkan kedua Surat Keputusan tersebut ditegaskan pula bahwa ekstrakurikuler sebagai bagian dari kebijakan pendididkan serta menyeluruh mempunyai tugas pokok : (Depdikbud, 1998: 1-2),

a. Memperdalam dan memperluas pengerahuan siswa. b. Mengenal hubungana antara berbagai mata pelajaran c. Menyalurkan bakat bakat dan minat.

Menururt Moh Uzer dan Lilis Setiawati (1993: 2) bahwa ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang dilakukan di luar jam pelajaran (tatap muka) baik dilaksanakan di sekolah maupun di luar sekolah dengan maksud untuk lebih memperkaya dan memperluas wawasan pengetahuan dan kemampuan yang telah dimilikinya ari berbagai bidang studi.

(35)

35 4. Karakteristik siswa SMA

Sedangkan menurut Hurlock (1991: 207-209) yang dikutip Caroline Lisa (2012) remaja memiliki ciri-ciri khusus yang membedakan masa sebelum dan sesudahnya, diantaranya adalah :

1) Masa remaja sebagai periode penting 2) Masa remaja sebagai periode peralihan. 3) Masa remaja sebagai periode perubahan. 4) Masa remaja sebagai masa mencari identitas. 5) Usia bermasalah.

6) Masa remaja sebagai usia yang menimbulkan ketakutan. 7) Masa remaja sebagai masa yang tidak realistic

8) Masa remaja sebagai ambang masa dewasa.

Menurut Sukintaka (1992: 45-46) bahwa karakteristik siswa SMA ada beberapa aspek, salah satunya aspek jasmani:

1) Kekuatan otot dan daya tahan otot berkembang dengan baik, 2) Senang dengan keterampilan yang baik, bahkan mengarah

pada gerak akrobatik,

3) Anak laki-laki keadaan jasmaninya sudah lebih matang, 4) Anak tubuh proporsi tubuh menjadi makin baik,

5) Mampu menggunakan enenrgi dengan baik,

6) Mampu membangun kemampuan dengan sangat mengagumkan.

(36)

36

Menurut Depdikbud yang dikutip Farah Amalia (2013: 15), siswa SMA adalah peserta didik pada satuan pendidik yang menyelenggarakan pendidikan menengah yang mengutamakan perluasan pengetahuan dan peningkatan ketrampilan siswa-siswa yang melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.

SMA Negeri 2 Playen Kab. Gunungkidul terletak lebih kurang 4 Km dari pusat pemerintahan Kab. Gunungkidul. SMA Negeri 2 Playen beralamat di Jalan Wonosari-Yogyakarta KM 4 dengan nomor telepon (0274)391176 dengan alamat website http://sman2playen.sch.id dan email : smaduaplayen@yahoo.com

Lokasi SMA Negeri 2 Playen sangat strategis karena berada di jalan raya Wonosari – Yogyakarta. Dari segi transportasi SMA Negeri 2 Playen sangat mudah dijangkau oleh angkutan umum dari berbagai jurusan.

SMA Negeri 2 Playen berdiri sejak tahun 1991 berdasarkan SK Mendikbud tanggal 30 Juli 1980 nomor 0206/0/1982 dengan lokasi menempati gedung bekas SPG. Adapun luas tanah dan bangunan milik SMA Negeri 2 Playen adalah tanah 35.165 m2, bangunan 2.257 m2, luas halaman 1.973 m2, luas lapangan olah raga 1.935 m2, dan pagar tembok keliling 400 m2.Sejak tahun pelajaran 2007/2008 SMA Negeri 2 Playen secara mandiri terus memperluas jumlah dan meningkatkan kemampuan guru dibidang TIK, menambah fasilitas, mengembangkan bahan ajar

(37)

37

berbasis TIK, dan membangun situs (website sekolah). SMA Negeri 2 Playen mulai tahun pelajaran 2008/2009 ditetapkan sebagai rintisan Sekolah Kategori Mandiri (SKM) / Sekolah Standar Nasional (SSN) dibawah pembinaan Direktorat Pembinaan SMA Direktorat Jenderal Managemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional. SMA Negeri 2 Playen pada tahun pelajaran 2008/2009 memiliki 13 rombongan belajar yang terdiri dari 5 rombel Kelas X dengan menggunakan KTSP, 5 rombel kelas XI yang menggunakan KTSP, dan 5 rombel kelas XII yang menggunakan KTSP dengan menggunakan sistem kelas bergerak (moving class).

SMA Negeri 2 Playen dibina oleh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang berkompeten dibidangnya. Jumlah tenaga pendidik yang berstatus PNS sebanyak 51 orang terdiri dari 22 orang guru laki-laki dan 29 orang guru perempuan, sedangkan tenaga guru yang berstatus Non PNS sebanyak 10 orang terdiri dari 8 guru laki-laki dan 2 guru perempuan. Jumlah guru yang sudah lupus sertifikasi sampai dengan tahun 2008 berjumlah 39 orang, sedang yang 11 orang guru pada tahun 2008 ini sedang dalam proses pengajuan sertifikasi.Untuk tenaga kependidikan SMA Negeri 2 Playen mimiliki 12 pegawai berstatus PNS dan 4 pegawai berstatus Non PNS. Untuk tenaga kependidikan ini tersebar mulai tenaga administrasi kesiswaan, keuangan, kurikulum, teknisi perpustakaan, laboran, uks, took sekolah, satpam, dan kebersihan.

(38)

38 B. Penelitian yang Relevan

1. Aviv Yuka Purnomo (2009), judul penelitian “Kebugaran Jasmani dan Status Gizi Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Tempel Sleman”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesegaran jasmani dan status gizi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tempel Sleman tahun ajaran 2008/2009. Berdasarkan uraian judul penelitian di atas dapat dijelaskan tentang kesamaan dari penelitian ini yaitu sama-sama meneliti tentang tingkat kebugaran jasmani dan status gizi untuk tingkat Sekolah Menengah Atas. Instrumen tes yang digunakan yaitu TKJI (Tes Kesegaran Jasmani Indonesia) ,tes ini memiliki koefisien validitas untuk putra 0,960 dan koefisien reliabilitas untuk putra 0,720 (Depdiknas, 1999; 3) dan Tes Status Gizi menggunakan perhitungan Tinggi Badan (TB) dan Berat Badan (BB) . Selanjutnya untuk hasil dari penelitian Aviv Yuka Purnomo yaitu sebagai berikut: Jumlah sampel 96 siswa, diperoleh hasil 0 siswa kategori baik sekali, 2 siswa kategori baik, 37 siswa kategori sedang, 49 siswa kategori kurang, 8 siswa kategori kurang sekali dan untuk status gizi yaitu sebagai berikut: Diperoleh hasil 8 siswa kategori obesitas, 5 siswa kategori lebih, 48 siswa kategori baik, 35 siswa kategori kurang.

2. Wakhyu Nurhidayanti (2004), judul penelitian “Hubungan Antara Status Gizi dan Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa Kelas V SD Muhammadiyah Ngupasan”. Penelitian ini bertujuan untuk

(39)

39

mengetahui ada tidaknya hubungan yang signifikan antara kebugaran jasmani dan status gizi Siswa kelas V SD Muhammadiyah Ngupasan. Instrumen tes yang digunakan yaitu TKJI (Tes Kesegaran Jasmani Indonesia) ,tes ini memiliki koefisien validitas untuk putra 0,960 dan koefisien reliabilitas untuk putra 0,720 (Depdiknas, 1999; 3) dan Tes Status Gizi menggunakan perbandingan antara Tinggi Badan (TB) dan Berat Badan (BB) dengan rumus Devenpurt- koup. Teknik analisis data dengan menggunakan korelasi Product moment, aturan untuk menolak dan menerima hipotesis dengan taraf signifikan 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara status gizi dan tingkat kebugaran jasmani siswa kelas V SD Muhammadiyah 1 Ngupasan Yogyakarta.

3. Ifa Anisa (2013), judul penelitian “Status Gizi Siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri Karangsari dan Petarangan Kecamatan Kemrajen Kabupaten Banyumas Tahun Pelajaran 2012/2013”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status gizi siswa kelas V SD Negeri Karangasri dan Patarangan tahun ajaran 2012/2013. Instrumen tes yang digunakan yaitu Tes Status Gizi menggunakan perhitungan rumus Indeks Massa Tubuh menurut Umur (Kepmenkes RI, 2011). Selanjutnya untuk hasil dari penelitian Ifa Anisa yaitu sebagai berikut: Status gizi siswa kelas V SD Negeri Karangsari 0 siswa (0%) “Sangat Kurus”, 3 siswa (23%) “Kurus”, 10 siswa (70%)

(40)

40

“Normal”, 0 siswa (0%) “Gemuk”, 0 siswa (0%) “Obesitas”. Status gizi siswa kelas V SD Negeri Patarangan 0 siswa (0%) “Sangat Kurus”, 0 siswa (0%) “Kurus”, 39 siswa (72%) “Normal”, 12 siswa (22%) “Gemuk”, 3 siswa (6%) “Obesitas”

C. Kerangka Berfikir

Kebugaran jasmani adalah kemampuan tubuh untuk melakukan kegiatan sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan fisik yang berarti dan masih mempunyai sisa atau cadangan tenaga untuk menikmati waktu senggangnya dan untuk keperluab-keperluan lainnya.

Kebugaran jasmani mencakup lima komponen yaitu kecepatan, kekuatan otot, daya tahan otot, tenaga eksplosif atau daya ledak, daya tahan jantung atau kardiorespirasi. Kebugaran jasmani dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor gizi, olahraga, dan istirahat. Faktor-faktor tersebut harus saling mendukung agar status kebugaran jasmani seseorang dapat diperoleh maksimal. untuk mengetahui kebugaran jasmani cara yang digunakan adalah menggunakan salah satu metode tes kesegaran jasmani Indonesia (TKJI). Menggunakan TKJI karena sudah valid dan reliabel dan juga sudah mencakup lima komponen seperti kecepatan, kekuatan, dan ketahanan otot lengan dan bahu, kekuatan dan ketahanan otot perut, daya ledak atau tenaga eksplosif dan daya tahan jantung, peredaran darah dan pernafasan. Selain itu juga pada tes kesegaran jasmani ini mencakup keseluruhan butir tes merupakan satu kesatuan yang dapat diperuntukan penilaian tingkat kesegaran jasmani

(41)

41

Status gizi adalah gambaran keseimbangan antara kebutuhan gizi yang diperlukan tubuh dengan konsumsi zat gizi. Komponen status gizi meliputi tinggi badan dan berat badan. Status gizi dapat dipengaruhi oleh asupan makanan yang dimakan setiap harinya dengan keadaan gizi tubuh dan keadaan gizi dengan kesehatan jasmani antara kesehatan dengan kesegaran jasmani, serta antara kesegaran jasmani dengan prestasi fisik. Dengan kata lain gizi merupakan suatu penunjang yang penting dalam usaha mencapai prestasi fisik yang tinggi. Seseorang dapat diketahui status gizinya yaitu diukur dengan berbagai cara salah satu pengukuran adalah dengan menggunakan Indeks Masa Tubuh (IMT) dan kemudian dimasukkan ke dalam tabel standar IMT menurut umur dari Kemenkes (2010: 18-22).

Untuk mengetahui nilai IMT, dihitung dengan rumus berikut:

Keterangan :

IMT= Indeks Massa Tubuh ( Kg/m) BB = Berat Badan ( Kg )

TB = Tinggi Badan ( cm )

Berdasarkan hasil perhitungan IMT tersebut kemudian dimasukkan ke dalam tabel standar IMT menurut umur dari Kemenkes (2010: 18-22). Hasil dari perhitungan di atas, kemudian dilakukan pengelompokan status gizi yaitu:

(42)

42

Tabel 1. Indeks Masa Tubuh menurut umur (IMT/U) Untuk Usia 5-18 Tahun

Kategori Status Gizi Ambang Batas (Z-Score)

Sangat Kurus <-3 SD

Kurus -3 SD sampai dengan <-2 SD Normal -2 SD sampai dengan 1 SD Gemuk >1 SD sampai dengan 2 SD

Obesitas >2 SD

(43)

43 BAB III

METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah diskriptif kuantitatif dengan dua variabel, metode yang digunakan metode survey dengan teknik tes dan pengukuran untuk pengumpulan data. Dalam penelitian ini hanya ada dua variabel, yaitu kesegaran jasmani dan status gizi pada siswa yang mengikuti ekstrakurikuler olahraga di SMA N 2 Playen. B. Deinisi Operasional Variabel Penelitian

1. Kesegaran jasmani

Adalah kemampuan siswa yang mengikuti ekstrakurikuler olahraga di SMA N 2 Playen berdasarkan untuk melakukan suatu aktivitas tanpa mengalami kelelahan yang berarti dan masih mempunyai cadangan tenaga untuk melakukan aktivitas yang bersifat mendadak.

2. Status gizi

Adalah keadaan dalam tubuh siswa yang mengikuti ekstrakurikuler olahraga di SMA N 2 Playen sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat gizi pada siswa.

C. Populasi dan Sampel Penilitian 1. Populasi

Menurut Suharsimi Arikunto (2010: 173), populasi adalah keseluruhan subyek penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada di dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi. Populasi dapat diartikan sebagai wilayah

(44)

44

generalisasi yang terdiri dari subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi yang digunakan adalah siswa putra yang mengikuti ekstrakurikuler olahraga (sepak bola, bola basket, dan bola voli) di SMA Negeri 2 Playen yang berjumlah 73 siswa.

2. Sampel

Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 30 siswa. Jika peneliti akan meneliti sebagian dari populasi, maka penelitian tersebut disebut penelitian sampel. Menurut Suharsimi Arikunto (2010: 174) mengatakan sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yang termasuk dalan non probality sampling. Menurut Sugiyono (2006: 85), purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan syarat-syarat tertentu. Beberapa persyaratan yang digunakan untuk menentukan sampel dalam penelitian ini adalah :

1. Terdaftar sebagai siswa di SMA N 2 Playen.

2. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas X dan XI umur 16-18 tahun.

3. Bersedia mengikuti tes sebanyak 1 kali pertemuan dengan tidak boleh absen.

4. Sampel yang digunakan adalah siswa putra yang mengikuti ekstrakurikuler olahraga di SMA N 2 Playen.

(45)

45

Jika semua syarat sudah terpenuhi adapun cara penentuan sample yaitu dengan teknik random atau sampel diambil secara acak, tanpa memperhatikan tingkatan yang ada dalam populasi.

D. Instrumen dan Teknik Pengumpulan Data 1. Instrumen

Menurut Suharsimi Arikunto (2002: 136 ), instrumen penelitian adalah alat yang digunakan oleh peneliti dalam pengumpulan data agar pekerjaannya lebih mudah dan lebih baik. Dalam memperoleh data yang diperlukan untuk penelitian ini diadakan tes dan pengukuran.

Instrumen dalam pengumpulan data untuk mengetahui kesegaran jasmani menggunakan Tes Kesegaran Jasmani Indonesia ( TKJI 1999 untuk remaja umur 16 – 19 tahun ). Tes ini memiliki koefisien validitas untuk putra 0,960 dan koefisien reliabilitas untuk putra 0,720 (Depdiknas, 1999; 3). Tes ini merupakan satu rangkaian sehingga butir tes dilaksanakan secara berkesinambungan.

Instrumen yang digunakan untuk mengetahui status gizi adalah perhitungan antara Tinggi Badan (TB) dan Berat Badan (BB). Diukur dengan menggunakan timbangan dan staturmeter.

2. Teknik Pengumpulan Data a. Kesegaran Jasmani

Teknik pengumpulan data untuk mengetahui kesegaran jasmani menggunakan Tes Kesegaran Jasmani Indonesia ( TKJI 1999 untuk remaja umur 16 – 19 tahun ). Tes terdiri atas:

(46)

46 1. Lari 60 meter 2. Gantung tubuh:

a) Gantung angkat tubuh untuk putra b) Gantung siku tekuk untuk putri 3. Baring duduk 60 detik

4. Loncat tegak 5. Lari

a) 1200 meter untuk putra b) 1000 meter untuk putri

Formulir penelitian kesegaran jasmani terlampir:

Tabel 2. Nilai TKJI (Untuk Remaja Putra Usia 16-19 Tahun)

Nilai Lari 60 meter Gantung angkat tubuh Baring duduk Loncat tegak Lari 1200 meter Nilai 5 S.d – 7,2” 19 - Keatas 41 - Keatas 73 Keatas s.d – 3’14” 5 4 7.3” – 8,3” 14 – 18 30 – 40 60 – 72 3’15” – 4’25” 4 3 8,4” – 9,6” 9 – 13 21 – 29 50 – 59 4’26” – 5’12” 3 2 9,7” – 11,0” 5 – 8 10 – 20 39 – 49 5’13” – 6’33” 2 1 11,1” dst 0 - 4 0 – 9 38 dst 6’34” dst 1 Sumber: Depdikbud (1999: 28)

Tabel 3. Norma TKJI (Untuk Remaja Putra dan Putri Usia 16-19 Tahun)

No Jumlah nilai Klasifikasi Kesegaran Jasmani

1. 22 – 25 Baik sekali ( BS ) 2. 18 – 21 Baik ( B ) 3. 14 – 17 Sedang ( S ) 4. 10 – 13 Kurang ( K ) 5. 5 – 9 Kurang sekali ( KS ) Sumber: Depdikbud (1999: 28)

(47)

47

Tes ini merupakan satu rangkaian sehingga butir tes dilaksanakan secara berkesinambungan.

b. Status Gizi

Teknik pengumpulan data digunakan perhitungan antara Tinggi Badan (TB) dan Berat Badan (BB). Diukur dengan antropometri yang dicari adalah Berat Badan (BB) dan Tinggi Badan (TB).

Untuk mengetahui nilai IMT, dihitung dengan rumus berikut:

Keterangan :

IMT= Indeks Massa Tubuh ( Kg/m) BB = Berat Badan ( Kg )

TB = Tinggi Badan ( cm )

Adapun cara pengukuran TB dan BB adalah sebagai berikut:

Cara pengukuran tinggi badan adalah subyek berdiri membelakangi alat ukur tanpa sepatu, sedangkan tumit, panggul, dan kepala dalam posisi satu garis, kemudian hasil pengukuran dicatat dalam satuan centimeter (cm).

Cara pengukuran berat badan adalah subyek ditimbang tanpa sepatu, kemudian hasil pengukuran dicatat dengan satuan kilogram (kg) dengan ketelitian 0,5 kg.

(48)

48

Berdasarkan hasil perhitungan IMT tersebut kemudian dimasukkan ke dalam tabel standar IMT menurut umur dari Kemenkes (2010: 18-22).

Hasil dari perhitungan di atas, kemudian dilakukan pengelompokan status gizi yaitu:

Tabel 4. Indeks Masa Tubuh menurut umur (IMT/U) Untuk Usia 5-18 Tahun

Kategori Status Gizi Ambang Batas (Z-Score)

Sangat Kurus <-3 SD

Kurus -3 SD sampai dengan <-2 SD Normal -2 SD sampai dengan 1 SD Gemuk >1 SD sampai dengan 2 SD

Obesitas >2 SD

Sumber : Kemenkes (2010 : 4) E. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah deskripsi kuantitatif yang diwujudkan dengan data. Data hasil tes kesegaran jasmani yang berupa angka telah terkumpul disajikan berdasarkan tabel nilai tes kesegaran jasmani Indonesia umur 16-19 tahun kemudian dikonversikan ke dalam bentuktabel norma tes kesegaran jasmani Indonesia berdasarkan jumlah nilai atau skor, sehingga dapat diketahui tingkat kesegaran jasmani untuk siswa yang mengikuti ekstrakurikuler olahraga di SMA N 2 Playen. Skor kesegaran jasmani yang diperoleh kemudian diklasifikasikan atau dikelompokkan ke dalam tabel norma tes kesegaran jasmani Indonesia yaitu kesegaran jasmani baik sekali, baik, sedang, kurang, dan kurang sekali.

(49)

49

Data tes status gizi yang diperoleh berdasarkan tinggi badan dan berat badan dikonsultasikan pengelompokan status gizi untuk siswa yang mengikuti ekstrakurikuler olahraga di SMA N 2 Playen dengan menggunakan indikator IMT menjadi kelompok kurus sekali, kurus, normal, gemuk, dan obesitas.

Figur

Memperbarui...

Related subjects :