• Tidak ada hasil yang ditemukan

Persamaan Diferensial

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Persamaan Diferensial"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

TKS 4003 Matematika II

Persamaan Diferensial

– Linier Homogen & Non Homogen Tk. n –

(Differential: Linier Homogen & Non Homogen Orde n )

Dr. AZ

Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Pendahuluan

Bentuk umum PD linier orde n adalah :

𝒂𝟎 𝒙 𝒚𝒏 + 𝒂𝟏 𝒙 𝒚𝒏−𝟏 + ⋯ + 𝒂𝒏−𝟏 𝒙 𝒚+ 𝒂𝒏 𝒙 𝒚 = 𝑭(𝒙) (1) Untuk PD yang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk seperti Pers. (1), dikatakan PD non linier.

Jika F(x) pada persamaan PD Linier orde n sama dengan nol (F(x) = 0), maka disebut PD homogen atau PD tereduksi atau PD komplementer. Jika F(x) ≠ 0, maka disebut PD lengkap atau PD non homogen.

(2)

Pendahuluan

(lanjutan)

Jika a0(x), a1(x), ..., an(x) adalah konstanta, maka disebut PD Linier dengan koefisien konstanta. Jika a0(x), a1(x), ..., an(x) bukan berupa konstanta, maka disebut PD Linier koefisien variabel.

Bentuk 𝒅𝒚

𝒅𝒙,𝒅𝟐𝒚

𝒅𝒙𝟐, … ,𝒅𝒏𝒚

𝒅𝒙𝒏, dapat dituliskan dengan lambang Dy, D2y, ..., Dny, dengan D, D2, ..., Dn, disebut operator diferensial atau operator D. Sehingga persamaan PD Linier orde n dapat dinyatakan sebagai :

Pendahuluan

(lanjutan)

𝒂𝟎 𝒙 𝐃𝒏 + 𝒂𝟏 𝒙 𝐃𝒏−𝟏 + ⋯ + 𝒂𝒏−𝟏 𝒙 𝐃 + 𝒂𝒏 𝒙 𝒚 = 𝑭(𝒙) (2) atau :

𝚽 𝐃 𝒚 = 𝑭(𝒙) (3)

dengan 𝚽 𝐃 = 𝒂𝟎 𝒙 𝐃𝒏 + 𝒂𝟏 𝒙 𝐃𝒏−𝟏 + ⋯ + 𝒂𝒏−𝟏 𝒙 𝐃 + 𝒂𝒏 𝒙

dan disebut operator suku banyak dalam D.

(3)

Teorema Dasar

Untuk menyelesaikan PD linier berbentuk :

𝚽 𝐃 𝒚 = 𝑭(𝒙), dengan 𝑭(𝒙) ≠ 𝟎 (4)

Jika dimisalkan Yc(x) adalah solusi umum PD homogen dari

(D)y = 0, maka penyelesaian umum PD linier adalah dengan menjumlahkan penyelesaian umum PD homogen dan penyelesaian khusus, yaitu :

y = Yc(x) + Yp(x) (5)

Teorema Dasar

(lanjutan)

Contoh :

Solusi umum PD homogen : 𝐃𝟐− 𝟑𝐃 + 𝟐 𝒚 = 𝟎 adalah : 𝒚 = 𝒄𝟏𝒆𝒙+ 𝒄𝟏𝒆𝒙

dan solusi khusus PD : 𝐃𝟐− 𝟑𝐃 + 𝟐 𝒚 = 𝟒𝒙𝟐 adalah : 𝟐𝒙𝟐+ 𝟔𝒙 + 𝟕

maka solusi umum PD lengkap/non homogen dari 𝐃𝟐− 𝟑𝐃 + 𝟐 𝒚 = 𝟒𝒙𝟐 adalah :

𝒚 = 𝒄𝟏𝒆𝒙+ 𝒄𝟏𝒆𝒙+ 𝟐𝒙𝟐+ 𝟔𝒙 + 𝟕

(4)

Ketakbebasan Linier

Himpunan n fungsi y1(x), y2(x), …, yn(x), dikatakan tak bebas linier pada suatu selang, jika ada n konstanta c1, c2, …, cn yang tidak semua nol, sehingga berlaku :

c1 y1 (x) + c2 y2(x) + … + cn yn(x) = 0 (6) Jika tidak, maka himpunan fungsi tersebut dikatakan bebas linier.

Ketakbebasan Linier

(lanjutan)

Contoh :

1. Tak bebas linier

2e3x, 5e3x, e-4x adalah tak bebas linier pada suatu selang, karena dapat ditentukan konstanta c1, c2, c3 yang tidak semua nol, sehingga :

𝒄𝟏 𝟐𝒆𝟑𝒙 + 𝒄𝟐 𝟓𝒆𝟑𝒙 + 𝒄𝟑 𝟐𝒆−𝟒𝒙 = 𝟎 dengan :

(5)

Ketakbebasan Linier

(lanjutan)

2. Bebas linier

ex, xex adalah bebas linier pada suatu selang, karena : 𝒄𝟏 𝒆𝒙 + 𝒄𝟐 𝒙𝒆𝒙 = 𝟎

hanya jika : c1 = 0, c2 = 0

Determinan Wronski

(lanjutan)

Himpunan fungsi y1(x), y2(x), ..., yn(x), yang mempunyai turunan adalah bebas linier pada suatu selang jika determinan :

𝑾 𝒚𝟏, 𝒚𝟐, … , 𝒚𝒏 =

𝒚𝟏(𝒙) 𝒚𝟏′ (𝒙)

𝒚𝟏𝒏−𝟏 (𝒙)

𝒚𝟐(𝒙) 𝒚𝟐′ (𝒙)

𝒚𝟐𝒏−𝟏 (𝒙)

𝒚𝒏(𝒙) 𝒚𝒏′ (𝒙)

𝒚𝒏𝒏−𝟏 (𝒙)

≠ 𝟎 (7)

Pers. (7) dinamakan dengan determinan Wronski.

(6)

Determinan Wronski

(lanjutan)

Contoh :

Tentukan determinan Wronski (Wronskian) fungsi berikut : a. {sin 3x, cos 3x}

𝑾 𝒙 = 𝐬𝐢𝐧 𝟑𝒙 𝐜𝐨𝐬 𝟑𝒙

𝟑 𝐜𝐨𝐬 𝟑𝒙 −𝟑 𝐬𝐢𝐧 𝟑𝒙 = −𝟑 𝐬𝐢𝐧𝟐𝟑𝒙 − 𝟑 𝐜𝐨𝐬𝟐𝟑𝒙 = −𝟑

b. {x, x2, x3}

𝑾 𝒙 =

𝒙 𝒙𝟐 𝒙𝟑 𝟏 𝟐𝒙 𝟑𝒙𝟐

𝟎 𝟐 𝟔𝒙

= 𝟏𝟐𝒙𝟐+ 𝟎 + 𝟐𝒙𝟑− 𝟎 − 𝟔𝒙𝟑− 𝟔𝒙𝟑= 𝟐𝒙𝟑

Prinsip Superposisi

Jika y1(x), y2(x), ..., yn(x) adalah n penyelesaian bebas linier dari PD linier orde n, 𝚽 𝐃 𝒚 = 𝟎, maka solusi umumnya :

y = c1 y1(x) + c2 y2(x) + … + cn yn(x) dengan :

c1 , c2 , …, cn = konstanta

(7)

Prinsip Superposisi

(lanjutan)

Contoh :

Jika y1(x) dan y2(x) adalah solusi PD homogen : y” + P(x)y’ + Q(x)y = 0, maka kombinasi linier c1 y1(x) + c2 y2(x) juga merupakan solusi PD.

Bukti :

y1(x) dan y2(x) solusi y” + Py’ + Qy = 0, maka : y1” + Py1’ + Qy1 = 0

dan

y2” + Py2’ + Qy2 = 0

Prinsip Superposisi

(lanjutan)

Dari solusi y = c1 y1 + c2 y2, maka : y’ = c1 y1 + c2 y2

y” = c1 y1 + c2 y2 Substitusi ke PD diperoleh :

y” + P(x)y’ + Q(x)y = 0

c1 y1 + c2 y2 + P(c1 y1 + c2 y2) + Q(c1 y1 + c2 y2) = 0 c1 y1 + c2 y2 + c1 Py1 + c2 Py2 + c1 Qy1 + c2 Qy2 = 0 c1 (y1 + Py1 + Qy1 ) + c2 (y2 + Py2 + Qy2) = 0 c1 (0) + c2 (0) = 0

(8)

PD linier homogen orde n

PD linier homogen orde n dengan koefisien konstan mempunyai bentuk umum :

𝒂𝒏𝒚𝒏 + 𝒂𝒏−𝟏𝒚𝒏−𝟏 + ⋯ + 𝒂𝟏𝒚+ 𝒂𝟎𝒚 = 𝟎, 𝒂𝒏≠ 𝟎 (8) Jika y1, y2, ..., yn adalah penyelesaian khusus PD linier homogen, maka kombinasi liniernya juga merupakan penyelesaian PD tersebut yang dapat dirumuskan :

𝒚 = 𝒌𝟏𝒚𝟏+ 𝒌𝟐𝒚𝟐+…+𝒌𝒏𝒚𝒏= 𝒏𝒊=𝟏𝒌𝒊𝒚𝒊, 𝒌𝒊, 𝒌𝒊, …., 𝒌𝒊= konstanta

PD linier homogen orde n

(lanjutan)

Penyelesain PD linier homogen orde n dengan substitusi y = erx, sehingga didapatkan persamaan karakteristik :

𝒂𝒏𝒓𝒏+ 𝒂𝒏−𝟏𝒓𝒏−𝟏+ ⋯ + 𝒂𝟏𝒓 + 𝒂𝟎= 𝟎 (9)

Untuk selanjutnya dengan teknik faktorisasi dapat ditentukan akar-akar persamaan karakteristik, yaitu :

𝒂𝒏𝒓𝒏+ 𝒂𝒏−𝟏𝒓𝒏−𝟏+ ⋯ + 𝒂𝟏𝒓 + 𝒂𝟎= 𝟎

⟹ 𝒂𝒏 𝒓 − 𝒓𝟏 𝒓 − 𝒓𝟐 … 𝒓 − 𝒓𝒏 = 𝟎 (10)

(9)

PD linier homogen orde n

(lanjutan)

Akar-akar persamaan karakteristik pada Pers. (10) dapat bernilai sama atau disebut akar rangkap (multiplicity). Dua kasus akar rangkap untuk solusi PD linier homogen orde n : Kasus I : jika akar rangkap adalah r = bilangan riil, terdapat k penyelesaian bebas linier.

k solusi bebas linier :

𝒆𝒓𝒙, 𝒙 𝒆𝒓𝒙, … , 𝒙𝒌−𝟏𝒆𝒓𝒙; 𝒌 ≥ 𝟏 Solusi umumnya :

𝒚 = 𝒄𝟏𝒆𝒓𝒙+ 𝒄𝟐𝒙 𝒆𝒓𝒙+ … + 𝒄𝒌𝒙𝒌−𝟏𝒆𝒓𝒙; 𝒄𝒌= konstanta ke-k

PD linier homogen orde n

(lanjutan)

Kasus II : jika akar rangkap adalah r = bilangan kompleks (r =  E i), terdapat k penyelesaian bebas linier.

k solusi bebas linier :

𝒆𝜶𝒙 𝐜𝐨𝐬 𝜷𝒙, 𝒙𝒆𝜶𝒙 𝐜𝐨𝐬 𝜷𝒙, … , 𝒙𝒌−𝟏𝒆𝜶𝒙 𝐜𝐨𝐬 𝜷𝒙 𝒆𝜶𝒙 𝐬𝐢𝐧 𝜷𝒙, 𝒙𝒆𝜶𝒙 𝐬𝐢𝐧 𝜷𝒙, … , 𝒙𝒌−𝟏𝒆𝜶𝒙 𝐬𝐢𝐧 𝜷𝒙

Solusi umumnya :

𝒚 = 𝒆𝒓𝒙 𝒄𝟏𝐜𝐨𝐬 𝜷𝒙 + 𝒄𝟐𝐬𝐢𝐧 𝜷𝒙 + 𝒙 𝒄𝟑𝐜𝐨𝐬 𝜷𝒙 + 𝒄𝟒𝐬𝐢𝐧 𝜷𝒙 + ⋯ + 𝒙𝒌−𝟏 𝒄𝒌−𝟏𝐜𝐨𝐬 𝜷𝒙 + 𝒄𝒌𝐬𝐢𝐧 𝜷𝒙

(10)

PD linier homogen orde n

(lanjutan)

Contoh 1 :

𝒚(𝟓)− 𝟑𝒚𝟒 + 𝟑𝒚′′′− 𝒚′′ = 𝟎 Penyelesaian :

Persamaan karakteristik :

𝒓𝟓− 𝟑𝒓𝟒+ 𝟑𝒓𝟑− 𝒓𝟐= 𝟎 Akar-akar persamaan karakteristik :

𝒓𝟏 = 𝒓𝟐= 𝟎, 𝒓𝟑 = 𝒓𝟒= 𝒓𝟓 = 𝟏 Solusi bebas linier :

𝒆𝟎𝒙, 𝒙𝒆𝟎𝒙, 𝒆𝒙, 𝒙𝒆𝒙, 𝒙𝟐𝒆𝒙 Solusi umum :

𝒚 = 𝒄𝟏+ 𝒄𝟐𝒙 + 𝒄𝟑+ 𝒄𝟒𝒙 + 𝒄𝟓𝒙𝟐 𝒆𝒙

PD linier homogen orde n

(lanjutan)

Contoh 2 :

𝒚(𝟒)− 𝟒𝒚′′′+ 𝟏𝟒𝒚′′− 𝟐𝟎𝒚+ 𝟐𝟓 = 𝟎 Penyelesaian :

Persamaan karakteristik :

𝒓𝟒− 𝟒𝒓𝟑+ 𝟏𝟒𝒓𝟐− 𝟐𝟎𝒓 + 𝟐𝟓 = 𝟎 Akar-akar persamaan karakteristik :

𝒓𝟏 = 𝒓𝟐= 𝟏 + 𝟐𝒊, 𝒓𝟑= 𝒓𝟒= 𝟏 − 𝟐𝒊 Solusi bebas linier :

𝒆𝒙𝐜𝐨𝐬 𝟐𝒙, 𝒙𝒆𝒙𝐜𝐨𝐬 𝟐𝒙, 𝒆𝒙𝐬𝐢𝐧 𝟐𝒙, 𝒙𝒆𝒙𝐬𝐢𝐧 𝟐𝒙

(11)

PD linier homogen orde n

(lanjutan)

Latihan : 1. 𝒚′′′− 𝒚 = 𝟎

2. 𝒚(𝟒)− 𝟓𝒚′′+ 𝟒𝒚 = 𝟎 3. 𝒚′′′− 𝟑𝒚′′+ 𝟑𝒚− 𝒚 = 𝟎

4. 𝒚(𝟒)+ 𝟐𝒚′′+ 𝟑𝒚′′+ 𝟐𝒚+ 𝒚 = 𝟎

5. 𝒚(𝟒)− 𝒚 = 𝟎, 𝒚 𝟎 = 𝟓, 𝒚 𝟎 = 𝟐, 𝒚′′ 𝟎 = −𝟏, 𝒚′′′ 𝟎 = 𝟐 6. 𝒚′′′− 𝟑𝒚′′+ 𝟒𝒚− 𝟐𝒚 = 𝟎, 𝒚 𝟎 = 𝟏, 𝒚 𝟎 = 𝟎, 𝒚′′ 𝟎 = 𝟎

PD linier non homogen orde n

Prosedur umum penyelesaian PD linier non homogen adalah : Langkah I : menentukan solusi umum PD linier homogen,

yh(x)

Langkah II : menentukan solusi umum PD linier non homogen, yp(x)

Langkah III : menentukan solusi umum PD, y = yh(x) + yp(x)

(12)

PD linier non homogen orde n

(lanjutan)

Contoh :

Tentukan solusi umum PD berikut : y’’ + y = 1

Langkah I : solusi umum PD linier homogen.

y’’ + y = 0

Solusi umum : yh = c1 cos x + c2 sin x Langkah II : solusi umum PD linier non homogen.

y’’ + y = 1

Solusi umum : yp = 1 Langkah III : Solusi umum PD :

y = c1 cos x + c2 sin x + 1

PD linier non homogen orde n

(lanjutan)

Metode Koefisien Tak Tentu

Pada awalnya metode ini diterapkan pada PD linier non homogen orde 2 yang berbentuk :

ay’’ + by’ + cy = r(x), a, b, c = konstanta

Untuk selanjutnya metode ini juga berlaku untuk orde yang lebih tinggi (orde n). Kuncinya adalah yp merupakan suatu ekspresi yang mirip dengan r(x), dimana terdapat koefisien- koefisien yang tidak diketahui yang dapat ditentukan dengan

(13)

PD linier non homogen orde n

(lanjutan)

Aturan untuk metode koefisien tak tentu :

1. Aturan Dasar : jika r(x) adalah salah satu fungsi yang ada dalam Tabel 1, pilih fungsi yp yang bersesuaian dan tentukan koefisien tak tentunya dengan mensubstitusikan yp pada persamaan.

2. Aturan Modifikasi : jika r(x) sama dengan solusi PD homogen, kalikan yp yang bersesuaian dalam Tabel 1 dengan x (atau x2, jika r(x) sama dengan solusi akar ganda PD homogen).

PD linier non homogen orde n

(lanjutan)

c. Aturan Penjumlahan : jika r(x) adalah jumlah fungsi- fungsi yang terdapat dalam Tabel 1 kolom pertama, yp adalah jumlah fungsi pada baris yang bersesuaian.

Tabel 1. Metode koefisien tak tentu

Suku-suku dalam r(x) Pilihan untuk yp

kex Cex

Kxn (n = 0, 1, …) Knen + Kn-1en-1 + … + K1x + K0 kcos x atau ksin x Kcos x + Msin x

(14)

1. Aturan Dasar

Contoh :

Selesaikan PD linier non homogen berikut : y’’ + 4y = 8x2

Langkah I : solusi umum PD linier homogen.

y’’ + 4y = 0

Persamaan karakteristik : m2 + 4 = 0

Akar-akar persamaan karakteristik : m1 = 2i, m2 = -2i

Solusi umum : yh = Acos 2x + Bsin 2x

1. Aturan Dasar

(lanjutan)

Langkah II : solusi umum PD linier non homogen.

y’’ + 4y = 8x2

f(x) = 8x2, sehingga dari Tabel 1 diperoleh : yp = K2x2 + K1x + K0

yp’ = 2K2x + K1 yp’’ = 2K2

substitusi yp, yp’, yp’’ ke persamaan diperoleh : 2K2 + 4(K2x2 + K1x + K0) = 8x2

dengan menyamakan koefisien-koefisien yang

(15)

1. Aturan Dasar

(lanjutan)

4K2 = 8 4K1 = 0

2K2 + 4K0 = 0 diperoleh konstanta : K2 = 2, K1 = 0, K0 = -1

solusi umum PD non homogen : yp = 2x2-1

Langkah III : solusi PD linier non homogen : y = yh(x) + yp(x)

= Acos 2x + Bsin 2x + 2x2-1

2. Aturan Modifikasi

Contoh :

Selesaikan PD linier non homogen berikut : y’’-3y’ + 2y = ex

Langkah I : solusi umum PD linier homogen.

y’’-3y’ + 2y = 0

Persamaan karakteristik : m2-3m + 2 = 0

Akar-akar persamaan karakteristik : m1 = 1, m2 = 2

Solusi umum : yh = c1ex + c2e2x

(16)

2. Aturan Modifikasi

(lanjutan)

Langkah II : solusi umum PD linier non homogen.

y’’-3y’ + 2y = ex

f(x) = ex, sehingga dari Tabel 1 diperoleh : yp = cex

karena f(x) = ex adalah solusi PD homogen pada Langkah I, maka sesuai Aturan Modifikasi : yp = cxex

yp’ = cex + cxex yp’’ = 2cex + cxex

substitusi yp, yp’, yp’’ ke persamaan diperoleh : 2cex + cxex-3(cex + cxex) + 2(cxex) = ex

2. Aturan Modifikasi

(lanjutan)

dengan menyamakan koefisien-koefisien yang berpangkat sama diperoleh konstanta :

c = -1

solusi umum PD non homogen : yp = -xex

Langkah III : solusi PD linier non homogen : y = yh(x) + yp(x)

= c1ex + c2e2x-xex

(17)

3. Aturan Penjumlahan

Contoh :

Selesaikan PD linier non homogen berikut : y’’-2y’ + y = ex + x

Langkah I : solusi umum PD linier homogen.

y’’-2y’ + y = 0

Persamaan karakteristik : m2-2m + 1 = 0

Akar-akar persamaan karakteristik : m1 = m2 = 1

Solusi umum : yh = c1ex + c2e2x

3. Aturan Penjumlahan

(lanjutan)

Langkah II : solusi umum PD linier non homogen.

y’’-2y’ + y = ex + x

f(x) = ex + x, sehingga dari Tabel 1 diperoleh : yp = c1ex + c2x + c3

suku pada f(x) = ex adalah solusi ganda PD homogen, maka solusi umum PD menjadi : yp = c1x2ex + c2x + c3

yp’ = 2c1xex + c1x2ex + c2

yp’’ = 2c1ex + 2c1xex + 2c1xex + c1x2ex

(18)

3. Aturan Penjumlahan

(lanjutan)

substitusi yp, yp’, yp’’ ke persamaan diperoleh : 2c1ex + 4c1xex + c1x2ex-2(2c1xex + c1x2ex + c2)

+ c1x2ex + c2x + c3 = ex + x

2c1ex + c2x-2c2 + c3 = ex + x

dengan menyamakan koefisien-koefisien yang berpangkat sama diperoleh konstanta :

c1 = ½, c2 = 1, c3 = 2

solusi umum PD non homogen : yp = c1x2ex + c2x + c3

= ½x2ex + x + 2

3. Aturan Penjumlahan

(lanjutan)

Langkah III : solusi PD linier non homogen : y = yh(x) + yp(x)

= c1ex + c2e2x + ½x2ex + x + 2

(19)

Contoh Soal

(lanjutan)

Tentukan penyelesaian PD berikut : y’’ + 2y’ + 5y = 16ex + sin 2x Penyelesaian :

Langkah 1. Menentukan solusi PD homogen y’’ + 2y’ + 5y = 0

Persamaan karakteristik : m2 + 2m + 5 = 0

Akar-akar persamaan karakteristik : m1 =-1 + 2i, m2 =-1-2i Solusi umum :

yh = e-x(Acos 2x + Bsin 2x)

Contoh Soal

(lanjutan)

Langkah 2. Menentukan solusi PD non homogen y’’ + 2y’ + 5y = 16ex + sin 2x

f(x) = 16ex + sin 2x, sesuai Tabel 1 : yp = cex + Kcos 2x + Msin 2x

Substitusi yp, yp’, yp’’ ke persamaan diperoleh :

8cex + (-4K + 4M + 5K)cos 2x + (-4K-4M + 5M)sin 2x = 16ex + sin 2x

dengan menyamakan koefisien-koefisien yang berpangkat sama diperoleh konstanta :

c = 2, K = -4/17, M = 1/17

(20)

Contoh Soal

(lanjutan)

c = 2, K = -4/17, M = 1/17 solusi umum PD non homogen :

𝒚𝒑= 𝒄𝒆𝒙+ 𝑲𝐜𝐨𝐬 𝟐𝒙 + 𝑴𝐬𝐢𝐧 𝟐𝒙

= 𝟐𝒆𝒙 𝟒

𝟏𝟕𝐜𝐨𝐬 𝟐𝒙 + 𝟏

𝟏𝟕𝐬𝐢𝐧 𝟐𝒙

Langkah 3. Menentukan solusi PD :

𝒚 = 𝒚𝒉 𝒙 + 𝒚𝒑 𝒙

= 𝒆−𝒙 𝑨𝐜𝐨𝐬 𝟐𝒙 + 𝑩𝐬𝐢𝐧 𝟐𝒙 + 𝟐𝒆𝒙 𝟒

𝟏𝟕𝐜𝐨𝐬 𝟐𝒙 + 𝟏

𝟏𝟕𝐬𝐢𝐧 𝟐𝒙

Latihan

Tentukan penyelesaian PD berikut : 1. 𝒚′′+ 𝟒𝒚 = 𝒙

2. 𝒚′′+ 𝒚− 𝟐𝒚 = 𝟑 − 𝟔𝒙 3. 𝒚′′− 𝒚− 𝟐𝒚 = 𝟔𝒆𝒙 4. 𝒚′′+ 𝒚 = 𝟔𝒆𝒙+ 𝟑

5. 𝒚′′+ 𝒚′ = 𝟐𝒙, 𝒚 𝟎 = 𝟏, 𝒚 𝟎 = 𝟐 6. 𝒚′′+ 𝒚− 𝟐𝒚 = 𝟐𝒙, 𝒚 𝟎 = 𝟎, 𝒚 𝟎 = 𝟏

(21)

Terima kasih dan

Semoga Lancar Studinya!

Gambar

Tabel 1. Metode koefisien tak tentu

Referensi

Dokumen terkait

Bagaimana perilaku solusi untuk kasus dua akar kompleks konjugate pada Persamaan Diferensial Orde dua Homogen, ketika diberikan posisi awal yang sama dengan kecepatan awal yang

3.4.1 Menggunakan Bentuk Umum Persamaan yang Diselesaikan dengan Langkah-langkah Pada penelitian ini, menentukan solusi persamaan diferensial parsial dengan menggunakan nilai

Suatu sistem persaman linier homogen mempunyai solusi non trivial jika banyak- nya persamaan lebih kecil dari pada ba- nyaknya varabel yang tidak diketahui.. Diambil

Secara umum, solusi PDP adalah nontrivial, akan tetapi ketika sebuah solusi ditemukan, akan sangat mudah untuk membuktikan apakah fungsi tersebut merupakan solusi atau

Matematika Teknik I Hal- 25 Gambar 4 Metode Variasi Parameter pada PD Linier TakHomogen orde-2.

Dalam artikel ini dikaji solusi persamaan diferensial biasa linier orde dua homogen dengan syarat batas berupa turunan fractional.. Kajian ini khusus untuk per- samaan

Marwan dan Said, 2019.Persamaan diferensial biasa orde satu dapat diklasifikasikan dalam beberapa bentuk persamaan, yaitu persamaan linier, persamaan Bernoulli, persamaan homogen,

Marwan dan Said, 2019.Persamaan diferensial biasa orde satu dapat diklasifikasikan dalam beberapa bentuk persamaan, yaitu persamaan linier, persamaan Bernoulli, persamaan homogen,