Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Berdasarkan Self-Confidence Siswa SMP/MTs.
Teks penuh
Gambar
Garis besar
Dokumen terkait
maksud dari peneliti materi yang diberikan kepada siswa tersebut. 43 Berbeda dengan proses mengartikan yang mengharuskan para siswa. untuk juga memahami materi yang
Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Matematika pada Fakultas Pendidikan Matematika dan. Ilmu
Dari gambar I.1 terlihat siswa masih kurang dalam memanipulasikan matematika dengan benar, memeriksa kesahihan suatu argument untuk membuat generalisasi dari soal
Setelah dilakukan penelitian dan analisis data, maka dapat disimpulkan bahwa disposisi matematis mahasiswa dengan penerapan model pembelajaran CORE lebih baik dibandingkan
Berdasarkan hasil analisis diatas, dapat disimpulkan bahwa kemampuan koneksi matematis siswa dengan diterapkannya model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting,
Pada gambar 1, terlihat hasil jawaban ST yang menunjukkan bahwa siswa sudah mampu memahami masalah dimana siswa dapat menyebutkan apa yang diketahui dan
1) S5 dapat memahami masalah dengan baik. S5 memiliki kemampuan dalam menentukan apa yang diketahui dengan lengkap dan benar. Ia juga memiliki kemampuan dalam
Penelitian ini bertujuan 1) Untuk mengetahui capaian kemampuan koneksi matematis siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Padamara yang mengikuti pembelajaran CORE; 2) Untuk