2. IDENTIFIKASI
2.1 Identifikasi Data Produk
Nama Perusahaan : The Prime Steak & Ribs
Lokasi : Jl. Manyar Kertoarjo 66, Surabaya Telepon : 62-31-5947672
62-31-5966135
Berdiri : Tahun 2002
Soft Opening : 11 November 2002 Grand Opening : 16 Desember 2002
Jenis makanan yang dijual : Steak, Pasta, Burger, Salad dan berbagai jenis makanan western lainnya dan minuman.
Menu unggulan : Prime Steak, Full BBQ Pork Ribs, Lamb Chop, Ribeye Steak. Namun yang special adalah Prime Steak.
Kelebihan Prime Steak :
Prime Steak terbuat dari daging Rib Eye import yang diolah khusus melalui proses pengolahan selama 3 jam menggunakan oven khusus dan dihidangkan dengan Au Jus sauce dan vegetable of the day ( corn, vegetable mix, coleslaw ). Selain itu juga disajikan dengan pilihan kentang yaitu French Fries, Mashed Potato atau Baked Potato.
Potensi produk :
Semua orang perlu makan dan minum agar orang tersebut dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya dan mengembangkan dirinya lewat keturunan-keturunannya di masa mendatang. Oleh karena itu,
dengan dibukanya ‘ The Prime Steak & Ribs ‘ sebagai suatu steak house dengan konsep yang bergaya western ( barat ) maka diharapkan akan mampu memenuhi segala kebutuhan para konsumen akan masakan yang berbau western khususnya steak. Dengan demikian, steak house ini akan mempunyai potensi yang sangat besar di tengah-tengah masyarakat, karena permintaan akan makanan akan terus ada dan berlanjut.
2.2 Data Pemasaran 2.2.1 Market Positioning 2.2.1.1 Analisa Pasar
Sebagai sebuah steak house yang mempunyai potensi di tengah-tengah masyarakat, karena permintaan akan makanan akan terus ada dan berlanjut maka diharapkan ‘ The Prime Steak & Ribs ‘ ini akan mampu memberikan sebuah inovasi baru kepada para konsumen akan kebutuhan masakan yang berbau western khususnya steak. Meskipun persaingan yang ada sangatlah ketat, ‘ The Prime Steak & Ribs ‘ justru berani hadir di tengah-tengah persaingan tersebut dan membidik konsumen dari golongan menengah ke atas.
2.2.1.2 Distribusi Pemasaran
Daerah distribusi pemasaran ‘ The Prime Steak & Ribs ‘ adalah daerah Surabaya khususnya daerah Surabaya Timur. Hal ini dikarenakan lokasi restoran yang berada di daerah Jl. Manyar Kertoarjo dan belum memiliki cabang di tempat lain.
Sedangkan kegiatan distribusi pemasaran ‘ The Prime Steak & Ribs ‘ ini dilakukan langsung dari produsen ke konsumen. Distribusi ini merupakan saluran distribusi yang paling sederhana dan mudah karena proses perpindahan produk langsung dari produsen ke konsumen tanpa menggunakan perantara. Jadi tujuan produsen selain menjual produk secara langsung kepada konsumen adalah juga memberikan pelayanan secara langsung kepada konsumen.
2.2.1.3 Corporate Image di Kalangan Konsumen
Karena baru buka sekitar 4 bulan, maka pada tahap-tahap awal ini ‘ The Prime Steak & Ribs ‘ berusaha untuk menanamkan dan membentuk awareness dan brandminded di benak pikiran para konsumen. Dan apabila, awareness dan brandminded sudah tertanam dalam benak pikiran masyarakat maka para konsumen akan mejadikan ‘ The Prime Steak & Ribs ‘ sebagai pilihan mereka.
2.2.2 Promotion Issue 2.2.2.1 Bentuk Promosi
Promosi yang telah dilakukan oleh ‘ The Prime Steak & Ribs ‘ antara lain sebagai berikut :
- Ikla n koran - Iklan majalah - Iklan radio - Brosur
- Pemasangan spanduk - Pembuatan stiker
- Mengadakan event-event tertentu, seperti : “ Prime Romantic Night “ dalam memperingati hari Valentine, “ East Meet West “ dalam memperingati hari tahun baru Imlek.
2.2.2.2 Bentuk Komunikasi Visual
Bentuk-bentuk komunikasi visual yang dimiliki oleh ‘ The Prime Steak &
Ribs ‘, antara lain adalah : - Logo
- Papan nama
- Kertas surat, amplop, kartu nama - Seragam karyawan
2.3 Identifikasi Target Audience
Jika ditinjau secara umum, yang me njadi target audience dari ‘ The Prime Steak & Ribs ‘ adalah para konsumen dari golongan menengah ke atas. Mereka
itu antara lain : para eksekutif muda, keluarga, pelajar, mahasiswa- i juga anak usia sekolah.
Beberapa acuan yang digunakan dalam penentuan target audience adalah tinjauan dari aspek demografis, psikografis, perilaku dan geografis.
Berikut ini merupakan target audience primer ditinjau dari aspek : a. Demografis
• Jenis kelamin : laki- laki dan perempuan
• Usia : 12 tahun – tak terbatas
• Lokasi : Perkotaan
• Pekerjaan : profe sional, eksekutif, pejabat, dokter, pelajar, mahasisiwa- i, dan pekerja lainnya.
b. Psikografis
• Berorientasi keluarga
• Setia pada merk yang sudah mapan
• Penuh perhatian, cermat c. Perilaku
• Mempunyai sifat ingin tahu yang tinggi
• Selalu memperhatikan keluarganya
• Aktif dalam kegiatan lapangan d. Geografis
• Sasaran utama : Surabaya Timur
Target audience sekunder ditinjau dari aspek : a. Demografis
• Keluarga, pelajar, mahasiswa dan para pekerja b. Psikografis
• Memperhatikan mutu dan kualitas c. Perilaku
• Selalu memperhatikan keluarganya
• Aktif dalam kegiatan lapangan d. Geografis
• Lokasi : Seluruh Surabaya
2.4 Identifikasi Kompetitor 2.4.1 Kompetitor Produk Sejenis
Seiring dengan berjalannya waktu, tidak terasa sampai saat ini di Surabaya sudah banyak sekali berdiri rumah makan baik itu rumah makan yang besar dan terkenal sampai ke depot-depot bahkan diantaranya merupakan usaha dari para PKL ( pedagang kaki lima ) dan berlokasi di Surabaya Pusat, Surabaya Timur, Surabaya Barat, Surabaya Selatan dan Surabaya Utara. Dari berbagai macam rumah makan tersebut hanya ada beberapa saja yang mengkhususkan dalam menyediakan dan menyajikan menu makanan berupa steak. Rumah makan-rumah makan inilah yang menjadi kompetitor dari ‘ The Prime Steak & Ribs ‘. Mereka itu antara lain adalah : Pro Steak, Calvados, Boncafe, Kenaq, Bonami, Bigbone, O’ Ribs, Zigazaga, Angus. Namun jika ditinjau dari segi lokasi ( The Prime Steak
& Ribs berada di Surabaya Timur ), maka yang menjadi kompetitornya adalah Boncafe, Calvados dan Kenaq. Secara keseluruhan kompetitor utamanya adalah Pro Steak.
Dan jika ditinjau dari segi harga, steak house-steak house tersebut memasang tarif yang bermacam- macam dan sangat kompetitif. Mereka memasang harga didasarkan pada segmentasi dan target audience yang ingin dicapai oleh perusahaan tersebut. Untuk harga yang dipatok oleh ‘ The Prime Steak & Ribs ‘ ini boleh dibilang berada diantara steak house-steak house tersebut. Sebagai contoh : Pro Steak. Steak house ini mematok harga sekitar Rp. 90.000,- untuk menu steak unggulan mereka. Sedang untuk Calvados, Boncafe dan Kenaq House, harga yang dipatok untuk menu steak-nya rata-rata sekitar Rp. 30.000,-. Sedang
‘ The Prime Steak & Ribs ‘ mematok harga sekitar Rp. 70.000,-.
2.4.2 Target Audience
Sebenarnya target audience steak house-steak house tersebut sama dengan
‘ The Prime Steak & Ribs ‘, yaitu para konsumen dengan segmentasi menengah ke atas.
2.5 Analisa Data
2.5.1 Analisa SWOT ‘ The Prime Steak & Ribs ‘
Analisa dengan metode SWOT terhadap ‘ The Prime Steak & Ribs ‘adalah sebagai berikut :
a. Strenghts ( kekuatan )
- Menyajikan berbagai macam makanan yang berasal dan bergaya western khususnya western steak
- Dengan desain interior yang minimalis akan membuat para pengunjung menjadi nyaman
- Menggunakan konsep baru, yaitu dengan menampilkan bar yang letaknya ditengah dan diantara meja- meja makan. Dengan demikian, sambil menyantap makanan yang dipesan, para konsumen dapat secara langsung menyaksikan aksi para bartender- bartender-nya.
- Daging-nya menggunakan daging import
- Live music setiap akhir pecan ( sabtu dan minggu ) - Menyediakan menu untuk anak-anak
b. Weakness ( kelemahan )
- Lahan parkir yang kurang memadai
- Kebisingan, dalam arti pada saat steak house ini ramai oleh para pengunjung dan mereka sibuk dengan percakapan dengan kolega mereka sendiri, maka akibat yang ditimbulkan adalah kebisingan.
Dan hal ini menyebabkan suasana dalam ruangan menjadi kurang nyaman.
c. Opportunities ( peluang )
- Untuk rencana ke depan, restoran ini akan melakukan ekspansi yaitu dengan membuka cabang di daerah lain
- Budaya masyarakat yang konsumtif dalam arti masyarakat selalu ingin tahu dan mencoba-coba terhadap produk baru
- Konsumen yang loyal, dalam arti kons umen akan selalu tetap dalam pilihannnya terhadap satu merk tertentu
d. Threaths ( ancaman / persaingan )
- Kurang inovasi dapat mengurangi jumlah pengunjung
- Kurang promosi akan menyebabkan kalah bersaing dengan steak house-steak house yang lain
2.5.2 Analisa SWOT Kompetitor 2.5.2.1 Pro Steak
a. Strenghts ( kekuatan )
- Menyajikan berbagai macam makanan yang berasal dan bergaya western khususnya western steak
- Daging-nya menggunakan daging import b. Weakness ( kelemahan )
- Lahan parkir kurang memadai
- Harga relatif lebih mahal dibanding steak house lainnya
- Desain interior-nya kurang istimewa sehingga terkesan biasa saja c. Opportunities ( peluang )
- Untuk rencana ke depan, restoran ini akan melakukan ekspansi yaitu dengan membuka cabang di daerah lain
- Konsumen yang lo yal, dalam arti konsumen akan selalu tetap dalam pilihannnya terhadap satu merk tertentu
d. Threaths ( ancaman / persaingan )
- Kurang inovasi dapat mengurangi jumlah pengunjung
- Kurang promosi akan menyebabkan kalah bersaing dengan steak house-steak house yang lain
2.5.2.2 Boncafe
a. Strenghts ( kekuatan )
- Menyajikan berbagai macam makanan yang berasal dan bergaya western khususnya western steak
- Harga relatif lebih murah dibanding ‘ The Prime Steak & Ribs ‘ dan Pro Steak
- Sudah lama berdiri dan dikenal masyarakat
- Sudah melakukan ekspansi di beberapa tempat di Surabaya
- Awareness dan kepercayaan masyarakat terhadap Boncafe sudah terbentuk
b. Weakness ( kelemahan )
- Dengan rancangan desain interior yang biasa saja maka terkesan kurang elegan dan eksklusif
- Menggunakan daging lokal - Kurang promosi
c. Opportunities ( peluang )
- konsumen yang loyal akan produk yang sudah ada d. Threats ( ancaman / persaingan )
- Kurang inovasi dapat mengurangi jumlah pelanggan / pengunjung - Kurang promosi akan menyebabkan kalah bersaing dengan steak
house-steak house yang lain 2.5.2.3 Calvados
a. Strenghts ( kekuatan )
- Menyajikan berbagai macam makanan yang berasal dan bergaya western khususnya western steak
- Harga relatif lebih murah dibanding ‘ The Prime Steak & Ribs ‘ dan Pro Steak
- Sudah lama berdiri dan dikenal masyarakat
- Sudah melakukan ekspansi di beberapa tempat di Surabaya
- Awareness dan kepercayaan masyarakat terhadap Calvados sudah terbentuk
b. Weakness ( kelemahan )
- Dengan rancangan desain interior yang biasa saja maka terkesan kurang elegan dan eksklusif
- Menggunakan daging lokal - Kurang promosi
c. Opportunities ( peluang )
- konsumen yang loyal akan produk yang sudah ada d. Threats ( ancaman / persaingan )
- Kurang inovasi dapat mengurangi jumlah pelanggan / pengunjung
- Kurang promosi akan menyebabkan kalah bersaing dengan steak house-steak house yang lain
2.5.3 Analisa Kuesioner
2.5.3.1 Tabel Diagram Jawaban Kuesioner
1. Apakah anda pernah makan makanan western ( barat ) ?
100%
0%
ya tidak
2. Jenis makanan western apa yang pernah anda makan / beli ?
34%
33%
33%
0%
steak spageti pizza lainnya
3. Jenis steak apa yang anda suka ?
60%
40%
0%
beef steak chicken steak lainnya
4. Dengan siapa biasanya anda makan steak ?
34%
26%
22%
18% 0% teman
keluarga pacar kolega bisnis lainnya
5. Apakah anda mengetahui keberadaan The Prime Steak & Ribs ?
100%
0%
ya tidak
6. Apakah anda pernah makan steak di ‘The Prime’ ?
84%
16%
ya tidak
7. Menurut anda, bagaimana steak ‘The Prime ’ ?
50%
50%
0%
enak
kualitas baik lainnya
8. Menurut anda bagaimana dengan harganya, apakah sudah sesuai dengan kualitas steak-nya ?
76%
24%
sudah sesuai terlalu mahal
9. Bagaimana dengan kualitas pelayanan kami ?
80%
20% 0%
baik cukup kurang
10. Apa yang menjadi pertimbangan anda dalam memilih steak house sebagai tempat makan?
12%
32% 40%
16% 0% harga
kualitas suasana lokasi lainnya
11. Untuk keperluan apa biasanya anda makan steak ?
22%
33%
14%
31% 0%
acara ulang tahun
acara keluarga
bertemu rekan bisnis
makan siang / malam
lainnya
12. Media cetak / koran apa yang anda baca sehari- hari ?
28%
34%
30%
8% 0%
kompas jawa pos surya
radar surabaya lainnya
13. Stasiun televisi apa yang sering anda tonton ?
22%
20%
10% 16%
8%
18%
6%
Indosiar RCTI SCTV TPI ANTV Trans TV JTV
Berdasarkan hasil kuesioner yang telah dibagikan kepada para konsumen :
- Seluruh konsumen mengatakan bahwa mereka pernah makan makanan western khususnya steak.
- Ada 3 jenis makanan western yang paling sering dimakan / dikonsumsi oleh konsumen adalah steak (34 %), pizza (33 %) dan spageti (33 %).
- Kebanyakan dari konsumen lebih suka makan steak sapi ( beef steak ) 60
% daripada steak ayam ( chicken steak ) 40 %.
- Konsumen makan steak biasanya bersama teman (34 %), keluarga (26 %), pacar (22 %) dan kolega bisnis (18 %).
- Seluruh konsumen mengetahui tentang keberadaan ‘ The Prime Steak &
Ribs’.
- Kebanyakan dari konsumen (84 %) mengatakan sudah pernah makan di Prime Steak sedangkan sisanya (16 %) belum pernah makan di Prime Steak.
- Hampir seluruh konsumen mengatakan bahwa steak ‘ The Prime ‘ enak dan kualitasnya baik.
- Kebanyakan dari konsumen (76 %) mengatakan bahwa dengan kualitas seperti ini maka steak ‘ The Prime ‘ sudah sesuai dengan harga yang dipatok sedangkan sisanya mengatakan terlalu mahal (24 %).
- Sebagian besar dari konsumen (80 %) mengatakan puas dengan pelayanan yang diberikan sedangkan sisanya mengatakan cukup (20 %).
- Yang menjadi pertimbangan dalam memilih steak house adalah sebagai berikut : sekitar 12 % dari konsumen mengatakan tidak melihat dan mempermasalahkan harga, 40 % lainnya mengatakan kualitaslah yang menjadi pertimbangan, sebanyak 32 % mengatakan suasana restoran juga menjadi pertimbangan utama dalam memilih steak house dan sisanya sekitar 16 % mempertimbangkan lokasi restoran.
- Para konsumen makan steak dalam rangka acara : ulang tahun (22 %), keluarga (33 %), bertemu rekan bisnis (14 %) dan makan siang / malam (31 %).
- Media cetak ( koran ) yang dibaca oleh para konsumen adalah Jawa Pos (34 %), Surya (30 %), Kompas (28 %) dan Radar Surabaya (8 %).
- Stasiun televisi yang sering ditonton oleh para konsumen adalah Indosiar (22 %), RCTI (20 %), SCTV (16 %), Trans TV (18 %), TPI ( 10 %), ANTV (8 %) dan JTV (6 %).