• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. PENGERTIAN - LIS ALIYAH BAB II

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. PENGERTIAN - LIS ALIYAH BAB II"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. PENGERTIAN

(2)

dialami oleh seseorang karena orang lain menyatakan sikap yang negatif dan mengancam (Towsend, 1998 dalam Kusumawati & Hartono, 2011).

Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa isolasi sosial merupakan suatu keadaan dimana seorang individu tidak mampu membina suatu hubungan komunikasi dengan orang lain karena merasa tidak mempunyai kesempatan untuk berbagi rasa, pikiran, dan kegagalan.

B. ETIOLOGI

Terjadi gangguan ini dipengaruhi oleh faktor predisposisi diantaranya perkembangan dan sosial budaya. Kegagalan dapat mengakibatkan individu tidak percaya pada diri, tidak percaya pada orang lain, ragu, takut salah, pesimis, putus asa terhadap orang lain, tidak mampu merumuskan keinginan, dan merasa tertekan. Keadaan ini dapat menimbulkan perilaku tidak ingin berkomunikasi dengan orang lain, lebih menyukai berdiam diri, menghindar dari orang lain, dan kegiatan sehari-hari terabaikan (Direja, 2011).

C. FAKTOR PREDISPOSISI

Direja (2011) menyatakan ada beberapa faktor predisposisi penyebab isolasi sosial, meliputi :

a. Faktor perkembangan

(3)

mengalami masalah ini adalah orang yang tidak berhasil memisahkan dirinya dari orang tua. Pada setiap tahapan tumbuh kembang individu ada tugas perkembangan yang harus dipenuhi agar tidak terjadi gangguan dalam hubungan sosial (Fitria, 2012).

Salah satu tugas perkembangan wanita dewasa adalah menikah dan melahirkan. Melahirkan adalah fungsi yang bersifat fisiologis. Wajar apabila para ibu ingin melaksanakan fungsi ini dengan cara yang mereka pertimbangkan paling tepat. Anggapan individu sebelum hamil, media dan latar belakang sosial serta kultural merupakan hal-hal yang turut berperan terhadap harapan ibu mengenai persalinan. Keselamatan ibu dan janin atau bayi baru lahir harus menjadi tujuan utama (David, 2008). Melahirkan dibedakan menjadi dua yaitu secara normal dan Sectio caesarea. Melahirkan normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan yang cukup bulan (37-42 minggu) lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam, tanpa komplikasi pada ibu maupun pada janin (Prawirohardjo, 2007). Melahirkan sectio caesarea adalah suatu pembedahan guna melahirkan anak lewat insisi pada dinding abdomen dan uterus (Oxorn, 2010).

(4)

hari kelima dan ke empat belas postpartum (Lowdermilk, Perry & Bobak, 2005). Depresi postpartum adalah ibu yang mengalami depresi postpartum, minat dan ketertarikan terhadap bayi berkurang. Ibu juga tidak mampu merawat bayinya secara optimal dan tidak bersemangat menyusui, sehingga kebersihan, kesehatan serta tumbuh kembang bayi juga tidak optimal. Menurut wheeler, (2004) depresi post partum adalah sumber distres terbesar bagi ibu dan pasangannya seperti depresi, iritabilitas, rasa letih, marah, cemas dan sedih.

b. Faktor sosial budaya

Isolasi sosial merupakan faktor utama dalam ganggguan hubungan. Hal ini akibat dari transisi ; norma yang tidak mendukung pendekatan terhadap orang lain; atau tidak menghargai anggota masyarakat yang kurang produktif, seperti lanjut usia (lansia), orang cacat dan penderita penyakit kronis. Isolasi dapat terjadi karena norma-norma yang salah dianut oleh keluarga, dimana setiap anggota keluarga yang tidak produktif seperti usia lanjut, berpenyakit kronis, dan penyandang cacat diasingkan dari lingkungan sosialnya (Fitria, 2012)

c. Faktor biologis

(5)

memiliki struktur yang abnormal pada otak seperti atropi otak, serta perubahan ukuran dan bentuk sel-sel dalam limbik dan daerah kortikal (Fitria, 2012)

D. FAKTOR PRESIPITASI

Beberapa faktor presipitasi isolasi sosial menurut Direja (2011) dan Fitria (2012) meliputi ;

a. Faktor eksternal

Stres yang ditimbulkan karena menurunnya stabilitas unit keluarga seperti perceraian, berpisah dari orang yang berarti, kehilangan pasangan pada usia tua, kesepian karena ditinggal jauh, dan dirawat di rumah sakit atau di penjara.

b. Faktor internal

Ansietas berat yang berkepanjangan terjadi bersamaan dengan keterbatasan kemampuan untuk mengatasinya seperti tuntutan untuk berpisah dengan orang yang terdekat atau kegagalan orang lain untuk memenuhi kebutuhan.

E. TANDA DAN GEJALA

Tanda dan gejala isolasi sosial menurut Direja (2011) dan Fitria (2012) meliputi ;

a. Kurang spontan

(6)

d. Tidak merawat diri dan tidak memeperhatikan kebersihan diri e. Tidak ada atau kurang sadar terhadap komunikasi verbal f. Mengisolasi diri

g. Tidak atau kurang sadar terhadap lingkungan sekitarnya h. Aktivitas menurun

i. Kurang energi j. Rendah diri

(7)

F. PATOPSIKOLOGI

Faktor predisposisi

Perkembangan Biologi Sosial budaya

Faktor presipitasi

Sifat Asal Waktu Jumlah

Penilaian terhadap stresor

Kognitif Afektif Fisikologi Perilaku Sosial

Sumber koping

Kemampuan personal Dukungan sosial Aset materi Keyakinan positif

Mekanisme koping

Adaptif Maladaptif

(8)

G. POHON MASALAH

(Akibat)

(Sebab)

Gambar 2. Pohon masalah isolasi sosial Sumber : (Keliat, 2005)

H. MASALAH KEPERAWATAN

1. Isolasi sosial 2. Harga diri rendah

3. Gangguan sensori persepsi : halusinasi penglihatan 4. Defisit perawatan diri

5. Risiko perilaku kekerasan

Isolasi sosial

Gangguan sensori persepsi : halusinasi penglihatan

Resiko perilaku kekerasan

defisit perawatan diri

(9)

I. INTERVENSI

Diagnosa 1 : Isolasi sosial

Tuk 1 : Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan ditandai dengan wajah cerah, tersenyum, mau berkenalan, ada kontak mata

• Beri salam terapeutik

• Perkenalkan nama, nama panggilan perawat dan tujuan

perawat berkenalan

• Tanyakan dan panggil nama kesukaan klien

• Tunjukan sikap jujur dan menepati janji setiap kali

berinteraksi

• Tanyakan perasaan klien dan masalah yang dihadapi

klien

• Buat kontrak interaksi yang jelas

• Dengarkan dengan penuh perhatian ekspresi perasaan

klien

Tuk 2 : Klien dapat menyebutkan penyebab menarik diri

• Mengkaji pengetahuan klien tentang perilaku menarik

(10)

• Memberi kesempatan kpada klien untuk

mengungkapkan perasaann yang menyebabkan klien tidak mau bergaul

• Berikan pujian terhadap kemampuan klien untuk

mengungkapkan perasaanya

Tuk 3 : Klien menyebutkan keuntungan berinteraksi dengan orang lain dan kerugian berinteraksi dengan orang lain

• Mengkaji pengetahuan klien tentang keuntungan

memiliki teman

• Memberi kesempatan kepada klien untuk berinteraksi

dengan orang lain

• Mendiskusikan bersama klien tentang keuntungan

berinteraksi dengan orang lain

• Memberi pujian terhadap kemampuan mengungkapkan

perasaan tentang keuntungan berinteraksi dengan orang lain

• Mengkaji pengetahuan klien tentang kerugian apabila

tidak berinteraksi dengan orang lain

• Memberi kesempatan kepada klien untuk

(11)

• Mendiskusikan dengan klien tentang kerugian tidak

berinteraksi dengan orang lain

• Memberi pujian terhadap kemampuan mengungkapkan

perasaannya

Tuk 4 : Klien dapat melaksanakan interkasi sosial secara bertahap

• Mengkaji kemampuan klienmembina hubungan dengan

orang lain

• Memperagakan cara berhubungan atau berinteraksi

dengan orang lain

• Mendorong dan membantu klien untuk berinteraksi

dengan orang lain

• Memberi pujian kepada klien tehadap keberhasilan

yang telah dicapai

• Membantu klien mengevaluasi keuntungan menjalin

hubungan sosial

• Mendiskusikan jadwal harian yang dapat dilakukan

(12)

Tuk 5 : Klien dapat mengungkapkan perasaanya setelah berinteraksi dengan orang lain

• Mendorong klien mengungkapkan perasaannya bila

berinteraksi dengan orang lain

• Mendiskusikan bersama klien tentang perasaanya

setelah berinteraksi dengan orang lain

• Memberi pujian atas kemampuan klien

mengungkapkan perasaan keuntungan berinteraksi dengan orang lain

Tuk 6 : Klien dapat menggunakan sistem pendukung atau keluarga

• Membina hubungan saling percaya kepada keluarga

• Mendiskusikan tentang :

a. perilaku menarik diri

b. penyebab perilaku menarik diri

c. akibat yang akan terjadi apabila perilaku menarik diri tidak ditanggapi

(13)

e. mendorong anggota keluarga untuk memberi dukungan kepada klien dalam berkomunikasi dengan orang lain

f. memberi pujian atas hal-hal yangtelah dicapai oleh keluarga

Diagnosa 2 : Harga Diri Rendah

Tuk 1 : Klien dapat membina hubungan saling percaya

• Sapa klien dengan ramah

• Perkenalkan diri dengan sopan

• Tanyakan nama lengkap dan panggilan kesukaan

• Jelaskan tujuan pertemuan

• Tunjukan sikap empati dan menerima klien apa adanya

Tuk 2 : Klien mampu mengidentifikasi kemampuan dan aspek yang dimiliki

• Beri kesempatan kepada klien menyebutkan kegiatan • Arahkan kegiatan jika klien masih bingung

• Berikan pujian kepada klien

Tuk 3 : Klien dapat memiliki kemampuan yang dapat digunakan

• Bantu klien menilai kegiatan yang masihb bisa

(14)

• Beri pujian kepada klien

Tuk 4 : Klien dapat menetapkan/ memilih kegiatan yang sesuai dengan kemampuan

• Bantu klien memilih kemampuan yang akan dilatih

sesuai kemampuan dan kondisi klien berada • Berikan pujian kepada klien

Diagnosa 3 : Gangguan Sensori Persepsi : Halusinasi Penglihatan

Tuk 1 : Klien dapat membina hubungan saling percaya

• Bina hubungan saling percaya • Sapa klien dengan ramah

• Tanyakan nama klien dan nama panggilan kesukaan

• Jelaskan tujuan pertemuan

• Tunjukan sikap empati dan menerima klien apa adanya • Beri perhatian pada klien dan penuhi kebutuhan klien

Tuk 2 : Klien dapat mengenal halusinasinya

• Kaji pengetahuan klien tentang perilaku halusinasi dan

tanda-tandanya

• Adakan kontak singkat dan seing secara bertahap

• Observasi perilaku verbal dan non verbal yang

(15)

• Terima halusinasi sebagai hal nyata bagi klien da tidak

nyata bagi perawat

• Identifikasi bersama klien tentang waktu, munculnya

halusinasi, isis halusinasi, dan frekuensi timbulnya halusinasi

• Dorong klien untuk mengungkapkan perasaannya

ketika halusinasi muncul

• Diskusikan dengan klien mengenal perasaannya saat

terjadi halusinasi

• Berikan pujian terhadap kemampuan klien dalam

mengungkapkan perasaannya

Tuk 3 : Klien dapat mengenal halusinasinya

• Identifikasi bersama klien tindakan yang bisa dilakukan

jika halusinasi muncul

• Beri pujian dan penguatan terhadap tindakan yang

positif

• Bersama klien merencanakan kegiatan untuk mencegah

terjadinya halusinasi

• Diskusikan cara mencegah timbulna halusinasi dan

mengontrol halusinasi

• Dorong klien untuk memilih cara yang dignakan dalam

(16)

• Beri pujian dan penguatan terhadap pilihan yang benar • Diskusikan bersama klien upaya yang telah dilakukan

Tuk 4 : Klien dapat memanfaatkan obat dengan baik

• Diskusikan dengan klien tentang dosis, frekuensi serta

manfaat minum obat

• Anjurkan klien minta sendiri obat pada perawat dan

merasakan manfaatnya

• Anjurkan klien bicara dengan perawat tentang manfaat

dan efek samping

• Diskusikan akibat berhenti minum obat

• Bantu klien menggunakan obat dengan prinsio lima

benar

• Berikan pujian positif

Tuk 5 : Klien mendapat dukungan keluarga dan memanfaatkan sistem pendukung untuk mengendalika halusinasinasinya

• Bina hubungan saling percaya dengan keluarga

• Diskusikan dengan anggota keluarga tentang :

a. perilaku halusinasi

(17)

c. cara keluarga merawat klien halusinasi

d. dorong anggota keluarag secara rutin dan bergantian menjenguk klien minimal satu minggu sekali

• Berikan pujian positif atas hal-hal yang telah dicapai

Gambar

Gambar 1. Patopsikologi respon sosial berdasarkan model stres dan adaptasi
Gambar 2. Pohon masalah isolasi sosial

Referensi

Dokumen terkait

Kepuasan responden di Instalasi Rawat Inap RSUD Tugurejo Semarang kategori tinggi adalah 38 responden ( 38 % ) dan kategori sedang 62 responden ( 62 % ), dengan

Keempat risk level tersebut diakibatkan oleh beberapa faktor seperti jenis kegiatan yang dilakukan untuk memproduksi sebuah link berbeda-beda, menggunakan mesin atau alat yang

(Raise The Red Lantern, 01:01:04-01:01:18) Dari tindakan Yan'er di atas dapat terlihat bahwa Yan'er tidak menyukai kehadiran Song Lian sebagai istri baru Chen Zuoqian dengan

2. Siswa dapat meneruskan terjemahan ayat pada surat Al-Qadr dengan baik dan benar.. Siswa dapat menyebutkan terjemahan surat Al-Qadr secara keseluruhan dengan baik dan

Materi dari buku tidak dapat di copy paste Masih terdapat beberapa soal yang perlu perbaikan Masih perlu latihan untuk melueskan cara menerangkan materi Beberapa hal

sahnya jual beli telah terpenuhi, untuk menjual kepada Pihak Kedua, yang --- berjanji dan mengikat diri untuk membeli dari Pihak Pertama: --- Sebidang tanah Hak Guna Bangunan Nomor

Karakteristik substrat maupun sedimennya pada Kawasan Pantai Ujong Pancu sendiri memiliki karateristik sedimen yang didominasi oleh pasir halus dimana pada

Pada hasil penelitian di setiap Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah cenderung mengalami tanah longsor karena berkorelasi dengan rendahnya tutupan lahan yang terlihat oleh