• Tidak ada hasil yang ditemukan

Modul pelatihan jurnalistik tingkat dasar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Modul pelatihan jurnalistik tingkat dasar"

Copied!
73
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Garti Sri Utami
    • Kokom Ko ma La
    • Johan Maulana
  • Pengajar:
    • Didik Suhardi, Ph.D
  • Sekolah: Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
  • Mata Pelajaran: Jurnalistik
  • Topik: Modul Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar
  • Tipe: modul
  • Tahun: 2018
  • Kota: Depok

I. PENDAHULUAN

Modul ini memberikan gambaran menyeluruh tentang pelatihan jurnalistik tingkat dasar yang ditujukan kepada pegawai negeri sipil di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Latar belakang pelatihan ini berfokus pada pentingnya peningkatan kompetensi ASN dalam menghadapi dinamika perubahan di bidang publikasi. Melalui modul ini, diharapkan peserta dapat mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk melaksanakan tugas jurnalistik secara profesional. Deskripsi singkat mengenai pelatihan ini menekankan pada interaktivitas dan metode pembelajaran yang digunakan, seperti ceramah, diskusi, dan latihan praktis.

1.1. Latar Belakang

Latar belakang modul ini menekankan pentingnya kompetensi berkelanjutan bagi ASN dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Pelatihan jurnalistik menjadi salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan tersebut, terutama dalam konteks kemajuan teknologi dan informasi yang harus dimanfaatkan secara efektif. Dengan pelatihan ini, ASN diharapkan dapat melaksanakan tugas jurnalistik dengan profesionalisme yang tinggi.

1.2. Deskripsi Singkat

Deskripsi singkat dalam modul ini menjelaskan bahwa pelatihan jurnalistik disusun untuk pegawai kehumasan dan bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mereka. Pelatihan ini mencakup berbagai aspek penting dalam jurnalistik, dari kode etik hingga teknik penulisan, dan disampaikan secara interaktif untuk memfasilitasi pemahaman yang lebih baik.

1.3. Hasil Belajar

Hasil belajar yang diharapkan dari modul ini mencakup kemampuan peserta untuk menjelaskan prinsip-prinsip jurnalistik, teknik penulisan, serta etika dalam jurnalistik. Peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam praktik jurnalistik sehari-hari di lingkungan kerja mereka.

1.4. Indikator Hasil Belajar

Indikator hasil belajar mencakup kemampuan peserta untuk menjelaskan dan menerapkan kode etik jurnalistik, menggunakan bahasa Indonesia yang tepat dalam konteks jurnalistik, serta melakukan penulisan dan penyuntingan naskah. Hal ini menunjukkan bahwa modul ini dirancang untuk memastikan peserta tidak hanya memahami teori tetapi juga dapat mempraktikannya.

1.5. Materi Pokok dan Sub Materi Pokok

Materi pokok dalam modul ini mencakup tujuh topik utama yang mencakup kode etik jurnalistik, bahasa Indonesia dalam jurnalistik, teknik menggali ide berita, penulisan berita, penyuntingan naskah, foto jurnalistik, dan jurnalistik daring. Setiap topik dirancang untuk memberikan pemahaman yang mendalam dan keterampilan praktis kepada peserta.

II. KODE ETIK JURNALISTIK

Kode etik jurnalistik menjadi landasan penting dalam pelaksanaan tugas jurnalistik. Modul ini membahas pengertian kode etik, sejarahnya, dan fungsi serta azas yang terkandung di dalamnya. Peserta dilatih untuk memahami pentingnya integritas dan kepribadian dalam menjalankan profesi jurnalistik. Melalui pemahaman ini, diharapkan peserta dapat menjalankan tugas mereka dengan cara yang etis dan profesional, serta menghormati hak narasumber dan masyarakat.

2.1. Indikator Keberhasilan

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan dapat menjelaskan dan menerapkan kode etik serta etos kerja jurnalistik dalam praktik sehari-hari. Hal ini penting untuk memastikan bahwa wartawan menjalankan tugas mereka dengan tanggung jawab dan integritas.

2.2. Materi Pembelajaran

Materi pembelajaran mencakup pengertian kode etik, sejarah perkembangannya di Indonesia, serta berbagai pasal yang mengatur perilaku wartawan. Peserta akan belajar tentang pentingnya menjaga kredibilitas dan etika dalam setiap karya jurnalistik yang dihasilkan.

2.3. Latihan

Latihan dalam modul ini dirancang untuk menguji pemahaman peserta tentang kode etik jurnalistik. Peserta akan diberikan skenario untuk menganalisis situasi yang berkaitan dengan etika dalam jurnalistik dan mencari solusi yang tepat.

2.4. Rangkuman

Rangkuman dari modul ini menekankan bahwa kode etik jurnalistik adalah panduan yang harus diikuti oleh setiap wartawan. Kode etik berfungsi untuk melindungi wartawan serta masyarakat dari praktik jurnalisme yang tidak etis.

2.5. Evaluasi

Evaluasi dilakukan untuk mengukur sejauh mana peserta memahami dan dapat menerapkan kode etik jurnalistik. Pertanyaan evaluasi dirancang untuk menguji pengetahuan peserta tentang prinsip dan aplikasi kode etik dalam situasi nyata.

III. BAHASA INDONESIA JURNALISTIK

Bahasa jurnalistik merupakan elemen penting dalam penyampaian informasi. Modul ini membahas prinsip dasar bahasa jurnalistik, ciri-cirinya, dan pedoman penggunaan bahasa yang tepat. Pemahaman yang baik tentang bahasa jurnalistik akan membantu peserta dalam menulis berita yang jelas dan efektif, sehingga dapat menyampaikan informasi dengan baik kepada publik.

3.1. Indikator Keberhasilan

Peserta diharapkan dapat menjelaskan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam konteks jurnalistik. Hal ini penting untuk memastikan bahwa informasi yang disampaikan dapat dipahami dengan jelas oleh pembaca.

3.2. Prinsip Dasar Bahasa Jurnalistik

Bahasa jurnalistik harus jelas, singkat, dan padat. Modul ini menjelaskan berbagai prinsip yang harus diikuti dalam penulisan berita, termasuk penggunaan kalimat yang efektif dan penghindaran kata-kata mubazir.

3.3. Ciri-ciri Bahasa Jurnalistik

Ciri-ciri bahasa jurnalistik meliputi kesederhanaan, kejelasan, dan daya tarik. Peserta diajarkan untuk menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat luas, tanpa mengorbankan akurasi informasi.

3.4. Jenis Bahasa Indonesia Ragam Jurnalistik

Modul ini juga membahas ragam bahasa yang digunakan dalam penulisan berita, termasuk perbedaan antara bahasa jurnalistik dan ragam bahasa lainnya. Peserta akan belajar tentang gaya bahasa yang sesuai dengan konteks penulisan yang berbeda.

3.5. Pedoman Bahasa Jurnalistik

Pedoman ini mencakup aturan-aturan dasar dalam penulisan, seperti penggunaan imbuhan dan struktur kalimat. Peserta akan diberikan contoh dan latihan untuk mempraktikkan pedoman ini dalam penulisan berita.

IV. MENGGALI IDE BERITA DAN TEKNIK REPORTASE WAWANCARA

Menggali ide berita adalah langkah awal yang penting dalam proses jurnalistik. Modul ini memberikan panduan tentang bagaimana menemukan dan memilih ide berita yang layak untuk dilaporkan. Selain itu, teknik reportase dan wawancara juga dibahas untuk membantu peserta dalam mengumpulkan informasi yang akurat dan relevan.

4.1. Indikator Keberhasilan

Peserta diharapkan dapat menjelaskan cara menggali ide berita dan menerapkan teknik reportase yang efektif. Hal ini penting untuk memastikan bahwa berita yang disampaikan memiliki nilai berita yang tinggi.

4.2. Menggali Ide Berita

Peserta diajarkan tentang kriteria yang digunakan untuk menilai kelayakan suatu berita. Unsur-unsur seperti aktualitas, kepentingan publik, dan konflik menjadi fokus utama dalam menggali ide berita.

4.3. Memilih Angle atau Sudut Pandang

Pemilihan sudut pandang yang tepat akan membantu wartawan dalam menyampaikan cerita dengan cara yang menarik dan informatif. Modul ini memberikan tips tentang bagaimana menentukan angle yang sesuai untuk setiap berita.

4.4. Membuat Outline

Membuat kerangka liputan merupakan langkah penting dalam persiapan reportase. Peserta diajarkan cara menyusun outline yang efektif untuk memandu proses peliputan berita.

4.5. Praktek Reportase

Peserta akan melakukan praktek reportase di lapangan, mengumpulkan fakta-fakta yang relevan dan melaporkannya sesuai dengan kode etik jurnalistik. Ini memberikan pengalaman langsung dalam menerapkan teori yang telah dipelajari.

V. BERITA

Modul ini membahas pengertian berita, jenis-jenis berita, dan teknik penulisan berita yang efektif. Peserta akan belajar bagaimana menyusun berita yang menarik dan informatif, serta memahami unsur-unsur yang membuat sebuah berita layak untuk dipublikasikan.

5.1. Indikator Keberhasilan

Peserta diharapkan dapat menjelaskan pengertian berita dan berbagai jenis berita yang ada. Hal ini penting untuk memberikan pemahaman yang menyeluruh tentang dunia jurnalistik.

5.2. Pengertian Berita

Berita adalah informasi yang disampaikan kepada publik mengenai peristiwa atau kejadian yang dianggap penting. Modul ini menjelaskan karakteristik berita dan peranannya dalam masyarakat.

5.3. Jenis Berita

Peserta akan mempelajari berbagai jenis berita, termasuk berita hard news, soft news, dan feature. Pemahaman tentang jenis berita ini penting untuk menentukan pendekatan penulisan yang tepat.

5.4. Press Release

Modul ini juga membahas tentang press release sebagai bentuk komunikasi publik. Peserta akan belajar bagaimana menyusun press release yang efektif dan menarik perhatian media.

5.5. Latihan

Latihan penulisan berita akan dilakukan untuk menguji kemampuan peserta dalam menyusun berita yang sesuai dengan standar jurnalistik. Peserta akan mendapatkan umpan balik untuk meningkatkan keterampilan mereka.

VI. EDITING ATAU PENYUNTINGAN NASKAH

Editing atau penyuntingan naskah adalah tahap penting dalam proses produksi berita. Modul ini membahas tujuan dan jenis-jenis editing, serta proses yang harus dilalui untuk menghasilkan naskah yang berkualitas.

6.1. Indikator Keberhasilan

Peserta diharapkan dapat menjelaskan proses editing dan tujuan dari penyuntingan naskah. Hal ini penting untuk memastikan bahwa berita yang dipublikasikan memenuhi standar kualitas yang tinggi.

6.2. Pengertian

Editing adalah proses memperbaiki dan menyempurnakan naskah sebelum dipublikasikan. Modul ini menjelaskan peran editor dalam memastikan akurasi dan kelayakan berita.

6.3. Editor

Peserta akan belajar tentang peran dan tanggung jawab seorang editor dalam proses produksi berita. Pemahaman ini penting untuk menghindari kesalahan yang dapat merugikan kredibilitas media.

6.4. Tujuan Editing

Tujuan editing mencakup memastikan kejelasan, konsistensi, dan akurasi informasi dalam naskah. Hal ini penting untuk menjaga integritas berita yang disampaikan kepada publik.

6.5. Jenis-jenis Editing

Modul ini membahas berbagai jenis editing, termasuk editing substantif, editing gaya, dan proofreading. Peserta akan belajar kapan dan bagaimana menerapkan setiap jenis editing dalam praktik.

VII. FOTO JURNALISTIK

Foto jurnalistik merupakan elemen penting dalam mendukung berita. Modul ini membahas pengertian foto jurnalistik, prinsip-prinsip pengambilan gambar, dan teknik pembuatan caption yang efektif.

7.1. Indikator Keberhasilan

Peserta diharapkan dapat menjelaskan pentingnya foto dalam jurnalistik dan teknik pengambilan gambar yang baik. Hal ini penting untuk meningkatkan kualitas visual dari berita yang disampaikan.

7.2. Pengertian Foto Jurnalistik

Foto jurnalistik adalah gambar yang diambil untuk mendukung penyampaian berita. Modul ini menjelaskan peran foto dalam menarik perhatian pembaca dan memberikan konteks pada berita.

7.3. Prinsip dan Komposisi Foto

Peserta akan belajar tentang prinsip-prinsip dasar dalam pengambilan foto, termasuk komposisi, pencahayaan, dan sudut pengambilan gambar. Pemahaman ini penting untuk menghasilkan foto yang berkualitas.

7.4. Jenis-jenis Foto Jurnalistik

Modul ini juga membahas berbagai jenis foto jurnalistik, seperti foto berita, foto potret, dan foto dokumentasi. Peserta diharapkan dapat memilih jenis foto yang tepat untuk setiap situasi.

7.5. Teknik Membuat Caption

Teknik pembuatan caption yang efektif akan dibahas untuk membantu peserta dalam menjelaskan konteks foto yang diambil. Caption yang baik dapat meningkatkan pemahaman pembaca terhadap berita.

VIII. JURNALISTIK ONLINE

Jurnalistik online merupakan bentuk baru dari penyampaian informasi yang memanfaatkan teknologi digital. Modul ini membahas pengertian jurnalistik online, karakteristik media online, dan tips menulis untuk platform digital.

8.1. Indikator Keberhasilan

Peserta diharapkan dapat menjelaskan perbedaan antara jurnalistik tradisional dan online. Hal ini penting untuk memahami cara beradaptasi dengan perkembangan teknologi dalam dunia jurnalistik.

8.2. Pengenalan dan Pengertian

Jurnalistik online adalah praktik jurnalistik yang dilakukan melalui platform digital. Modul ini menjelaskan bagaimana perkembangan teknologi telah mengubah cara berita disampaikan.

8.3. Istilah Jurnalistik Online

Peserta akan mempelajari istilah-istilah yang umum digunakan dalam jurnalistik online, seperti SEO, hyperlink, dan multimedia. Pemahaman ini penting untuk meningkatkan keterampilan menulis di platform digital.

8.4. Sejarah Jurnalistik Online

Modul ini juga membahas sejarah perkembangan jurnalistik online dan bagaimana media sosial berperan dalam penyebaran informasi. Peserta diharapkan dapat memahami dampak media sosial terhadap jurnalistik.

8.5. Karakteristik Media Online

Karakteristik media online, seperti interaktivitas dan kecepatan, akan dibahas untuk membantu peserta dalam memahami bagaimana cara menarik perhatian pembaca di platform digital.

IX. PENUTUP

Sebagai penutup, modul ini mengajak peserta untuk melakukan evaluasi terhadap kegiatan belajar yang telah dilakukan. Peserta diharapkan dapat memberikan umpan balik yang konstruktif untuk pengembangan modul di masa depan.

9.1. Evaluasi Kegiatan Belajar

Evaluasi kegiatan belajar dilakukan untuk mengukur sejauh mana peserta memahami materi yang telah diajarkan. Hal ini penting untuk menilai efektivitas pelatihan.

9.2. Umpan Balik

Peserta diharapkan memberikan umpan balik mengenai modul dan pelatihan yang telah dilaksanakan. Umpan balik ini akan digunakan untuk perbaikan dan pengembangan modul di masa mendatang.

Gambar

FOTO JURNALISTIK  A. Indikator Keberhasilan
Foto jurnalistik terbagi atas 9 jenis, yaitu:
Gambar 7.22 FOTO ANTARA/Yudhi Mahatma/10
Gambar 8.1  J. Latihan

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Seluruh jurnalis Kedaulatan Rakyat senantiasa siap menangkap informasi serta mengolahnya secara objektif dan berimbang sampai kemudian menyebarkan lembaran-lembaran berita ke

Sebaliknya, bila Bioenergi yang diterima oleh Resipien mengandung instruksi-instruksi yang tidak sesuai dengan sistem tubuh dan kebutuhannya, maka sel sel dan

Secara nonteknis, jurnalis radio wajib mematuhi Kode Etik Jurnalistik dan peraturan perundangan yang berlaku di lembaga penyiaran, termasuk pedoman siaran dari Komisi

Pasal 3: Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak

Mampu melakukan liputan berita hardnews dan atau softnews untuk jurnalis foto dan jurnalis tulis sebagai materi media cetak yang telah di bentuk pada lokasi 1 (kampus) dengan

Hasil data membuktikan bahwa Surat Kabar Harian Surya Malang melakukan penerapan kode etik jurnalis sesuai pedoman UUD yang diterapkan di Indonesia untuk wartawan agar

Seluruh jurnalis Kedaulatan Rakyat senantiasa siap menangkap informasi serta mengolahnya secara objektif dan berimbang sampai kemudian menyebarkan lembaran-lembaran berita ke

Laporan berita merupakan tugas profesi wartawan, saat berita dilaporkan oleh wartawan laporan tersebut menjadi fakta / ide terkini yang dipilih secara sengaja oleh redaksi