Pola hubungan patron-klien pada masyarakat nelayan di Desa Batu Belubang Kabupaten Bangka Tengah
Teks penuh
Dokumen terkait
Penelitian ini membahas mengenai hubungan patron klien pemetik teh di PTPN VIII Malabar Desa Banjarsari Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung. Mengingat luasnya kajian
Sedangkan pada hubungan patron-klien antara perajin kecil dengan buruh lebih bersifat non formal, hubungan kerja lebih bersifat akrab, karena disamping perajin
Selanjutnya, pola hubungan patron-klien merupakan aliansi dari dua kelompok komunitas atau individu yang tidak sederajat, baik dari segi status, kekuasaan, maupun
Universitas Sriwijaya Dalam hubungannya hubungan kerja ini patron klien dan para pengepul yang berperan sebagai penerima hasil dari songket yang telah jadi
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI POLA KONSUMSI PANGAN RUMAH TANGGA NELAYAN (Studi Kasus: Desa Bagan Dalam, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu
Berdasarkan wawancara di atas pengaruh patron klien buruh nelayan dengan toke ikan disebabkan pengaruh dalam jangka pendek antara toke dengan buruh nelayan
Dengan demikian banyak faktor yang menyebabkan terbentuknya hubungan patron-klien antara toke dengan petani sawit pola swadaya seperti disebut di atas, antara lain adalah
Selanjutnya, pola hubungan patron-klien merupakan aliansi dari dua kelompok komunitas atau individu yang tidak sederajat, baik dari segi status, kekuasaan, maupun