• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUBUNGAN TANAH DENGAN TANAMAN DALAM KONSEP EDAPOLOGI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "HUBUNGAN TANAH DENGAN TANAMAN DALAM KONSEP EDAPOLOGI"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

HUBUNGAN TANAH DENGAN TANAMAN DALAM KONSEP EDAPOLOGI

MAKALAH

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memenuhi Tugas Kesuburan Tanah dan Nutrisi Tanaman I

KELOMPOK 8

MUHAMMAD IQBAL 150510110043

DESY VERONIKA 150510110047

RIVAN ADITYA BANGUN 150510110053 DIAH FITRIAH SARI 150510110063

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS PADJADJARAN 2012

(2)

Kata Pengantar

Puji syukur penulis panjatkan kepadaTuhan Yang Maha Esa, bahwa penulis telah menyelesaikan tugas Mata Kuliah Kesuburan Tanah dan Nutrisi Tanaman I dengan membahas “Hubungan Tanah dengan Tanaman dalam Konsep Edapologi” dalam bentuk makalah. Dalam penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi. Seperti pepatah mengatakan bahwa tak ada gading yang tak retak, maka penulis menerima kritik dan saran yang membangun.

Penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan dan bimbingan orang tua, sehingga kendala-kendala yang penulis hadapi teratasi. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Dosen bidang studi Kesuburan Tanah dan Nutrisi Tanaman I yang telah memberikan tugas, petunjuk, kepada penulis sehingga penulis termotivasi dan menyelesaikan tugas ini.

2. Orang tua yang telah turut membantu, membimbing, dan mengatasi berbagai kesulitan sehingga tugas ini selesai.

Semoga tugas ini bermanfaat dan berguna bagi yang membacanya dan khususnya bagi penulis sendiri sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai, Amin.

Penulis

(3)

Daftar Isi

Kata Pengantar……….……….i

Daftar isi……….…………..…ii

BAB I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang……….………..……1

1.2 Perumusan Masalah……….…..2

1.3 Tujuan Penulisan..………...……….…..2

Tinjauan Pustaka……….……….3

Metode……….………4

BAB II Pembahasan 2.1 ………5

2.1.1 ……….5

2.1.2 ………...………8

2.1.3 …………...……….8

2.2 2.2.1 ………...11

2.2.2 ………...………..…………..13

BAB III Penutup Kesimpulan………..……15

Daftar Pustaka………..…..17

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Dalam pertanian, tanah diartikan lebih khusus yaitu sebagai media tumbuhnya tanaman darat. Definisi ilmiahnya tanah adalah kumpulan dari benda alam di permukaan bumi yang tersusun dalam horizon-horison, terdiri dari campuran bahan mineral, bahan organik, air dan udara, dan merupakan media untuk tumbuhnya tanaman.

Kajian tanah dari aspek proses-proses pembentukan tanah beserta faktor-faktor pembentuknya, klasifikasi tanah, survai tanah, dan cara-cara pengamatan tanah di lapang disebut pedologi (pedo = gumpal tanah). Kajian Pedodoli antara lain meliputi agrogeologi, fisika, kimia dan biologi tanah, morfologi dan klasifikasi Tanah, survai dan pemetaan tanah, analisis bentang lahan, ilmu ukur tanah, perencanaan dan pengembangan wilayah. Dalam hal ini tanah dipandang sebagai suatu benda alam yang dinamis dan tidak secara khusus dihubungkan dengan pertumbuhan tanaman.

Pemahaman tanah dalam hubungannya dengan pertumbuhan tanaman tingkat tinggi untuk mendapatkan produksi pertanian seekonomis mungkin disebut edapologi (edaphos = bahan tanah subur). Dalam hal ini dipelajari sifat-sifat tanah dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman, serta usaha-usaha yang perlu dilakukan untuk memperbaiki sifat-sifat tanah bagi pertumbuhan tanaman. Kajian edapologi meliputi kesuburan tanah, konservasi tanah dan air, agrohidrologi, pupuk dan pemupukan, ekologi tanah dan bioteknologi tanah.

(5)

1.2. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, maka rumusan masalah dari makalah ini adalah :

- Pengertian tanah

- Tanah dalam Edapologi

- Hubungan tanah dengan tanaman

- Pengaruh sifat-sifat tanah terhadap tumbuhan - Kesuburan tanah

- Agrohidrologi, pupuk dan pemupukan - Ekologi tanah dan bioteknologi tanah

1.3. Tujuan Penulisan

Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan makalah ini adalah untuk lebih memahami dan mengetahui hubungan tanah dengan tumbuhan dalam konsep edapologi. Dan diharapkan pembaca dapat mengaplikasikannya dikehidupan sehari- hari.

(6)

Tinjauan Pustaka

Menurut Soil Survey Staff, 1999 Tanah merupakan suatu benda alam yang tersusun dari padatan (bahan mineral dan bahan organik), cairan dan gas, yang menempati permukaan daratan, menempati ruang, dan dicirikan oleh salah satu atau kedua berikut: horison-horison, atau lapisan-lapisan, yang dapat dibedakan dari bahan asalnya sebagai hasil dari suatu proses penambahan, kehilangan, pemindahan dan transformasi energi dan materi, atau berkemampuan mendukung tanaman berakar di dalam suatu lingkungan alam

Menurut Schoeder (1972) mendefinisikan tanah sebagai suatu sistem tiga fase yang mengandung air, udara dan bahan-bahan mineral dan organik serta jasad-jasad hidup, yang karena pengaruh berbagai faktor lingkungan pada permukaan bumi dan kurun waktu, membentuk berbagai hasil perubahan yang memiliki ciri-ciri morfologi yang khas, sehingga berperan sebagai tempat tumbuh bermacam-macam tanaman

Menurut Jooffe dan Marbut (1949), dua orang ahli Ilmu Tanah dari Amerika Serikat, Tanah adalah tubuh alam yang terbentuk dan berkembang sebagai akibat bekerjanya gaya-gaya alam terhadap bahan-bahan alam dipermukaan bumi. Tubuh alam ini dapat berdiferensiasi membentuk horizon-horizon mieneral maupun organik yang kedalamannya beragam dan berbeda-beda sifat-sifatnya dengan bahan induk yang terletak dibawahnya dalam hal morfologi, komposisi kimia, sifat-sifat fisik maupun kehidupan biologinya.

Menurut Darmawijaya (1990) mendefinisikan tanah sebagai akumulasi tubuh alam bebas, menduduki sebagain besar permukaan palnet bumi, yang mampu menumbuhkan tanaman, dan memiliki sifat sebagai akibat pengaruh iklim dan jasad hidup yang bertindak terhadap bahan induk dalam keadaan relief tertentu selama jangka waktu tertentu pula.

(7)

Metode Penulisan

Data penulisan makalah ini diperoleh dengan metode studi kepustakaan. Metode studi kepustakaan yaitu suatu metode dengan membaca telaah pustaka tentang edapologi. Selain itu, tim penulis juga memperoleh data dari internet.

(8)

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Tanah Dalam Edapologi

Definisi tanah sebagai media tumbuh tanaman adalah Lapisan permukaan bumi yang secara fisik berfungsi sebagai tempat tumbuh-berkembangnya akar, penopang tegak-tumbuhnya tanaman dan penyuplai kebutuhan air dan udara; secara kimiawi berfungsi sebagai gudang dan penyuplai hara atau nutrisi (senyawa organic dan anorganik sederhana dan unsure-unsur esensial seperti N, P, K, Ca, Mg, S, Cu, Zn, Fe, Mn, B, Cl dan lain-lain); dan secara biologis berfungsi sebagai habitat biota (0rganisme) yang berpartisipasi aktif dalam penyediaan hara tersebut dan zat-zat aditif (pemacu tumbuh dan proteksi) bagi tanaman. Secara terintegrasi ketiganya dapat menunjang produktifitas tanah menghasilkan biomassa dan produksi tanaman (tanaman pangan, obat-obatan, industri, perkebunan dan tanaman kehutanaman).

Berdasarkan definisi tersebut maka tanah sebagai media tumbuh mempunyai empat fungsi utama yaitu sebagai:

1. Sebagai tumbuh dan berkembangnya perakaran yaitu penyokong tegak- tumbuhnya bagian atas tanaman (trubus) dan penyerap zat-zat yang dibutuhkan tanaman.

2. Penyedia kebutuhan primer tanaman berupa air, udara dan unsur hara yang berguna dalam proses fisiologis dan metabolism tanaman sejak awal pertumbuhan hingga proses produksi dan panen.

3. Penyedia kebutuhan sekunder tanaman berupa zat-zat aditif yang berfungsi dalam menunjang proses fisiologis dan metabolism agar berlangsung optimum.

Zat-zat aditif dapat diproduksi oleh biota tanah terutama mikroflora tanah. Zat- zat aditif tersebut dapat berupa zat-zat pemacu tumbuh (hormone, vitamin dan asam-asam organik tertentu), za-zatt antibiotik dan toksin yang berfungsi sebagai anti hama penyakit tanaman asal tanah dan enzim yang berfungsi dalam meningkatkan ketersediaan kebutuhan primer, transformasi zat-zat toksik esternal seperti pestisida dan limbah industri berbahaya (bioremidasi).

(9)

4. Habitat biota tanah yang berdampak posiitif karena terlibat langsung maupun tidak langsung dalam penyediaan kebutuhan primer dan sekunder tanaman, maupun yang berdampak negative karena sebagai hama dan penyakit tanaman.

2.2 Tanah Sebagai Media Tumbuh Tanaman

Mengingat pentingnya tanah sebagai media tumbuh, maka perlu di pahami komponen-komponen penyusun tanah yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan yang dalam memproduksi biomasa atau pruduksi guna memenuhi kebutuhan umat manusia.

(10)

Tanah tersusun dari empat komponen utama, yaitu : bahan mineral, bahan organic, air dan udara. 50% (volume) bahan padatan (bahan mineral dan 5% bahan organik), 25% air dan 25% udara.

Khusus tanah gambut yang tersebar di pulau-pulau besar Indonesia seperti:

Sumatera, Kalimantan, Papua, komposisi ini sangat berbeda. Pada tanah gambut hampir 100% bahan padatan tanah terdiri dari bahan organik yang pori-porinya 100% bahkan lebih terisi oleh air, sehingga kadar air tanah gambut dapat mencapai 300 – 300%.

Proporsi komponen penyususn tanah secara alamiah tergantung pada:

(1) Ukuran partikel bahan padatan, makin halus ukurannya semakin padat tanah tersebut, sehingga ruang dan total ruang porinya semakin kecil, sebaliknya jika semakin kasar,

(2) Jumlah bahan organik tanah, tanah gambut lebih besar kadar bahan organiknya dibandingkan tanah mineral, tanah mineral bervegetasi lebat mengandung bahan organic lebih besar dibandingkan tanah gundul (lahan kritis), umumnya semakin tinggi kadar bahan organik semakin besar kadar air tanah.

(3) Iklim (curah hujan dan temperature), tanah-tanah di daerah bercurah hujan rendah tetapi temperature tinggi akan mempunyai kadar air tanah lebih rendah dibandingkan dengan tanah di daerah bercurah hujan tinggi walaupun temperaturnya juga tinggi.

Daerah yang pertama evapotranspirasi tinggi tetapi penambahan air melalui hujan sangat sedikit, sehingga kehilangan air tanah cukup tinggi.

Agar tanah dapat berfungsi sebagai media tumbuh maka keempat komponen penyususn tanah (bahan mineral, bahan organic, air dan udara) harus ada di dalam tanah, semakin mendekati komosisi ideal maka semakin baik pertumbuhan tanaman, karena setiap komponen tersebut mempunyai fungsi yang berbeda dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.

Bahan mineral berfungsi sebagai sumber unsure hara bagi tumbu-tumbuhan, berasal dari pelapukan batu-batuan, biasanya berukuran pasir (50 µ – 2 mm), debu (2 – 50 µ) dan liat <2 µ) dan yang lebih besar 2 mm terdiri dari kerikil atau batu. Oleh sebab itu susunan mineral di dalam tanah berbeda-beda sesuai dengan susunan mineral dalam

Referensi

Dokumen terkait

Kandungan lengas tanah harus didefinisikan atau ditetapkan untuk menunjukkan jumlah air yang disimpan di dalam tanah pada setiap waktu.. Kandungan lengas tanah yang ditetapkan

Variasi dalam potensial air daun dari tanaman yang diairi disebabkan perubahan potensial air tanah biasanya begitu kecil dibandingkan variasi yang disebababkan laju transpirasi

Dalam mata kuliah ini akan dibahas tentang ruang lingkup konservasi tanah dan air, memahami kaedah-kaedah konservasi tanah dan air, fungsi tanah sebagai media tumbuh,

Kedudukan Air dalam Tanah Energi Air Tanah Kurva Karakteristik Air Tanah Konsep Air Tersedia Pengukuran Status Energi Air Tanah Pergerakan Air Tanah Pengukuran Konduktivitas

penyusun ruang pori tanah tidak saja berfungsi sebagai gudang udara dan air tetapi juga, sebagai ruang untuk akar

7aktor-faktor yang mempengaruhi pH tanah adalah unsur-unsur yang terkandung dalam tanah, konsentrasi ion H 2  dan ion OH - , mineral tanah, air hujan dan bahan induk, bah6a bahan

aktor-faktor yang mempengaruhi p$ tanah adalah unsur-unsur yang terkandung dalam tanah, konsentrasi ion $ (  dan ion &amp;$ - , mineral tanah, air hujan dan bahan induk,

Kadar Bahan Organik:Kadar bahan organic tanah mempunyai pori pori yang jauh lebih banyak dari pada partikel mineral tanah yang berarti luas permukaan penyerapan juga lebih banyak