1 BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Media sosial adalah sebuah media dimana seseorang dapat bertukar informasi secara daring. Media sosial pertama adalah Sixdegrees.com yang muncul pada tahun 1997. Situs ini memiliki berbagai macam fitur seperti membuat profil, menambah teman, dan mengirim pesan. Lalu pada tahun 2002 muncul situs anak muda pertama yaitu Friendster yang semula disediakan untuk tempat pencarian jodoh. Pada tahun berikutnya, yaitu tahun 2003 mulai bermunculan banyak media sosial seperti Youtube, Flick R, dan My Space.
Setelah muncul banyaknya media sosial, yang paling diminati adalah Friendster dan My Space.
Memasuki tahun 2006 muncul media sosial baru yaitu Facebook diamana tampilan yang disediakan lebih modern dan lebih memungkinkan seseorang untuk berkenalan dan mengakses informasi seluas-luasnya.
Kemunculan Facebook menggeser media sosial lainnya seperti Friendster dan My Space. Pada tahun 2009 muncul media sosial Twitter, munculnya media sosial ini menambah jumalah situs sosial bagi anak muda. Twitter menggunakan sistem mengikuti-tidak mengikuti (follow-unfollow), dimana seseorang dapat melihat status dari orang yang dia ikuti. Berbeda dengan facebook, media sosial ini menamakan postingan seseorang dengan kata kicauan atau dengan Bahasa Inggrisnya yaitu “tweet”. Seseorang dapat berkicau tidak hanya dengan teks saja, akan tetapi bisa juga dengan pesan bersuara.
Pada tanggal 6 Oktober 2010 muncul media sosial Instagram, akan tetapi pada tanggal 9 April 2012 telah diumumkan bahwa Facebook setuju mengambil alih Instagram dengan nilai sekitar $1 miliar. Instagram adalah sebuah aplikasi dimana seseorang dapat berbagi foto dan video yang memungkinkan pengguna mengambil foto, video, menggunakan filter digital, dan membagikannya ke berbagai layanan jejaring sosial. Aplikasi instagram ini dapat digunakan pada berbagai perangkat seperti Iphone, Android,
2 Komputer, dan Laptop. Instagram dapat diunduh melalui Apple app dan Play Store (Agak ga perlu).
Fitur utama pada media sosial ini adalah tempat untuk berbagi foto dan video kepada pengguna lainnya. Fitur lain yang terdapat dalam media sosial Instagram yaitu komentar, like, share, koleksi, explore, Instagram story dan IGTV. Media sosial ini awalnya hanya banyak dipakai oleh perseorangan saja, akan tetapi seiring berjalannya waktu media sosial ini digunakan oleh para pengguna bisnis atau para wirausaha. Sehingga muncul fitur baru yaitu Instagram dengan akun bisnis, dimana pada fitur ini dapat melihat berapa banyak jangkauan yang diraih dan berapa banyak pemirsa. Tak hanya informasi tentang jangkauan dan hubungan saja, akan tetapi fitur Instagram bisnis ini dapat membuat pelaku usaha mempromosikan barang/jasa yang dijual melalui konten yang dapat dipilih sesuai apa yang diinginkan oleh pelaku usaha. Nama fitur ini biasanya disebut dengan Instagram Ads atau Iklan Instagram. Dari promosi yang telah dilakukanpun, para pengguna fitur ini juga dapat melihat informasi tentang iklan yang telah dijalankan, informasi yang didapatkan seputar berapa akun jangkauannya, berapa akun yang mengunjungi profil, berapa likes, comment, share dan juga dapat melihat akun yang menyimpan konten yang telah dipromosikan. Dari data yang diperoleh pengguna fitur ini dapat menjadi sebuah senjata agar iklan selanjutnya lebih dapat menarik banyak orang untuk melihat, ataupun membeli produk yang diiklankan.
Salah satu pengguna dari fitur Instagram akun bisnis adalah pelaku bisnis kedai kopi. Kebanyakan kedai kopi kekinian saat ini menggunakan fitur akun Instagram bisnis guna meningkatkan penjualannya melalui media sosial Instagram ini. Menjamurnya kedai kopi di daerah Malang Raya membuat persaingan di dunia bisnis perkopian semakin ketat.
Pada saat ini kopi merupakan minuman yang sangat disukai oleh banyak orang, bahkan hampir seluruh kalangan menyukai minuman kopi ini.
Indonesia adalah salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia, tanaman kopi ini banyak dijumpai di banyak daerah di Indonesia. Menurut riset oleh TOFFIN selaku perusahaan penyedia solusi bisnis berupa barang dan jasa di
3 industri hotel, restoran kafe atau biasa disebut horeka, bisnis kedai kopi di Indonesia terus tumbuh dalam tiga tahun terakhir. Jumlahnya meningkat hampir tiga kali lipat di tahun 2019 apabila dibandingkan dengan tahun 2016.
Pada tahun 2016, jumlah kedai kopi baru berkisar di angka 1.000 lebih, sedangkan pada tahun 2019 telah mencapai 2.950 gerai, “Sebagai catatan, dalam riset yang kami lakukan, gerai yang terhitung hanyalah gerai modern yang berjejaring. Artinya tidak menghitung kedai-kedai tunggal atau kedai independent. Bila kedai tunggal ini diikutkan, maka jumlah kedai kopi secara keseluruhan di Indonesia bisa mencapai tiga kali lipat dari temuan survei ini,”
kata Ario Fajar, Head of Marketing TOFFIN.(17/19/2019).
Pada era digital saat ini hampir seluruh kedai kopi memiliki akun sosial media masing-masing untuk mempromosikan menu andalan dari kedainya.
Banyak kedai kopi yang memiliki akun media sosial Instagram dikarenakan pengguna Instagram di Indonesia yang sangat banyak. Salah satu perusahaan analis pemasaran sosial media yaitu NapoleonCat melaporkan bahwa hingga November tahun 2019 pengguna aktif bulanan Instagram di Indonesia mencapai 61.610.000.
Banyaknya pengguna Instagram di Indonesia bukan berarti akan sangat mudah untuk berkomunikasi kepada audience yang ditarget oleh kedai kopi.
Karena banyaknya kedai kopi yang ada di Malang saat ini tentunya akun bisnis Instagram kedai kopi juga semakin banyak, pada saat ini lah audience akan membandingkan konten kedai satu dengan kedai kopi lainnya.
Akan tetapi masih banyak kedai kopi yang masih belum mengoptimalkan akun sosial medianya masing-masing. Salah satu kedai kopi di Malang yaitu Dialoogi yang memiliki akun bisnis yang bernama
@dialoogi.today dengan jumlah followers 6.407 akun. Akun Instagram
@dialoogi.today ini memiliki 424 postingan (pada tanggal 16 Maret 2021).
Pada bio akun ini pun Dialoogi memasang taglinenya dengan jelas yaitu
#KeDialoogiAja. Tak hanya itu, pada bio akun Dialoogi ada juga informasi seputar menu, nomor whatsapp, dan petunjuk lokasi yang dijadikan satu melalui Linktree. Jenis konten yang digunakan ada berbagai macam, dari konten feed, story, sorotan story, dan IGTV. Dari desain kontennya pun
4 menggunakan warna yang sama dengan logonya sehingga bisa memperkuat karakteristik dari akun kedai kopi ini.
Konten kedai kopi pada media sosial Instagram memiliki kekuatan penting terhadap kesan pertama seseorang. Muncul atau tidaknya minat beli pun juga dapat dipengaruhi oleh konten yang ada pada akun media sosial kedai kopi tersebut. Maka dari itu dengan adanya konten kreatif pada media sosial ini, diharapkan dapat membuat seseorang tertarik dan muncul minat untuk membeli produk yang ditawarkan atau dijual.
Berdasarkan uraian pembahasan diatas, penulis tertarik untuk meneliti:
“PENGARUH KONTEN KREATIF INSTAGRAM
@DIALOOGI.TODAY TERHADAP MINAT BELI PRODUK DIALOOGI SPACE AND COFFEE (Studi Pada Pengikut Akun Instagram @dialoogi.today)”.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan pada uraian latar belakang diatas, peneliti merumuskan masalahnya yaitu seberapa besar pengaruh konten kreatif pada media sosial Instagram @dialoogi.today terhadap minat beli produk Dialoogi bagi followersnya?
1.3 Pembatasan Masalah
Agar pembahasan tidak menyimpang dari pokok permasalahan, maka pembatasan masalah dari rumusan masalah yang telah dijelaskan adalah penilaian responden terhadap konten Instagram yang telah diunggah oleh
@dialoogi.today terhadap minat beli produk Dialoogi Space and Coffee.
1.4 Tujuan Penelitian
Berdasarkan penjelasan pada rumusan masalah, tujuan dari penelitian ini yaitu :
1. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh konten kreatif pada media sosial Instagram @dialoogi.today terhadap minat beli produk Dialoogi bagi followersnya.
5 1.5 Manfaat Penelitian
1.5.1 Secara Akademis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat menambah referensi bagi ilmuwan terkait pengaruh konten kreatif Instagram @dialoogi.today terhadap minat beli produk Dialoogi Space and Coffee dan menambah pengetahuan dibidang ilmu komunikasi pemasaran.
1.5.2 Secara Praktis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kedai kopi dialoogi sumbangan pemikiran, kajian yang menarik, menambah wawasan cakrawala keilmuan, dan bisa dimanfaatkan langsung secara aplikatif khususnya bagi penulis, umumnya bagi pembaca.