PENGARUH KEPRIBADIAN BIG FIVE TERHADAP KEPUASANPERNIKAHAN
DIMODERATORI OLEH TRUST ISTRI YANG MENJALANI PERNIKAHAN JARAK JAUH
TESIS
Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Memperoleh Derajat Gelar S-2
Magister Psikologi
Disusun Oleh:
LAILA FITRIA ZUHRATUL FADILAH NIM 201510440211004
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirabbil ’alamien, menyertai rangkaian kalimat ini puji syukur sepatutnya terucapkan atas kehadirat Allah SWT yang telah mencurahkan rahmat, taufiq, dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis ini dengan judul “Pengaruh kepribadian big five terhadap kepuasan pernikahan dimoderatori oleh trust istri yang menjalani pernikahan jarak jauh”. Tesis ini merupakan rangkaian tugas dalam rangka memenuhi tugas akhir sebagai salah satu persyaratan mutlak untuk menyandang gelar Magister Psikologi (M.SI) di lingkungan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada rasulallah, Muhammad SAW, yang telah sepenuh hati mengemban risalah kebenaran yang agung sebagai petunjuk seluruh ummat dalam bingkai al-Dien al-Islam yang dirindukan syafa’atnya kelak di akhirat.
Selama proses penyusunan sampai penyelesaian tesis ini banyak pihak yang telah banyak membantu dan memotivasi penulis, maka atas terselesaikannya penelitian ini penulis menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada:
1. Drs. Fauzan, M.Pd, selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Malang.
2. Dr. Iswinarti, M.Si, selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang.
3. Dr. Diah Karmiyati, M.Si, selaku Kaprodi sekaligus dosen pembimbing I yang dengan sangat sabar telah banyak memberikan waktu, arahan, bimbingan, perhatian dan motivasi sehingga penulis mampu serta dapat menyelesaikan penelitian ini dengan baik.
4. Dr. Rahmat Aziz, M.Si, selaku dosen pembimbing II yang dengan sangat sabar telah banyak memberikan waktu, arahan, bimbingan, perhatian dan motivasi sehingga penulis mampu serta dapat menyelesaikan penelitian ini dengan baik.
5. Segenap Dosen dan Pegawai Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang yang telah membantu penulis selama studi di Universitas Muhammadiyah Malang.
6. Dan semua pihak yang telah terlibat dan sangat membantu kelancaran proses penelitian dan penyusunan tesis ini dalam apresiasi yang beragam.
Semoga jasa dan amal baik mereka semua bernilai amal shalih dan mendapat pahala yang terbaik dari Allah SWT., dan menjadi tambahan amal di akhirat nanti, amien.
Dengan penuh kesadaran penulis merasa bahwa dalam penyusunan tesis ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu dengan segala kerendahan hati penulis mengharapkan saran dan kritik dari berbagai pihak untuk kesempurnaan laporan tesis ini.
Akhir kata, semoga apa yang penulis laporkan dapat bermanfaat dan berguna bagi penulis khususnya, serta semua pihak yang terkait pada umumnya.
Penulis
PENGARUH KEPRIBADIAN BIG FIVE TERHADAP KEPUASAN PERNIKAHAN DIMODERATORI OLEH TRUST
ISTRI YANG MENJALANI PERNIKAHAN JARAK JAUH
Laila Fitria Zuhratul Fadilah (NIM, 201510440211004) [email protected]
Dr. Diah Karmiyati, M.Si (NIDN, 0713016301) [email protected]
Dr. Rahmat Aziz, M.Si (NIP, 197008132001121001) [email protected]
ABSTRAK
Memiliki hubungan yang harmonis dan bahagia, adalah tujuan yang menjadi tolok ukur kepuasaan pada pernikahan. Namun kenyataannya saat ini, banyak pasangan yang menjalani pernikahan dengan hubungan jarak jauh karena beberapa sebab, salah satunya tuntutan pekerjaan. Kepribadian tertentu, diduga mampu menjadi salah satu faktor, yang dapat mempengaruhi tingkat kepuasan pernikahan, dengan mengintegrasikan trust sebagai variabel moderasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, pengaruh kepribadian big five, terhadap kepuasan pernikahan, yang dimoderatori oleh trust, pada istri yang menjalani pernikahan jarak jauh. Desain penelitian ini adalah kuantitatif korelasional. Subjek dalam penelitian berjumlah 101 wanita yang telah menikah, dengan kriteria usia antara 20-42 tahun, memiliki anak, serta menjalani pernikahan jarak jauh, sekurang-kurangnya selama satu tahun pernikahan.
Instrumen berupa skala big five Inventory (BFI), Trust In Close Relationship Scale dan ENRICH Marital Satisfaction Scale. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini, menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, trust sebagai variabel moderator, secara positif mampu memoderasi kepribadian agreeableness (β=0,990; p=0,165), conscientiousness (β=0,148; p=0,781), dan neuroticism (β=0,116; p=0,788), terhadap kepuasan pernikahan, namun pengaruhnya tidak signifikan. Tetapi pada kepribadian openness (β=-0,012; p=0,983), trust tidak memberikan pengaruh moderasi terhadap kepuasan pernikahan. Sedangkan pada kepribadian extraversion (β=1,428; p=0,036), trust sebagai variabel moderator, menunjukkan pengaruh positif yang signifikan terhadap kepuasan pernikahan. Artinya dari kelima dimensi big five personality, hanya kepribadian extraversion, yang mempunyai pengaruh terhadap trust, sebagai variabel moderasi pada kepuasan pernikahan.
Kata Kunci: Kepribadian, big five personality, long distance marriage, trust, kepuasan pernikahan
PENGARUH KEPRIBADIAN BIG FIVE TERHADAP KEPUASAN PERNIKAHAN DIMODERATORI OLEH TRUST
ISTRI YANG MENJALANI PERNIKAHAN JARAK JAUH
Laila Fitria Zuhratul Fadilah (NIM, 201510440211004) [email protected]
Dr. Diah Karmiyati, M.Si (NIDN, 0713016301) [email protected]
Dr. Rahmat Aziz, M.Si (NIP, 197008132001121001) [email protected]
ABSTRACT
Having a harmonious and happy relationship, is a goal that measure marriagesatisfaction. But in todayreality, many couples undergo marriage with long-distance relationship for several reasons, one of them demands of work.
Certain personality, allegedly capable of being one of the factors, which can affect the level of marital satisfaction, by integrating trust as a moderating variable.
This study aims the wife who undergo long-distance marriageto determine the influence of big fivepersonality, to the wedding satisfaction, which was moderated by trust. This study was a quantitative correlation. Subjects in the study amounted to 101 women who have been married, the age criteria between 20-42 years old, have children, and live a long-distance marriage, at least for one year of marriage. Instrument in the form is big five Inventory (BFI)scale, Trust In Close Relationship Scale and Enrich Marital Satisfaction Scale. The analysis used in this study, is using Moderated Regression Analysis (MRA).
The results of this study indicate that, trust as a moderator variable, positively able to moderate the personality of agreeableness (β = 0.990; p = 0.165), conscientiousness (β = 0.148; p = 0.781), and neuroticism (β = 0.116; p = 0.788), to marital satisfaction, but the effect is not significant. But tothe personality openness (β = -0.012; p = 0.983), trust did not leave a moderating influence on marital satisfaction. While on the personalityextraversion (β = 1.428;
p = 0.036), trust as a moderator variable, showed a significant positive effect on marital satisfaction. This means that the five dimensions of big five personality, only extraversion personality, which have an influence on trust, as a moderating variable on marital satisfaction.
Keyword: Personality, big five personality, long distance marriage, trust, marital satisfaction.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ABSTRAK
ABSTRACT DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN I. PENDAHULUAN II. TINJAUAN TEORI
A. Kepuasan Pernikahan Dalam Perspektif Islam
B. Pengaruh Big Five Personality Terhadap Kepuasan Pernikahan C. Pengaruh Trust Terhadap Kepuasan Pernikahan
D. Pengaruh Kepribadian Big Five dan Trust Terhadap Kepuasan Pernikahan
E. Kerangka Pemikiran F. Hipotesis Penelitian III. METODE PENELITIAN
A. Desain Penelitian B. Subjek Penelitian C. Instrumen Penelitian D. Prosedur Penelitian E. Analisa Data IV. HASIL PENELITIAN V. UJI HIPOTESA VI. PEMBAHASAN
VII. KESIMPULAN DAN SARAN REFERENSI
i iii iv v vi vii viii 1 4 4 5 7 8
10 10 11 11 11 11 13 13 14 15 17 19 20
DAFTAR TABEL
1.1 Sumbangsih efektivitas variabel big five personality dan trust pada kepuasan pernikahan
1.2 Koefisien regresi big five personality dengan kepuasan pernikahan dimoderatori oleh trust
15
16
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.
Bagan kerangka pemikiran pengaruh big five personality, trust, dan kepuasan pernikahan.
Gambar 2.
Bagan hasil analisis pengaruh big five personality, trust, dan kepuasan pernikahan.
10
16
DAFTAR LAMPIRAN
1.1 Skala penelitian
1.2 Hasil uji validitas dan reliabilitas skala kepuasan pernikahan 1.3 Hasil uji validitas dan reliabilitas skala trust
1.4 Hasil uji validitas dan reliabilitas skala extraversion 1.5 Hasil uji validitas dan reliabilitas skala agreeableness 1.6 Hasil uji validitas dan reliabilitas skala conscientiousness 1.7 Hasil uji validitas dan reliabilitas skala neuroticism 1.8 Hasil uji validitas dan reliabilitas skala openness 1.9 Deskripsi data responden
1.10 Uji normalitas
1.11 Korelasi antar variabel 1.12 Hasil uji MRA extraversion 1.13 Hasil uji MRA agreeableness 1.14 Hasil uji MRA conscientiousness 1.15 Hasil uji MRA neuroticism 1.16 Hasil uji MRA openness
PENDAHULUAN Latar Belakang
Pada fase perkembangan sesuai dengan tahapannya, individu memasuki jenjang pernikahan, yaitu hubungan baru sebagai upaya untuk menjalin sebuah komitmen bersama dengan pasangan, guna membangun rumah tangga serta menjalani kehidupan yang harmonis dan bahagia. Pernikahan adalah struktur dasar dari kehidupan dan sistem keluarga yang memainkan peran penting dalam menjaga kesejahteraan psikologis pada individu (Kim & McKenry, 2002; Williams, 2003).
Sejalan dengan itu, Olson (2003) menjelaskan bahwa pernikahan adalah sebuah komitmen legal dengan ikatan emosional antara dua orang, untuk saling berbagi keintiman fisik dan emosional, berbagi tanggung jawab, dan sumber pendapatan.
Namun kenyataan yang terjadi saat ini, banyak pasangan yang menjalani pernikahan dengan hubungan jarak jauh dikarenakan beberapa sebab, salah satunya adalah karena tuntutan pekerjaan dan pendidikan sehingga mengharuskan pasangan suami istri menjalin long distance marriage. Dengan adanya perubahan dalam kegiatan rumah tangga, dan peningkatan tugas-tugas serta tanggung jawab (Gambardella, 2008) yang lebih besar, menjadi persoalan bagi istri yang harus menjalankan peran sebagai orangtua tunggal selama waktu tertentu, sebagai upaya untuk menjaga keseimbangan dan kelangsungan hidup yang positif, bagi seluruh anggota keluarga.
Kepuasan Pernikahan adalah evaluasi menyeluruh dari sebuah pernikahan, sebagai refleksi kebahagiaan (Schoen, Astone, Rothert, Standish & Kim, 2002) yang diharapkan oleh setiap pasangan. Besarnya pengaruh kepuasan pernikahan, tidak hanya pada kesehatan fisik dan mental dari kedua pasangan (Holt-Lunstad, Birmingham, & Jones, 2008; Le Poire, 2005), tetapi juga terhadap perkembangan anak, kesejahteraan, fungsi biologis, prestasi akademik, keterampilan sosial dan hubungan (Cummings & Davies, 2010; Hetherington & Kelly, 2002). Mickelson, Claffey & Williams (2006) menjelaskan banyak penelitian yang mengungkap bahwa tingkat kepuasan pernikahan pada laki-laki lebih tinggi dibandingkan pada perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa peran istri dalam menjaga keharmonisan hubungan dengan pasangannya, mampu memberikan dampak yang positif terhadap kepuasan pernikahan pada suami.
Salah satu faktor yang mempengaruhi rendahnya tingkat kepuasan pernikahan pada pasangan adalah faktor stres. Hal ini diasumsikan bahwa perempuan lebih rentan terkena kondisi stres (McDonough & Walters, 2001), karena adanya konflik peran dalam pernikahan, yang menuntut istri untuk menjalankan tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan dengan suami.
Tingkat stres yang tinggi, dapat mempengaruhi kondisi psikologis istri, baik secara internal pada diri sendiri, maupun secara eksternal pada lingkungan, dan hubungan pernikahan. Dimana kondisi itulah yang dapat mempengaruhi tingkat kepuasan pernikahan pada pasangan.
Ketidakpuasan dalam hubungan pernikahan, mampu memberikan dampak besar bagi hubungan pasangan, terutama dapat menyebabkan perceraian.
Sebagaimana teori Karney & Bradbury dalam Parker (2002), perceraian terjadi karena adanya ketidakpuasan pernikahan, sedangkan kepuasan pernikahan itu sendiri adalah evaluasi mengenai kualitas pernikahan yang dilihat dari proses adaptasi pasangan yang dinilai baik. Data Kementerian Agama mengenai perceraian di indonesia, mengalami peningkatan setiap tahun. Kasubdit Kepenghuluan Direktorat Urais dan Binsyar menyatakan, kenaikan angka perceraian mencapai 16-20 persen. Berdasarkan data yang didapat sejak tahun 2009 hingga 2016, hanya pada tahun 2011, angka perceraian sempat turun, yaitu sebanyak 158.119 dari 285.184 sidang talak tahun sebelumnya. Angka perceraian tertinggi, terjadi, pada tahun 2012. Pada tahun tersebut, angka perceraian mencapai 372.557. Hal ini menunjukkan bahwa, tingkat perceraian di Indonesia, dari tahun ke tahun yang semakin tinggi, adalah akibat dari ketidakpuasan dalam hubungan pernikahan.
Untuk itulah pentingnya memahami kepribadian pasangan, sebagai upaya untuk mengimbangi perilaku individu terhadap kondisi yang rentan tekanan dan stres pada hubungan pernikahan, sehingga dapat menghindari konflik yang terjadi akibat kondisi pernikahan jarak jauh. Feist & Feist (2009) mendefinisikan kepribadian sebagai pola perilaku yang relatif permanen dan karakter yang unik, serta konsisten sehingga dapat digunakan untuk membedakan antara individu satu dengan lainnya. Salah satu teori kepribadian yang sering digunakan untuk menjelaskan kepribadaian seseorang adalah The Big Five Personaity yang
memiliki lima dimensi kepribadian, yaitu Extraversion (E), Agreeableness (A), Conscientiousness (C), Neuroticism (N), dan Opennesss (O). Tidak ada sifat yang pasti dapat memprediksi kepuasan hubungan, beberapa penelitian menemukan bahwa, kelima skala kepribadian berhubungan dengan kepuasan pernikahan (Kaufmann, 2011). Besarnya pengaruh pada masing-masing dimensi kepribadian, tergantung pada tinggi rendahnya trait individu pada kepribadian tersebut.
Trust diduga mampu memoderasi hubungan pernikahan, agar senantiasa terjalin dengan penuh kepercayaan terhadap pasangan, serta mampu mengemban tugas dan tanggung jawab dalam menjalankan peran masing-masing. Trust merupakan komponen inti yang mempengaruhi fungsi pernikahan (Campbell, Simpson, Boldry & Rubin, 2010; van de Rijt & Buskens, 2006). Sebagai komponen penting dari hubungan pernikahan, trust dapat membantu pasangan dalam menghadapi konflik pernikahan dan situasi kompromi, sehingga meningkatkan kepuasan pernikahan (Finkel, Rusbult, Kumashiro & Hannon, 2002; Tallman & Hsiao, 2004). Penelitian yang dilakukan Kauffman (2000) menghasilkan temuan bahwa, aspek kepercayaan ialah aspek yang dinilai paling tinggi, yang menjadi syarat dalam keberhasilan hubungan jarak jauh. Dengan kesimpulan, secara kognisi trust dapat mempengaruhi emosi pada individu, yang memunculkan perilaku, dan mempengaruhi kepuasan pernikahan pada pasangan.
Kepribadian dan trust, memiliki peran dalam mencapai kepuasan pernikahan. Maka menjadi penting untuk meneliti hal itu, guna mengenal kepribadian pasangan, serta menerapkan trust dalam mencapai kepuasan pernikahan. Penelitian ini menjadi berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya, dikarenakan pemilihan variabel yang dianggap lebih spesifik.
Penelitian ini menekankan pada aspek kepuasan pernikahan, yang dipengaruhi oleh tipe kepribadian tertentu dan dimoderasi trust. Oleh karenanya dalam penelitian ini, rumusan masalah yang hendak diteliti adalah, tipe kepribadian manakah dalam perspektif big five personality, yang lebih dominan terhadap kepuasan pernikahan, dari lima tipe kepribadian tersebut ? Seberapa besar (signifikan) pengaruh kepribadian big five, terhadap kepuasan pernikahan, yang dimoderasi oleh trust pada istri yang menjalani pernikahan jarak jauh ?.
Sebagai tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah, menyajikan sebuah kajian ilmiah, mengenai pengaruh kepribadian big five terhadap kepuasan pernikahan, yang dimoderasi oleh trust pada istri yang menjalani pernikahan jarak jauh. Mengetahui tipe kepribadian manakah dalam perspektif big five personality, yang lebih dominan terhadap kepuasan pernikahan, dari lima tipe kepribadian tersebut, dan seberapa besar (signifikan) pengaruh kepribadian big five, terhadap kepuasan pernikahan, yang dimoderasi oleh trust pada istri yang menjalani pernikahan jarak jauh.
Penelitian ini, diharapkan mampu memberikan sumbangsih dan memperkaya ilmu psikologi sebagai ilmu perilaku, yang menjelaskan seberapa pentingnya pengaruh kepribadian big five terhadap kepuasan pernikahan, yang dimoderasi oleh trust pada istri yang menjalani pernikahan jarak jauh.
TINJAUAN TEORI
Kepuasan Pernikahan dalam Perspektif Islam
Manusia diciptakan oleh Allah SWT, dengan keberagaman. Salah satunya terletak pada keberagaman sifat maupun kepribadian. Keberagaman tersebut dimaksudkan, agar manusia mengetahui, dan mengenal kepribadian pasangan.
Sebagaimana firman Allah SWT;
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki- laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” {QS. Al Hujuraat (49):13}.
Islam sangat memuliakan hubungan pernikahan, oleh karena itu, pasangan suami istri, diharapkan saling melengkapi satu sama lain, saling mengingatkan dan introspeksi diri, dalam mengarungi pernikahan. Allah berfirman;
“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain.
Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. {QS. At Taubah (9):71}.
Dengan mengetahui dan mengenal kepribadian pasangan, individu akan mampu melengkapi satu sama lain, saling menerima dan menyayangi pasangan, sehingga
merasa tentram dan tercipta kepuasan pernikahan. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Quran;
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir”. {QS. Ar Ruum (30):21}.
Pengaruh Big Five Personality Terhadap Kepuasan Pernikahan
Kepuasan pernikahan merupakan elemen kunci, dari kebahagiaan hubungan suami istri. Menurut Olson (2000), kepuasan pernikahan memiliki beberapa aspek yang dapat di ukur, diantaranya adalah communication, leisure activity, religious orientation, conflict resolution, financial management, sexual orientation, family and friends, chidren and parenting, personality issues, dan equalitarian role.
Aspek-aspek tersebut, menjadi faktor yang penting dalam mempengaruhi tingkat kepuasan pernikahan.
Salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan pernikahan yaitu tipe kepribadian. Teori kepribadian yang sering digunakan untuk menjelaskan kepribadian seseorang adalah The Big Five Prsonality yang dikembangkan oleh Costa & McCrae (1992) Terdapat lima dimensi trait dalam big five personality, masing-masing memiliki ciri khas yang dapat memunculkan perilaku individu.
Kelima dimensi trait dalam kepribadian yaitu extraversion, agreeableness, conscientiousness, neuroticism dan openness dimana masing-masing dimensi kepribadian memiliki ciri khas tertentu. Extraversion didefinisikan sebagai kepribadian yang enerjik terhadap dunia sosial dan material serta memiliki watak mudah bergaul, aktif, asertif, dan memiliki emosi yang positif. Agreeableness didefinisikan sebagai dimensi kepribadian yang berorientasi prososial pada orang lain serta memiliki watak altruisme, lemah lembut dan mudah percaya.
Conscientiousness didefinisikan sebagai dimensi kepribadian dengan kontrol impuls yang memfasilitasi pengerjaan tugas dan juga perilaku goal-oriented seperti berpikir sebelum bertindak, mengikuti norma dan aturan, terorganisasi, serta memprioritaskan tugas. Neuroticism didefinisikan sebagai kepribadian dengan emosi negatif sehingga rentan mengalami kecemasan, depresi, sedih, agresif, dan lain-lain. Serta Openness didefinisikan sebagai dimensi kepribadian
dengan daya imajinasi yang tinggi, orisinil, memiliki mental dan pengalaman hidup yang komplek, serta berani mencoba hal-hal baru diluar kebiasaannya (Costa & McCrae, 1992; John, 1990).
Dalam kepribadian big five, masing-masing dimensi memiliki pengaruh terhadap kepuasan pernikahan. Kelima dimensi The Big Five Personality, dapat menjadi prediktor yang baik, untuk mendeskripsikan secara luas tentang perilaku manusia, pikiran, dan emosi yang dapat mengganggu hubungan individu dengan individu lainnya (Brehm, 2002) yaitu hubungan pada pasangan suami dan istri.
Sebagaimana hasil penelitian yang dilakukan oleh Malouff, Thorsteinsson, Schutte, Bhullar & Rooke (2010) menunjukkan bahwa, empat (agreeableness, conscientiousness, extraversion, dan openness) dari lima model kepribadian big five, berkorelasi secara signifikan dengan tingkat kepuasan hubungan, sedangkan neuroticism, pengaruhnya rendah terhadap kepuasan hubungan. Berbeda dengan temuan sebelumnya, Claxton, O’Rourke, Smith & DeLongis (2012) dalam penelitiannya, menemukan skor extraversion, openness, agreeableness, dan conscientiousness, secara positif relatif memprediksi tingginya tingkat kepuasan pernikahan, namun pengaruhnya tidak signifikan, serta rendahnya neuroticism prediktor pada kepuasan pernikahan.
Trait kepribadian dapat mempengaruhi perilaku dan hubungan dengan pasangan (Brehm, 2002). Sedangkan trait kepribadian big five, merupakan trait kepribadian, dimana setiap individu tidak dapat dikategorikan hanya memiliki satu jenis trait kepribadian saja, namun setiap individu memiliki kelima trait kepribadian tersebut, hanya saja ada satu trait kepribadian yang mendominasi (McCrae, 2008) perilaku tersebut, sehingga berpengaruh terhadap emosi individu, yang memunculkan perilaku tertentu, dan dapat mempengaruhi kepuasan pernikahan pada hubungan suami istri. Adanya kesepakatan akan nilai-nilai dalam keluarga, prioritas dan peraturan keluarga dan keterlibatan emosional dengan anak-anak, munculnya berbagai perasaan lain, ekspresi verbal dan tingkah laku menjadi ciri evaluatif, dari suatu hubungan (Hendrick & Hendrick, 1992), yang dapat mempengaruhi kepuasan pernikahan. Individu yang mengenal dengan baik kepribadian pasangannya, cenderung mudah mengkondisikan keadaan, mengelola
kognisi dan emosi dalam hubungan pernikahan, sehingga terwujudnya kebahagiaan dan kepuasan pernikahan.
Pengaruh Trust Terhadap Kepuasan Pernikahan
Trust merupakan elemen dasar bagi terciptanya suatu hubungan yang baik, oleh karena itu, membangun kepercayaan terhadap pasangan, bergantung pada faktor- faktor yang dapat mempengaruhi tingkat trust. Lewicki (1998) menjelaskan, terbentuknya trust dipengaruhi oleh predisposisi kepribadian, reputasi dan stereotype, pengalaman aktual, dan orientasi psikologis. Salah satu faktor yang mampu membentuk trust, yaitu predisposisi kepribadian. Untuk itu, menjadi penting mengetahui sumbangsih kepribadian terhadap trust, sehingga mampu memprediksi tingkat kepuasan pernikahan.
Rempel, Holmes & Zanna (1985) menyatakan, trust merupakan sebuah keyakinan, kepedulian terhadap pasangan dan kekuatan suatu hubungan. Sejalan dengan pendapat tersebut, Campbell, Simpson, Boldry & Rubin (2010) menemukan bahwa, trust signifikan berdampak pada kualitas pernikahan.
Keyakinan ini mencerminkan penilaian intelektual, dari kemungkinan, bahwa pasangan akan bertindak seperti yang diharapkan, tetapi juga pengalaman emosional dan jaminan pada perilaku dan motif pasangan (Ponzetti, 2003).
Perasaan percaya diri dan aman yang dimiliki individu, berdasarkan respon positif dari pasangan, dan kuatnya hubungan yang dijalaninya (Rempel, Holmes & Zanna, 1985), dapat membentuk trust. Selanjutnya Rampel menjelaskan mengenai tiga komponen dalam trust, yang dapat meningkatkan kepuasan pernikahan yaitu; Predictability atau sebuah keyakinan bahwa perilaku pasangan, dapat diprediksi dan konsisten, dalam sejumlah interaksi yang dicapai seiring berjalannya waktu, melalui pengalaman-pengalaman yang telah dilewati dalam hubungan. Depandability merupakan komponen pembentuk trust, yaitu suatu keadaan, dimana individu dapat mengandalkan pasangan, dan yakin bahwa pasangannya dapat diandalkan. Faith adalah keyakinan terhadap pasangan, akan adanya komitmen dan kesetiaan, meskipun situasi dimasa mendatang tidak dapat diperkirakan.
Sejalan dengan pernyataan sebelumnya, Lazelere & Huston (1980) menambahkan, trust adalah komponen inti dari hubungan yang seha, dan
mewakili kemampuan yang merasakan kenyamanan, dengan mengambil risiko untuk menjadi dekat dalam hubungan intim. Dekat dalam hal ini bukan berati dekat secara fisik, melainkan kedekatan emosional, dimana jarak tidak menghalangi individu, untuk selalu dekat secara emosional. Kedekatan dapat dibangun melalui komunikasi, serta kepercayaan yang tinggi terhadap pasangan.
Trust diakui sebagai faktor penting dalam hubungan interpersonal (Cottrell, Neuberg & Li, 2007). Pentingnya kepercayaan dalam hubungan interpersonal dan ketahanan pada keluarga, dalam mencapai kepuasan pernikahan (Khandandel & Kavianfar, 2014), sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh McCray (2015) mengenai kepercayaan, komitmen perkawinan, dan kepuasan pernikahan, untuk istri selama menjalani pernikahan jarak jauh. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan berkorelasi positif sebagai prediktor yang signifikan terhadap kepuasan pernikahan.
Pengaruh Kepribadian Big Five dan Trust Terhadap Kepuasan Pernikahan Setiap pasangan, menginginkan adanya kepuasan pernikahan. Dalam hubungan pernikahan, individu diharapkan, menghargai perilaku-perilaku pasangan, dan mampu menyesuaikan diri dalam menghadapi konflik pernikahan, serta mengelola emosi secara positif. Sebagaimana penelitian yang dilakukan oleh Stone & Shackelford (2007) yang menghasilkan temuan bahwa, kepuasan pernikahan yang tinggi terjadi, apabila masing-masing individu mampu mengerti dan dapat menyesuaikan diri, dengan kepribadian yang dimiliki oleh pasangannya.
Trust diduga mampu memoderasi hubungan antara kepribadian dan kepuasan pernikahan. Pondasi dalam trust adalah, menghargai satu sama lain dan menerima adanya perbedaan (Carter, 2001), salah satunya perbedaan sifat atau kepribadian pasangannya. Untuk itulah pentingnya Trust dalam hubungan pernikahan, terutama pada pasangan yang menjalani pernikahan jarak jauh, karena trust adalah elemen dasar bagi terciptanya hubungan yang baik khususnya dalam hubungan pernikahan. Johnson & Johnson (2003) menyatakan bahwa, tingkatan trust dalam sebuah hubungan dapat berubah, hal ini tergantung pada kemampuan dan kemauan setiap individu, untuk dapat percaya dan dapat dipercaya.
Trust terhadap pasangan akan meningkat, apabila pasangan dapat memenuhi pengharapan individu, dan bersungguh-sungguh peduli terhadap pasangan. Campbell, Simpson, Boldry & Rubin (2010) menyimpulkan bahwa, tingkat kepercayaan dalam pernikahan, tergantung pada karakteristik dari pasangan dan hubungan pernikahan.
Kepribadian dan trust, beriringan dalam upaya mencapai kepuasan pernikahan. Salah satu aspek yang berpengaruh terhadap kepuasan pernikahan adalah aspek kepribadian, sebagaimana temuan Stone & Shackelford (2007) dalam penelitiannya menjelaskan, tingkat kepuasan yang tinggi, terjadi apabila pasangan mampu mengerti, dan menyesuaikan diri dengan kepribadian yang dimiliki oleh pasangannya. Individu memiliki predisposisi yang berbeda untuk percaya kepada orang lain, semakin tinggi tingkat kepercayaan individu pada pasangannya, semakin tinggi pula tingkat kepuasan pada pernikahannya.
Secara teoritis, dari kelima dimensi big five personality, kepribadian extraversion, agreeableness, conscientiousness, dan opennes, memberikan konstribusi positif terhadap kepuasan pernikahan. Sebaliknya, kepribadian neuroticism berpengaruh negatif terhadap kepuasan pernikahan. artinya semakin tinggi kepribadian extraversion, agreeableness, conscientiousness, dan openness, semakin tinggi pula tingkat kepuasan pernikahan. Sedangkan semakin tinggi dimensi neuroticism, maka semakin rendah tingkat kepuasan pernikahan.
Pengaruh big fiive personality terhadap kepuasan pernikahan dalam penelitian ini, semakin diperkuat dengan sumbangsih trust sebagai moderasi.
Trust diprediksi mampu memoderasi, meningkatnya kepuasan pernikahan yang positif pada kepribadian extraversion, agreeableness, conscientiousness, dan openness. Maka dari itu, peneliti ingin mengetahui, seberapa besar pengaruh kepribadian extraversion, agreeableness, conscientiousness, dan openness, terhadap kepuasan pernikahan, dan melihat secara langsung pengaruh trust, terhadap kepribadian extraversion, agreeableness, conscientiousness, dan openness dengan kepuasan pernikahan.
Variabel moderasi dalam penelitian ini adalah trust, yang dapat memberikan pengaruh terhadap hubungan variabel independen (big five personality) dan variabel dependen (kepuasan pernikahan). Berbeda dengan
penelitian-penelitian sebelumnya, pada penelitian ini trust menjadi variabel moderasi yang jarang ditemukan pada penelitian lain, yang secara bersama meneliti mengenai big five personality dan kepuasan pernikahan. Konsep penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut:
BIG FIVE PERSONALITY (X) 1. Openness
2. Conscientiousness 3. Extraversion 4. Agreeableness 5. Neuroticsm
Gambar 1. Bagan kerangka pemikiran pengaruh big five personality, trust, dan kepuasan pernikahan
Hipotesis
Adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah:
Ho. Dimensi big five personality, yaitu extraversion, agreeableness, conscientiousness, dan openness, memberikan pengaruh positif terhadap kepuasan pernikahan. Sebaliknya, kepribadian neuroticism berpengaruh negatif terhadap kepuasan pernikahan. Semakin tinggi kepribadian extraversion, agreeableness, conscientiousness, dan openness, semakin tinggi pula tingkat kepuasan pernikahan. Sedangkan semakin tinggi dimensi neuroticism, maka semakin rendah tingkat kepuasan pernikahan.
H1. Trust memoderasi pengaruhi kepribadian extraversion, agreeableness, conscientiousness, dan openness, terhadap kepuasan pernikahan. Semakin tinggi trust, semakin tinggi pula tingkat kepuasan pernikahan pada kepribadian extraversion, agreeableness, conscientiousness, dan openness.
KEPUASAN PERNIKAHAN (Y)
TRUST (Mod)
METODE PENELITIAN Desain Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional, sesuai dengan tujuan utama dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui hubungan antara variabel satu dengan variabel lainnya (Gravetter & Forzano, 2012). Penelitian ini non eksperimen, yang variabelnya diukur dengan perhitungan statistik, sehingga diperoleh hasil seberapa besar hubungan antar variabel, sekaligus menguji signifikansi, serta mengetahui konstribusi variabel moderasi pada hubungan variabel independen terhadap variabel dependen (Winarsunu, 2015).
Subjek Penelitian
Pengambilan sampel pada penelitian ini, menggunakan sampling pertimbangan yang disebut juga sampling bertujuan (purposive sampling), yaitu teknik pengambilan sampel yang digunakan oleh peneliti, jika peneliti memiliki pertimbangan-pertimbangan tertentu, yang sesuai dengan kriteria subjek penelitian sebagai sumber data penelitian (Latipun, 2008). Subjek dalam penelitian ini adalah wanita yang telah menikah dan memiliki anak, berusia antara 20-42 tahun, dan menjalani pernikahan jarak jauh sekurang-kurangnya selama satu tahun pernikahan.
Instrumen Penelitian
Penelitian ini menggunakan beberapa instrumen yang dikembangkan dari instrumen-instrumen yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, untuk mengukur variable big five personality, trust, dan Kepuasan Pernikahan. Skala Big Five Personality dikembangkan dari Big Five Inventory (BFI), Skala Trust dikembangkan dari Trust In Close Relationship Scale dan Skala Kepuasan Pernikahan dikembangkan dari ENRICH Marital Satisfaction Scale. Skala tersebut diterjemahkan kemudian dilakukan uji coba untuk mengetahui validitas dan reliabilitasnya.
Big Five Inventori (BFI) disusun oleh Goldberg tahun 1993 kemudian dibagi menjadi 5 dimensi kepribadian (John & Srivastava, 1999) yang digunakan untuk mengetahui kecenderungan kepribadian individu mengarah pada
Openeness, Conscientiousness, Extraversion, Agreebleness, atau Neuroticsm.
Instrumen ini terdiri dari 44 item yang berisi trait mengenai masing-masing dimensi dari kelima faktor-faktor personality. Salah satu contoh item dari skala tersebut yaitu, “is Talkactive/saya adalah seorang yang banyak bicara (cerewet)”.
Pilihan jawaban yang tersedia sebanyak lima macam, yaitu “Sangat Tidak Setuju”, “Sedikit Tidak Setuju”,”Tidak Setuju”, ”Sedikit Setuju”, dan “Sangat Setuju”. Cara memberikan skor pada masing-masing item dengan melihat item berada pada bagian favorable/engagement atau unfavourable/disangement. Skor berkisar antara satu sampai lima. Dengan keterangan “R” menunjukkan sebaliknya, yaitu Extraversion (1, 6R, 11, 16, 21R, 26, 31R, 36), Agreebleness (2R, 7, 12R, 17, 22, 27R, 32, 37R, 42), Conscientiousness (3, 8R, 13, 18R, 23R, 28, 33, 38, 43R), Neuroticsm (4, 9R, 14, 19, 24R, 29, 34R, 39), dan Openness ( 5, 10, 15, 20, 25, 30, 35R, 40, 41R, 44).
Trust In Close Relationships Scale digunakan untuk mengukur Kepercayaan terhadap pasangan. Instrumen ini disusun oleh Rempel & Zanna (1985). Instrumen ini terdiri dari 17 item pernyataan yang berbentuk skala Likert.
Masing-masing pertanyaan diberikan tiga pilihan jawaban dengan tujuh penilaian yaitu Sangat Tidak Setuju (-3, -2, -1), Netral (0), dan Sangat Setuju (1, 2, 3). Salah satu contoh item dari skala tersebut adalah “pasangan saya berperilaku dalam cara yang sangat konsisten”. Cara memberikan skor pada masing-masing item dengan melihat item berada pada bagian favorable/engagement atau unfavourable/disangement. Skor berkisar antara -3 sampai 3. Dengan pembagian pada sub skala yaitu Predictability “P” ( 4, 5, 6, 8, 14), Dependability “D” (1, 7, 13, 15, 17), dan Faith “F” (2, 3, 9, 10, 11, 12, 16).
ENRICH Marital Satisfaction Scale digunakan untuk mengukur Kepuasan Pernikahan. Instrumen ini disusun oleh Fowers & Olson (1993), Instrumen ini terdiri dari 15 item dengan pembagian 9 item (+) dan 6 item (-) dengan pertanyaan berbentuk skala Likert. Masing-masing pertanyaan diberikan lima pilihan jawaban yaitu “Sangat Tidak Setuju”, “Sedikit Tidak Setuju”,”Tidak Setuju”, ”Sedikit Setuju”, dan “Sangat Setuju”. Cara memberikan skor pada masing-masing item dengan melihat item berada pada bagian favorable/engagement atau unfavourable/disangement. Skor berkisar antara satu sampai lima. Salah satu
contoh item dari skala tersebut adalah “saya dan mitra saya memahami satu sama lain dengan sempurna”.
Prosedur Penelitian
Prosedur pengumpulan data pada penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu pada tahap pertama, adalah persiapan alat ukur atau instrumen, dalam hal ini penyusunan Skala Big Five Personality dikembangkan dari Big Five Inventory (BFI), Skala Trust dikembangkan dari Trust In Close Relationship Scale dan Skala Kepuasan Pernikahan dikembangkan dari ENRICH Marital Satisfaction Scale. Peneliti melakukan uji validitas dan reliabilitas (try out) terhadap 30 orang wanita yang telah menikah dan sedang atau pernah menjalani pernikahan jarak jauh dengan pasangannya. Hasil yang diperoleh dalam try out, di uji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya, peneliti memodifikasi skala dengan menggabungkan ketiga skala tersebut, mengambil beberapa item yang dirasa sesuai dan memenuhi kriteria validitas dan reliabitas dalam penelitian.
Pada tahap kedua yaitu pelaksanaan atau pengambilan data, yang dilakukan dengan memberikan angket kuisioner kepada subjek penelitian, melalui beberapa cara. Baik secara elektronik (media sosial, email, whatsApp, facebook) atau secara langsung dengan memberikan angket. Hal ini dilakukan karena penyebaran domisili subjek yang luas, dari dalam maupun luar negeri. Penelitian dilakukan selama periode tertentu, sesuai dengan batas waktu yang ditentukan oleh peneliti untuk pengumpulan angket yang telah diisi oleh subjek. Jumlah subjek yang memenuhi kriteria hingga pada periode yang ditentukan sejumlah 101 orang.
Analisis Data
Dalam proses analisa data, peneliti menggunakan software perhitungan statistik SPSS (Statistical Program for Social Science) windows versi 21, untuk mengukur variabel-variabel dalam penelitian, kemudian menjumlah skor totalnya sehingga data yang di input ke SPSS menggunakan skor total (data interval), maka untuk menganalisa, peneliti menggunakan teknik analisa Moderated Regression analysis (MRA). Sehingga diketahui hubungan variabel independen (big five personality)
dan variabel terikat (kepuasan pernikahan) yang dimoderasi trust (Stanislaus, 2009).
HASIL PENELITIAN Deskripsi Subjek Penelitian
Subjek penelitian berjumlah 101 subjek, yang menjalani pernikahan jarak jauh.
Seluruh subjek adalah perempuan (100%), sudah menikah. Rentang usia subjek penelitian adalah 20-30 tahun sebanyak 33 subjek (32,7%), 31-40 tahun sebanyak 67 subjek (66,3%), dan ˃ 41 tahun sebanyak 1 subjek (1,0%). Adapun rentang usia pernikahan yang telah dilewati yaitu selama, 1-10 tahun sebanyak 70 subjek (69,2%), 11-20 tahun sebanyak 29,8%, dan ˃ 21 tahun sebanyak 1 subjek (1,0%).
Pada penelitian ini sebanyak 44 subjek (43,6%) memiliki 1 anak, 46 subjek (45,5%) memiliki 2 anak, 9 subjek (8,9%) memiliki 3 anak, dan 2 subjek (2,0%) memiliki 5 orang anak. Setiap subjek memiki variasi waktu selama menjalani pernikahan jarak jauh yaitu, selama 1-10 tahun sebanyak 95 subjek (94%), 11-20 tahun sebanyak 5 subjek (5%), dan ˃ 21 tahun sebanyak 1 subjek (1%). Berikut adalah pengelompokan subjek berdasarkan jenis kelamin, pekerjaan, usia, usia pernikahan, jumlah anak, dan lama menjalani pernikahan jarah jauh.
Deskripsi Variabel Penelitian
Sebagaimana hasil analisis efektivitas variabel big five personality dan trust pada kepuasan pernikahan, terdapat tiga jenis model yang terdiri dari masing-masing prediktor pada kepuasan pernikahan. Hasil analisis ini berfungsi untuk mengetahui seberapa besar konstribusi masing-masing prediktor terhadap kepuasan pernikahan.
Pada model 1 kepribadian extraversion (Rsquare=12,1%; F=13,637;
p=0,000), agreeableness (Rsquare=17,9%; F=21,612; p=0,000), conscientiousness (Rsquare=9,2%; F=10,058; p=0,002), neuroticism (Rsquare=22,2%; F=28,191; p=0,000), dan openness (Rsquare=2,9%; F=2,985;
p=0,87), masing-masing memberikan sumbangan efektivitas secara signifikan pada kepuasan pernikahan.
trust juga mampu memprediksi kepuasan pernikahan secara signifikan terhadap masing-masing dimensi kepribadian yaitu extraversion (Rsquare=60%;
F=117,137; p=0,000), agreeableness (Rsquare=61,4%; F=110,353; p=0,000), conscientiousness (Rsquare=61%; F=129,828; p=0,000), neuroticism (Rsquare=63,4%; F=110,320; p=0,000), dan openness (Rsquare=59,6%;
F=137,443; p=0,000) yang ditunjukkan oleh model 2.
Setelah adanya variabel moderat yang juga memberikan sumbangan efektivitas pada kepuasan pernikahan, terdapat empat dimensi kepribadian dari lima big five personality yang tidak signifikan, yaitu pada kepribadian agreeableness (Rsquare=62,2%; F=1,953; p=0,165), conscientiousness (Rsquare=61%; F=0,078; p=0,781), neuroticism (Rsquare=63,4%; f=0,073;
p=0,788), dan openness (Rsquare=59,6%; F=0,000; p=0,983). Sedangakan pada extraversion (Rsquare=61,7%; F=4,516; p=0,036) terdapat signifikansi sumbangan efektifitas terhadap kepuasan pernikahan.
Tabel 1. Sumbangsih efektivitas variabel big five personality dan trust pada kepuasan pernikahan
Model R Rsquare F P
1. Extraversion 2. Trust
3. Extraversion*Trust
,348 ͣ ,774ᵇ ,786 ͨ
,121 ,600 ,617
13,637 117,137 4,516
,000 ,000 ,036**
1. Agreeableness 2. Trust
3. Agreeableness*Trust
,423 ͣ ,784ᵇ ,788 ͨ
,179 ,614 ,622
21,612 110,353 1,953
,000 ,000 ,165 1. Conscientiousness
2. Trust
3. Conscientiousness*Trust
,304 ͣ ,781ᵇ ,781 ͨ
,092 ,610 ,610
10,058 129,828 ,078
.002 ,000 ,781 1. Neuroticism
2. Trust
3. Neuroticism*Trust
,471 ͣ ,796ᵇ ,796 ͨ
,222 ,634 ,634
28,191 110,320 ,073
,000 ,000 ,788 1. Openness
2. Trust
3. Openness*Trust
,171 ͣ ,772ᵇ ,772 ͨ
0,29 ,596 ,596
2,985 137,443 ,000
,087 ,000 ,983
**Sig
UJI HIPOTESA
Pengaruh Big Five Personality Dengan Kepuasan Pernikahan Dimoderatori Oleh Trust
Berdasarkan uji MRA, pengaruh big five personality terhadap kepuasan pernikahan menunjukkan hasil bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan pada kepribadian extraversion (β=0,348; p=0,000), agreeableness (β=0,423;
p=0,087). Artinya Semakin tinggi kepribadian extraversion, agreeableness, conscientiousness, dan openness, semakin tinggi pula tingkat kepuasan pernikahan. Namun, kepribadian neuroticism (β=-0,471; p=0,000) menunjukkan pengaruh yang negatif. Artinya semakin tinggi dimensi neuroticism, maka semakin rendah tingkat kepuasan pernikahan.
Trust sebagai variabel moderator, secara positif mampu memoderasi kepribadian agreeableness (β=0,990; p=0,165), conscientiousness (β=0,148;
p=0,781), dan neuroticism (β=0,116; p=0,788), terhadap kepuasan pernikahan, namun pengaruhnya tidak signifikan. Tetapi pada kepribadian openness (β=- 0,012; p=0,983), trust tidak memberikan pengaruh moderasi terhadap kepuasan pernikahan. Sedangkan pada kepribadian extraversion (β=1,428; p=0,036), trust sebagai variabel moderator, menunjukkan pengaruh positif yang signifikan terhadap kepuasan pernikahan. Artinya dari kelima dimensi big five personality, hanya kepribadian extraversion yang mempunyai pengaruh terhadap trust sebagai variabel moderasi pada kepuasan pernikahan.
Tabel 2. Koefisien regresi big five personality (extraversion) dengan kepuasan pernikahan dimoderatori oleh trust
Model 1 Unstandardized B
Standardized
Beta t P
(constant) Extraversion Model 2 (constant) Extraversion Trust
Moderating
2,708 ,359 4,257 -,827 -,066 ,148
,348
-,802 -,098 1,428
3,693
-1,934 -,243 2,125
,000
,056 ,808 ,036
BIG FIVE PERSONALITY (X) 1. Openness
2. Conscientiousness 3. Extraversion 4. Agreeableness 5. Neuroticsm
β=-0,012 β=0,148 β=1,428 β=0,990 β=0,116
KEPUASAN PERNIKAHAN (Y)
TRUST (Mod)
Gambar 2. Bagan hasil analisis pengaruh big five personality, trust, dan kepuasan pernikahan
PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil uji analisis statistik berkaitan dengan pengaruh antar variabel menunjukkan bahwa, terdapat pengaruh yang positif dan signifikan pada kepribadian extraversion, agreeableness, conscientiousness, dan openness, terhadap kepuasan pernikahan. Hasil sumbangan efektifitas kepribadian terhadap kepuasan pernikahan pada masing-masing dimensi yaitu, extraversion 12,1%, agreeableness 17,9%, conscientiousness 9,2%, neuroticism 22,2%, dan openness 2,9%. Namun pada dimensi neuroticism tidak ditemukan pengaruh terhadap kepuasan pernikahan. Neuroticism secara umum berhubungan dengan ketidakstabilan emosi internal individu. Neuroticism yang tinggi dikatakan sebagai pencemas, khawatir, kurang bisa mengontrol emosi, dan sering dikonotasikan depresi. Sebaliknya orang yang neuroticism rendah menunjukkan emosi yang stabil, kalem tidak temperamental, tidak mudah cemas (Eysenck &
Eysenck, 1991). Penelitian ini menunjukkan bawah Hipotesis (Ho) diterima.
Sebagaimana temuan yang muncul dari penelitian sebelumnya (Barelds, 2005; Schmitt, Kliegel, & Shapiro, 2007), bahwa neuroticism, bermasalah terhadap kepuasan hubungan dan keseimbangan pernikahan. Hal ini di perkuat dengan adanya penelitian yang paling konsisten muncul pada saat ini, bahwa neuroticism, lebih mungkin melaporkan ketidakpuasan hubungan dan tingginya angka perceraian (Shiota & Levenson, 2007). Itu artinya semakin tinggi dimensi neuroticism pada individu, maka semakin rendah tingkat kepuasan pernikahannya.
Berdasarkan hasil uji signifikansi, trust sebagai variabel moderator, tidak memberikan pengaruh moderasi terhadap kepribadian agreeableness (p=0,165), conscientiousness (p=0,781), openness (p=0,983), dan neuroticism p=0,788).
Sedangkan pada kepribadian extraversion (p=0,036), trust sebagai variabel moderator, menunjukkan pengaruh positif yang signifikan terhadap kepuasan pernikahan. Artinya dari kelima dimensi big five personality, hanya kepribadian
extraversion yang mempunyai pengaruh terhadap trust sebagai variabel moderasi pada kepuasan pernikahan. Penelitian ini menunjukkan bawah (H1) ditolak.
Kerangka teoritis yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe kepribadian big five, trust, dan kepuasan pernikahan. Kelima dimensi digunakan secara bersama-sama untuk mengetahui seberapa besar pengaruhnya terhadap kepuasan pernikahan. Sedangkan tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui tipe kepribadian dari lima dimensi big five personality, mana yang menunjukkan kepuasan pernikahan dengan trust sebagai variabel moderator.
Berdasarkan hasil analisis telah diketahui bahwa, dari kelima tipe kepribadian big five, hanya kepribadian extraversion, yang secara signifikan mampu memprediksi kepuasan pernikahan yang lebih tinggi pada istri setelah adanya sumbangsih trust dalam memoderasi kepribadian extraversion terhadap kepuasan pernikahan. Studi yang dilakukan oleh Barelds (2005), menunjukkan hubungan positif antara extraversion dan kepuasan pernikahan. Temuan ini memperkuat penelitian sebelumnya oleh Heller, Watson, dan Ilies (2004), yang tidak mendeteksi hubungan langsung antara extraversion dan kepusaan pernikahan, sebaliknya temuan tersebut menunjukkan efek tidak langsung (yaitu, ditentukan oleh faktor lain atau faktor kedua yang berkorelasi) dalam penelitian ini, faktor kedua adalah trust sebagai variabel moderasi.
Kepribadian extraversion pada individu dalam hal ini istri, secara psikologis lebih mudah dalam menyesuaikan diri dan hubungan sosial dengan orang lain. Dengan dukungan sosial, istri segera akan mampu menyesuaikan kondisi pernikahan hubungan jarak jauh dengan pasangannya. Istri dengan skor yang tinggi pada skala extraversion, memiliki ciri-ciri, lebih menyayangi, periang, banyak bicara, senang bergabung dengan orang lain, dan menyenangkan.
(Feist& Feist, 2009). Hal ini yang menjadikan istri dengan kepribadian extraversion tidak menjadikan persoalan, yang dapat memicu konflik dengan pasangannya dalam menjalani pernikahan dengan hubungan jarak jauh.
Membangun hubungan sosial dengan orang lain menjadi hal yang mudah bagi istri dengan kepribadian extraversion, karena sikap yang ramah dan terbuka, sehingga memunculkan rasa nyaman. Istri dengan kepribadian extraversion, tidak sungkan berkenalan, dan secara aktif mencari teman baru. Meskipun secara sosial,
istri memiliki hubungan yang baik dengan orang lain, namun secara tegas mampu memberikan batas, sehingga hubungan sosial terjalin secara positif. Hal inilah yang menjadikan Istri dengan kepribadian extraversion secara tegas mampu menolak segala sesuatu yang tidak sesuai dengan prinsipnya. Keantusiasan yang tercermin dalam pancaran emosi positif, tegas, dan asertif dalam bersikap menjadi ciri khas dari pribadi yang extraversion sehingga memunculkan trust.
Kepribadian extraversion menjadi catatan penting bagi istri dalam memperoleh kepuasan pernikahan (Chen, Tanaka, Uji, Hiramura, Shikai, Fujihara, 2017). Kepribadian extraversion pada istri memunculkan perilaku energik, optimis, dan cenderung mempercayai sesuatu yang dipilihnya (Pervin, Cervone,
& John, 2005). Istri yang memiliki kepribadian extraversion, cenderung mempercayai hubungan pernikahan yang telah dijalani, walaupun hubungan pernikahan tersebut dijalani dengan jarak jauh, individu yang memiliki kepribadian extraversion akan tegas dalam komitmen yang telah dijalaninya, sehingga tingkat kepercayaan yang tinggi, menjadikan individu tersebut lebih puas terhadap pernikahannya.
Beberapa kelemahan terdapat pada penelitian ini, antara lain adalah pengambilan sampel yang dilakukan hanya kepada istri, diharapkan pada penelitian selanjutnya untuk dapat mengambil sampel dalam populasi yang cukup besar terhadap pasangan, baik suami maupun istri. Besarnya populasi dan sampel dapat meminimalkan kesalahan pada penelitian, sehingga hasil yang didapat benar-benar valid.
KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa dari kelima dimensi kepribadian big five, hanya kepribadian extraversion yang menunjukkan pengaruh positif terhadap tingkat kepuasan pernikahan secara signifikan, melalui sumbangsih trust sebagai variabel moderator. Istri yang memiliki kepribadian extraversion, cenderung mempercayai hubungan pernikahan yang telah dijalani, walaupun hubungan pernikahan tersebut dijalani dengan jarak jauh, individu yang memiliki kepribadian extraversion akan
tegas dalam komitmen yang telah dijalaninya, sehingga tingkat kepercayaan yang tinggi, menjadikan individu tersebut lebih puas terhadap pernikahannya.
Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya yaitu, melakukan penelitian mengenai pengaruh kepribadian terhadap kepuasan pernikahan, dengan trust sebagai variabel moderator, terhadap pasangan suami dan istri. Sehingga diperoleh hasil penelitian yang lebih menyeluruh dan seimbang. Penelitian selanjutnya, juga diharapkan meneliti dengan memilih variabel moderator lain berkaitan dengan kepribadian big five terhadap kepuasan pernikahan.
REFERENSI
Barelds, D. P. H. (2005). Self and partner personality in intimate relationships.
European Journal.
Brehm, S. S. (2002). Intimate Relationship 2nd Edition. New York: McGraw-Hill.
Campbell, L., Simpson, J. A., Boldry, J. G., & Rubin, H. (2010). Trust, variability in relationship evaluations, and relationship processes. Journal of Personality and Social Psychology, 99(1), 14–31. doi:10.1037/a0019714.
Carter, A. S., Garrity-Rokous, F. E., Chazan-Cohen, R., Little, C., & Briggs- Gowan,M. J. (2001). Maternal depression and comorbidity: Predicting early parenting, attachment security, and toddler social emotional problems and competencies. Journal of the American Academy of Child and Adolescent Psychiatry, 40, 18–36.
Chen, Z., Tanaka, N., Uji, M., Hiramura, H., Shikai, N., Fujihara, S. (2007). The role of personalities in the marital adjustment of Japanese couples. Social Behavior and Personality, 35, 561-572.
Claxton, A., O'Rourke, N., Smith, J. Z., & DeLongis, A. (2012). Personality traits and marital satisfaction within enduring relationships: An intra-couple discrepancy approach. Journal of Social and Personal Relationships. DOI:
10.1177/0265407511431183.
Costa, P. T., & McCrae, R. R. (1992). Revised NEO personality inventory (NEO PI-R) and NEO five-factor inventory (NEO-FFI). Odessa, FL: Psychological Assessment Resources, Inc.
Cottrell, C. A., Neuberg, S.L., & Li, N. P. (2007). What do people desire in others? A socio functional perspective on the importance of different valued characteristics. Journal of Personality and Social Psychology, 92(2), 208- 231.
Cummings E. M., & Davies P. T. (2010). Marital conflict and children:
An emotional security perspective. New York: Guilford Press.
Depag RI. Al-Qur’anul Kariim dan terjemahannya. Bandung: PT. Syamil Cipta Media.
Eysenck, H.J, & Eysenck, S. (1991). Manual of the eysenck personality scales.
London: Hodder and Stoughton.
Feist, J., Feist, G. (2009). Theories of personality (7th ed.). New York, NY : McGraw Hills.
Finkel, E. J., Rusbult, C. E., Kumashiro, M., & Hannon, P. A. (2002). Dealing with betrayal in close relationships: Does commitment promote forgiveness? Journal of Personality and Social Psychology, 82(6), 956-974.
doi:10.1037//0022-3514.82.6.956.
Fowers, B. J., & Olson, D. H. (1993). ENRICH Marital Satisfaction Scale: A brief research clinical tool. Journal of Family Psychology, 7, 176–185.
Gambardella, L. C. (2008). Role-Exit theory and marital discord following extended military deployment. Perspectives in Psychiatric Care, 44(3).
doi:10.1111/j.1744-6163.2008.00171.x.
Gravetter, F. J,. & Forzano, L. B. (2012). Research methods for behavioral sciences (ed 4th). Belmont, CA: Wadsworth Cengage Learning.
Heller, D., Watson, D., & Ilies, R. (2004). The role of person versus situation in life satisfaction: A critical examination. Psychological Bulletin, 130, 574- 600.
Hendrick, S. S., & Hendrick, C. (1992). Romantic love. Newbury Park: Sage.
Hetherington, E. M., & Kelly, J. (2002). For better or for worse: Divorce reconsidered. New York: Norton & Company.
Holt-Lunstad, J., Birmingham, W., & Jones, B. Q. (2008). Is there something unique about marriage? The relative impact of marital status, relationship quality, and network social support on ambulatory blood pressure and mental health. Annals of Behavioral Medicine, 35(2), 239- 244.
John, O.P. (1990). The “Big Five” factor taxonomy: Dimensions of personality in the natural language amd in questionnaires. In L. A. Pervin (Ed.), Handbook of Personality: Theory and research (pp. 66-100). New York:
Guilford Press.
John, O. P., & Srivastava, S. (1999). The Big-Five trait taxonomy: History, measurement, and theoretical perspectives. In L. A. Pervin & O. P. John (Eds.), Handbook of personality: Theory and research. New York: Guilford Press. (Vol. 2, pp. 102–138).
Johnson, D. W. & Johnson, R. T. (2003). Social interdependence: The interrelationships among theory, research, and practice. American
Kaufman, A. (2011). Personality, Partner Similarity and Coupe Satisfaction: Do Opposites Attract or Birds of a Feather Flock Together ?.
Kauffman, M. H. (2000). Relational maintenance in long-distance relationships:
staying close. (Master of Science Thesis Blacksburg, Virginia).
Khandandel. S, & Kavianfar. H.(2014). Role of trust in interpersonal relationships and family hardiness in marital satisfaction in working couples. Family Pathology, Journal of Counseling &Enrichment, 1 (1), 15-31.
Kim, H. K., & McKenry, P. C. (2002). The relationship between marriage and psychological well-being: A longitudinal analysis. Journal of Family Issues, 23(8), 885-911.
Larzelere R. E., & Huston, T. L. (1980). The Dyadic Trust Scale: Toward understanding interpersonal trust in close relationships. Journal of Marriage
& Family, 42(3), 595-105. doi:10.2307/351903.
Latipun. (2008). Psikologi Eksperimen. (edisi kedua). Malang: UMM Press.
Le Poire, B. A. (2005). Family communication: Nurturing and control in a changing world. California: SAGE.
Lewicki, R.J., McAllister, D.J., and Bies, R.H. (1998). Trust and distrust: New relationships and realities. Academy of Management Review, 23(3), 438–
358.
Malouff, J. M., Thorsteinsson, E. B., Schutte, N. S., Bhullar, N., & Rooke, S. E.
(2010). The five factor model of personality and relationship satisfaction of intimate partners: A meta-analysis. Journal of Research in Personality, 44, 124–127.
Mickelson, K. D., Claffey, S. T., & Williams, S. L. (2006). The moderating role of gender and gender role attitudes on the link between spousal support and marital quality. Sex Roles, 55, 73-82.
McCrae, R. R., & Costa, P. T., Jr. (2008a). Empirical and theoretical status of the Five-Factor Model of personality traits. In G. Boyle, G. Matthews, & D.
Saklofske (Eds.), Sage handbook of personality theory and assessment. Los Angeles, CA: Sage Publications. (Vol. 1, pp. 273–294).
McCrae, R. R., & Costa, P. T., Jr. (2008b). The Five-Factor Theory of personality.
In O. P. John, R. W. Robins, & L. A. Pervin (Eds.), Handbook of personality: Theory and research. New York: Guilford. (3rd ed., pp. 159–
181).
McCray. M. L.(2015). Infdelity, Trust, Commitment, and Marital Satisfaction Among Military Wives DuringHusbands' Deployment. Walden Dissertations and Doctoral Studies. Walden University.
McDonough, P., & Walters, W. (2001). Gender and health: Reassessing patterns and explanations. Social Science & Medicine, 52(4), 547-559.
Doi:10.1016/S0277-9536(00)00159-3.
Olson, D.H, (2003). Marriages and Families Strengths 7th ed. New York:
McGraw-Hill.
Olson, D.H. (2000). Circumplex Model of Family Systems. Journal of Family Therapy. 22, 2, 144-167.
Parker, R. (2002). Why Marriages Last; A Discussion of The Literature.
Melbourne: Australian Institute of Family Studies.
Pervin. L. A., Cervone. D., & John. O. P. (2005). Personality: theory and research. Hoboken, NJ: John wiley & Sons.
Ponzetti, J. (2003). International encyclopedia of marriage and family (2nd.ed., vols. 4). New York: Macmillan Reference USA.
Rempel, J.K., Holmes, J.G. & Zanna, M.P. (1985). Trust in close relationships.
Journal of Personality and Social Psychology, 49, 95-112.
Schoen, R., Astone, N. M., Rothert, K., Standish, N. J., & Kim, Y. J.
(2002). Women employment, marital happiness and divorce. Social Forces, 81(2), 643-662.
Schmitt,M.,Kliegel,M.,&Shapiro,A. (2007).Marital interaction inmiddle and old age:A predictor of marital satisfaction?. International Journal of Aging &
Human Development, 65, 283-300.
Shiota, M. N., & Levenson, R.W. (2007). Birds of a feather don’t always fly farthest: Similarity in Big Five personality predicts more negative marital satisfaction trajectories in long-term marriages. Psychology and Aging, 22, 666-675. of Personality, 19, 501-518.
Stanislaus, S. Uyanto. (2009). Pedoman analisis data dengan SPSS. Yogyakarta:
Graha Ilmu.
Stone, E. A., Shackelford, T. K., & Buss, D. M. (2007). Sex ratio and mate preferences: A cross-cultural investigation. European Journal of Social Psychology, 37, 288-296.
Tallman, I. & Hsiao, Y. L. (2004). Resources, cooperation, and problem solving in early marriage. Social Psychology Quarterly, 67(2), 172–188.
doi:10.1177/019027250406700204.
Van de Rijt, A., & Buskens, V. (2006). Trust in intimate relationships: The increased importance of embeddedness for marriage in the United States.
Rationality & Society, 18(2), 123-156. doi:10.1177/1043463106063319.
Williams, K. (2003). Has the future of marriages arrived? A contemporary examination of gender, marriage, and psychological well-being. Journal of Health and Social Behavior, 44(4), 470-487.
Winarsunu, T. (2015). Statistik dalam penelitian psikologi & pendidikan. Malang:
UMM Press.
http://www.gulalives.co/2016/09/26/tingkat-perceraian-di-indonesia-termasuk- yang-tertinggi-di-dunia/. Diakses pada tanggal 17 April 2017.
Lampiran 1.1
PASCASARJANA PSIKOLOGI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG Gedung ICT lantai II Kampus III UMM Jl. Raya Tlogomas 246 Malang
Kepada Yth. Responden Di Tempat
Dengan hormat,
Saya Laila Fitria Zuhratul Fadilah, SH., S.Psi. Mahasiswa Program Studi Magister Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang, saat ini sedang melakukan penelitian guna penyusunan Tesis, sebagai syarat memperoleh gelar Magister Psikologi. Dalam penyusunan Tesis, saya memerlukan data yang akan dianalisis. Berkaitan dengan pemerolehan data penelitian, saya mengharap kesediaan Saudari untuk membantu memberikan data penelitian dengan cara mengisi skala yang telah saya sediakan. Skala berisikan kesesuaian atau ketidaksesuaian saudari dengan pernyataan yang ada. Oleh sebab itu dimohon tidak ragu dalam menjawab setiap pernyataan yang tersajikan, dan pilih yang sesuai dengan kondisi dan pendapat saudari saat ini. Semua data yang diberikan akan dijaga kerahasiaannya dan hanya digunakan dalam penelitian ini. Penyususnan Tesis ini sangat bergantung pada data yang saudari berikan, maka saya sangat berharap saudari memastikan seluruh pernyataan telah terjawab tanpa ada yang terlewati. Jika saudari membutuhkan penjelasan dapat menghubungi email [email protected]. Atas bantuan dan kerjasama saudari saya ucapkan terima kasih.
Hormat Saya,
Laila Fitria Zuhratul Fadilah, SH., S.Psi
RAHASIA
Silahkan isi identitas dibawah ini :
Nama/Inisial :
Usia :
Pekerjaan :
Usia Pernikahan :
Jumlah Anak :
Lama Menjalani Pernikahan Jarak Jauh : Tahun
BAGIAN 1
Petunjuk Pengisian : Dibawah ini merupakan beberapa karakteristik kepribadian yang dapat mewakili maupun tidak dapat mewakili kepribadian Anda. Bacalah tiap pernyataan dengan seksama dan bubuhkan rating anda dengan memberikan tanda ceklist (√) pada kotak yang tersedia disebelah kanan dari masing-masing pernyataan.
Sangat Tidak Setuju
(1)
Agak Tidak Setuju
(2)
Tidak Ada Pendapat
(Netral) (3)
Agak Setuju
(4)
Sangat Setuju
(5)
No Pernyataan 1 2 3 4 5
1 Orisinil, mengajukan gagasan-gagasan baru 2 Suka menolong dan tidak egois pada orang lain 3 Kadang-kadang bertindak ceroboh
4 Santai, mengatasi stres dengan baik
5 Ingin tahu tentang banyak hal yang berbeda 6 Memulai pertengkaran dengan orang lain 7 Mudah tertekan
8 Banyak akal, seorang pemikir yang serius 9 Membangkitkan banyak antusiasme 10 Mempunyai sifat pemaaf
11 Cenderung tidak teratur 12 Terlalu khawatir
13 Memiliki imajinasi aktif 14 Cenderung pendiam 15 Cenderung pemalas
16 Stabil secara emosional, tidak mudah marah 17 Berdaya cipta
18 Mempunyai kepribadian asertif (tegas) 19 Bisa dingin dan menyendiri
20 Gigih sampai tugas diselesaikan
21 Bisa murung / suasana hati mudah berubah
22 Menghargai pengalaman-pengalaman artistik, estetik 23 Mengerjakan sesuatu secara efisien
24 Tetap tenang dalam situasi-situasi tegang
Sangat Tidak Setuju
(1)
Agak Tidak Setuju
(2)
Tidak Ada Pendapat
(Netral) (3)
Agak Setuju
(4)
Sangat Setuju
(5)
BAGIAN 2
Petunjuk Pengisian : Gunakan ketujuh poin skala dibawah ini untuk menunjukkan kadar kesetujuan hingga ketidaksetujuan anda terhadap rangkaian pernyataan yang diberikan untuk mengindikasikan hubungan interpersonal anda dengan suami. Bacalah tiap pernyataan dengan seksama dan bubuhkan rating anda dengan memberikan tanda ceklist (√) pada kotak yang tersedia disebelah kanan dari masing-masing pernyataan.
Sangat Tidak Setuju (1)
Tidak Setuju (2)
Agak Tidak Setuju (3)
Tidak Ada Pendapat
(Netral) (4)
Agak Setuju
(5)
Setuju
(6)
Sangat Setuju
(7)
No Pernyataan 1 2 3 4 5 6 7
1 Walaupun waktu terus berjalan dan masa depan tidak pasti, saya percaya pasangan saya akan selalu siap dan mau memberikan dukungan dan kekuatan bagi saya 2 Pasangan saya selalu bersikap secara konsisten
3 Kapanpun kami harus mengambil keputusan penting dalam sebuah situasi yang belum kami hadapi sebelumnya, saya percaya pasangan saya akan mempertimbangkan kebutuhan dan kenyamanan saya
25 Ramah dan suka bergaul
26 Membuat rencana-rencana dan melaksanakannya 27 Mudah gugup
28 Suka merefleksi, memainkan gagasan/ide 29 Menyukai bekerjasama dengan orang lain
30 Mudah kacau pikiran / perhatian mudah teralihkan 31 Pintar dalam seni, musik, atau kesusastraan