Angkatan 64 ( 2011-2012 ) IV.1. ANALISA NON FISIK
Tujuan : Mendapatkan ruang yang dapat mengakomodasikan berbagai aktivitas pelaku.
Kebutuhan : Meliputi analisa pelaku, mulai dari siapa saja pelakunya kegiatan/aktivitas, pergerakan hingga karakteristik pelaku itu sendiri, hingga menghasilkan jenis ruang dan kapasitas.
IV.1.1. Kelompok Pelaku Kegiatan
Lansia
Terdiri dari lanjut usia yang berusia diatas 60 tahun keatas. Ditinjau dari segi :
1. Kondisi Fisiknya :
Lansia yang memerlukan perawatan khusus
Lansia yang masih dapat mandiri 2. Status Perkawinan :
Lansia yang masih memiliki pasangan
Lansia yang hidup mandiri 3. Tingkat Kemampuannya :
Lansia menengah kebawah
Lansia menengah atas
Staf / Personel
Terdiri dari Pimpinan, Tenaga Struktural dan Tenaga Fungsional.
1. Pimpinan
- Kepala Pimpinan - Wakil Pimpinan
2. Tenaga Struktural
- Administrator - Bagian Kepegawaian - Bagian Keuangan - Bagian Penyantunan - Receptionist
BAB IV
ANALISA PERENCANAAN
Angkatan 64 ( 2011-2012 ) 3. Tenaga Fungsional
Tenaga Medis
- Kepala Suster - Dokter Umum
- Register - Dokter Gigi
- Suster Praktek / Jaga - Dokter penyakit dalam - Physiotherapist - Dokter Penyakit Mata - Dokter Penyakit Jiwa / Psikiater
Tenaga Pembantu
- Kepala Pembantu - Petugas Dapur
- Pesuruh - Pelayan
- Kepala Koki - Bagian Peralatan - Bagian Laundry - Bagian Gudang - Tukang Kebun - Supir
- Tukang Listrik - Security Tenaga Pelaksana
- Tenaga Perawat - Pekerja Salon
- Ahli Diet - Pekerja Perpustakaan - Ahli Terapi
Tenaga Sosial
- Bidang Keterampilan - Bidang Bimbingan Rohani - Bidang Olahraga - Bidang Rekreasi
Tamu
Pengunjung yang mendatangi hunian lanjut usia ini dibagi menjadi :
Keluarga dan kerabat dari para lansia
Kunjungan tamu hunian lanjut usia atau tamu kegiatan bagi penghuni.
Angkatan 64 ( 2011-2012 ) IV.1.2. Analisa Jumlah Pelaku Kegiatan
1. Lansia
Perbandingan Tingkat Kemampuan 6 :
Mampu : Kurang Mampu : Tidak Mampu = 19 % : 28 % : 53 % ( A ) : ( B ) : ( C ) = 19 : 28 : Jumlah Lansia Kategori A = 19 / 47 x 100 = 40 jiwa
Jumlah Lansia Kategori B = 28 / 47 x 100 = 60 jiwa Jumlah Lansia Kategori C = 53 / 47 x 100 = 100 jiwa
Perbandingan Status 7 :
Lansia Single : pasangan lansia ( kawin ) = 1.612.632 : 2.414.883 2 : 3 Lansia Single Pria : Lansia Single Wanita = 263.087 : 1.349.545 1 : 6
Maka disediakan sarana hunian lansia menurut : Kategori A
Jumlah lansia yang berpasangan = 2/5 x 40 = 16 jiwa ( 8 pasangan ) Diperlukan 2 cottage @ 4 unit = 8 kmr Jumlah lansia single = 3/5 x 40 = 24 jiwa
Wanita = 6/7 x 24 = 20 jiwa, diperlukan 4 cottage @ 5 unit = 20 kmr
Pria = 1/7 x 24 = 20 jiwa, diperlukan 4 cottage @ 5 unit = 5 kmr
Kategori B
Jumlah lansia yang berpasangan = 2/5 x 60 = 24 jiwa ( 12 pasangan ) Diperlukan 2 cottage @ 6 unit = 12 kmr Jumlah lansia single = 3/5 x 60 = 36 jiwa
Wanita = 6/7 x 36 = 30 jiwa, diperlukan 5 cottage @ 6 unit = 30 kmr
6Informasi tentang lanjut usia, Departement Sosial RI tahun 1999
7Tabel penduduk berdasarkan umur, jenis kelamin, dan status perkawinan
Angkatan 64 ( 2011-2012 )
Pria = 1/7 x 36 = 6 jiwa, diperlukan 4 cottage @ 6 unit = 6 kmr
Kategori C
Khusus untuk lansia kategori ini, seluruh kamarnya diisi bertiga, sehingga pembagiannya hanya berdasarkan wanita dan pria.
Wanita = 6/7 x 114 = 98 jiwa, diperlukan 7 cottage @ 7 unit = 49 kmr
Pria = 1/7 x 114 = 16 jiwa, diperlukan 1 cottage @ 8 unit = 8 kmr
2. Staf / Personel
Berdasarkan survey dan studi banding, jumlah personel minimum adalah 50 % dari jumlah keseluruhan lansia, yaitu : Total personel = 50 % x 214 jiwa = 107 jiwa.
Dengan perincian sebagai berikut :
Pimpinan Kepala pimpinan Wakil pimpinan
1 orang 1 orang
Jumlah 2 orang
Tenaga Struktural Administrator
Bagian keuangan Receptionist
Bagian kepegawaian Bagian penyantunan
4 orang 3 orang 2 orang 3 orang 2 orang
Jumlah 14 orang
Tenaga Fungsional Tenaga Megis Kepala suster
Register suster Suster praktek / Jaga Physiotherapist Ahli geriatri Dokter Umum Dokter gigi
1 orang 2 orang 8 orang 1 orang 1 orang 2 orang 1 orang
Angkatan 64 ( 2011-2012 ) Dokter penyakit kaki, mata
Psikiater
2 orang 2 orang Tenaga Pembantu Kepala pembantu
Pesuruh
Bagian cuci dan setrika Kepala dan asisten koki Petugas dapur, pelayan
Bagian peralatan dan Kebersihan Bagian gudang
Satpam, Supir Tukang listrik, pipa Tukang kebun
1 orang 6 orang 6 orang 3 orang 6 orang 4 orang 1 orang 4 orang 3 orang 3 orang Tenaga Pelaksana Tenaga perawat
Ahli diet Ahli terapi
Pekerja salon, toko Pekerja perpustakaan
16 orang 1 orang 2 orang 5 orang 2 orang Tenaga Sosial Bidang keterampilan
Bidang olah raga
Bidang bimbingan rohani Bidang Rekreasi
2 orang 2 orang 3 orang 2 orang
Jumlah 91 orang
IV.1.3. Analisa Alur Kegiatan 1. Alur Kegiatan Lansia
2. Alur Kegiatan Pimpinan LANSIA
Aktifitas : Mandi Makan
Istirahat, Tidur Keterampilan Olahraga Rekreasi Santai
Menonton televisi Ibadah
Hunian Pimpinan Hall
Bekerja
Mengontrol Kegiatan Lain Menerima Tamu
Pulang Aktivitas Lain :
Makan Ibadah Toilet Istirahat
Angkatan 64 ( 2011-2012 ) 3. Alur Kegiatan Tenaga Struktural
4. Alur Kegiatan Tenaga Fungsional
Datang Parkir Kendaraan
Hall
Pulang Aktivitas Lain Makan Ibadah Toilet Istirahat Bekerja
Bag. Administrasi Bag. Keuangan Bag. Penyantunan Receptionist
Datang Parkir Kendaraan
B E K E R J A
Pulang Makan
Ibadah Toilet Istirahat
Memelihara kesehatan para lansia Memberikan konsultasi
Tenaga Medis
Tenaga Pembantu
Tenaga Pelaksana
Tenaga Medis
Membuat masakan
Membersihkan semua hunian Mencuci pakaian
Menjaga keamanan Mengurus kebun
Merawat dan membantu para lansia Melayani para lansia
Memberikan bimbingan keterampilan Mengajak olahraga, berekreasi
H U N
I A N
Aktivitas Lain
Hall
Angkatan 64 ( 2011-2012 ) 5. Alur Pengunjung
IV.1.4. Perhitungan Kebutuhan Ruang
Standar yang digunakan dalam perhitungan dimensi ruang :
TSS : Times Saver Standart For Buildings Types
NAD : Neufert Architects Data
HDIS : Human Dimension & Interior Spaces
PP : Panti Prototipe
SB : Studi Banding
Pengelompokkan ruang berdasarkan keterkaitan fungsi dan kegiatan antar ruang :
Kelompok Kegiatan Utama (M1)
Hunian Lansia, Hunian Pimpinan, Hunian Staf, Hunian Pegawai
Kelompok Kegiatan Penunjang (M2) Kantor, Lobby, Toko, Salon, Perpustakaan
Kelompok Kegiatan Perawatan / Medis (M3)
Klinik Perawatan, Apotik, Unit Perawatan Khusus, Ruang Terapi
Kelompok Kegiatan Pelengkap (M4) Ruang Kerja Keterampilan, Aula
Datang Parkir Kendaraan
H A L L
Pulang
Hunian Lansia Kunjungan
R. Pengelola Survey Wawancara
Angkatan 64 ( 2011-2012 )
Kelompok Kegiatan Servis (M5) Dapur, Genset, Laundry, ME
IV.1.4.1. Analisa Kebutuhan Ruang Dalam
Kelompok Kegiatan Utama (M1)
Hunian Lansia
Ruang Kapasitas Standart Sumber Analisa Total (m2)
Kategori A :
K. Tidur 1 org 12-13 TSS
Diambil luasan ruang berdasarkan modul dan lebar kursi roda, maka:
4,35 m x 5,6 m = 24.36 m2
24.36 m2
K. Mandi 1 org 3,7-4,6 TSS
Pertimbangan ukuran shower 1 x 0,8 m, washtafel,closet, maka :
2,4 m x 2,4 m = 5,28 m2
5,7 m2
Pantry 2 org 5,4 TSS 2,4 m x 2,4 m = 5,76 m2 5,76 m2
R. Makan 2 org 11-12 TSS 3,6 m x 3,6 m = 12,96 m2 12,96 m2
Teras 2 org 1,2 TSS
Kebutuhan ruang untuk duduk dan interaksi, maka :
1,2 m x 2,4 m = 2,88 m2
2,88 m2
SUB TOTAL Ada 32unit 42 m2
Sirulasi 20 % = 277,2 m2 1663,2 m2
Ruang Kapasitas Standart Sumber Analisa Total (m2)
Kategori B :
K. Tidur 2 org 12-13 TSS
Diambil luasan ruang berdasarkan modul dan lebar kursi roda, maka:
3.8 m x 5,6 m = 21.28 m2
21.28 m2
K. Mandi 1 org 3,7-4,6 TSS
Pertimbangan ukuran shower 1 x 0,8 m, washtafel,closet, maka :
2,4 m x 2,4 m = 5,78 m2
5,7 m2
Pantry 2 org 5,4 TSS 1,8 m x 2,4 m = 4,32 m2 4,32 m2
R. Makan 2 org 11-12 TSS 3,6 m x 3,6 m = 12,96 m2 12,96 m2
Teras 2 org 1,2 TSS Kebutuhan ruang untuk duduk
dan interaksi, maka : 1,2 m x 2m = 2,4 m2
2,4 m2
SUB TOTAL Ada 48 unit 40,08 m2
Sirulasi 20 % = 384,7 m2 2308,6 m2
Angkatan 64 ( 2011-2012 )
Hunian Pimpinan
Ruang Kapasitas Standart Sumber Analisa Total (m2)
R. Tidur 1 2 org 12 NAD Terdiri dari 1 tempat tidur double
12 m2
R. Tidur 2 2 org 8 NAD Terdiri dari 1 tempat tidur single
8 m2 K. Mandi 1 org 4 NAD Terdiri dari shower, closet dan
washtafel 4 m2
Dapur - 7,5 NAD - 7,5 m2
R. Makan 6 org 14,25 NAD Cukup 1 keluarga berkumpul bersama, terdiri dari meja makan
14,25 m2
R. Tamu 6 org 6 NAD Untuk ruang duduk dan
menerima tamu 6 m2
Teras - 1,2 TSS
Kebutuhan ruang untuk duduk dan menempatkan pot-pot bunga :
2,4 m x 2 m = 4,8 m2
4,8 m2
SUB TOTAL 56,55 m2
Sirulasi 20 % = 11,31 m2 67,86 m2 Kategori C :
K. Tidur 3 org 9,3-11,15 TSS
Diambil luasan ruang berdasarkan modul dan lebar kursi roda, maka:
4,2 m x 6.36 m = 26.7 m2
26.7 m2
K. Mandi 4 org 3,7-4,6 TSS
Pertimbangan KM bersama dengan pertimbangan 1 KM untuk 4 penghuni
2,4 m x 2,4 m = 5,7 m2
5,7 m2
R. Makan 1 org 4,5 TSS 3,6 m x 3,6 m = 12,96 m2 12,96 m2
Dapur 4org 4,6 TSS Diperkirakan luasan dapur per 4
kamar 57 unit : 4 = 14 14 x 4,6 m = 65,5 m2
65,5 m2
SUB TOTAL Ada 56 unit 98,86 m2
Sirulasi 20 % = 1117,2 m2 6703,2 m2
Angkatan 64 ( 2011-2012 )
Hunian Staff
Ruang Kapasitas Standart Sumber Analisa Total (m2)
R. Tidur 2 org 12 NAD
Masing-masing kamar untuk 2 staff tanpa kamar mandi di dalam, jadi luasan yang dibutuhkan 4 m x 3,6 m = 14,4 m2.
14,4 m2
K. Mandi 4 org 4 NAD Kamar mandi bersama tersedia dengan perhitungan 1 KM/4 org, 4 KM wanita, 3 KM Pria
28 m2
Dapur - 7,5 NAD Dapur bersih dan dapur kotor 7,5 m2
R. Makan 30 org 0,8 NAD 30 m x 0,8 m = 24 m2 24 m2
R. Tamu 10 org 1,2 NAD 10 m x 1,2 m = 12 m2 12 m2
SUB TOTAL 75,9 m2
Sirulasi 20 % = 15,18 m2 91,08 m2
Hunian Pegawai
Ruang Kapasitas Standart Sumber Analisa Total (m2)
R. Tidur 2 org 12 NAD Kamar tidur terdiri dari 2 tempat tidur.
L = 3 m x 4 m = 12 m 2
12 m2
K. Mandi 4 org 4 NAD Kamar mandi bersama tersedia
dengan perhitungan 1 KM/4 org, 4 KM wanita, 3 KM Pria
28 m2
Dapur - 7,5 NAD Dapur bersih dan dapur kotor 7,5 m2
R. Makan 40 org 0,8 NAD 40 m x 0,8 m = 24 m2 32 m2
SUB TOTAL 79,5 m2
Sirulasi 20 % = 15,9 m2 95,4 m2
TOTAL M1 = 10929,34 m2
Kelompok Kegiatan Penunjang (M2)
Ruang Kapasitas Standart Sumber Analisa Total (m2)
R. Pimpinan 1 org 10 NAD
Kebutuhan ruang kantor untuk 1 org 10 m2. Ruang pimpinan terdapat lemari arsip dan ruang penerima tamu kecil.
4 m x 5m = 20 m2
20 m2
Wakil 1 org 10 NAD Luasan lebih kecil dari ruang
pimpinan, tidak ada ruang 15 m2
Angkatan 64 ( 2011-2012 ) penerima tamu.
3 m x 5m = 15 m2
R. Staff 1 12 NAD
Kebutuhan kantor terbuka untuk ruang staff dengan kapasitas 14 org.
14 x 12 m = 168 m2
168m2
R. Informasi 2 org 4 NAD Kebutuhan ruang tidak terlalu besar hanya berupa meja informasi 4 m2
4 m2
R. Tamu 6 org 1,2 NAD
Diasumsikan tamu yang berkunjung terdiri dari 3-4 (keluarga inti)
6 x 1,2 m = 7,2 m2
7,2 m2
R. Rapat 14 org 2 NAD Untuk kapasitas kecil 14 org.
Kebutuhan ruang 2 m2/org. 28 m2
Perpustakaan 1 unit 40 HDIS
Kapasitas pengunjung perpustakaan diperkiran 25%
dari total penghuni.
40 m x 1 = 40 m2
40 m2
Toko 4 unit 20 PP Terdapat 4 toko termasuk toko bahan pangan, kerajinan, baju dan wartel
80 m2
Salon 5 org 13,75 HDIS
Terdiri dari 5 kursi salon bagi pria dan wanita.
5 x 13,75 m2 = 68,75 m2
68,75 m2
Toilet 2 unit 4 SB
Terdiri dari toilet wanita dan pria yang masing-masing ada 2 toilet, washtafel bersama.
2 x 4 m2 = 8 m2
8 m2
Pantry 2 2,4 NAD
Pantry kecil untuk membuat makanan dan minuman, terdapat kitchen set, tempat cuci, dispenser, kulkas
2 x 2,4 m2 = 4,8 m2
4,8 m2
Gudang 1 4 SB - 4 m2
TOTAL 447,75 m2
Sirulasi 20 % = 89,55 m2 537,3 m2
TOTAL M2 = 537,3 m2
Kelompok Kegiatan Perawat (M3)
Ruang Kapasitas Standart Sumber Analisa Total (m2)
Loket
Pendaftaran 2 org 5 NAD Terdiri dari ruang kecil urusan
administrasi 5 m2
R. Tunggu 40 org 0,65 NAD Terdiri dari barisan tempat
duduk tidak permanen 26 m2
Angkatan 64 ( 2011-2012 ) 40 m x 0,65 m = 26 m2
R. Periksa 3 org 9 PP
Tempat baring, meja dan kursi dokter. Jumlah ruang periksa umum 2, geriatik, konsultasi gizi, mata dan gigi
6 x 9 m = 54 m2
54 m2
Unit
Perawatan 6 org 1,2 NAD
Perhitungan luasan manusia yang cukup besar karena ruang ini sifatnya untuk sementara 3,6 m x 4 m = 14,4 m2
14,4 m2
Unit Perawatan Khusus
2 org 25 NAD
Setiap unit dengan kapasitas 2 tempat tidur dan 1 KM. Terdapat 5 unit
5 x 25 m = 125 m2
125 m2
R. Jenazah 1 unit 9 TSS - 9 m2
Toilet 4 unit 4 NAD
Melayani unit perawatan secara umum, seluruhnya ada 4 unit (pria & wanita)
4 x 4 m = 16 m2
16 m2
Gudang 1 unit 4 NAD - 4 m2
SUB TOTAL 253,4 m2
Sirulasi 20 % = 50,68 m2 304,08 m2
Unit-Unit Lainnya
Ruang Kapasitas Standart Sumber Analisa Total (m2)
Apotik : R. Tunggu
15 org 0,65 NAD Berupa kursi-kursi tunggu yang sifatnya permanen
15 m x 0,65 m = 9,75 m2
9,75 m2
Display Obat - 8 PP Rak-rak display dan area untuk
melayani pasien 8 m2
Simpan &
meracik obat - 20 PP
Terdiri dari rak-rak penyimpanan obat dan meja untuk tempat meracik obat
4 m x 5 m = 20 m2
20 m2
Lab :
Periksa darah
& urin
1 4 PP
2 m x 2 m = 4 m2
4 m2
SUB TOTAL 41,75 m2
Sirulasi 20 % = 8,35 m2 50,1 m2
TOTAL M3 = 354,18 m
Angkatan 64 ( 2011-2012 )
Kelompok Kegiatan Penunjang (M4)
Ruang Kapasitas Standart Sumber Analisa Total (m2)
Aula / Serba Guna
160 org 1,6 PP
Pertimbangan kapasitas adalah 75 % dari total penghuni, dengan luasan ruang 160 x 1,6 m2/org = 256 m2.
256 m2
Toilet 4 unit 4 NAD - 16 m2
Keterampilan
Khusus 20 1,2 NAD
Ada 5 ruang keterampilan khusus
20 x 1,2 m2 x 5 = 120 m2
120 m2
SUB TOTAL 392 m2
Sirulasi 20 % = 78,4 m2 470,4 m2
TOTAL M4 = 470,4 m2
Kelompok Kegiatan Servis (M5)
Ruang Kapasitas Standart Sumber Analisa Total (m2)
ME 1 unit 4 SB - 4 m2
Genset 1 unit 12 SB - 12 m2
Dapur Utama 1unit 25 SB - 25 m2
Laundry 1 unit 30 PP - 30 m2
SUB TOTAL 71 m2
Sirulasi 20 % = 14,2 m2 85,2 m2
TOTAL M5 = 85,2 m2
TOTAL KEBUTUHAN RUANG DALAM : M1 + M2 + M3 + M4 + M5= 12.376,42 m2
IV.1.4.2. Analisa Kebutuhan Ruang Luar
Ruang Standart Sumber Analisa Kapasitas Total (m2)
Parkir Karyawan
12,5 m2/mobil 2,5 m2/motor
TSS Pimpinan dan wakil Staff struktural dan medis 20% staf fungsional
2 11 18
25 m2 137,5 m2
45 m2
Pribadi / Tamu
12,5 m2/mobil 2,5 m2/motor 45 m2/bus
TSS
1 mobil / 4 tidur lansia kategori A
& B
1 motor / 4 tidur lansia kategori C
Disediakan tempat untuk bus
25 14 2
312,5 m2 35 m2 90 m2
Angkatan 64 ( 2011-2012 )
Service 12,5 m2/mobil TSS Disediakan 2 kendaraan service 2 25 m2 ambulance 12,5 m2/mobil TSS Disediakan 1 kendaraan
ambulance
1 12,5 m2
Sirkulasi
Kendaraan - TSS 50 % dari luas parkir 800 400 m2
Pejalan Kaki - TSS 10 % dari sirkulasi kendaraan 400 40 m2
Ruang Terbuka / Plaza
4,07 m2 / org NAD 50 % dari total penghuni, jml
lansia dan staf = 321 160,5 653,2 m2
Lapangan 1,54 m2 / org NAD 50 % dari total lansia 107 164,8 m2
TOTAL LUAS RUANG LUAR 1940,5 m2
TOTAL KEBUTUHAN RUANG LUAR = 1.940,5 m2
JADI TOTAL KEBUTUHAB RUANG DALAM + LUAR = 14.31,92 m2
IV.1.5. Pengorganisasian Ruang
IV.1.5.1. Skema Organisasi Hubungan Ruang Luar dan Ruang Dalam
M1 M5
PLAZA
M1
M1 M1
SERVICE
ENTRANCE PARKIR
PARKIR
MAIN ENTRANCE M1 : Kelompok Kegiatan Utama
M2 : Kelompok Kegiatan Penunjang M3 : Kelompok Kegiatan Perawatan M4 : Kelompok Kegiatan Pelengkap M5 : Kelompok Kegiatan Servis Hubungan Erat : Hubungan Langsung : Hubungan Tidak Langsung :
Angkatan 64 ( 2011-2012 ) IV.1.5.2. Skema Organisasi Ruang Makro
SERVIS ENTRANCE
HUNIAN PEGAWAI
LOBBY TAMU
MAIN ENTRANCE SERVIS
HUNIAN STAFF
HUNIAN PIMPINAN
PLAZA HUNIAN
LANSIA
KLINIK TERAPI
KANTOR
OLAH RAGA
R. IBADAH
KETERAMPILAN
AULA
Angkatan 64 ( 2011-2012 ) IV.1.5.3. Skema Organisasi Ruang Mikro
A. Kelompok Kegiatan Utama Hunian Lansia Kategori A & B
Hunian Lansia Kategori C
Hunian Pimpinan
PANTRY
SELASAR R. MAKAN /
DUDUK TERAS
K. TIDUR K. MANDI
R. JAGA
PANTRY
SELASAR R. MAKAN /
DUDUK
K. TIDUR K. MANDI
R. JAGA
PANTRY
TERAS R. MAKAN /
DUDUK
K. TIDUR 2 K. MANDI
K. TIDUR 1
R. TAMU
Angkatan 64 ( 2011-2012 )
Hunian Staff
B. Kelompok Kegiatan Penunjang Kantor
PANTRY
SELASAR R. MAKAN /
DUDUK
K. MANDI K. TIDUR
R. TAMU
PIMPINAN
SEKRETARIS
WAKIL
R. ARSIP R. KERJA K. MANDI
R. STAFF
R. TUNGGU
R. RAPAT
HALL PENERIMA
Angkatan 64 ( 2011-2012 ) Unit-Unit Lainnya
Kelompok Kegiatan Servis Dapur Besar dan Laundry KETERAMPILAN
OLAH RAGA PERPUSTAKAAN
TOILET
MUSHOLLA
HALL LOBBY
TAMU
TOKO
SALON
R. IBADAH
TOILET R. PENGAWAS
GUDANG S
E L A S A R
R. MASAK
R. CUCI
R. PERSIAPAN R. PENGAWAS
R. CUCI R. SETRIKA
R. PERSIAPAN
Angkatan 64 ( 2011-2012 ) IV.2. ANALISA FISIK TAPAK
IV.2.1. Analisa Lokasi Tapak
Dalam pemilihan lokasi tapak harus memperhatikan karakter dalam hubungannya dengan konteks lansia. Selain itu dalam pemilihan tapak ada beberapa kriteria-kriteria sebagai dasar pertimbangan dalam menentukan lokasi diantaranya :
1. Lokasi tapak strategis yang dapat memudahkan komunikasi dengan keluarga dan teman. Karena para lansia ingin selalu berhubungan.
2. Daerahnya tidak terlalu ramai dan bising, karena lansia membutuhkan ketenangan dan perasaan aman bila ingin keluar dari area tersebut.
3. Harga tanah yang tidak terlalu mahal, mengingat proyek ini akan ditunjukkan untuk seluruh golongan masyrakat.
Lokasi yang direncanakan untuk proyek Hunian dan Pelayanan Kesehatan Bagi Orang Lanjut usia berada di kawasan Jagakarsa Jakarta Selatan.
Data Tapak : -Luas lahan : ± 2 ha -KDB : 35 %
-Ketinggian Maks Lantai : 4 Lantai
Kondisi tapak :
1. Kondisi tanah secara umum adalah datar dengan jenis tanah adalah tanah keras
2. Kondisi tapak saat ini adalah lahan kosong
3. Disekitar lokasi banyak terdapat pepohonan yang masih asri 4. Suasana sekitar tapak tidak terlalu bising
Infra struktur
Ketersediaan infra struktur sudah tertata dengan cukup baik diantaranya ; jalan utama, akses menuju tapak, jaringan listrik, jaringan air, jaringan telepon.
Angkatan 64 ( 2011-2012 ) IV.2.2. Analisa Lingkungan Makro
Secara garis besar lokasi tapak berada pada wilayah Jakarta Selatan tepatnya pada Jagakarsa.
Secara makro wilayah Jagakarsa merupakan salah satu kecamatan di wilayah Jakarta Selatan. Dengan batas-batas administratif:
Utara : Kecamatan Kebagusan
Selatan : Kecamatan Depok
Barat : Kecamatan Cilandak
Timur : Ciganjur
LOKASI
Angkatan 64 ( 2011-2012 ) IV.2.3. Analisa Lingkungan Mikro
Batas Tapak
Utara : Jalan Brigif Raya
Selatan : Perkebunan Warga
Barat : Pemukiman Warga
Timur : Kali Krukut
IV.2.4. Analisa Lingkungan Sekitar Tapak
T A P A K
Angkatan 64 ( 2011-2012 ) IV.2.5. Analisa Pencapaian Tapak
Pencapaian menuju lokasi tapak yang digunakan saat ini adalah melalui jalan Jagakarsa. Jalan Jagakarsa menuju Pd. Labu dan jalan Jagakarsa yang menuju Depok.
Usulan / Tanggpan :
Pencapaian ke dalam tapak di atur sesuai kondisi lingkungan sekitarnya, pencapaian dari segala arah dimaksudkan untuk menjadikan potensi bangunan dalam tapak lebih tinggi. Terjadinya interaksi dengan manusia atau bangunan sekitarnya di dukung dengan adanya ruang terbuka untuk pencapaian ke dalam tapak.
Pada akses masuk ke dalam tapak dan menuju ke bangunan, hanya dapat di lakukan menggunakan kendaraan pribadi baik motor atau pun mobil, untuk pejalan kaki sudah terdapat pendestrian disetiap sisi jalan.
T A P A K Ke Pd. Labu
Ke Depok
Angkatan 64 ( 2011-2012 ) IV.2.6. Analisa Sirukasi Dalam Tapak
: Sirkulasi pejalan kaki : Sirkulasi kendaraan pribadi : Sirkulasu service
Sirkulasi
Sirkulasi dibagi menjadi tiga bagian yaitu :
1. Sirkulasi manusia : Sirkulasi manusia direncanakan dengan jalur pedestrian diluar tapak. sedangkan didalam tapak sirkulasi manusia dirancang dengan membuat perkerasan dan koridor.
2. Sirkulasi kendaraan pribadi : Sirkulasi kendaraan pribadi pada tapak direncanakan terpisah dengan sirkulasi service. Kendaraan pribadi terbagi dua yaitu : roda dua ( sepeda motor ) dan roda empat.
3. Sirkulasi kendaraan service : Sirkulasi kendaraan service hanya di gunakan untuk sirkulasi kendaraan barang dan alat-alat perlengkapan bangunan.
Parkir
Parkir kendaraan disediakan untuk memenuhi kebutuhan sarana penyimpanan kendaraan sementara. Parkir kendaraan dibagi menjadi:
1. Parkir pengunjung (tamu,dsb)
2. Parkir pengelola (Staff, karyawan dsb) 3. Parkir service
T A P A K
Angkatan 64 ( 2011-2012 ) IV.2.7. Analisa Kebisingan
Usulan / Tanggapan
Dari analisa kebisingan diatas yaitu dapat berpengaruh kepada perletakan masa bangunan ataupun ruang luar pada tapak.
Penerapan buffer sebagai peredam bising.
IV.2.8. Analisa Orientasi Bangunan
Orientasi bangunan hunian ini dilakukan untuk menentukan kedudukan bangunan dengan pertimbangan analisa terhadap : 1. Matahari :
Dibutuhkan sinar matahari langsung pada pagi hari untuk kamar, agar :
Menyehatkan ruangan
Mengurangi lembab yang berlebihan
Mengurangi jamur, kuman dan virus
Menghindari sinar matahari langsung untuk ruangan santai seperti ruang bersama, ruang duduk.
2. Sirkulasi Udara, dengan cara mengorientasikan bukaan-bukaan searah dengan arah aliran angin yang baik terhadap bangunan, yaitu tidak tegak lurus langsung tetapi agak miring. Oleh karena itu
Area no (2) Merupakan area
dengan tingkat kebisingan sedang /
rendah karena berbatasan dengan pemukiman warga . 2
Area no (1) Merupakan area
dengan tingkat kebisingan yang sangat tinggi karena
berbatasan dengan Jl. Jagakarsa.
U T A P A K
Angkatan 64 ( 2011-2012 )
ada beberapa alternatif untuk mengantisipasi arah angin yang tegak lurus, yaitu dengan :
Memiringkan perletakkan massa terhadap sumbu arah datangnya angin, selain juga pertimbangan terhadap sinar matahari.
Menggunakan sirip-sirip, yang selain dapat mengontrol angin juga menghalangi sinar matahari yang berlebihan
3. Konteks terhadap pencapaian dan main entrance 4. Pertimbangan view terbaik yang dibutuhkan para lansia
IV.2.9. Analisa Orientasi Matahari
Sinar matahari banyak memberikan pengaruh pada perletakan bangunan dan pencahayaan, terutama pada waktu pagi dan siang hari ini berpengaruh pada ruang luar dan juga pada bangunan, walaupun bangunan ini sifatnya tertutup namun diharapkan dapat memanfaatkan pengudaraan dan pencahayaan alami dari matahari. Yang perlu diperhatikan dalam perencanaan bangunan berdasarkan arah lintasan matahari, antara lain :
Orientasi massa bangunan.
B T
S
T A P A K
Angkatan 64 ( 2011-2012 )
penanaman pohon sebagai penyaring udara dan sinar matahari.
Posisi jendela untuk pemanfaatan sinar matahari yang dibutuhkan.
IV.2.10. Analisa View Sekitar
Keterangan :
Arah pandang 1 : Memiliki arah pandang yang kurang baik karena langsung menghadap ke jalan raya
Arah pandang 2 : Memiliki arah pandang yang kurang baik, hindari pandangan langsung kedaerah ini karena banyak perumahan warga.
Arah pandang 3 : Memiliki arah pandang yang cukup baik, karena adanya sungai. Suara aliran sungai bisa membuat suasana tenang.
Arah pandang 4 : Memiliki arah pandang yang baik, berikan bukaan langsung.
T A P A K 1
3 4
2
Angkatan 64 ( 2011-2012 ) IV.2.11. Zoning Dalam Tapak
Penzoningan dapat dilakukan setah menganalisia berbagai keadaan eksisting pada bagian tapak dan sekitar daerah tapak.
Mulai dari cara menanggapinya sampai pada jalan keluar untuk menangani keadaan tersebut sampai terciptanya penzoningan pada tapak dengan memperhitungkan dan mempertimbangkan segala aspek yang melingkupi tapak.
IV.3. ANALISA BANGUNAN
IV.3.1. Pola Massa Bangunan
Pertimbangan pola pengaturan massa berdasarkan perilaku para lansia :
Pertimbangan orientasi yang jelas karena para lansia yang sudah pikun dan suka bingung.
Keterbatasan fisik para lansia, kesulitan berjalan yang terlalu jauh karena mudah lelah sehingga perlu dipertimbangkan kemudahan pencapaian dan jarak antar bangunan.
Area publik : Lobby, Parkir Kendaraan,
Kantor
Area Semi Publik, meliputi aula,
Pelayanan Kesehatan, Toko,
Perpustakaan, R.
Keterampilan, R.
Ibadah
Area Privat, seperti : Hunian
Lansia, Hunian Pimpinan Dan Hunian Staff
Area Servis, seperti : Dapur,
Laundry, Gudang, dan ME
Angkatan 64 ( 2011-2012 )
Keinginan para lansia untuk tinggal di lingkungan yang serasa seperti di rumah, pertimbangan penataan massa yang jauh dari kesan institusi.
Berbagai kemunduran baik fisik maupun psikis yang dialami para lansia sehingga membutuhkan kemudahan pengawasan.
Jenis-jenis pola pengaturan massa bangunan : 1. Linier
Pola teratur dan jelas
Membentuk arah yang jelas
Jarak antar massa jauh
Berkesan monoton 2. Grid
Pola teratur
Membentuk dua arah tegak lurus
Kesatuan kegiatan terpencar
Membutuhkan lahan yang luas 3. Radial
Pola terpusat
Membentuk banyak arah
Kesatuan kegunaan terpusat
Bagus untuk kegiatan yang sama 4. Cluster
Pola terpusat dan terpencar
Tujuan arah jelas
Kegiatan terpencar
Membutuhkan tapak yang luas 5. Organik
Pola tidak teratur
Arah Tidak Jelas
Kurang ada kesatuan
Cocok untuk daerah berkontur Kesimpulan
Penggunaan pola Radial untuk hunian lansia karena memberikan privasi yang baik sekaligus mempererat hubungan antar lansia.
Angkatan 64 ( 2011-2012 )
Selain itu dapat memberikan pengawasan pada masing-masing unit lebih efektif.
IV.3.2. Sirkulasi Dalam Bangunan
Pertimbangan-pertimbangan sirkulasi dalam bangunan :
Kemudahan : dalam menemukan arah langsung menuju sasaran.
Kelancaran : Tidak ada sirkulasi yang mengganggu
Kenyamanan : fisik dan fisual, perhatikan terhadap ketinggian dan jarak
Keamanan : perhatian terhadap perilaku berjalan untuk para lansia agar terhindar dari kecelakaan.
Sirkulasi Horizontal
Jenis jalur sirkulasi yang dapat diterapkan 1. Single Loaded Corridor
Hubungan antar ruang bersifat terbuka.
Pemanfaatan cahaya dan penghawaan alami optimal.
Pengawasan terhadap para lansia lebih efisien.
2. Double Loaded Corridor
Keterkaitan antara ruang erat.
Pemanfaatan cahaya dan penghawaan kurang.
Pengawasan terhadap para lansia efisien.
Sirkulasi Vertikal 1. Tangga
Dipakai oleh pegawai dan para lansia yang masih mampu menaiki tangga.
Sebisa mungkin dikurangi penggunaannya.
Dilengkapi dengan handrail sebagai pegangan, anak tangga diberi karet anti slip.
Lebar tangga cukup besar untuk dilalui 2-3 orang, juga lebar anak tangga sesuai ukurannya.
2. Ramp
Angkatan 64 ( 2011-2012 )
Digunakan oleh para lansia yang tidak mampu melewati tangga.
Lantai ramp tidak boleh licin agar penggunanya tidak tergelincir.
Membutuhkan space yang cukup luas, untuk kemiringan dengan perbandingan 1 : 12 agar tidak melelahkan dan demi keamanan penggunanya.
3. Lift
Tiap hunian memiliki 1 lift untuk memudahkan para lansia.
IV.3.3. Sistem Struktur Bangunan
Dengan pendekatan desain pada judul dan tema kebutuhan dan fungsi struktur disesuaikan dengan fungsi bangunannya. Struktur yang dipakai atau yang termasuk dalam struktur bangunan nantinya akan dijelaskan dan memiliki jenis dan klasifikasi yang berbeda, yaitu :
1. Sub Struktur
Sistem struktur pada bagian bawah yang terdiri dari pondasi dan elemen lainnya. Pada struktur bangunan nantinya menggunakan pondasi beton bertulang.
2. Sistem Struktur
Sistem struktur pada bagian badan bangunan yang terdiri dari kolom, balok, dinding, plat lantai dan sebagainya. Pada jenis memiliki klasifikasinya masing-masing.
3. Upper Struktur
Sistem struktur pada bagian atas atau penutup atap ini menggunakan baja ringan pada bangunan hunian, bangunan kantor, dan bangunan penunjang lainnya.
IV.3.4. Sistem Utilitas Bangunan
Sistem utilitas mencakup sistem penerangan, sistem pengudaraan, sistem plumbing, listrik, sistem kebakaran, sistem penangkal petir dan sistem pembuangan sampah.
Angkatan 64 ( 2011-2012 )
Sistem Pencahayan
Pencahayaan Alami
Sifat Pemanfaatannya Kelebihan Kekurangan
Berasal dari matahari.
Hanya dapat digunakan pagi hari
Cahaya yang masuk kedalam ruangan diatur agar tidak terlalu menyilaukan.
Pemanfaatan cahaya untuk penerangan melalui bukaan.
Biaya murah
Memberi kesan alami.
Penyajian warna wajar.
Tidak menimbulkan keletihan mata karena intensitas selalu berubah.
Pengaturan intensitas sulit.
Tergantung cuaca dan waktu.
Fleksibilitas terhadap ruang terbatas.
Pencahayaan Buatan
Sifat Pemanfaatannya Kelebihan Kekurangan
Pemakaian lampu yang berasal dari listrik.
Digunakan pada waktu malam hari atau ada tempat yang tidak memperoleh sinar matahari pada siang hari.
Digunakan pada ruangan minim mendapatkan cahaya matahari pada waktu siang hari.
Intensitas cahaya dapat diatur sesuai dengan keinginan dan kebutuhan ruang.
Jenis dan penampilan lampu dapt disesuaikan dengan suasana yang diinginkan.
Fleksibilitas terhadap ruang besar.
Biaya mahal
Kurang memberikan warna yang wajar.
Dapat menimbulkan kelelahan mata jika cahaya terlalu menyilaukan dan digunakan terus menerus.
Sistem Pengudaraan
Pengudaraan penting sekali dalam menunjang suasana ruang yang nyaman. Suhu udara yang diinginkan para lansia adalah 23-25 oC. Untuk itu perlu adanya penataan :
Pengudaraan Alami
Prinsip pengudaraan alami menggunakan ventilasi silang.
Pengudaraan silang pada daerah tropis sangat efektit untuk memperbaiki iklim ruangan. Selain dapat mengurangi kelembaban dengan proses penguapan melalui ventilasi, juga mengurangi radiasi panas ke dalam ruangan.
Pengudaraan Buatan
Penghawaan buatan tidak diperlukan disetiap ruangan, karena daerah lokasi tapak sudah cukup sejuk, dan para lansia juga tidak terlalu tahan dingin terus menerus. Oleh karena itu untuk pengudaraan buatan menggunakan sistem ac split unit akan digunakan pada unit-unit hunian kategori A
Angkatan 64 ( 2011-2012 )
dan B juga pada bangunan hunian pimpinan, hal ini dimaksudkan untuk kenyamanan masing-masing lansia yang dapat mengatur sendiri udara diruang kamarnya. Sedangkan ac central digunakan untuk area-area publik seperti aula, kantor, lobby, dan juga fasilitas pelayanan kesehatan.
Sistem Plumbing
Pekerjaan plumbing menyangkut didalamnya antara lain adalah instalasi air bersih dan air kotor.
1. Instalasi Air Bersih
Bangunan yang ada di tapak adalah bangunan tingkat rendah sehingga distribusi air bersih yang cocok adalah menggunakan sistem Upreed Distribution system / Pneumatic Water Supply, yaitu adalah system pensuplaian air bersih langsung dari sumber air utama (PAM / tangki air) dimana air bertekanan akan di distribusikan (dengan pompa) ke seluruh bangunan.
2. Instalasi Air Kotor Terbagi menjadi, atas :
Air Hujan, pembuangan air hujan melalui saluran kota dilengkapi dengan bak kontrol.
Air Kotor, pembungan air kotor dari pantry, wastafel, dan dapur, disalurkan ke sawage treatment, kemudian diteruskan ke saluran ke kota melalui bak kontrol.
Air Kotor Padat, air kotor padat dibuang melalui saluran khusus menuju septic tank.
Listrik
PLN, merupakan sumber listrik utama pada pemakaian dan disalurkan ke gardu utama.
Generator Set (Genset), sebagai cadangan / pengganti yang bekerja otomatis jika listrik PLN terputus / padam. Berfungsi melayani sebagian penerangan, unit penerangan dan darurat dalam bangunan.
Angkatan 64 ( 2011-2012 )
Sistem Kebakaran
1. Sistem Hydrant, setiap 500-800m2 dalam radius 25-30m.
2. Sprinkler
Tangki bertekanan harus berisis 2/3 dari volume dan diberikan tekanan 5 kg/cm2. Penempatan sprinkler harus disesuaikan dengan standar yang berlaku dalam kebakaran 10-20 m2, dengan ketinggian ruangan 3m. kepala sprinkler yang dipasang dekat tembok harus mempunyai jarak tidak boleh lebih dari 2,25 m dari tembok.
3. Halon
Pada daerah yang penanggulangan pemadam kebakaran tidak diperbolehkan menggunakan air, seperti ruang peralatan, ruang arsip, pemadaman kebakaran dengan sistem halon.