• Tidak ada hasil yang ditemukan

P U T U S A N. Nomor 328/Pdt.G/2015/PA.Ppg DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "P U T U S A N. Nomor 328/Pdt.G/2015/PA.Ppg DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

P U T U S A N

Nomor 328/Pdt.G/2015/PA.Ppg

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Pasir Pengaraian yang memeriksa dan mengadili perkara tertentu pada tingkat pertama dalam sidang Majelis telah menjatuhkan putusan perkara Cerai Talak antara :

Pemohon, umur 40 tahun, agama Islam, pekerjaan Karyawan LPBI, pendidikan SMP, tempat kediaman di Kabupaten Rokan Hulu, sebagai Pemohon;

melawan

Termohon, umur 39 tahun, agama Islam, pekerjaan Mengurus rumah tangga, pendidikan SD, tempat kediaman di Kabupaten Rokan Hulu, sebagai Termohon;

Pengadilan Agama tersebut;

Telah mempelajari surat-surat yang berkaitan dengan perkara ini;

Telah mendengar keterangan Pemohon serta para saksi di muka sidang;

DUDUKPERKARA

Menimbang, bahwa Pemohon dalam surat permohonannya tanggal 05 Agustus 2015 telah mengajukan permohonan Cerai Talak yang telah didaftar di Kepaniteraan Pengadilan Agama Pasir Pengaraian dengan Nomor: 328/Pdt.G/2015/PA.Ppg tanggal 05 Agustus 2015 dengan dalil-dalil yang pada pokoknya sebagai berikut :

1. Bahwa Pemohon dan Termohon telah melaksanakan pernikahan pada tanggal 20 Juni 2014 di Kabupaten Rokan Hulu, yang dicatat oleh Pegawai Pencatat Nikah Kantor Urusan Agama Kabupaten Rokan Hulu

(2)

sebagaimana ternyata dari Kutipan Akta Nikah Nomor: 094/16/VI/2014 tanggal 20 Juni 2014;

2. Bahwa setelah menikah Pemohon dan Termohon kumpul baik dan tinggal di rumah kediaman bersama selama 6 bulan dan tidak pernah pindah lagi; 3. Bahwa selama pernikahan antara Pemohon dan Termohon telah hidup

rukun sebagaimana layaknya suami istri (ba’da dukhul) namun belum dikaruniai keturunan;

4. Bahwa rumah tangga Pemohon dengan Termohon pada awalnya berjalan baik-baik dan rukun saja selama 2 bulan, namun setelah itu mulai tidak harmonis karena adanya perselisihan dan pertengkaran yang terus menerus dan sulit untuk dirukunkan lagi yang disebabkan Termohon tidak suka dengan anak bawaan dari Pemohon;

5. Bahwa puncak dari perselisihan dan pertengkaran tersebut terjadi pada bulan Februari 2015, yang akhirnya menyebabkan antara Pemohon dengan Termohon telah pisah rumah dan yang pergi meninggalkan kediaman bersama adalah Pemohon;

6. Bahwa antara Pemohon dan Termohon belum pernah didamaikan oleh pihak keluarga;

Bahwa berdasarkan uraian tersebut diatas, antara Pemohon dan Termohon, sudah tidak mungkin lagi ada harapan hidup rukun dalam rumah tangga, oleh karena itu Pemohon mohon kepada Bapak Ketua Pengadilan Agama Pasir Pengaraian Cq. Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk memberi Izin kepada Pemohon untuk menjatuhkan talak terhadap Termohon berdasarkan peraturan perundang- undangan yang berlaku dengan menjatuhkan putusan yang amarnya berbunyi sebagai berikut:

1. Mengabulkan permohonan Pemohon seluruhnya;

2. Memberi izin kepada Pemohon (Pemohon) untuk menjatuhkan talak satu raj'i terhadap diri Termohon (Termohon) di depan sidang Pengadilan Agama Pasir Pengaraian;

3. Membebankan kepada Pemohon untuk membayar semua biaya yang timbul dalam perkara ini;

(3)

Apabila Majelis Hakim berpendapat lain mohon putusan yang seadil-adilnya;

Menimbang bahwa pada hari sidang yang telah ditetapkan, Pemohon telah datang menghadap ke muka sidang, sedangkan Termohon tidak datang menghadap ke muka sidang dan tidak menyuruh orang lain untuk menghadap sebagai wakil/kuasa hukumnya meskipun telah dipanggil secara resmi dan patut yang relas panggilannya dibacakan dalam sidang, sedangkan tidak ternyata bahwa tidak datangnya itu disebabkan suatu halangan yang sah;

Menimbang bahwa Majelis Hakim telah melakukan upaya damai dengan memberi nasihat kepada Pemohon supaya bersabar menunggu Termohon dan rukun kembali dalam rumah tangga, akan tetapi tidak berhasil, Pemohon tetap dengan dalil-dalil permohonannya untuk bercerai dengan Termohon;

Menimbang bahwa perkara ini tidak dapat dimediasi karena Termohon tidak pernah datang menghadap, meskipun telah dipanggil secara resmi dan patut, selanjutnya dimulai pemeriksaan dengan membacakan surat permohonan Pemohon yang maksud dan isinya tetap dipertahankan oleh Pemohon;

Menimbang bahwa oleh karena Termohon tidak hadir dipersidangan, maka Majelis Hakim tidak dapat mendengar jawaban Termohon;

Menimbang bahwa untuk menguatkan dalil-dalil permohonannya, Pemohon di persidangan telah mengajukan alat-alat bukti berupa:

A. Surat:

- Fotokopi Kutipan Akta Nikah Nomor : 094/16/V/2014, tertanggal 20 Juni 2014 yang dikeluarkan oleh Kantor Urusan Agama Kabupaten Rokan Hulu. Bukti surat tersebut telah diberi materai cukup dan telah dicocokkan dengan aslinya yang ternyata sesuai, lalu oleh Ketua Majelis diberi tanda P.1;

(4)

1. Saksi, umur 60 tahun, agama Islam, pekerjaan Tani, tempat kediaman di Kabupaten Rokan Hulu, di bawah sumpahnya memberikan keterangan sebagai berikut :

- Bahwa saksi adalah tetangga Pemohon dan Termohon;

- bahwa Pemohon dan Termohon adalah pasangan suami istri. Pemohon bernama Pemohon dan Termohon bernama Termohon;

- bahwa jarak rumah saksi dengan rumah Pemohon dan Termohon kurang lebih 100 m;

- bahwa saksi hadir saat pernikahan Pemohon dan Termohon;

- bahwa setelah menikah Pemohon dan Termohon bertempat tinggal di kediaman bersama dan tidak pernah pindah;

- bahwa Pemohon dan Termohon belum dikaruniai anak;

- bahwa setahu saksi keadaan rumah tangga Pemohon dan Termohon rukun dan harmonis, namun sejak Agustus 2014 mulai terjadi perselisihan dan pertengkaran;

- bahwa saksi pernah melihat Pemohon dan Termohon bertengkar dan saksi juga tahu pertengkaran Pemohon dan Termohon dari pengaduan Pemohon dan Termohon;

- bahwa setahu saksi pertengkaran Pemohon dan Termohon dengan suara keras;

- bahwa setahu saksi penyebab pertengkaran Pemohon dan Termohon adalah Termohon tidak suka dengan anak bawaan Pemohon;

- bahwa setahu saksi Pemohon dan Termohon telah pisah rumah sejak bulan Februari 2015 dan yang pergi meningggalkan kediaman bersama adalah Pemohon;

(5)

- bahwa setahu saksi Pemohon tidak pernah kembali lagi dengan Termohon, karena Pemohon tidak mau lagi berumah tangga dengan Termohon;

- bahwa setahu saksi rumah tangga Pemohon dan Termohon sudah didamaikan oleh keluarga dan saksi, namun tidak berhasil;

- bahwa saksi tidak sanggup lagi mendamaikan Pemohon dan Termohon; 2. Saksi, umur 60 tahun, agama Islam, pekerjaan Tani, tempat kediaman di

Kabupaten Rokan Hulu, di bawah sumpahnya memberikan keterangan sebagai berikut :

- Bahwa saksi adalah tetangga Pemohon dan Termohon sekaligus Pak RT;

- bahwa Pemohon dan Termohon adalah pasangan suami istri. Pemohon bernama Pemohon dan Termohon bernama Termohon;;

- bahwa jarak rumah saksi dengan rumah Pemohon dan Termohon kurang lebih 100 m;

- bahwa saksi hadir saat pernikahan Pemohon dan Termohon;

- bahwa setelah menikah Pemohon dan Termohon bertempat tinggal di kediaman bersama dan tidak pernah pindah;

- bahwa Pemohon dan Termohon belum dikaruniai anak;

- bahwa setahu saksi keadaan rumah tangga Pemohon dan Termohon rukun dan harmonis, namun sejak Agustus 2014 mulai terjadi perselisihan dan pertengkaran;

- bahwa saksi pernah melihat Pemohon dan Termohon bertengkar 4 kali dan mendengar pertengkaran Pemohon dan Termohon sebanyak 10 kali;

- bahwa setahu saksi pertengkaran Pemohon dan Termohon dengan suara keras;

(6)

- bahwa setahu saksi penyebab pertengkaran Pemohon dan Termohon adalah Termohon tidak suka dengan anak bawaan Pemohon;

- bahwa setahu saksi Pemohon dan Termohon telah pisah rumah sejak bulan Februari 2015 dan yang pergi meningggalkan kediaman bersama adalah Pemohon;

- bahwa setahu saksi Pemohon tidak pernah kembali lagi dengan Termohon, karena Pemohon tidak mau lagi berumah tangga dengan Termohon;

- bahwa setahu saksi rumah tangga Pemohon dan Termohon sudah didamaikan oleh keluarga dan saksi, namun tidak berhasil;

- bahwa saksi tidak sanggup lagi mendamaikan Pemohon dan Termohon; Menimbang bahwa atas keterangan kedua saksi tersebut Pemohon membenarkannya dan sudah mencukupkan keterangan serta buktinya;

Menimbang bahwa selanjutnya Pemohon memberikan kesimpulan akhir, tetap dengan permohonan Pemohon untuk bercerai dengan Termohon serta memohon putusan yang seadil-adilnya;

Menimbang bahwa untuk mempersingkat uraian dalam putusan ini menunjuk kepada segala sesuatu sebagaimana termuat dalam Berita Acara Sidang perkara ini yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari putusan ini;

PERTIMBANGAN HUKUM

Menimbang, bahwa maksud dan tujuan permohonan Pemohon adalah sebagaimana terurai di atas ;

Menimbang, bahwa ternyata Termohon, meskipun dipanggil secara resmi dan patut, tidak datang menghadap di muka sidang dan pula tidak ternyata bahwa tidak datangnya itu disebabkan suatu halangan yang sah;

(7)

Menimbang, bahwa Termohon yang dipanggil secara resmi dan patut akan tetapi tidak datang menghadap harus dinyatakan tidak hadir dan permohonan tersebut harus diperiksa secara verstek;

Menimbang, bahwa oleh karena itu, maka putusan atas perkara ini dapat dijatuhkan tanpa hadirnya Termohon ( Verstek) sesuai dengan ketentuan pasal 149 ayat (1) R.Bg;

Menimbang, bahwa Hakim Majelis telah berupaya mendamaikan Pemohon, akan tetapi tidak berhasil dan oleh karena Termohon tidak pernah hadir dipersidangan, maka upaya perdamaian melalui mediasi berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung RI No. 01 Tahun 2008 tidak dapat dilakukan;

Menimbang, bahwa Pemohon mengajukan cerai talak dengan alasan tidak ada lagi keharmonisan dalam rumah tangga, antara Pemohon dan Termohon terjadi perselisihan terus menerus dan Pemohon dan Termohon telah pisah rumah sejak bulan Februari 2015. Pemohon pergi dari kediaman bersama sebagaimana tersebut dalam permohonannya, dalam halmana, alasan seperti itu diperkenankan oleh pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 tahun 1975 jo pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam di Indonesia. Dengan demikian, permohonan Pemohon dengan alasan seperti itu dapat dipertimbangkan;

Menimbang, bahwa dari bukti P.1 (Fotokopi Kutipan Akta Nikah) yang diajukan Pemohon di persidangan merupakan akta autentik dan telah bermeterai cukup dan cocok dengan aslinya, isi bukti tersebut menjelaskan mengenai adanya hubungan hukum antara Pemohon dengan Termohon dan Pemohon patut dianggap sebagai pihak yang berkepentingan dalam perkara ini (persona standi in justicio), sehingga bukti tersebut telah memenuhi syarat formal dan materiil, serta mermpunyai kekuatan pembuktian yang sempurna dan mengikat;

Menimbang, bahwa saksi 1 Pemohon, sudah dewasa dan sudah disumpah, sehingga memenuhi syarat formal sebagaimana diatur dalam Pasal 145 ayat 1 angka 3 HIR/Pasal 172 ayat 1 angka 4 R.Bg;

(8)

Menimbang, bahwa keterangan saksi 1 Pemohon mengenai dalil-dalil yang diajukan Pemohon adalah fakta yang dilihat sendiri dan relevan dengan dalil yang harus dibuktikan oleh Pemohon, oleh karena itu keterangan saksi tersebut telah memenuhi syarat materiil sebagaimana telah diatur dalam Pasal 171 HIR/Pasal 308 R.Bg, sehingga keterangan saksi tersebut memiliki kekuatan pembuktian dan dapat diterima sebagai alat bukti;

Menimbang, bahwa saksi 2 Pemohon, sudah dewasa dan sudah disumpah, sehingga memenuhi syarat formal sebagaimana diatur dalam Pasal 145 ayat 1 angka 3 HIR/Pasal 172 ayat 1 angka 4 R.Bg;

Menimbang, bahwa keterangan saksi 2 Pemohon mengenai dalil-dalil yang diajukan Pemohon adalah fakta yang dilihat sendiri dan relevan dengan dalil yang harus dibuktikan oleh Pemohon, oleh karena itu keterangan saksi tersebut telah memenuhi syarat materiil sebagaimana telah diatur dalam Pasal 171 HIR/Pasal 308 R.Bg, sehingga keterangan saksi tersebut memiliki kekuatan pembuktian dan dapat diterima sebagai alat bukti;

Menimbang, bahwa dari keterangan saksi 1 dan saksi 2 Pemohon, dapat diketahui bahwa saksi 1 dan saksi 2 Pemohon mengetahui secara jelas mengenai sebab-sebab terjadinya perselisihan dan pertengkaran antara Pemohon dan Termohon dan hal ini sejalan dengan Pasal 22 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975;

Menimbang, bahwa keterangan saksi 1 dan saksi 2 Pemohon saling bersesuaian dan cocok antara satu dengan yang lain, menerangkan tidak harmonisnya rumah tangga Pemohon dan Termohon, antara Pemohon dan Termohon sering terjadi perselisihan dan Pemohon dengan Termohon telah pisah rumah sejak bulan Februari 2015 sampai sekarang. Dan sudah didamaikan keluarga, akan tetapi tidak berhasil. Dengan demikian keterangan saksi-saksi yang diajukan oleh Pemohon di persidangan telah memenuhi Pasal 171 dan Pasal 172 HIR/Pasal 308 dan 309 R.Bg;

Menimbang, bahwa berdasarkan bukti P.1, Saksi 1 dan Saksi 2 terbukti fakta kejadian sebagai berikut :

(9)

- Bahwa Pemohon dengan Termohon adalah suami istri sah, menikah tanggal 20 Juni 2014, belum pernah bercerai dan belum dikaruniai anak; - Bahwa rumah tangga Pemohon dengan Termohon tidak harmonis lagi,

antara Pemohon dan Termohon telah terjadi perselisihan dan pertengkaran dan Pemohon pergi dari kediaman bersama dan secara faktual, Pemohon dan Termohon tidak lagi tinggal bersama sebagaimana layaknya suami isteri sejak bulan Februari 2015, sudah lebih enam bulan lamanya sampai sekarang;

- Bahwa keluarga Pemohon dan Termohon sudah berusaha untuk mendamaikan Pemohon dan Termohon, akan tetapi tidak berhasil;

Menimbang, bahwa berdasarkan dari fakta hukum di atas, Majelis Hakim berpendapat, dalil permohonan Pemohon yang menerangkan kalau rumah tangganya tidak harmonis lagi, patut dinyatakan telah terbukti dan alasan yang diajukan oleh Pemohon telah memenuhi maksud pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 tahun 1975 jo pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam;

Menimbang, bahwa di setiap persidangan, Majelis Hakim telah berupaya memberi nasihat kepada Pemohon supaya dapat rukun kembali dan menunggu Termohon kembali namun tidak berhasil, bahkan dalam kesimpulan akhirnya, Pemohon menyatakan tetap pada prinsipnya untuk bercerai dengan Termohon. Dengan demikian, Majelis Hakim berpendapat bahwa rumah tangga Pemohon dan Termohon telah pecah dan tidak harmonis lagi (marriage breakdown);

Menimbang, bahwa mempertahankan rumah tangga dalam keadaan seperti itu, tentu akan menimbulkan tekanan batin bagi Pemohon sehingga tujuan dari perkawinan membentuk rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan rahmah tentu tidak akan pernah tercapai. Satu-satunya jalan kemaslahatan bagi Pemohon, menurut pendapat Majelis Hakim adalah melalui perceraian;

Menimbang, bahwa menghindari Pemohon dan Termohon dari bahaya atau kesulitan yang nyata terus terjadi di antara mereka dengan jalan perceraian lebih baik daripada mengharapkan kebaikan yang belum jelas adanya, dengan tetap mempertahankan ikatan perkawinan antara mereka,

(10)

رد أ ﺢﻟﺎﺻﻣﻟا بﻠﺟ ﻰﻠﻋ مدﻘﻣ دﺳﺎﻔﻣﻟا

Artinya : “Menolak kerusakan lebih utama daripada mengupayakan kemaslahatan”

Menimbang, bahwa Pemohon tetap ingin menceraikan Termohon, maka keinginan Pemohon tersebut telah sesuai pula dengan firman Allah dalam surat al-Baqarah ayat 227 yang berbunyi :

ﷲ نﺎﻓ قﻼطﻟا اوﻣزﻋ ناو

مﯾﻠﻋ ﻊﯾﻣﺳ

Artinya: “Dan jika suami telah berketetapan hati untuk menceraikan

isterinya, maka sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut diatas, dan Pemohon belum pernah menjatuhkan talak raj’i, maka permohonan Pemohon tersebut memenuhi Pasal 118 Kompilasi Hukum Islam, oleh karena itu dapat dikabulkan dengan memberi izin kepada Pemohon untuk menjatuhkan talak satu raj’i terhadap Termohon;

Menimbang, bahwa berdasarkan Pasal 84 Undang – Undang Nomor 50 Tahun 2009 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama, Panitera Pengadilan Agama Pasir Pengaraian diperintahkan untuk mengirimkan salinan putusan ini kepada Pegawai Pencatat Nikah dimana Pemohon dan Termohon bertempat tinggal dan kepada Pegawai Pencatat Nikah di tempat perkawinan Pemohon dan Termohon dilangsungkan;

Menimbang, bahwa karena perkara a quo masuk dalam bidang perkawinan, maka berdasarkan Pasal 89 ayat (1) Undang - Undang Nomor 7 tahun 1989 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 dan perubahan kedua dengan Undang-undang Nomor 50 Tahun 2009, biaya perkara dibebankan kepada Pemohon;

Mengingat, semua pasal dalam peraturan perundang–undangan dan hukum Islam yang berkaitan dengan perkara ini.

(11)

MENGADILI

1. Menyatakan Termohon telah dipanggil secara resmi dan patut untuk menghadap ke persidangan, tidak hadir;

2. Mengabulkan permohonan Pemohon dengan verstek;

3. Memberi izin kepada Pemohon (Pemohon) untuk menjatuhkan talak satu raj’i terhadap Termohon (Termohon) di depan sidang Pengadilan Agama Pasir Pengaraian;

4. Memerintahkan Panitera Pengadilan Agama Pasir Pengaraian untuk mengirimkan salinan penetapan ikrar talak kepada Pegawai Pencatat Nikah Kantor Urusan Agama Kabupaten Rokan Hulu di tempat perkawinan Pemohon dan Termohon dilangsungkan dan di tempat kediaman Termohon dan kepada Pegawai Pencatat Nikah Kantor Urusan Agama Kabupaten Rokan Hulu, di tempat kediaman Pemohon, untuk dicatat dalam daftar yang disediakan untuk itu;

5. Membebankan kepada Pemohon membayar biaya perkara sejumlah Rp. 681.000,00 (enam ratus delapan puluh satu ribu rupiah);

Demikian diputuskan dalam rapat permusyawaratan Majelis yang dilangsungkan pada hari Rabu tanggal 02 September 2015 Masehi bertepatan dengan tanggal 18 Zulkaedah 1436 Hijriyah oleh kami Fithriati. AZ, S.Ag, sebagai Ketua Majelis, Zulkifli Firdaus, S.H.I. dan Zulfikri, S.H.I., M.H.,, masing-masing sebagai Hakim Anggota, putusan tersebut diucapkan pada hari itu juga dalam sidang terbuka untuk umum oleh Ketua Majelis tersebut dengan didampingi oleh Hakim Anggota dan dibantu oleh Zamzam Lubis, S.H., sebagai Panitera Pengganti, serta dihadiri oleh Pemohon tanpa hadirnya Termohon;

Hakim Anggota Ketua Majelis

(12)

Hakim Anggota Zulfikri, S.H.I., M.H. Panitera Pengganti Zamzam Lubis, S.H. Perincian biaya : 1. Pendaftaran Rp. 30.000,00 2. Proses Rp. 50.000,00 3. Panggilan Rp. 590.000,00 4. Redaksi Rp. 5.000,00 5. Meterai Rp. 6.000,00

Jumlah Rp. 681.000,00 (enam ratus delapan puluh satu ribu rupiah);

Referensi

Dokumen terkait

Menimbang, bahwa berdasarkan fakta-fakta tersebut di atas, Majelis Hakim berpendapat bahwa ketidak harmonisan dalam rumah tangga antara Pemohon dengan

Menimbang, bahwa berdasarkan fakta-fakta tersebut, Majelis Hakim berpendapat yang pada pokoknya bahwa antara Pemohon dengan Termohon telah terjadi perselisihan terus

Menimbang, bahwa pada pokoknya Pemohon mendalilkan bahwa semula rumah tangga Pemohon dan Termohon berjalan rukun dan harmonis, namun sejak bulan Juli 2012

Menimbang, bahwa berdasarkan fakta-fakta tersebut di atas, Majelis Hakim berpendapat bahwa bahtera kehidupan rumah tangga Pemohon dengan Termohon telah pecah sehingga sulit

Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan Pemohon dan saksi-saksi Pemohon tersebut, Majelis Hakim menemukan fakta-fakta bahwa antara Pemohon dan Termohon terjadi perselisihan dan

Menimbang, bahwa Pemohon telah mendalilkan keadaan rumah tangga Pemohon dan Termohon pada awalnya rukun dan harmonis, namun sejak tanggal 20 Desember 2013 mulai

Menimbang, bahwa selain itu, ikatan perkawinan antara Pemohon/Pembanding dengan Termohon/Terbanding dengan kondisi sebagaimana dipertimbangkan tersebut di atas,

Menimbang, bahwa oleh karena Majelis Hakim berpendapat bahwa Surat Tergugat/Termohon Keberatan Nomor: 422/SDN-21PKU/X/2014/5173 tanggal 22 Oktober 2014 merupakan